Meimonews.com – Beberapa capai telah dihasilkan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado di tahun 2023 dan membuat perguruan tinggi negeri ini semakin maju.

Hal tersebut diungkapkan Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng IPU Asean Eng ketika memberikan sambutan pada acara puncak peringatan Dies Natalis ke-62 Unsrat, Selasa (5/12/2023).

Dikatakan, Dies Natalis ke-62 ini, Unsrat semakin maju dari tahun ke tahun hingga mencapai akreditasi Unggul bahkan menjadi universitas kategori Badan Layanan Umum, dengan kemampuan manajemen yang baik mampu menyelesaikan proses remunerasi sebagai penghargaan terhadap kinerja pimpinan dan dosen, serta tenaga kependidikan pada umumnya.

Oleh karena itu, Rektor berharap, apa yang telah dikerjakan di tahun 2023 akan ditingkatkan tahun-tahun ke depan. “Kita lanjutkan dengan visi Unsrat nUnggul dan Berbudaya menuju World Class University.

Gubernur Sulut  yang diwakili  Wakil Gubernur Drs. Steven O. E. Kandouw dalam sambutannya, mengatakan : Dies Natalis ke-62 Unsrat dimaknai sebagai momentum semakin memantapkan komitmen dan prestasi segenap keluarga besar, terlebih civitas akademika Unsrat dalam pengembangan kualitas pembelajaran, menghadirkan inovasi-inovasi konstruktif.

Selain itu, dalam mengembangkan kompetensi generasi bangsa di daerah untuk menjadi SDM yang unggul, berkualitas dan berdaya saing.

Di peringatan puncak dies tersebut
Prof. Dr. Ir. Budi Indra Setiawan M. Agr dosen dari Institut Pertanian Bogor memberikan Orasi Ilmiah dengan judul Inovasi Teknologi dalam Pendayagunaan Sumber Daya Air untuk Pertanian. Selain itu, Bank Sulut Go menyerahkan hibah bus (1 unit) kepada Unsrat serta penyerahan dana hibah dari Pemprov Sulut. (FA)

Meimonews.com – Saat ini, umat kristiani di seluruh dunia memasuki masa menyongsong kelahiran Tuhan Yesus, acap disebut Natal 2023.

Di momen istimewa ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) di bawah kepemimpinan Olly Dondokambey (Gubernur) dan Steven Kandou (Wakil Gubernur) lewat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut yang dipimpin June E. Silangen (Kepala) memberikan kado bagi wajib pajak kendaraan bermotor.

Christmas Gift (Kado Natal) itu berbentuk program Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor (rannor) Tiga Hebat Lanjutkan Lagi. Program keringanan ini berlaku 4-15 Desember 2023.

“Silahkan memanfaatkan program keringanan pajak ranmor ini,” ujar June dalam percakapan dengan Meimonews.com di Manado, Senin (4/12/2023).

June merincikan program keringanan tersebut. Pertama, keringanan pokok dan denda PKB. Untuk pokok PKB (plat hitam/putih milik pribadi dan badan usaha) tahun berjalan dibayar seluruhnya, untuk tahun kedua diberikan keringanan 50 persen persen dari pajak pokok, untuk tahun ketiga diberikan keringanan 60 persen dari pokok pajak, untuk tahun keempat diberikan keringanan 70 persen dari pokok pajak, untuk tahun kelima diberikan keringanan 80 persen dan untuk tahun keenam diberikan keringanan 100 persen.

Untuk denda PKB (seluruh kendaraan) tahun berjalan dibayar seluruhnya sementara tahun yang telah lewat bebas denda 100 persen.

Kedua, pembebasan pokok dan denda BBNKB (bea balik nama kendaraan bermotor). Seluruh kendaraan kepemilikan kedua dan seterusnya diberikan pembebasan pokok dan denda BBNKB sebesar 100 persen.

Ketiga, diskon pokok PKB. Untuk kendaraan plat hitam/putih yang belum membayar 1-30 hari sebelum jatuh tempo diberikan diskon 5 persen, 31-60 hari sebelum jatuh tempo diberikan diskon 7,5 persen, 61-90 hari diberikan diskon 10 persen. (elka)

Meimonews.com – Umat Katolik di seluruh dunia termasuk di Keuskupan Manado (yang meliputi tiga provinsi yakni Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah) baru saja merayakan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam pada Minggu (26/11/2023).

