Meimonews.com – Irjen Pol. Drs. Royke Lumowa, MM menjabat Kapolda Sulut sejak 2 Februari 2020 menggantikan Irjen Sigid Tri Harjanto. Terhitung 31 Agustus 2020 Irjen Lumowa melepas jabatan Kapolda Sulut untuk menjadi Analis Kebijakan Utama Lemdikpol dan digantikan Irjen RZ Pol. Panca Putera, MSi yang sebelumnya menjabat Widyaiswara Kepolisian Utama Tk I Sespim Lemdiklat Polri.

Walaupun baru enam bulan lebih menjadi orang nomor satu di Polda Sulut namun menurut Toar Palilingan (pakar hukum), telah banyak prestasi yang ditorehkan beliau dalam melaksanakan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) kepolisian di Bumi Nyiur Melambai ini.

“Apa yang dibuat sekaligus prestasi tersebut menjukkan integritas dan komitmen beliau dalam melaksanakan tupoksi Polri di Sulut,” kata Palilingan kepada meimonews.com di Manado, Senin (31/8/2020).

Setidaknya, sebut Wakil Dekan 3 Fakuktas Hukum Unsrat Manado ini, ada sembilan prestasi yang telah beliau lakukan selama menjabat Kapolda Sulut.

Pertama, komitmen dan integritas dalam menciptakan ketertiban di wilayah Sulawesi Utara meskipun dalam masa pandemic covid-19. Kedua, komitmen dalam upaya pemutusan rantai penyebaran wabah. berkaitan dengan physical distancing, sosialisasi kepada masyarakat terkait covid-19, pengawalan  pemakaman jenazah pasien covid-19, Polri tetap mengantisipasi tindakan kriminal yang meresahkan masyarakat dengan melakukan pengawasan secara khusus pada objek vital seperti pusat perbelanjaan, bandara, stasiun dan terminal bus.

“Hal ini menunjukkan bahwa dalam masa Pandemi, Polri tetap menjaga komitmen dan loyalitas dalam memberikan perlindungan yang optimal kepada masyarakat meskipun di tengah wabah covid-19 yang sangat membutuhkan adanya kewaspadaan karena bagaimana pun pelaksanaan tugas Polri tetap harus diikuti dengan kewaspadaan mereka untuk menjaga diri dari paparan virus tersebut,” jelasnya.

Ketiga, membuat gebrakan untuk menertibkan penambang tanpa ijin besar-besaran di seluruh jajaran wilayah Polda Sulut dikarenakan masalah lingkungan yang semakin hari sudah menjadi ancaman terutama bencana maupun pencemaran  limbah B3 akibat adanya penggunaan bahan kimia yang tidak terawasi dan terkendali.

Keenpat, pembentukan Satgas Tim untuk Pemberantasan mafia tanah di Sulawesi Utara. Hal ini merupakan tindak lanjut dari MOU antara Kementerian Agraria dan Tata Ruang dengan Kepolisian Republik Indonesia dalam rangka pemberantasan mafia tanah di seluruh Indonesia.

Kelima, berperan aktif dalam mennyukseskan pemilihan kepala daerah lanjutan yang tahapannya sudah  mulai berjalan sejak bulan Juni 2020..Keenam, menjalin kordinasi yang aktif dan ekfetif dengan semua lembaga di daerah Sulawesi Utara.

Ketujuh, menjalin kedekatan dengan masyarakat sehingga kepolisian dan masyarakat benar-benar hadir sebagai sahabat yang saling membutuhkan dan saling mendukung. Kedelapan, membentuk Tim Maleo Polda Sulut, yang kini menjadi garda terdepan dalam menumpas kejahatan. 

Kesembilan, Irjen Pol. Lumowa, menorehkan sejarah baru yakni mengubah logo Polda Sulut, pada awal bulan Juli lalu. Di mana logo tersebut berlambang kelapa dengan tulisan ‘Maesa’an Waya’ berasal dari bahasa Minahasa, yang artinya ‘Bersatu Semua, Semua Bersatu’ kalimat ini mengandung unsur Bhineka Tunggal Ika.

