Meimonews.com -Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru SNBP/SNBT/BP2 dan Workshop Penulisan Karya Ilmiah Bidang Akademik.

Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru, Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita, pimpinan Senat Unima, para Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga, Ketua UPA, Ketua dan Sekretaris Panitia PMB Unima (Hendro Sumual/Dekan Fatek dan Vivi Winny Saroinsong/Karo PKHM Unima) serta para puluhan kepala SMA/SMK/Sederajat negeri dan swasta se-Sulut.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Pusat Unima, Tondano, Kamis (19/2/2026) yang dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Rektor 2 Unima Donal Matheos Ratu mewakili Rektor Unima Joseph Philip Kambey ini menampilkan dua pembicara penting.

Pembicara pertama adalah Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dikda Sulut Bravo Turang dan pembicara kedua adalah Dekan Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Kebumian (FIPAK) Jeremia Mokosuli.

Sebelum penyampaian materi, Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unima Hendro Sumual menyampaikan beberapa hal terkait penerimaan Mahasiswa Baru Unima Tahun Akademik 2026/2027.

Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru juga berkesempatan menyampaikan beberapa hal penting.

Dijelaskan, momen sosialisasi dan penerimaan mahasiswa baru yang ditandai dengan kehadiran para Kepala Sekolah dari SMA/SMK terkemuka di Sulut merupakan momen kebeŕsamaan dan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah untuk memperoleh calon mahasiswa yang berkualitas sekaligus memperkuat lulusan.

Selain itu, merancang kerjasama untuk meningkatkan kompetensi guru dan melahirkan program-program yang berdampak pada naiknya angka keberhasilan dalam TKA tiap sekolah.

“Di sisi lain ini, adalah moment of memory, nostalgia para kepsek yang sebagian besar alumni untuk meniti kembali jalan kenangan selama menimba ilmu di Unima atau IKIP, sekaligus kerinduan berkontribusi bagi almamater tercinta,” ujar Warek Bidang Akadenik ini.

Turang dalam pemaparan materinya yang dimoderatori Christin Pajow dan pemandu Marcia Imelda Watulingas menjelaskan soal Diagnosa TKA dan Penguatan Praktik Pembelajaran : Langkah Nyata Meningkatkan IPM Sulawesi Utara.

Di akhir pemaparan materinya, Turang memaparkan tiga poin kesimpulannya. Pertama, dalam konteks peningkatan kualitas SDM, hasil tes kemampuan akademik (TKA) menjadi instrumen penting untuk memotret kualitas yang sebenarnya.

Berdasarkan hasil TKA yang kjta lihat, pencapaian akademik yang baik pada tingkat sekolah menengah merupakan fondasi yang menentukan sejauh mana siswa survive di pendidikan lebih tinggi.

Kedua, dalam konteks IPM Sulut, khususnya dimensi pendidikan, peningkatan tidak hanya ditentukan oleh lama sekolah tetapi oleh kualitas kompetensi yang diperoleh selama bersekolah.

HLS 12,98 menunjukkan peluang yang beaar. Namun, peluang itu hanya akan berdampak jika diikuti dengan mutu pembelajaran yang konsisten dan terukur.

Ketiga, kepala sekolah tidak boleh lagi hanya fokus pada target administratif agar siswa sekadar lulus dan menerima ijasah. Lebih dari itu, ada tanggung jawab untuk memastikan bahwa lulusan kita benar-benar memiliki kompetensi yang layak dan motivasi kuat untuk melanjutkan pendidikan ke oerguruan tinggi.

Mokosuli memaparkan materi Analisis bibliometrik potensi pengembangan guru SMA, penulisan karya ilmiah guru dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan penjenjangan karier.

Di akhir pemaparannya, Mokosuli membagikan pemdapatnya tentang langkah guru. Ada lima tahap yakni tahap pertama, pemilihan topik; tahap kedua, persiapan metodologis; tahap ketiga, pelaksanaan; tahap keempat, analisis dan penulisan; serta tahap kelima, publikasi.

