Meimonews.com – Calon-calon pemimpin Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang memiliki kapasitas, kapabel dan tidak transaksional masih banyak.

Mereka itu adalah dosen-dosen yang tersebar di fakultas-fakultas dan lembaga pendidikan di Unsrat yang berpredikat profesor, doktor dan lain-lain.

“Bila dipercayakan kepada mereka, diyakini, Unsrat akan semakin maju dan berkembang,” ujar Prof. Dr. Ir. Fabian J. Manoppo dalam percakapan dengan Meimonews.com di Manado, baru-baru.
Mereka itu, sambung Dekan Fakultas Teknik Unsrat ini,  bisa mengangkat citra/keberadaan Unsrat menjadi lebih baik dari yang ada sekarang, walau diakui, sekarang ini sudah termasuk baik.

Menjadi pertanyaan, apakah mereka (calon-calon pemimpin itu) diberi kesempatan lewat mekanisme yang ada (pemilihan oleh para anggota Senat Unsrat dan perwakilan Kemendikbudristek) untuk menjadi pemimpin (Rektor) Unsrat ke depan, menggantikan Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc, DEA yang akan mengakhir masa kepemimpinan periode keduanya dalam waktu dekat ini ?

Fabian mengungkapkan, saat ini, ada program yang cukup bagus yang  hendaknya dikembangkan termasuk di Unsrat yaitu Merdeka Belajar, Kampus Merdeka, yang diprogramkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim.

Bila selama ini kita selalu berpikir bahwa sistem pendidikan itu sakral, tidak bisa berubah, papar dosen teladan II Unsrat ini, maka kita akan ketinggalan zaman. Kita mestinya berubah untuk menjadi lebih baik, lebih maju ke depan.

Pengurus Persatuan Insinyur Indonsia (PII) Manado ini menjelaskan, konsep Menteri Makarim dengan konsep belajarnya dengan Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, cocok dengan Revolusi Industri dewasa ini.

Dijelaskan, sistem pendidikan dulu hingga sekarang bukan jelek. Cuma, sistem ini sudah perlu ada perubahan. Harus menyesuaikan dengan keadaan. Dan, itu yang harus diadakan perubahan. “Kalau selama ini torang terlalu kaku dan menganggap terlalu sakral sistem pendidikan kita maka sudah seharusnya diubah,”  ujarnya.

Program Kemendikbudristek itu, tambah Pengurus Forum Dekan Fakultas Teknik Indonesia ini, sangat inovatif dan mengikuti perkembangan zaman. Sebab, dalam dunia pendidikan, hal-hal terkait dengan penelitian bisa berkembang dengan cepat.

Bagi orang yang sudah merasa mapan dengan sistem yang ada sekarang, sebutnya, program yang ditawarkan Menteri dengan lompatan-lompatan yang cukup signifikan untuk memajukan dunia pendidikan mengikuti revolusi industri ini, memang terasa lain, dan masih sulit menerima.

Sebagai calon Rektor, hal-hal yang sudah bagus harus dipertahankan sementara bila ada hal-hal yang perlu diubah/ditingkatkan hendaknya dilakukan dan mengikuti perkembangan yang ada, menuju Revolusi Industri 5.0.

Apalagi dengan adanya program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, para mahasiswa diberikan kesempatan belajar yang besar. Bukan karena sipil (jurusan) maka yang dipilih/diajarkan cuma hal-hal yang terkait dengan sipil melainkan, di samping hal-hal sipil tapi juga hal-hal lain agar kelak, setelah para mahasiswa lulus mereka bisa melakukan hal-hal yang diperoleh selama masa pendidikan seperti menjadi enterpreneurship, kewirausahaan. Mereka bisa siap pakai dan mandiri.

“Kalau selama ini torang hanya terfokus dengan kampus itu sendiri maka dengan adanya program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar  maka torang boleh berkolaborasi dengan universitas besar dan top dunia. Dan, itu ada. Torang boleh berkolaborasi dengan universitas lain dalam hal penelitian,” ujarnya.

Ditegaskan, dengan adanya Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, sekat-sekat yang ada, yang bisa menghambat kemajuan pendidikan jadi terhapuskan.
Dan, masih banyak lagi keunggulan-keunggulan dan manfaat jangka panjang dari program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar. Diyakini, bila pemimpin-pemimpin ke depan melaksanakan apa-apa yang ada dalam program tersebut maka lembaga pendidikan tinggi ini akan lebih maju dan berkembang.

