Meimonews.com – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Gorontalo menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Hotel Grand Q Kota Gorontalo, Minggu (9/5/2021).

Rakerda yang dihadiri para pengurus LP3KD Gorontalo pimpinan Handoyo Sugiarto tersebut dibuka pelaksanaannya oleh Pembimas Katolik Kementerian Agama Provinsi Gorontalo Reyne Koraag, yang didahului dengan menyaksikan lagi Indonesia Raya.

Dalam sambutannya, Handoyo Sugiarto menjelaskan, Rakerda tersebut dilaksanakan dalam rangka evaluasi kegiatan dan program yang telah dilaksanakan tahun 2020 serta untuk merumuskan program dan kegiatan di tahun 2021.

Reyne Koraag dalam sambutannya ketika membuka Rakerda menyatakan bahwa LP3KD Provinsi Gorontalo telah menunjukkan eksistensi dan perannya bahkan terlibat secara aktif menyelenggarakan lomba paduan suara gerejawi baik di tingkat daerah

Selain itu, ikut menyiapkan peserta paduan suara gerrjani yang berlomba di pentas nasional. “Oleh karena itu Bimas Katolik Provinside Gorontalo akan terus memfasilitasi dan mendukung operasional LP3KD Provinsi Gorontalo,” ujar Koraag.

Talulembang Sule, salah satu Pengurus LP3KD Provinsi Gorontalo, Salam percakapan dengan Meimonews.com lewat telefon, Senin (10/5/2021) menjelaskan, rakerda LP3KD Provinsi Gorontalo berhasil merumuskan program kerja tahun 2021 dalam bentuk Kalender Kerja. (lk)

Meimonews.com – Aksi donor darah yang dilakukan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Ranting Antoneta Airmadidi bekerjasama dengan Vox Point Indonesia (VPI) Minut sukses digelar.

Aksi kemanusiaan memperingati Hari Kartini dan Hardiknas 2021 ini dilaksanakan di Kompleks Gereja Katolik St. Antonius De Padua Airmadidi, Minggu (9/5/2021).

Sebanyak 18 kantong darah dari sejumlah pendonor berhasil diperoleh pada kegiatan yang mendapat respons positif dari umat Katolik Paroki Airmadidi.

Terlihat, sejumlah umat tampak antusias menunggu persiapan yang dilakukan petugas PMI Sulut.

Ketua WKRI Ranting Antoneta .Airmadidi Dhelpia AT Mokalu dan Ketua VPI Minut Youla Sumakud menyampaikan terima kasih pada umat dan anggota yang berpartisapi dalam kegiatan donor darah ini.

“Terima kasih untuk umat, anggota, PMI Sulut serta pihak lain yang telah berpartisipasi,” ujar Sumakud di dampingi Mokalu.

“Kegiatan ini patut kita dukung dan diharapkan tetap rutin untuk kemanusiaan. Sebab setetes darah dapat menyelamatkan manusia,” ungkap Marhaenus Rumondor (Staf Pengajar FMIPA Unsrat) yang telah 120 kali mendonorkan darahnya. (gl/lk)

Meimonews.com – Menindaklanjuti penetapan SMA Negeri 8 (Smandel) Manado sebagai Sekolah Penggerak, Mediatrix Ngantung.(Kepala Sekolah tersebut) mengadakan rapat dengan guru dan staf di Ruang Guru, Jumat (7/5/2021).

Sejumlah rencana aksi / kegiatan dibicarakan dalam rapat yang diawali pengantar dari Kepsek dan Ketua Komite Sekolah Johanes Bosco.

Mediateix memastikan memulai program sekolah penggerak dengan mengajak semua yang berperan di Smandel Manado mulai dari para Wakil Kepsek, Pengawas Kelas, Guru, Pegawai dan Staf dengan melibatkan semua orangtua untuk fokus secara maksimal kepada siswa.

Kepercayaan yang diberikan ini, menurut Mediateix, hendaknya diikuti dengan tindak lanjut berapa pelaksanaan kegiatan/program sebagaimana menjadi ukuran sehingga Smandel Manado ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak.

Johanes-Bosco meminta kerjasama yang baik dan sama-sama melangkah dalam satu komando/arahan Kepsek sebagai Nahkoda Kapal Smandel selama 3 tahun ke depan

“Saya selaku Ketua Komite SMA Negeri 8 Manado akan scepatnya berkonsolidasi dengan semua orangtua siswa mulai dari kelas yang mau naik kelas XII dan naik kelas XI dan nantinya yang akan mau masuk ke kelas ,” ujarnya.

