Meimonews.com – Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31, civitas RSUP Kandou Manado menggelar kegiatan Jalan Sehat, Jumat (13/02/2026).

Kegiatan yang diikuti ratusan pegawai ini dilepas secara oleh Direktur Utama RSUP Kandou Manado Starry Homenta  Rampengan.

Turut hadir Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian, serta Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto.

 

Kegiatan jalan sehat ini menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus mengampanyekan gaya hidup sehat di lingkungan RSUP Kandou Manado.

Rute jalan sehat dimulai dari Kantor Pusat Administrasi RSUP Kandou dan berakhir di Manado Beach Walk (MBW).

Setibanya di garis finis, kegiatan dilanjutkan dengan senam sehat bersama serta sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan civitas hospitalia dalam suasana perayaan HUT.

Dalam salabutannya, Dirut menegaskan pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik yang teratur.

Diingatkan agar olahraga dilakukan dengan memperhatikan faktor keselamatan serta kondisi lingkungan sekitar.

“Kesehatan harus dijaga, salah satunya dengan berolahraga. Namun tetap perhatikan keselamatan dan lingkungan, agar aktivitas yang kita lakukan benar-benar memberi manfaat,” ujarnya.

“Ketua Panitia HUT RSUP Kandou Manado yang juga Manajer Tim Kerja OSDM Ns. Abram Babakal menyampaikan apresiasi dan atas dukungan penuh pimpinan rumah sakit sehingga seluruh rangkaian kegiatan HUT dapat berjalan dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Direktur Utama Prof Starry Rampengan, beserta jajaran direksi yang terus memberikan dukungan dan support kepada panitia, serta kepada seluruh tim yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan,” ujarnya. (Fer)

 

Meimonews.com – Direktur Layanan Operasional (Diryanops) RSUP Kandou Erwin Sondang melakukan peninjauan untuk melihat kondisi infrastruktur yang ada di RSUP Kandou, Selasa (3/2/2026).

Kondisi bangunan tua seperti lorong-lorong yang telah berdiri lebih dari tiga dekade, gedung Irine C, pendaftaran ruang rawat jalan, hingga taman dan pagar tak luput dari perhatian.

Beberapa titik menunjukkan tanda usia, seperti plafon yang rusak akibat kebocoran atap serta bangunan yang mulai lapuk.

Menurut Diryanops, kondisi tersebut tidak terlepas dari usia bangunan RSUP Kandou yang telah beroperasi di atas 30 tahun. Kendati demikian, pihak manajemen berkomitmen melakukan perbaikan secara bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan keuangan rumah sakit.

Di tengah keterbatasan fisik bangunan, pelayanan kepada pasien tetap menjadi fokus utama.

Hasil pantauan di ruang rawat jalan menunjukkan seluruh layanan berjalan lancar dan pasien terlayani dengan baik.

Langkah ini menjadi bukti komitmen RSUP Kandou dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan pasien, sekaligus memastikan mutu pelayanan kesehatan tetap terjaga di tengah tantangan usia bangunan. (Fer)

Meimonews.com – Tindak lanjut Keputusan Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes No. HK.02/F/6014/2025 tentang Tim Pembina Tata Kelola Rumah Sakit Milik Kemenkes dan Rumah Sakit Milik Daerah (RSMD), RSUP Kandou ditetapkan sebagai salah satu rumah sakit pembina mengadakan Pembinaan Tata Kelola Keuangan RSMD di Sulut.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Pusat RSUP Kandou ini dilaksanakan Senin – Jumat (2-6/2/2026).

Peserta kegiatan adalah perwakilan dari RSUD Bolaang Mongondow Utara, RSUD Bolaang Mongondow Selatan, RSUD Bolaang Mongondow Timur, serta RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Gorontalo.

Seluruh peserta merupakan pejabat atau staf yang bertugas dan bertanggung jawab di bidang keuangan dan akuntansi rumah sakit.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta akan mendapatkan materi, bimbingan teknis, serta pendampingan intensif terkait penyusunan laporan monitoring kinerja keuangan dan operasional rumah sakit.

Kegiatan berupa Penyusunan Laporan Monitoring Kinerja Keuangan dan Operasional Rumah Sakit ini dibuka pelaksanaannya oleh Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUP Kandou Ekwanto, mewakili Dirut Starry Homenta Rampengan,

Dalam sambutannya, Ekwanto menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari peran RSUP Kandou sebagai rumah sakit pembina tata kelola bagi rumah sakit milik pemerintah daerah.

