Meimonews.com – Bupati Bolaang Mongondouw Utara (Boltara) Sirajudin Lasena menegaskan, Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) bukan hanya dokumen tapi janji untuk membangun industri yang berbudaya, ramah lingkungan, membuka lapangan kerja dan menjadi kebanggaan generasi esok.
“Ia (RPIK – Red) adalah kompas yang akan menuntun pemerintah daerah dalam membangun ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ujar Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Boltara Abdul Mutoh Daeng Mulisa membacakan sambutan Bupati pada Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen RPIK, Jumat (28/11/2025).
Kegiatan yang diselenggarakan Pemkab Boltara, dalam hal ini Dinas Perdagangan dilaksanakan secara secara online.
Oleh karena itu Bupati mengajak untuk mengikuti FGD ini dengan hati yang terbuka, dengan pikiran yang jernih, dan dengan komitmen yang kuat. Karena daerah yang maju adalah daerah yang pemimpinya tak berhenti belajar, tak lelah berdiskusi, dan tak gentar menatap masa depan.

FGD ini diikuti beberapa perwakilan perangkat daerah seperti Bapelitbangda, Dinas PUTR, Dinas LH, Dinas PMPTSP, Bagian Hukum, Bagian Perekomomian dan SDA, serta Bagian Administrasi Pembangunan.
Empat Tenaga Ahli Sulut dihadirkan dalam FGD sebagai Tim Penyusun. Mereka adalah Rene Chales Kepel, Vicky AJ Masinambouw, Robert Winerungan, dan Een Walewangko.
Kepel membawakan materi Kriteria teknis kawasan peruntukan industri yang diatur dalam Permenperin No. 30 Tahun 2020, Masinambouw tentang Keterkaitan dokumen perencanaan dengan arah kebijakan RPJPD dan simulasi prediksi industri Kabupaten Boltara.
Winerungan tentang Penetapan imdustri unggulan dan Walewangkooo tentang Program industri daerah. (Fer)





