Meimonews.com – Lima penjabat Kepala Daerah di Provinsi Sulawesi Utara dilantik Gubernur Sulut Prof. (Hc). DR. (Hc) Olly Dondokambey, SE di Ruang Mapalus Kantor Gubernur, Senin (25/9/2023).

Turut hadir pada pelantikan di antaranya Wakil Gubernur Sulut Drs Steven OE Kandouw, Ketua TP-PKK Sulut Rita Maya Dondokambey – Tamuntuan, Sekretaris TP-PKK Sulut Kartika Devi Kandouw – Tanos, Sekdaprov  Sulut Steve Kepel dan jajaran Pemprov Sulut serta Bupati/Walikota se – Sulut.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan lima penjabat Kepala Daerah tersebut dilakukan menyusul berakhirnya masa jabatan Kepala Daerah (Bupati/Walikota) di lima kabupaten/kota yang dilantik pejabatnya pada 25 September 2023.

Kelima Kepala Daerah yang berakhirnya masa jabatan mereka adalah Tatong Bara (Walikota Kotamobagu), Depri Pontoh (Bupati Bolmut), Royke Roring (Bupati Minahasa), James Sumendap (Bupati Minahasa Tenggara) dan Evangelin Sasingen (Bupati Kepulauan Siau, Tagulandang dan Biaro).

Pengisian Penjabat Bupati maupun Penjabat Walikota diusulkan Gubernur dan DPRD masing-masing daerah. Untuk penetapannya merupakan kewenangan Pemerintah Pusat dalam hal ini yaitu Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia.

Kelima penjabat kepala daerah yang dilantik itu adalah Penjabat Walikota Kotamobagu Asripan Nani, yang adalah Asisten II Sekdaprov Sulut, Penjabat Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Sirajudin Lasena (Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sulut),

Penjabat Bupati Minahasa Jemmy Kumendong (Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sulut), Penjabat Bupati Minahasa Tenggara Ronald Sorongan (Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulut), dan Penjabat Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Joy Oroh (Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Sulut). (Fer)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menganugerahkan gelar doktor kehormatan (honoris causa) kepada Gubernur Sulut Prof. (HC) Olly Dondokambey, SE pada acara penganugerahan di Auditorium Unsrat Manado, Kamis (21/9/2023).

Penganugerahan Doktor Honoris Causa (HC) pertama kali sejak kehadiran Unsrat 62 tahun lalu itu dilakukan Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng. IPU, ASEAN Eng di hadapan pimpinan dan anggota Senat Akademik serta undangan lainnya.

Dalam kata pengantarnya, Rektor memberi penjelasan mengapa sampai Unsrat Manado memberikan gelar doktor kehormatan kepada Gubernur Olly Dondokambey, apalagi penganugerahan ini baru pertama kalinya terjadi sejak adanya perguruan tinggi negeri ini.

Rektor menjelaskan, penganugerahan doktor kehormatan kepada Olly Dondokambey selaku Gubernur Sulut dan juga sebagai Dewan Penyantun Unsrat merupakan pemberian gelar doktor kehormatan pertama setelah Unsrat berusia 62 tahun.

Pemberian gelar doktor kehormatan ini berdasarkan hasil kajian Tim yang dibentuk Rektor dan pertimbangan diberikan oleh Senat Akademik Unsrat, di mana Gubernur Olly Dondokambey memiliki kinerja luar biasa dalam berbagai karya di bidang manajemen pemerintahan dan kemasyarakatan.

Karya tersebut berdampak positif pada kemajuan pembangunan dalam berbagai aspek di Sulut.

Gubernur Sulut Prof. (HC) Olly Dondokambey, SE selaku Promovendus dalam orasi ilmiahnya antara lain mengemukakan, karya manajemen pemerintahan dan kemasyarakatan yang ia lakukan terinspirasi dari ide Sam Ratulangi, tokoh nasional asal daerah ini, yang telah menulis buku Posisi Strategis Indonesia di Pasifik tahun 1937.

