Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut menggelar program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Stunting) di Kelurahan Kombos Timur, Manado.

Kunjungan ke Kelurahan Kombos Timur dilakukan dua tahap. Pertama, pada Selasa (7/1/2025) dan kedua pada Sabtu (28/12/2024). Sejumlah keluarga beresiko stunting diberikan bantuan nutrisi berupa telur dan beras.

Mendampingi Kepala BKKBN Sulut Diano Tino Tandaju selaku orang tua asuh saat kegiatan di antaranya Ketua Tim Satgas PPS Danny Lalamentik, dan Ketua Tim Kerja Umum dan Humas Advokasi KIE Ferouw Ratu.

Selain memberikan bantuan, Kaper dan tim melakukan pula pemantauan perkembangan status gizi dari dua ibu hamil dan ibu menyusui di keliurahan tersebut.

Keluarga yang mempunyai ibu hamil, perlu untuk didukung pemenuhan gizinya dalam rangka pencegahan kelahiran anak stunting.

Kaper berharap, dengan bantuan yang diberikan dapat membantu kebutuhan gizi keluarga terutama bagi ibu yang sedang hamil. (elka)

Meimonews,com – Pengelolaan data kependudukan penting sebagai landasan perencanaan pembangunan desa hususnya melalui Rumah DataKu yang menjadi bagian integral dari Kampung Keluarga Berkualitas.

Hal tersebut ditekankan Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sulut Diano Tino Tandaju ketika memberikan sambutan pada kegiatan Orientasi Pengelola Rumah Data Kependudukan tingkat Provinsi Sulawesi Utara.

Kegiatan yang diselenggarakan BKKBN Sulut di Gran Puri Hotel Manado, Senin (21/10/2024) ini dibuka pelaksanaannya oleh Kaper di dampingi Ketua Tim Kerja Pengendalian Kependudukan BKKBN Sulut Ignasius Worung.

Peserta kegiatan adalah para pengelola teknis Kampung KB, Kepala Bidang OPD-KB Kabupaten/Kota, serta kader Rumah Dataku dari seluruh Sulawesi Utara.

“Orientasi ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pengelola Rumah DataKu, termasuk dalam pemanfaatan teknologi informasi dan pengelolaan data untuk mempercepat pencapaian target 80 persen Rumah DataKu Paripurna pada tahun 2024,” ujar Tandaju. (elka)

Meimonews.com – Guna mencegah anemia pada remaja, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut menggelar Workshop bagi Fasilitator Sebaya.

Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg ini diikuti 30 peserta remaja dari Kabupaten/Kota  se-Sulut yang dilaksanakan di Hotel NDC, Manado, Kamis (29/2/2024)-Sabtu (2/3/2024)

Dalam sambutannya pada pembukaan  kegiatan, Tandaju menjelaskan, anemia adalah bagian dari pencegahan stunting dari hulu, serta merupakan salah satu masalah kesehatan yang terjadi pada remaja putri dan kelompok umur tertentu.

Anemia pada remaja putri, sebutnya, dapat berisiko pada saat hamil dan akan  berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan serta berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan dan persalinan serta mengakibatkan bayi lahir stunting.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, tambah Tandaju, pemerintah menjadikan remaja sebagai salah satu sasaran dalam percepatan oenurunan stunting melalui peningkatan akses informasi dan edukasi serta memastikan remaja putri menerima layanan pemeriksaan status anemia (hemoglobin) dan mengonsumsi tablet tambah darah.

Diharapkan bagi fasilitator remaja setelah mengikuti kegiatan ini dapat menambah pengetahuan, sikap dan perilaku positif bagi remaja tentang gizi dan pencegahan anemia untuk   meningkatkan status gizi dan kesehatannya alam upaya pencegahan stunting. (Fer)