Meimonews.com – Upaya memerangi Narkoba (Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adektif lainnya – Red) tidak dapat dilakukan sendiri. Butuh kerjasama dan kolaborasi semua pihak.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program pencegahan dan pemberantasan narkoba,” ujar Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulut Johnny Suak membacakan sambutan tertulis Gubernur Sulut Olly Dondokambey pada acara Pengukuhan dan Deklarasi Laskar Perangi Narkoba di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Rabu (11/12/2024).

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, akan memperkuat kebijakan, memperluas edukasi dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Terkait sinergi dan kolaborasi Gubernur mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda hingga lembaga pendidikan untuk bersatu padu dalam memerangi narkoba.

“Karena sejatinya, melawan narkoba bukan hanya tugas BNN atau aparat penegakan hukum semata melainkan tugas kita semua,” sebut Gubernur.

Melalui pengukuhan dan deklarasi ini, Gubernur mengajak kita semua untuk mempertegas komitmen menolak segala bentuk.penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Selain itu, meningkatkan pengawasan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta menjadi pelopor dan agen perubahan yang aktif mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkoba. (alex)

Meimonews.com – Di era sekarang ini, peran penting purna paskibraka sebagai generasi muda yang pernah mengemban tugas besar mengibarkan bendera Merah Putih dalam menguatkan ideologi Pancasila sangatlah strategis.

‘Kalian bukan hanya sebagai simbol kehormatan, tapi juga harapan masa depan bangsa,” sebut Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulut Johnny Suak ketika membacakan sambutan Gubernur Sulut Olly Dondokambey pada Bimbingan Teknis Pembinaan Ideologi Pancasila bagi Purna Paskibraka Kabupaten Kepulauan Talaud di Hotel Peninsula Manado, Senin, (8/12/2024).

Ditambahkan, sebagai purna paskibraka, kalian memiliki tanggung jawab moral  untuk menjadi pelopor mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat serta menjadi motor penggerak kemajuan dan penguatan persatuan di tengah keberangaman.

Menurut Gubernur, di tengah kemajuan zaman yang semakin modern saat ini, tantangan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila semakin kompleks.

Berita bohong, ujaran kebencian dan ancaman terhadap persatuan bangsa semakin menguat di ruang digital yang tentunya berpengaruh secara langsung dalam kehidupan nyata di tengah-tengah masyarakat. “Di sinilah peran kalian sebagai purna paskibraka menjadi sangat relevan,” tandasnya.

Gubernur mengajak purna paskibraka untuk menjadi duta Pancasila baik di lingkungan keluarga, sekolah, lingkungan kerja maupun di media sosial.

Oleh karena itu, menurut Gubernur, bimbingan teknis pembinaan idelogis Pancasila ini, bukan hanya sebagai rutinitas atau formalitas belaka, namun menjadi langkah nyata dalam upaya bersama untuk memperkuat pemahaman terkait dengan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara yang menjadi dasar dan pedoman kehidupan betbangsa dan bernegara. (alex)

Meimonews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut mengapresiasi prakarsa Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terhadap pelaksanaan pemberdayaan masyarakat (dayamas) di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting (PPS).

Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Bappeda Sulut Elvira Katuuk pada acara pembukaan kegiatan Pemberdayaan Kelompok Masyarakat di Kampung Keluarga Berkualitas dalam rangka Percepatan Penurunan Stinting yang diselenggarakan BKKBN Sulut di Sintesa Peninsula Hotel Manado, Rabu (6/11/2024).

“Kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui pemberian akses dan dukungan teknologi serta pembinaan keluarga yang berkualitas,” jelas gubernur.

Pemprov Sulut sangat mengapresiasi juga terhadap dukungan BKKBN Sulut yang selalu konsisten mendampingi dan mengedukasi masyarakat dalam upaya membentuk keluarga berkualitas.

Terkait penyerahan Laporan Kependudukan Kependudukan Provinsi (LKP) Sulut yang dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan pemberdayaan kelompok masyarakat di Kampung Keluarga Berkualitas dalam rangka PPS, gubernur berharap dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai jumlah, pesebaran, dan karakteristik penduduk.

“Penyerahan LKP ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kebijakan dan program yang berbasis data, serta mendorong partisipasi masyarakat untuk lebih aktif dalam program pembangunan berkelanjutan, seperti halnya mewujudkan keluarga berkualitas di Sulut,” sebutnya.

Menurut gubernur, penyerahan LKP ini, tentu memiliki arti yang sangat penting. Hal ini menjadi dasar bagi kami dalam merumuskan kebijakan dan program pembangunan berbasis data kependudukan.