Berkaitan dengan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Bersih Melayani (WBM), yang diyakini mengangkat citra/keberadaan Unsrat bila diterapkan, Fabian menyebutkan, program tersebut semestinya dilaksanakan karena merupakan program Presiden Joko Widodo yakni Reformasi Birokrasi di mana di dalamnya ada program Zona Integrasi.

Di dalam program  Zona Integritas ada dua yakni Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Bersih Melayani (WBM). Bersih dari korupsi dan melayani. Birokrat yang bersih dan melayani. Bukan bos ! Mindset ini yang mesti diubah. Dan, memang tidak gampang.
“Contoh yang paling gampang, torang (pimpinan) cenderung, mahasiswa dan dosen perlu pa torang. Torang beking torang pe suka-suka. Itu khan mental yang lama. Mestinya torang (pemimpin) melayani kepada mereka,” tandasnya.

Memang, sambungnya, mengubah itu susah tapi tergantung pimpinannya. Kalau dia mau dan mampu, itu bisa dilakukan. Kalau cuma bikin administrasi saja tapi tidak melaksanakannya, percuma. Dan, musti ada pengawasannya.

Di Fakultas Teknik sudah diterapkan. Makanya, Fakultas yang dipimpinnya telah mendapat predikat Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan sudah diikutkan dalam program WBM.

Bila terpilih sebagai Rektor Unsrat Periode 2022-2026, dengan prestasi atau capaian yang diperoleh termasuk sebagai Dekan Fakultas Teknik Unsrat dua periode, Fabian akan melaksanakan program Presiden Joko Widodo yakni Reformasi Birokrasi, program Kampus Merdeka, Merdeka Belajarnya Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim inovasi-inovasi dan program-progran lain yang sudah disusunnya dalam visi, misi dan program sebagai Calon Rektor Unsrat. (fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Daerah Optimalkan Daerah Sehatkan Keluarga (RSUD ODSK) baru diresmikan oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE pada 23 April 2022 menyusul launching pada 1 April 2022 , namun kebutuhan pasien dimudahkan dan diprioritaskan.

Sejalan dengan itu, pelbagai upaya dan langkah dibuat pihak manajemen agar kepuasan pasien dan keluarga terpenuhi. Halmana, sejalan dengan motto rumah sakit yakni Our Patient’s, Our Priority (Torang Pe Pasien, Torang Pe Prioritas).

“Kebutuhan dan kepentingan pasien merupakan prioritas manajemen rumah sakit ini (RSUD ODSK),” ujarvDirut RSUD ODSK dr. Enrico H. Rawung, MARS kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Kamis (9/6/2022).

Baca juga : Dipimpin dokter Andi Silangen, RSUD ODSK Sukses Lakukan  Operasi Perdana Bedah Digestik

Ia lantas menguraikan langkah dan upaya manajemen rumah sakit terkait dengan kepuasan pasien tersebut.

Dijelaskan, ada dua pintu masuk di RSUD ODSK, yang pertama, bila pasien dalam kondisi darurat, langsung ke IGD (Instalasi Gawat Darurat), sementara non darurat atau yang rujukan dari RS kelas C, pasien ke poliklinik. Di sini, ada yang namanya anjungan pasien mandiri.dia daftar secara digital dan memilih sendiri dokter atau poliklinik yang pasien perlukan. Kemudian, dia mendapatkan kertas dan perlu ke ruang registrasi.

Begitu pasien tiba di RS, di depan pintu masuk, counter masuk, ada yang merah, dia daftar di situ, dokter atau poliklinik yang dipilih, yang diklik dan akan keluar kertas, nota untuk kemudian ke ruang registrasi, yang akan mengarahkan ke doktet atau poliklinik mana yang dituju.

Kalau pasien BPJS, akan terverifikasi kepesertaannya, dan akan keluar surat egalitas bahwa dia benar-benar pasien BPJS, yang rajin atau taat membayar iuran agar proses pembayaran pengobatannya bisa diklaim BPJS. Begitu keluar, dia akan ke poliklinik yang dituju untuk mendapat pelayanannya dan kemudian dia pulang.

Baca juga :  Masyarakat Sulut Diajak Manfaatkan Momen Keringanan PKB

Untuk pasien yang non BPJS, yang membayar,  maka ketika di proses registrasi akan keluar stroke pembayaram, yang bisa dibayar pakai  cris secara caselest  atau bayar cash/langsung kemudian dibrigjing ke E-Pendapatan Bapenda atau Dispenda.

