Meimonews.com – Duta Besar RI untuk Republik Demokratik Rakyat Laos Dr. Pratito Soeharyo berharap komunitas Indonesia di Vientiane pada khusunya dan Laos pada umumnya dapat terus menunjukkan citra diri bangsa yang unggul dan bergerak maju.

“Hal ini juga termasuk dalam menunjukkan hubungan persahabatan Indonesia dengan Laos,” ujar Dubes saat memberikan sambutan pada acara ramah tamah berkairan dengan peringatan HUT ke-75 RI.

Acara ramah ramah yang ditandai pemotongan nasi tumpeng HUT ni diadakan usai upacara peringatan HUT ke-75 RI yang diadakan Kedutaan Bessr RI di halaman kedutaan di Vientiane, Senin (17/8/2020) pukul 09.30 waktu setempat.

Hadir pada upacara dan ramah ramah adalah masyarakat dan diaspora Indonesia dan keluarganya serta friends of Indonesia Laos yang adalah peserta kursus bahasa Indonesia di Laos (pelajar, pegawai pemerintah, tentara dan polisi yang mayoritas merupakan warga asli Laos).

Bertindak sebagai pembina upacara adalah Dubes Laos sementara komandan upacaranya Atase Pertahanan Kolonel inf. Rory Ojak Halomoan Sitorus. Upacara tetap dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19.

Dua warga Manado yakni Irene Debby Caroline Rindorindo dan Happy Smile Watulingas-Karubaba bertugas sebagai protokol/MC dan solois lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang mengiringi pengibaran Sang Merah Putih.

Walaupun cuaca mendung, namun tidak mengurangi semangat puluhan peserta menjalani dengan penuh hikmat upacara yang mengandung pesan dan semangat persatuan dan kesatuan seluruh bangsa Indonesia termasuk yang berada di luar negeri seperti di Laos.

Di bagian lain sambutannya, Dubes mengungkapkan adanya perkembangan positif dalam pencegahan penyebaran covid-19 di Laos, yang mendorong Pemerintah Laos memberikan kelonggaran pembatasan pada pergerakan sehingga membuat masyarakat Indonesia di Vientiane dan sekitarnya dapat bertemusapa dan menjalani silaturahmi antarsesama pada momen perayaan HUT ini.

Kepada masyarakat Indonesia di Laos, diingatkan untuk tetap waspada serta menjalankan apa yang menjadi praktek dan anjuran Pemerintah Laos dalam mencegah penyebaran covid-19, utamanya menjaga kesehatan, kebersihan diri dan keluarga serta menjaga jarak di manapun berada.

“Hal ini mengingat virus corona (covid-19) masih melanda di negara-negara tetangga Laos dan di Kawasan ” ujar Pratito. (lk)

Inspeksi mendadak (sidak) dalam rangka pendisiplinan penggunaan masker di lingkungan Polda Sulut dilakukan Bidang Profesi dan Pengamanan (Prppam) Sulut yang dipimpin Kabid Kombes Pol. Marlien Tawas, Selasa (18/8/2020).

Inspeksi mendadak tersebut dilakukan di seluruh Satuan Kerja (Satker) yang ada di sekitar Markas Komando Polda Sulawesi Utara.

“Kami Bidang Propam Polda Sulut menjalankan apa yang menjadi instruksi Pemerintah, Inpres No. 6 tahun 2020 tentang percepatan penanganan covid-19 dan STR Kapolri No. 495 tentang penertiban personil Polri dalam penggunaan masker, dalam pelaksanaan tugas,” ujar Kombes Merlien.

Tujuan kegiatan ini, sebut mantan Kapolres Tomohon ini adalah untuk meminimalisir penularan virus corona, apalagi selama ini diketahui di Polda Sulut ini juga sudah ada anggota yang terpapar virus corona bahkan dari data, beberapa anggota sudah ada yang meninggal dunia.

Kegiatan tersebut dilakukan secara mendadak. “Sengaja kami tidak menyampaikan secara tertulis. Kami ingin melihat kesiapan dan kesadaran dari personil Polri tentang penggunaan masker. Karena masker ini seperti pakaian, kita tidak boleh lagi meninggalkan masker ini,” tegasnya.

Dari sidak yang dilakukan di seluruh Satker, didapatkan kurang lebih ada 50 personil Polri yang tidak menggunakan masker saat berada di lingkungan kerja Mapolda Sulut.

“Kita ingin mendisiplinkan masyarakat harus dimulai dari tubuh Polri sendiri. Ini tugas dan tanggung jawab kami, kita bersama-sama mendisiplinkan diri dulu, membangunkan kesadaran bahwa masker ini adalah bagian dalam kelengkapan kita,” tandasnya.

Terpantau bagi personil yang kedapatan tidak menggunakan masker, diberi sanski administrasi oleh provost, juga diberikan teguran dan tindakan disiplin, mengucapkan Tribrata dan Catur Prasetya. (lk)

(Oleh : Lexie Kalesaran)

Meimonews.com – Sejumlah perwira tinggi (Pati) Mabes Polri diberhentikan dari jabatannya terkait dengan ‘kasus Joko Candra’ yang lagi mengemuka dan ramai diperbincangkan beberapa waktu belakangan ini.

Bahkan, ada yang sedang dalam proses hukum. Bila ada oknum yang lain, yang turut terlibat maka diyakini akan ada konsekuensinya. Ada sanksinya.

