Meimonews.com–Barisan Masyarakat Adat Sulawesi Utara (Barmas) kembali menyiapkan pasukannya untuk ikut mendukung Polri mengamankan ibadah Natal dan Tahun Baru (Nataru) di wilayah Sulawesi Utara.

Ketua Barmas Sulut Defly Brando Lengkey melalui Tonaas Harian Barmas Sulut Jemy Jefri Toar yang dikenal dengan sapaan akrabnya Jeto mengungkapkan, pihaknya telah mempersiapkan pasukan untuk melakukan penjagaan di gedung-gedung ibadah dalam perayaan Nataru, berkoordinasi dengan Polri.

“Jumlah anggota Barmas Sulut tercatat sudah mencapai 12 ribu, dan mereka semua telah siap mengamankan jalannya ibadah Natal dan Tahun Baru di wilayahnya masing-masing,” ujar Tonaas Jeto seperti dikutip Sekretaris Barmas Sulut Fernando FX Melo kepada Meimonews.com di Manado, Selasa, (21/12/2021).

Dijelaskan, pengamanan gedung ibadah di maksud agar tidak terjadi keributan, yang dapat mengganggu jalanya ibadah.

Menurutnya, di momen hari-hari besar seperti ini, sangat ramai dengan pemasangan kembang api, iring-iringan kendaraan yang menggunakan knalpot bising, bahkan hambatan, ancaman, gangguan serta serta gangguan lainnya.

“Itu semua dapat mengganggu ketenangan dan.kekhusyukan dalam jalanya ibadah, sehingga Barmas hadir di setiap gedung-gedung ibadah guna memastikan jalanya ibadah dengan lancar, aman, dan hikmat,” tegasnya.

Kagiatan pengamanan gedung-gedung ibadah tersebut, menurutnya, sudah menjadi kegiatan rutin Barmas Sulut perayaan hari besar umat Kristen Protestan, Muslim, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.

“Jadi kegiatan ini adalah kegiatan rutin, yang dilaksanakan menyeluruh di enam agama yang di akui di negara kita Republik Indonesia yang kita cintai ini,” tandaanya.

Dengan jumlah anggota atau pasukan Barmas Sulut yang telah mencapai 12 ribu personil dan tersebar di Sulawesi Utara dipastikan mampu melakukan kegiatan pengawalan, penjagaan di wilayah masing-masing.

“Intinya, kami pasukan Barmas Sulut yang berasal dari tiga etnis dan kearifan lokal siap dan terus melakukan kegiatan pengamanan di rumah-rumah ibadah, mendukung tugas Polri,” tegasnya. (af)

Meimonews.com – Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Manado menggelar Latihan Kepemimpinan di Mercure Manado Tateli Beach Resort, Kamis – Jumat (9-10/12/2021).

Mengusung tema Membentuk Pemimpin yang Berkarakter dan Berjiwa Nasionalisme, sebanyak 120 dosen fakultas tersebut menjadi peserta.

Para Dosen peserta Pelatihan berasal dari delapan bagian yaitu Bagian Hukum Internasional, Hukum Tata Negara, Dasar-Dasar Ilmu Hukum, Hukum Pidana, Hukum dan Masyarakat, Hukum Keperdataan, Hukum Acara, dan Hukum Administrasi Negara.

Sejumlah pimpinan institusi dan akademisi tampil sebagai narasumber kegiatan yakni dari TNI, Polri, Pemerintah Daerah , Pimpinan Fakultas Hukum Unsrat dan akademica.

Kepada Meimonews.com di Manado, Jumat (10/12/2021), Dekan Fakuktas Hukum Unsrat Manado Dr. Flora P. Kalalo, SH, MH menjelaskan, kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan kegiatan kelompok untuk mencapai tujuan organisasi dengan efektivitas yang maksimal dan kerjasama dari tiap-tiap individu.

“Kepemimpinan dalam suatu organisasi, merupakan suatu faktor yang menentukan berhasil tidaknya suatu organisasi atau usaha,” ujar Kalalo

Kepemimpinan yang efektif, tambahnya, membawa pengelolaan organisasi ke arah kesuksesan. Tanda kepemimpinan yang efektif adalah adanya keteraturan, hasil dan pengembangan dalam organisasi. Namun, upaya untuk menunjukkan adanya kepemimpinan yang efektif tidaklah mudah.

Dikemukakan, kepemimpinan sangat bergantung dari personality yang mengemban posisi sebagai pemimpin. Setiap keterampilan kepemimpinan yang efektif seharusnya melekat erat pada setiap pimpinan, apapun ruang lingkup tanggungjawabnya.