Di sesi tanya-jawab, Ketua Senat Unima Herry Sumual dan Kepala SMA Negeri 9 Manado Hendra Massie memanfaatkan sesi tersebut dengan memberikan masukkan dan pertanyaan. (FA)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umun Pusat RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou Manado menggelar Workshop Peningjatan Mutu dan Keselamatan Pasien dalam Pemenuhan Standar Akreditasi di Aula Lantai 2 Kantor Pusat Administrasi rumah sakit, Selasa (19/8/2025).

Sebanyak 150 tenaga kesehatan dan pegawai administrasi dari berbagai unit di RSUP Kandou mengikuti kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RS Kandou Manado Yune Laukati selaku Plh. Dirut RSUP Kandou.

Dengan adanya workshop ini, diharapkan seluruh tenaga kesehatan dan pegawai RSUP Kandou dapat semakin solid dalam membangun budaya keselamatan pasien demi tercapainya layanan kesehatan yang lebih bermutu dan terpercaya bagi masyarakat.

‎Dalam sambutannya, Laukati menekankan pentingnya tanggung jawab seluruh jajaran rumah sakit untuk menghadirkan layanan kesehatan yang bermutu, aman, serta berorientasi pada kebutuhan pasien.

Sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Sulawesi Utara dan sekitarnya, sebutnya, kita memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan kesehatan yang tidak hanya efektif, tetapi juga bebas dari risiko yang dapat dicegah.

“Peningkatan mutu dan keselamatan pasien bukan sekadar kewajiban administratif atau tuntutan akreditasi, tetapi adalah panggilan moral dan profesional kita,” ujarnya.

Ditegaskan, prinsip patient safety harus menjadi budaya bersama di RSUP Kandou, di mana setiap tenaga medis hingga staf penunjang memiliki kepedulian yang sama untuk mencegah insiden, melaporkan masalah, serta melakukan perbaikan berkelanjutan.

‎Workshop ini, menurutnya, menjadi wadah strategis untuk memperkuat pemahaman standar mutu dan keselamatan pasien sesuai regulasi Kementerian Kesehatan dan standar internasional, mengidentifikasi potensi risiko serta strategi pencegahan insiden, sekaligus mengembangkan inovasi pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pasien.

Salah satu peserta workshop, perawat di Instalasi Rawat Inap RSUP Kandou, mengaku kegiatan ini memberi banyak wawasan baru.

“Materi workshop sangat relevan dengan tantangan sehari-hari di lapangan. Kami jadi lebih paham bagaimana mengenali risiko sejak dini dan mengambil langkah pencegahan. Harapannya, pelayanan kepada pasien bisa semakin aman dan berkualitas,” ujarnya.‎ (Fer)

Meimonews.com – Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Sulut menyelenggarakan Workshop Peta Jalan Pembangunan Kependudukan dan Rencana Aksi Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) di Ruang CJ Rantung, Kantor Gubernur Sulut, Selasa (3/6/2025).

Kegiatan ini menghadirkan Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI Budi Setiyono, Wakil Gubernur Sulut Johanes Victor Mailangkay, Kepala Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan, para Bupati dan Walikota se-Sulut, serta jajaran SKPD terkait.

Saat menyampaikan materi bertajuk Mimpi Indonesia emas dan bonus demografi, Sekretaris Menteri (Sesmen) menekankan bahwa amanat kesejahteraan sosial yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 pada prinsipnya menggambarkan model pemerintahan yang menjamin rakyat untuk dapat hidup dengan kualitas yang layak.

Hal ini dicapai melalui penerapan social security atau jaring pengaman sosial (social safety net), yang bertujuan memenuhi kebutuhan dasar minimal masyarakat, yakni sandang, pangan, papan, kesehatan, dan pendidikan.

Sesmen menggarisbawahi pentingnya pengendalian pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk yang tidak terkelola akan mengubah fungsi lahan hijau menjadi kawasan terbangun, serta meningkatkan tekanan terhadap lahan dan sumber daya alam.

Akibatnya, sebut Sesmen, dapat terjadi berbagai persoalan seperti banjir dan kerusakan infrastruktur, kemacetan lalu lintas, penumpukan sampah, pencemaran sungai, dan ketidakmampuan layanan publik memenuhi kebutuhan masyarakat

“Berbagai bencana yang kini sering terjadi adalah dampak tidak langsung dari pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali,” ujarnya.