Tindakan tegas dan terukur seperti begini senantiasa dilakukan pimpinan Polri sesuai tingkatannya terhadap personilnya yang melakukan pelanggaran baik etika/profesi maupun pidana.

Sudah barang tentu, tindakan yang dilakukan sesuai prosedur tetap (protap) yang ada. Ada laporan dan ada bukti yang cukup.

Jadi, kalau seorang atau kelompok orang menemukan ada kejanggalan atau kesalahan penanganan suatu perkara oleh personil kepolisian atau ada oknum polisi melakukan pelanggaran kode etik atau pelanggaran hukum/tindak pidana, silahkan membuat laporan ke SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu).

Nanti, berdasarkan laporan yang ada akan difollow-up, ditindaklanjuti sesuai mekanisme atau protap yang ada/berlaku.
Laporan yang masuk, bila telah memenuhi unsur (memiliki bukti permulaan yang cukup dan bisa dilanjutkan ke proses selanjutnya) akan diteruskan/diproses lebih lanjut.

Dalam mekanisme ini, ada pengawas penyidik (pawas) yang memonitor/mengawasi proses penanganan oleh penyidik. Akan ada konsekuensi bila penyidik suatu perkara tidak melakukan atau sengaja melambat-lambatkan proses penanganan suatu perkara.

Protap atau mekanisme begini telah menjadi kelaziman di institusi Polri di semua tingkatan. Langkah demikian sejalan dengan perwujudan kebijakan/program Polri yakni Promoter (profesional, modern dan terpercaya) serta humanis.

Itulah sebabnya,.tidaklah bijaksana atau tidak tepat bila ada warga yang mungkin tidak setuju/keberatan terhadap penanganan suatu perkara oleh penyidik atau institusi kepolisian tingkatan tertentu memposting di media sosial (medsos) seperti facebook (fb).

Menjadi pertanyaan, apakah langkah itu bijaksana/efektif untuk penyelesaian masalahnya ? Apakah tidak berdanpak hukum (melanggar KUHP atau UU ITE) bila ternyata tidak punya cukup bukti ?

Seyogianya, warga (siapapun dia dan dalam kedudukan apapun) menggunakan mekanisme yang ada dan tidak menggunakan cara-cara dan ukurannya sendiri-sendiri tanpa memperhatikan dampak/efek yang ditimbulkannya.

Kalau mekanisme yang ada (telah melaporkan kasus/kajadiannya ke SPKT sudah ditempuh namun belum ada ‘tanda-tanda’ tindak lanjut, silahkan mempertanyakan SPKT atau bagian/bidang terkait termasuk Propam (Profesi dan Pengamanan) yang berhubungan dengan etika/profesi kepolisian, soal perkembangan kasus/kejadian yang telah dilaporkan.

Bila belum ada ‘tanda-tanda’ perkembangan atau ada kesengajaan dari ‘oknum’ yang ada di SPKT atau bagian/bidang terkait yang tidak memberikan informasi perkembangan laporan yang ada, maka sampaikan ke pimpinan mereka atau pimpinan institusi Polri sesuai tingkatannya.

Kalaupun terlihat ada ‘tanda-tanda’ kesengajaan untuk memperlambat atau tidak memprosesnya padahal diyakini pelapor kasus/kejadiannya telah memiliki alat bukti yang cukup (memenuhi unsur) sebagaimana diatur dalam KUHP atau kode etik kepolisian, silahkan sampaikan/laporkan ke pimpinan institusi di atasnya, bahkan bisa ke Mabes.

Bila pelapor menempuh/mengikuti mekanisne seperti ini, diyakini laporannya didengar dan ada tanggapannya. Bila ditemukan ada ‘oknum’ Polri yang ‘bermain’ dalam kasus yang nyatanya telah memenuhi unsur dan seharusnya diproses lebih lanjut maka diyakini akan ada sanksi terhadap ‘oknum’ tersebut.

Ada sejumlah bukti bahwa pimpinan institusi Polri memberikan sanksi mulai dari ringan, sedang sampai berat seperti pemecatan terhadap ‘oknum’ Polri yang tidak melaksanakan tugas pokoknya sebagaimana diatur dalam UU No. 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia yakni memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakkan hukum, memberikan pelrindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

(Oleh Dr. drg. Paulus Januar, MS)

Meimonews.com – Vaksin Covid-19 hingga kini masih belum bisa dipastikan benar akan didapatkan hingga masih perlu dilakukan uji klinis. Sedangkan untuk menghentikan penyebaran Covid-19 paling efektif manakala masyarakat memiliki imunitas atau kekebalan yang diperoleh melalui vaksinasi.

Sedangkan pencegahan Covid-19 melalui protokol kesehatan seperti pembatasan fisik, memakai masker, mencuci tangan, menggunakan APD (Alat Pelindung Diri), dan sebagainya, ternyata tidak mudah bahkan menimbulkan distrupsi terhadap kehidupan masyarakat. 

Mengingat perlunya agar segera tersedianya vaksin Covid-19, dengan demikian patut ditelaah problematik apa saja yang tengah dihadapi. 

Vaksin adalah bahan yang umumnya dibuat dari mikroba penyebab penyakit yang telah dilemahkan atau telah dimatikan, dapat juga berasal dari racun maupun protein mikroba.