“Sikap dan gaya serta perilaku kepemimpinan seseorang sangat besar pengaruhnya terhadap organisasi yang dipimpinnya, bahkan berpengaruh terhadap produktivitas organisasinya,” tegasnya.

Menurut Kalalo, salah satu kunci penting untuk menjadi pemimpin yang efektif adalah kemampuan untuk melihat persoalan dan masalah dari kacamata yang berbeda.

Esensi kepemimpinan bagi pemimpin adalah adanya suatu komitmen yang kuat dalam rangka mencapai tujuan nasional sebagaimana yang tercantum dalam pembukaan UUD NRI 1945 yakni adanya kemampuan dan kemauan untuk menyelaraskan perilaku dan kepentingan pribadi dengan kebutuhan prioritas yang mampu mengedepankan kepentingan negara daripada kepentingan pribadi atau golongan, komitmen yang kuat tidak hanya sekedar sebagai pemimpin yang biasa tapi dibutuhkan seorang pemimpin yang berkarakter.

Disebutkan, perubahan zaman akibat globalisasi menjadikan pergeseran dan perubahan tata nilai, sikap, dan perilaku dalam aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sehingga membutuhkan pemimpin sebagai penggerak dan motivator seluruh komponen untuk menjalani kehidupan nasional.

“Kepemimpinan nasional merupakan seseorang atau sekelompok elit bangsa yang mampu melakukan proses kepemimpinan untuk empowerment all resources bangsa menuju tercapainya tujuan dan cita-cita nasional sesuai moral, etika pancasila serta UUD 1945 di tengah perubahan dunia,” katanya.

Melalui kegiatan ini, ungkap Kalalo, diharapkan ada penambahan wawasan dalam berpikir, bersikap dan bertingkah laku.

Saat ini menjadi pemimpin sangatlah sulit, karena pemimpin dituntut untuk mampu menyatukan perbedaan serta mampu menyatukan seluruh anggotanya dalam suatu organisasi.

Disebutkan,.harapan segala wawasan dan pengetahuan dalam pelatihan ini mampu diterapkan dosen, sesuai dengan visi Fakultas Hukum Unsrat menjadi Fakultas Hukum yang Profesional Unggul dan Berbudaya Berbasis Kearifan Lokal serta Misi Profesional, Berkualitas, Unggul, Berbudaya dan Kearifan Lokal.

Menyinggung tentang capaian pelatihan, Kalalo menjelaskan, melalui pelatihan ini menjadikan dosen Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi menjadi dosen yang berjiwa pemimpin yang memiliki pribadi yang tangguh, mandiri, memiliki jati diri, moral dan mampu berkiprah sesuai dengan profesionalitasnya yang berwawasan kebangsaan. (lk)

Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI meraih penghargaan Jabatan Fungsional Kesehatan (JFK) Awards Tingkat Nasional Tahun 2021.

BNN-RI menerima penghargaan pada kategori Kementerian dan Lembaga atas prestasinya dalam pengelolaan jabatan fungsional kesehatan terbaik.

Penghargaan tersebut diterima Inspektur Pengawasan dan Pemeriksaan Khusus Inspektorat Utama BNN-RI Drs. Edhy Moestofa, M.H. mewakili Kepala BNN RI di Swissôtel Jakarta PIK Avenue, Selasa (7/12/2021).

“Kami mewakili Kepala BNN-RI mengucapkan terimakasih atas apresiasi yang telah diberikan oleh Kementerian Kesehatan RI melalui JFK Awards 2021 ini,” ujar Moestofa.

Penghargaan ini, sebutnya seperti dikutip
Biro Humas dan Protokol BNN-RI,
merupakan bentuk pengakuan dan penghargaan atas kinerja BNN dalam pengelolaan JFK.

Moestofa berharap, penghargaan ini dapat menjadi motivasi untuk terus berinovasi dalam pengelolaan JFK guna mewujudkan SMART ASN 2024. (lk)

Meimonews.com – Mengantisipasi peningkatan status Covid-19 di saat Natal Yesus Kristus Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022, Walikota Manado Andrei Angouw mengeluarkan Surat Edaran.

Surat Edaran No. : 440/D.02/KES/C041 /2021 tertanggal 7 Desember tersebut, sebut Kadis Infokom Manado Erwin Kountu kepada Meimonews.com di Manado, Rabu (8/12/2021) ditujukan kepada beberapa pihak.