Jadi, sebutnya, kebocorannya nol. Setiap uang pendapatan, uang masuk, langsung ke report ke sistem Bapenda/Dispenda. Setelah itu, pasien ke atas untuk mendapatkan pelayanan, kemudian bisa pulang.

Kalau dia (pasien) baik BPJS maupun non BPJS harus menginap, dari poli, dia akan dikirim ke ruang rawat inap untuk menginap di kamar yang tersedia. Demikianpun pasien yang gawat darurat, yang perlu rawat nginap, disediakan tempat/kamar nginapnya. “Jadi, dibuat sesimpel mungkin pelayanan kepada pasien-pasien,” ujarnya.

Baca juga : Menkes Beberkan Cara Cegah Hepatitis Akut

Untuk kasus-kasus tertentu, pasien yang tidak sadar, kita tidak tahu siapa keluarganya, tidak bawa uang, kedaruratan. Kita handle dulu. Kita life saving dulu. Kita selamatkan dulu nyawanya. Bila sudah sadar baru diproses administrasinya.

Jadi, diutamakan dulu adalah bagaimana menolong orang, menyelamatkan pasien, menyelamatkan nyawanya. Masalah administrasi adalah tahap yang kedua.

Kalau pasien yang tidak mampu bayar ? Kalau pasien demikian, setelah kita rawat, kita siapkan carity program. Sudah ada beberapa pasien demikian yang kita tangani. Kita yang di rumah sakit yang melakukan dan melaporkan kepada pimpiman.

Baca juga : KTN Hadirkan Kepala BNN Sulut sebagai Pembicara Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMA Katolik St. Ignatius Malalayang

RS ODSK memiliki 380 kamar. Satu lantai ada sekitar 30 kamar. Kamar-kamar tersebut tersebar di lantai 6 sampai lantai 11. Jenis kamarnya ada VVIP,  VIP, kelas 1 hingga kelas 3.

Dokter sekitar 60-an sudah termasuk dokter umum,  dokter spesialis dan dokter sub spesialis. Yang pasti semua layanan yang sudah dibuka full, dokternya sudah terpenuhi Operasionalnya sudah memenihi syarat.

Total tenaga medis dam non medis sekitar 300-an, yang terdiri dari dokter, perawat, admin dan tenaga penunjang lainnya.

Dokter Enrico dipercayakan jadi Dirut pada 21 Maret 2022. Hanya 10 hari setelah dilantik sebagai Dirut, rumah sakit yang dipimpinnya angsung dioperasionalkan. “Biasanya tiga bulan persiapannya.tapi saya hanya 10 hari. Saya percepat,” tukasnya tanpa bermaksud membanggakan diri.

Diungkapkan, waktu ia dipercaya memimpin rumah sakit ini, ‘mesinnya’ belum jalan. Sub sistemnya belum jalan. Kemudian, dipacu pelaksanaannya. Semua instalasi yang ada, baik utama maupun penunjang langsung dioperasionalkan. Yang macet-macet langsung dibenahi dan dibereskan dalam waktu cepat.

“Awal-awalnya, core bisnisnya yaitu pelayanan medik dibikin start lebih awal. Rumah sakit core bisnisnya khan pelayanan medik, kita bikin berjalan secara stabil. Dan, itu sudah dilakukan PPA baik dokter spesialis, dokter umum, perawat dan tenaga medis lainnya. Mereka sudah bekerja secara kolaboratif,” paparnya. (af)

Meimonews.com – Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Manado yang berada di Jalan Boulevard Manado diinspeksi Walikota Manado Andrei Angouw, Rabu (8/6/2022) siang.

Kehadiran Walikota di dampingi Kabag Umum Setda Noviyanti Mongkau di MPP tersebut untuk melihat kondisi kantor dan ruangan serta beberapa counter pelayanan yang ada di lokasi ini.

Baca juga : Walikota Manado : Pelaksanaan Parkir Bahu Jalan Harus Sesuai Konsep dan Visi Pembangunan Kota

Orang nomor satu di Ibukota Provinsi Sulut ini ingin memastikan berbagai fasilitas yang ada dan tersedia menunjang aktivitas pelayanan kepada masyarakat. Terdapat beberapa fasilitas yang masih kurang dan harus dilengkapi menjadi perhatian Walikota.