“Melalui kegiatan ini diharapkan rumah sakit milik daerah mampu menyusun laporan monitoring kinerja keuangan dan operasional rumah sakit secara baik, benar, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Kegiatan ini dipimpin Manager Akuntansi dan BMN RSUP Kandou Christy Nansi Gagundali bersama tim kerja Akuntansi dan BMN.

Melalui pembinaan ini, RSUP Kandou berharap terjadi peningkatan kapasitas SDM pengelola keuangan rumah sakit daerah sehingga tata kelola keuangan rumah sakit semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (Fer)

Meimonews.com – RSUP Kandou Manado kini resmi memiliki dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan kompetensi konsultan pencitraan kardiovaskular yang telah mengantongi sertifikasi level III Cardiovascular Magnetic Resonance (CMR), yang merupakan level kompetensi tertinggi dalam pemeriksaan MRI jantung.

Dokter tersebut adalah Janeline RS Tengor, yang saat ini mengemban amanah sebagai Ketua Unit Fungsional Pendidikan (UFP) RSUP Kandou Manado.

Keberadaan dokter dengan sertifikasi Level III CMR memiliki nilai yang sangat tinggi, mengingat hingga kini jumlah dokter dengan kompetensi tersebut masih sangat terbatas secara nasional.

Sertifikasi Level III CMR menandakan kemampuan tertinggi dalam interpretasi, pengembangan protokol, hingga perencanaan klinis MRI jantung dan pembuluh darah

Kompetensi ini diperoleh melalui Program Fellowship Dokter Spesialis di Luar Negeri di Royal Brompton Hospital, London, salah satu pusat rujukan kardiovaskular terkemuka dunia yang dikenal sebagai pusat unggulan pengembangan teknologi dan riset kardiologi berbasis imaging.

Program fellowship tersebut didukung melalui pendanaan Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI, sebagai bagian dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat kapasitas dan pemerataan sumber daya manusia kesehatan nasional.

Dengan bertambahnya tenaga ahli di bidang pencitraan kardiovaskular tingkat lanjut ini, RSUP Kandou Manado semakin siap mengembangkan layanan kardiologi berbasis cardiovascular imaging berstandar internasional, sekaligus memperkuat peran rumah sakit sebagai pusat pelayanan rujukan nasional, pendidikan kedokteran, serta perencanaan layanan kardiovaskular yang komprehensif.

Direktur Utama RSUP Kandou Manado Starry Homenta Rampengan menyambut baik serta memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian tersebut.

Rampengan menegaskan, manajemen RSUP Kandou secara konsisten mendorong dan memfasilitasi pengembangan kapasitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan berjenjang, baik di dalam maupun luar negeri.

“Investasi terbesar rumah sakit adalah pada sumber daya manusianya. Kami berkomitmen penuh mendukung dokter-dokter Kandou untuk meraih kompetensi terbaik, agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan berbasis teknologi kedokteran terkini,” ujarnya

Janeline menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan RI, serta kepada Direktur Utama RSUP Kandou Manado, (Starry Homenta Rampengan) bersama seluruh jajaran Dewan Direksi, yang dinilainya konsisten memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan dan peningkatan kompetensi SDM rumah sakit.

“Dukungan pimpinan RSUP Kandou sangat besar dalam mendorong penguatan SDM Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah berbasis Cardiovascular Imaging, guna menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat serta mewujudkan RSUP Kandou yang semakin maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Keberadaan konsultan pencitraan kardiovaskular dengan kompetensi tertinggi ini diharapkan menjadi aset penting RSUP Kandou, khususnya dalam menghadirkan layanan diagnostik jantung yang lebih akurat, modern, dan sejajar dengan standar layanan kardiovaskular internasional. (Fer)

Meimonews.com -.Dirut RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan membuka pelaksanaan Orientasi Pendidikan dan Pelatihan (Diklar) bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter dan Dokter Gigi, Senin (26/01/2025).

Kegiatan yang diadakan di Aula Lantai 2 Kantor Pusat RSUP Kandou ini meliputi Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), serta penerapan Pelayanan Prima bagi peserta didik yang akan melaksanakan praktik di RSUP Kandou.

Dalam sambutannya, Rampengan menegaskan, RSUP Kandou Manado sebagai institusi pelayanan publik memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan layanan kesehatan (yankes) yang bermutu dan aman bagi pasien.

Menurut Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) ini, orientasi dan pelatihan tersebut wajib diikuti oleh seluruh peserta didik sebelum menjalani praktik klinik.