“Hal-hal tersebut hanyalah sebagian kecil dari berbagai prestasi dan komitmen beliau dalam melaksanakan tugas sebagai Kapolda Sulut sehingga tidak salah apabila rasa terima kasih yang sebesar besarnya dihaturkan kepada beliau atas dedikasi dan loyalitas tanpa batas yang telah dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Sulut dan melepas beliau dengan iringan doa semoga di tempat tugas yang baru dapat melanjutkan segala prestasi yang telah diukir di Bumi Nyiur Melambai ini,” katanya. (lk)

Meimonews.com – Senin (31/8/2020) telah diadakan serahterima jabatan (sertijab) Kapolda Sulut dari Irjen Pol. Drs. Royke Lumowa, MM kepada penggantinya Irjen Pol. Drs. RZ Panca Putra , MSi bersamaan dengan sejunlah perwira tinggi lainnya yang dipimpin Kapolri Jenderal Idham Azis di Mabes Polri, Jakarta.

Selepas jabatan Kapolda, Irjen Lumowa akan menduduki jabatan Analis Kebijakan Utama Lemdikpol.

Walaupun baru menjabat beberapa bukan sebagai Kapolda Sulut namun sejunlah keberhasilan atau terobosan yang dibuat mantan Kakorlantas Mabes Polri ini. Beberapa sumber mengungkap sosok dan keberhasilan perwira tinggi (pati) bintang dua ini.

Bagi Maksi Sakul, seorang aktivis (mitra Polda Sulut)., Irjen Pol. Royle Lumowa adakah pribadi yang humanis, sejalan dengan kebijakan/program Polri serta merupakan orang yang tegas.

“Pak Lumowa adalah seorang yang punya prinsip. Beliau tegas tetapi sekaligus humanis,” ujar Maksi kepada meimonews.com di Manado, Minggu (30/8/2020).

Jenderal Lumowa, sebut pengusaha muda ini, banyak membantu warga dan memberikan ketenangan terutama di masa pandemi covid-19 ini. Pak Lumowa tak segan turun ke masyarakat memberikan imbauan soal pencegahan penyebaran covid-19 serta pula memberikan bantuan sosial kepada harga terdampak.

Walaupun hanya beberapa bulan menjabat Kapolda Sulut, ungkap Maksi, banyak terobosan lain yang dibuatnya. “Beliau membuat terobosan di bidang keamanan dengan membentuk Tim Maleo dalam menciptakan rasa aman dan nyaman di Sulut.

“Beliau telah menciptakan sejarah di Polda Sulut dengan hadirnya pataka dalam bentuk bahasa dan logo yang berkarakter da ciri khas daerah kita tercinta,” ujar Maksi tentang terobosan lain yang dibuat Jenderal Lumowa.

Apa yang dibuat mantan Kapolda Maluku itu, menurutnya, membuktitan kecintaan beliau untuk daerahnya. Sejarah akan mencatat itu terjadi di era beliau.

“Sukses selalu dan semoga waktu dekat ini balik lagi di Sulut dalam jajaran pimpinan Muspida sulut,” ujar Maksi ketika ditanya tentang pesan dan harapanya terhadap Irjen Pol. Royle Lumowa setelah tidak menjabat Kapolda Sulut..

Apresiasi terhadap karya dari Irjen Pol. Royle Lumowa datang dari Ferry Woy, mantan Sekretaris Dinas Pariwisata Sekretariat Kota Manado. Dihubungi terpisah, Ferry memberikan pandangan/komentarbya tentang Jenderal Lumowa.

“Sekalipun waktu yang tersedia memimpin di Polda Sulut tidak terlalu lama, namun beliau telah mampu membuat lompatan prestasi,” ujar Ferry.

