Meimonews.com – Saat ini, bangsa Indonesia dihadapkan pada situasi Darurat Narkoba yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari seluruh komponen bangsa mulai dari unsur pemerintah, swasta, tokoh masyarakat, tokoh agama dan paling utama adalah guru selaku tenaga pendidik bagi generasi muda.

Keberhasilan dan kesuksesan kita selama ini tidak lepas dari peranan guru dan pengajar sejak mulai kita belajar di sekolah dasar hingga melanjutkan menuntut ilmu di bangku kuliah.

“Dalam mewujudkan generasi muda Indonesia yang unggul, maka diperlukan peranan guru selaku tenaga pendidik yang profesional dan mumpuni agar mampu membentuk generasi penerus bangsa yang berkarakter, beradab dan bermartabat,” ujar Kepala BNN-RI Drs. Heru Winarko, SH ketika bertemu dengan perwakilan dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Nasional di Kantor BNN-RI, Jakarta, baru-baru.

Winarko menambahkan, guru sangat berperan penting dalam memberikan materi pelajaran narkoba kepada murid. Para guru seharusnya memperkenalkan bahaya narkotika kepada murid-muridnya.

“Selain memberikan materi pelajaran tentang narkoba, guru juga harus mampu mengawasi murid-murid dan lingkungan sekolahnya agar bersih dari permasalahan narkoba,” jelasnya.

Menurutnya, sekolahan itu adalah tempat pendidikan anak – anak menggapai ilmu pengetahuan dan ketrampilan sehingga anak-anak sebagai murid harus belajar dengan baik dan benar.

Guru harus berperan aktif dalam mengawasi murid-muridnya sehingga sekolah menjadi tempat belajar yang baik dan bermutu bagi proses belajar mengajar dan transfer ilmu pengetahuan.

Jika hal tersebut dapat terwujud, maka cita-cita generasi penerus bangsa Indonesia yang berkarakter, beradab dan bermartabat serta bebas dari jeratan narkotika bisa terwujud.

Saat pertemuan tersebut, Winarko menjelaskan tentang arti dan maksud Tagline #hidup100% Sadar, Sehat, Produktif, dan Bahagia.

Tagline baru BNN tersebut merupakan ajakan kepada seluruh masyarakat agar selalu sadar akan bahaya narkoba, agar tubuh kita sehat untuk selalu produktif dan menghasilkan kebahagiaan sehingga akan terwujud generasi emas Indonesia yang unggul, maju, berkarakter dan sukses. (lk)

Meimonews.com – Pemerintah Provinsi Sulut membuat kebijakan baru perpajakan kendaraan bermotor (ranmor) di masa pandemi covid-19. “Kebijakan Pemprov Sulut tersebut termuat dalam Pergub (Peraturan Gubernur) Sulut No. 61 Tahun 2020 tentang Tata Cara dan Besarnya Pemberian Keringanan, Pembebasan dan Insentif Pajak Daerah yang ditandatangani pak Gubernur Sulut Olly Dondokambey,” ujar Kepala Bapenda Sulut Olvie Atteng.

Dalam percakapan dengan meimonews.com di ruang kerjanya, Rabu (7/10/2020) siang tersebut, Atteng mengurai detail kebijakan baru itu dan keuntungan yang didapat masyarakat di balik keluarnya Pergub Sulut tertanggal 29 September 2020.

Kebijakan tersebut adalah diskon pajak ranmor sebesar 5-10 persen, bebas pembebanan pajak progresif dengan pembuka blok dan keringanan tunggakan pokok pajak, BBNKB II dan pembebasan denda 50-100 persen.

Untuk diskon PKB (pajak kendaraan bermotor), Atteng menjelaskan, pembayaran saat jatuh tempo sampai dengan 30 hari sebelum jatuh tempo, diberikan diskon sebesar 5 persen dari pokok pajak.

Pembayaran saat jatuh tempo lebih dari 30 -60 hari sebelum jatuh tempo, diberikan diskon sebesar 7,5 persen dari pokok pajak. Pembayaran saat jatuh tempo lebih dari 60 hari sebelum jatuh tempo, diberikan diskon sebesar 10 persen dari pokok pajak.

