Meimonews.com – Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2021 diselenggarakan secara virtual di Mako Polresta Manado, Selasa (17/8/2021) dan diikuti sejumlah PJU secara terbatas dengan tetap mengikuti prokes.

Hadir pada kegiatan yang mengusung tema “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” tersebut adalah Wakapolresta AKBP Faisol Wahyudi, Kabag Ops Kompol Thommy Aruan, Kabag Sumda Kompol Agnes Timbuleng, Kabagren Kompol Meiske Ering, Kasat Reskrim Kompol Taufik Arifin, Kasat Intel AKP Boy Rawung, Kasat Narkoba AKP Sugeng Santoso.

Kasat Sabhara Bartolomius Dambe Kasat Binmas AKP Fatrisius Pandenaa, Kasi Propam AKP Arke Parasan, KSPK AKP Beltasar R. Galanti, Kasikeu AKP Nico Tampati, Plt Kasat Tahti Iptu Nurhisayat Potabuga, Ps Kasitipol Iptu Yorid Hmisi.

Rangkaian kegiatan upacara antara lain diisi dengan peringatan Detik-detik Proklamasi berupa tembakan meriam 17 kali, sirine, selama 1 menit, pembacaan teks Proklamasi oleh Ketua DPR-RI, mengheningkan cipta,.pembacaan doa oleh Menteri Agama.

Pengibaran bendera negara Sang Merah Putih diiringi lagu Kebangsaan Indonesia Raya, fly pass pesawat TNI AU, persembahan lagu oleh Gita Bahana Nusantara secara virtual, lagu ”Syukur” dan lagu ”Maju Tak Gentar,” dan helikopter TNI AU yang membawa giant flag Merah Putih. (lk)

Meimonews.com – Dalam sepekan terakhir, sebanyak 826 warga baik yang tinggal di Manado maupun beberapa daerah di luar Manado telah divaksinasi di Gerai Vaksin Presisi Polresta Manado.

Warga yang mendapat vaksinasi oleh tim yang berasal Bidang Dokkes Polda Sulut, Pemkot Manado dan Polresta Manado tersebut terdiri dari berbagi macam profesi atau latar belakang.

Ada yang masuk kategori masyarakat umum, lansia, pelajar, pekerja pemerintah, TNI/Polri, pelayanan publik, SDM kesehatan, pendidik, tokoh agama dan wartawan.

Menurut data Humas Polresta Manado, pada 9 Agustus ada sebanyak 101 warga yang telah divaksin. Pada 10 Agustus 113 orang, 12 Agustus 124 orang, 13 Agustus 153 orang, 15 Agustus 110 orang, 16 Agustus 145 orang dan 18 Agustus 80 orang.

“Total yang divaksin baik vaksin pertama maupun kedua di Gerai Vaksin Presisi Polresta Manado di sepekan terakhir berjumlah 826 orang,” ujar Kepala Humas Polresta Manado AKP Yusak Parinding kepada Meimonews.com di sela pelaksanaan vaksinasi, Rabu (18/8/2021).

Bila ditambah dengan jumlah warga yang telah divaksin sejak 30 Juni 2021 (waktu pertama kali pelaksanaan vaksinasi mendukung Program Presiden Joko Widoda untuk sejuta vaksin setiap hari ini maka sudah ribuan orang yang mendapat pelayanan vaksinasi gratis di Gerai Vaksinasi Presisi Polresta Manado ini.

Pelaksanaan vaksinasi di Gerai Vaksinasi Presisi Polresta Manado ini, menurut pemantauan Meimonews.com senantiasa dipantau oleh Kapolresta Manado Kombes Pol. Elvisnus Laoly, Wakapolresta AKBP Faisol Wahyudi dan sejumlah Pejabat Utama Polresta Manado seperti Kasumda Kompol Agnes Timbuleng.

