Meimomes.com – Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg menegaskan, penurunan sunting memerlukan strategi dan metode yang lebih kolaboratif dan berkesinambungan mulai dari hulu hingga hilir.

“Salah satu strategi yang diterapkan oleh Perwakilan BKKBN Sulut adalah dengan mengoptimalisasi peran dan fungsi Tim Pendamping Keluarga (TPK),” ujar Tandaju dalam sambutannya pada Workshop Tim Pendamping Keluarga (TPK) Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Minahasa Utara, Senin (16/10/2023).

Kaper BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg saat memberkan sambutan

Turut mendampingi Kaper pada kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Kantor Bupati Minut tersebut adalah Sekretaris Lady D. Ante, S.Pd, MAP, Ketua Pokja Adpin Rosilia Bionda Wowiling, S.Sos, M.Si dan Satgas PPS Provinsi Sulut.

Kegiatan ini dibuka Bupati Minahasa Utara Joune JE Ganda, SE, MAP, MM. M.Si dan didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Minut / Bunda Pendamping Keluarga Rizya Ganda Davega serta dilanjutkan laporan kegiatan oleh Kepala Dinas PP dan KB Kabupaten Minahasa Utara dr. Jane Symons, M.Kes.

Untuk Percepatan Penurunan Stunting, sambung Tandaju, sasaran pendampingan yaitu keluarga beresiko stunting yakni CATIN, CAPUS, ibu hamil dan menyusui sampai dengan pasca salin dan anak 0-59 bulan.

Dikemukakan, dalam pelaksanaan pendampingan keluarga beresiko stunting perlu dilakukan kolaborasi di tingkat lapangan yang terdiri dari bidan, PKK serta kader Keluarga Berencana.

Menurutnya, untuk melaksanakan pendampingan keluarga ini akan berperan sebagai ujung tombak percepatan penurunan stunting di Kabupaten Minahasa Utara.

Usai pembukaan, dilanjutkan dengan penyerahan bantuan pertama BKB KIT pada kelompok BKB yang ada di 20 desa sebagai lokus tahun 2023 yang diserahkan Bupati Minahasa Utara di dampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Minut, Kepala Perwakilan BKKBN Sulut, Kepala Dinas PP dan KB Kabupaten Minut dan jajaran.

Setelah itu, penyerahan bantuan kedua bantuan Kelompok BKL yang diserahkan langsung di Desa Kauditan I. (Fer)

Meimonews.com – Misa syukur mewarnai puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) Keuskupan Manado yang dipusatkan di Paroki Stella Maris Bitung.

Misa syukur yang dipersembahkan Sekretaris Keuskupan Manado Pastor John Montolalu Pr, Ketua Komisi PSE Keuskupan Manado Pastor I Wayan Putra Yasa Pr dan Pastor Paroki Stella Maris Bitung Pastor Fidelis Donald Liuw Pr dilaksanakan di gereja paroki, Minggu (15/10/2023).

Turut hadir Ketua Animator Laudato Si Keuskupan Manado Fongky Ponomban, Pengurus Eco Enzym Keuskupan Manado dan sejunlah suster dari beberapa Tarekat.

Sebelum berkat perutusan, ada pesan penting disampaikan Pastor John kepada ratusan umat yang mengikuti misa HPS ini.

Melaksanakan tugas pokok sebagai ciptaan Allah yakni menaklukan bumi tapi menaklukkan bumi

Tapi nenakluklan bumi dengan cara-cara yang mendatangkan kebaikan, kesejahteraan dan keuntungan untuk semua.  ” Dan kalau semua sudah berjalan dengan baik, percayalah suatu waktu akan mengadakan perjamuan,” ujarnya.

Tapi, sambungannya, perjamuan dengan menu terbaik sehingga perjamuan itu menghasilkan berkat dan sukacita bagi semua.

HPS Keuskupan Manado tahun 2023 yang diketuai Wandi Mewengkang ini diselenggarakan Sabtu – Minggu (14-15/10/2023). Ada sejumlah kegiatan yang diadakan.

Kegiatan-kegiatan dengan tema Pertanian, Penyedia Pangan Bagi Semua tersebut adalah pameran, stand education eco enzym, lomba cipta menu, talkshow/pofcast agricukture sustainability, konser agriculture sustainablity  short video competition, dan misa puncak HPS 2023.

