Meimonews.com – Rapat Koordinasi (Rakor) Fasilitasi, Pembimbingan, Pengembangan dan Penguatan Penyiapan Pengasuhan 1000 HP yang diadakan di Ruang FJ Tumbelaka Kantor Gubernur Sulut, Kamis (2/5/2024).

Rakor yang diikuti perwakilan Dinas Dukcapil dan KB Sulut, Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut/Satgas PPS Sulut, TP PKK Sulut (Pokja IV) dan Dinas PPKB Kabupaten/Kota dan dibuka pelaksanaannya oleh Kepala Dinas Dukcapil dan KB Sulut Christodharna SM Putra Sondakh, SH ini membahas beberapa hal.

Pertama, perlu ada kerja keras dan komitmen bersama untuk mencapai target penurunan stunting tahun 2024. Kedua, mendorong kabupaten/kota untuk merealisasikan anggaran. Ketiga, terfasilitasinya pelayanan intervensi sensitif dan spesifik kepada sasaran khususnya pada anak usia 0 – 24 bulan, ibu hamil dan ibu nifas.

Keempat, penyampaian terkait sasaran yang termasuk dalam EPPGBM & KRS, perlu ada pendampingan dan intervensi dari semua pihak terkait. Kelima, memprioritaskan program stunting dalam program anggaran daerah.

Keenam, mendorong peningkatan pengukuran balita di posyandu untuk mencapai minimal 95.persen di setiap kabupaten/kota sehingga intervensi dapat dilakukan tepat sasaran. Ketujuh, inovasi dari desa untuk memaksimalkan penurunan stunting melalui TP-PKK.

Kedelapan, pendampingan keluarga oleh TPK dimaksimalkan (BKKBN dan TP PKK). Kesembilan, perlu melibatkan organisasi untuk menjangkau remaja, keterlibatan genre kabupaten/kota dalam mencegah terjadinya peningkatan kasus pernikahan dini.

Di rakor ini ada pemaparan materi oleh Ketua Program Manager Satgas  Percepatan Penurunan Stunting Sulut
Danny Lalamentik mewakili Kepala.BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg dan Ketua Pokja IV TP PKk Sulut dr. Inggrith Giroth, M.Kes.(Fer)

Meimonews.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, tak terkecuali di dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Utara.

Di Unsrat Manado, peringatan tahun ini ditandai upacara bendera yang dilaksanakan di lapangan Unsrat, Kamis (2/5/2024).

Bertindak sebagai inspektur upacara (irup) pada apel yang diikuti Wakil-wakil Rektor, pimpinan lembaga dan staf serta pegawai di lingkungan Unsrat Manado adalah Rektor Unsrat Manado  Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie M.Eng. IPU Asean Eng.

Sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendilbusristek) Nadiem Makarim dibacakan Rektor Unsrat Manado.

Dalam sambutannya, mengungkapkan, lima tahun ini adalah waktu yang sangat mengesankan dalam perjalanan di Kemendikbudristek.

Bukan hal yang mudah mentransformasi sebuah sistem yang sangat besar dan bukan tugas sederhana mengubah perspektif tentang proses pembelajaran.

“Dengan bergotong royong, kita berjuang untuk pulih dan bangkit kembali menjadi lebih kuat,” ujar Rektor membacakan sambutan Mendikbudristek.

Disebutkan, kita sudah berjuang berjalan menuju arah yang benar tetapi tugas kita belum selesai, semua harus diteruskan sebagai gerakan yang berkelanjutan.

Oleh sebab itu, Mendikbudristek mengajak kita terus bergotong royong menyemarakkan dan melanjutkan gerakan Merdeka Belajar. (FA)

Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut menggelar Pembinaan SDM dan Penguatan Bangga Kencana dan Halal Bi Halal di Hotel Sentra Manado, Selasa (30/4/2024).

Turut hadir pada kegiatan ini perwakilan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut, BPS Sulut, Koalisi Kependudukan, Mitra Kerja lainnya.

Pada kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg tersebut beberapa pembicara ditampilkan baik terkait dengan kegiatan pembinaan maupun halal bi halal.

Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg saat memberi sambutan

Dalam sambutannya, Tandaju mengurai makna halal bi halal. Disebutkan, bulan  Syawal  tiba  sudah  menjadi tradisi bangsa ini untuk  saling  bersilaturahmi ke saudara–saudara  yang lain untuk saling meminta maaf, karena saling memaafkan adalah salah satu sifat terpuji yang sangat dianjurkan dalam agama.