Johanes memastikan, pihaknua akan saling bekerjasama dan membagi tugas sesuai posisi dan tugas tanggung jawab sebagai orangtua karena kita akan terus menerus mensosialisasikan betapa pentingnya orangtua harus selalu bisa dan mau mendampingi anak-anaknya terutama di masa pandemi ini.

Smandel adalah salah satu SMA di Manado dan Sulut yang ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak berdasarkan Keputusan Dirjen Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud RI No. 6555/C/HK.00/2021 tanggal 26 April 2021.

Penyerahan Keputusan sebagai Program Sekolah Penggerak dilakukan Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat upacara Hardiknas di SMA Kristen Tomohon, Rabu (5/5/2021). (af)

Meimonews.com – Dua ormas yakni WKRI (Wanita Katolik Republik Indonesia) dan VPI (Vox Point Indonesua) Minahasa Utara berkolaborasi untuk menggelar Donor darah memperingati Hari Kartini (21/4/2021) dan Hari Pendidikan Nasional (2/5/2021).

Kegiatan bakti sosial untuk kemanusiaan yang menggandeng PMI Sulut sebagai pelaksana teknis ini akan dilaksanakan pada Minggu (9/5/2021)di Kompleks Pastoran Paroki St. Antonius De Padua Airmadidi, Minut.

” Kegiatan ini merupakan aksi sosial kemanusiaan untuk membantu yang membutuhkan darah. Sebab, satu tetes darah dapat membantu menyelamatkan nyawa manusia,” ujar Ketua VPI Minut Yolanda Sumakud kepada Meimonews.com di Airmadidi, Sabtu (8/5/2021).

Dan, sambung Staf Pengajar Fakultas Pertanian Unsrat Manado itu, kegiatan ini juga, sebenarnya untuk kesehatan bagi pendonor darah.

Hal senada disampaikan Ketua WKRI Ranting Antoneta Paroki Airmadidi Dhelpia AT Mokalu ketika ditemui terpisah. “Kegiatan ini patut didukung oleh umat dan anggota,” ujarnya, Sabtu (8/5/2021).

Ditambahkan, aksi kemanusiaan ini tetap menerapkan protokol kesehatan. (af)

Meimonews.com – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Manado mengadakan sosialisasi Surat Edaran (SE) Walikota Manado No. 44 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan Kota dalam rangka Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Pandemi Covid-19.

Kegiatan dilaksanakan di Kantor Dinas Pariwisata Manado, Selasa (27/4/2021) yang dihadiri sekitar 50 orang stake-holder (pemangku kepentingan) pariwisata khususnya owner dan manager pengusaha hiburan malam/pub/cafe/karouke dan live music di Kota Manado.

Peserta sosialisasi

Turut hadir pada kegiatan yang tetap memperhatikan prokes Pandemi Covid-19 tersebut adalah Kasatpol PP, Kasat Binmas dan Kabag Ops Polresta Manado, Pasi Ops dan Pasiter Kodim 1309 Manado, BPBD Manado serta Jubir Covid-19 Pemkot Manado.

“Kegiatan yang difasilitasi oleh Ibu Kadis Pariwisata Manado ini diawali pemaparan maksud dan tujuan rapat serta menyampaikan dari beberapa narasumber terkait dengan SE Walikota tentang PPKM Berbasis Mikro (Lingkungan) dan Kota,” ujar Kepala BPBD Manado Donald Sambuaga.

Setelah penjelasan tersebut, debut Sambuaga kepada Meimonews.com di Manado, Rabu 28/4/2021), dilakukan tanya-jawab.

“Pada kesempatan itu, ada penandaranganan kesepakatan keputusan bersama untuk menaati SE Walikota terutama tentang pembatasan jam operasional dan kapasitas tempat duduk, pembelakuan prokes di tempat usaha,” ujar Sambuaga. (af)

Meimonews.com – Guna mengantisipasi kondisi alam dan cuaca ekstrim sebagaimana perkiraan BMKG bahwa akan terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir, personil Tim Gabungan melakukan pemangkasan pohon-pohon yang dapat membahayakan.

Puluhan personil Tim Gabungan yang berasal dari Dinas Lingkungan Hidup Sulut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut, BPBD Manado serta TNI dan Polri langsung berkolaborasi memangkas pohon serta membersihkan dan mengangkutnya.

Kegiatan pemangkasan tersebut terlihat seperti yang dilakukan tim Gabungan di.jalan Kalasey, Minahasa, baru-baru.

Kegiatan antisipasi dari tim gabungan, jelas Kepala BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di Manado, Minggu (25/4/2021), dilakukan selama seminggu, yang dimulai Kamis (22/4/2021).