Untuk bebas pajak progresif, sebut wanita energik dan murah senyum ini, bebas pembayaran tarif progresif pokok pajak ranmor yang terkena lapor jual oleh pemilik pertama dengan buka blokir.

Menyinggung soal keringanan tunggakan pokok pajak, BBNKB II dan pembebasan denda, Atteng memaparkan, diskon tunggakan pajak ranmor lebih dari 2-5 tahun sebesar 50-80 persen. Diskon tunggakan pajak ranmor lebih dari 5 tahun sebesar 100 persen.

Diskon BBNKB II untuk tahun pembuatan 5 tahun terakhir sebesar 50 persen dan tahun pembuatan di atas 5 tahun terakhir sebesar 100 persen. Bebas denda PKB sebesar 100 persen.

“Segera manfaatkan kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur tersebut untuk periode pembayaran 5 Oktober hingga 23 Desember 2020,” imbau Atteng. (lk)

Meimonews.com – Polda Sulut menggelar Gerakan Sulut Sejuta Masker secara masif dan serentak, yang juga dilaksanakan oleh Polresta dan Polres jajaran di Sulawesi Utara sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19.

Gerakan Sulut Sejuta Masker dengan hashtag Marijo Pake Masker gagasan Kapolda Sulut Irjen Pol. RZ Panca Putra ini, dipusatkan di Polda Sulut dan diikuti secara virtual oleh seluruh jajaran, Selasa (29/9/2020).

Gerakan Sulut Sejuta Masker ini dilaunching oleh Pjs. Gubernur Sulut Agus Fatoni di dampingi Forkopimda Sulut di antaranya Kapolda Sulut dan Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Santos Gunawan Matondang

Pjs. Gubernur Sulut mengungkapkan, dengan gerakan ini, pemanfaatan masker bisa lebih masif lagi dan seluruh masyarakat lebih disiplin dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan covid, dengan melakukan 4M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan

“Mari kita semua saling mengingatkan agar disiplin dalam penerapan protokol kesehatan,” imbau mantan Direktur Penyidikan KPK ini.

Kapolda Sulut dalam sambutannya menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dalam upaya melakukan pencegahan covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara..Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan bersama dengan Gugus Tugas dan Forkopimda, antara lain sosialisasi arti pentingnya 4M.

Selain sosialisasi, Polri dan TNI juga membackup Satpol PP melaksanakan Operasi Yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan.

Upaya lain yang dilaksanakan adalah penyemprotan massal disinfektan, yang hari ini juga katanya dilaksanakan serentak oleh Polri, TNI dan Damkar.

“Tujuan Gerakan Sulut Sejuta Masker ini adalah bagaimana kita seluruh elemen mengingatkan masyarakat untuk tetap menjadikan masker sebagai gaya hidup baru, di tengah pandemi covid-19,” sebut Kapolda.

Kegiatan Gerakan Sejuta Masker ini juga, sebut Irjen Panca, untuk mengingatkan seluruh kontestan Pilkada agar sama-sama menaati protokol kesehatan dalam setiap tahapan Pilkada Serentak 2020.

Gerakan Sulut Sejuta Masker ini dilakukan dengan pembagian masker di kurang lebih 1.500 titik di seluruh Sulawesi Utara, mulai dari tingkat desa, dengan total masker yang dibagikan sebanyak 1.150.000 pieces masker. Khusus Satker Polda Sulut melaksanakan pembagian masker gratis kepada warga di 27 titik yang tersebar di Kota Manado dan sekitarnya.

Sebelum pelaksanaan pembagian masker secara serentak dan masif di seluruh wilayah Sulut, Forkopimda yang hadir menyerahkan masker secara simbolis kepada perwakilan elemen masyarakat yang ada, penyerahan bantuan masker oleh Ketua Bhayangkari Sulut Ny. Rita Panca Putra kepada Rumah Sakit dan Puskesmas serta pemasangan stiker Mari Jo Pake Masker pada kendaraan angkutan kota.