Sesmen memaparkan indikator utama Peta jalan kependudukan dan pembangunan keluarga tahun 2025–2029, yang meliputi Pengendalian kuantitas penduduk, Pembangunan Keluarga, Penataan Persebaran dan Pengarahan Mobilitas Penduduk, Integrasi dan Pemanfaatan Data Kependudukan.

Workshop ini diharapkan dapat menjadi wadah koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan kependudukan yang berkelanjutan dan mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.

Kegiatan ini, menurut Wagub, sangat penting sebagai langkah strategis kita dalam menyiapkan SDM unggul dan berdaya saing, menghadapi dinamika pembangunan global dan menyambut bonus demografi yang sedang berlangsung.

“Saya mengapresiasi kehadiran Sekretaris Kementerian BKKBN RI, Bapak Budi Setiyono, yang turut memaparkan materi penting hari ini,” ujarnya.

“Kehadiran 15 Bupati dan Walikota Se-Sulut menunjukan komitmen luar biasa, terhadap agenda pembangunan kependudukan yang terintegrasi dan berkelanjutan,” sebut Wagub, yang membuka kegiatan ini. (elka)

Meimonews.com – BKKBN Perwakilan Sulut menggelar Workshop Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) 2024 dan Rekonsiliasi Data SIGA/Verval di Swiss-bellhotel Maleosan Manado, Kamis – Jumat (25 – 26/7/2024).

Kegiatan ini dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, ST, M.Erg di dampingi Ketua Tim Kerja Pelaporan dan Statistik dan Pengelolaan TIK Irma Tulungan, S.Psi, M.Kes.

Workshop ini bertujuan untuk memperbarui data keluarga secara akurat dan sesuai dengan peraturan, guna mendukung Program Bangga Kencana dan upaya pembangunan nasional.

Dalam sambutannya, Tandaju mengungkapkan  pada pemutakhiran pendataan keluarga keluarga tahun 2024 terdapat penambahan variabel ECDI/Early Childhoot Development Index (pengukuran indeks tumbuh kembang anak usia dini) tahun 2023 yang digunakan untuk mengukur anak umur 24 – 59 bulan.

Pengukuran pada variabel ini hanya ditetapkan pada 42 desa/kelurahankelurahan, masing-masing 10 keluargakeluarga atau total 42 kepala keluarga (KK).

“Namun, secara keseluruhan Pemutakhiran PK24 dilaksanakan di 15 kabupaten/kota, 131 kecamatan, 518 desa dengan kader pendata sejumlah 1496 kader yang siap mendata 286.841 Kepala Keluarga di Provinsi Sulawesi Utara,” ujarnya.

Tandaju berharap, pelaksanaan PK24 tidak hanya sekedar menjadi rutinitas administratif, namun mendorong peningkatan kualitas data Pemutakhiran PK-24 dan SIGA di daerah.

Karena hasil dari PK24 di samping sebagai acuan data Program Bangga Kencana, nantinya akan digunakan juga oleh Kementerian Lembaga lain yang selalu mensinkronisasikan kebijakan-kebijakan terkait data keluarga guna mendukung program pembangunan lainnya.

Dengan target KK yang diberikan dapat memaksimalkan waktu yang diberikan (bulan Agustus) dengan berbagai Pendekatan dan strategi untuk mengupayakan semua keluarga yang masuk pada lokus PK24 dapat didata.

Selain itu, proses pengambilan data harus dilakukan by name by address, tidak melakukan pendataan jarak jauh karena akan mempengaruhi kualitas data yang dihasilkan.

‘Semoga melalui Workshop Pemutahkhiran Pendataan Keluarga dan Rekonsiliasi SIGA/Verval Tingkat Provinsi dapat membangun sinergi bersama dalam menghasilkan kuantitas dan kualitas data yang valid, akurat, relevan dan dipertanggungjawabkan,” harap Tandaju,

Turut hadir dalam kegiatan ini Pengelola Data Kabupaten/Kota, PKB/PLKB, Tim Posko Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2024 Provinsi Sulut. (FA)

Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut menggelar Workshop Pengumpulan dan Pengelolaan Data Verifikasi dan Validasi Data Keluarga Beresiko Stunting di Hotel Best Western The Langoon, Rabu-Kamis (3-4/4/2024).