Dengan penuh syukur disertai dengan puji-pujian untuk Kristus Raja, sudah dikumandangkan dengan meriah. Pada waktu yang sama umat Katolik membangun niat membangun sikap iman yang baik sebagai warga Kerajaan Allah.

Dengan demikian, sebagai warga Kerajaan Allah, umat Katolik segera bersiap-siap untuk memuliakan putaran Tahun Liturgi yang baru, yang dimulai pada Minggu (3/12/2023), yaitu perayaan Minggu I dalam Masa Adven.

Sehubungan dengan Masa Adven tahun ini, Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengeluarkan Surat Adven dengan tema Pengembangan jati diri dan martabat yang ditandatangani pada 29 November 2023.

Surat Adven ini ditujukan kepada para pastor, biarawan/biarawati
Pengurus DPP, DPS, Wilayah Rohani, Kelompok Kategorial dan umat Katolik Keuskupan Manado. Surat Adven ini dibacakan pula saat misa di gereja/kapel pada Minggu Adven 1.

“Masa Adven kita jalani sampai pada Minggu (22/12/2023), hari Minggu IV dalam masa Adven. Masa Adven diisi dengan kegiatan-kegiatan rohani, dalam bentuk pendalaman iman, yang terorientasi pada persiapan untuk merayakan Natal,” tulis Mgr. Rolly, sapaan Uskup Manado.

Dikemukakan, sambil mempersiapkan diri untuk perayaan Natal, Kelahiran Yesus, kita diajak memberi perhatian pada 3 pribadi atau tokoh penting ini yakni Maria, Josep, dan Yesus.

Pertama, Maria. Sebagaimana terungkap dalam dialog dengan Malaikat Gabriel, menerima penegasan tentang jati diri dan martabatnya: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau” (Luk. 1:28). “Engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki” (Luk. 1:31).

Terhadap penegasan itu, tulis Mgr. Rolly, Maria mengambil sikap, sebagaimana terungkap dalam jawabannya, “aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk. 1:38).

Kedua, Josep. Sebagaimana terungkap dalam dialog dengan Malaikat, menerima penegasan tentang jati diri dan martabatnya, “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu” (Mat. 1:20).

Atas pencerahan itu, Josep mengambil sikap,” sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan Malaikat Tuhan itu kepadanya” (Mat. 1:24).

Ketiga, tentang Yesus. Sebagaimana terungkap dalam percakapan Malaikat Gabriel dengan Maria, ditegaskan jati diri dan martabatNya, “hendaklah engkau menamai Dia Yesus. la akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadaNya tahta Daud, bapa leluhurNya, dan la akan menjadi Raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya” (Luk. 1:31-33). “Anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah” (Luk. 1:35).

Ditegaskan, jati diri dan martabat itulah yang terus dijaga dan dikembangkan oleh Yesus, dalam tuntunan Maria dan Josep, “dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah híkmatNya dan besarNya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia” (Luk. 2:52).

“Persiapan sepanjang masa Adven sampai perayaan Natal yang dimaknai sebagai peristiwa penegasan tentang jati diri dan martabat, menuntun kita untuk memasuki tahun 2024,” tulis mantan Provinsial MSC Indonesia ini.

Pada tahun 2024, dalam bingkai karya pastoral Keuskupan Manado, sambungnya, kita akan memuliakan tahap ke-2 (2024-2028) dalam penahapan visi Keuskupan Manado yaitu Gereja Keuskupan Manado mengembangkan jati diri dan martabatnya dalam komunitas yang berbasis sabda, iman, persaudaraan, kerasulan, dan masyarakat.

Disebutkan, konsentrasi dalam visi tahap kedua ini adalah panggilan ke dalam yaitu mengembangkan jati diri dan martabat. Dengan demikian, kita segera meninggalkan tahap pertama (2019-2023) dalam penahapan Visi Keuskupan Manado, yaitu Dalam Terang Sabda Allah, Gereja Keuskupan Manado menata Persekutuan yang menghidupkan dan yang saling membantu sebagai saudara.