“Langkah kolaborasi tersebut terkait dengan perkiraan dari BMKG yang perlu diantisipasi. Kondisi tersebut akibat fenomena bibit tropis menuju badai Thuzan Surigae di wilayah Nusantara khususnya di. Sulawesi Utara,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan langkah antisipasi terjadi bencana karena banyak pohon yang wilayah Kota Manado yang sudah tua dan rawan tumbang. “Maka perlu diambil langkah cepat dan koordinasi antarinstansi lebih mantap,” jelas Sambuaga. (af)

Meimonews.com – Diprakarsai PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) Kota Jajakan Gorontalo, diadakan penghijauan di Bukit Doa Desa Kaaruyen Kabupaten Boalemo, Minggu (18/4/2021).

Belasan mahasiswa Katolik dan Pengurus, Anggota dan Depertim (Dewan Pertimbangan) PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia), sejumlah umat dan Pastor Paroki St. Theodorus Kaaruyen serta sejumlah undangan lainnya melakukan penanaman pohon penghijauan.

Ratusan bibit pohon ketapang, tanjung, durian dan rambutan ditanam di lokasi yang nantinya akan dijadikan tempat wisata rohani Kabupaten Boalemo pada khususnya dan Provinsi Gorontalo pada umumnya.

Penghijauan yang diselenggarakan PMKRI Kota Jajakan Gorontalo ini merupakan bentuk dukungan dari PMKRI terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Boalemo pada khususnya dan Provinsi Gorontalo pada umumnya.

Mengawali gerakan penghijauan tersebut, Pastor Paroki St. Theodorus Kaaruyen Pastor Jimmy Tumbelaka Pr memberkati bibit-bibit pohon tersebut.

Kemudian, dilakukan penyerahan bibit oleh Koordinator PMKRI Kota Jajakan Gorontalo Stevan Lintang kepada beberapa perwakilan yakni Pastor Paroki, Kadis PU Provinsi Gorontalo Handoyo Sugiarto, Depertim PMKRI Gorontalo Talulembang Sule, Dosen Universitas Gorontalo Daud Samdalayuk (penyumbang bibit), Perwakilan Umat Paroki, dan Lexie Kalesaran (fasilitator).

Setelah itu, secara bersama-sama, Pengurus dan Anggota PMKRI, undangan serta umat setempat melakukan penanaman.

Semangat kebersamaan dalam kegiatan penyelamatan lingkungan ini sangat terlihat jelas. Baik perwakilan umat maupun pengurus, anggota dan Depertim dan undangan riang gembira melakukan penanaman.

Pastor Paroki P. Jimmy Tumbelaka Pr dan perwakilan umat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian dari PMKRI Kota Jajakan Gorontalo tersebut, apalagi tempat penghijauan akan dijadikan tempat wisata Rohani bukan saja bagi umat setempat tapi juga umat lainnya di Provinsi Gorontalo.

Depertim PMKRI Gorontalo Talulembang Sule saat memberikan sambutan, mengurai sedikit sejarah hadirnya PMKRI di Gorontalo, yang saat ini berstatus Kota Jajakan.

“Mudah-mudahan, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, PMKRI di Gorontalo akan baik statusnya dari Kota Jajakan menjadi Calon Cabang,” ujarnya.

Kegiatan Rekoleksi dan Penghijauan, sebut Pemrakarsa kehadiran PMKRI di Gorontalo ini, merupakan dua kegiatan yang masuk dalam program Quick Wins PMKRI Kota Jajakan menuju Calon Cabang.

Kadis PU Provinsi Gorontalo Handoyo Sugiarto menyambut positif gerakan penghijauan yang dilaksanakan PMKRI Kota Jajakan Gorontalo. “Ini bentuk nyata dari adik-adik mahasiswa Katolik dan PMKRI terhadap program penghijauan dan lingkungan hidup di daerah kita,” ujarnya.

Kegiatan ini juga, sambung anggota Depertim PMKRI Kota Jajakan Gorontalo ini, adalah bentuk dukungan terhadap upaya Pemerintah Daerah yang telah menetapkan Kaaruyen sebagai Desa Wisata Rohani.

Sebelum kegiatan penghijauan, PMKRI Kota Jajakan Gorontalo telah melaksanakan Rekoleksi di Pantai Bolihutuo dengan pembicara/narasumber Felix Mamudi, Sabtu (17/4/2021).

