Meimonews.com – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Manado Donald Sambuaga mengikuti Pelatihan SDMT (Senior Disaster Management Training) yang diselenggarakan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB RI.

Pelatihan 21 hari (10-20/11/2025) yang diikuti Kalak BPBD seluruh Indonesia ini diadakan di Pusdiklat Penanggulangan Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI.

Ada 27 materi tentang manajemen penanggulangan bencana beserta praktek termasuk TTX (Table Top Exercise) yakni latihan simulasi yang dilakukan dalam ruangan (seperti di atas meja) menggunakan peta, skenario, dan studi kasus untuk melatih proses pengambilan keputusan; serta gladi posko diterima dan dilakukan peserta pelatihan.

Pelatihan ini memfokuskan tiga fase utama penanggulangan bencana yakni Pra-bencana (mitigasi, perencanaan, analisis risiko, edukasi publik); Saat bencana (sistem komando tanggap darurat, koordinasi lintas sektor, manajemen logistik dan evakuasi); dan Pasca bencana (pemulihan cepat, rehabilitasi dan rekonstruksi yang adil dan merata).

Dari pelatihan tersebut, ada beberapa hal penting yang didapat dan akan ditindaklanjuti untuk kepentingan Kota Manado:

Pertama, Penguatan perencanaan sebelum bencana terdiri dari Penyusunan dokumen kebencanaan mulai dari KRB, rencana penanggulangan bencana, rencana kedaruratan penanggulangan bencana, rencana kontinjensi dan rencana operasi yang semua berbasis risiko banjir, longsor, dan gempa; dan Keterlibatan penuh OPD, dunia usaha, akademisi, komunitas dan media.

Kalak BPBD Kota Manado Donald Ssmbuaga

Kedua, Sistem komando saat tanggap darurat yang terdiri dari SOP yang memastikan Pos Komando memiliki kewenangan penuh, jalur komando jelas, dan pembagian tugas terukur, dan Penguatan jalur komunikasi dan manajemen logistik untuk memastikan bantuan tepat waktu dan tepat sasaran.

Ketiga, Peningkatan kesiapsiagaan masyarakat yang terdiri dari Program edukasi berkelanjutan di sekolah, kelurahan, dan komunitas; dan Pembentukan dan pelatihan relawan lokal sebagai first responder.

Keempat, Penguatan pusat data dan early warning system yang meliputi Integrasi sistem informasi kebencanaan untuk mempercepat pengambilan keputusan berbasis data dan peringatan dini.

Kelima, Pemulihan pasca-bencana yang cepat yang terdiri dari Perencanaan pemulihan disiapkan sejak masa tanggap darurat; dan Pelaksanaannya dipastikan adil, transparan, dan akuntabel.

Menariknya, Donald Sambuaga mengharunkan institusi Pemerintah Kota Manado karena ditetapkan sebagai terbaik 1 kelas B dengan nilai memuaskan.

Penyerahan piagam penghargaan tersebut dilakukan Sestama (Sekretaris Utama) BNPB RI Rustian pada acara penutupan, Jumat (20/11/2025).

Kepada Meimonews,com, Minggu (23/11/2025), Sambuaga mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa mengikuti kegiatan tersebut dengan baik dan mendapat apresiasi sebagai peserta terbaik 1 di kelas dengan nilai memuaskan.

Untuk tindaklanjut hasil pelatihan, sambungnya, ia akan melaporkan dan meminta petunjuk kepada Sekot Manado selaku Kepala BPBD Manado dan Walikota Manado. (elka)

Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melakukan gerak cepat (gerpat) ketika mendapat informasi soal adanya buaya yang berkeliaran di Teluk Manado, Selasa (4/11/2025) yang menimbulkan kecemasan masyarakat pesisir.

Lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado, Dinas Perhubungan Kota Manado, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulut, Basarnas dan dari kepolisian (Polairud dan Brimob).

Berdasarkan hasil koordinasi, jelas Kalak (Kepala Pelaksana) BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Jumat (7/11/225), disepakati untuk melakukan survei lapangan bersama pada keesokan harinya, Rabu (5/11/2025)?

Tim gabungan melaksanakan penelusuran lapangan di sejumlah titik pesisir Teluk Manado yakni Kawasan Taman Berkat, Kawasan Megamas Dermaga Manado Bay dan sekitar Kompleks Tugu Lilin.

Sekitar pukul 16.40 Wita, tim lapangan melaporkan penampakan seekor buaya berukuran sekitar 3 meter sedang berenang di perairan dekat Manado Bay.untuk seterusnya dilaporkan kepada pimpinan untuk tindaklanjuy koordinatif antarinstansi.