Konsentrasi pada tahap I, menurut Mgr. Rolly, adalah Penataan Persekutuan. Sesudah persekutuan itu ditata sepanjang tahap I (2019-2023). Sekarang waktunya kita mengembangkan jati diri dan martabat persekutuan itu sebagai persekutuan yang sungguh katolik.

Dijelaskan, pengembangan jati diri dan martabat persekutuan yang sungguh Katolik harus didasarkan pada ajaran otentik gereja katolik, sehingga kita menghadirkan persekutuan yang benar-benar Katolik.

Kita, menurut Mgr. Rolly, menegaskan dan mengembangkan jati diri dan martabat kita sambil berjalan bersama dengan semua elemen bangsa di bidang politik, sosial, ekonomi dan lingkungan hidup, menuju Indonesia damai.

Kita menegaskan dan mengembangkan jati diri dan martabat kita, juga sambil melibatkan diri secara aktif, proaktif, dan positif, dalam peristiwa-peristiwa kebangsaan, seperi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, pemilihan anggota Legislatif baik Pusat pun Daerah, dan pemilihan Kepala Daerah.

Kita menegaskan jati diri dan martabat kita sambil secara bertanggungjawab melaksanakan program dan budget pastoral Paroki, Komisi, Lembaga serta Unit Pelayanan Pastoral lainnya.

“Selamat memuliakan tahun liturgi yang baru, dengan perayaan-perayaan Adven, sambil mempersiapkan diri untuk merayakan Natal secara meriah, untuk kemudian memuliakan perjalanan karya pastoral di tahap ll, yang terpusat pada pengembangan jati diri dan martabat,” sebut Mgr. Rolly di akhir Surat Adven 2023. (lk)

Meimonews.com – Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-36 telah menghantarkan Tim PKM Unsrat meraih prestasi terbaik  yang diumumkan dalam acara penutupan dan penganugerahan di Lapangan Pusat Pelayanan Basic Science Universitas Pajajaran, Kamis (30/11/2023) malam.

Untuk pertama kalinya dalam keikutsertaan di ajang Pimnas, Unsrat berhasil meraih medali emas kategori presentasi penerapan Iptek yang dipersembahkan oleh Marco Alfiano Laoh dan tim mahasiswa lewat penelitian Sistem Kontrol Greenhouse Berbasis Arduino Uno untuk Mengendalikan Penyakit Karat Putih dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Produksi Bunga Krisan di Tomohon dengan dosen pendamping Hesky Stevy Kolibu, ST, MT.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unsrat Prof. Dr. Ir. Grevo  Soleman Gerung, M.Sc yang ikut hadir dalam acara penutupan dan penganugerahan ini memberikan tanggapan rasa sukacita dan bangganya. “Sangat bahagia dan bersyukur. Ini prestasi terbaik yang sudah mengharumkan nama Unsrat di tingkat nasional,” ujarnya.

Mewakili Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU, Gerung menyampaikan selamat bagi tim Unsrat dan terus mendorong agar terus bersemangat.

“Selamat sukses untuk tim PKM Unsrat. Ke depan harus lebih baik lagi dan kami berharap prestasi ini akan dikembangkan lagi oleh tim-tim PKM lainnya, ” ujarnya.

Dengan adanya gelaran Pimnas di Unpad ini, diharapkan dapat memulai semangat yang lebih terkait minat mahasiswa dalam melakukan riset inovasi. “Untuk Pimnas selanjutnya, harus lebih baik. Makanya, kita harus budayakan riset inovasi mahasiswa,” pintanya.

Dosen pembimbing Hesky Stevy Kolibu, ST, MT di sela acara saat diminta tanggapan usai pengumuman juara, mengaku tidak menyangka tim PKM-nya yang bernama Krisan berhasil menyabet medali emas di Pimnas ke-36.

“Puji Tuhan, tentunya, perjuangan kita buat di Pimnas ini memang tidak gampang tapi kekuatan dalam kebersamaan kita dan doa dari seluruh civitas akademika Unsrat, perjuangan kita terbayar dengan membahagiakan. Sangat bersyukur untuk perolehan medali emas ini, ” kata Kolibu di dampingi Ketua Kelompok Mahasiswa Marco Laoh yang didaulat naik ke podium bersama Bonita Nababan, Mohammad Bintang dan Rosalina Wawointana yang merupakan kolaborasi mahasiswa Jurusan Fisika Fakultas MIPA dan Fakultas Pertanian Unsrat untuk menerima pengalungan medali emas.