“MImpi saya untuk mewujudkan ide Sam Ratulangi menjadi kenyataan, memicu saya bekerja keras untuk  mencapainya,” ujar Olly.

Hal ini, sambungnya, bisa terlaksana karena juga didukung oleh Pemerintah Pusat dan seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Utara. (FA)

Meimonews.com  – June E. Silangen, SE, Ak, MM dilantik Gubernur Sulut Olly Dondokambey sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut. Pelantikan  pengambilan sumpah jabatan dilakukan bersamaan dengan pelantikan delapan pejabat administrator lain di lingkungan Pemprov Sulut yang diadakan di Ruang CJ Rantung Kantor Gubernur, Rabu (20/9/2023).

Sebelum pelantikan dan pengambilan sumpah/janji sebagai Kepala Bapenda, June dipercayakan Pemprov Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw sebagai Sekretaris dan merangkap Pelaksana Tugas (‘Plt).

Delapan jabatan Pimpinan Tinggi Pratama lainnya yang dilantik fan diambil sumpah/janji (selain June) adalah Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Daerah  (PMPTSPD) Sulut  Syaloom Korompis, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sulut Elvira Katuuk, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Daerah Sulut Rahel Rotinsulu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut Adolf Tamengkel.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Daerah Sulut Darwin Muksim, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah Sulut Deicy Paath, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (POD) Sulut Andra Mawuntu, dan Kepala Biro Perekonomian Sulut Reza Dotulung,

Kesembilan pejabat tersebut sebelumnya telah mengikuti Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemprov Sulut. Pelantikan dilakukan setelah mendapat rekomendasi Komisi Aparatus Sipil Negara (KASN).

Gubernur menegaskan, setelah mendapat kabar dari KASN maka tidak menunggu lama, langsung diadakan pelantikan agar pejabat yang dilantik langsung bekerja.

Pelantikan ini turut disaksikan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Sekdaprov Sulut Steve Kepel dan pejabat teras Pemprov Sulut.

Usai dilantik sebagai Kepala, June diterima pejabat dan staf Bapenda Sulut, yang kantornya bersebelahan dengan kompleks Kantor Gubernur.

June dikejutkan dengan pengalungan bunga oleh seorang staf ketika memasuki pintu utama Kantor Bapenda serta tari dan lagu oleh pejabat dan staf Bapenda.

Ucapan selamat berupa jabat tangan diterima June dari pejabat rekan kerjanya selama ini serta staf Bapenda.

Suasana riang gembira terus terlihat walau June sudah memasuki ruang kerjanya selama ini di lantai bawah, samping kanan pintu masuk. Ruang kerja Kepala Bapenda berada di lantai dua.  (Fer)

Meimonews.com – Berbagai upaya dilakukan agar tidak adanya calo dan pungutan liar di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Manado.

Upaya yang dilakukan tersebut merupakan bentuk pelayanan terbaik bagi warga kota Manado yang berurusan dengan Dukcapil di ibukota Provinsi Sulut ini.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Dukcapil Kota Manado Erwin Kountu dalam percakapan dengan Meimonews.com di ruang kerjanya, Rabu (20/9/2023).

“Upaya yang kami lakukan ini sesuai dengan arahan dari pak Walikota Andre Angouw dengan maksud untuk memberikan yang terbaik bagi warga kota Manado,” ujar Kountu.

Oleh karena itu, mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo).Kota Manado ini tak segan melakukan pemantauan dan pengecekan langsung, dan bila ada temuan langsung diadakan penindakan.

Walikota pun tak segan melakukan pemantauan dan pengecekan langsung di lokasi/Dinas Dukcapil dan memberikan arahan/penegasan kepada pegawai agar memberikan pelayanan terbaik bagi warga serta tidak boleh ada calo dan pungli.

“Pak Walikota senantiasa melakukan monitoring terhadap perkembangan dan upaya yang kami lakukan dalam rangka membebaskan pengurusan kependudukan dan catatan sipil dari percaloan dan pungli,” ujarnya.