Rencana lanjutnya adalah pemataan area sebaran buaya melalui bantuan drone dan patroli laut serta pemasangan papan peringatan di pesisir rawan.

Selain itu, kordinasi penangkapan/pemindahan satwa liar dengan BKSDA Sulut serta Edukasi dan imbauan kepada masyarakat pesisir untuk berhati-hati dan melaporkan segera jika terjadi penampakan ulang

“Intinya, kami terus melakukan koordinasi dan kerjasama dengan pihak terkait untuk penangganan masalah ini, sesuai arahan pak Walikota Manado dan pak Wawali (Andrei Angouw dan Richard Sualang),” ujar Sambuaga.

Atas nama Pemkot Manado, Sambuaga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi adanya buaya yang berkeliaran di Teluk Manado dan berharap bila melihat keberadaan buaya tersebut untuk segera melaporkan lewat call center 112 atau instansi terkait. (elka)

Meimonews.com – Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado melakukan kegiatan sosialisasi dan simulasi bencana alam gempa bumi di SMP Pionerr Manado, baru-baru.

Kegiatan ini, jelas Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com, dalam rangka mitigasi non struktural memberikan informasi awal serta langkah langkah yang harus dilakukan apabila terjadi gempa bumi.

“Sasarannya para siswa karena mereka merupakan kelompok rentan dalam kategori bencana,” ujarnya.

Dimulai dari sekolah, sambungnya, karena sebagai pendidikan di usia dini. (elka)

Meimonews.com – Dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado menggelar Sosialisasi Kelurahan Tangguh Bencana.

Kegiatan ini dilaksanakan di empat lokasi berbeda di Kota Manado yakni Kelurahan Sario Utara, Tingkulu, Karombasan Utara, dan Teling Atas, pada tanggal 4, 9, 10 dan 12 September 2025.

Sosialisasi ini sesuai dengan Program Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang untuk mitigasi pengurangan risiko bencana, juga merupakan langkah strategis BPBD Manado dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat serta perangkat kelurahan dalam mensukseskan program kerja Pemerintah Kota Manado.

Dengan mengusung semangat kolaborasi, kegiatan ini dilaksanakan melalui kerjasama antara BPBD Kota Manado dan pemerintah kelurahan setempat.

Kegiatan dihadiri sekitar 100 peserta, yang terdiri dari para Lurah, perangkat kelurahan, ketua lingkungan, tokoh masyarakat, serta warga dari masing-masing kelurahan.

Acara diawali dengan sambutan dari Lurah sebagai tuan rumah kegiatan, yang menekankan pentingnya kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Sejumlah pejabat turut hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini. Asisten I Pemerintah Kota Manado Julises Oehler memberikan pemaparan mengenai peran penting pemerintah kelurahan dalam membangun ketangguhan masyarakat.

Dilanjutkan dengan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Manado Donald Sambuagai, yang menyampaikan materi tentang strategi pengurangan risiko bencana secara terintegrasi.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Mario Karundeng menjelaskan langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan oleh warga dalam menghadapi situasi darurat.

Sosialisasi ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab. Warga terlihat aktif memberikan masukan dan menyampaikan pengalaman mereka terkait bencana yang pernah terjadi di lingkungan masing-masing.

Sebagai hasil dari kegiatan ini, BPBD Kota Manado merencanakan pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) di setiap kelurahan yang menjadi lokasi kegiatan. Tim ini nantinya akan berperan sebagai ujung tombak dalam respons awal saat terjadi bencana.

Surat Keputusan (SK) pembentukan TRC akan ditandatangani langsung oleh Lurah, sebagai bentuk pengesahan dan tanggung jawab kelembagaan di tingkat kelurahan.

Sosialisasi Kelurahan Tangguh Bencana ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh, siaga, dan responsif terhadap berbagai potensi bencana di wilayah Kota Manado.

Diharapkan, program serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di kelurahan-kelurahan lain demi menciptakan sistem penanggulangan bencana yang inklusif dan berdaya guna. (elka)

Meimonews.com – Setelah melalui proses pembinaan selama beberapa hari, sebanyak 104 orang mendapat Sakramen Krisma oleh Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di Gereja Paroki Santu Josep Pelindung Pekerja (SJPP) Manado, Kamis (1/5/2025).