Pemberian vaksin akan memicu terjadinya respons imunitas tubuh hingga memberikan kekebalan terhadap infeksi mikroba kuman atau virus.

Vaksin yang berasal dari mikroba penyebab penyakit harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak malah menimbulkan penyakit atau memberikan akibat yang merugikan, namun merangsang tubuh untuk menciptakan antibodi yang spesifik bagi mikroba tersebut.

Dengan adanya antibodi, manakala tubuh terserang mikroba tersebut maka antibodi akan mematikannya.  Dewasa ini terdapat berbagai jenis vaksin seperti vaksin polio, hepatitis B, campak, influenza, dsb. Umumnya, problematik terbesar vaksin adalah sulitnya penelitian untuk mendapatkannya serta cukup besar risiko kegagalannya.

Hal ini terjadi juga pada penelitian untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Apalagi sebagai penyakit yang tiba-tiba muncul, maka banyak hal yang belum diketahui mengenai Covid-19.

Penelitian untuk pengembangan vaksin terutama dilakukan agar mendapatkan vaksin yang efektif dan aman (efficacy and safety). Idealnya vaksin yang baik adalah yang efektif memberikan imunitas untuk jangka waktu yang panjang, tidak merugikan tubuh, mudah pembuatannya, tidak sulit cara pemberiannya, serta juga tidak berbiaya tinggi. 

Proses pengembangan vaksin terdiri atas penelitian praklinis, uji klinis tahap 1, uji klinis tahap 2, uji klinis tahap 3, serta terakhir dilakukan penetapan dan produksi. Biasanya masing-masing proses berlangsung paling cepat sekitar 2,5 tahun, sehingga kalau lancar seluruh proses akan berkisar 12 hingga 15 tahun.

Problemnya , seringkali dalam kenyataannya tidak berlangsung mulus, seperti misalnya  upaya menemukan vaksin terhadap virus HIV dalam rangka mengatasi penularan AIDS.  Penelitian untuk mendapatkan vaksin AIDS sudah berlangsung lebih dari 3 dekade, tetapi hingga sekarang belum berhasil.

Dalam rangka mengembangkan vaksin Covid-19, diupayakan prosesnya dapat dipersingkat menjadi masing-masing hanya 6 bulan, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi, hingga keseluruhannya dapat berlangsung sekitar 2 hingga 2,5 tahun saja.

Percepatan proses dilakukan dengan memanfaatkan hasil penelitian serupa yang telah dilakukan terhadap famili virus corona lainnya yang memiliki kemiripan yakni virus penyakit SARS dan MERS.  Selain itu, percepatan dilakukan dengan memangkas proses birokrasi penelitian.

Namun, uji klinis tahap 1, 2, dan 3, mutlak harus dilakukan karena tetap harus dijalankan prosedur pembuktian ilmiah yang ketat serta prinsip kehati-hatian. Jika sekarang ini  sudah mulai dilakukan uji klinis tahap 3, maka kalau berhasil diperkirakan dalam kurun waktu 1 tahun sudah tersedia vaksin Covid-19.  

Pada penelitian praklinis berdasarkan kajian teoritik dilakukan penelitian laboratorium, serta percobaan pada hewan. Namun, hasil penelitian laboratorium serta percobaan pada hewan belum tentu sama hasilnya pada manusia.

Dengan demikian penelitian harus dilanjutkan dengan melakukan serangkaian uji klinis pada manusia. Uji klinis tahap 1 sebagai percobaan awal pada manusia dilakukan pada sekelompok kecil subyek penelitian, biasanya 10 hingga 100 orang.

Tujuan uji klinis tahap 1 terutama untuk melihat aspek keamanan vaksin yakni tidak menimbulkan efek merugikan yang serius, di samping juga menelaah efektivitasnya dalam menimbulkan imunitas tubuh.

Uji klinis tahap 2 dilakukan pada subyek penelitian yang lebih banyak, biasanya 100 hingga 1000 orang.  Pada tahap ini lebih ditelaah efektivitas dan keamanan vaksin, termasuk pula dapat digunakan untuk menghitung dosis yang tepat dan penjadwalan pemberian vaksin.

Uji klinis tahap 3 dijalankan secara meluas biasanya mencakup 1000 hingga 100.000 subyek penelitian. Meski pada tahap sebelumnya sudah menunjukkan hasil yang baik, tapi mutlak perlu dilanjutkan uji klinis dengan subyek penelitian dalam jumlah yang besar.

Mungkin saja terjadi, vaksin tidak menimbulkan efek yang merugikan ketika diujicobakan pada sekelompok kecil orang, namun ketika diberikan pada orang yang jumlahnya lebih banyak ternyata terlihat ada yang mengalami efek yang merugikan. Hal ini mungkin karena efek yang tingkat kejadiannya kecil baru akan terlihat ketika dilakukan uji coba pada orang yang jumlahnya cukup banyak.

Pada uji klinis ini dapat dilakukan penelitian secara spesifik terhadap berbagai kelompok populasi seperti pada anak-anak, remaja, orang dewasa, usia lanjut, atau pun membandingkan antara laki dan perempuan, serta dapat pula dilakukan terhadap kelompok etnis yang berbeda. 