Tradisi saling maaf-memaafkan diselenggarakan secara pribadi dengan acara  yang lebih formal dan khusus, yang lebih dikenal dengan sebutan  halal bi halal.

Menurut Tandaju, momentum  halal bi halal sebagai ajang silaturahmi   Perwakilan  BKKBN Provinsi Sulut dengan para stakeholder dalam memperkuat  hubungan kerjasama dalam  berbagai momentum dan bagi para pegawai dalam rangka meningkatkan kapasitas dan SDM sebagai Aparatur Sipil Negara.

Prof. Dr. Ir. Sangkertadi, DEA, IPU Asean Eng.(guru besar bidang ilmu sains bangunan dan Wakil Rektor 4 Unsrat Manado) saat membawakan materi

Mengakhiri  sambutannya, Tandaju mengajak untuk dapat melapangkan dada,  membuka hati dengan rasa sabar dan penuh keiklasan atas ridho Tuhan, memohon dan memberi maaf atas kesalahan di antara kita semua, baik sengaja maupun tidak sengaja,

“Semoga dengan ikatan tali persaudaraan ini akan mempererat hubungan kita demi mewujudkan Sulut Hebat menuju Indonesia Maju,” ujarnya.

Ustadz Hi. Kudrat Dukalang. S.Ag. M.Pd. saat memberikan ceramah

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan penyajian materi tentang Standar Rumah Tinggal yang Nyaman dan Sehat untuk Keluarga Reproduksi yang dibawakan Prof. Dr. Ir. Sangkertadi, DEA, IPU Asean Eng.(guru besar bidang ilmu sains bangunan dan Wakil Rektor 4 Unsrat Manado).

Setelah itu, penyampaian ceramah tentang Kasih yang dibawakan Ustadz Hi. Kudrat Dukalang. S.Ag. M.Pd. (Fer)

Meimonews.com – Erupsi Gunung Ruang yang terletak di Kecamatan Tagulandang Kabupaten Kepulauan Sitaro (Siau Tagulandang Biaro) kembali terjadi pada Selasa (30/4/2024) pagi.

Dampak erupsi yang sudah pada level empat tersebut terasa sampai di beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Utara termasuk di Kota Manado.

Oleh karena itu, karena Kota Manado terkena dampaknya seperti abu vulkanik yang tersebar cukup banyak maka Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Andrei Angouw sebagai Walikota dan Richard Sualang sebagai Wakil Walikota bertindak cepat.

Lewat akun facebook (fb) Pemerintah Kota Manado mengeluarkan imbauan agar masyarakat yang beraktivitas di luar rumah agar mewaspadai abu vulkanik tersebut.

“Masyarakat diimbau selalu menggunakan masker untuk menghindari paparan abu vulkanik dan mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak diperlukan,” akun fb tersebut.

Dijelaskan, abu vulkanik yang terhirup bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti radang saluran pernapasan atas akut, radang pada selaput mata, serta dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan radang di paru-paru. (lk)

Meimonews.com – Pemadanan data stunting antara elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (EPPGBM) dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) sangat penting.

Hal tersebut ditegaskan Kepala BKKBN RI Dr. (Hc) dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG (K)
pada acara Rakernas Bangga Kencana dan PPS di Jakarta, baru-baru.

“Jadikan data itu harus diverifikasi. Ada data EPPGBM itu datanya dapat dari posyandu melalui penembangan. Alatnya sudah baru, petugasnya sudah dilatih, kemudian dia mengerjakan serentak, hasilnya dikumpulkan. Data ini harus diverifikasi, karena data yang di EPPGBM itu sudah jauh di bawah 20 persen stuntingnya,” ujar Hasto.

Dijelaskan, berdasarkan data EPPGBM jika dianalisis secara menyeluruh, angka stunting di Indonesia bisa di bawah 14 persen. Karena itu, ia menekankan penting untuk mengulas atau mereview data SKI dan EPPGBM, kemudian dipadankan sehingga ada keselarasan data.

Menurutnya, EPPGBM itu seperti real count, sedangkan SKI itu seperti quick count, karena survei. Oleh karena itu, yang perlu kita sikapi sekarang EPPGBM dimaksimalkan menjadi 100 persen, jadi penimbangan-penimbangan yang belum lengkap, dimaksimalkan sampai 100 persen.