Misa Krisma yang dipimpin Mgr. Rolly di dampingi Pastor Wilfrits Siunta Pr (Pastor Paroki), Pastor I Made Pantyasa Pr dan Frater Diakon Damianus Daga Pr ini dilaksanakan pada momen Peringatan Pesta Pelindung Paroki SJPP Manado. Sebagai Wali Krisma, Vecky Kaligis dan Febiani Mangulu,

Krismawan/wati (51 laki-laki dan 54 perempuan) tersebut ada yang masih anak-anak tapi ada juga yang sudah dewasa tapi belum kawin dan ada pula yang sudah menikah. Mereka yang menerima Sakramen Krisma, setelah menerima Sakramem Pembaptisan dan Sakramen Ekaristi.

Uskup Manado dalam kotbahnya menjelaskan, Sakramen Krisma adalah sakramen kepenuhan iniisiasi. Dengan demikian keanggotaan para calon krismawan/wati dikukuhkan dalam kesatuan dengan gereja Kristus.

Menurut Mgr. Rolly, tentu saja mereka telah disiapkan untuk memahami dan menerima Sakramen Krisma, sakramen inisiasi, yang diketahui bersama adalah orang dengan segala persiapan dipersatukan dengan Kristus dan diparsatukan dalam suatu komunitas umat Allah, gereja kudus.

Disebut kepenuhan karena orang-orang dewasa akan iman yang sudah ditanamkan dan diberikan sebelumnya. Itu berarti Sakramen Krisma berkaitan dengan dua sakramen sebelumnya, yakni Sakramen Pembaptisan dan Sakramen Ekaristi.

Dibaptis, dijadiikwn satu dengan Tuhan, menjadi anak-anak Allah, dan ekaristi bahwa ketika disampaikann Tubuh Kristus, kita menjawab amin. Tuhan ada di dalam diri kita.

Melalui sakramen Krisma, keanggotaan itu, menjadi anak-anak Allah, menjadi anggota keluarga besar Allah, dan kemudian lewat Sakramen Krisma dipersatukan dengan Kristus, kita menjadi penuh dengan Roh Kudus..

Mantan Provinsial MSC Indonssia ini mengajak untuk melihat peristiwa besar dalam diri kita sebagai kepenuhan keanggotaan sebagai anggota gereja.

Dalam Sakramen Krisma,i kita dicurahkan Roh yang sama untuk pergi, menjadi saksi Kristus. “Ini anugerah khusus, memberi damai di manapun kamu berada,” ujar uskup kelahiran 4 Januari, yang pada keesokan harinya (5 Januari) menerima Sakramen Pembabtisan.

Lewat Sakramen Krisma ini, sebut Uskup kelahiran Lembean (Minahasa Utara), para krismawan/wati diingatkan akan.pembabtisan sebagai anak-anak Allah, dan Tuhan mau anda tetap menjadi anak-anak Allah. Tuhan Yesus datang ke dunia untuk mengangkat kita sebagai anak-anak tunggal Allah supaya bersama dengan Dia kita dibangkitkan, dan mengambil bagian dalam kebangkitanNya dan diangkat ke Surga, dimuliakan.

Diingatkan, dimuliakan dengan pembaptisan, menyambut Tuhan sesering mungkin, lalu diberikan kekuatan dalam menghadapi hidup ini, untuk menghadapi hari-hari ke depan, anda tetap kuat, tumbuh, berkembang dan berbuah dengan rupa-rupa cara dan rupa-rupa karunia.

Kalak BPBD Manado Donald Sambuaga saat membacakan sambutan Wakil Walikota Manado Richard Sualang

Wakil Walikota (Wawali) Manado Richard Sualang dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggunggilangan Bencana Daerah (BPBD) Manado Donald Sambuaga menegaskan, perayaan Pesta Pelindung dan Penerimaan Sakramen Krisma menjadi momen yang sangat berharga bagi yang menerimanya.

“Sakramen Krisma ini bukan hanya tentang menerima Roh Kudus tetapi juga tentang komitmen baru dalam hidup iman melalui Krisma. Mereka dipanggil untuk menjadi saksi Kristus, membawa terang dan damaiNya ke dalam kehidupan keluarga, gereja dan masyarakat,” sebutnya,

Wawali mengajak untuk mendukung para krismawan/wati dalam petjalanan mereka dalam keyaikinan iman ini agar mereka semakin teguh dalam keyakinan dan semakin bersemangst dalam pelayanan. (elka)

Meimonews.com – Balai Wilayah Sungai Sulawesi 1 mengadakan Apel Kesiapsiagaan dan Rapat Koordinasi (Rakor) menghadapi musim penghujan di Kompleks Bendungan Kuwil, Minahasa Utara, Selasa (12/11/2024)).