Melalui pelatihan ini, peserta akan memperoleh berbagai pengetahuan penting yang dapat diterapkan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Intinya, kita harus melayani pasien dengan penuh kasih sayang, memiliki rasa empati, serta tulus dalam memberikan pelayanan,” ujarnya di dampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Kandou Yune Laukati.

Selain itu, Rampengan menekankan pentingnya komunikasi efektif dalam pelayanan kesehatan. Diingatkan seluruh peserta didik untuk senantiasa menerapkan budaya 5 S, yaitu Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun dalam setiap interaksi pelayanan.

“Wajah rumah sakit, di mana pun kalian bekerja nanti, terletak pada sikap dan perilaku adik-adik sekalian,” ujar dokter spesialis jantung dan pembulu darah ini.

Dirut berharap seluruh peserta didik dapat disiplin dan serius mengikuti seluruh rangkaian orientasi dan diklat, sebagai bekal dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (Fer)

Meimonews.com – Berbagai terobosan penting dan membanggakan dilakukan RSUP Prof. Dr. RD Kamdou (acap disebut RSUP Kandou RS Kandou) yang kini dipimpin Starry H. Rampengan (Direktur Utama). Dan, capaian penting ini menguatkan layanan kesehatan.

Terbaru, rumah sakit rujukan utama di Kawasan Timur Indonesia ini resmi menghadirkan layanan pemeriksaan renografi, sebuah metode diagnostik kedokteran nuklir yang mampu menilai fungsi ginjal secara akurat, cepat, dan aman.

Renografi menjadi salah satu pemeriksaan yang banyak direkomendasikan untuk mengetahui kondisi ginjal secara menyeluruh, termasuk menilai aliran darah, kerja ginjal kanan dan kiri, hingga pengeluaran urin. Teknologi ini membantu dokter melihat kondisi yang tidak dapat terdeteksi melalui metode konvensional.

Renografi memberikan gambaran komprehensif mengenai fungsi masing-masing ginjal sehingga memudahkan dokter dalam menentukan penanganan yang tepat.

“Pemeriksaan ini sangat bermanfaat untuk pasien dengan dugaan gangguan ginjal maupun pasca tindakan medis,” ujar Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir RSUP Kandou Arlene Angelina.

Pemeriksaan ini sangat direkomendasikan dalam berbagai kondisi, di antaranya menilai keseimbangan fungsi ginjal kanan dan kiri; dugaan penyumbatan saluran kemih; pemantauan pasca transplantasi atau operasi ginjal; rvaluasi hipertensi akibat gangguan ginjal; dan kelainan saluran kemih bawaan pada anak

Penggunaan isotop dalam renografi aman dan tidak berbahaya bagi tubuh. Dosis radioaktif yang dipakai sangat kecil dan tidak menimbulkan efek samping jangka panjang, sehingga pasien dapat menjalani pemeriksaan dengan nyaman.

Kehadiran layanan ini sekaligus menempatkan RSUP Kandou sebagai rumah sakit pertama dan satu-satunya di Sulawesi yang telah menyediakan pemeriksaan renografi. Hal ini menjadi bukti komitmen RSUP Kandou dalam menghadirkan teknologi kedokteran yang inovatif dan berkualitas.

Manajemen RSUP Kandou mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan ginjal, terutama pada kelompok berisiko seperti penderita hipertensi, diabetes, kelainan saluran kemih, serta pasien pasca operasi.

“Dengan renografi, pasien tidak perlu menunda pemeriksaan karena teknologinya non-invasif, cepat, dan hasilnya sangat membantu menentukan terapi yang tepat,” jelas Arlene.

Informasi lebih lanjut mengenai layanan renografi dapat diperoleh melalui Instalasi Kedokteran Nuklir atau layanan informasi RSUP Kandou Manado.

Dengan dukungan teknologi modern dan tenaga kesehatan kompeten, RSUP Kandou terus memperkuat perannya sebagai pusat layanan kesehatan yang unggul dan terpercaya bagi masyarakat Sulawesi dan Indonesia Timur. (Fer)

Meimonews com – Lagi, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. RD Kandou Manado yang kini dipimpin Starry H. Rampengan membuat sejarah dalam dunia medik. Kali ini, RSUP Kandou membuat sejarah baru dalam dunia bedah urologi Indonesia.