Pekerjaan berat ini, sebut Kountu yang baru beberapa bulan menjadi orang nomor satu di Dinas Dukcapil Manado, dikerjakannya penuh tanggung jawab dan berharap didukung semua staf agar Manado menjadi lebih maju dan hebat. (elka)

Meimonews.com – Polresta Manado menggelar Panggilan Luar Biasa (PLB) sebagai langkah proaktif dalam mengecek respon kesiagaan personilnya, Jumat (14/9/2023).

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan dan keterampilan anggota polisi dalam menghadapi berbagai situasi darurat dan penanganan keamanan yang memerlukan tindakan cepat.

Panggilan Luar Biasa ini merupakan bagian dari upaya Polresta Manado dalam memperkuat kapasitas dan kesiapan personil dalam menghadapi berbagai situasi yang dapat mengancam keamanan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan PLB dilakukan dengan serius dan realistis untuk mensimulasikan situasi darurat yang dapat terjadi kapan saja.

Dalam PLB ini, ada tolak ukur level respon kecepatan kehadiran personil yaitu level satu 15 menit, level dua 30 menit, level tiga 45 menit dan level empat 60 menit (1 jam) dalam situasi jam dinas.

Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto Parlindungan Sirait menjelaskan pentingnya pelaksanaan PLB ini dalam memastikan bahwa personil Polresta Manado siap menghadapi tantangan yang mungkin muncul.

“Kami harus selalu siap dan tanggap dalam menjaga keamanan masyarakat. PLB ini adalah salah satu cara untuk memastikan bahwa personel kami siap dan terlatih dengan baik,” ujarnya.

Selama pelaksanaan PLB, personil Polresta Manado diuji dalam berbagai skenario, termasuk penanganan kerusuhan, penanggulangan bencana alam, tindakan anti-terorisme, dan penanganan kasus-kasus kriminal berat.

Hal ini bertujuan untuk mengukur tingkat responsivitas dan kemampuan personel dalam menghadapi situasi-situasi kritis.

Kegiatan PLB ini juga melibatkan evaluasi terhadap perlengkapan dan peralatan yang digunakan oleh personil serta penilaian terhadap koordinasi antarunit.

Hasil dari PLB ini akan digunakan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan untuk meningkatkan kemampuan Polresta Manado dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Kapolresta Manado menyampaikan terima kasih kepada semua personil yang dengan tekun dan penuh semangat mengikuti kegiatan PLB ini. “Kami mengapresiasi kerja keras dan dedikasi personil Polresta Manado dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah kami. Dengan PLB ini, kami yakin kesiapan dan profesionalisme personel kami akan semakin meningkat,” ujarnya.

PLB yang dilaksanakan oleh Polresta Manado ini menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat serta memastikan bahwa personel mereka siap menghadapi setiap tantangan yang mungkin timbul di masa depan. (AF)

Meimonews.com – Koordinator Wilayah (Korwil) Konfederasi Serikat  Buruh Seluruh Indonesia (KSBI) Sulut Jack Andalangi menegaskan, pernyataan Walikota Manado Andrei Angouw yang termuat dalam akun media sosial Pemerintah Kota Manado dua hari lalu, tidak mendiskreditkan warga atau suku Talaud.

“Tapi, sejatinya hanya memotivasi dan mendorong kepada warga Kota Manado untuk tidak berhenti berkreativitas dalam bekerja dan selalu menciptakan lapangan kerja,” ujar Andalangi kepada Meimonews.com via WhasApp, Kamis (14/9/2023).

Jadi,  tambah Andalangi yang adalah juga pemerhati sosial kemasyarakatan asal Talaud ini, kalau ada kalimat tentang Talaud, yang dalam video tersebut, bukan berarti mendeskreditkan warga atau suku Talaud. “Jadi, sejujurnya, tidak ada niatan sedikitpun dari pak Walikota Manado untuk menghina warga Talaud,” tandasnya.