“Kalau EPPGBM diverifikasi, saya yakin angkanya akan jauh di bawah 20 persen, sehingga saya yakin kalau menggunakan EPPGBM, datanya bahkan bisa di bawah 14 persen, tetapi kalau menggunakan angka survei, angkanya masih jauh, maka titik temunya saya kira ada diverifikasi EPPGBM bulan April, kemudian bulan Mei oleh Menteri Kesehatan,” katanya.

Ditegaskan pula, verifikasi dan validasi (verval) data EPPGBM bisa dilakukan dengan lebih akurat, karena di daerah sudah memiliki standar pengukuran balita yang jelas.

“Kalau dulu alatnya masih beda-beda, ada dacin, digital, itu belum seragam, sekarang seharusnya angka real count lebih bagus, dan sudah standar, karena alatnya sudah seragam,” jelasnya. (Fer)

Meimonews.com – Sebanyak 83 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Tahun 2023 di lingkungan BKKBN Sulut dilantik dan diambil sumpah/janjinya oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg.

Pelantikan dan Pengangkatan PPPK yang terdiri dari 11 PKB Ahli Pertama, 4 PLKB Terampil dan 68 PLKB Pemula tersebut dilaksanakan pada apel kerja BKKBN Perwakilan Sulut di halaman Kantor,  Senin (29/4/2024).

Turut hadir pada kegiatan yang diikuti pegawai di lingkungan BKKBN Sulut ini adalah sejumlah Kepala Dinas OPD-KB se-Sulut.

Para PPPK dilantik dan diangkat tersebut berdasarkan Surat Keputusan Kepala BKKBN Perwakilan Sulut setelah melalui proses/tahapan seleksi yang telah diatur sesuai peraturan yang ada.

Ada beberapa hal penting yang disampaikan kepada PPPK tersebut saat Kaper memberikan sambutan.

Pertama, para PPPK siap ditempatkan di mana saja sesuai surat pernyataan yang sudah ditandatangani di atas meterai. Kedua, status kepegawaian serta penerimaan gaji dan tunjungan berada di BKKBN Perwakilan Sulut.

Ketiga, melaksanakan tugas di kabupaten/kota dan bersinergi dengan OPD-KB sesuai penempatannya. Keempat, sesuai perjanjian kinerja, PPPK memiliki masa tugas selama 5 tahun. Kelima, maksimalkan kinerja di lapangan sebagai Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dengan profesional, penuh tanggung jawab, berdedikasi tinggi, dan loyalitas untuk program Bangga Kencana PPS.

Keenam, perhatikan capaian atau target sesuai dengan perjanjian kerja. Ketujuh, wajib memasukkan laporan bulanan melakui aplikasi New Siga, Kedelapan, perhatikan kedisiplinan terkait presensi dan pengisian laporan kerja harian melalui aplikasi E-Visum. Berkoordinasi dengan lini lapangan sebagai pengampu Penyuluh KB. Kesembilan, berintegritas dalam penggunaan dana BOKN.

“Laksanakan tugas dengan baik dan bertanggung jawab. Semoga dengan kehadiran PPPK di kabupaten dan kota akan membuat warna baru di lapangan dan dinas,” sebut Kaper di akhir sambutannya. (Fer)

Meimonews.com – Pemerintah Kota Manado telah menetapkan program Jumat Bersih. Setiap waktu tersebut personil yang asa di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado mulai dari Sekretariat Pemkot hingga Kelurahan melakukan bersih-bersih.

Lokasi kegiatan diatur oleh masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Seperti halnya dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Setiap Jumat pagi sampai selesai, mereka melakukan kegiatan bersih-bersih di lokasi yang sudah ditentukan.

Kalau tidak ada masalah terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi)nya maka semua personil dikerahkan untuk bersih-bersih.

Jumat (26/4/2024) lalu beberapa tempat disambangi personil BPBD Manado. “Ada beberapa lokasi yang kami datangi dan mengangkat sampah-sampah yang ada di lokasi tersebut,” ujar Kepala BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com via di sela kegiatan.

Lokasi bersih saat itu mulai dari depan RS bersalin Kirana menuju ke Kantor Walikota Manado. Kegiatan dilakukan jam 06.00 – 09.00 Wita.