Kepala BKKBN Sulut Diano Tino Tandaju dalam laporannya menjelaskan dasar pelaksanaan kegiatan, tujuan dan sasaran kegiatan serta data prevalensi stunting di Sulut tahun 2023 dan program-program di Kampung Keluarga Berkualitas.

Khusus prevalensi stuntimg di Bumi Nyiur Melambai ini, Tandaju mengungkap adanya kenaikan dari 20,5 menjadi 21,3 persen di tahun 2023, di mana 8 kabupaten/kota mengalami peningkatan prevalensi stuntimg. Tandaju pun memaparkan prosentasi prevalensi stunting di kabupaten/kota tersebut.

Kegiatan yang diselenggarakan BKKBN Sulut ini diikuti sekitar 60 peserta yakni instansi terkait (Dinas Dukcapil dan KB, Dinkes, BNN, Dinas PMD, Dinas Koperasi, LPP TVRI, LPP RRI), Kadis dan Kabid Dalduk OPDKB Kabupaten/Kota se-Sulut, TP PKK Kabupaten/Kota, PKB/PLKB Kabupaten/Kota dan IpeKB Kabupaten/Kota.

Dalam kegiatan yang turut dihadiri Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie (sekaligus memberikan sambutan), Wakil Rektor 4 Unsrat Billy Kepel, Ketua IPADI Sulut Trioldi Sulut (yang memaparkan Laporan Kependudukan Provinsi) ini sejumlah narasumber ditampilkan.

Di antaranya, Kepala Bappeda Sulut yang menyampaikan materi Tatakelola pemerintahan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi kelompok masyarakat di Kampung Keluarga Berkualitas untuk percepatan penurunan stunting.

Kepala BPKP Sulut Bambang Ari Setiono tentang Akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting di Kampung Keluarga Berkualitas. Marlon Edwin Kamagi tentang Pengolaan sampah yang berwawasan lingkungan di Kampung Keluarga Berkualitas dalam rangka percepatan penurunan stunting.

Di awal kegiatan ini, ada penandatangan MoU antara Unsrat Manado (oleh Rektor Oktovian Berty Alexander Sompie) dengan BKKBN Sulut (oleh Kepala Diano Tino Tandaju) dan Penyerahan ATTG kepada 30 Kelompok UPPKA. (elka)

Meimonews.com – Fakultas Hukum Unsrat mengadakan Puncak Peringatan Dies Natalisnya ke-65 yang mengangkat tema Maju bersama dalam melaksanakan tri dharma perguruan tinggi dalam Rapat Terbuka Senat Fakultas yang dipimpin Ketua Senat Dr. Donald  Mawuntu di halaman fakultas, Selasa (22/8/2023).

Hadir pada acara tersebut di antaranya Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU,  Wakil Rektor 1 Prof. Dr. Ir. Grevo Soleman Gerung, M.Sc, Wakil Rektor 2 Dr. Ronny Maramis, SH, MH, Wakil Rektor 4 Prof. Dr. Ir. Sangkertadi, M.Sc, pimpinan lembaga tingkat Unsrat, para Dekan se-Unsrat, Forkopimda, Bupati Minsel Frangky Wongkar, SH (alumni Fakultas Hukum Unsrat), undangan lainnya serta dosen, staf, mahasiswa dan alumni civitas akademika Fakultas Hukum Unsrat.

Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU saat memberikan sambutan

Di penghujung rapat yang sekaligus merupakan salah satu acara utama, Gubernur Sulut diberikan kesempatan untuk menyampaikan orasi ilmiah. Gubernur yang di salah satu Universitas di Cina memberikan gelar profesor (yang dalam sambutan Rektor menyebut pak Gubernur dengan sebutan Profesor Olly Dondokambey) membawakan orasi ilmiah dengan judul Sinergi Kebijakan dan Strategi Pembangunan Provinsi Sulawesi Utara.

Di awal sambutannya,  Rektor menyampaikan banyak selamat kepada fakultas hukum karena boleh memasuki usia yang ke-65 (Fakultas Hukum hadir pada 1 Agustus 1958 – Red).

Usia yang ke 65, sebut Rektor adalah usia yang matang bagi dunia pendidikan sehingga ia berharap fakultas hukum dalam program ke depan dapat berkompetisi baik secara internal maupun eksternal dalam pencapaian akreditasi program studi  yang Unggul.

Dekan Fakultas Hukum Unsrat Dr. Emma VT Senewe, SH, MH saat memberikan laporan

“Pencapaian indikator utama maksimal. Akreditasi internasional sehingga dapat menjadi salah satu tumpuan tugas menuju institusi Unsrat Unggul dan Berbudaya,” ujarnya mengandung harapan.