Peserta kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg adalah pengelola data, Satgas (satuan tugas) Stunting Sulut dan Ketua Pokja (kelompok kerja) Satgas Stunting.

Dalam sambutannya, Tandaju berharap, melalui workshop, verifikasi dan validasi data KRS ini dapat membangun sinergi bersama dalam menghasilkan kuantitas dan kualitas data keluarga berisiko stunting.

Pelaksanaan pengumpulan data verval keluarga resiko stunting  (KRS), sebutnya, dilakukan langsung oleh TPK  (Tim Pendamping Keluarga)  dengan supervisi/pengawasan PKB/PLKB dan pelaksanaannya agar dilakukan bersamaan dengan kegiatan pendampingan, begitu mendapati keluarga sasaran yang didata memiliki status beresiko.

TPK, menurutnya, harus memiliki data by name by address untuk setiap kelompok sasaran yang akurat, valid dan termutakhir/terbaru  dengan melalui kegiatan pemutakhiran, pemutakhiran verifikasi dan validasi data.

Dikemukakan, pelaksanaan kegiatan ini  bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi peserta workshop dalam pengelola data kabupaten/kota dan mekanisme pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data, serta persamaan persepsi dalam melaksanakan verifikasi dan validasi data keluarga berisiko stunting.

“Semoga kegiatan ini dapat mendukung terlaksananya kegiatan verifikasi dan validasi data di tingkat kabupaten/kota sehingga menghasilkan data yang akurat dan dapat digunakan sebagai bahan kajian dan intervensi bagi program percepatan penurunan stunting di Provinsi Sulawesi Utara,” ujarnya. (Fer)

Meimonews.com – Guna mencegah anemia pada remaja, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut menggelar Workshop bagi Fasilitator Sebaya.

Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg ini diikuti 30 peserta remaja dari Kabupaten/Kota  se-Sulut yang dilaksanakan di Hotel NDC, Manado, Kamis (29/2/2024)-Sabtu (2/3/2024)

Dalam sambutannya pada pembukaan  kegiatan, Tandaju menjelaskan, anemia adalah bagian dari pencegahan stunting dari hulu, serta merupakan salah satu masalah kesehatan yang terjadi pada remaja putri dan kelompok umur tertentu.

Anemia pada remaja putri, sebutnya, dapat berisiko pada saat hamil dan akan  berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan serta berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan dan persalinan serta mengakibatkan bayi lahir stunting.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, tambah Tandaju, pemerintah menjadikan remaja sebagai salah satu sasaran dalam percepatan oenurunan stunting melalui peningkatan akses informasi dan edukasi serta memastikan remaja putri menerima layanan pemeriksaan status anemia (hemoglobin) dan mengonsumsi tablet tambah darah.

Diharapkan bagi fasilitator remaja setelah mengikuti kegiatan ini dapat menambah pengetahuan, sikap dan perilaku positif bagi remaja tentang gizi dan pencegahan anemia untuk   meningkatkan status gizi dan kesehatannya alam upaya pencegahan stunting. (Fer)

Meimonews.com – SMA Negeri 8 (Smandel) Manado menggelar Workshop Implementasi Pembelajaran Paradigma Baru sebagai tindaklanjut dari kegiatan Launching Program Unggulan Sekolah Kamberu (Kampanye Bertani Urban).

Workshop dengan peserta baik guru dan pegawai maupun siswa dilaksanakan di kompleks sekolah mulai Senin (17/2/2024) dan akan berlangsung sekitar satu minggu dengan kegiatan praktik langsung di lapangan.

Tampil sebagai narasumber adalah Dr. Marten Meruntu yang di dampingi/dipandu Kepala SMA Negeri 8 Manado Dra. Mediatrix Maryani Ngantung, M.Pd.

Narasumber Dr. Marthen Meruntu saat pemaparan materi dipandu/di dampingi Kepala SMA Negeri 8 Manado Dra. Mediatrix Maryani Ngantung, M.Pd

Yoga, seorang siswa kelas 10 sekolah ini berbagi pengalaman di kegiatan workshop ini tentang apa yang sudah diperbuat yakni Jamur Tiram, yang sudah menghasilkan uang untuknya

Berbagai hal terkait dengan bagaimana pelaksanaan salah satu program unggulan sekolah ini dipaparkan narasumber, yang merupakan orangtua siswa.

