Meimonews.com – Guna mencegah anemia pada remaja, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut menggelar Workshop bagi Fasilitator Sebaya.
Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg ini diikuti 30 peserta remaja dari Kabupaten/Kota se-Sulut yang dilaksanakan di Hotel NDC, Manado, Kamis (29/2/2024)-Sabtu (2/3/2024)
Dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan, Tandaju menjelaskan, anemia adalah bagian dari pencegahan stunting dari hulu, serta merupakan salah satu masalah kesehatan yang terjadi pada remaja putri dan kelompok umur tertentu.

Anemia pada remaja putri, sebutnya, dapat berisiko pada saat hamil dan akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan serta berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan dan persalinan serta mengakibatkan bayi lahir stunting.
Untuk menindaklanjuti hal tersebut, tambah Tandaju, pemerintah menjadikan remaja sebagai salah satu sasaran dalam percepatan oenurunan stunting melalui peningkatan akses informasi dan edukasi serta memastikan remaja putri menerima layanan pemeriksaan status anemia (hemoglobin) dan mengonsumsi tablet tambah darah.
Diharapkan bagi fasilitator remaja setelah mengikuti kegiatan ini dapat menambah pengetahuan, sikap dan perilaku positif bagi remaja tentang gizi dan pencegahan anemia untuk meningkatkan status gizi dan kesehatannya alam upaya pencegahan stunting. (Fer)