Hadir dalam acara Gerakan Sulut Sejuta Masker ini, para pejabat Forkopimda Sulut, Wakapolda Sulut Brigjen Pol Yadi Suryadinata, Bhayangkari Sulut, Anggota DPD RI Maya Rumantir, Ketua KPU Sulut, Ketua Bawaslu Sulut, Timses Paslon Gubernur dan dihadiri oleh seluruh Forkopimda Kabupaten/Kota yang mengikuti kegiatan secara virtual.

Seluruh rangkaian kegiatan menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19, diantaranya pengukuran suhu badan, memakai masker dan menjaga jarak.

Selain mencanangkan Gerakan Sulut Sejuta Masker, Polda Sulut kembali melakukan penyemprotkan cairan disinfektan sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran covid-19.

Penyemprotan puluhan ribu liter disinfektan ini dilakukan menggunakan mobil AWC (Armoured Water Cannon) milik Ditsamapta dan Satbrimob Polda Sulut, dibantu Dinas Damkar.

Disinfektan disemprotkan di wilayah Kota Manado, di antaranya ruas Jalan Bethesda, Wolter Mongisidi, Piere Tendean (Boulevard), Sam Ratulangi, dan Ahmad Yani.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan, kegiatan tersebut diinisiasi langsung oleh Kapolda Sulut, Irjen Pol R.Z. Panca Putra S. “Penyemprotan disinfektan ini merrupakan wujud nyata keseriusan Polda Sulut bersama TNI, Pemerintah Daerah dan instansi terkait untuk menekan penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat,” ujar Kombes Abast.

Ia mengajak masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitas di tengah pandemi Covid-19. “Mari patuhi prinsip 3M. Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak,” ajaknya. (lk)

Meimonews.com – Sebanyak lima penjabat sementara (Pjs) Bupati dan Walikota di Sulawesi Utara dilantik Pjs. Gubernur Sulut Agus Fatoni di Ruang CJ Rantung Kantor Gubernur Sulut, Sabtu (26/9/2020).

Kelima Pjs. yang dilantik Fatoni di awal tugasnya sebagai Pjs. Gubernur Sulut adalah Pjs. Bupati Minahasa Utara Clay June Dondokambey (Karo Umum Setdaprov Sulut), Pjs. Bupati Bolaang Mongondouw,Selatan Praseno Hadi (Asisten Setdaprov Sulut Bidang Perekonomian dan Pembangunan).

Pjs. Bupati Bolaang Mongondouw Timur Christian Talumepa (Kadis Kominfo dan Statistik Sulut), Pjs. Minahasa Selatan Mecky Onibala (Kepala Inspektorat Daerah Sulut), dan Pjs. Walikota Bitung Edison Humiang (Asisten Setdaprov Sulut Bidang Pemerintahan).

Para penjabat sementara tersebut dilantik karena Bupati/Walikota di daerah itu ikut dalam kontestasi Pilkada Serentak 2020. (lk)

Meimonews.com – Dr. Drs. Agus Fatoni, MSi yang adalah Kepala Balitbang Depdagri dipercayakan menjabat sementara Gubernur Sulut lewat Keputusan Mendagri No. :121.71-2912/2020 tertanggal 25 September 2020.

Pelantikan Fatoni sebagai Pjs Gubernur Sulut karena Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Drs. Steven Kandou cuti di luar tanggungan negara karena ikut dalam kontestasi Pilkada 2020 ini dilakukan Mendagri Prof. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D bersamaan dengan beberapa penjabat sementara gubernur lainnya bertempat di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat (25/9/2020).

Fatoni yang adalah putra mantan Sekda Sulut Arsyad Daud, SH ini merupakan pejabat eselon I di Kemendagri. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Sekretaris Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri.

Pria kelahiran Lampung, 6 Juni 1972 ini, mengawali karirnya sebagai Ajudan Gubernur Lampung pada tahun 1995. Jabatan lain yang pernah dijabat adalah Kepala Biro Administrasi Pimpinan Kemendagri, Plt. Sekretaris Fasilitasi Kerjasama, Sekretaris Korpri, Kepala Sekretaris Pribadi Mendagri, Kepala Bagian Protokol, Kepala Subdit Dana Bagi Hasil (DBH) Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan Ditjen Bina Keuangan Daerah, Kepala Seksi Otsus Papua, Papua Barat dan DIY.