Pihak-pihak tersebut adalah Kepala Satuan TNI/Polrii, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Perangkat Daerah, Pimpinan BUMN/BUMD, para Camat dan Lurah, para Kepala Sekolah, Pimpinan Rumah Ibadah, para Pelaku Usaha dan warga masyarakat Kota Manado.

Surat edaran tersebut, jelas Kountu mengacu pada Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 31 Yahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 Pada Saat Perayaan Natal Tahun 2021.

Selain itu, Instruksi Menteri Dalam Negeri Indonesia Nomor 65 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, Dan Level 1 Serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 Di Tingkat Desa Dan Kclurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 Di Wilayah Sumatera, Nusa Tenaoara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Dan Papua.

Dalam Surat Edaran ini disebutkan hal-hal yang perlu menjadi perhatian.

Pertama, khusus dalam pelaksanakan ibadah dan peringatan Hari Raya Natal 2021, Gereja membentuk Satuan Tugas Protokol Kesehatan Penanganan COVID- 19 yang berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan COVID- 19 Daerah.

Pada pelaksanaan ibadah dan perayaan Natal, Hendaknya dilakukan secara sederhana dan tidnk berlebih-lebihan, serta lebih menekankan persekutuan di tengah-tengah keluarga; dan diselenggarakan secara hybrid, ynitu secarn berjamaah/kolektif di gereja dan secara daring dengan tatn ibadah yang telah disiapkan oleh para pengurus dan pengelola gereja;

Selain itu, jumlah umat yang dapat mengikuti kegiatnn Ibadah dan Pemyaan Natal secara berjamaah/kolektif tidak melebihi 75 % (tujuh puluh lima persen) dari kapasitns total gereja.

Pada penyelenggarann ibadah dan peraynan Natal, pengurus dan pengelola gereja berkewajiban untuk menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area gereja; Melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala di area gereja;

Menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk (entrance) dan keluar (exit) dari gereja serta hanya yang berkategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk; Mengatur arus mobilitas jemaat dan pintu masuk (entrance) dan pintu keluar (exit) gereja guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan;

Menyediakan fasilitas cuci tangan/ sabun/hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar gereja; Melakukan pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk bagi seluruh pengguna gereja; Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus di lantai/kursi, minimaljarak 1 (satu) meter;

Melakukan pengaturan jumlah jemaat/umat/pengguna gereja yang berkumpul dalam waktu bersamaan, untuk memudahkan pembatasan jaga jarak; Melarang jemaah dengan kondisi tidak sehat mengikuti pelaksanaan kegiatan peribadatan/keagamaan; Menyarankan kepada jemaah yang berusia 60 (enam puluh) tahun ke atas dan ibu hamil/menyusui untuk beribadah di rumah; dan Tidak mengadakan jamuan makan bersama.

Dilarang untuk melakukan pawai atau arak-arakan dalam rangka Perayaan Natal Tahun 2021 yang melibatkan jumlah peserta dalam skala besar.

Kedua, khusus untuk pelaksanaan Perayaan Tahun Baru 2022 dan tempat perbelanjaan/ mall/ tempat hiburan malam dan rekreasi : Perayaan Tahun Baru 2022 sedapat mungkin tinggal di rumah berkumpul bersama keluarga, menghindari kerumunan dan perjalanan, serta melakukan kegiatan di lingkungan masing-masing yang fidak berpotensi menimbulkan kerumunan, sambil melakukan anüsipasi menyuapkan diri dan lingkungan dalam menghadapi potensi bencana Hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG);

Selain itu, melarang adanya pawai dan arak-arakan tahun baru serta pelarangan acara Old and New Year baik terbuka maupun tertutup yang berpotensi men imbulkan kerumunan; Menggunakan aplikasi Pedu1iLindungi pada saat masuk (entrance) dan keluar (exit) dari mall/pusat perbelanjaan/tempat hiburan malam serta hanya pengunjung dengan kategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk;

Meniadakan event perayaan Nataru di Pusat Perbelanjaan dan Mall, serta menutup tempat hiburan malam pada tanggal 24, 25, 26, 31 Desember 2021 dan tanggal 1, 2 Januari 2022;

Pembatasan jam operasional sampai pukul 22.00 Wita dan melakukan pembatasan dengan jumlah pengunjung tidak melebihi 50 % (lima puluh persen) dari kapasitas total serta penerapan protokol kesehatan yang lenih ketat.