Wandi Wewengkang menjelaskan HPS tahun ini bertujuan pertama, membangun kesadaran menghargai sumber makanan kita manusia; kedua, apresiasi kepada petani, peternak, nelayan dan buruh tani; ketiga, edukasi pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Keempat, gerakan melindungi, merawat tanah, air, udara agar dimanfaatkan dengan baik dan benar untuk kesejahteraan bersama; kelima, membangun kesadaran bersama bahwa alam ciptaan adalah saudara kita yang sangat berharga; keenam, adanya Gerakan Bersama “Pertanian, Penyedia Pangan Bagi Semua” Gereja Katolik Keuskupan Manado. (lk)

Meimonews.com – Tiga harapan disampaikan Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU ketika membuka seminar internasional perkelapaan yakni Harnessing Coconut Potential for Offsetting Carbon Emission : Integrating Science and Economy for a Sustainable Future (Memanfaatkan potensi kelapa untuk mengganti emisi karbon : integrasi ilmu pengetahuan dan ekonomi untuk masa depan yang berkelanjutan), Kamis (12/10/2023).

Seminar yang diselenggarakan Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat dalam rangka Dies Natalis ke-63 fakultas yang diketuai John Tasirin ini diadakan di Arya Duta Hotel Manado hingga Sabtu (14/10/2023).

Seminar ini  dilaksanakan untuk menjawab tantangan perubahan iklim global dan menjalankan agenda pembangunan berkelanjutan.

Para ilmuwan berkumpul dalam seminar internasional ini  berfokus pada pemanfaatan potensi kelapa untuk mengurangi emisi karbon.

Para pakar mempresentasikan beragam penelitian terkini yang mengungkapkan potensi besar kelapa dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

Selain menjadi salah satu sumber pangan utama di berbagai negara, kelapa juga memiliki manfaat ekologis dan ekonomis yang tak terhingga.

Seminar internasional ini memberikan landasan kuat bagi upaya bersama dalam memanfaatkan potensi kelapa untuk mengimbangi emisi karbon, menjalankan pembangunan berkelanjutan, dan menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Tiga harapan Rektor itu adalah pertama, kolaborasi dalam bidang: penelitian, pengembangan industri kelapa di Sulawesi Utara sebagai daerah penghasil kelapa terbesar kedua di Indonesia.

Kedua, inovasi produk kelapa dan turunannya yang beradaptasi dengan pertumbuhan ekonomi lokal. Ketiga, mampu mengkuantifikasi sekuistrasi karbon dari perkebunan kelapa di daerah Sulut, yang pada akhirnya berkontribusi pada perjuangan bersama dunia melawan krisis akibat perubahan iklim.

Harapan tersebut terkait dengan kelapa adalah komoditas tanaman perkebunan terbesar di Sulut. “Jadi, sebagai komoditas unggul, saya berharap besar melalui seminar ini akan muncul terobosan baru untuk perkembangan komoditas ini dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani kelapa di Sulut dan di Indonesia.

Diharapkan pula, seminar ini menjadi tempat berbagi dan bertukar pengetahuan dan bermanfaat, serta berharap yang tinggal di Sulut menyenangkan.

Seminar ini menghadirkan pakar dan dosen dari 5 negara sebagai pembicara yakni dari USA, Prancis, India, Filipina dan Indonesia sebagai pembicara.

Untuk peserta yang mengikuti langsung berasal dari lima negara yakni USA, Prancis, India, Filipina dan Indonesia (Jawa, Samarinda, Gorontalo dan Sulut) sementara yang mengikuti secara virtual berasal dari 23 negara. Total jumlah.peserta 125 orang.

Kata pengantar pembukaan kegiatan disampaikan Dekan Faperta Unsrat Ir. Dedie Tooy, M.Si, PhD.

Tooy berterima kasih dengan kehadiran para pakar dan dosen dari beberapa negara serta dari beberapa daerah di Indonesia pada kegiatan seminar ini. (FA)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mengadakan wisuda di Auditorium Unsrat, Kamis (12/10/2023. Sebanyak 800 orang yang diwisuda pada acara ini.

Turut hadir pada acara ini Wakil-wakil Rektor Unsrat, pimpinan lembaga Unsrat, Senat Unsrat, para Dekan, orangtua wisudawan dan undangan lainnya.

Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng. IPU. Asean Eng dalam sambutannya mengatakan,  wisuda adalah puncak dari perjalanan akademik, tetapi juga awal dari usaha untuk meraih pencapaian yang harus direbut.

Dengan jumlah 800 wisudawan, sebutnya, kita melihat beragam bakat dan minat yang telah berkembang di kampus Unsrat dari proses akademik dalam menciptakan sarjana, magister, doctor, profesi  dan dokter spesialis yang unggul dan berdaya saing tinggi.

Rektor berharap, wisudawan hari ini akan membawa pengaruh positif pada masyarakat, industri dan dunia dalam membangun NKRI.

Gubernur Sulut Prof. (Hc), Dr. (Hc) Olly Dondokambey, SE yang diwakili  Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Drs. Edwin L. Kindangen dalam sambutannya mengatakan, pendidikan adalah hal penting yang harus diperjuangkan dan juga diharapkan mampu menghadirkan SDM-SDM unggul dan berdaya saing tunggi, yang secara langsung maupun tidak langsung akan turut meningkatkan pembangunan di daerah Nyiur Melambai.

Staf Ahli Gubernur Sulut Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Drs. Edwin L. Kindangen saat membawakan sambutan mewakili Gubernur Prof. (Hc), Dr. (Hc) Olly Dondokambey, SE

“Saudara tentunya akan menghadapi banyak rintangan dan hambatan, tapi ingat, tak ada yang dapat menghentikannya jika kita memiliki motivasi yang kuat,” sebutnya.

Diingatkan jangan takut untuk gagal, karena dari kegagalan kita belajar tumbuh dan menjadi lebih kuat. (FA)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar S Seminar Pendidikan Karakter Pancasila bagi mahasiswa Unsrat bertempat di Auditorium Unsrat, Senin (9/10/2023).

Seminar ini dihadiri Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng. IPU. Asean Eng, Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI WR. Jatmiko, SIP, MM, Direktur Intelkam Polda Sulut  Kombes Pol Albert Barita Sihombing, (mewakili Kapolda Sulut), Kaban Kesbangpol Sulut Feri Sangian dan Ketua IMA Manado Ivanry Matu (mewakili Ketua Kadin Sulut).

Seminar Pendidikan Karakter
“Mahasiswa Unsrat berkarakter Pancasila yang semakin unggul, inovatif, bermakna dan berkelas internasional” ini menunjukkan kembali komitmen Unsrat dalam membentuk mahasiswa berkarakter Pancasila yang kuat pada generasi muda terutama di lingkungan pendidikan.

Seminar ini membuktikan pula komitmen Unsrat dalam menghasilkan lulusan-lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Pancasila yang kuat, inovatif, bermakna dan mampu bersaing di tingkat internasional. (FA)

Meimonews.com – Aksi sosial berupa penyaluran air bersih dilaksanakan Humas Polda Sulut dan Polresta Manado di tiga Kecamatan di Kota Manado, Rabu (4/10/2023).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Hubungan Masyarakat (Humas) Polri.

Tiga kecamatan yang menjadi sasaran penyaluran aksi sosial ini adalah Kecamatan Bunaken, Kecamatan Tuminting dan Kecamatan Wanea.

Kegiatan bertemakan Humas Polri yang presisi untuk Indonesia maju ini dilepas oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Drs. Setyo Budiyanto, SH, MH di dampingi Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto Parlindungan Sirait, SH, SIK, dan Pejabat Utama Polda Sulut termasuk Kabid Humas Kombes Pol. Iis Kristian, SIK dari halaman Mapolda Sulut.

Kapolresta Manado melalui Kasi Humas Polresta Manado Ipda Agus Haryono, menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang saat ini mengalami kekurangan air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

“Hari ini, kami jajaran Humas Polresta Manado dan Humas Polda Sulut, menggelar bantuan sosial dalam rangka memperingati HUT ke-72 Humas Polri,” ujarnya.

Salah satu bentuknya, sambung Ipda Agus, adalah dengan membagikan air bersih kepada warga di Kecamatan Bunaken, Kecamatan Tuminting dan Kecamatan Wanea mengingat kondisi musim kemarau yang sedang berlangsung sehingga warga kekurangan pasokan air bersih.