Kolibu menambahkan, sangat berterima kasih untuk Rektor Unsrat Prof. Berty Sompie dan jajaran pimpinan, Dekan Fakultas FMIPA khususnya jurusan Fisika, Dekan Fakultas Pertanian (Ir. Dedie Tooy, M.Si) serta seluruh tim dosen dan mahasiswa yang telah membantu keikutsertaan tim PKM Unsrat. “Sukses Unsrat adalah sukses untuk kita semua, ” tambahnya.

Pimnas ke-36 ini diikuti 525 tim dari 106 perguruan tinggi seluruh Indonesia, terdiri atas 2.419 peserta, 525 dosen pembimbing, dan 77 juri.

Dengan capaian medali emas Unsrat masuk dalam peringkat 10 besar kampus penerima penghargaan dari 106 kampus yang ikutserta.

Pimnas merupakan event yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dalam bidang penalaran untuk memperlombakan karya ilmiah mahasiswa tingkat nasional.

Pimnas sebagai forum pertemuan ilmiah dan komunikasi produk kreasi mahasiswa diikuti oleh mahasiswa atau kelompok tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). (FA)

Meimonews.com – Ketua Sementara KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) RI Nawawi ‘Bam’ Pomolango berkomitmen untuk memulihkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap institusi KPK.

“Saya katakan tadi, hal apa yang paling mendesak bagi kami untuk dilakukan dalam situasi seperti ini. Terpenting yaitu tadi bagaimana sedikit, dalam tanda kutip sedikit saja memulihkan tergerusnya rasa kepercayaan masyarakat ini kepada lembaga,” ujar Nawawi usai dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/11/2023).

Usai pelantikan, Nawawi akan langsung mengadakan rapat dengan pimpinan lainnya untuk membahas langkah strategis yang harus dilakukan KPK ke depan.

“Saya berencana seusai dari tempat ini saya akan kembali ke kantor dan meminta rekan-rekan pimpinan dan seluruh pejabat struktural eselon I dan II untuk mengadakan rapat, rapim barangkali,” ujarnya, seperti dikutip Humas Setkab RI.

Kita, sambungnya, akan berbincang mengenai segala hal yang barangkali harus dilakukan yang menjadi skala prioritas kita ke depannya menyikapi situasi yang dihadapi KPK.

Presiden Joko Widodo pun memberikan arahan khusus kepadanya agar dapat melaksanakan tugas dengan baik.

“Beliau tadi dengan mimik ini saja kami membaca, tetapi ada satu ucapan hati-hati dalam melaksanakan tugas, mengemban tugas,” kata Nawawi.

Lebih lanjut, alumni Fakultas Hukum Unsrat Manado ini menegaskan, pihaknya akan terus melanjutkan penyidikan perkara korupsi yang menjadi kewenangan KPK dan melakukan pemantauan terhadap perkara korupsi lainnya yang ditangani oleh aparat penegak hukum lain.

“Yang Kementan kami ya, yang BTS itu pak Jaksa Agung dan teman-temannya. Kami tetap melakukan pemantauan dalam kapasitas Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai lembaga yang supervisi segala penanganan perkara korupsi oleh pihak lain juga,” ujarnya.

Di samping itu, mantan Wakil Ketua KPK tersebut juga berkomitmen untuk menjadikan prioritas perkara-perkara korupsi yang statusnya masih belum selesai. “Semua perkara-perkara yang masih dan berstatus seperti itu, menjadi prioritas daripada Komisi Pemberantasan Korupsi,” tegasnya.

Untuk itu, Nawawi meminta kepada semua pihak, termasuk kepada para awak media untuk mendukung upayanya dalam rangka memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi KPK.