Fatoni menyelesaikan S3 Ilmu Pemerintahan Universitas Padjadjaran (UNPAD) tahun 2009, S3 Ilmu Pemerintahan UNPAD tahun 2003, S1 Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) tahun 1999 dan menyelesaikan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 1994. Sementara pendidikan SMA, SMP, SD dan TK diselesaikan di Lampung.

Mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa IIP ini masih menjabat sebagai Wakil Direktur Eksekutif Forum Sekretaris Provinsi Seluruh Indonesia (Forsesdasi) dan Ketua Umum Forum Protokol Indonesia (Forum Protokol Indonesia).

Fatoni pernah menjadi Ketua Harian Dewan Pengurus Nasional Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (DPN-IKAPTK), dan saat ini masih menjabat sebagai Ketua Umum Purna Praja Angkatan 03 (Pujangga) sejak tahun 2012.

Pria yang pernah mendapat predikat Mahasiswa Teladan IIP ini, merupakan lulusan terbaik Diklat Pimpinan Nasional Tingkat II tahun 2019 dan mendapatkan penghargaan Satyalancana Karya Satya X dan XX tahun dari Presiden Republik Indonesia.

Pengalaman keluar negeri suami dari A. P. Widyaningtyas dan bapak 3 orang anak (2 putra dan 1 putri) ini adalah ke Belanda dalam rangka penajaman Rencana Program Kerjasama, Sustainable Agriculture dan Respon terhadap Perubahan Iklim dan ke Inggris untuk Kerjasama Tata Ruang dan Investasi Hijau (Protarih) Tahun 2016.

Selain itu, ke Korea Selatan sebagai Delegasi Indonesia pada Kongres UCLG Aspac Tahun 2016 dan Kunjungan Kerja dalam rangka Kerjasama dan Percepatan Gagasan Smart City

Kemudian ke Jepang sebagai Delegasi Kemendagri Kunjungan Kerja ke Kedutaan Besar RI di Jepang, kalu.ke Malaysia & Thailand dalam rangka Peningkatan Kerjasama dan Studi Tata Kelola Air, ke Australia Barat untuk Pertemuan Konsulat Jenderal RI Di Perth, Delegasi Indonesia pada Indonesian Dispora Bussines Council (IDBC) dan Indonesian Diaspora Network.

Ke Hongaria, Austria & Cheko dalam rangka Peningkatan Kerjasama di Bidang Perekonomian, Pengelolaan Limbah dan Penyerdiaan Air Bersih serta Pengembangan Kota Tua, ke China untuk Penjajakan Kerjasama dan Peninjauan Lokasi PLTU di Kota Beijing dan Shanghai, ke Russia sebagai Delegasi Indonesia pada Bisnis Forum Indonesia Rusia dan Festival Indonesia ke-4 di Moskow

Ke Australia (Sydney) dalam rangka Seminar internaional tentang Pemindahan Ibukota Negara (IKN) di Sydney Univercity dan Pendamping dan pembimbing studi strategis Mahasiswa S3 IPDN ke Sydney Univercity serta Canberra untuk mengikuti seminar tentang Kerjasama Indonesia dengan Autralia dan pemindahan Ibukota Negara di KBRI di Canberra dan Seminar Internasional tentang Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) di Canberra Univercity serta Membahas kerjasama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan Australia National Univercity

Sejumlah prestasi/penghargaan diterimanya yakni Mahasiswa Teladan pada Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Depdagri Tahun 1999, Lulusan Terbaik Diklat ADUM Tahun 1999, Satyalancana Karya Satya X Tahun 2009, Satyalancana Karya Satya XX Tahun 2014, dan Lulusan Terbaik Ke- 2 Diklat PIM Nasional Tk. II BPSDM Kemendagri Tahun 2019. (lk)

Meimonews.com – Guna mencegah terjadinya kaster baru penyebaran Covid-19 di momen Pilkada Tahun 2020, Kapolri Jenderal Pol. Drs. Idham Azis, MSi mengeluarkan maklumat baru.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol. Jules Abraham Abas, SIK ketika dihubungi meimonews.com tadi malam (21/9/2020) membenarkan adanya maklumat baru tersebut.