Diharapkan, kegiatan ini dapat memberikan bantuan signifikan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan akibat kekeringan. “Kami berharap, kegiatan ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan fisik, tetapi juga memberikan kehangatan dan kepedulian kepada masyarakat. Semoga dapat meringankan beban warga, khususnya dalam menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan,” ujarnya.

Salah seorang warga setempat mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polresta Manado dan Polda Sulut atas bantuan air bersih yang telah diberikan.

“Kami berterima kasih kepada Polresta Manado dan Polda Sulut yang saat ini berbagi air bersih. Keberadaan bantuan ini sangat membantu kami, terutama karena kami mengalami kekurangan air bersih dalam satu bulan terakhir ini akibat musim kemarau yang berkepanjangan,” ujar warga tersebut.

Program ini, mencerminkan komitmen pihak kepolisian dalam menjalankan peran sosialnya sebagai garda terdepan yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan musim kemarau yang berdampak pada kebutuhan dasar warga. (AF)

Meimonews.com – Berbagai upaya dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut yang saat ini dipimpin June E. Silangen sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Provinsi Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw terkait dengan bagaimana agar pendapatan/penerimaan daerah Sulut sesuai target yang ditetapkan.

Dengan pendapatan/penerimaan sesuai target atau minimal mendekati target maka biaya pembangunan dan lain- sebagaimana daerah Sulut bisa tercukupi.

Untuk tahun anggaran 2023, penerimaan pajak daerah ditargetkan berjumlah Rp. 1,194 triliun lebih. Dan, sampai 29 September sudah mencapai hampir 72 persen.

“Sampai 29 September, penerimaan pajak daerah sudah Rp. 857 miliar lebih atau sebesar 71,74 persen,” ujar Sekretaris Bapenda Sulut Filma Kepel ketika berbincang dengan Meimonews.com di ruang kerjanya, Selasa (3/10/2023).

Khusus penerimaan pajak daerah bulan September (1-29/9/2023), sebut mantan Kabid Pajak Bapenda Sulut ini, berjumlah Rp. 89,136  miliar lebih.

Filma berharap, target yang ditetapkan bisa terpenuhi atau minimal mendekati. Oleh karenanya, Bapenda Sulut dan jajaran (UPTD PPD/Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Pendapatan Daerah) terus-menerus menggenjot semangat agar penerimaan pajak daerah sesuai target.

Lima item pendapatan daerah, sebutnya, terdiri dari pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), pajak air permukaan (PAP), pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) dan pajak rokok.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan (Renbang) Ernie Purukan dan Kasub Pengembangan Teknologi Informasi Pendapatan Daerah (PTIPD) Jerry Rumondor yang ditemui terpisah merincikan penerimaan pajak-pajak daerah tersebut baik hanya bulan September maupun dari bulan Januari hingga September.

Untuk realisasi bulan September, sebut Rumondor, PKB mencapai Rp. 37,117 miliar lebih, BBNKB Rp. 20,862 miliar lebih, PAP Rp. 30,935 juta lebih, PBBKB Rp.31,126 miliar lebih. Jumlah tersebut tidak dengan pajak rokok.

Purukan menjelaskan, untuk Januari sampai September, PKB Rp. 293,085 miliar lebih atau 71,48 persen dari target Rp. 400 miliar; BBNKB Rp. 193,079 miliar lebih atau 61,67 persen dari target Rp. 303,081 miliar lebih; PAP Rp. 1,361 miliar lebih atau 24,75 persen dari target Rp. 5,500 miliar lebih.

Untuk PBBKB Rp 241,687 miliar lebih atau 86,18 persen dari target Rp. 280,438 miliar lebih; dan untuk pajak rokok Rp. 127,800 miliar lebih atau 68,84 persen dari target Rp. 185,647 miliar lebih. (elka)

Meimonews.com – Polres Simalungun kembali menerapkan restorative justice dalam kasus tindak pidana pencurian sawit di PT Perkebunan Nusantara IV (PT PN IV). Pencurian sawit itu tak pernah dimediasi sejak 2022.

Kapolres Simalungun AKBP Ronald Sipayung  mengatakan, restorative justice menjadi penyelesaian 61 kasus pencurian sawit. Langkah penyelesaian itu dilakukan untuk memperbaiki hubungan masyarakat dengan PTPN IV.