Rektor memuji panitia yang bisa menghadirkan Gubernur Sulut Prof. Olly Dondokambey untuk menyampaikan orasi ilmiah terkait dengan keberhasilan otonomi daerah  termasuk aspek hukum yang menjadi social enginering dalam pembangunan Sulawesi Utara.

Kepada gubernur, Rektor menyampaikan terima kasih atas perhatian yang cukup besar bagi Unsrat.

Dekan Fakultas Hukum Unsrat Dr. Emma VT Senewe, SH, MH dalam laporannya mengungkapkan keberadaan fakultas yang dipimpinnya baik jumlah mahasiswa, tenaga dosen maupun program-program yang telah dilakukan dan akan dilakukan dalan kepemimpinan empat tahun ini.

Sejumlah keberhasilan yang dicapai di tahun 2022-2023 oleh mahasiswa, dosen dan institusi dipaparkan Senewe disertai data-data yang ada. Beberapa kerjasama dengan pihak ketiga termasuk dalam lembaga/institusi pendidikan tinggi disebutkannya.

Ketua Panitia Dies Toar Palilingan, SH, MH dalam laporannya menjelaskan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan panitia sejak dicanangkan (pada acara pembukaan yang dibuka pelaksanaannya oleh Rektor, beberapa waktu lalu).

Ada sejumlah kegiatan sosial yang dilakukan seperti anjangsana ke panti-panti asuhan sekaligus memberikan sumbangan, ziarah ke makam-makam mantan Dekan, pertandingan olahraga dan kuliah umum dari Ketua KPK-RI Komjen Pol. Purn. Firly dan di momen acara puncak ada orasi ilmiah dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Palilingan berterima kasih karena ketika ia dan Dekan bertemu dengan Gubernur, beliau langsung menyatakan kesediaannya untuk hadir dan memberikan orasi ilmiah.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-65 Fakultas Hukum Unsrat Toar Palilingan, SH, MH saat memberikan laporan

Di awal orasinya, Gubernur menyampaikan terima kasihnya atas kontribusi Fakultas Hukum Unsrat baik untuk daerah Sulut maupun Indonesia. Itulah sebabnya, Gubernur berharap dukungan dari civitas akademika termasuk alumni untuk berperan dalam mendorong kemajuan pembangunan di daerah ini.

Acara puncak diakhiri pemasangan dan peniupan lilin oleh Gubernur di dampingi Dekan, Ketua Panitia dan pimpinan senat. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat merayakan puncak peringatan Dies Natalis ke-63 di Graha Gubernuran,  Rabu (30/5/2023).

Turut hadir pada acara tersebut Asisten Pemerintahan Umum Setdaprov mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng,  Ketua Ikatan Keluarga Alumni Faperta Unsrat Ir. Rita Maya Dondokambey Tamuntuan, civitas akademika Faperta serta tamu/undangan lainnya.

Dekan Faperta Ir. Dedie Tooy, M.Si, Ph.D dalam laporannya memaparkan keberadaan Faperta saat ini serta hal-hal yang sudah dilaksanakan termasuk sejumlah kerjasama dan hasil-hasil penelitian yang dilakukan para dosen, program  pengabdian pada masyarakat termasuk pula kegiatan yang telah dilaksanakan dalam rangkaian Dies Natalis tahun ini.

Khusus kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam rangka Dies kali, sebut Tooy antara terdiri dari menanam cabe di lokasi lahan percobaan Wailan Tomohon, serta panen tanaman semangka dan penyuluhan pengendalian hama terpadu pada tanaman pangan di Desa Kauditan Minahasa Utara.

Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng. IPU dalam sambutannya mengingatkan agar  Dies Natalis ini dijadikan momen yang menginspirasi, memotivasi dan mendorong untuk terus berjuang demi keunggulan inovasi.

Selain itu, sebagai pengembangan potensi bersama untuk terus memajukan Fakultas Pertanian sebagai pusat unggulan dalam bidang pertanian, sehingga visi Unsrat Unggul Berbudaya menuju World Class University akan terlaksana.

Unsrat juga, sebut Rektor, menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ir. Rita Maya Dondokambey Tamuntuan selaku Ketua Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Pertanian atas kontribusi dan inspirasi serta ide inovatif sehingga membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan.

Pemerintah Sulut mengakui kontribusi Faperta Unsrat dan lulusannya yang telah mampu menerapkan ilmu di bidangnya dalam mengelola
sumber daya alam (SDA) yang dimiliki daerah Sulut secara optimal hingga saat ini.