Bahkan, tak segan mereka turun memberikan arahan agar peserta program vaksinasi tetap mengikuti prokes yang telah ditetapkan. (lk)

Meimonews.com – Buah-buahan di Indonesia banyak sekali macam dan jumlahnya. Namun demikian, masyarakat Indonesia masih banyak yang belum memiliki kebiasaan untuk mengonsumsi buah-buahan. Melalui Gerakan Buah Nusantara (GBN), Pemerintah mengajak masyarakat untuk memperbanyak konsumsi buah terutama buah nusantara.

Demikian rilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia yang dikeluarkan, Kamis (12/8/2021).

Buah-buahan merupakan sumber berbagai vitamin, mineral, dan serat pangan, yang turut membantu proses metabolisme di dalam tubuh, sedangkan antioksidan mampu menangkal senyawa-senyawa hasil oksidasi, radikal bebas, yang mampu menurunkan kondisi kesehatan tubuh.

“Buah-buahan berwarna hitam, ungu, merah selain sebagai sumber vitamin, mineral, serat juga mengandung antioksidan. Sementara buah berwarna kuning, merah, merah jingga, orange, biru, ungu, dan lainnya, pada umumnya banyak mengandung vitamin, khususnya vitamin A dan antioksidan,” tulis Kemenkes.

Masyarakat Indonesia terutama balita dan anak usia sekolah dianjurkan untuk mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan 300-400 gram per orang per hari, remaja dan orang dewasa sebanyak 400-600 gram per orang per hari. Sekitar dua-pertiga dari jumlah anjuran konsumsi tersebut adalah porsi sayur.

Konsumsi buah yang sangat manis dan rendah serat sebaiknya dibatasi, karena mengandung fruktosa dan glukosa yang tinggi. Asupan fruktosa dan glukosa yang sangat tinggi dapat berisiko meningkatkan kadar gula darah.

Dalam mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari, jelas Kemenkes, sebenarnya kita perlu mengikuti Pedoman Gizi Seimbang sesuai Permenkes No. 41 Tahun 2014.

Sebanyak 3-4 porsi sayur dan 2-3 porsi buah setiap hari atau setengah bagian piring berisi buah dan sayur (lebih banyak sayuran) setiap kali makan.

Supaya porsi makanmu tetap terkontrol, atur isi porsi makananmu sesuai #IsiPiringKu. Gerakan ini menerapkan konsep satu piring makan terdiri dari makanan pokok dengan porsi 2/3 dari ½ piring, lauk pauk dengan porsi 1/3 dari ½ piring, sayur dengan porsi 2/3 dari ½ piring & buah dengan porsi 1/3 dari ½ piring.

Melalui Gerakan ini, diharapkan masyarakat lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah, membatasi konsumsi gula, garam dan lemak, sehingga mengurangi resiko penyakit diabetes dan obesitas.

“Itu pola makan yang sebaiknya kita terapkan untuk memulai pola hidup bersih dan sehat,” tegas Kemenkes seraya mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum peringatan Gerakan Buah Nusantara dengan perbanyak konsumsi buah nusantara untuk meningkatkan imunitas tubuh terutama saat pandemi Covid-19. (lk)

Meimonews.com – Kodim 1309 Manado menggelar Kerja Bakti dalam rangka Pembinaan Lingkungam Hidup di Hutan Kota Manado di Kompleks Paroki Hati Kudus Karombasan (HKY), Rabu (4/8/2021).

Sebanyak 40-an personil dikerahkan untuk kegiatan tahun anggaran 2021 yang mengusung tema Bersinergi dalam menjaga dan melestarikan lingkungam hidup tersebut.