“Jadi, adapun kita rencanakan seperti itu yang pertama itu penekanannya untuk menjalin hubungan yang baik dengan pihak BUMN khususnya PTPN IV,” ujar Kapolres, Jumat (29/9/2023).

Kapolres mengatakan, alasan utama para tersangka nekat mencuri sawit lantaran desakan kebutuhan ekonomi. Hal itu menjadi salah satu alasannya menerapkan restorative justice di kasus tersebut.

“Restoratif justice yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang positif, korban dan terlapor sudah saling memaafkan dan tersangka diberi hukuman sanksi berupa kegiatan bakti sosial,“ jelas Kapolres.

Suhartono, salah satu tersangka, mengungkapkan permohonan maafnya di hadapan seluruh pihak yang hadir. Bahkan ia berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.

“Saya menyesal dan memohon maaf kepada keluarga, perusahaan dan juga masyarakat, saya berjanji tidak mengulanginya lagi,” ujarnya.

Restorative justice ini dihadiri juga oleh tokoh agama setempat. Para tokoh agama pun menyambut baik mediasi ini.

“Tak ada orang yang tidak pernah melakukan kesalahan, dan kesempatan untuk berubah selalu ada. Yang terpenting adalah komitmen untuk tidak mengulanginya dan memiliki niatan yang kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” jelas salah satu tokoh agama.

Dalam restoratif justice massal kali ini, pihak pelapor meminta agar tersangka diberikan sanksi sosial seperti membersihkan tempat ibadah dan perkantoran. (AF)

Meimonews.com – Beredar video aksi perundungan dan penganiayaan yang dilakukan siswa SMP di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, viral di media sosial, polisi langsung bergerak cepa sehingga telah menangkap pelakunya.

Kapolresta Cilacap Kombes Pol. Fanky Ani Sugiharto, SIK, M.Si dalam keterangan pers menyatakan kasus tersebut sudah ditangani pihak kepolisian.

“Kejadian pada hari Selasa (26/9/2023) kemarin. Pihaknya langsung melakukan penyidikan dan mengamankan 5 orang, 3 orang diperiksa sebagai saksi dan 2 orang sebagai pelaku,” kata Kombes Pol Fanky Ani Sugiharto, Rabu (27/9/2023).

Sementara itu,  Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, SIK.,MH mengimbau kepada masyarakat apabila melihat potensi kerawanan kamtibmas di sekitarnya agar segera melapor ke petugas Polri terdekat supaya cepat ditindak lanjuti sedini mungkin guna mencegah terjadinya  aksi kejahatan.

“Silahkan, apabila ada indikasi gangguan kamtibmas maupun aksi kriminalitas di sekitarnya  misal penganiayaan atau pengeroyokan untuk segera lapor ke kantor polisi terdekat dan masyarakat  tolong jangan mudah terpancing emosi dan jangan sampai main hakim sendiri karena akan timbul permasalahan baru ” ujarnya kepada Meimonews.com via telefon, Rabu (27/9/2023).

Terkait kasus di Cilacap, sebut mantan Kepala SPN Polda Sulut ini, Polri telah melakukan langkah-langkah terkait peristiwa video viral aksi perundungan anak sekolah dan telah ditangani oleh Kepolisian sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Dikarenakan pelaku maupun korban masih anak sehingga mendapat perhatian khusus termasuk dalam penanganannya akan melibatkan stake holder terkait,” ujar mantan Kapolresta Bitung ini.

Kombes Satake menyayangkan peristiwa tersebut dan berharap orang tua dapat mengawasi perilaku dan pergaulan anak anak, sehingga tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang melawan hukum.

“Kami juga berkomitmen mencegah dan memberantas tindakan perundungan anak supaya tidak terjadi lagi, harapan nya kejadian serupa tidak terulang di wilayah Jawa Tengah, namun mari kita bersama sama mulai dari tingkat keluarga, masyarakat dan sekolah untuk lebih mempunyai sense of crisis atau kepekaan terhadap perilaku anak anak di sekitar kita,” tandasnya. (AF)

Meimonews.com Pekan Pelayanan KB dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia (World Contraception Day) digelar secara serentak di Indonesia pada 26 September hingga 4 Oktober 2023

Kegiatan yang bertemakan Kolaborasi Pelayanan KB Nusantara dalam Percepatan Penurunan Stunting dicanangkan di semua fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) dan Fasyankes TNI baik langsung maupun virtual meeting, Selasa (26/9/2023).