Dijelaskan, kalau menyimak baik-baik video tersebut tidak ada unsur penghinaan atau mendiskreditkan. Yang ada, hanya ada pesan moral yang sangat tulus dan inspiratif kepada warga Kota Manado atau siapapun bahwa hidup ini sebuah perjuangan yang menuntut kita untuk bekerja  keras dalam meraih kesuksesan untuk tujuan hidup lebih baik dan sejahtera.

Di dalam video tersebut, menurutnya, Walikota mengutip data BPS (Badan Pusat Statistik) tentang PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) perkapita tahun 2022 di mana Manado.menduduki urutan pertama yakni Rp. 96 juta, kemudian Bitung Rp. 89 juta, Minahasa Utara Rp. 78 juta dan terendah Talaud Rp. 27 juta.

Walikota, tambàhnya, menjelaskan pula bahwa Kota Manado adalah kota sangat menjanjikan untuk para pencari kerja (buruh/pekerja), dan kalau memiliki mental petarung, etos kerja yang tinggi, produktif (rajin) dan kreatif, maka tidak ada warga yang susah sekali. Kalaupun ada itu kemungkinan karena malas.

Di akun Pemerintah Kota Manado, selain dipapar urutan PDRB tahun 2022 yang diangkat Walikota, disebutkan pula bahwa siapa saja bisa datang dan mencari nafkah di Kota Manado, tapi tentu harus sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh pemerintah agar supaya ketertiban tetap terjaga.

Pemerintah harus membuat kebijakan yang tepat dan masyarakat harus memiliki etos kerja yang tinggi, harus produktif dan kreatif untuk bisa sama-sama menciptakan Kota Manado yang Maju dan Sejahtera. (elka)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. dr. RD Kandou (acap disebut RSUP Kandou) melaksanakan penandatangan kontak kinerja tahun 2023 di aula lantai 2 kantor pusat rumah sakit, Kamis (14/9/2023).

Semua personil rumah sakit Badan Layanan Umum (BLU) mulai dari Direksi, Manajer, Asmen, berjenjang sampai staf pelaksana melakukan penandatangan kontrak tersebut.

Tanda tangan kontrak kinerja dipimpin Plt. Direktur Utama  Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes, di dampingi Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang dr. Yeheskiel Panjaitan, SH.MARS, Direktur Layanan Operasional dr. Wega Sukanto, Sp. BTKV serta Direktur Perencanaan dan Keuangan Dr. Erwin Sondang Siagian, SSTP, M.Si.

Penandatanganan diawali Plt. Dirut dan para Direktur, dilanjutkan dengan Direktur bersama Ketua Tim Kerja (Manager) serta Manager dan Asisten Manager.

Dokter Ivonne menjelaskan, penandatangan kontrak kinerja ini harus dilakukan karena sesuai regulasi setiap pegawai harus melakukan tanda tangan kontrak kinerja dengan satu organisasi yang ditempatinya, dari pimpinan tertinggi sampai kepada staf pelaksana.

“Saya bersama Dewan Direksi RSUP Kandou sudah melaksanakan tanda tangan kontrak kinerja dengan Kementerian Kesehatan, dan saat ini RSUP Kandou akan melakukan tanda tangan kontrak kinerja mulai dari Dirut, Dewan Direksi, Ketua Tim Kerja dan Asisten Tim Kerja,” ujarnya.

Ditambahkwn, pola kinerja sudah tertata rapi sesuai dengan isi kontrak kerja pegawai yang mengacu pada indikator dari Direksi, selanjutnya pimpinan RSUP Kandou mengacu pada Kementerian Kesehatan.

Dengan demikian, dokter Ivonne berharap nantinya kontrak kinerja yang sudah sepakati bersama harus dijawab dengan menjalankan tugas sesuai komitmen di depan pimpinan.

“Terkait dengan kontrak kinerja ini akan berpengaruh pada pemberian remunerasi. Saya berharap item-item yang sudah dikontrak dapat tercapai,” ujarnya.

Untuk itu, dokter Ivonne mengajak kepada seluruh jajaran RSUP Kandou agar dapat bersatu bergandeng tangan, untuk memberikan mutu pelayanan yang baik kepada masyarakat. (Fer)

Meimonews.com – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw lewat Bapenda Sulut terkait dengan penerimaan pajak daerah, yang merupakan sumber pembiayaan daerah.