Mekanisme pelaksanaan dijelaskan secara rinci berikut contoh-contohnya lewat gambar-gambar yang dipresentasikan lewat lcd dan mempraktikkannya di halaman sekolah, usai tatapmuka di dalam ruangan.

Yoga, salah satu siswa SMA Negeri 8 Manado saat berbagi pengalaman tentang pembuatan jamur tiram

Beberapa hal terkait dengan dilaksanakannya kegiatan yang masuk dalam program P5  ini dijelaskan Mediatrix saat memandu acara.

Menurut Kepala Sekolah Penggerak kreatif ini, program Kamberu ini dimaksudkan agar para siswa maupun guru dan pegawai bisa mendapat pengetahuan yang bermanfaat baik saat ini maupun ke depan.

Dr. Marthen Meruntu (narasumber) saat mempraktikkan cara membuat media tanam berikut campurannya bersama beberapa siswa dan disaksikan guru sekolah

“Dengan adanya program ini, kami ingin ada perubahan di sekolah ini serta bagi siswa serta guru dan pegawai karena program ini bisa dipraktikan di rumah,” ujar Mediatrix.

Mantan Kepala SMA Negeri 9 Manado ini mengingatkan bahwa dalam program Kamberu, yang terpenting adalah prosesnya. Hasilnya penting tapi lebih penting prosesnya.

Diketahui, pada Rabu (7/2/2024), SMA Negeri 8 Manado melakukan Launching program unggulan sekolah Kamberu di kompleks sekolah. Launching dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut Dr. Femmy Sulut, M.Si bersamaan dengan penutupan pelatihan Google for Education yang diadakan Senin-Rabu (5-7/2/2024).

Launching Kamberu ini, seperti diberitakan Meimonews.com 11 Februari 2024 (baca : SMA Negeri 8 Manado Launcing Program Unggulan Sekolah Kamberu) merupakan kelanjutan dari program sekolah penggerak (PSP) Smandel yang digagas untuk membuat branding baru SMA Negeri 8 PSP Kamberu. (Fer)

Meimonews.com – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pembelajaran (LP3) Unsrat Manado menggelar Workshop Penyusunan Buku Ajar/Buku Referensi  di aula lembaga tersebut, Kamis (1/2/2024).

Puluhan dosen dari fakultas-fakultas yang ada di lingkungan Unsrat mengikuti kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU Eng tersebut.

Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU Eng (kanan) saat memberikan sambutan

Dalam sambutannya, Rektor yang di dampingi Kepala LP3 Unsrat Manado Dr. Max J. Runtuwene menegaskan, tujuan diselenggarakannya workshop ini adalah untuk meningkatkan kompetensi dosen di dalam menyiapkan, menyusun, sampai menerbitkan buku ajar/buku referensi pada penerbit yang berkualitas.

Oleh karenanya, Rektor berharap, kontribusi para dosen untuk meningkatkan mutu pembelajaran Unsrat benar-benar terwujud dan menghasilkan lulusan yang berkualitas, unggul, serta berbudaya dapat diwujudkan bersama. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Kehutanan Universitas Gorontalo (UG) menggelar Workshop Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di ruang pertemuan lantai 2 UG, Rabu-Kamis (10-11/5/2023).

Sebanyak 35 orang yang terdiri dari dosen, mahasiswa serta Dinas Lingkungan hidup dan Kehutanan, BPDAS Bone Bolango, BKSDA Gorontalo, KPH Gorontalo, PT Hutani Cipta Bersama, dan PT Citra Gorontalo Lestari hadir pada workshop tersebut.

Dekan Fakultas Kehutanan UG Daud Sandalayuk dalam sambutannya mengatakan, dalam kurikulum ini semester ganjil sudah dilaksanakan sesuai aturan Kemendikbud nomor 754 Tahun 2020 dengan delapan Indikator Kinerja Utama.

Delapan indikator tersebut adalah pertama, lulusan mendapat pekerjaan layak,” kedua, mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus” ketiga, dosen berkegiatan di luar kampus; keempat, praktisi mengajar di kampus.