Untuk daerah Sulut, pencanangannya dipusatkan di Markas Komando Rayon Militer (Koramil) 1310 – 06 Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Gerebek Pasar (Gerakan Pemberdayaan Keluarga Pas Sasaran), Selasa (26/9/2023).

Hadir pada acara ini Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M. Eng, Ketua Pokja KB/KR  Ignasius P. Worung. SE, M.Si dan jajaran, Asisten Teritorial  Kasdam XIII/ Mdk Kol. Arm Sumanto, S.Sos, MM bersama jajaran, Kepala Dinas PPKB Kabupaten Minut dr. Jeane Simons M.Kes dan jajaran, Ketua IBI Sulut Maria Dondokambey, SKM, MM bersama jajaran.

Direktur  Bina Kualitas Pelayanan KB BKKBN RI  Martius Wangka dalam laporan penyelenggara menyampaikan apresiasi bagi semua jajaran yang sudah hadir mengikuti kegiatan Pencanangan Pekan Pelayanan KB dalam rangka World Contraception Day baik secara langsung maupun secara virtual meeting.

Momentum ini, menurutnya, sangat penting mengingat dalam RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah), penurunan stunting ditargetkan pada angka 14 persen tahun 2024.

Disebutkan, tujuan pelaksanaan World   Contraception Day tahun 2023 ini adalah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang  pentingnya kontrasepsi bagi rencana keluarga  dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting.

Diharapkan, dengan momentum ini dapat meningkatkan cakupan kesertaan KB pada semua metode kontrasepsi modern terutama MKJP,  meningkatkan pengetahuan dan wawasan stakeholder, provider medis, mitra kerja, dan masyarakat terkait pelayanan KB  dan kesehatan reproduksi yang berkualitas, serta meningkatkan komitmen dan kesertaan PUS dalam  program KB.

Disampaikan pula, target pelayanan KB pada Pekan Pelayanan KB berjumlah 1.500.000 akseptor untuk seluruh Indonesia (dan khusus Sulut 8.000 akseptor).

Asisten Teritorial Kepala Staf TNI AD dalam sambutan yang disampaikan oleh Waaster Kasat Bidang  Bakti TNI Brigjen TI Taufik M menyampaikan selamat Word  Contraception Day melalui hari kontrasepsi ini, yang lewat kegiatan ini diharapkan akan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan Keluarga Berencana.

Diungkapkan, masalah kesehatan merupakan masalah utama dalam pembangunan bangsa Indonesia. Dimana angka unmeetneed di Indonesia masih sangat tinggi yakni 16,8 persen dari target nasional  8 persen pada tahun  2022.

Penggunaan kontrasepsi moderen juga menurun dari  57.9 persen menjadi 57,2 persen. Penurunan tertinggi terjadi pada segmen usia 15  tahun hingga 29 tahun yang merosot hingga 4 persen.

Penyebab utama, menurutnya yaitu masih kurangnya pengetahuan kesadaran masyarakat khususnya pasangan muda akan pentingnya perencanaan berkeluarga dalam mempersiapkan pernikahan dan merencanakan kehamilan.

Taufik mengimbau agar dengan momentum ini  untuk meningkatkan komitmen dan peran dengan bahu-membahu, bekerjasama untuk membantu program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting guna mewujudkan SDM indonesia yang berkualitas.

DR (Hc) dr. Hasto Wardoyo, S.POG(K) dalam sambutannya mengatakan, meskipun kontrasepsi modern belum melebihi 60 persen dan MKJP belum sesuai harapan tapi TFR sudah mencapai 21,8 persen menurut  BPS dan menurut SIGA BKKBN 21,4 persen. Suatu perbedaan yang sangat kecil.

Disebutkan, resume kegiatan BKKBN sejak awal bekerja untuk kuantitas dalam arti jumlah anak yang sukses. Dan, sekarang kualitas anak  harus bagus.

Selesai memberikan sambutan, Kepala BKKBN RI menyapa beberapa Provinsi melalui virtual meeting. (Fer)