Perincian personil adalah 20 orang Anggota Kodim 1309 Manado, 18 orang Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado dan 5 orang dari Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Pasiter 1309 Mamado Mayor Inf. Vencentius Mamarodia, Staf Bidang PSLB3 Seksi Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado Elfa Adam dan DPP HKY Karombasan Bidang Organisasi Dyonisius Turang

Mengutip Dandim 1309 Manado Kol. Inf. Y.R Raja Sulung Purba, Mamarodia kepada Meimonews.com menegaskan, pelaksanaan kerja bakti ini merupakan kepedulian TNI-AD membantu Program Pemerintah Daerah untuk mewujudkan kelestarian lingkungan hidup di Kota Manado. (lk)

Meimonews.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi meluncurkan fondasi baru berupa nilai-nilai dasar bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Presiden menegaskan, setiap ASN harus memegang teguh satu nilai dasar dan semboyan yang sama.

“Dengan mengucap bismillahirahmanirrahim, saya luncurkan _core values_ ASN ‘Berakhlak’ dan _employer branding_ ASN ‘Bangga Melayani Bangsa’,” ujar Presiden dalam sambutannya pada acara Peluncuran Core Values dan Employer Branding ASN secara virtual, Selasa (27/7/2021).

Sejak lama setiap pemerintah daerah memiliki nilai dan semboyan sendiri sesuai dengan kekhasan daerah masing-masing. Menurut Presiden, hal tersebut memang memperkaya keberagaman daerah di Indonesia, tetapi lebih baik apabila seluruh ASN baik pegawai pusat maupun daerah mempunyai nilai dasar yang sama.

“ASN yang berprofesi sebagai dosen, guru, jaksa, dokter, perawat, analis kebijakan, sebagai administrator, juga petugas Satpol PP seharusnya mempunyai nilai dasar yang sama. Bahkan pegawai BUMN dan pegawai-pegawai yang lain juga sebaiknya mempunyai proposisi nilai rujukan yang sama,” sebut Presiden.

Di samping itu, Presiden meminta ASN untuk memiliki orientasi serupa dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Disebutkan, ASN telah dilengkapi dengan kewenangan dan sumber daya yang diberikan negara untuk dapat melaksanakan hal tersebut.

“Otoritas dan sumber daya ini harus digunakan secara akuntabel dengan loyalitas tinggi kepada pemerintah, bangsa, dan negara, serta menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis,” tambah Presiden seperti dikutp Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Selasa (27/7/2021).

Presiden juga meminta ASN untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan di tengah era disrupsi teknologi.

Kepala Negara juga menekankan pentingnya peningkatan kemampuan kolaborasi baik lintas sektor maupun lintas disiplin.

“Sebab banyak sekali masalah yang tidak bisa dipecahkan oleh satu dinas, oleh satu daerah, oleh satu kementerian atau lembaga, maupun oleh satu keahlian, dan satu disiplin ilmu. Kolaborasi lintas organisasi, lintas daerah, lintas ilmu, lintas profesi menjadi sangat penting. Semua masalah selalu lintas sektor dan lintas disiplin,” ujarnya.

Presiden pun mengingatkan kepada seluruh ASN untuk terus bekerja sama dan menghindari adanya ego sektoral. “Saat ini dunia menjadi serba _hybrid_, serba kolaboratif. Tidak boleh lagi ada ego, baik ego sektor, ego daerah, dan ego ilmu,” tandasnya.

Untuk diketahui, nilai-nilai ASN “Berakhlak” merupakan akronim dari berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Bersamaan dengan itu, para ASN di Indonesia juga memiliki _employer branding_ #BanggaMelayaniBangsa.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo menyatakan bahwa pemerintah terus mendorong terciptanya birokrasi yang dinamis dengan tata kelola pemerintah yang bersih, efektif, efisien dan cepat dalam mengambil keputusan. Menurutnya, peluncuran ini merupakan momentum untuk mengakselerasi transformasi ASN di seluruh Indonesia.

“Aparatur harus lebih lincah dan inovatif. Birokrasi digerakkan oleh sumber daya manusia aparatur, karena itu peran aparatur sangat signifikan bagi tercapainya tujuan. Jadi, urgensi pengelolaan sumber daya manusia aparatur harus dipercepat,” kata Tjahjo. (lk)

Meimonews.com – Rumah Sakit Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi (Lanudsri) Manado bersiap untuk kembali melaksanakan pelayanan kesehatan bersifat nasional yakni Serbuan Vaksinasi.