Sampai dengan 31 Agustus 2023, realisasi penerimaan pajak daerah tahun anggaran 2023 hampir mencapai 65 persen, tepatnya 64, 28 persen.

“Per 31 Agustus, penerimaan pajak daerah mencapai 64,28 persen atau sebesar Rp. 767.877.696.191dari target Rp. 1.1194.666.513.991,” ujar Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut June E. Silangen kepada Meimonews.com, Selasa (12/9/2023).

June pun merincikan poin-poin sumber pajak daerah, yang berjumlah lima item yakni pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), pajak air permukaan (PAP), pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) dan pajak rokok.

Dari lima item tersebut, empat di antaranya sudah mencapai di atas 50 persen, kecuali PAP yang baru mencapai 24,19 persen atau sebesar Rp. 1.330.222.892 dari target Rp. 5.500.000.000.

Kasubdit PTIPD Bapenda Sulut Gerry Rumondor

Ditambahkan Kasubdit PTIPD (Pengembangan Teknologi Informasi Pendapatan Daerah) Gerry Rumondor, PKB mencapai 62,43 persen yakni sebesar Rp. 255.968.126.344 dari target Rp. 410.000.000.004.

BBNKB mencapai 55,01 persen atau sebesar Rp. 172.216.934.625 dari target Rp. 313.081.027.979. PBBKB mencapai 75,08 persen atau sebesar Rp. 210.561.578.230 dari target Rp. 280.438.267.250. Untuk pajak rokok mencapai 68,84 persen dari target Rp. 185.647.218.750. (Fer)

Meimonews.com – Minggu (10/9/2023) warga Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) di Sulawesi Utara merayakan secara serentak Pengucapan Syukur Tahun 2023.

Terkait dengan momen tersebut, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE memberikan sambutan yang dibacakan di gereja yang merayakan oleh pejabat yang ditugaskan.

Di awal sambutannya, Gubernur mengajak untuk merenungkan dan mempersembahkan terima kasih atas anugerah yang telah diberikan melalui ungkapan rasa syukur yang mendalam kepada Maha Besar Tuhan (Opo Empung Wailan Wangko) atas berkatNya yang melimpah-ruah pada tahun ini.

Tradisi pengucapan syukur, menurutnya, merupakan warisan budaya yang sangat berharga bagi masyarakat Sulawesi Utara. “Acara ini bukan hanya sekadar perayaan panen, tetapi juga simbol dari kesatuan dan persatuan yang telah ada sejak zaman dahulu,” sebut Gubernur.

Kepala Ďaerah yang terpilih dua periode ini menegaskan, meskipun kita hidup di Kabupaten dan Kota yang berbeda, budaya dan kekerabatan kita tetap melekat kuat, menjadi sarana yang mempererat tali persaudaraan di antara kita semua, tanpa memandang suku, agama, atau latar belakang.

Karenanya, pengucapan syukur tahun ini adalah momentum yang penting bagi kita semua untuk bersatu dan bersyukur atas segala berkat dan kesuksesan dalam kehidupan serta keberhasilan panen yang telah kita capai.

“Kita harus mengapresiasi para petani dan mereka yang bekerja di sektor pertanian yang telah berkontribusi besar dalam mencukupi kebutuhan pangan kita,” tegasnya.

Selain itu, kita juga harus bersyukur atas berbagai prestasi dan kemajuan yang telah kita capai dalam berbagai sektor pembangunan di Sulawesi Utara, sehingga di tengah kebahagiaan ini, kita juga tidak boleh melupakan tanggung jawab kita sebagai warga negara yang baik.

Mari, ajak Profesor HC ini, kita terus berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menjaga lingkungan kita, dan membangun Sulawesi Utara yang lebih baik.

“Ini adalah tugas bersama kita semua, dan dengan persatuan dan semangat gotong royong, kita pasti dapat meraih kemajuan yang lebih besar di masa depan,” sebutnya.