“Saya mohon dengan sangat tanpa teman-teman juga upaya untuk memulihkan itu tidak akan. Saya mohon juga kalau mencintai lembaga itu eksistensi tetap ada, dukung dan support lembaga itu,” ujar alumni SMA Negeri 1 Manado ini. (lk)

Meimonews.com – Organisasi kemasyarakatan (Ormas) adat Minahasa dan organisasi keagamaan muslim di Kota Bitung menggelar deklarasi damai di Riverside Resto n Cafe, Girian, Kota Bitung, Selasa (28/11/2023) siang.

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Sulut dan Pejabat Utama Polda Sulut, Danrem 131/Santiago, Danlantamal VIII Manado, Dandim 1310/Bitung, Kapolres Bitung, Walikota Bitung beserta Forkopimda Kota Bitung, para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, ketua dan anggota ormas adat Minahasa serta ketua dan anggota organisasi keagamaan muslim di Kota Bitung.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan naskah deklarasi damai oleh Ketua Ormas Adat Minahasa dan Ketua Organisasi Keagamaan Muslim di Kota Bitung dan diikuti oleh seluruh yang hadir.

Setelah itu, penandatanganan bersama deklarasi damai oleh ketua dan perwakilan ormas adat Minahasa, ketua dan perwakilan  organisasi keagamaan muslim di Kota Bitung, Kapolda Sulut, Walikota Bitung serta para pejabat lainnya.

Adapun isi deklarasi tersebut adalah pertama, sepakat untuk mengakhiri setiap konflik yang terjadi secara damai; kedua, mendukung penegakan hukum terhadap pelaku yang terlibat, secara transparan, dan berkeadilan.

Ketiga, menolak segala bentuk provokasi, pergerakan massa dari luar Kota Bitung, maupun pemberitaan melalui media sosial yang sifatnya hoax yang berkaitan dengan permasalahan di Kota Bitung; keempat, bersama menjaga keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat Kota Bitung

Di penghujung kegiatan, dilakukan doa bersama lintas agama. Berturut-turut dipimpin oleh pemuka agama Islam, Kristen, Hindu, dan Konghucu. Kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

Kapolda Sulut Irjen Pol. Setyo Budiyanto mengatakan, tujuan deklarasi damai ini adalah untuk menghasilkan sebuah komitmen bersama-sama seluruh masyarakat yang ada di Kota Bitung untuk sepakat dengan beberapa hal yang sudah disampaikan atau dideklarasikan.

“Antara lain patuh hukum, menyesuaikan dan mengembalikan situasi di wilayah ini semaksimal mungkin, secepat mungkin, sehingga masyarakat bisa beraktivitas, bisa menjalankan kegiatannya dengan baik,” ujarnya.

Tentunya, sambung Kapolda, dengan pelaksanaan deklarasi damai ini, diharapkan semuanya sudah selesai, tidak ada lagi hal-hal kecil yang kemudian muncul di antara para pihak tersebut.

Kapolda berharap khususnya kepada seluruh masyarakat bukan hanya di Kota Bitung, umumnya yang ada di Sulawesi Utara kemudian seluruh masyarakat di kota-kota besar lainnya di NKRI, sudah melihat bahwa permasalahan yang ada di Kota Bitung sudah selesai.

“Mohon yang lain-lain tidak lagi kemudian memiliki kepentingan yang tidak baik, kontra produktif, mohon betul-betul dihentikan. Situasi sudah kembali damai, kembali bersahabat, kembali bersaudara, torang samua basudara,” pinta Irjen Pol. Setyo.

Selain itu, Kapolda berharap agar hasil pertemuan dan deklarasi damai di Kota Bitung ini bisa disampaikan kepada masyarakat luas.

“Apa yang sudah dilakukan di sini, nanti bisa secara personal, secara komunitas untuk bisa menyampaikan hasil kegiatan deklarasi damai di Bitung,” sebutnya.

Hasil pertemuan ini, Kapolda mempersilahkan dikemas dengan bahasanya masing-masing. Silahkan diteruskan kepada keluarga, sahabat, baik yang ada di Sulawesi Utara ataupun di kota-kota lainnya. Sehingga semakin meluas informasinya, semakin memahami, mengetahui, dan akhirnya tidak ada lagi yang bertanya-tanya bahkan melakukan tindakan-tindakan yang kontra produktif. (AF)

Meimonews.com – Kondisi Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara pasca bentrokan 2 kelompok yang terjadi Sabtu (25/11/2023) jam 16.30 wita sudah kondusif. Situasi kamtibmas sudah kembali kondusif.