Persiapan itu terlihat Minggu (25/7/2921) di Gedung Balai Prajurit Lanudsri yang akan dijadikan lokasi vaksinasi.

Kepala Rumah Sakit TNI AU Sam Ratulangi Manado dr. Ahmad Fauzi telah merilis pamflet dengan judul tulisan menyolok dan bersifat mengajak, “Kami Melayani Serbuan Vaksin Dosis Pertama, dan Vaksin Dosis Kedua.”

Pamflet ini berisikan informasi tentang Serbuan Vaksinasi kepada masyarakat luas tersebut meminta kesediaan seluruh anggota “Tentara Langit” Lanud Sam Ratulangi untuk memancarkan ke seluruh grup WA yang diikuti. Dengan harapan, informasi ini akan menjangkau berbagai lapisan masyarakat Sulawesi Utara.

“Mohon ijin bantu share. Khusus untuk giat vaksin tanggal 26 Juli hanya untuk suntikan dosis pertama, sedangkan untuk suntikan dosis kedua mulai Selasa tanggal 27 Juli sampai dengan 4 Agustus 2021. Registrasi dibuka mulai jam delapan sampai jam dua belas Wita. Terima kasih,” demikian Kepala Rumah Sakit TNI AU Sam Ratulangi seperti dikutip Penerangan Lanudsri Manado kepada Meimonews.com, Minggu (25/7/2021).

Disebutkan, di samping kegiatan Serbuan Vaksinasi ini, dengan jumlah Nakes yang tersedia rumah sakit TNI AU tetap melayani pemeriksaan kesehatan masyarakat melalui poli kesehatan yang ada. “Tenaga kesehatan akan bekerja sepenuh hati untuk membangun imunitas bangsa melalui Serbuan Vaksinasi lanjutan ini,” jelas Fauzi.

Sebelumnya, Komandan Lanudsri Manado Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo, SH telah menginstruksikan kepada beberapa satuan kerja agar mempersiapkan kegiatan pelayanan kesehatan ini dengan baik.

“Untuk kegiatan lanjutan serbuan vaksin, mulai Senin di Balai Prajurit,  kita setting seperti yang dilaksanakan sebelumnya, tanpa ada pengurangan. Jika ada penambahan untuk konteks yg lebih baik, oke!!” perintah Galaxy (callsign komunikasi radio di Lanud Sam Ratulangi) bagi Komandan Lanud Sam Ratulangi Manado.

“Tim Nakes, siapkan mental dan fisik. Vaksin yang akan dipakai, hitung dan pastikan jumlahnya. Segera ajukan penambahan ke Kodam atau Dinkes terkait, jika kurang. Meja dan kursi-kursi diatur seperti sebelum-sebelumnya, baik di luar maupun dalam,” sebutnya.

Senkom (Sentral Komunikasi) digelar seperti sebelum-sebelumnnya. Siapkan layar proyektor, untuk Vicon dan pemutaran video serta musik. Site parkir atur yang rapih dan tertib seperti biasanya, area depan balai prajurit clear dari kendaraan-jendaraan.

Personil pendukung yang terlibat seperti sebelumnya, efektif dan efisien. Site meja pendaftaran upayakan tidak kosong. Harus ada yang mengarahkan masyarakat jika kebingungan. Yanpers, disiapkan ransum seperti biasanya serbuan vaksin di balai prajurit. Banner-banner yang diperlukan disiapkan dan digelar di balai prajurit.

Ditambahkan, jika ada booth utk masyarakat berfoto setelah suntik vaksin, desainkan dan cetak. “Bismillah, serbuan vaksin kali inipun semoga berjalan dengan sukses. Aamiin YRA.Terima Kasih,” sebut Utomo.