Pengakuan itu disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan Umum Sekdaprov Fransiscus E. Manumpil, M.Env, Mgmt yang membacakan  sambutan tertulis Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE pada acara puncak tersebut.

Gubernur berharap, ke depan, Faperta Unsrat mampu terus bergerak maju dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan serta kemajuan teknologi di bidang pertanian.

Pemerintah, sebutnya, telah mencanangkan program Mari Jo Ba Kobong dengan tujuan kedaulatan dan kemandirian pangan daerah.

Oleh karenanya, diajak kita semua untuk terus dan terus digaungkan dan sosialisasikan kepada seluruh masyarakat program dari pemerintah untuk menghasilkan output dan outcome yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Gubernur mengingatkan pula agar civitas Faperta Unsrat untuk menjaga komitmen dan dedikasi serta eksis dan terus berkontribusi bagi keberhasilan pembangunan daerah dan bangsa.

“Terlebih, mengoptimalkan 8 Program Studi dimiliki agar terus unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penerapan teknologi terkini, pengabdian kepada masyarakat, serta mempersiapkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing tinggi,” sebutnya.

Kepada seluruh civitas akademika juga alumni Faperta, Gubernur meminta untuk terus memberikan hal-hal terbaik dan positif. Terus berpacu dalam melodi, terus berkarya, terus belajar, untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas yang bermutu dan proposional demi eksistensi dan progresivitas Faperta Unsrat ke depan.

Dalam percakapan dengan wartawan, Ketua Ikatan Keluarga Alumni Faperta Unsrat Ir. Rita Maya Dondokambey Tamuntuan menyampaikan selamat berdies natalis ke-63 kepada Faperta Unsrat. Ia berharap, Faperta semakin berkarya untuk menghasilkan SDM pertanian bermutu dan berkelas .

“Saya berharap Fakultas Pertanian terus bersinergi dengan Pemda terutama dalam program Mari Jo Bakobong, meningkatkan potensi pertanian Sulut untuk mewujudkan masyarakat yang semakin maju dan sejahtera,” ujarnya. (FA)

Meimonews.com – Belum habis kesibukannya sebagai Uskup Keuskupan Manado di momen Natal dan Tahun Baru dengan mendatangi sejumlah paroki/stasi, Mgr. Benedictus Estephanus merayakan syukuran Hari Ulang Tahun (HUT)nya yang ke-66 tahun, Rabu (4/4/2022).

Perayaan yang diadakan secara sederhana diawali misa yang dipimpin Mgr. Rolly (sapaan uskup) di dampingi sejumlah imam (pastor) di Gereja Katedral Manado pagi hari, kemudian dilanjutkan di Wisma Keuskupan usai misa hingga malam hari.

Sejumlah pejabat hadir pada perayaan itu baik bersamaan maupun terpisah, di antaranya Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Sekdaprov Steve AH Kepel, Asisten I Setdaprov Denny Mangala, Pjt. Kepala Bapenda Sulut June Silangen,  Plt. Kepala Dinas Pertanian Sulut Nova Pangemanan, Karo Umum Setdaprov Reinner Dondokambey, Staf Ahli Gubernur Edwin Kindangen.

Selain itu, Wakil Walikota Tomohon Wenny Lumentut, Kepala Kanwil Kemenag Sulut, Kakandep Kemenag Kota Manado, mantan Sekdaprov Edwin Silangen, Kasat Lantas Polresta Manado Kompol Noldy Undap, pimpinan/tokoh agama yang tergabung dalam FKUB Sulut dan lain-lain.

Dari lingkungan Katolik, Uskup Emeritus Mgr. Yos Suwatan MSC, sejumlah pastor, suster, bruder, frater dan tokoh/pimpinan organisasi/kelembagaan gerejani dan umat dalam jumlah terbatas ikut merayakan hari jadi gembala mereka baik di pagi hari, siang hari maupun malam hari.

Mgr. Rolly berterima kasih dengan perayaan ini dan bersyukur karena sejumlah undangan (baik internal maupun eksternal) bisa hadir dan merayakan secara bersama HUTnya yang ke-66.

Uskup kelahiran Lembean ini berterima kasih karena dengan terang bisa melihat cahaya, sebagaimana motto tahbisannya sebagai Uskup Manado yakni In lumine tuo, videmus lumen.