Pertama,.meningkatkan kebersamaan korps kepolisian di semua lini mulai dari Polda, Polres/ta sampai ke Polsek. Kedua, mampu menumbuhkembangkan potensi budaya yang ada di Sulut. Ketiga, memiliki integritas yang tinggi untuk mewujudkan setiap program-program yang diyakini menjadi dambaan warga masyarakat dari sisi kemanunggalan Polri.

“Itulah beberapa komentar atau pandangan saya soal pak Jenderal Royke Lumowa,” ujar Ferry. (lk)

Meimonews.com – Irjen Pol. Drs.. RZ Panca Putra, MSi resmi menjabat Kapolda Sulut menggantikan Irjen Pol. Drs. Royke Lumowa, MM.

Serahterima jabatan (sertijab) Kapolda Sulut tersebut dipimpin Kapolri Jenderal Idham Azis bersamaan dengan 7 Kapolda dan As. Ops dan Kadiv TIK Polri yang diadakan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (31/8/2020).

Sertijab tersebut, jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Alwi Setiyono kepada wartawan, sesuai rotasi jabatan yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2247/VIII/KEP./2020 dan ST/2248/VIII/KEP./2020 tertanggal 3 Agustus 2020.

Dalam surat tersebut, Kapolda Kaltim dipegang Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak menggantikan Irjen Pol. Muktoono yang kini menjabat Kepala Divisi TIK Mabes Polri. Jabatan Irjen Nahak sebagai As. Ops. Kapolri diiisi Brihjen Pol. Imam Sugianto yang sebelumnya adalah Wakapolda Kalbar.

Analis Kebijakan Utama Bidang Sabhara Baharkam Polri Irjen Pol. Bambang Kristiyono resmi menjabat sebagai Kapolda Kaltara. Kapolda Sulteng dijabat Brigjen Pol. Abdul Rakhman Baso yang sebelumnya merupakan Wadankor Brimob Polri.

Irjen Pol. R Z Panca Putra resmi menjabat sebagai Kapolda Sulut menggantikan Irjen Pol. Royke Lumowa yang dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Lemdiklat Polri. Jabatan Panca selaku Widyaiswara Kepolisian Utama Tk I Sespim Lemdiklat Polri digantikan oleh Kapolda Sulsel Irjen Pol. Mas Guntur Laupe.

Posisi Kapolda Sulsel dijabat oleh Irjen Pol. Merdisyam yang sebelumnya merupakan Kapolda Sultra. Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Yan Sultra Indrajaya akan menggantikan Merdisyam sebagai Kapolda Sultra.

Posisi Kapolda NTT resmi dijabat oleh Irjen (Pol) Lotharia Latif. Ia sebelumnya menjabat sebagai Kakorpolairud Baharkam. Kapolda Gorontalo resmi diduduki oleh Brigjen Pol. Akhmad Wiyagus, yang sebelumnya menjadi Wakapolda Jabar.

Acara kemudian diikuti dengan upacara kenaikan pangkat atau korps raport.

Ada sebanyak 10 pati Polri berpangkat brigadir jenderal atau jenderal berbintang satu menjadi jenderal berbintang dua atau inspektur jenderal serta12 anggota Polri berpangkat komisaris besar (kombes) resmi menjadi brigjen. (lk)

Meimonews.com – Selang Januari-Agustus 2020 sebanyak 41 kasus peredaran gelap narkoba berhasil diungkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulut. Untuk tahun 2019 mencapai 71 kasus.

Hal tersebut disampaikan Kombes Eko Wagiyanto kepada wartawan di Polda Sulut, Rabu (26/8/2020), sehari sebelum mengakhiri tugasnya sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Sulut untuk digantikan AKBP Indra Lutrianto Amstono.

Di Sulut, menurutnya, banyak kasus narkoba, baik itu psikotropika maupun obat-obat lainnya, namun semua semua kasus narkoba telah P21 atau 100 persen.