Proses akhir adalah penetapan dan produksi. Hasil uji coba vaksin kemudian dilaporkan dan dilakukan penelaahan oleh para pakar (peer review), dan bila hasilnya baik, selanjutnya dapat disahkan serta diterbitkan perijinannya oleh otoritas kesehatan.

Pada tahap ini walau vaksin sudah ditemukan, namun tetap terdapat problematik yang akan dihadapi yaitu bagaimana melakukan produksi massal dengan penjaminan mutu yang baik, proses distribusi, serta pelaksanaan vaksinasi secara meluas.

Dalam rangka pencegahan penyebaran penyakit, idealnya paling sedikit 70% populasi harus divaksinasi. Bagi Indonesia berarti sekitar 180 juta penduduk harus divaksinasi, hingga dapat dibayangkan problematika produksi, distribusi, dan pemberian vaksinasi.

Sekarang ini di dunia lebih dari 150 jenis calon vaksin Covid-19 sedang dalam proses penelitian, dan 27 di antaranya sudah dalam proses uji klinis. Terdapat sekian banyak calon vaksin Covid-19 karena masing-masing berdasarkan landasan teori, metode, dan teknologi yang berbeda-beda.

Pengembangan berbagai jenis calon vaksin Covid-19 antara lain berdasarkan berbagai konsep seperti genetic vaccine, mRNA vaccine, DNA based vaccine, viral vector vaccine, protein based vaccine, VLPs (Virus-Like Particles) vaccine, Pathogen-specific aAPC vaccine, live attenuated virus vaccine, dan inactive virus vaccine.

Terdapatnya sekian banyak calon vaksin Covid-19 merupakan sesuatu yang positif karena selain akan mendapatkan alternatif yang terbaik, juga pengalaman selama ini menunjukkan cukup banyak calon vaksin yang pada akhirnya ternyata gagal.

Saat ini, salah satu calon vaksin Covid-19 yang sudah mencapai uji klinis tahap 3 tengah dilakukan di Indonesia. Keuntungan diadakan di Indonesia, maka dapat lebih dipastikan bahwa vaksin tersebut memang relevan untuk mengatasi jenis virus yang terdapat di Indonesia.

Bisa saja karena berbagai faktor terjadi perbedaan proses mutasi genetik, hingga terdapat variasi virus yang mungkin saja berbeda antara yang ada di Indonesia dengan negara lain.

Kini, harapan dunia terutama bertumpu pada ditemukannya vaksin hingga dapat menghentikan penyebaran Covid-19. Walau belum didapatkan, ternyata pemesanan vaksin Covid-19 cenderung diborong negara-negara kaya seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa.

Negara-negara tersebut telah menandatangani kontrak untuk mendapatkan hingga ratusan juta unit vaksin Covid-19. Dikhawatirkan negara-negara lain tidak akan mendapatkan jatah, hingga karenanya pemerintah Indonesia telah ancang-ancang untuk memproduksi maupun menyediakan vaksin Covid-19.

Semoga vaksin Covid-19 dapat segera ditemukan hingga penyebaran Covid-19 dapat dihentikan. (Penulis adalah Pakar Kesehatan Masyarakat)

Meimonews.com – Enam imam/pastor baru Diosesan Manado menggelar misa perdana di Paroki St. Paulus Lembean, Minahasa Utara, Minggu (9/8/2020).

Misa konselebrasi ini dipimpin P. Koresta Fransiskus Rian Lila Pr (pernah bertugas sebagai frater diakon di paroki ini selama setahun, yang kini mendapat tugas di Paroki Melongguane) sebagai selebran utama di danpingi lima imam baru lainnya sebagai selebran yakni Pastor Jerry Bambalu Torabelaz Pr (Paroki HKY Tomohon), Pastor Jufri Anthonius Dotulong Pr (Paroki St. Thomas Modo), Pastor Malvinas Anthonius Pr Karundeng (St. Yohanes Rasul Tahuna), Pastor Yohanes I Made Pantyasa (Komsos, Radio Montini dan membantu di Paroki St. Joseph Pelindung Pekerja Manado dan Pastor Bernardus I Wayan Sugiarta (membantu di Komisi PSE-KM).

Turut pula mendanpingi sebagai seleban yakni Pastor Wens Mawikere Pr (Pastor Paroki), Pastor Alex Sondakh Pr (pastor rekan/Ketua Panitia Misa Perdana) dan Pastor Maurits Lensun Pr (pastor rekan) serta Frater Diakon Cheryl Angelo Ferdy Tanod Pr (dari paroki Lembean) yang 18 Juli 2020 ditahbiskan sebagai frater diakon serta dilantik sebagai Lektor dan Akolit.

Sejumlah umat dengan junlah terbatas yakni perwakilan dari wilayah rohani dan stasi Paroki Lembean termasuk tokoh umat Piet Luntungan dan pimpinan kelompok kategorial paroki serta perwakilan dari Paroki St. Fransiskus Xaverius Kema (pemekaran dari paroki Lembean) turut hadir pada misa yang disiarkan secara langsung oleh Komsos dan Dokumentasi Paroki Lembean).

Sebelum misa, diadakan penjemputan di depan piatu masuk gereja bagi para imam yang baru ditahbiskan bersama empat imam Tarekat MSC oleh Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di danpingi Superior Provinsial MSC Indonesia Pastor Samuel Maraanesy MSC dan Rektor Seminari Hati Kudus Yesus (HKY) Pineleng Pastor Melky Malingkas Pr di Kapel Seminari HKY Pineleng, Sabtu (26/7/2020).