Kantor MPP ini, memang belum lama beroperasi. Sebab bangunannya baru selesai dibangun setelah bertahun-tahun terbengkalai.

Baca juga : Buka Kegiatan Penajaman Cascading Kinerja Pemkot, Walikota Ingatkan Tolok Ukur Pencapaian Target

Bagi mantan Ketua DPRD Sulut ini, kehadiran Kantor MPP yang sangat megah ini tentunya dimaksudkan untuk   menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat.

Artinya, kehadiran MPP ini dapat membantu masyarakat dan mempermudah untuk berbagai urusan administrasi dan segala surat menyurat serta masalah perijinan. (lk)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, menata parkiran tentu harus disesuaikan dengan konsep dan visi pembangunan Kota Manado dalam melakukan penataan kota

Penegasan tersebut disampaikan Walikota Manado ketika mengikuti pembahasan teknis tentang Pelaksanaan Parkir Bahu Jalan di ruang rapat Kantor Walikota, Rabu (8/6/2022)

“Ada hal-hal yang harus terintegrasi dengan program pembangunan lainnya. Maka harus dibicarakan lebih lanjut dengan instansi terkait,” ujar pejabat yang sangat peduli terhadap pembangunan infrastruktur untuk kepentingan rakyatnya.

Baca juga : Buka Kegiatan Penajaman Cascading, Walikota Ingatkan Tolok Ukur Pencapaian Target

Konsep yang ditawarkan pihak ketiga direspon Walikota namun disampaikan bahwa ada hal-hal substansial yang harus dibahas bersama instansi teknis berdasarkan program pembangunan yang sedang dilaksanakan di Kota Manado.

Sebelum memberikan respon, Walikota yang di dampingi Sekretaris Dinas PerhubunganJeffry Worang dan Kabag Umum Setda Noviyanti Mongkau, mendengarkan pemaparan pihak perusahaan/pihak ketiga yang menawarkan konsep parkiran di Kota Manado.

Baca juga : Peringatan Setahun Kepemimpinan AARS Diwarnai Ibadah dan Launching Batik Manado

Pihak ketiga menyampaikan beberapa contoh penerapan sistem dan aplikasi parkir ini di beberapa daerah di Indonesia yang sudah diterapkan seperti di Semarang, Batam, Makasar dan lain-lain. (lk)

Meimonews.com – Momen membuka pelaksanaan kegiatan Penajaman Cascading Kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dipakai Walikota Andrei Angouw untuk mengingatkan aparat Pemkot Manado terhadap kinerja yang hendak dicapai.

Ketika memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Gran Puri Manado, Selasa (7/6/2022), Walikota memaparkan soal tolok ukur agar dapat mencapai target dari visi dan misi AARS (Andrei Angouw dan Richard Sualang) sesuai dengan RPJMD Pemkot Manado saat ini.

“Dengan ada target, semua pekerjaan akan menjadi jelas dan saya berharap hal ini menjadi acuan dalam melaksanakan pekerjaan kita. Sekali lagi bahwa target-target itu tercapai dan realistis,” ujar Walikota.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini lantas memberikan beberapa contoh dari beberapa Dinas/Badan yang harus dilakukan sesuai tupoksinya dalam meningkatkan kinerja.

Walikota menyarankan beberapa hal penting yang harus dilakukan oleh Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, PTSP, Dinas Pariwisata dan Dinas/Badan lainnya supaya fokus dengan target dan tolok ukur yang sudah disiapkan sesuai dengan tupoksi masing-masing SKPD.

Di kesempatan tersebut, Walikota juga kembali menyinggung soal gaji dan honor bagi ASN dan THL yang sering tertunda.

Masalah ini sering diutarakannya dalam berbagai pertemuan dan kegiatan bersama jajaran pemerintah kota. Baginya, hal seperti ini akan mengganggu kinerja. “Makanya harus diperhatikan soal gaji ini,” tegas Walikota.

Kegiatan diawali laporan Kepala Bapelitbangda Kota Manado Dr. Lini Tambayong yang memaparkan tentang substansi kegiatan pelaksanaan ini serta hasil evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) Kota Manado beberapa tahun terakhir sejak 2011-2021 berdasarkan RPJMD Kota Manado.

Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Pemerintah Kota Manado Dr. Micler C.S. Lakat S.H.,M.H, para Asisten, Kepala Balitbangda Kabupaten Banggai, Kepala SKPD Pemerintah Kota Manado, para Camat dan peserta lainnya serta para narasumber dari Menpan RB. (lk)

Meimonews.com -Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ODSK Manado berhasil melakukan operasi perdana bedah digestif di Instalasi Bedah rumah sakit, Senin (6/6/2022).

Operasi dipimpin dr. Fransiskus Andi Silangen, SpB, KBD yang adalah Ketua DPRD Sulut bersama dr. Toar Mambu, SpB, KBD dan turut didampingi Tim Bedah Digestif RSUP Prof. Kandouw yang dipimpin Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB, KBD.

Kepada wartawan, dokter Andi (sapaan akrab Fransiskus Andi Silangen) menjelaskan, operasi yang dipimpinnya adalah operasi laparascopic cholecystectomy untuk mengeluarkan batu empedu dengan menggunakan alat semacam teropong berkamera yang dimasukkan ke dalam rongga perut pasien dengan sayatan rekatif kecil/minimal.

“Dengan teknik ini, jika tanpa komplikasi, pasien bisa pulang dalam 1-2 hari setelah operasi,” ujar  dokter ahli bedah digestif ini.

Direktur RSUD ODSK dr. Enriko H. Rawung, MARS yang ikut mengawal jalannya operasi di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD ODSK menyambut gembira kesuksesan operasi ini.

Dokter Enriko menjelaskan, pasien yang dioperasi adalah seorang wanita berusia 70 tahun. Operasi dilaksanakan sejak jam 18:36-20:15 Wita, dan berjalan sukses.

“Ini membuktikan sistem internal RSUD ODSK telah handal dan sanggup melaksanakan operasi yang terbilang canggih ini,” ujarnya seraya menyebutkan, persiapan operasi cukup rumit, namun pihaknya gembira bisa operasi ini bisa berjala dengan baik.

Dari hasil laporan yang diterima, kondisi pasien pasca operasi baik dan stabil. :Jika tidak ada komplikasi besok atau lusa pasien bisa pulang,” ujar doktet Enrico.

Jenis operasi ini  adalah operasi canggih dengan menggunakan alat laparoscopi yang masih jarang dilakukakan di Sulawesi Utara.

Masalah penyakit batu empedu adalah masalah yang bisa mengganggu fungsi tubuh lain jika tidak ditangani dengan cepat.

Dikerahui, kalau meradang, si batu bisa menyebabkan fungsi liver terganggu, dan kolesterol jahat bisa tidak terkontrol.

Jika upaya mengeluarkan si batu dengan operasi bedah terbuka konvensional, maka pasien bisa dirawat berminggu-minggu di rumah sakit untuk menunggu luka operasi sembuh dengan resiko komplikasi infeksi pasca operasi.

Dengan teknik laparoskopi, hari ini operasi, besok pasien bisa pulang, karena luka sayatan operasi sangat kecil. (lk)

Meimonews.com – Beberapa personil Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut mengirim utusan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Keuangan Daerah yang diselenggarakan di Hotel Bidakara, Kamis (2/6/2022)

Personil Bapenda Sulut yang ikut dalam Rakornas tersebut adalah Olvie Atteng (Kepala), Conny Kuhon (Sekretaris), Erick Tambun (Kabid Anggaran) dan Melky Matindas (Kabid Aset).

Selain itu, sejumlah dari Kabupaten/Kota se-Sulut dalam kegiatan yang secara nasional diikuti perutusan 27 Provinsi dan 215 Kabupaten/Kota se-Indonesia.

Rakornas dibuka Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan ditutup Dirtjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemedagri). Dalam Rakornas sehari ini diadakan tiga panel diskusi dengan menampilkan sejumlah pembicara.

Panel pertama yang mengangkat tema  Bimbingan Percepatan Realisasi APBD dan Penggunaan Produk Dalam Negeri menampilkan pembicara dari BPK, KPK, Reskrim Mabes Polri, Kejagung dan BPKP.

Panel kedua dengan tema Kebijakan dan Implementasi Percepatan Realisasi PAD dan Penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) serta Pelaksanaan Program Taspen menampilkan pembicara dari LKPP, Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Ditjen Bina Pembangunsn Daerah Kemendagri dan Direksi PT Taspen.

Panel ketiga dengan tema Kebijakan dan Implrmentasi Pengelolaan Keuangan Daerah menampilkan pembicara yakni Sekretaris Ditjen Bina Keuangan Daerah, Direktur Perencanaan Anggaran Daerah, Direktut Pelaksanaam dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah, Direktur Patda, Direktut Fasilitasi Dana Perimbangan dan Pinjaman Daerah serta Direktur BUMD, BLUD dan BMD.