“Masih didominasi oleh kasus sabu, kemudian kasus obat keras, minuman beralkohol juga banyak terjadi dan terakhir adalah kasus ganja. Polda sementara tangani dua kasus ganja,” jelas Kombes Eko.

Selama ia menjabat, kasus terbesar yang pernah ditangani adalah kasus 300 gram sabu. Kemudian minuman cap tikus sekitar 31 ton, obat keras 18.000 butir dan ganja.

Salah satu PJU (pejabat utama) Polda Sulut ini mengungkapkan, para pelaku didominasi karyawan swasta, wiraswasta, juga ada beberapa PNS dan ada juga anggota Dewan.

“Dari hasil pemeriksaan, awal menggunakan narkoba alasannya coba-coba, selanjutnya faktor ekonomi, ” jelas Perwira menengah penyandang 3 bunga melati ini.

Diungkapkan, bila dibandingkan secara global atau nasional, untuk harga di Sulawesi Utara cukup signifikan. Contoh, kalau di Jawa dan Sulut harga narkotika bisa satu banding empat. “Hal itu memotivasi pelaku melakukan jual-beli narkoba di Sulut untuk dapat keuntungan,” paparnya.

Seperti diberitakan meimonews.com (5 PJU Polda Sulut Dimutasi, Kapolda Pimpin Sertijab), jabatan Direktur Reserse Narkoba dimutasi dari Kombes Pol. Eko Wagiyanto kepada AKBP Indra Lutrianto Amstono.

Serahterima jabat (sertijab) telah dipimpin Kapolda Sulut Irjen Pol. Royle Lumowa, di Aula Catur Prasetya, Kamis (27/8/2020) bersamaan dengan 4 PJU lainnya. (lk)

Meimonews.com – Sebanyak 5 Jabatan Utama di Polda Sulawesi Utara yakni Karo Ops, Karo Logistik, Karo SDM, Direktur Resnarkoba dan Kabid Keuangan mengalami pergantian (mutasi).

Upacara serah terima jabatan yang dipimpin Kapolda Sulut Irjen Pol. Royle Lumowa tersebut dilaksanakan di Aula Catur Prasetya Polda Sulut, Kamis (27/8/2020). Acara pergantian 5 Pejabat Utama (PJU) ini dihadiri Wakapolda Sulut Brigjen Pol. Yadi Suryadinata, para PJU Polda dan para Kapolres/ta jajaran.

Upacara sertijab ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan oleh Kapolda Sulut, dilanjutkan dengan penandatangan Berita Acara Sertijab dan Pakta Integritas.

Para pejabat yang mengalami mutasi yaitu Karo Ops Polda Sulut dari Kombes Pol. Yohanes Soeharmanto kepada Kombes Pol. Edward Tamboto, Karo Logistik dari Kombes Pol. Ahmad Husni kepada Kombes Pol. Yohanes Soeharmanto.

Karo SDM Polda Sulut dari Kombes Pol. Muslikhun kepada Kombes Pol. Octo Budhi Prasetyo, Direktur Resnarkoba dari Kombes Pol. Eko Wagiyanto kepada AKBP Indra Lutrianto Amstono, dan Kabid Keuangan dari Kombes Pol. Bagus Srigustian kepada AKBP Mulyono.

Usai upacara sertijab dilanjutkan dengan acara pisah sambut di ruangan yang sama. “Cindera mata yang diberikan pertanda bahwa hubungan batin tetap kita ciptakan, itu semua sebagai bentuk persaudaraan kita,” ujar Kapolda dalam sambutannya.

Kepada pejabat lama yang mengalami mutasi, mantan Kapolda Maluku ini berharap semakin sukses di tempat baru. “Itu yang terbaik yang diberikan Tuhan kepada kita,” katanya. Dan, kepada pejabat baru, Kapolda menyampaikan selamat datang di Polda Sulawesi Utara.