Sebanyak 18 Pengurus dan Anggota PMKRI Kota Jajakan serta beberapa mahasiswa Katolik ikutserta pada kegiatan rekoleksi, di mana Anggota Depertim Handoyo Sugiarto di dampingi Ferdinand Kaporoh (Anggota FKUB Provinsi Gorontalo) turut memberikan motivasi.

Besoknya (Minggu, 18/4/2021), sebelum gerakan penghijauan, para Pengurus, Anggota dan Depertim PMKRI Kota Jajakan Gorontalo, sejumlah mahasiswa Katolik dan undangan mengikuti misa bersama umat Paroki St. Theodorus Kaaruyen.

Misa yang dilaksanakan di gereja Paroki tersebut dipimpin Pastor Jimmy Tumbelaka Pr. (elka)

Meimonews.com – Sejumlah personil Kodim 1309/Manado di bawah pimpinan Pasiter Mayor Vencentius Mamoradia dikerahkan dalam program Karya Bakti di kompleks SMP St. Mikael Wanea (Manado), Jumat-Sabtu (16-17/4/2021).

Untuk hari pertama (Jumat, 16/4/2021), sasaran kerjanya adalah pembuatan tanggul sekolah yang roboh akibat bencana alam tanah longsor. Panjang 14 meter, tinggi 5 meter.

Selain itu, pembuatan tanggul yang roboh akibat bencana alam tanah longsor yang menimpa 2 buah rumah penjaga sekolah SMP St. Mikael dan SD St. Kornelius Wanea dengan panjang 12 meter, tinggi 2 meter.

Personil yang terlibat adalah personil Kodim, perangkat kelurahan, guru SMP St. Mikael Wanea dan umat setempat. Total berjumlah 40 orang.

Untuk hari kedua (Sabtu, 17/4/2021), sasaran pekerjaannya adalah penggalian tanah pondasi pembuatan tanggul yang roboh akibat bencana tanah longsor dan pengangkutan material pasir batu, kerikil, semen dan bahan bangunan lainnya untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan program karya bakti.

Personil yang terlibat terdiri dari personal Kodim, Pemerintah Kelurahan, guru dan staf sekolah serta umat paroki YGYB Wanea. Keseluruhan personal berjumlah 50 orang. (af)

Meimonew.com – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Manado melakukan Rapat Koordinasi instansi terkait dalam rangka efektivitas pelaksanaan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Berskala Mikro di Kota Manado.

Rapat yang diadakan di Aula Kodim 1309/Manado, Kamis (8/4/3021) dibuka pelaksanaannya oleh Sekretaris Daerah Kota Manado Micler CS Lakat selaku Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kota Manado.

Hadir pada rapat tersebut Asisten 1 Setdakot Manado, Kasatpol PP Manado, Dandim 1309/Manado dan jajarannya, Kabag Ops Polresta Manado, Kasat Binmas Polresta Manado, para Camat dan Lurah, Babinsa dan Babhinkamtibmas di 29 kelurahan yang masuk resiko tinggi.

Saat rakor diadakan pemaparan dan contoh PPKM Mikro di beberapa kelurahan termasuk LMT yang sudah dilakukan, diskusi dan tanya jawab.

Hal ini, jelas Wakil Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Manado yang juga Kepala BPBD Manado Donald Sambuaga, dilakukan untuk memacu para Lurah segera mendirikan Posko PPKM Mikro di kelurahan masing-masing.

Selain itu, “menjalankan komando sebagai Ketua Posko untuk mengendalikan wilayah dari bencana non alam Covid-19,” ujar Sambuaga kepada Meimonews.com di Manado, Kamis (8/4/2021).

Dijelaskan, Rakor tersebut diadakan guna menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 7 tahun 2021, di mana Sulawesi Utara masuk sebagai salah satu daerah yang wajib menerapkan PPKM Berskala Mikro dalam penanganan Covid-19. (af)

Meimonews.com – Gerak cepat dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado ketika mencapai Informasi adanya warga yang terdampak bencana.

Saat ada warga yang terdampak bencana, TRC BPBD Kota Manado langsung turun lapangan (turlap) memberikan bantuan bencana di Kelurahan Kairagi Satu Lingkungan 1, Sabtu (27/3/2021) “ujar Kepala BPBD Kota Manado Donald Sambuaga.

Dalam percakapan dengan  Meimonews.com  di Manado, Minggu (28/3/2021), Sambuaga menjelaskan, rumah warga yang terkena danpak, airnya naik sampai ke atas rumah sehingga penghuninya harus mengungsi.

“BPBD sangat terkait kasih dengan informasi warga yang terkait warga yang terdampak bencana sehingga TRC BPBD Kota Manado bisa langsung turlap (turun lapangan),” ujar Sambuaga. (af)