Bioskop dapat dibuka dengan pembatasan kapasitas maksimal 50 % (lima puluh persen) dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat; dan kegiatan makan dan minum di dalam pusat perbelanjaan/mall dapat dilakukan dengan pembatasan kapasitas maksimal 50 % (lima puluh persen) dengan penerapan protokol Kesehatan yang lebih ketat.

Ketiga, khusus untuk pengaturan tempat wisata : Tetap menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat dengan pendekatan SM (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/ hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan);

Menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk (entrance) dan keluar (exit) dari tempat wisata serta hanya pengunjung dengan kategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk; Memastikan tidak ada kerumunan yang menyebabkan tidak bisa jaga jarak;

Membatasi jumlah wisatawan sampai dengan 50 % (lima puluh persen) dari kapasitas total; Melarang pesta perayaan dengan kerumunan di tempat terbuka/ tertutup;

Mengurangi penggunaan pengeras suara yang menyebabkan orang berkumpul secara masif; dan Membatasi kegiatan seni budaya dan tradisi baik keagamaan maupun nonkeagamaan yang biasa dilakukan sebelum pandemi Covid- 19.

“Surat Edaran ini mulai berlaku sejak tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan 02 Januari 2022 dengan memperhaükan perkembangan epidemiologi Covid-19,” ujar Kadis Infokom. (lk)

Meimonews.com – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Dudung AR menyampaikan, dalam waktu dekat akan melakukan rekruitmen calon prajurit Angkatan Darat (AD) dari kalangan santri dan lintas agama.

Kasad mengungkapkan keinginannya itu di sela meninjau kondisi dan kesiapan prajurit TNI AD di halaman Monumen Nasional (Monas) Jakarta dalam mengantisipasi Reuni 212, Kamis (2/12/2021) siang.

Dilansir dari Antara, Dudung berharap para prajurit TNI AD yang memiliki latar belakang santri dan lintas agama punya akhlak dan tingkah laku yang baik. Sehingga mampu mengamalkan Delapan Wajib TNI, Sapta Marga, dan Sumpah Prajurit secara benar di lapangan.

Menyinggung alasannya rekrutmen dari santri, jenderal keturunan Sunan Gunung Jati ini mengungkapkan, perekrutan prajurit TNI AD dari kalangan santri dan lintas agama didasari pada keyakinannya. “Saya yakin mereka sudah terdidik, baik dari segi moral maupun akhlaknya,” ujar Dudung.

Dengan prajurit AD dari pesantren dan lintas agama, diyakini akan memiliki moral dan akhlak yang baik.

Diungkapkan, apa yang disampaikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa bahwa “TNI Adalah Kita” bisa terwujud dengan cepat dan baik bila rekruitmen itu terjadi.

“Ini bisa segera diimplementasikan dengan bagaimana caranya rakyat dapat menyayangi TNI AD. zerta TNI AD lebih sayang kepada rakyat,” katanya.

Pola rekruitmen Calon prajurit TNI AD dari kalangan santri dan lintas agama seperti disampaikan Kasad disambut positif dan dinilai baik oleh GM FKPPI (Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri TNI dan Polri) Sulut.

Ini merupakan kabar baik untuk para santri karena terbuka peluang semakin banyak calon prajurit dari kalangan santri dan lintas agama,” ujar Ketua GM FKPPI Sulut JV Mailangkay kepada Meimonews.com di Manado, Jumat (3/12/2021). (lk)

Meimonews.com – Varian baru virus corona B.1.1.529 terdeteksi di Afrika Selatan. Hal ini berdasarkan release dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada Jumat (26/11/2021), dan ditetapkan sebagai variant of concern (VOC) bernama Omicron.

“Berdasarkan bukti yang disajikan, yang menunjukkan perubahan merugikan dalam epidemiologi Covid-19, TAG-VE menyarankan WHO bahwa varian ini harus ditetapkan sebagai VOC,” rilis WHO, akhir pekan lalu.

WHO mengungkapkan, varian Omricon telah terdeteksi pada tingkat penularan yang lebih cepat dari lonjakan infeksi sebelumnya di Afrika Selatan. “Menunjukkan, varian ini mungkin memiliki keunggulan pertumbuhan,” sebut WHO.

Sementara itu, Pemerintah Pusat kembali mengubah durasi karantina bagi WNA dan WNI dari luar negeri. Aturan itu imbas dari varian Omicron.

“Pemerintah juga akan meningkatkan waktu karantina bagi WNA dan WNI yang dari luar negeri di luar negara-negara yang masuk daftar pada poin A menjadi 7 hari dari sebelumnya 3 hari,” ujar Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dalam jumpa pers, Minggu (28/11/2021).