Kapolda mengingatkan kepada seluruh personil, di tengah pandemi covid-19 ini agar tetap menjaga kesehatan dengan rajin berolahraga, dan patuhi anjuran Pemerintah untuk memutus rantai penyebaran covid-19.

Rangkaian kegiatan sertijab dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19, yaitu pengukuran suhu badan, mencuci tangan/handsanitizer, memakai masker dan menjaga jarak. (lk)

Meimonews.com – Kapolres Minahasa Utara (Minut) AKBP Grace KD Rahakbau memimpin Operasi Pendisiplinan Masyarakat menggunakan marker dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona (covud-19).

Operasi yang merupakan kolaborasi TNI Polri, Pemdes dan tokoh agama di Minut ini digelar selama satu minggu, 24-30 Agustus 2020.

Operasi masker dimulai Senin (24/8/2020) di pasar tradisional Kauditan, kantor Unit Bank BRI Kauditan I, di pertokoan dan kepada pengguna jalan raya di desa Kauditan I kecamatan Kauditan.

Sebelum menggelar kegiatan peningkatan pendisiplinan masyarakat dalam penggunaan masker, Polres Minut juga melakukan Pendisiplinan Wajib Penggunaan Masker di lingkungan Polres Minut.

Artinya, sebelum kegiatan itu diberlakukan, pendisiplinan juga dilakukan di tingkat internal melalui Seksi Propram Polres Minut.

Turut hadir di awal operas adalah Kabag Ops kompol Hans Karia Biri, Kasat Lantas Iptu Shirley B. Mangelep, Kasat Binmas Iptu Tonny Simarmata, Kasiwas Iptu Jeanny Sambouw, Kapolsek Kauditan AKP Poltje Moningkey, Hukum Tua Kauditan Satu Nancy Worung, Imam Masjid Al – Istiqomah M. Dano serta seluruh Polwan Polres Minut. 

Hi haru yang sama, Senin (24/8/2020), para Srikandi Polres Minut melakukan pembagian sembako kepada sopir mikro dan tukang ojek yang terdampak pandemi covid-19 di terminal Kauditan satu, kecamatan Kauditan

Kegiatan yang dipinpin Kapolres AKBP Grace KD Rahakbau ini dilakukan dalam rangka menyambut hari jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-72. Sebanyak 50 paket sembako yang diserahkan.

“Pemberian bantuan ini sebagai wujud kepedulian Polwan Polres Minut terhadap para sopir mikro dan tukang ojek yang terdampak pandemi covid-19 serta dalam rangka menyambut hari jadi Polwan ke-72,” ujar Kapolres Rahakbau.

Tak lupa saat menyerahkan sembako, para Srikandi Polres Minut juga mengimbau para sopir mikro dan tukang ojek untuk selalu mematuhi rambu lalulintas di jalan dan terus mentaati protokol kesehatan dengan rajin mencuci tangan, menjaga jatak dan menggunakan masker saat keluar rumah agar terhindar dari penularan virus korona. (lk)

Meimonews.com – Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kementerian Agama (Kemenag) Kota Manado menggelar kegiatan Peningkatan Moderasi Beragama Katolik Kota Manado di SD Frater Don Bosco Manado, Jumat – Sabtu (21-22/2020).

Sebanyak 35 guru agama Katolik ikutserta pada kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Manado Irwan Musa.

Menurut panitia kegiatan Riska Lumi, Meike Memah dan Jein Timporok, kegiatan ini didanai oleh DIPA Bimas (Bimbingan Masyarakat) Katolik Kemenag Kota Manado

Saat menutup kegiatan, Penyelenggara Bimas Katolik Kemenag Kota Manado Salvatore Ponomban berharap para guru agama Katolik ini tetap semangat dan terus membuat materi pembelaran dan video pembelajaran yang baik dan benar serta menarik bagi siswa dan juga orangtua.