Walau demikian, polisi masih tetap berjaga di beberapa titik di kota yang mendapat julukan Kota Cakalang itu.

Kondisi terkini tersebut disampaikan Kapolda Sulut Irjen Pol. Setyo Budiyanto
didampingi Kabid Humas Kombes Pol. Iis Kristian, Direskrimum Kombes Pol. Gani F. Siahaan dan Forkopimda Kota Bitung saat menggelar konferensi pers, yang dihadiri sejumlah wartawan baik, cetak, elektronik dan media online di Polres Bitung, Minggu (26/11/2023) malam.

“Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat khususnya yang ada di Kota Bitung dan umumnya masyarakat Sulawesi Utara serta seluruh masyarakat Indonesia, sampai dengan malam ini situasi dan kondisi di wilayah Kota Bitung aman dan terkendali,” ujar Kapolda.

Pihak Polda dan Polresta Bitung sudah melakukan banyak kegiatan dari mulai pagi sampai dengan malam hari, dan banyak melakukan pertemuan dengan para tokoh, masyarakat, dan komunitas, malam ini terlihat bahwa aktivitas masyarakat di beberapa tempat berjalan seperti biasa.

“Mereka melakukan banyak kegiatan perekonomian berjalan sebagaimana mestinya. Ini menunjukkan bahwa kegiatan atau aktivitas dan situasi kondisi di wilayah Kota Bitung ini aman dan terkendali,” tandasnya.

Kapolda memaparkan, pada peristiwa bentrokan antara Ormas Adat dan Ormas Keagamaan, yang menyebabkan 3 korban yakni 2 luka-luka dan 1 meninggal dunia ini, polisi sudah menangkap sebanyak 7 terduga pelaku.

“Polisi sudah menangkap sebanyak 7 terduga pelaku, yaitu pria inisial RP dan HP yang diduga melakukan penganiayaan di TKP Kelurahan Sari Kelapa dan 5 terduga pelaku di TKP Jalan Sudirman, yaitu pria inisial GK, FL, BI, MP dan RA,” sebut Kapolda.

Selain menangkap para terduga pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 5 sajam jenis parang, pedang samurai, badik dan anak panah, serta 2 buah kayu totara.

Kapolda berpesan kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama ikut berpartisipasi menjaga keamanan. “Dukung pelaksanaan tugas baik dari TNI, Polri maupun Pemerintah Kota Bitung, untuk menjaga situasi ini,” imbau Irjen Pol. Setyo.

Ditambahkan, tidak hanya masyarakat termasuk juga para tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat, dibuktikan bahwa kemarin malam sudah dilakukan pertemuan dan sudah ada komitmen ada kesepakatan untuk tidak memperpanjang masalah ini dan kemudian mempercayakan proses penyelesaiannya dilakukan secara prosedur hukum.

Terkait isu-isu yang bertebaran, Kapolda minta agar tidak mudah terprovokasi. “Jangan mudah percaya dengan isu atau informasi yang sumbernya tidak bisa dipercaya, bahkan mungkin sumber-sumber yang berasal dari akun-akun yang anonim, akun-akun yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Kepada seluruh masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpengaruh, tidak terprovokasi dengan akun-akun atau isu-isu yang berkembang itu, kalau ada informasi sekecil apapun yang kira-kira itu berhubungan dengan situasi dan kondisi yang berkembang di wilayah Kota Bitung.

Kapolda juga mengimbau kepada para pelaku yang melakukan tindak pidana penganiayaan kekerasan secara bersama-sama terhadap para korban agar segera menyerahkan diri.

“Sebaiknya menyerahkan diri, secepatnya datang ke Polres untuk kemudian menyampaikan dengan baik dan akan ditangani secara baik. Saya jamin haknya untuk kemudian diperlakukan secara baik oleh para Penyidik. Kalau tidak nanti pasti akan dilakukan upaya penangkapan atau kalau misalkan melarikan diri pasti akan dilakukan upaya dan dimasukkan dalam daftar pencarian orang,” tegasnya.