Untuk pertama kalinya, rumah sakit ini berhasil melakukan tindakan phalloplasty atau rekonstruksi penis pada dua pasien laki-laki yang sebelumnya menjalani pengangkatan total penis akibat tumor. Prosedur dilakukan di Instalasi Bedah Sentral (IBS), Nunat (9/1/026)

Tindakan bedah prosedur uretroplasty dan URS RGP bilateral ini pada pasien berinisial KT (50) dan SM (52). Operasi dipimpin oleh Eko Arianto dari Divisi Urologi RSUP Kandou, dan dilakukan secara kolaboratif bersama tim urologi RS Hasan Sadikin Bandung yaitu Rahmad Mustafa dan Vicky Ferdian, serta tim dokter RSUP Kandou lainnya.

Phalloplasty merupakan prosedur bedah rekonstruktif untuk membentuk penis baru setelah kehilangan organ genital akibat trauma, kanker, atau kondisi kongenital. Teknik ini tidak hanya mengejar fungsi berkemih, tetapi juga fungsi seksual dan aspek psikologis pasien.

Menurut Eko Arianto, kedua pasien memiliki riwayat tumor penis dan telah menjalani penektomi total sebelumnya. “Secara onkologis, pasien sudah sehat. Namun secara psikologis, seorang laki-laki kehilangan alat kelamin tentu sangat terpengaruh,” ujarnya.

Tim urologi memastikan kondisi onkologis pasien telah bebas tumor (tumor-free) melalui pemeriksaan berkala selama dua tahun sebelum dilakukan rekonstruksi.

Prosedur phalloplasty dilakukan melalui beberapa tahap yakni Pembuatan batang penis (phallus), Menggunakan flap jaringan dari dinding perut untuk membentuk struktur penis baru.

Setelah itu, rekonstruksi uretra (uretroplasty) Dilakukan enam bulan kemudian, untuk memastikan penis dapat berfungsi dalam sistem berkemih.

Tahap selanjutnya pemasangan implan penis (penile implant) untuk mendukung fungsi ereksi, teknik ini menggunakan material titanium.

“Setelah semua tahap selesai, diharapkan dua fungsi utama penis terpenuhi yaitu fungsi berkemih dan fungsi seksual. Secara teoritis, ejakulasi dan reproduksi masih memungkinkan,” jelas Eko.

Selain fungsi, aspek estetika juga menjadi perhatian. “Kami juga melakukan rekonstruksi kepala penis (glansplasty) menggunakan mukosa rongga mulut agar tampilan mendekati penis anatomis,” tambahnya.

Diaebutkan bahwa teknik teknik yang sudah disampaikan tadi sebetulnya sudah pernah dilakukan secara terpisah. Namun teknik rekonstruksi yang diterapkan merupakan kombinasi modifikasi.:

Fondasi batang penis merupakan tindakan pertama kali di Indonesia, dan modifikasi teknik pada satu pasien adalah yang pertama dilakukan di Indonesia Timur.

Atas keberhasilan ini, pimpinan RSUP Kandou menyampaikan apresiasi.

Turut hadir dalam persiapan tindakan Wega Sukanto, selaku Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang serta jajaran pejabat dan tenaga medis terkait. (Fer)

Meimonews.com – Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. dr. RD Kandou Manado Starry H. Rampengan, memimpin apel perdana civitas hospitalia rumah sakit yang akrab disebut dengan nama RSUP Kandou atau RS Kandou di awal tahun 2026, yang dilaksanaksn di halaman kantor pusat rumah sakit, Senin (5/1/2026).

Apel yang menjadi momen konsolidasi sekaligus pemberian motivasi kepada seluruh jajaran dalam menghadapi tantangan dan target kerja ke depan ini turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto, Direktur SDM, Pendidikan dan Diklat Yune Laukati, serta Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian.

Dalam amanatnya, Dirut menyampaikan rasa syukur karena seluruh civitas RSUP Kandou dapat melewati tahun 2025 dengan baik dan kembali berkumpul dalam keadaan sehat serta diberkati.

Mewakili Direksi, Starry memberikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi seluruh pegawai RS Kandou sepanjang tahun 2025.

“Di tahun 2026 ini kita akan menghadapi banyak tugas besar, salah satunya akreditasi rumah sakit. Saya tegaskan, mutu dan keselamatan pasien tidak bisa ditawar lagi, itu sudah harga mati. Ini adalah prioritas pertama dan utama,” ujar Starry.

Dirut menekankan pentingnya penguatan budaya patient safety, pelaksanaan audit internal mutu yang konsisten, serta kesiapan seluruh unit dalam memenuhi standar dan indikator akreditasi. Menurutnya, seluruh aspek pelayanan harus berjalan selaras dengan komitmen peningkatan mutu berkelanjutan.