Dalam kegiatan yang diikuti jajaran Kementerian PU dan Balai Sungai, Pemerintah Provinsi Sulut, dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sulut tersebut Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Manado Donald Sambuaga memaparkan beberapa hal terkait dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Sambuaga menegaskan, apel kesiapsiagaan ini sangat penting untuk memastikan bahwa kita semua siap menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi di daerah kita.

“Kita semua tahu betapa pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi risiko dalam menghadapi bencana. Dengan adanya koordinasi dan kerjasama yang baik antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat, kita dapat meminimalkan dampak bencana dan melindungi nyawa serta properti masyarakat,” ujarnya.

Diingingatkan semua pihak agar tetap waspada dan siap siaga. Jangan pernah merasa lemah atau malas untuk mengambil tindakan. Setiap langkah kecil yang kita ambil untuk mempersiapkan diri dapat berdampak besar dalam menghadapi bencana.

“Terima kasih sekali lagi atas kerja keras dan dedikasi semua pihak yang terlibat dalam upaya penanggulangan bencana. Mari kita terus bekerjasama dan memperkuat ketangguhan kita dalam menghadapi segala bentuk bencana,” sebutnya.

Manado, menurutnya, sebagai daerah rawan bencana banjir dan longsor yang siklusnya sudah berubah. Dahulu setiap 5 tahun sekali tapi sekarang bisa 2 tahun sekali, malahan bisa tiap tahun ada terjadi banjir.

“Namun, torang bersyukur karena upaya upaya pemerintah baik pusat dan daerah dalam melakukan normalisasi daerah aliran sungai maka Manado sudah tidak banjir lagi, seperti tahun 2014 lalu,” tandas mantan Camat Wenang ini. (Afer)

Meimonews.com – Setelah melihat perkembangan/situasi yang ada terkait dengan dampak yang terjadi akibat cuaca ekstrim di beberapa daerah di Sulut termasuk Manado, Walikota Manado Andrei Angouw mengambil langkah cepat.

Orang pertama di Ibukota Provinsi Sulut ini menetapkan bagi Kota Manado Tanggap Darurat Penanganan Bencana Hidrometereologi lewat Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan tanggal 27 Januari 2023 tersebut berlaku selama tujuh hari (sampai 2 Februari 2023).

“Setelah melakukan kajian cepat kejadian bencana maka Walikota Manado telah menetapkan Tanggap Darurat Penanganan Bencana Hidrometereologi selama 7 hari, sejak 27 Januari sampai dengan 2 Februari 2023,” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Manado Donald Sambuaga.

Kepada Meimonews.com via telefon, Sambuaga menjelaskan, terkait dengan penanggulangan bencana, telah dibangun Pos Komando Pemerintah Kota Manado di Kantor Camat Tuminting serta Dapur Umum di Kantor Camat Tuminting dan Balai Tumoutou di Kelurahan Paal 4.

Posko (Pos Komando) dan dapur- dapur umum tersebut, sebutnya, sudah melayani warga sejak Jumat (28/1/2023) malam.

Berdasarkan data BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Manado pertanggal 27 Januari 2023 jam 23.45 Wita, korban banjir sebanyak 3.013 kepala keluarga (KK) dengan 9.382 jiwa eementara korban longsor 63 KK dengan 92 jiwa.

Untuk diketahui, menindaklanjuti laporan warga atas kejadian bencana banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem di Sulut termasuk Kota Manado, Jumat (27)1/2023), Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Manado di bawah pimpinan Kalak  Donald Sambuaga, atas petunjuk Walikota, langsung  turun ke lokasi-lokasi banjir dan longsor dengan membawa perahu karet dan peralatan.

Saat turun lokasi, bergabung pula tim lain seperti Basarnas, Polri (termasuk Brimob) dan TNI (seperti Denzipur dan Korem 131/Santiago). Tim turun di beberapa lokasi seperti di Kelurahan Bailang Lingkungan 3  dan 4 , Kelurahan Mahawu Lingkungan 3,  Kelurahan Molas Lingkungan  5  Cempaka dan Kelurahan Ternate Tanjung Lingkungan 1, 2 dan 3  untuk membantu warga yang terisolasi di dalam rumah. Korban berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Walikota dan Wakil Walikota (Andrei Angouw dan Richard Sualang) yang akrab disebut AARS terlihat turun ke lokasi. Sambil memantau kondisi yang ada, AARS memberikan arahan/petunjuk kepada pimpinan dan staf dinas/badan terkait. (elka)