Maklumat bernomor : Mak/3/2020 tentang Kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan dalam pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020 tersebut dikeluarkan pada 21 September 2020.

Dalam maklumat tersebut disebutkan, Pemilihan Kepala Daerah merupakan pelaksanaan kedaulatan rakyat secara konstitusional yang dilindungi undang-undang, maka diperlukan penegasan pengaturan agar tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Untuk memberikan perlindungan dan menjamin keselamatan kepada penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih dan seluruh pihak yang terkait dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 pada adaptasi kebiasaan baru, Kapolri Jenderal Pol. Drs. Idham Aziz, MSi mengeluarkan Maklumat berisi empat poin.

Pertama, dalam pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020, tetap mengutamakan keselamatan jiwa dengan mematuhi kebijakan dan peraturan pemerintah terkait penanganan, pencegahan, serta protokol kesehatan Covid-19. Kedua, penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih dan seluruh pihak yang terkait pada setiap tahapan pemilihan wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Ketiga, pengerahan massa pada setiap tahapan pemilihan tidak melebihi batasan jumlah massa yang telah ditetapkan oleh penyelenggara pemilihan. Keempat, setelah selesai melaksanakan setiap tahapan, semua pihak yang terlibat dan masyarakat agar segera membubarkan diri dengan tertib tanpa arak-arakan, konvoi atau sejenisnya.

“Bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap angora Polri wajib melakukan tindakan kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” demikian salah satu bunyi isi maklumat, yang dikeluarkan untuk diketahui dan dipatuhi oleh seluruh masyarakat tersebut. (AF)

Meimonews.com – Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengungkapkan, saat di ruang sakristi tadi, Pastor Agus Sumaraw Pr menyampaikan kepada saya bahwa kita ini adalah buah dari Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC = Misionarii Sacratisimi Codi Yesus).

“Tentu, salah satu buah dari buah yang banyak dihasilkan lewat kehadiran MISC di Sulawesi,” ujar Mgr. Rolly (sapaan uskup) ketika berkotbah pada misa syukur acara puncak Peringatan 100 Tahun MSC di Sulawesi yang diadakan di Gereja Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Karombasan, Senin (7/9/2020).

Dikemukakan, di dalam perayaan syukur ini banyak hal sudah diadakan oleh panitia yang diketuai Pastor Berty Tojow MSC dengan seluruh anggota panitia dalam kondisi pandemi covid-19 ini sehingga puncaknya hanya dilaksanakan secara live streeming yang kalau situasi normal tidak seperti begini. Namun, tidak mengurangi makna dari perayaan ini.

Perayaan ini, sebut uskup, disiapkan dengan rupa-rupa cara seperti novena 9 bulan, tridium lewat live streeming terutama untuk para MSC kemudian ada webinar yang membahas sejarah kehadiran dan karya MSC, bertitik tolak dari buku yang disiapkan oleh tim yang diketuai Pastor Sujoko MSC.

“Tadi pagi, ada ziarah ke makam/kubur di seminari Menengah Kakaskasen untuk mengingatkan kita bahwa perjalanan itu dimulai dari siapa ? orang-orang yang telah memberikan diri kepada kita sekalian dan kita tahu juga bahwa refleksi ini masih berlanjut karena perayaan ini termasuk buku yang sudah mulai disebarkan dipersiapkan untuk menuju, menuju ke mana ?,” kata uskup.

Tahun depan, sebut mantan Provinsial MSC Indonesia ini, 50 tahun Provinsi MSC Indonesia secara mandiri, terlepas dari provinsi induknya di Belanda. Tahun 2020 merayakan/memperingati 50 Tahun sebagai provinsi.

Dikemukakan, untuk mengingatkan kita bahwa kehadiran MSC melanjutkan perutusan gereja universal yang sudah dimulai terutama dengan kembalinya di daerah ini oleh Serikat Jesus (SJ) selama 52 tahun, sejak 1868 dan pada tahun 1920, (100 tahun lalu), MSC melanjutkan estafet pelayanan itu, perutusan itu.