Usai misa diadakan santap kasih bersama di aula paroki.

Semua acara, mulai dari penjemputan, misa dan santap kasih bersama dilaksanakan dengan memperhatikan prosedur kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Di penghujung misa, sebelum berkat/pengutusan dari pastor baru kepada tiga pastor di Paroki Lembean dan kepada umat secara umum oleh keenam pastor dan tiga pastor di Paroki Lembean, para imam baru itu diberi kesempatan untuk berbicara, berbagi cerita singkat perjalanan imamat dan pesan mereka.

Ada yang bercerita bahwa ia masuk seminari karena panggilan sendiri tapi ada juga yang karena dorongan dan ingin menyenangkan hati orangtua namun kemudian tergerak untuk menjawab panggilan itu dengan sungguh-sungguh (menjadi panggilan diri), ada yang dari ‘anak jalanan’ yang terpanggil, dan lain-lain sebab sehingga mereka bisa masuk seminari dan ditahbiskan menjadi imam.

Pastor Paroki St. Paulus Lembean Pastor Wens Mawikere Pr berterima kasih dengan kesediaan para imam baru ini memimpin misa perdana di Paroki Lembean.

Mantan Ketua Komsos Keuskupan Manado ini berharap misa perdana ini bisa menjadi pemacu semangat panggilan bagi umat di paroki ini untuk terpanggil/menjadi imam atau suster.

“Ketua OMK Paroki St. Fransiskus Xaverius Kema mengundurkan diri dari jabatannya untuk menjadi suster. Mudah-mudahan, tahun depan Frater Diakon Cheryl Angelo Ferdy Tanod Pr yang putra Lembean ditahbiskan menjadi imam, dan ada lagi yang menjadi pastor dari Paroki Lembean,” ujar Pastor Wens penuh harap.

Kepada para imam baru, Pastor Wens menyanpaikan selamat bergabung dalam kolegial para imam diosesan Manado. (lk)

Meimonews.com – Tidak mudah mengklaim bahwa obat atau vaksin Covid-19 sudah ada/ditemukan, sebab ada sejunlah persyaratan atau mekanisme yang harus diikuti karena sudah menjadi pedoman internasional.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Kabadan Litbangkes) Slamet memberikan penjelasan terkait mekanisme produksi obat dan perkembangan uji klinis vaksin covid-19.

Seecara garis besar, sebutnya dalam rilis yang dikeluarkan Humas Kemenkes RI, Selasa (4/8/2020), ada empat proses produksi obatnya.

Pertama, diawali dengan upaya penemuan bahan/zat/senyawa potensial obat melalui berbagai proses penelitian;

Kedua, bahan/zat/senyawa potensial obat tersebut harus melewati berbagai proses pengujian di antaranya adalah uji aktivitas zat; uji toksitas in vitro dan in vivo pada tahap pra klinik; serta uji klinik untuk fase I, fase II dan fase III.

Ketiga, proses izin edar. Keempat, diproduksi melalui cara pembuatan obat yang baik (CPOB = GMP) dan dilakukan kontrol pada proses pemasaran.

“Banyak lembaga internasional dan nasional sedang bekerja keras untuk mendapatkan obat ataupun vaksin Covid 19. Sebagian kandidat vaksin juga sudah memasuki tahap uji klinik tahap akhir,” jelas Slamet.

Namun, diakuinya, hingga saat ini belum ada satu negara atau lembaga manapun di dunia yang sudah menemukan obat atau vaksin secara spesifik bisa menanggulangi Covid-19.

“Saat ini, beberapa negara termasuk Indonesia tergabung dalam Solidarity Trial WHO, untuk mendapatkan bukti klinis yang lebih kuat dan valid terhadap efektivitas dan keamanan terbaik dalam perawatan pasien Covid-19,” ujar Slamet.

Terkait perkembangan pembuatan vaksin Covid-19 yang diproduksi Sinovac dari Tiongkok, ungkapnya saat ini akan dilakukan uji klinik fase 3 di site penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad).

“Sesuai dengan standar internasional juga peraturan Badan POM untuk registrasi obat/vaksin, maka protokol penelitian ini harus mendapatkan persetujuan etik dari site penelitian yang akan dituju, dalam hal ini Unpad,” tegasnya.

Dikemukakan, Komisi Etik Unpad telah melakukan telaah protokol penelitian fase 3 vaksin tersebut.

Pada tanggal 27 Juli 2020, Unpad mengumumkan persetujuan etik terhadap uji klinik ini. Artinya, data-data yang mendasari dilakukan uji klinik fase 3 dapat diterima secara ilmiah, risiko terhadap subjek dapat diminimalisasi dan manfaat diperkirakan dapat diperoleh.

“Komisi Etik Universitas Padjajaran berkewajiban melakukan monitoring pelaksanaan penelitian,” jelasnya.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya akan informasi yang diragukan kebenarannya. Untuk itu,
Slamet mengingatkan untuk melakukan saring sebelum sharing, bersikap kritis dan cari informasi dari sumber yang terpercaya.