Kapolda menyampaikan terima kasih kepada wartawan yang telah berpartisipasi untuk menyampaikan imbauan terutama membuat berita-berita secara positif yang tidak tendensius dan tidak terpengaruh dengan isu-isu yang beredar.

“Harapannya kalau rekan-rekan jurnalis menyampaikan secara proporsional, mudah-mudahan permasalahan ini bisa segera selesai. Kota Bitung bisa cepat normal kembali, sebagaimana biasa, sesuai falsafah torang samua basudara,” ujar Ir. Pol. Setyo. (AF)

Meimonews.com – Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budiyanto mengungkapkan bagi personil Polri baik Polki (polisi laki-laki) maupun Polwan (polisi perempuan) yang memenuhi syarat-syarat tertentu, bisa mengikuti tes seleksi misi pemeliharaan perdamaian PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa).

Hal tersebut diungkapkan Kapolda saat membuka kegiatan Peacekeeper Campaign Tahun 2023 di Aula Catur Prasetya Mapolda Sulut, Kamis (23/11/2023).

“Personil Polda Sulut yang berpangkat Bripda sampai dengan AKBP, dengan masa dinas minimal 2 tahun dan rentang usia 22 hingga 50 tahun, dapat mengikuti tes seleksi misi pemeliharaan perdamaian PBB,” ujar Irjen Pol Setyo.

Peacekeeper Campaign adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada personil Polri di kewilayahan mengenai kesempatan berkarir yang lebih luas berskala internasional dalam koridor Perserikatan Bangsa-Bangsa pada misi pemeliharaan perdamaian dunia di negara-negara yang sedang berkonflik di seluruh dunia dalam ikatan kontingen maupun individu.

Formed Police Unit (FPU) merupakan Kontingen Garuda Bhayangkara Satuan Tugas yang dimiliki oleh Polri dalam ikatan 140 sampai dengan 175 personil dengan formasi tertentu sesuai yang dibutuhkan oleh misi PBB seperti SWAT, Taktis, Mekanik, Water Treatment, TIK, Support, Manase dan lain sebagainya.

Sedangkan Individual Police Officer (IPO) adalah personil Polri yang secara individu telah memiliki kemampuan dan keahlian (skill set) yang akan menjadi modal dasar dalam menghadapi serangkaian tes (Assesment for Mission Service) dari tim PBB (United Nations Selection Assesment and Advisory Team).

Pada kegiatan Peacekeeper Campaign di Polda Sulut ini, Divhubinter Polri mengirimkan Tim ke Polda Sulut yang dipimpin oleh Brigjen Pol Drs. Yaya Ahmudiarto dan beberapa panitia, di antaranyaKombes Pol Leo Andi Gunawan, SIK, MPP, Kombes Pol FX Arendra Wahyudi, SIK, Kompol Andhika Satriya Oetama, SIP, SIK.

Selain itu, Kompol Omizon Eka Putra, SH, SIK, Kompol Taufik Hidayat Afriansyah, SH, Kompol Panji Gedhe Prabawa, SH, SIK, MAP, Kompol Noval Nanusa Gegoh Desky, SH, SIK, Kompol Tony Priyanto, SH, SIK, AKP Louis Stefanus Gregory Kaunang, SIK, M.Si, Ipda Komang Sudiarna, Ipda Marina Olivia Wilhemina Rindengan, SH, Ipda Harris Prayogo, SH, MH dan Ipda Puteri Cantikka Permata, S.Hum.

Diharapkan dengan dilaksanakannya kegiatan Peacekeeper Campaign di Polda Sulut ini dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan akan misi pemeliharaan perdamaian yang ditawarkan oleh PBB, dan Divhubinter Polri siap mengajak rekan-rekan Polri di seluruh wilayah Indonesia untuk bergabung dalam pemeliharaan perdamaian internasional. (AF)

Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggiat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Mercure, Kalasey (Minahasa) selama dua hari (21-22/11/2023) ini dibuka pelaksanaannya oleh Korbid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Sulut Drs. Sam G. Repy di dampingi Ketua Panitia Terry Tikoalu dan Rika Octaviany, S. Psi (Staf P2M BNN Sulut).