“Pelayanan misioner dari gereja Katolik tentu bersumber, start dari mana ? yaitu dari Yesus sendiri, yang seperti didengar dari bacaan injil (Mat. 28 : 16-20) yaitu Yesus mengutus muridNya, pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan Aku menyertai kanu senantiasa sampai kepada akhir zaman,” ujar Mgr. Rolly.

Dijelaskan, kita tahu juga kehadiran MSC, melanjutkan karya dari Serikat Jesus. Menerima warisan-warisan, yang telah diungkapkan dalam buku sejarah kehadiran MSC. Tentu, yang pertama-tama yaitu misi misioner. Luar biasa. Semangat perutusan yang diwariskan oleh gereja universal.

Berangkat dari apa yang disanpaikan Yesus dari bacaan tadi, dan itu berlanjut terus-menerus, menerima estafet dan warisan-warisan dari SJ yang antara lain disebutkan, umat Katolik waktu itu 111.111 jiwa, sekolah guru dan jaga suster JMJ yang sudah hadir sejak tahun 1898 (22 tahun sebelum MSC masuk). “Dengan demikian, MSC melanjutkan itu,” tandasnya.

MSC, sebut Mgr. Rolly, tidak bisa berbuat lebih banyak seperti yang sudah dialami sampai tahun ini bersamaan dengan taerkat-tarekat religius yang sudah ada sesudah JMJ yang tentu dipanggil oleh SJ dan kemudian datang Fratet CMM, suster Karmel, DSY, PBHK Ursulin, Fransiskanes, Putri Karmel dan Pastor CSE.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Sulut berharap, perayaan syukur 100 Tahun MSC di Sulawesi akan semakin memperkuat komitmen para misionaris Hati Kudus Yesus (MSC) dan segenap umat Katolik di Sulawesi untuk tetap setia dalam pelayanan di tengah kondisi apapun serta tetap bersedia mendukung dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa dan daerah.

Perayaan ini juga, bagi gubernur, menjadi momentum yang sangat tepat untuk semakin meningkatkan atau menguatkan tekad dan komitmen para MSC di Sulawesi dan segenap umat Katolik dalam mengiringi percepatan pembangunan bangsa, utamanya dalam melakukan perubahan dan pembaharuan di tengah kehidupan segenap umat.

“Mencermati berbagai capaian progresif yang telah kita torehkan selama ini Pemerintah dan segenap komponen pembangunan di Provinsi Sulut dituntut mampu untuk terus memberikan karya yang optimal serta tetap menjalin sinergutas, bahu-membahu dan bekerjasama satu sama lain, ” ujar Silangen membaca sambutan gubernur.

Diingatkan, segenap umat Katolik di Sulawesi harus memahami secara utuh peran MSC di tengah umat sehingga visi MSC juga akan terwujud secara utuh.

Terkait dengan langkah ke depan, tidak dapat dipungkiri, misi pelayanan turut diperhadapkan dengan berbagai tantangan sekaligus peluang yang muncul sebagai konsekuensi dari perkembangan zaman.

“Suka atau tidak, kita telah berada dalam tatanan masyarakat global dengan berbagai perubahan dan perkemvangan yang menyertainya,” sebut gubernur.

Misa syukur dipimpin Mgr. Rolly di dampingi Uskup Emeritus Mgr. Josef Suwatan MSC, Vikjen Pastor Agus Sumaraw Pr, Ketua Panitia Pastor Stevanus Berty Tijow MSC dan Frater Diakon Micky Kojongian Pr.

Hadir pada acara yang disiarkan secara live streeming itu Kadis Kehutanan Sulut Reyner Dondokambey dan Kadis Perindag Sulut Edwin Kindangen (mendampingi Sekda Sulut), puluhan imam baik dari Tarekat MSC termasuk Supda Sulkaltim Pastor Herry Purasa, maupun imam diosesan (Projo) dan tarekat religius lainnya, sejumlah suster, bruder, frater, panitia dan undangan lainnya.