Menindak lanjuti hal itu, Pemerintah Kota Manado lewat Walikota Andrei Angouw menegaskan, seluruh warga Manado agar lebih waspada dengan varian baru virus tersebut.

Walikota meminta agar protokol kesehatan (prokes) selalu diterapkan dalam kegiatan. Karena waktu gelombang kedua serangan C19 pertengahan tahun ini, kota Manado mengalami peningkatan jumlah korban yang tertular Virus Delta C19.

” Jangan terjadi lagi serangan gelombang ketiga virus Omricon di Kota Manado, ” ujar walikota, seperti dikutip Kadis Indokom Manado Erwin Kountu kepada Meimonews.com, Senin (29/11/2021).

Pemimpin yang rajin turun ke bawah (turba) ini pun meminta agar seluruh warga Manado untuk ikut program Vaksinasi. “Yang belum vaksin, segera di vaksin. Yang baru pertama divaksin, segera tuntaskan vaksinasi sampai kedua kali,”.pintanya.

Karena bila sudah tuntas divaksin, jelas mantan Ketua DPRD Sulut ini, sistem imun kita segera terbentuk sempurna dan kita akan kebal dari serangan virus C19. (lk)

Meimonews.com – Acara Konser Virtual Tou Minahasa yang digelar DPP KKK  di Gran Melia Hotel Jakarta dan disiarkan lewat YouTube Channel, Sabtu (27/11/2021) malam memberikan kontribusi sangat nyata bagi penghormatan terhadap musik kolintang, karena konser tersebut telah menjadikan musik kolintang sebagai musik utama sepanjan acara.

Kolaborasi musik kolintang dengan musik modern untuk mengiringi para artis asal Minahasa dalam menyanyikan lagu-lagu khas Minahasa dan lagu pop nasional menunjukkan bahwa musik kolintang bisa membawakan lagu apa saja.

“Sudah saatnya menjadikan musik kolintang sebagai musik utama untuk kegiatan apa saja di Tanah Minahasa,” ujar Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Indonesia Ronny F. Sompie kepada Meimonews.com lewat telefon, Minggu (28/11/2021).

Demikian juga, sambungnya, penggunaan musik kolintang bersama musik khas Indonesia lainnya di seluruh Tanah Air Indonesia, bisa mendorong musik Kolintang untuk diterima oleh Unesco sebagai musik khas Indonesia sebagaimana musik gamelan, musik angklung dan musik khas Indonesia lainnya.

Ketua Panitia Konser Nova Rumondor dalam sambutannya pembukaan konser memberikan gambaran yang lengkap kepada para Tou Minahasa dan semua penonton yang bauni (nonton) di Youtube Channel dan hadir di acara Konser Virtual Tou Minahasa.

Pendeta Audy Wuisang yang ikut berbicara pada acara tersebut telah memberikan penjelasan tentang bagaimana Konser Virtual tersebut digagas dan diselenggarakan. “Sangat melengkapi wawasan para penonton,” ujar Sompie menanggapi penjelasan Wuisang.

Apalagi, yambahnya, Walikota Bitung Maurits Mantiri dan Bupati Minut Joune Ganda yang ikut manyanyi berduet san memberikan sambutan penguatan terhadap musik, lagu, tarian dan budaya khas Minahasa berkaitan dengan KEK Likupang sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas Nasional di Sulut.

Yang jelas, Konser Virtual Tou Kawanua tadi malam yang merupakan koser kedua di masa Pandemi Covid-19 dilakukan untuk memberikan perhatian kepada para artis dan musisi asal Minahasa yang berada di Jakarta, juga untuk mendukung penguatan dan pembangunan perekonomian rakyat Minahasa melalui pariwisata.

Bagi Sompie seluruh panitia telah bekerja dengan sangat baik dan menjadi trade mark bersama tentang kontribusi nyata DPP KKK bagi pelestarian budaya khas Minahasa melalui sebuah kkonser yang sangat menarik.

Sebuah kegiatan konser kedua yang dapat menjadikan penyelenggaraan pada konser ketiga dengan lebih hebat lagi di tahun depannya.

