Meimonews.com – Rumah Sakit Umun Pusat RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou Manado menggelar Workshop Peningjatan Mutu dan Keselamatan Pasien dalam Pemenuhan Standar Akreditasi di Aula Lantai 2 Kantor Pusat Administrasi rumah sakit, Selasa (19/8/2025).
Sebanyak 150 tenaga kesehatan dan pegawai administrasi dari berbagai unit di RSUP Kandou mengikuti kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RS Kandou Manado Yune Laukati selaku Plh. Dirut RSUP Kandou.
Dengan adanya workshop ini, diharapkan seluruh tenaga kesehatan dan pegawai RSUP Kandou dapat semakin solid dalam membangun budaya keselamatan pasien demi tercapainya layanan kesehatan yang lebih bermutu dan terpercaya bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Laukati menekankan pentingnya tanggung jawab seluruh jajaran rumah sakit untuk menghadirkan layanan kesehatan yang bermutu, aman, serta berorientasi pada kebutuhan pasien.
Sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Sulawesi Utara dan sekitarnya, sebutnya, kita memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan kesehatan yang tidak hanya efektif, tetapi juga bebas dari risiko yang dapat dicegah.
“Peningkatan mutu dan keselamatan pasien bukan sekadar kewajiban administratif atau tuntutan akreditasi, tetapi adalah panggilan moral dan profesional kita,” ujarnya.
Ditegaskan, prinsip patient safety harus menjadi budaya bersama di RSUP Kandou, di mana setiap tenaga medis hingga staf penunjang memiliki kepedulian yang sama untuk mencegah insiden, melaporkan masalah, serta melakukan perbaikan berkelanjutan.
Workshop ini, menurutnya, menjadi wadah strategis untuk memperkuat pemahaman standar mutu dan keselamatan pasien sesuai regulasi Kementerian Kesehatan dan standar internasional, mengidentifikasi potensi risiko serta strategi pencegahan insiden, sekaligus mengembangkan inovasi pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pasien.
Salah satu peserta workshop, perawat di Instalasi Rawat Inap RSUP Kandou, mengaku kegiatan ini memberi banyak wawasan baru.
“Materi workshop sangat relevan dengan tantangan sehari-hari di lapangan. Kami jadi lebih paham bagaimana mengenali risiko sejak dini dan mengambil langkah pencegahan. Harapannya, pelayanan kepada pasien bisa semakin aman dan berkualitas,” ujarnya. (Fer)