Kendati ada kehadiran sejumlah orang tapi protokol kesehatan tetap dijaga seperti ada jarak, memakai APD, tempat cuci tangan dan disediakan hand sanitizer. (AF)

Meimonews.com – Suatu komitmen atau tekad disampaikan Irjen Pol. Panca Putra yang baru menjabat Kapolda Sulawsei Utara menggantikan Irjen Pol. Royke Lumowa, yang kini menjadi Analis Kebijakan Utama Lemdikpol (Lembaga Pendidikan Polri).

Ketika berbincang dengan wartawan seusai mengantar Irjen Lumowa dan istri di gerbang pintu masuk Mapolda Sulut, setelah seluruh rangkaian acara pisah-sambut Kapolda lama dan baru di Mapolda, Rabu (2/9/2020), Irjen Pol. Panca menjelaskan komitmen atau tekad tersebut.

Di dampingi antara lain Wakapolda Brigjen Pol. Yadi Suryadinata, Kabid Humas Polda Kombes Pol. Jules Abraham Abast, Irjen Pol. Panca menegaskan, akan meneruskan sukses kepimpinan Irjen Pol Royke Lumowa.

Mantan Direktur Penyidik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) ini mengungkapkan, Polri itu organisasi yang besar, yang sudah tentu mempunyai program, baik itu situasi yang khusus maupun situasi yang berdasarkan kalender kamtibmas.

Tentu itu sudah ditetapkan dari awal tahun dan sudah dilaksanakan oleh setiap pejabat. ”Pak Kapolda lama, Pak Royke sudah menanamkan itu semua. Saya ke depan tinggal melanjutkan apa yang sudah beliau laksanakan,” ujarnya.

Dalam kaitannya dengan pandemi covid-19 di mana Polri sangat intens dan nyata berbuat, baik dalam bentuk memberikan bantuan sosial (bansos) kepada warga terdampak maupun terus-menerus memberikan sosialisasi/imbauan kepada maayarakat agar mengikuti protokol kesehatan seperti dianjurkan Pemerintah dan lain-lain upaya Polri, Kapolda mengajak dan terus mengimbau agar masyarakat fokus melakukan pencegahan penyebaran covid-19.

Hal lain yang menjadi fokus perhatian mantan Widyaiswara Kepolisian Utama Tk I Sespim Lemdiklat Polri ini adalah pengamanan tahapan Pilkada 2020, Operasi Mantap Praja yang dimulai 3 September 2020.

“Itu menjadi tugas yang harus saya tuntaskan dan sekaligus bagaimana memelihara situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Sulut,” tandas Irjen Pol. Panca seraya menambahkan, oleh karena itu, mengajak kepada seluruh elemen masyarakat agar dapat mendukung pelaksanaan tugas-tugas Polri.

“Kami mohon dukungan dan kerjasama dari semuanya. Mudah-mudahan bisa menberikan pengabdian saya kepada masyarakat khususnya di wilayah Sulawesi Utara,” kata Kapolda. (lk)

Meimonews – Pataka Polda Sulawesi Utara Maesa’an Waya secara resmi diserahkan dari Irjen Pol. Royke Lumowa kepada Irjen Pol R. Z. Panca Putra sebagai Kapolda Sulut yang baru, Rabu (2/9/2020).

Penyerahan pataka yang berlangsung di halaman depan Mako Polda Sulut adalah bagian dari Farewell Parade yang dihadiri Wakapolda Sulut Brigjen Pol. Yadi Suryadinata, para PJU Polda, para Kapolres/ta jajaran dan perwakilan personil Polda Sulut.

Farewell Parade dan penyerahan pataka Polda Sulut ini merupakan rangkaian Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolda Sulut yang dipimpin oleh Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis di Mabes Polri, Senin (31/8/2020) bersamaan dengan tujuh Kapolda dan 2 PJU Mabes Polri.

Saat memberikan sambutan,
Irjen Pol. Royke Lumowa menyatakan berpamitan kepada seluruh pasukan dan pada seluruh Kesatuan. “Saya secara pribadi tentu akan menyelesaikan tugas yang diberikan Negara sebagai Kapolda,” ujar Lumowa.