Kegiatan Serbuan Vaksinasi dapat dijangkau oleh masyarakat dengan cek poin Kantor Satuan Polisi Militer TNI AU Lanudsri. Gedung Balai Prajurit tepat berada di belakangnya, berada tidak jauh dari pintu gerbang bandara Sanrat Manado.

Lanudsri senantiasa berkoordinasi dengan instansi Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dalam kegiatan nasional ini. Vaksinasi ini diarahkan untuk anak-anak usia dua belas tahun ke atas, dengan tetap memberikan suntikan vaksin kepada masyarakat usia dewasa dan lansia.

Masyarakat diharapkan sudah mendaftar secara online pada https://www.vaksinhebat.idsolution.co.id/, untuk memudahkan registrasi, namun Lanud tetap melayani pendaftaran secara offline/manual. (lk)

Meimonews.com – Pemerintah RI telah menyediakan tes antigen secara gratis melalui Puskesmas agar pengambilan spesimen tes usap (swab test) dan pemeriksaan dapat dilakukan dalam kondisi yang aman dari risiko dan hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih.

“Karena jika tes usap antigen (swab test antigen) dilakukan sendiri, hasilnya tidak akan akurat, karena orang yang tidak terlatih tidak memahami struktur anatomi hidung,” demikian rilis Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Jumat (23/7/2021).

Ditambahkan, risiko seperti ujung usap (swab) patah atau tertelan, dan terjadi pendarahan atau tersumbatnya jalan napas juga dapat terjadi.

“Jadi, sebaiknya jangan ambil risiko, Sobat Sehat. Ayo ke Puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk dites,” tulis salah satu direktorat Kemenkes RI tersebut. (lk)

Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Utara menggelar dua kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) di tempat yang sama di dua hari berbeda dengan peserta yang berbeda tapi tetap mengikuti protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

Rakor pertama (Kamis, 22 Juli 2021) adalah Rakor Pengembangan dan Pembinaan Kabupaten/Kota Tanggap Narkoba yang diikuti peserta utusan beberapa OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Sulut dan beberapa kabupaten/kota di Sulut.

Narasumber kegiatan adalah Ketua Komunitas Tolak Narkoba (KTN) Lexie Kalesaran dan Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jhonny Suak. Moderatornya Ketua PPAN Sulut Jefry Tulangow.

Rakor kedua (Jumat, 23 Juli 2021) adalah Rakor Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba yang diikuti peserta Kepala-Kepala atau perwakilan SMA/SMK beberapa Kabupaten/Kota di Sulut.

Narasumber kegiatan adalah Ketua KTN Lexie Kalesaran dan Kadis Diknas Sulut dr. Grace Punuh, M.Kes. Modetatornya Ketua PPAN Sulut Jeffry Tulangow.

Dalam sambutannya pada pembukaan kedua kegiatan tersebut, Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Victor Jefry Lasut mengungkapkqn, perhatian pemerintah terhadap masalah narkotika dewasa ini menunjukkan kinerja untuk tanggal datura narkoba nasional.

“Terbukti pemerintah telah menerbitkan Inpres No..2 tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN tahun 2020-2024,” ujarnya di dampingi Kabid P2M Sam G. Reppy dan Kasi Dayamas Terry Tikoalu.

Inpres ini, sebut mantan Dirreskrimum Polda Sulut ini, adalah tindak lanjut dari Inpres No..6 tahun 2018 sebagai perangkat hukum dalam menyatukan dan menggerakkan komponen bangsa untuk melakukan upaya nyata P4GN.

Lasut berharap, dalam upaya P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), dapat dimulai dengan mengoptimalkan pemggiat dan Relawan Anti narkoba yang telah ada di semua lingkungan. (af)

Meimonews.com – Penyiapan tempat-tempat isolasi terpusat untuk pasien Covid-19 bergejala ringan maupun tanpa gejala merupakan salah satu hal penting yang perlu dilakukan di daerah, terutama di wilayah padat penduduk.