“Sekali lagi, makase banya deng (terima kasih banyak dan – red) apresiasi buat kawan-kawan samua yang sudah berlelah menyelenggarakan konser virtual Tou Minahasa tadi malam,” ujar mantan Dirjen Imigrasi tersebut. (lk)

Meimonews.com – Tren kenaikan kasus Covid-19 dilaporkan mulai melonjak di beberapa negara. Ini menjadi sinyal bagi dunia termasuk Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan di pintu masuk negara baik darat, laut maupun udara terutama menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Pemerintah mempelajari kenaikan kasus naik signifikan pasca libur panjang. Sebab, saat moment tersebut terjadi mobilitas dan interaksi yang tinggi antar masyarakat.

“Guna menekan penularan kasus yang kian meluas, mulai 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022, pemerintah mulai memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh Indonesia,” rilis Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan (RI), Sabtu 27/11/2021).

Semua kejadian kasus di negara-negara luar negeri ini, sambung rilis tersebut, dipelajari dan diawasi dengan ketat dan kita laporkan ke Presiden.

Kemenkes uga mengamati situasi pandemi di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. “Semuanya masih baik jadi kita tidak perlu kuawatir tetapi kita memonitor yang memiliki potensi kenaikan,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Konferensi Pers Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

Dari hasil pengamatan, dilaporkan total 19 kabupaten/kota mengalami kenaikan kasus dengan lama waktu yang berbeda-beda.

Dua daerah yakni Fak-Fak dan Purbalingga dalam kurun waktu 4 minggu berturut-turut ada kenaikan kasus terkonfirmasi. Selanjutnya, ada Lampung Utara yang sudah naik 3 minggu berturut-turut, dan 16 kota yang dua minggu naik. Kendati presentasenya kecil, monitoring terus dilakukan agar tidak terjadi ledakan kasus.

”Walaupun jumlahnya masih kecil, positivity rate dan BOR rumah sakit masih rendah, tapi kita mengikuti daerah-daerah ini agar jangan sampai kita terlambat kalau ada kenaikan,” jelasnya.

Kenaikan ini, menurut Menkes, salah satunya dipicu menurunnya kemampuan testing dan tracing terhadap kontak erat kasus terkonfirmasi serta berkurangnya kesadaran masyarakat menerapkan prokes 5M.

”Kita juga memperhatikan mengenai kota-kota tersebut apa yang harus diperbaiki, yaitu tracing dan testingnya. Testing harus dilakukan terhadap orang-orang kontak erat hasil dari tracing. Kami melihat kota-kota yang ada kenaikan, disiplin untuk tracing dan testingnya sangat rendah,” sebut Menkes.

Merespon hal ini, Menkes meminta kepala daerah agar memperkuat 3T (Testing, Tracing dan Treatment), menegakkan protokol kesehatan 5M dan menggenjot cakupan vaksinasi terutama pada kelompok-kelompok yang rentan terpapar Covid-19.

Terkait dengan vaksinasi, per 26 November 2021 pemerintah telah menyuntikkan 231,8 juta dosis vaksin Covid-19 dengan rincian 137,5 juta orang menerima dosis pertama, 93,1 juta orang telah mendapatkan dosis kedua dan 1,2 juta tenaga kesehatan sudah menerima vaksin dosis ketiga (booster).

Dalam tiga minggu terakhir, laju vaksinasi mengalami penurunan. Hal ini salah satunya disebabkan adanya ketakutan masyarakat menggunakan vaksin yang tersedia terutama vaksin dengan platform mRNA.

Menkes meminta masyarakat untuk segera vaksinasi Covid-19. Tidak perlu ragu dengan vaksin yang ada. Tidak perlu memilih merk vaksin, gunakan vaksin yang tersedia terlebih dulu saat ini. Pemerintah menjamin vaksin yang diberikan kepada masyarakat aman, bermutu, dan berkhasiat.

”Tidak usah kuawatir vaksin ini terbukti aman. Jangan sampai apa yang terjadi di Eropa terjadi di Indonesia,” tegas Menkes. (lk)

Meimonews.com – Memasuki Masa Adven menyambut Kelahiran (Natal) Yesus Kristus Tahun 2021 yang akan dimulai 28 November, Uskup Keuskupan Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengeluarkan Surat Adven Uskup Keuskupan Manado.

Surat yang ditujukan kepada pastor, suster, frater,.bruder, bapak, ibu, saudara-saudari se-Keuskupan Manado yang disapa sahabat-sahabatku tertanggal 15 November 2021 itu mengangkat tema Bersahabat dalam Gereja yang Bersinode.

Berikut isi surat Adven tersebut yang diterima Meimonews.com dari Sekretaris Keuskupan Manado Pastor John Montolalu Pr, Sabtu (27/11/2021).