Mantan Kapolda Papua dan Maluku yang kini menjadi Analis Kebijakan Utama Lemdikpol ini mengucapkan terima kasih kepada seluruh personil Polri yang sudah membantu tugas-tugasnya selama menjabat sebagai Kapolda Sulut, sehingga Sulawesi Utara tetap aman dan kondusif di tengah pandemi covid-19 ini.

Irjen Pol. R. Z. Panca Putra dalam sambutannya menyatakan siap melaksanakan tugas sebagai Kapolda Sulut. “Selaku pejabat baru, saya bermohon kepada seluruh anggota Polda dan jajaran, khususnya kepada seluruh masyarakat dapat menerima saya dan keluarga untuk memberikan pengabdian, untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga Nyiur Melambai Sulawesi Utara,” pintanya.

Memasuki pelaksanaan Operasi Mantap Praja 2020, Kapolda mengingatkan seluruh personil Polri harus siap menyukseskan tahapan pilkada di tengah situasi pandemi. “Tentunya, tantangan ini menjadi tanggung jawab kita bersama menyukseskan pilkada di tengah pandemi,” ujar Kapolda.

Widyaiswara Kepolisian Utama Tk I Sespim Lemdiklat Polri ini juga mengingatkan agar tugas-tugas rutin Kepolisian dalam menjaga kamtibmas, harus terus dilakukan.

Irjen Pol. Panca mengajak seluruh personil Polda Sulut dan jajaran agar dapat melaksanakan tugas dengan sepenuh hati, dilandasi prinsip sinergitas akan mampu menjaga dan memelihara situasi kamtibmas, sehingga apa yang menjadi program pemerintah katanya, dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,

“Saya selaku Kapolda Sulut dan atas nama keluarga besar Polda Sulut menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Royke Lumowa. Mudah-mudahan apa yang disampaikan bisa kita laksanakan dan teruskan,” ujarnya.

Paling prinsip, sambungnya, berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dengan hati ikhlas dan jangan pernah menyakiti hati masyarakat.

Mantan Deputi Brantas KPK ini pun berharap motto Sulawesi Utara ‘Sitou Timou Tumotou’ yang artinya manusia hidup untuk menghidupkan orang lain, dapat ia implementasikan dalam pengabdiannya di Sulawesi Utara.

Usai pelaksanaan Upacara Penyerahan Pataka Polda Sulut Maesa’an Waya, rangkaian Serah Terima Jabatan Kapolda Sulut dilanjutkan dengan Laporan Kesatuan dan penandatangan Memori Serah Terima Jabatan Kapolda Sulut.

Kegiatan yang digelar di aula Tribrata Polda Sulut, Rabu (2/9/2020) dihadiri Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol. Drs. R. Z. Panca Putra, M.Si, Irjen Pol. Drs. Royke Lumowa, M.M, Wakapolda Sulut Brigjen Pol. Yadi Suryadinata, para PJU dan para Kapolres/ta jajaran.

Pada kesempatan itu dipaparkan Laporan Kesatuan Polda Sulawesi Utara yang disampaikan oleh Karo Rena Polda Sulut Kombes Pol Budi Meidianto.

“Apa yang sudah disampaikan dalam Laporan Kesatuan, mudah mudahan dapat berjalan dengan baik,” harap Kapolda Sulut.

Sebelum acara penyerahan pataka,
Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Drs. R. Z. Panca Putra S., MSi dan Ketua PD Bhayangkari Polda Sulut Ny. Rita Panca Putra disambut di gerbang utama Mapolda Sulut di pintu gerbang pintu masuk Mapolda Sulut dengan pengalungan bunga oleh Wakapolda Sulut, jajar hormat dan tarian maengket.

Kegiatan penyambutan Kapolda Sulut baru ini diikuti oleh Wakapolda Sulut Brigjen Pol Yadi Suryadinata, para PJU, para Kapolres/ta jajaran, Bhayangkari dan perwakilan anggota Polri dan PNS Polda Sulut.

Setelah Farewell diadakan laporan kesatuan, acara pisah sambut dan commander wish Kapolda.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol. Jules Abraham Abast, SIK saat dihubungi menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

“Seluruh personil tetap wajib memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan guna menghindari penyebaran covid-19,” jelas Abast. (lk)