“Sebanyak 30 personil yang terdiri dari 21 PNS dan 9 tenaga harian lepas (THL) bergotong-royong mengangkat sampah plastik, botol dan sisa-sisa dahan pohon diangkat dan dimasukkan ke dalam tas plastik atau kardus dan dibawa ke bak sampah yang dilewati saat kegiatan pungut sampah hari ini,” ujar Sambuaga.

Pekerjaan bersih-bersih begini dilakukan personil BPBD Manado, sebagai implementasi program Pemkot Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang, dengan gembira dan tanpa merasa ada beban, malah dijadikan sebagai menu olahraga untuk kesehatan.

Pihaknya berharap dengan adanya kegiatan bersih-bersih begini, warga diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarang. (lk)

Meimonews.com – SMA Negeri 7 Manado menggelar Try Out Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berbasis Teknologi (SNBT) 2024 di aula sekolah, Kamis (25/4/2024).

Kegiatan yang diikuti 300-an siswa kelas 12 SMA Negeri 7 Manado yang akrab disebut Smantu dan beberapa siswa dari beberapa sekolah seperti SMA Katolik Rec Mundi Manado merupakan kegiatan kolaborasi dengan Telkomsel.

Sejumlah trainer seperti dari Ruang Guru dihadirkan dalam kegiatan bersifat nasional ini, yang dilakukan Telkomsel di delapan kota besar Indonesia, di mana salah satunya adalah kota Manado dan sekolah yang dipilih adalah SMA Negeri 7 Manado.

Kepala SMA Negeri 7 Manado Dr. Hanny William Rawung, S.Fil, M.Hum dalam percakapan dengan Meimonews.com di ruang kerjanya, usai kegiatan menjelaskan maksud dan manfaat dari kegiatan ini.

Dikemukakan, pelaksanaan Try Out  UTBK SNBT  ini sangat membantu bagi para siswa yang akan ikut penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri (PTN) lewat jalur SNBT.

Mereka bisa tahu bentuk-bentuk soal, bentuk-bentuk tes, trik-trik menjawab soal atau mengerjakannya yang nantinya akan diikuti saat tes masuk PTN karena seperti diketahui tes masuk PTN dilakukan secara terbuka dan kompetitif.

“Dengan adanya try out ini akan membantu para siswa masuk PTN lewat jalur UTBK SNBT. Dan, try out ini gratis,” ujar kepala sekolah kreatif ini.

Disebutkan, kalau para siswa menggunakan wadah-wadah lain atau tempat-tempat les, mungkin berbayar. Sementara di sini tidak berbayar (gratis).

Para siswa yang memiliki nilai tertinggi dari test ini diberikan hadiah oleh Telkomsel. Dan yang memiliki ranking 1-3 tingkat nasional (8 kota) akan pula diberikan hadiah dari Telkomsel.

“Dengan adanya try out ini, akan meningkatkan kemampuan, nilai, daya saing para siswa untuk berkompetisi masuk ke PTN melalui jalur UTBK,” tandasnya. (Fer)

Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Manado menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pemetaan Program Pemberdayaan Masyarakat di Hotel Gran Puri Manado, Kamis (25/4/2024).

Sekitar 30 peserta utusan/perwakilan lembaga pemerintah, organisasi/LSM dan wartawan mengikuti Rakor yang berlangsung sehari itu.

Kasat Reserse Narkoba Polresta Manado AKBP Hilman Muthalib, SH, Asisten 1 Pemkot Manado Julises Oehlers dan Akademisi Dr. Ita Pingkan Rorong ME menjadi narasumber kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BNN Kota Manado AKBP Heru Yulianto, SH, MH.

Peserta Rakor yang berasal dari berbagai perwakilan pemerintah, organisasi/LSM dan wartawan

Dalam sambutannya, Kepala BNN Kota Manado menegaskan tentang bahaya narkoba dan bagaimana agar tidak ada lagi yang menggunakan narkoba dan menjadi pengedar narkoba.

Apalagi, sebutnya, di dalam lapas (lembaga pemasyarakatan) saja ada yang bisa mengedarkan narkoba. Demikian pun di beberapa tempat lain.

Oleh karena itu, ia mengajak para peserta dapat mencari solusi bagaimana agar masyarakat tidak menggunakan narkoba atau tidak lagi menggunakan narkoba serta tidak menjadi pengedar narkoba.