Mantan Superior Provinsial MSC Indonesia ini tak lupa mengungkapkan dan berterima kasih atas (antara lain) peran keluarganya (Keluarga Untu – Lasut) sehingga ia bisa menjadi seperti sekarang (pemimpin Keuskupan Manado yang meliputi Provinsi Sulut, Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

Mgr. berharap, pimpinan gereja, umat dan bahkan Pemerintah Daerah bisa terus berjalan bersama membangun gereja dan daerah ini.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey berkesempatan menghadiri perayaan ini di dampingi sejumlah staf dan Wakil Walikota Tomohon Wenny Lumentut secara bersamaan di acara malam hari.

Dalam percakapan singkat dengan Meimonews.com, Gubernur mengungkapkan rasa senangnya bisa hadir pada acara syukuran Pimpinan Gereja Katolik Keuskupan Manado ini dan berharap, ke depan bapa Uskup bertambah sehat dan kuat untuk melayani umat.

Acara syukuran ditandai pula dengan peniupan lilin dan pemotongan kue ulang tahun. Di siang hari, usai peniupan lilin, Mgr. Rolly berkenan menyerahkan kue ulang tahun kepada Mgr. Yos (dan saling menyuapi), Pastor John Luntungan MSC, Fransiskus Jantje Untu (kakaknya) dan beberapa orang/undangan lainnya. (Fer)

Meimonews.com – Momen peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Provinsi Sulawesi Utara menjadi hari berbahagia bagi Polresta Manado dan jajaran.

Betapa tidak, di acara puncak peringatan HAN yang digelar di Rumah Alam, jalan Ring Road I Manado, Sabtu (6/8/2022), Polresta Manado mendapat penghargaan dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang diserahkan Wakil Gubernur Steven OE Kandouw.

“Kami, Kepolisian Polresta Manado mendapat penghargaan dari Gubernur Sulut atas dedikasi serta keberhasilan dalam menyelenggarakan perlindungan terhadap perempuan dan anak yang responsif,” ujar Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto P. Sirait, SH, SIK kepada wartawan, Sabtu (6/8/2022).

Kombes Pol. Sirait menegaskan, Polresta Manado berserta jajaran akan terus meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak karena sudah menjadi tugas bersama sesuai undang-undang untuk memfasilitasi kepada anak-anak kita, baik mental maupun spritual mereka.

Kegiatan bertema Anak Terlindungi Indonesia Maju tersebut dihadiri para Kepala Dinas Provinsi Sulut, para Kapolres yang menerima penghargaan dan undangan lainnya. (elka)

Meimonews.com – Pelaksanaan Puncak Perayaan Yubelium 200 Tahun Kongregasi Suster-suster Jesus Maria Joseph (SJMJ) yang dipusatkan dilaksanakan, Jumat (29/7/2022) berlangsung meriah dan penuh makna.

Sejumlah acara yang disiapkan Panitia Pelaksana yang diketuai Sr. Monika Kalangi dengan Panitia Lokal Sr. Monica Suparlan pada acara puncak dua abad kongregasi mendapat respons dan apresiasi yang luar biasa baik yang berada di lokasi puncak maupun yang berada di sekitarnya.

Kemeriahannya terlihat saat kedatangan rombongan Uskup baik yang dari Keuskupan Manado (2 uskup) maupun dari keuskupan lain (6 uskup) yang dijemput di bundaran Patung Tololiu (pertigaan jalan : ada yang ke arah Tondano dan ke arah Sonder, dan ke arah Manado).

Ratusan suster Kongregasi SJMJ termasuk Dewan Pimpinanan Umum  Dunia (Sr. Theresia Supriyati, Sr. Francinetti Manua, Sr. Jeannette Runtu dan Sr. Monika Kalangi), Dewan Pimpinan Provinsi termasuk Sr. Justien Tiwow (Pemimpin Manado) menjemput para uskup untuk seterusnya di antar ke lokasi acara puncak, yang dipandu Sr. Rita Manuel.

Drumband persekolahan di bawah naungan Yayasan Joseph Yeemye (milik Kongregasi SJMJ) dan tari cakele (gabungan guru persekolahan Yayasan Joseph Yeemye) mengawali prosesi/perarakan, yang membuat suasana jadi meriah dan penuh makna.

Lebih meriah dan penuh makna lagi dengan adanya sapaan para uskup termasuk Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC (yang memang suka menyapa umat dan masyarakat) dengan melambaikan tangan disertai sapaan kata dan senyuman kepada masyarakat dan umat yang dilewati prosesi/perarakan.

Kemeriahan berlanjut saat misa syukur yang diadakan di gereja paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Tomohon.