Kelima, hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat; keenam program studi bekerja sama dengan mitra kelas dunia,; ketujuh, kelas yang kolaboratif dan partisipatif, kedelapan, program studi berstandar internasional.

“Sehingga alumni kehutanan bisa diterima atau sesuai keinginan pengguna alumni. Oleh karena itu, mau tidak mau harus ada kerjasama,” ujarnya.

Kurikulum ini, sebutnya, setiap semester ada antara 9 – 20 SKS yang dilaksanakan selama 4-6 bulan berada di lokasi baik lokasi perusahaan maupun lingkup pemerintahan.

Dalam rapat banyak memberi masukan ke prodi kehutanan untuk pembelajaran di luar kampus untuk mencapai tujuan yang dimaksud dalam peningkatan teori, praktek, dan kerja di lapangan dalam peningkatan mutu di prodi sesuai kebutuhan pengguna alumni nanti.

Dalam rapat juga diusulkan satu mata kuliah dimasukkan dalam kurikulum MBKM yaitu Perhutanan Sosial (Dinas Kehutanan) dan penginraan jarak jauh (HTI), dimana sangat erat hubungan antara masyarakat, sosial budaya untuk peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus penurunan emisi karbon. (Fer)

Meimonews.com – Pemerintah Kota Tomohon di bawah kepemimpinan Walikota Carrol Senduk dan Wakil Walikota Wenny Lumentut (CSWL) lewat Dinas Lingkungan Hidup Kota Tomohon punya perhatian yang cukup serius terhadap upaya pengelolaan sampah.

Ini terbukti dengan dilibatkannya sejumlah pemuda di Tomohon dalam edukasi mengenai mengolah sampah organik dan non-organik.

Menjelang Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada 21 Februari 2023, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tomohon (DLH) melaksanakan Workshop Pilah Sampah dan Pembuatan Eco-Enzym di Pusat Pengolahan Sampah Organik Terpadu Kota Tomohon, Sabtu, (18/2/2023) .

Kegiatan ini diikuti sejumlah pemuda Kota Tomohon yang tergabung dalam 6 komunitas atau organisasi yakni KPA Moribus, Ikatan Mahasiswa Tomohon Universitas Negeri Manado,  Putra-putri Pendidikan Tomohon-Minahasa, BEM Mahasiswa Institut Teknologi Minaesa (ITM), Coreteam World Clean Up Kota Tomohon, Basudara Adat dan Budaya (BAD) serta Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia.

Kepala Dinas Lingkungan Kota (DLH) Kota Tomohon J. Kapoh mengatakan, saat ini DLH Kota Tomohon melakukan beberapa kegiatan menjelang HPSN. “Kita bekerjasama dengan organisasi dan komunitas yang ingin terlibat dan peduli terhadap lingkungan,” ujar Kapoh.

Menurutnya, dalam HPSN ini ada beberapa poin penting yang menjadi target yaitu pertama, terkait pilah sampah, baik dari rumah sampah dan gerakan bersih-bersih di Sungai Kamasi sekaligus penuangan eco-enzim; dan kedua, melakukan workshop terkait pembuatan eco-enzim, yang diketahui bersama merupakan cairan sejuta manfaat.

Kadis DLH pun mengharapkan, ada pengurangan jumlah timbunan sampah ada pengurangan kedepannya dan berterima kasih atas keterlibatan beberapa komunitas dan organisasi telah mengambil bagian dalam turut bersama pemerintah melestarikan lingkungan.

Aktivis/pemerhati lingkungan hidup Jemmy Makasala sekaligus Fasilitator dalam Workshop dan merupakan Staf Khusus Walikota Tomohon Bidang Lingkungan Hidup mengatakan, HPSN muncul akibat peristiwa longsornya sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Leuwigajah Cimahi pada 21 Februari 2005.

Disebutkan, akibat curah hujan yang tinggi dan ledakan gas metana pada tumpukan sampah di TPA, mengakibatkan 157 orang meninggal. Peristiwa tersebut juga mengakibatkan 2 kampung menghilang dari peta yaitu Cilimus dan Pojok. (Mg-02)