Sejumlah pembicara ditampilkan dalam kegiatan dua hari ini yakni Kakan Kemenag Manado Iwan Musa yang membawakan materi Penguatan Moderasi Beragama bagi Pendidik sebagai Penuntun Arah Generasi Bangsa, Pembimas Katolik Joula Makarawung tentang Moderasi Beragama di Era Disrupsi dan Digital.

Ketua Komkat (Komisi Kateketik) Keuskupan Manado Pastor Kristianus Ludong Pr tentang Berkatekese di Masa Pandemi, Ketua YPK-KM (Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Manado) Pastor Revi Tanod Pr tentang Peranan Guru Agama Katolik di Era Milenial serta Ketua MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Kota Manadi Hanny Rawung tentang Metode Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. (lk)

Meimonews.com – Dua Bhabinkamtibmas (Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarajat) yakni Bhabinkamtbmas Gemeh (Talaud) Brigpol. Oscar Dalita dan Bhabinkamtibmas Beo Brigpol Sarhan Palawa bergerak bersama masyarakat.

Di samping melakukan sesuatu/gerakan bersama masyarakat, kedua abdi negara/bangsa ini melakukan sosialisasi tentang upaya pencegahan penyebaran covid-19.

Brigpol Oscar bersama warga bekerja bakti di lahan ketahanan pangan Kampung Tangguh Sahengtimbang, Desa Gemeh Wantane, Talaud, Rabu (19/8/2020).

Kegiatan yang dilakukan yaitu membersihkan rumput yang tumbuh di sekitar tanaman pangan. Di sela kegiatan tersebut, Brigpol Oscar pun menyampaikan imbauan protokol kesehatan dalam menghadapi era Adaptasi Kebiasaan Baru di tengah pandemi covid-19.

“Kami ajakan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penyebaran covid-19. Di antaranya dengan rajin cuci tangan, jarak, hindari kerumunan dan selalu pakai masker jika bepergian, ”pungkasnya.

Sementara Brigpol Sarhan bersama warga di desa binaan untuk membuka lahan ketahanan pangan di masa pandemi covid-19, Rabu (19/8/2020) pagi.

“Jadi untuk rencana pembukaan lahan ketahanan pangan ini telah kami bahas bersama warga, dan sudah terbentuk kelompok, beberapa hari yang lalu. Di lahan ini akan ditanami berbagai jenis tanaman pangan, ”ujar Brigpol Sarhan.

Saat istirahat, Brigpol Sarhan juga menyampaikan imbauan protokol kesehatan dalam menghadapi era Adaptasi Kebiasaan Baru di tengah pandemi covid-19,

“Kami terus mengajak masyarakat untuk disiplin terhadap protokol kesehatan demi mencegah penyebaran covid-19. Di antaranya, rajin cuci tangan, jaga jarak, hindari kerumunan dan pakai masker jika bepergian,” ujarnya. (lk)

Meimonews.com – Polda Sulut menggelar Lomba Tari Gembira Merah Putih antarpolres/ta jajaran di Lapangan AKP Bryan Tatontos Mapolda, Rabu (19/8/2020).

Kapolda Sulut Irjen Pol. Royke Lumowa di dampingi Wakapolda Brigjen Pol Yadi Suryadinata dan Pejabat Utama Polda Sulut, usai lomba mengatakan, lomba serupa sudah dilaksanakan antar Satker (Satuan Kerja) tingkat Polda Sulut sebanyak dua kali, beberapa waktu lalu.

Lomba, jelas Kapolda, dimaksudkan untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh di tengah pandemi Covid-19. “Daya tahan tubuh harus dipertahankan bahkan ditingkatkan, salah satunya bisa melalui tari gembira ini,” ujarnya

Selain itu, lomba ini juga untuk memupuk kebersamaan, soliditas internal dan kekompakan. Lomba ini juga untuk menunjukkan bahwa polisi bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai penghibur masyarakat.