Tanpa adanya tempat isolasi terpusat, kecepatan penularan Covid-19 di wilayah padat penduduk tersebut diyakini bisa terjadi semakin cepat dan masif.

Hal tersebut menjadi salah satu poin arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada kepala daerah se-Indonesia yang dilakukan melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (19/7/2021).

“Penyiapan rumah isolasi terutama untuk yang bergejala ringan. Kalau bisa, ini sampai di tingkat kelurahan atau desa, ini akan lebih baik. Kalau tidak, paling tidak, ada isolasi terpusat di tingkat kecamatan terutama ini untuk kawasan-kawasan yang padat, utamanya di kota-kota, ini harus ada,” ujar Jokowi seperti dikutip Humas Setkab, Senin (19/7/2021).

Karena cek lapangan yang dilakukan untuk kawasan-kawasan padat, rumah berukuran 3×3 meter dihuni oleh empat orang. “Saya kira ini kecepatan penularan akan sangat masif, kalau itu tidak disiapkan isolasi terpusat di kelurahan itu atau paling tidak di kecamatan,” hat Jokowi.

Selain itu, Presiden juga meminta kepala daerah untuk merencanakan dan menyiapkan rumah sakit daerah, termasuk rumah sakit cadangan dan rumah sakit darurat. Hal tersebut perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan sehingga kapasitas rumah sakit penuh.

“Paling tidak, kita memiliki, di dalam perencanaan itu, bagaimana kalau rumah sakit itu penuh. Jangan (umah sakit) sudah penuh baru menyiapkan. Akan terlambat,” sebut mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Presiden juga meminta agar para kepala daerah rajin turun ke lapangan untuk mengontrol langsung kondisi di lapangan, terutama menyangkut ketersediaan obat hingga kecukupan pasokan oksigen.

Selain itu, para kepala daerah juga diminta untuk terus memantau kapasitas rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) di setiap rumah sakit sehingga bisa dioptimalkan untuk penanganan pasien Covid-19.

Presiden meihat beberapa daerah, rumah sakit masih memasang angka 20 atau 30 persen dari kemampuan bed yang ada. Ini bisa dinaikkan. Bisa 40 (persen) atau seperti di DKI Jakarta sampai ke 50 (persen) yang didedikasikan kepada (pasien) Covid-19.

“Ini kepala daerah harus tahu, jadi kapasitas berapa dan harus diberikan kepada (pasien) Covid-19 berapa. Kalau ndak, nanti kelihatan rumah sakitnya BOR-nya sudah tinggi banget padahal yang dipakai baru 20 persen. Banyak yang seperti itu,” paparnya.

Presiden juga menyoroti soal percepatan belanja daerah dan percepatan bantuan sosial, terutama yang berkaitan dengan bantuan UMKM, dana bantuan sosial, dan Dana Desa.

Berdasarkan data yang diterima Presiden, anggaran UMKM untuk seluruh daerah ada Rp13,3 triliun, sementara yang tersalurkan baru Rp 2,3 triliun.

“Padahal kita sekarang ini butuh sekali. Rakyat butuh sekali. Rakyat menunggu. Sehingga saya minta ini agar segera dikeluarkan. Perlindungan sosial ada anggaran (di catatan saya) Rp 12,1 triliun. Realisasi juga baru Rp 2,3 triliun. Belum ada 20 persen semuanya. Padahal rakyat menunggu ini,” tandasnya.

Demikian halnya dengan Dana Desa di mana jumlah totalnya mencapai Rp 72 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp 28 triliun dipergunakan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa. Tetapi realisasi yang sudah disalurkan baru mencapai Rp5,6 triliun atau kurang dari 25 persennya.