Delapan uskup yakni Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, Uskup Agung Samarinda Mgr. Yustinus Harjosusanto, Uskup Samarinda Mgr. Petrus Boddeng Timang, Uskup Padang Vitus Rubianto Solichin, Uskup Amboina Mgr. Seno Ngutra, Uskup Purwokerto Mgr. Christophorus Tri Harsono, dan Uskup Emeritus Manado Mgr. Josephus ‘Yos’ Suwatan memimpin misa.

Mgr. Rolly menjadi selebran utama sementara 7 uskup lainnya sebagai selebran.Turut mendampingi Frater Diakon Dedianus Pati Pr. Mgr. Mandqgi membawakan kotbah.

Sekitar 70 pastor termasuk Pastor Paroki HKY Tomohon Vecky Singal serta Vikjen Keuskupan Agung Makassar Pastor Joni Payuk, Vikjen Keuskupan Larantuka Pastor Gabriel Unto Dasilva, dan Vikjen Keuskupan Jayapura Pastor Barnabas Daryana mengikuti misa mulia ini.

Ratusan suster Kongregasi SJMJ dari Provinsi-provinsi dan suster dari tarekat lain,  serta undangan lain dalam jumlah terbatas mengikuti misa secara langsung. Ada pula umat yang mengikuti misa secara live streeming.

Ketika membawakan kotbah, Mgr. Mandagi mengurai makna perjalanan panjang suster-suster yang tergabung dalam Kongregasi SJMJ di dunia. Ada banyak suka-duka yang dialami. Ada banyak tantangan yang dilalui. Tapi, semua itu bisa dilalui hingga kongregasi ini bisa merayakan 200 tahun berdirinya di dunia.

Menurut Mgr. Mandagi, karya kerasulan Kongregasi SJMJ seperti di bidang pendidikan telah membuahkan hasil. Banyak buah-buah karya suster-suster JMJ telah dirasakan. “Banyak hasil-hasil karya suster-suster JMJ bisa kita lihat ada di mana-mana, dan dirasakan,” ujarnya.

Bacaan injil dalam misa yang diambil dari Lukas 4 : 16-21, yang antara lain menyebutkan  Roh Tuhan ada padaKu, sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan bahwa tahun rahnat Tuhan telah datang, sebut Mgr. Mandagi, adalah panggilan Tuhan, panggilan dan perutusan Gereja.

“Dan, sekaligus panggilan suster-suster JMJ. Luar biasa, panggilan dan perutusan Yesus yang diteruskan suster-suster JMJ, ” ujar Mgr. Mandagi seraya mengungkapkan bahwa ia termasuk salah satu yang merasakannya karena orangtuanya pernah merasakan pembinaan dari suster-suster JMJ, dulu.

Suster-suster JMJ juga, sebut mantan Uskup Amboina ini, telah mewujudkan harapan dari Pendiri Kongregasi SJMJ  Pater Mathias Wolff SJ dan sejalan dengan pesan Paus Fransiskus tentang hal yang sama, yakni belas kasih.

Para suster Kongregasi  SJMJ, ungkapnya, telah melaksanakan belas kasih itu bukan hanya dengan kata-kata saja, hanya banyak bicara tanpa hasil, tetapi para suster telah melaksanakan itu secara nyata baik lewat pendidikan, kesehatan maupun karya sosial lainnya.

Dikemukakan, para suster mewujudkan karya-karya pendidikan, karya-karya sosial, kesehatan dan karya-karya pastoral lainnya seperti apa yang dikatakan dan dilaksanakan Yesus Kristus. “Kita boleh bangga karena ada orang seperti para suster ini yang siap sedia melaksanakan panggilan dan perutusan Tuhan itu di dunia ini, ” tandasnya.

Kemeriahan dan sarat makna positif berlanjut lagi saat ramah tamah di samping gereja, usai misa, yang diwarnai pementasan teatrikal Sejarah Perjalanan Kongregasi SJMJ di Dunia (yang ditulis Sr. Monika Kalangi, Ketua Panitia Pelaksana Yubelium 200 Tahun Konggregasi SJMJ), penandatangan prasasti antara lain oleh para uskup, Kadis Perindag Sulut Edwin Kindangen (mewakili Guberur Sulut), Walikota Tomohon Carol Senduk, Wawali Tomohon Wenny Lumentut dan Pimpinan Kongregas.

Selain itu, ada acara pemasangan lilin oleh DPU Kongregasi SJMJ dan pemotongan kue peringatan, laporan panitia pelaksana dan sambutan dari Pemimpin Umum Sr. Theresia Supriyati, Uskup Manado, Gubernur Sulut yang diwakili Kadis Perindag Sulut dan Walikota Tomohon, serta diakhiri makan malam bersama.