”Kepada seluruh pihak, khususnya tokoh publik, kami harap dapat memberikan pencerahan tentang Covid-19 kepada masyarakat dan bukan sebaliknya menimbulkan pro-kontra,” ujarnya berharap. (lk)

Meimonews.com – Bupati Minahasa Royke O. Roring (ROR) menyambut gembira inisiatif dari Alumni Smanto 170. 1 lewat programnya yang peduli terhadap Kota Tondano.

Program peduli yang akan dilaksanakan adalah mari menanam bunga di halaman rumah dan pembentukan koperasi dengan salah satu tujuan utama memberdayakan sawah-sawah yang ada di sekitar Danau Tondano.

“Bupati Minahasa menyambut gembira insiatif ini dan berjanji akan mendukung penuh dan memberikan arahan agar yang menjadi anggota koperasi adalah seluruh pemilik sawah dan diharapkan ada database petani pemilik. Disarankan agar Koperasi berbentuk Koperasi Serba Usaha,” ujar Bert Toar Polii, salah satu pengurus Alumni Smanto 170.1 kepada meimonews.com, Rabu (29/7/2020).

Bupati juga menyarankan agar program memperindah Kota Tondano dengan penanaman pohon hias tabebuya diserahkan kepada Denny Mangala.

Dukungan tersebut, jelas Berce (sapaan akrabnya), terungkap saat perwakilan Alumni Smanto 170.1 bertemu dengan Bupati Minahasa yang di dampingi Asisten Setdakab Minahasa Denny Mangala di rumah dinas, baru-baru.

Perwakilan (PIC) yang menghadap bupati adalah mantan Bupati Minahasa Stevanus Freeke Runtu, Dekan Unima Dr. Anetha Lyta Flora Tilaar, Deithy Hermanus Worek, Recky Montong dan anggota DPD RI, Stefanus Liow.

Hasil pertemuan dengan bupati dilaporkan Perwakilan (PIC) pada rapat virtual antara Alumni Smanto 170.1 dengan anggota WAG Tondano Kinatoaunku, semalam.

Dilaporkan oleh Deithy Hermanus Worek (salah satu PIC), untuk program memperindah Tondano dengan pembelian bunga tabebuya, Sekda Minahasa menyatakan akan ikut membeli 300 pohon hias.

“Dengan demikian, jika rencana dari Alumni Smanto 170.1 akan menyumbang 500 pohon hias tabebuya maka pada tahap pertama akan langsung ditanam 800 pohon hias,” sebutnya, seperti dikutip Berce.
Pohon hias tabebuya rencananya ditanam di jalur Kasuang-Tataran; Koya-Roong; Leleko-Tonsaru; Kiniar-Touliang Oki; Liningaan-Papakelan; Suluan-Sasaran; Tanggari-Tonsea lama.

“Selain untuk memperindah kota Tondano dengan tanaman hias, dianjurkan juga ada penanaman pohon seho, tanaman serbaguna kebanggaan Tou Minahasa,” ujar Ismail Maskromo dari Balai Penelitian Tanaman Palma di Mapanget.

Salah satu peserta rapat, Mareyke Tairas mengingatkan agar jangan dilupakan soal perawatan terutama menyangkut kebersihan setelah bunganya gugur.

Peserta rapat lainnya, Joice Anshory menekankan agar peduli keindahan Tondano itu berkelanjutan dan tidak hanya tanam bunga saja, tapi ada usaha yang lain, misalnya kuliner (di lokasi kebon sawah); cari lokasi dengan bangun kios yg lebih bagus, menggantikan kios yang penampilannya jelek dan dibuat khas Minahasa tampilannya.

Dua program yang direncanakan yakni Mari Menanam Bunga di halaman rumah atau dalam bahasa Tondano Meimou Tumanem Wungang Waki Kalasan dan program pembentukan koperasi yang salah satu tujuan utama untuk memberdayakan sawah-sawah di sekeliling Tondano terutama di daerah Boulevard Tondano dan di sisi jalan dari Kiniar menuju Touliang Oki, dari Katinggolan menuju Papakelan agar tidak terbiar seperti saat ini diharapkan segera terwujud.

Ketua Alumni Smanto 170.1 Irjen Pol. Carlo Tewu di tengah kesibukannya sempat menyapa peserta rapat dan mengingatkan, Alumni Smanto 170.1 hanya sebagai inisiator sehingga siapapun yang peduli Tondano bisa ikut kegiatan ini. (lk)

Meimonews.com- Sebanyak sepuluh frater diakon yakni enam dari Diosesan Manado (Projo/Pr) dan empat dari Tarekat MSC ditahbiskan menjadi imam/pastor pada misa tahbisan di Kapel Seminari Hati kudus Yesus (HKY) Pineleng, Minggu (26/7)/2020).

Misa tahbisan dipimpin Uskup Manado Mgr. Benedicttus Estephanus Rolly Untu MSC di danpingi Ketua UNIO Keuskupan Manado P. Revi Tanod Pr, Rektior Seminari HKY Pineleng P. Melky Malingkas Pr, Superior Provinsial MSC Indonesia Pastor Sanuel Maraanesy MSC, Superior Skolastikat MSC Pineleng P. Anselmus Jamlean MSC, Pastor Stenly Pondaag MSC (pemandu acara), sejunlah imam dan Frater Diakon Micky Kojongian Pr.