Padaa Rakornas, diadakan Penganugerahan Realisasi PAD Tahun 2021 berupa Realisasi Patda Tertinggi, Realisasi Belanja Daerah Tertinggi, Realisasi Peningkatan PAD Tertinggi, dan Penghargaam Realisasi Program Taspen (Taspen Award).

Dalam percakapan dengan Meimonews.com via WA, Senin (6/6/2022), Sekretaris Bapenda Sulut Conny Kuhon mengungkapkan, pada Rakornas tersebut, beberapa Kabupaten/Kota di Sulut mendapat penganugerahan/penghargaan.

Kabupaten Bolaang Mongondouw meraih penghargaan tertinggi tingkat Kabupaten sementara Kota Kotamobagu untuk tingkat Kota. Khusus penghargaan peningkatan PAD, Kota Tomohon masuk kategori tertinggi. (af)

Meimonews.com – Memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-77 Pancasila dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Dokter Bhinneka Tunggal Ika (DBTI)
dan HUT ke-3 Gerakan Pembumian Pancasila (GPP), Pengurus DBTI dan GPP lewat Panitia menggelar Seminar di Gedung Kebangkitan Nasional, Jakarta, Rabu (1/6/2022).

Sejumlah pembicara tampil pada seminar tersebut yakni Guntur Soekarno (Putra Bung Karno), Ganjar Pranowo (Ketua Alumni UGM), Daldiyono (sesepuh  DBT), Putu Moda Arsana (perintis DBTI dan Ketua Konsil Kedokteran Indonesia), Arief Hidayat (Hakim Mahkamah Konstitusi), Andre Rahadian (Ketua Ikatan Alumni UI), Antonius Manurung (Ketua Umum DPP GPP). Hariyono Wakil Ketua BPIP), dan Bondan Kanumoyoso (sejarawan dari UI).

Guntur mèngungkapkan, Bung Karno sering mengatakan bahwa yang terpenting bagi sebuah ideologi adalah pro rakyat. Pancasila merupakan ideologi yang pro pada rakyat karena digali berdasarkan kondisi dan keprihatinan rakyat.

Pembumian Pancasila, sebut Guntur mengutip perkataan Bung Karno (ayahhandanya), harus diartikan sebagai upaya menjadikan Pancasila sebagai way of life dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Menurut Bung Karno, Pancasila merupakan meja statis dan dinamis. Sebagai meja statis merupakan tempat di mana di atasnya terdapat wilayah negara Indonesia. Sedangkan meja dinamis adalah Pancasila sebagai dasar ke mana bangsa dan negara Indonesia menuju yaitu masyarakat sosialis religius yang berketuhanan,” ujar Guntur.

Ketua Alumni UGM Ganjar Pranowo menegaskan, dari segi perwujudan Pancasila, pembumian Pancasila berarti harus berani dan tidak ragu terhadap kaum radikal yang hendak mengganti Pancasila.

“Selain itu, perlu pula disertai contoh teladan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” tandas Gubernur Jawa Tengah ini.

Wakil Ketua BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) Hariyono mengemukakan, 1 Juni 1945 sebagai hari kelahiran Pancasila memiliki bukti historis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Namun, tambahnya, 1 Juni 1945 tidak dapat dilhat sebagai suatu episode yang terpisah dari perjuangan bangsa dan tidak dapat ditafsirkan secara regimentatif. “Tanpa memahami sosok Bung Karno kita tidak dapat memahami Pancasila,” tegasnya.

“Pancasila jangan hanya dilihat hanya dari kelahirannya pada pidato 1 Juni 1945, tapi sebenarnya Bung Karno sudah memikirkannya jauh sebelumnya dan terus berproses sejak masih di Bandung,” tambah Bondan Kanumoyoso, sejarawan dari UI.

Pancasila, menurutnya, lahir dari keprihatinan bangsa Indonesia pada waktu itu. Pancasila bukan lahir dalam semarak gegap gempita, melainkan dari keprihatinan rakyat. Tanpa pemahaman yang utuh mengenai lahirnya Pancasila maka dapat terjadi disorientasi.

“Perlu juga melihat bagaimana perwujudan Pancasila dalam praktik nyata sebagai dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta juga melihat Pancasila yang tumbuh di antara bangsa-bangsa di dunia,” kata Bondan.