Ketika memberikan sambutan, Pemimpin Umum Kongregasi SJMJ Dunia Sr. Theresia Supriyati mengawalinya dengan menjelaskan makna di balik penjemputan para uskup di bundaran Patung Tololiu serta pengalaman singkat kehadiran kongregasi serta harapan sesudah 200 tahun perjalanan kongregasi yang didirikan Pater Mathias Wolff pada 29 Juli 1823 di Belanda ini.

Dikemukakan dari seluruh perjalanan ini (kongregasi), hari ini, mereka boleh mengatakan dengan rendah hati bahwa kongregasi yang kini dipimpinnya tidak berjalan sendirian tapi ada Tuhan yang telah menuntun, mendampingi, menguatkan sehingga mereka masih ada sampai hari ini. ” Tuhan tidak pernah mengingkari janjiNya bagi siapa saja yang setia kepadaNya,” ujar Suster Theresia.

Mgr. Rolly dalam sambutannya mengawali dengan satu kata yang mengandung makna ucapan selamat dan dukungan atas perjalanan suster-suster yang tergabung dalam Kongregasi SJMJ, yang telah berusia 200 tahun kehadirannya di dunia termasuk di wilayah Keuskupan Manado.

Ada lima hal/makna terkait ucapan proficiat dari Uskup Manado tersebut. Pertama, proficiat untuk penghayatan akan spiritualitas dan pastoral inkarnatoris : ‘Firman itu telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita.’ SJMJ hadir di dunia untuk ambil bagian dalam spiritualitas dan pastoral inkarnatoris itu. “Proficiat karena sudah berkembang dengan sedemikian subur sehingga telah membentuk 3 provinsi di Indonesia,” ujar Mgr. Rolly.

Kedua, proficiat sudah menjadi ibu bagi banyak anak di sekolah-sekolah. Para suster telah menjadi ‘ibu guru’ berbudi pekerti yang luhur untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter. SJMJ telah berkontribusi sangat signifikan dalam mencerdaskan anak-anak bangsa.

Ketiga, proficiat telah menjadi injil kehidupan bagi begitu banyak pasien di rumah sakit, di klinik bahkan di mana- mana. Keempat, proficiat sudah menjadi saudara kami dalam karya misi gereja.

Kelima, proficiat untuk perayaan 200 tahun ini. “Kita percaya bahwa usia 200 tahun SJMJ adalah usia masih muda karena kita percaya akan perjalanan panjang SJMJ ke depan yang masih jauh lebih panjang dari 200 tahun yang telah kita lewati ini,” ujar uskup yang salah satu adiknya suster dari suatu tarekat religius.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kadis Perindag Sulut Edwin Kindangen menyampaikan proficiat atas perayaan 200 tahun berdirinya Kongregasi SJMJ, sekaligus mengharapkan kiranya momentum ini akan mampu memperkokoh komitmen umat Katolik, khususnya para Pekerja Gereja untuk tetap konsisten dalam peran serta terus meningkatkan kesaksian dan pelayanan dalam kehidupan bergereja, dalam keseharian kehidupan sebagai warga masyarakat.

Ungkapan syukur, jelas Gubernur, merupakan bentuk aktualisasi nyata dari rasa terima kasih atas segala berkat dan anugerah yang senantiasa dilimpahkan Tuhan kepada setiap pribadi manusia.

“Hendaknya perayaan ini dapat dimaknai, untuk bagaimana ke depan bisa mampu dalam menjalankan peran masing-masing, dan menjadikan semua umat senantiasa bertumbuh dewasa di dalam iman,” pinta Gubernur.

Disebutkan, momentum yubelium 200 tahun ini sebagai suatu bukti kepercayaan dari Tuhan untuk menyelesaikan misi dalam mempersiapkan jalan keselamatan bagi segenap umat. (elka)

Meimonews.com – Pelepasan balon ke udara oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Kapolda Sulut Irjen Pol. Mulyatno dan Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi Bupati Minahasa Royke Roring, Bupati Talaud Elly E. Lasut, Wakil Walikota Tomohon Wenny Lumentut dan Wakil Walikota Bitung Henky Honandar menandai pembukaan Pertemuan Raya dan Konferensi VII Kaum Bapak Katolik Keuskupan Manado (KBK KM).

Pelaksanaan pembukaan kegiatan yang diawali Perayaan Ekaristi oleh Mgr. Rolly di dampingi Sekretaris Keuskupan Pastor John Montolalu Pr,  sejumlah imam lainnya serta Frater Diakon Deddy Pr tersebut dilaksanakan di Stadion Sarundayang Kawangkoan, Minahasa, Jumat (15/7/2022).