“Ini yang saya minta semuanya dipercepat. Sekali lagi, dengan kondisi seperti ini, percepatan anggaran sangat dinanti oleh masyarakat,” tegas Presiden. (lk)

Meimonews.com – Guna menekan bertambahnya angka kasus Covid-19 di Sulawesi Utara, Gubernur Sulut Olly Dondokambey kembali menerbitkan Surat Edaran (SE).

Kali ini, SE yang dikeluarkan bernomor 440/ 21.4377/Sekr-Dinkes tentang Antisipasi Peningkatan Kasus Cobid-19 di Provinsi Sulawesi Utara.

SE tertanggal 17 Juli 2021 tersebut ditujukan kepada Bupati/Walikota se-Sulut untuk diterapkan di wilayah masing-masing.

SE tersebut dikeluarkan mengacu pada Instruksi Mendagri No. 17 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Diseases 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Diseases 2019 sebagaimana telah diubah dengan lnstruksi Mendagri No. 20 Tahun 2021 tentang Perubahan lnstruksi Mendagri No. 17 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Diseases 2019,

SE ini berisi 15 poin penting yang harus diterapkan seluruh wilayah baik Kabupaten maupun Kota se-Sulut.

Poin-poin tersebut adalah pertama, bahwa sesuai kondisi epidemiologi di Provinsi Sulawesi Utara, wilayah Kabupahen/Kota masih dalam level kewaspadaan (risiko sedang) adalah : Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.

Kedua, Bupati/Walikota menetapkan level kewaspadaan dan mengatur pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro di wilayah Kecamatan, Desa/Kelurahan sesuai kaidah epidemiologi dan tingkat risiko penularan Covid-19;

Ketiga, melakukan monitoring dan rapat koordinai secara berkala dengan Satgas Covid-19 dan pemangku kepentingan terkait (stakeholders);

Keempat, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (Sekolah, Perguruan Tinggi, Akademi, Tempat Pendidikan dan Pelatihan) dilakukan secara daring;

Kelima, pelaksanaan kegiatan pada tempat kerja/perkantoran sektor non esensial diberlakukan 25 % (dua puluh Iima persen) Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat;

Keenam, pelaksanaan kegiatan pada tempat kerja/perkantoran sektor esensial seperti keuangan dan perbankan, sistem pembayaran, teknologi Informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, industri orientasi ekspor diberlakukan 50 % (lima puluh persen) maksimal staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat;

Ketujuh, pada sektor Pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya diberlakukan 50 % (lima puluh persen) maksimal staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara karat;

Kedelapan, sektor kritikal sepeti energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan dan minuman serta penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air) serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari diberlakukan 100 % (seratus persen) maksimal Staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat;

Kesembilan, kegiatan pertemuan seperti rapat dan sejenisnya yang dilakukan di dalam ruangan diberlakukan 25 % (dua puluh lima persen) kapasitas ruangan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat;

Kesepuluh, untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 Wita dengan kapasitas pengunjung 50 % (lima puluh persen);

Kesebelas, untuk apotik dan toko obat dapat dibuka selama 24 (dua puluh empat) jam;

Kesuabelas, pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat (restoran, warung makan, rumah makan, Kafe, pedagang kaki Iima, lapak jajanan) bank yang berada pada lokasi tersendiri, maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall dibatasi jam operasi sampai pukul 20.00 wita dengan kapasitas pengunjung 25 % (dua puluh lima persen);

Ketigabelas, resepsi pernikahan, acara duka dan acara syukur lainnya dihadiri maksimal 50 (lima puluh) orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan tidak menerapkan makan ditempat, penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang;

Keempatbelas, kegiatan Keagamaan dilakukan di dalam ruangan dengan kapasttas 25 % (dua puluh lima persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat;

Kelimabelas, Surat Edaran ini mulai berlaku sejak tanggal 19 Juli 2021 sampai dengan 1 Agustus 2021 dengan memperhatikan perkembangan epidemiologi Covid-19. (lk)