Sepanjang tahun 2021 ini, dalam banyak perayaan liturgi dan pemblcaraan-pembicaraan umum, tema yang cukup menarik perhatian adalah persahabatan. Bahkan, sepanjang bulan Kitab Suci Nasional tahun ini, kita merenungkan, menyukuri persahabatan itu dalam tuntunan tema Yesus Sahabat SeperjaIanan klta.

Reaksi iman kita terhadap tema itu adalah kita tergerak untuk membangun persahabatan yang manuslawi, yang inklusif dan yang promotif.

Sementara kita menjalani persahabatan itu, wawasan kita lebih terbuka Iagi pada waktu kita mendengar kabar baik dari Vatikan bahwa Paus akan mengadakan Sinode Para Uskup pada bulan Oktober 2023.

Proses Sinode itu sudah kita mulai di Keuskupan kita ini dengan menunjuk Pastor penghubung antara KWI dan Keuskupan, membentuk Tim Sinode Keuskupan Manado serta menyebarkan informasi dan dokumen terkait dengan pelaksanaan Sinode itu, terutama dokumen Vademecum.

Di tingkat Keuskupan Manado, perjalanan menuju Sinode para Uskup itu, sudah dimulai pada tgl. 17 Oktober di Paroki Hati Kudus Yesus Keroit.

Ada 3 tema dan sekaligus agenda utama yang perlu digali, didengarkan, disintesakan, dan dirumuskan untuk kemudian ditindaklanjuti dalam karya-karya pastoral Gereja, yaitu Persekutuan, Partisipasi, dan Misi.

Berangkat dari ide-ide cemerlang tersebut di atas, saya mengambil tema untuk Surat Adven tahun ini, yang akan dimulai tanggal 28 November, dengan rumusan ini: Bersahabat dalam Gereja yang Bersinode.

Gereja berslnode berarti Gereja berjalan bersama, berarti kita berjalan bersama. Tema ini kita renungkan dan dalami sebagai berikut:

Perrama, Yesus Sahabat Seperjalanan ma. Yesus sudah berjalan bersama Yosep dan Maria sebelum dan sesudah kelahiranNya.

Dalam perjalanan bersama Yosep dan Maria menjelang kelahiranNya, sebagai bayi dalam kandungan, Yesus sudah tampil bersahabat: memberi ketenangan dan kedamaian kepada Maria dan Yosep untuk menyelesaikan perjalanan mereka untuk mendaftarkan diri sebagai penduduk (Luk. 2: 1-5).

Maria tetap tenang dalam perjalanan itu, biarpun usia kandungan sudah mendekati saat melahirkan. Kemudian Yesus mengangkat murid-muridNya menjadi sahabat-sahabatNya (Yoh. 15:14-15), dan kita sekalian, untuk berjalan bersama Dia mewartakan dan membangun Kerajaan Allah di dunia iní.

Pesan Yesus kepada sahabat-sahabatNya adalah “supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap” (Yoh. 15: 16). Yesus juga mengutus kita untuk membangun persahabatan dengan pesan yang sama, yaltu supaya persahabatan kita menghasilkan buah-buah kebaikan untuk para sahabat.

Kedua, Bersahabat dalam Gereja yang Berslnode sambll membangun persekutuan.

Persekutuan yang paling kecil sudah dimulal dl Betlehem, dengan hadlrnya Keluarga Kudus “Yesus Maria dan Yosep” (Luk. 2:16). Inilah persekutuan yang menjadl bermakna, karena maslng-masing anggota hadir sebagai berkat untuk sesama dan dunia.

Di tengah-tengah perjalananNya bersama para murid, Yesus memilih 12 orang dari antara murld-murldNya untuk menjadi rasul (Mrk. 3: 13-19). Pembentukan 12 rasul adalah kabar gemblra yang menegaskan betapa penting dan bermaknanya persekutuan para rasul dalam perjalanan mereka sebagai sahabat-sahabat Yesus.

Mereka ditetapkan untuk menyertal Yesus dan memberitakan Injil. Kitapun memaknai persahabatan kita sambll membangun persekutuan.

Persekutuan yang sudah ada kita majukan menjadi leblh baik, dan sesuai situasl dan kebutuhan, kita membentuk persekutuan baru yang dibutuhkan untuk memajukan Gereja yang bersinode.

Ketiga, Bersahabat dalam Gereja yang Bersinode sambil berpartisipasi secara aktif. Yosep dan Maria sudah berperan secara akrif sesuai dengan tugas yang sudah dipercayakan oleh Allah kepada mereka, sebagaimana disampaikan oleh Malaikat.