Tidak seperti biasanya, kali ini misa tahibsan dilakukan secara live streaming dan mengikuti protap kesehatan (sebagaimana imbauan/anjuran pemerintah). Keluarga calon imam hanya dibatasi dua orang saja. Imam/pastor yang mendampingi uskup hanya terbatas, hanya beberapa orang saja, dari biasanya puluhan imam/pastor. Umat yang biasa cukup banyak (ratusan orang), kali ini mereka menyaksikan peristiwa penting ini dari rumah.

Kesepuluh imam/pastor baru tersebut adalah P. Koresta Fansiskus Rian Lila Pr, P. Jerry Bambalu Torrebelaz Pr, P. Jufri Anthonius Dotulong Pr, P. Malvinas Anthonius Karundeng Pr, P. Yohanes I Made Pantyasa Pr, P. Bernard’s I Wayan Sugiarta Pr, P. Agustinus Budiman MSC, P. Andrea’s Buarlele MSC, P. Nouri Dien MSC dan P. Wensislaus Betbual MSC.
Para imam/pastor ini antara lain ada yang ditempatkan.bertugas di Keuskupan Merauke (Papua), Keuskupan Amboina
dan Keuskupan Agung Makasar (wilayah karya MSC), serta di Keuskupan Manado sendiri.

Ketika memberikan sambutan, usai tahbisan, Uskup Manado mengungkap bagaimana proses menjadi seorang yang dimulai dari keluarga sebagai seminari dasar kemudian berlanjut ke seminari menengah dan seminari atau sekolah tinggi.

Itulah sebabnya, Mgr. Rolly berterima kasih kepada orangtua/keluarga imam baru yang telah merelakan putranya (bahkan ada yang sampai dua orang kakak-beradik) untuk menjadi calon imam serta para pembina/staf yang telah membina dan membimbing mereka sehingga bisa ditahbiskan menjadi imam/pastor.

Mantan Superior Provinsial MSC Indonesia ini berterima kasih pula kepada orangtua asuh dan para pastor/imam serta umat yang telah ikut berperan sehingga para frater diakon ini bisa mencapai puncak tahbisan (sebagai pastor/imam) pada hari ini. (lk)

Meimonews.com – Banyak kejutan yang terjadi di Kejurnas Bridge Online Antar Kabupaten/Kota 2020 yang mempertandingkan empat nomor pertandingan yaitu open, ladies, mixed dan senior tim dan pertandingan kelompok umur yang terdiri dari U12, U16, U18, U21, U26 dan U31 telah berlangsung dua session babak penyisihan. Session pertama berlangsung tanggal 20 dan 21 Juli kemudian session kedua dimainkan tanggal 22 dan 23 Juli 2020.

“Memang untuk setiap session yang memainkan 16 session pada babak penyisihan disediakan waktu 2 hari untuk menyelesaikan pertandingan,” ujar Ketua Bidang Humas PB Gabsi Bert Toar Polii kepada Meimonews.com, Kamis (23/7/2020).

Untuk babak penyisihan, open, mixed, U26 dan U21 bermain Swiss 9 session @16 papan. Sedangkan untuk nomor U18 walaupun sama memainkan sistim Swiss 9 session tapi berbeda jumlah board hanya memainkan 12 board. Untuk U12 main double round robbin 12 board. Yang main double round robbin juga Ladies yang digabung senior dan U31 tapi mereka memainkan 16 board setiap session.

Pesertanya sendiri, sebut Bertje (sapaan akrabnya), cukup banyak. Di open team diikuti 61 tim sehingga selesai babak penyisihan 16 tim terbaik akan melaju ke babak knock-out. Mixed Team diikuti 19 tim dan langsung diambil 4 tim terbaik untuk melaju ke semi final demikian juga beberapa nomor lainnya, kecuali nomor Junior U26 yang diikuti 25 tim dan U21 dengan peserta 24 tim akan dipilih 8 tim terbaik untuk berlaga di babak knock out dan khusus ladies dan senior langsung ke babak final untuk peringkat 1 dan 2.

“Terjadi cukup banyak kejutan di session pertama di mana Kabupaten/Kota yang selama ini tidak terdengar prestasinya ternyata bisa menunjukan taringnya,” tegasnya.

Wakil Ketua Bidang Luar Negeri ini mengungkapkan, salah satu partai yang cukup mengejutkan adalah tumbangnya tim bertabur bintang Gabungan Vridge Jakarta Utara dengan para pemain Taufik G Asbi/Lusje Bojoh, Jemmy Bojoh/Conny Sumampouw dan Leslie Gontha/Tetty Sianipar dikalahkan secara telak oleh Minahasa di nomor mixed team. Demikian juga tim Bandung dihancurkan oleh Mamuju di nomor yang sama.

Kalau melihat hail lengkapnya, sambungnya, terlihat jelas banyak Kabupaten/Kota yang selama ini tidak terdengar tapi sekarang malah memimpin di tempat teratas.

Bertje berharap, event online ini bisa menghasilkan bibit-bibit baru yang selama ini terhambat untuk menunjukan kepiawian mereka karena berbagai ffakor penghalang, seperti waktu, biaya dan lain-lain untuk berpartisipasi di turnamen bridge online.

Diakui, pada tahap awal terjadi beberapa ‘kericuhan kecil’ yang patut dimaklumi karena masih banyak pemain yang masih kurang akrab dengan bridge online dan sekaligus juga menerapkan aturan-aturan ketat yang diterapkan panpel.