Dirut mengajak seluruh ASN RSUP Kandou untuk terus meningkatkan profesionalisme kerja.

Para gawai didorong agar memperdalam ilmu pengetahuan, meningkatkan kualitas diri melalui berbagai pelatihan, serta siap beradaptasi dengan perkembangan sistem digital menuju smart hospital.

Dirut berharap setiap direktorat mampu membuktikan bahwa RSUP Kandou telah melakukan berbagai perbaikan signifikan di tahun 2026.

Untuk itu, Dirut memberikan tantangan kepada seluruh direktorat agar kembali menciptakan sebanyak-banyaknya prestasi di tingkat nasional.

“Tantangan ini saya berikan sebagai motivasi dan penyemangat, agar di tahun 2026 kita semua tetap solid, bersemangat, dan membawa RS Kandou menjadi rumah sakit yang semakin maju dan lebih baik,” ujernya. (Fer)

Meimonews.com – RSUP Kandou Manado kembali menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan nasional. Emergency Medical Team (EMT) RSUP Kandou resmi dilepas untuk memberikan bantuan kesehatan di Provinsi Aceh, Jumat (26/12/2025).

Pelepasan tim dilakukan Direktur Utama RSUP Kandou Manado Starry H. Rampengan di dampingi Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto serta jajaran pejabat terkait lainnya

EMT RSUP Kandou yang diberangkatkan terdiri dari lima tenaga kesehatan lintas profesi, yakni Rico SH Sondakh (dokter umum), Daniel Saikat (perawat), Yandri Andreas Bakker (perawat), Steven Johanes Aror (elektromedis) dan Sultan (apoteker).

Tim ini akan membantu penanganan dampak bencana di wilayah Aceh. Sesuai arahan Health Emergency Operational Center (HEOC) Banda Aceh, TCK-EMT RSUP Kandou akan melaksanakan pelayanan kesehatan di Kabupaten Aceh Tengah.

Rencananya, EMT RSUP Kandou akan diberangkatkan pada Sabtu (27/12/ 2025) melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado menuju Aceh.

Direktur Utama RSUP Kandou Starry Rampengan menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh anggota tim yang akan menjalankan tugas kemanusiaan tersebut.

“Saya sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada lima tenaga kesehatan yang tergabung dalam Emergency Medical Team RSUP Kandou yang akan bertugas di Banda Aceh untuk pengabdian kemanusiaan,” ujar Prof. Starry.

Ditegaskan, nilai utama tenaga kesehatan adalah melayani dengan hati dan profesionalisme. “Sebagai tenaga kesehatan, kita bekerja dengan hati yang penuh kasih, melayani dengan profesionalisme dan dedikasi. Kita memberikan pelayanan terbaik agar apa yang kita lakukan dapat membawa kesembuhan,” ujarnya.

Dirut menyampaikan doa dan harapan bagi seluruh tim. “Selamat bertugas, semoga Tuhan menyertai,” ujarnya. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) dan Bank SulutGo (BSG) melakukan kerjasama terkait Penempatan Dana di BSG.

Penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS) dilakukan Dirut RSUP Kandou Starry Rampengan bersama Dirut BSG Revino M. Pepah di ruang webinar RSUP Kandou, Selasa (11/11/2025).

Turut hadir dan menyaksikan penandatangan PKS dalam rangka memperkuat kerjasama kedua pihak tersebut adalah beberapa pejabat/staf dari BSG dan RSUP Kandou.

Dalam sambutannya, Starry menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara RSUP Kandou dan BSG.

Starry berharap kerjasama ini dapat menjadi awal dari sinergi yang lebih luas, tidak hanya dalam bidang keuangan tetapi juga di sektor kesehatan.

“Kami berharap BSG dapat menjadi mitra yang baik bagi RSUP Kandou. Ke depan, kami membuka peluang untuk kerja sama di bidang kesehatan dan pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Pepah menjelaskan, kerjasama ini merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan RSUP Kandou kepada BSG dalam pengelolaan dan penempatan dana.

“Kami sangat mengapresiasi pimpinan RSUP Kandou yang telah membuka diri untuk bekerja sama dengan kami. Harapan kami, kerjasama ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa terus berlanjut, termasuk di bidang kesehatan seperti yang pernah dilakukan sebelumnya,” kata Pepah.

BSG, menurut Pepah berkomitmen untuk melaksanakan kerjasama ini dengan sebaik-baiknya serta siap menerima masukan dari pihak RSUP Kandou guna memperkuat kemitraan ke depan. (Afer)