Beberapa pakar sesuai bidang/keahlian masing-masing ditampilkan sebagai narasumber  dengan moderator Selfie .J. Ulaen, S.Pd, SSi, M.Kes (Dosen Poltekes Negeri Manado).

Para pembicara tersebut adalah Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Pitra A. Ratulangi, SIK, MM yang membawakan materi Strategi P4GN, Wadir Reserse Narkoba Polda Sulut AKBP Raswin Sirait (Aspek Hukum dalam P4GN), Psikolog Drs. Lengkana Nasman, S.Psi (Pengetahuan Dasar Adiksi, Konseling dan Rehabilitasi), Ketua Komunitas Tolak Narkoba Lexie Kalesaran (Metode Pencegahan dalam Upaya P4GN).

Korbid P2M BNN Sulut Drs. Sam G. Repy saat berbicara

Dosen Politeknik Negeri Manado Beldi Tombeg, ST, M.Ars (Literasi Digital dalam  P4GN),  Direktur Lembaga Bimbingan Psikologi Jeinner J. Rawung, S.Psi, M.Pd (Pengembangan Karakter Individu sebagai Penggiat P4GN), Balai Bahasa Sulut Irene DC Rindorindo, SS, M.Hum (Public Speacking dalam rangka penyampaian P4GN), dan Korbid P2M BNN Sulut/Penyuluh Narkoba Ahli Madya  Drs. Sam G. Repy (Rencana Aksi P4GN).

Wadir Reserse Narkotika Polda Sulut AKBP Raswin Sirait saat membawakan materi

Ketua Panitia Pelaksana Bimtek Terry Tikoalu menjelaskan, kegiatan ini dimaksudkan untuk menciptakan aparatur pemerintah yang bersih dari narkoba (Bersinar) yang diharapkan peran instansi pemerintah dengan pelaksanaan rencana aksi sebagaimana amanat Inpres No. 2 Tahun 2020.

Psikolog Drs. Lengkana Nasman, S.Psi saat membawakan materi

Peserta berjumlah 30 orang yang terdiri dari perutusan instansi pemerintah baik tingkat provinsi, kabupaten/kota maupun kecamatan.

Ketua Komunitas Tolak Narkoba (KTN) Lexie Kalesaran saat membawakan materi

Dalam sambutannya pada acara pembukaan, Repy mengemukakan, Bimtek ini penting dilakukan dalan rangka optimisasi Inpres No. 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN.

Foto bersama peserta, pemateri dan panitia usai salah satu sesi pemaparan materi

Itulah sebabnya, lewat kegiatan ini, sebutnya, diharapkan para peserta yang merupakan perutusan instansi pemerintah mendapat bekal untuk melaksanakan kegiatan seperti sosialisasi, test urine, kampanye war on drugs di lingkungan masing-masing, sebagai penggiat P4GN di lingkungan masing-masing.

Kegiatan ini direncanakan ditutup Kepala BNN Sulut Pitra A. Ratulangi, SIK, MM. (Fer)

Meimonews.com – Prestasi penting dan membanggakan diraih Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut.

Prestasi tersebut adalah lulusnya sertifikasi SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan dan diperkirakan awal Desember 2023 Tim Auditor Garuda Sertifikasi Indonesia akan menyerahkan sertifikatnya.

Terkait dengan itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg  memberikan apresiasi kepada Sekretaris Lady D. Ante, S.Pd, MAP,  Auditor Yubillia Sumampow, SH,MH dan Adminwas Juni Merly Pakpahan, S.Pd atas kinerja yang luar biasa. Apresiasi yang diberikan berupa piagam

Pemberian piagam sebagai bentuk apresiasi tersebut diserahkan Tandaju pada apel kerja di halaman kantor, Senin (20/11/2023).

Selain itu, Tandaju menyampaikan pula terima kasih untuk semua yang sudah terlibat langsung, dan telah menunjukkan bahwa Perwakilan BKKBN Sulut adalah instansi yang  sudah meminimalisir adanya pengeluaran yang  tidak perlu, dan penanganan yang tepat terhadap penyuapan.

Diingatkan pula untuk  meningkatkan dan menguatkan sistem manajemen organisasi, menciptakan instansi yang bertanggung jawab sebagai pemantau dan pengelola resiko. (Fer)