“Sehingga tarian-tarian seperti ini atau kemampuan menyanyi dan lainnya tetap diperlukan oleh setiap insan Polri di mana pun dia bertugas. Polisi selain sebagai penegak hukum, pelindung, pengayom dan pelayan, bahkan penghibur masyarakat, untuk sama-sama membangun situasi kamtibmas yang kondusif,” sebut Kapolda.

Lomba terdiri dari tiga kategori yakni tim, perorangan Kapolres/ta dan perorangan personel Polwan/Polki. Penampilan dinilai oleh empat personel Polwan Polda Sulut sebagai juri, sekaligus instruktur yang sebelumnya telah melatih gerakan ke seluruh jajaran. Lomba berlangsung meriah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan

Untuk kategori tim, juara 1 diraih oleh Polres Minahasa Utara. Juara 2 Polres Bolaang Mongondow Timur, dan juara 3 Polres Bitung.

Kategori perorangan Kapolres/ta, juara 1 Kapolres Minahasa Utara, juara 2 Kapolres Minahasa Selatan, dan juara 3 Kapolres Bolaang Mongondow Selatan.

Sedangkan kategori perorangan personel, juara 1 Polres Minahasa Utara, juara 2 Polres Bolaang Mongondow Timur, dan juara 3 Polres Kepulauan Sangihe. Penyerahan piala kepada para pemenang diserahkan oleh Kapolda Sulut dan Irwasda. (lk)

Meimonews.com – Pandemi covid-19 sungguh berpengaruh besar terhadap sendi-sendi kehidupan termasuk bidang perekonian. Pendapatan masyarakat berkurang, pembayaran terhadap pajak pun mengalami gangguan.

Berdasarkan data yang ada di Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Sulawesi Utara, hingga pertengahan Agustus ini, PAD (pendapatan asli daerah) baru mencapai 51 persen dari target PAD tahun ini.

Walau demikian, Bapenda Sulut di bawah kepemimpinan Olvie Atteng terus menggenjot PAD di masa Pandemi Covid-19 ini. “Capaian PAD baru demikian karena adanya pandemi. Beberapa bulan belakangan ini sangat berpengaruh pada capaian,” jelas Atteng kepada wartawan usai memimpin rapat dengan seluruh jajaran Bapenda Sulut, baru-baru.

Wanita tangguh ini bersama jajarannya tetap semangat mengejar PAD, walaupun pandemi belum berakhir.

Pihaknya akan terus mencari hingga Desember nanti. ”Mudah-mudahan semangat yang ada di seluruh staf dan pegawai Bapenda tidak pudar. Semangat kemerdekaan ini menjadi momentum untuk lebih bersemangat,” tegasnya.

Pejabat murah senyum ini pun mengurai berbagai upaya siap dilakukan selama lima bulan ke depan. “Kami akan melakukan penelusuran, intestitasnya lebih lagi karena torang sudah lewat saat covid kemarin,” ujarnya bersifat tekad.

Upaya lainnya adalah melakukan labelling. Bahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera turun ke tempat-tempat keramaian, seperti Megamall dan Manado Town Square. “Khan pusat-pusat berbelanjaan sudah mulai dibuka. Itu target kita,” ujarnya.

Berkaitan dengan upaya menggenjot PAD, pihaknya senantiasa melakukan evaluasi terhadap kinerja jajarannya. “Kinerjanya selalu dievaluasi dan kami akan lakukan dorongan lebih konkrit di lapangan, di antaranya door to door,” sebutnya.

Ketua IKA Smansa 81 Manado ini berharap pandemi segera berakhir agar pihaknya lebih ‘berani’ dalam melakukan penelusuran. “Kalau tidak ada pandemi kami yakin bisa tembus target 100 persen. Tapi kalau masih kami berusaha di atas 75 persen,” tekadnya. (lk)