Mereka sudah bekerjasama dengan Allah untuk menghadirkan Juru Selamat ke dunia ini. Yesus mengutus 70 murid (Luk. 10: 1-12) untuk secara aktif ambil bagian dalam karya-karyaNya, bahkan mengutus mereka berdua-dua, untuk mewartakan dan membangun Kerajaan Allah.

Yesus berkata: “tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya la mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” (Luk. 10:2).

Kita menjawab tantangan yang diberikan Yesus itu, sambil memberi diri menjadi pelayan-pelayan di kebun anggurNya. Kita berpartisipasi sambil merangkul dan melibatkan semua anggota (Total Quantity Management) serta .menggali, menghargai dan memberdayakan semua potensi (Total Quality Management) (bdk. I Kor. 12: 1-31).

Keempat, Bersahabat dalam Gereja yang Bersinode sambil ambil bagian dalam karya Misl Gereja.

Yesus mengutus murid-muridNya untuk melanjutkan karya Misi: -pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu” (Mat 28:19-20).

Karya misi itu sudah sampai di dunia kita, di negara kita, di keuskupan kita, di paroki kita, di stasi kita, di wilayah rohani kita. di kelompok kita. Saatnya sekarang kita lanjutkan karya misi Itu.

Kita menjalankan karya Misi Gereja sambil membangun rumah pemuridan; kita mengkondisikan lingkungan hidup dan karya kita, sebagai ruang pertemuan para murid Yesus, di mana terjadi pengajaran iman. perayaan Iman, dan perbuatan Iman.

Di dalam rumah pemuridan itu, kita memberi kesaksian tentang karya-karya penyelamatan Allah, sehingga semakin banyak yang percaya dan kembali ke Jalan keselamatan.

Kelima, Bersahabat datam Gereja sambil merngembangkan gerakan ekumene.

Digerakkan oleh semangat misioner, kita meluaskan persahabatan kita sambil menjadikan rumah pemuridan itu sebagai ruang dialog antar budaya dan dialog antar agama, sehingga “berkat dialog yang jujur dan sabar itu,” kita “makin mengetahui harta-kekayaan manakah yang oleh Allah dalam kemurahanNya telah dibagikan kepada para bangsa” (AG 11).

Dialog budaya dan agama menjadl nyata melalui karya-karya bersama untuk menciptakan kesejahteraan bersama, mewujudkan nilai-nilai keaditan dan kebenaran, mempromosikan kerukunan dan kerjasama, mengedepankan persaudaraan dan persatuan. (UR, 4). (lk)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw datangi Kantor PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) di Jakarta, Kamis (25/11/2021).

“Kehadiran walikota di PT SMI adalah untuk mengajukan pinjaman sebesar Rp. 205 miliar atas nama Pemerintah Kota Manado,” ujar Kadis Infokom Manado Erwin Kountu kepada Meimonews.com di Manado, Kamis (25/11/2021).

Dana ini, sambung Kadis, nantinya digunakan untuk kelanjutan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Manado, pasar dan infrastruktur lainnya seperti jalan dan jembatan.

Walikota Manado Andrei Angouw di dampingi Plt Kepala BPKAD Peter Assa dan Sekwan Adi Zaenal Abidin ketika secara resmi mengajukan surat peminjaman tersebut yang diterima perwakilan PT SMI di Kantor PT SMI di Sahid Sudirman Center Jakarta.

“Nantinya dana ini untuk kelanjutan pembangunan RSUD Manado, kemudian untuk renovasi Pasar Bersehati serta pembangunan infrastruktur berupa jalan, jembatan dan drainase di Kota Manado,” ujar Walikota saat kunjungan tersebut.

Walikota menjelaskan, kegiatan yang tidak bisa dibiayai oleh APBD, nantinya akan menggunakan dana pinjaman ini.

“Ini bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43 tahun 2021 ini nantinya akan dicantumkan pada perda APBD,” ujar Andrei Angouw.

Rencana pinjaman ini, menurut Walikota sudah disampaikan ke DPRD Manado melalui Surat Nomor 900 tertanggal 2 Agustus 2021.

Adapun pinjaman Rp 205 miliar tersebut menggunakan bunga pinjaman 6,19 persen dengan jangka waktu selama 8 tahun.

Jadi, dengan kehadiran Walikota di PT SMI maka Pemkot Manado, dalam hal ini, Walikota telah mengajukan surat pinjamannya secara resmi, sehingga tinggal menunggu proses pencairan dari pihak PT SMI. (lk)