Dalam percakapan lewat telefon dengan Meimonews.com, Kamis (2/6/2022), Paulus Januar (Panitia Pengarah) menjelaskan, di akhir kegiatan peringatan Harla Pancasila, dibacakan Deklarasi yang disampaikan DBTI dan DPP.

Pada deklarasi tersebut antara lain diharapkan penetapan 1 Juni 1945 sebagai hari lahir Pancasila tidak hanya dalam bentuk Keputusan Presiden tapi sangat perlu dikuatkan dalam bentuk Undang-Undang.

“Selain itu, mengimbau Presiden Republik Indonesia agar menumpas seluruh kekuatan deideologisasi Pancasila,” sebut Paulus mengutip sebagian isi deklarasi. (lk)

Meimonews.com – Memperingati 60 Tahun Hidup Membiara Mgr. Josephus ‘Yos’ Suwatan MSC, Komunitas MSC Wilayah Sulawesi dan Kalimantan Timur (Sulkaltim) menggelar Misa Syukur di Kapel Biara MSC Paal 3 Karombasan Manado, Selasa (31/5/2022).

Mgr.Yos memimpin misa di dampingi Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dan Superior Daerah (Supda) MSC Sulkaltim Pastor Herry Purasa MSC.

Usai misa, acara syukuran dilanjutkan dengan pemasangan lilin, pemotongan kue dan penyerahan kue dari Mgr. Yos kepada Mgr. Rolly, Pastor Tinggogoy MSC dan Pastor Agus Sumaraw Pr,  penyuapan kue dari Supda MSC Sulkaltim Pastor Herry Purasa kepada Mgr. Yos dan makan bersama di samping biara (didirikan tenda). Di sela acara, Mgr. Rolly didaulat Pastor Igo MSC untuk meminta menyanyikan lagu Ave Maria guna menghibur dan menyemarakkan acara.

Sejumlah pastor, frater, bruder, suster dan undangan terbatas menghadiri acara syukuran Mgr. Yos, Uskup Emeritus Manado tersebut dengan tetap mengikuti prokes yang ada.

Walaupun sudah berunur lansia (82 tahun),  namun biarawan kelahiran Tegal, 10 April ini masih kuat berdiri dan memimpin langsung misa termasuk memberikan kotbah.

Baik Mgr. Rolly, Pastor Herry, sejumah pastor lain, frater, bruder, suster maupun umat yang menghadiri perayaan syukur ini terlihat dan bersyukur karena Mgr. Yos masih diberi kekuatan dan memimpin langsung misa syukur 60 tahun mantan Uskup Manado dan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) ini.

Mgr. Yos berterima kasih karena bisa merayakan ulang tahun hidup membiaranya yang ke-60 tahun. Banyak sukaduka dialaminya mulai dari ketertarikannya untuk masuk seminari dan komunitas MSC.

Mantan Mahasiswa Fakultas Kedokteran ini tak menyangka bisa menjadi seorang imam, biarawan bahkan bisa menduduki jabatan pelayanan seperti Provinsial MSC Indonesia, Uskup Manado dan bahkan Ketua KWI tersebut.

Mgr. Rolly mengapresiasi perjalanan pengabdian, panggilan Mgr. Yos mulai dari saat menjadi seorang biarawan, seorang imam, bahkan sampai menduduki jabatan penting seperti Uskup Manado bahkan Ketua KWI.

“Mgr. Yos telah mengabdikan diri lewat komunitas (MSC), hidup bersama, lewat hidup doa, sebagai lansia dan sedang menerjemahkan sebuah buku dari bahasa Belanda ke bahasa Indonesia, untuk menunjukkan aktivitasnya  sebagai anak (Bunda) Maria. Ini menunjukkan semangatnya tetap ada,” ujar Mgr. Rolly.

Provinsial MSC Indonesia Pastor Samuel Maranresy dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asistem 3 Bruder Yanny Wati mengakui peran cukup beaar dari Mgr. Yos dalam karya pelayanannya termasuk untuk komunitas MSC.

Satu hal yang istimewa dalam diri Mgr. Yos Suwatan adalah kesetiaan beliau dalam komunitas.  Bukan hanya komunitas dunia nyata tapi juga dunia maya. Di era teknologi internet, beliau  juga tetap eksis dalam WA Group MSC Indonesia.