Kasatpol PP Manado Johanis Waworuntu saat memanfaatkan sesi tanya-jawab

“Kalau ada yang mengunakan, silahkan melapor maka akan diadakan rehabilitasi,” ujarnya seraya mengajak peserta untuk melakukan test urine di instansi/lembaga masing-masing dalam rangka P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba). (elka)

Meimonews.com – Konsultan pada Diskasteri untuk Kebudayaan dan Pendidikan dan Sekretaris Eksekutif Himpunan Para Pemimpin Umum Tarekat Wanita (Union International of Superior General UISG Sr. Patricia Murray IBVM sangat mengapresiasi budaya Minahasa.

Apresiasi itu disampaikan Suster Patricia di awal pemaparannya pada Culture Sharing bertemakan The role of culture in education (Peran Kebudayaan dalam Pendidikan) yang diselenggarakan Yayasan Joseph Esa Ene (milik Tarekat SJMJ) di Rumah Budaya Wale Ma’zani Wailan Tomohon, Rabu (17/4/2024).

Suster Patricia mengungkap apresiasinya setelah menyaksikan pertunjukan budaya Minahasa saat dia dan tamu undangan diterima di Wale Ma’zani, yang sangat kaya dengan instrumen musik, tarian dan lagu, pakaian dan makanan, bahasa serta artefak budaya yang ada di sana.

“Semuanya ini menampakkan apa yang ada, yang jauh di balik yang kelihatan yakni nilai-nilai budaya, sistem kepercayaan, perayaan (selebrasi), serta relasi antar manusia. Sungguh sebuah komunitas budaya yang sangat kaya,” ujarnya.

Suster Patricia mengingatkan, apa yang tampak dalam sebuah kebudayaan hanyalah puncak gunung es di lautan yang hanya kelihatan sebagian kecil dibanding apa yang ada dalam air yang tak kelihatan. Ia mengingatkan, budaya di satu pihak dapat mempersatukan, namun di pihak lain dapat memisahkan kita.

Sr. Patricia Murray IBVM

Suster Patricia lantas membagikan pengalamannya sebagai seorang Irlandia yang bangsanya pernah dijajah oleh Inggris. Inggris berusaha untuk menggantikan budaya Irlandia dengan budaya Inggris. Karena itu, orang Irlandia berusaha untuk merebut kembali budaya mereka yang berbeda dengan Inggris.

Ditegaskan, budaya adalah jiwa sebuah bangsa. Budaya sebagai jiwa sifatnya sangat hakiki untuk menunjukkan jati diri kita, identitas kita, siapakah kita sebenarnya. Karena itu anak-anak Irlandia diajarkan untuk mendalami budaya mereka. Dengan mengenal siapakah diri mereka membuat mereka percaya diri ketika menjadi bagian dari warga dunia karena merasa aman dengan identitasnya.

Sr. Patricia Murray IBVM dan Dosen Universitas IAIN Kalijaga Prof. Syafaatun Almirzanah, M.A., M.Th, Ph.D, D.Min dan beberapa tamu/undangan makan siang dengan menu dan peralatan khas Minahasa

‘Identitas budaya menjadi bagian dari pendidikan yang holistik untuk mengembangkan karakter dan kepribadian, fisik maupun psikis, untuk bertumbuh secara manusiawi dan berbudaya. Semakin kuat identitas semakin kepercayaan dirinya meningkat,” ujarnya.

menurutnya, saat ini kita dibombardir oleh budaya global yang membuat kita berusaha untuk menirunya dan akhirnya membuat kita kehilangan identitas. Karena itu sangat penting mengakui dan meneguhkan budaya kita sendiri sehingga kita dapat menghidupi perasaan terdalam mengenai siapakah kita yang sesungguhnya yakni jiwa kita.

“Oleh karena itu sangatlah penting di sekolah kita mempromosikan budaya lokal, musik, tarian, drama, serta menciptakan dan mengembangkan budaya yang baru secara kreatif sambil melanjutkan warisan budaya. Orang Irlandia telah bermigrasi ke berbagai bangsa, ke Australia, Amerika Serikat, Amerika Latin, Rusia,” sebutnya.

Menurutnya, seluruh dunia kini dapat menyaksikan tarian Irlandia yang telah bertransformasi sesuai dengan konteks bangsa-bangsa tersebut. Ketika diadakan festival budaya terciptalah pelbagai kekayaan budaya Irlandia sesuai konteks masing-masing.

“Kembangkanlah budayamu. Kreatif mengembangkan budayamu, dorong masyarakat untuk menghidupi nilai-nilai budayanya. Terus mengisahkan cerita-cerita budaya. Tetap memeliharanya di rumah masing-masing tapi juga membagikannya kepada yang lain,” pintanya.