Apalagi, di bulan September ini pula, menjadi waktu yang spesial bagi kita semua masyarakat Sulawesi Utara, karena kita akan memperingati HUT ke-59 Provinsi Sulut.

Dalam memeriahkan HUT tahun ini, Pemerintah Provinsi sedang dan akan menggelar beberapa kegiatan besar yang diharapkan dapat menghibur masyarakat sekaligus menjadi wadah untuk mempromosikan daerah kita.

Kegiatan tersebut antara lain, Pameran Discover North Sulawesi di Jakarta; International Yacht Competition; International Fishing Tournament; Upacara Peringatan HUT Provinsi di Pohon Kasih Megamas, serta Aeroshow Pesawat Tempur dan Parasut Show pada tanggal 23 September; serta Pesta Rakyat dan Pameran Pembangunan di Pasar Tematik Tongkaina.

“Untuk itu, dalam semangat Kerja Hebat untuk Sulut Lebih Maju, Saya mengajak kepada segenap Jemaat sekalian untuk dapat melanjutkan informasi ini kepada keluarga dan kerabat, dan kiranya bisa datang dan memeriahkan setiap event yang akan diselenggarakan,” sebutnya.

Gubernur mengingatkan ketika kita bersatu dalam Pengucapan Syukur ini, kita juga harus mengingat pentingnya menjaga Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) di wilayah kita.

Ditekankan bahwa perayaan ini harus dijalani dengan penuh kedamaian dan penghormatan terhadap orang lain. Kita semua tahu bahwa minuman keras dan perilaku yang mengganggu ketertiban dapat merusak suasana perayaan dan bahkan mengancam keselamatan masyarakat.

Oleh karena itu, Gubernur mengimbau kepada semua warga GMIM, khususnya generasi muda, generasi emas pembangunan gereja dan bangsa untuk menjauhi perilaku mabuk-mabukkan dan menjaga ketertiban selama perayaan ini.

Di akhir sambutannya, Gubernur mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen GMIM, para pendeta, hamba-hamba Tuhan, pelayan khusus, perangkat pelayanan dan seluruh Jemaat, atas semangat persatuan dan kebersamaan yang selalu kita tunjukkan.

“Mari kita jaga tradisi pengucapan syukur ini sebagai warisan budaya yang sangat berharga dan terus memperkuat tali persaudaraan di antara kita,” harapnya. (elka)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado telah menerapkan bebas skripsi sejak tahun 2019. “Ya, kami (Unsrat) memang sudah melaksanakan hal itu sejak tahun 2019,” ujar Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Grevo Soleman Gerung.

Dalam percakapan via WhatsApp, Sabtu (9/9/2023), Gerung menjelaskan, Unsrat menerapkan hal itu sebagaimana tertulis dalam pasal-pasal pada Peraturan Akademik Unsrat Tahun 2019.

Dalam peraturan tersebut, sambungnya mewakili Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng. Asean IPU, mahasiswa dapat dinyatakan lulus dengan menyelesaikan tugas akhir/skripsi/tesis/disertasi.

“Sejak saat itu, Unsrat telah meluluskan mahasiswa program sarjana S-1 dengan bebas skripsi,” tegasnya.

Diungkapkan, mahasiswa yang memperoleh penghargaan juara nasional pekan ilmiah mahasiswa nasional dengan kategori penalaran tidak perlu membuat skripsi.

Kelompok mahasiswa yang hasil karya ilmiah mereka juara nasional sudah dianggap sebagai ‘tugas akhir’ atau skripsi dan biasanya satu kelompok terdiri dari tiga mahasiswa, maka seluruh mahasiswa dalam kelompok tersebut dikategorikan ‘bebas skripsi.’

Selanjutnya, menurut Gerung, Unsrat akan inovatif terhadap kebijakan Kemendikbudristek yang bisa menyetarakan  ‘tugas akhir’ sebagai syarat pengakuan akademik terhadap proses pembelajaran yang akan menjadi indikator kelulusan. (FA)