Regu yang bertanding dan menjadi tuan rumah harus meng’create’ sendiri turnamen di BBO dan ini memerlukan sedikit pengalaman, yang menjadi lawannya harus mengisi line-up dan mengirimkan kepada tuan rumah agar segera bisa di ‘create’ pertandingan team match.
Belum lagi menyangkut koneksi yang belum sama di seluruh Indonesia, dimana ada daerah yang koneksi internetnya tidak stabil. Belum lagi mengambil hasil pertandingan di BBO kemudian melaporkan ke Panpel melalui link dan formulir yang telah disiapkan secara online.

“Tapi untunglah kegesitan Panpel dalam memberikan layanan dan petunjuk mampu mengatasi kericuhan kecil ini sehingga pertandingan kemudian berjalan lancar,” ujarnya.

Berikut hail tiga besar penyisihan antarkabupaten/kota. Untuk open Kabupaten Jember,Kota Balikpapan dan Kota Bekasi.

U26 terdiri dari Kabupaten Pasuruan, Kota Palembang dan Kota Malang. U31 terdiri dari Kota Surabaya, Kabuoaten Jember 1 dan Manado (Gabmo). U21 terdiri dari Kabupaten Sleman, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Minahasa Utara.
U18 terdiri dari Kabupaten Pamekasan.1, Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Padang Pariaman. U12 terdiri dari Kota Tasikmalaya, Manado (Gabmo) dan Kabupaten Jember.

Untuk Ladies terdiri dari GBJU Ladies, Gabsi Kota Semanang SR dan Gabsi Kota Cilegon SR. Untuk Mixed terdiri dari Kabupaten Mamuju, Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Grobogan. (lk)

Penyerahan bantuan sebelum pandemi covid-19

Meimonews.com – Dukungan terhadap para lanjut usia (lansia) di Kota Manado sudah menjadi komitmen dan janji politik sejak awal GS Vicky Lumentut mengajak Mor Dominus Bastiaan menjadi pendamping sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado periode 2016 – 2021. Komitmen dan janji politik ini kemudian diwujudkan dalam salah satu program prioritas dalam RPJMD Kota Manado yakn Bantuan Sosial kepada Lanjut Usia.

Dengan demikian, tahun 2020 merupakan tahun keempat implementasi program dan kegiatan bantuan sosial bagi Lansia. Bahkan ketika membawakan sambutan pada perayaan HUT ke-397 Kota Manado, Walikota G.S. Vicky Lumentut melaporkan realisasi dana bantuan lansia. Sampai dengan akhir tahun 2019, data awal bantuan sosial lansia diperhitungkan 33.000.

Setelah dibuka pendaftaran kembali, ternyata jumlah calon penerima berkisar 45.000. Ketika dilaksanakan validasi di Dinas Dukcapil, jumlahnya menjadi 37.000-an karena ada yang data ganda, meninggal, atau tidak jelas keberadaan/beda data kependudukan.

Kedua, dengan data tersebut, jumlah normal pembayaran seperti tahun 2019 (250.000 per bulan) ditambah kebijakan refocusing dan relokasi anggaran, maka diambil kebijakan pada tahap pertama, dibayarkan Rp 500.000 kepada sekitar 37.000 penerima.

Ketiga, mekanisme pembayaran semula ditawarkan oleh Pemkot Manado untuk dilaksanakan non tunai, tetapi terdapat kendala teknis terkait dengan penyediaan buku tabungan dan kartu ATM dalam wakttu singkat, sehingga pihak bank sendiri yang mengambil keputusan pembayaran dilakukan secara tunai oleh petugas bank BRI di lokasi penyerahan bantuan sosial. Pihak bank memiliki batasan pengeluaran kartu atm dalam jumlah terbatas dan tidak secara simultan memenuhi kebutuhan lansia di Manado.

“Untuk jumlah masih memungkinkan terjadi penambahan mengingat terdapat lansia yang memenuhi persyaratan tapi belum termasuk pada daftar penerima,” tulis Pemerintah Kota Manado dalam akun fbnya, kemarin.

Walikota Manado G.S. Vicky Lumentut, Senin (20/07/2020) menyempatkan diri berbaur dengan para lansia di Kecamatan Bunaken Kepulauan, Kelurahan Alungbanua dan di Kecamatan Bunaken, di Kantor Camat Bunaken.

“Hari ini mulai disalurkan dana lansia di beberapa kecamatan, mohon maaf agak terlambat karena kami fokus pada refocusing anggaran khususnya untuk bantuan sosial bagi masyarakat terdampak covid-19. Dan kami berharap dana lansia ini dapat bermanfaat bagi para lansia di kota Manado, “ ujar Walikota.

Suami tercinta dari Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado, Pror. Dr/ J. P. A. Runtuwene mengimbau dalam penyaluran dan lansia agar tetap berpedoman pada protokol kesehataan covid-19. “adi, kepada para petugas penyalur baik dari Bank BRI dan aparatur Pemerintah Kota Manado, lia akang bae-bae ini penyaluran. Tolong bantu Oma deng Opa supaya lancar terima itu bantuan. Jangan lupa kase inga terus agar mengikuti protokol kesehatan dalam penyaluran bantuan,” pinta Walikota. (lk)