“Mgr. Yos selalu hadir dengan sapaan-sapaan beliau dan postingan-postingan yang memancing diskusi para konfrater. Misal yang terakhir adalah mengingatkan Hari Lanjut Usia Nasional (29 Mei),” sebut Pastor Samuel. (lk)

Meimonews.com – Ada harapan yang disampaikan Dewan Pertimbangan (Depertim) dan Moderator kepada Pengurus dan Anggota PMKRI Calon Cabang (CC) Gorontalo di momen peringatan Dies Natalis ke-75 PMkRI (nasional) yang diselenggarakan di Sekretariat/Margasiswa PMKRI Calon Cabang (CC) Gorontalo St. Yohanes Paulus II, Jl. P. Kalengkongan Kelurahan Tenda Kota Gorontalo, Rabu (25/5/2022).

Talulembang Sule (salah satu Depertim PMKRI CC Gorontalo) berharap, peringatan Dies Natalis ke-75  PMKRI ini menjadi momen bagi PMKRI Calon Cabang Gorontalo St. Yohanes Paulus II untuk ke depan bisa betbuat yang terbaik untuk negara, masyarakat dan gereja.

Baca juga : Masyarakat Sulut Diajak Manfaatkan Momen Keringanan PKB

“Sebagai mahasiswa Katolik diharapkan mampu berkipah, memberikan yang terbaik, menjadi kader-kader terbaik yang berjuang negara, bangsa dan gereja,” ujar Lembang, sapaan akrab Talulembang Sule, yang bersama Lexie Kalesaran (Pembina) menjadi pemrakarsa kehadiran PMKRI Gorontalo.

Selain itu, Lembang menegaskan, kader-kader PMKRI harus kritis dan mengambil peran bila ada hal-hal berkaitan dengan permasalahan kebangsaan. “Kader-kader PMKRI termasuk di Gorontalo harus tampil terdepan dalam menanggapi isu-isu nasional,” harapnya.

Baca juga : Wujud Peduli Lingkungan, Karyawan Freshmart Bersih-bersih Muara Sungai Sario

Sementara Pastor Ronny Singal Pr (Moderator) menegaskan, tema yang diusung dalam dies kali ini yakni Kolaborasi Membangun Negeri berarti ada semacam cita-cita untuk mampu bersinergi, bekerjasama dengan pihak-pihak terkait.

“Entah dengan Pemerintah dan Gereja, untuk menjadi satu kekuatan dalam membangun Indonesia yang kita cintai,” ujar Pastor Ronny yang adalah juga Pastor Paroki St. Kristoforus Gorontalo.

Baca juga : Pertama Kali Ikut Lomba OSN, SMA Katolik St. Ignatius Malalayang Siapkan 10 Siswa

Dies Natalis ke-75 PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) St. Thomas Aquinas (nasional) 25 Mei 2022 yang diselenggarakan PMKRI Gorontalo diawali Misa Syukur yang dipersembahkan Moderator Pastor Ronny Singal Pr.

Usai misa dilanjutkan dengan Sidang Kehormatan yang dipimpin Ketua Presidium PMKRI CC Gorontalo St. Yohanes Paulus II Jujur Marpaung, dengan agenda antara lain pembacaan sejarah lahir PMKRI (nasional), sambutan-sanbuatan, selayang pandang kegiatan PMKRI Gorontalo dan penyerahan sertifikat bagi yang telah lulus MPAB (Masa Penerimaan Anggota Baru).

Baca juga : Menkes Beberkan Cara Cegah Hepatitis Akut

Acara selanjutnya adalah Syukuran yang ditandai pemotongan nasi tumpeng oleh Ketua Presidium PMKRI Calon Cabang Gorontalo St. Yohanes Paulus II Jujur Marpaung dan diserahkan kepada Pastor Ronny Singal Pr, Pembimas Reine Koraag serta Depertim Daud Sandalayuk dan Wimala Weliangan. Setelah itu, makan bersama.

Kegiatan dies ini dihadiri Moderator PMKRI CC Gorontalo Pastor Ronny Singal Pr, Pembimas Katolik Kemenag Gorontalo Reine Koraag, Depertim Talulembang Sule, Daud Sandalayuk dan Wimala Weliangan, Pembina Lexie Kalesaran, Pengurus dan Anggota PMKRI Gorontalo, Pengurus Kelompok Kategorial dan Teritorial Paroki St. Kristogorus Gorontalo serta undangan lainnya. (af)