Saat pelaksanaan Culture Sharing

Jadikan budaya sebagai jembatan antar budaya. Terus menerus memperkayanya secara kreatif. Baik dalam hidup sehari-hari (Popular culture) maupun lewat drama-musik-tarian (High culture).

Diingatkan bahwa budaya dapat memisahkan atau memecah-belah. Pengalaman Irlandia dan Inggris adalah contohnya. Di Belfast terlihat jelas perpecahan antara Irlandia dan Inggris seakan sebagai perpecahan antara Katolik dan Protestan. Di sana diberi label religius atau keagamaan padahal yang ada adalah perbedaan budaya.

Sampai perbedaan warna pun dihubungkan dengan agama. Yang hijau adalah Katolik dan yang oranye adalah Protestan. Perbedaan warna ini mengajarkan siapa teman dan siapa orang lain, siapa yang sama dan siapa yang berbeda. Akhirnya perbedaan menjadi sesuatu yang menakutkan bukannya sesuatu yang perlu dirayakan.

“Oleh sebab itu pentinglah untuk mendalami keunggulan budaya sendiri dan menjadikannya nilai dalam diri sendiri (innerself). Budaya menjadi jiwa dan bukan lagi sesuatu yang bersifat luaran,” tandas Suster Patricia seraya menyebutkan bahwa ia melihat di Manado ini nilai kemurahan hati (generosity) dan nilai-nilai budaya yang melimpah yang menjadi kebanggaan masyarakat Minahasa.

Tantangan bagi kita sekarang, khususnya dalam dunia pendidikan, menurutnya, adalah bagaimana kita melihat nilai-nilai yang dalam yang berlaku dalam praktek hidup sehari-hari. Bagaimana kita membantu para murid untuk menghargai perbedaan-perbedaan yang ada, melihat pelbagai kekayaan dalam budaya sebagai harta karun yang perlu dibagikan.

Untuk mereka dapat mengerti satu sama lain, dan menjadi kaya oleh multi kultur. Agar terjadi suatu hubungan antar budaya yang saling memperkaya dan saling memperbaharui. Kita menjadi saudara atau sahabat.

“Inilah tanggungjawab pendidikan untuk menjadikan budaya sebagai jembatan yang saling menghubungkan. Strangers are friends we are to meet” (Orang asing adalah sahabat-sahabat yang akan kita temui). Untuk itu perlulah mengintegrasikan nilai-nilai kebudayaan, kemanusiaan, ke dalam kurikulum,” sarannya.

Ditambahkan, menjadikan mata pelajaran misalnya geografi, selain belajar mengenai berbagai bangsa dan tempat, serentak menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai moral perdamaian antar bangsa. Demikian juga mata pelajaran lain seperti statistik, menjadi kesempatan untuk menggali makna kehidupan.

Pembelajaran menjadi kesempatan untuk berdialog, berkomunikasi, bekerjasama dan berpartisipasi. Dengan demikian Cultural Competency menjadi salah satu kompetensi yang sangat diperlukan sekarang ini. Termasuk dalam hal mencari jalan mengekspresikan iman sebagai bagian dari budaya (inkulturasi).

Selain itu, kreatif mengembangkan budaya, menghargai kearifan lokal, memberi ruang baru untuk melihat kesamaan, kesatuan dalam kepelbagaian (unity in diversity), sambil terus memeriksa batin untuk membuat keputusan yang bijak (discernment) dan menemukan keseimbangan antara iman dan ilmu, pengetahuan dan nilai, karakter maupun akademik.

Culture Sharing yang diikuti seratusan pastor, suster, frater, bruder dan guru-guru perwakilan Yayasan Pendidikan Katolik yang dipandu Pastor Revi Rafael Tanod ini turut menghadirkan Dosen Universitas IAIN Kalijaga Prof. Syafaatun Almirzanah, M.A., M.Th, Ph.D, D.Min sebagai pembicara.

Kegiatan yang diadakan di lokasi milik Youdy Aray ini diawali prakata dari Sekretaris Yayasan Joseph Esa Ene Suster Jasinta Wowor SJMJ. Kegiatan menggunakan bahasa Inggris.

Saat makan siang, para tamu dan undangan disuguhi makanan khas Minahasa dan menggunakan peralatan khas Minahasa. (lk)