Sebelum pelepasan balon, Mgr. Rolly di dampingi Ketua Caretaker Badan Pengurus KBK KM Edwin Kindangen dan Ketua Panitia Pelaksana Theodorus Lumi menyerahkan cenderamata kepada Gubernur dan Kapolda disaksikan sekitar ribuan peserta Pertemuan Raya dan Konferensi dan undangan lainnya.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya yang dibacakan Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno mengapreasi pelaksanaan kedua kegiatan besar (Pertemuan Raya dan Konferensi KBK KM) tersebut

“Ini menjadi momentum luar biasa, karena sudah tiga tahun tidak berkumpul akibat pandemi. Kita berkumpul dan bersuka cita,” sebut  Kapolri.

Kapolri berharap, umat beragama dapat hidup dalam perbedaan, tapi diikat dengan ideologi Pancasila. Untuk itu penting agar mengembangkan moderasi beragama. “Semoga pelaksaan berjalan lancar sukses,” sebutnya.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutnya memberikan pesan menarik bagi bapak-bapak yang tergabung dalam organisasi Kaum Bapak Katolik. “Kalau boleh, mulai jam 6 sore kase mati HP sampai jam 9 malam,” ujar Gibernur.

Mengapa ponsel harus dimatikan pada jam tersebut ?  Gubernur memberi jawaban yakni agar bapak-bapak Katolik bisa punya waktu untuk bercerita dengan anak dan istri.

Pelaksanaan Pertemuan Raya nantinya diisi dengan sejumlah kegiatan seperti penanaman pohon, donor darah dan lomba-lomba kesenian dan olahraga sedang Konferensi akan diisi sejumlah agenda di antaranya pemilihan Ketua Umum Badan Pengurus KBK KM. (af)

Meimonews.com – Gubernur Sulut Olly Dondokambey menegaskan, ungkapan syukur merupakan bentuk aktualisasi nyata dari rasa terima kasih atas segala berkat dan anugerah yang senantiasa dilimpahkan Tuhan kepada setiap pribadi manusia.

“Di mana di dalamnya terkandung nilai pembangunan iman yang sangat kental dikarenakan terkait dengan hubungan antara manusia dan Tuhan sebagai Pencipta langit dan bumi dan segala isinya,” sebut Gubernur dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Bapenda Sulut Olvie Atteng pada Perayaan Puncak Yubileum 150 Tahun Berdirinya DSY di Dunia, Selasa (21/6/2022).

Sehingga, lanjut Gubernur, suatu ungkapan syukur kemudian harus diaktualisasikan dengan cara dan konteks yang berkenan di hadapan Tuhan agar mampu memantapkan kualitas iman.

Rangkaian acara ini, menurut Gubernur, diimani sebagai wujud pengakuan iman atas kuasa dan kasih Tuhan yang telah menuntun, menyertai dan memberkati umat Katolik di manapun berada.

“Secara khusus , merupakan suatu bentuk syukur atas segala karunia, kekuatan dan keteguhan iman yang diberikan Tuhan kepada Kongregasi Suster-suster DSY Manado dalam memberikan karya serta pelayanan kepada umat, sebagaimana mestinya.

Pemimpin Umum Kongregasi DSY Manado Sr. Chatrina Tandayu dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas karya agung Tuhan serta kemurahan kasihNya yang sudah menyertai Kongregasi sampai saat ini yakni usia 150 tahun.

“Kongregasi DSY bangga pada Bapak Savelberg (Petrus Yoseph Savelberg -Red) yang telah mendirikan kongregasi di bumi ini sampai di bumi Indonesia,” ujar Suster Christina seraya menambahkan, bapak Saverberg mendirikan kongregasi karena keprihatinan dan karena cintanya dan kepeduliannya kepada orang kecil, miskin, cacat, yang sakit.

Turut memberikan sambutan pada acara yang turut dimeriahkan sejumlah atraksi termasuk koor suster-suster DSY (Dina Santu Yoseph) adalah Mgr. Mandagi dan Mgr.Lega.

Puncak peringatan kegiatan yang panitianya diketuai Sr. Yohana Taroreh diwarnai misa dan perayaan syukur.

Misa dipersembahkan Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi Uskup Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC, Uskup Sorong/Manokwari Mgr. Datus Lega Pr dan Pastor Paroki St. Yohanes dan Kornelius Lotta Pastor Rhein Saneba Pr yang diadakan di Gereja Paroki St. Yohanes dan Kornelius Lotta. Kotbah oleh Mgr. Mandagi.

Selain itu, ada 40-an imam baik diosesan maupun Tarekat Religius baik yang ada di Keuskupan Manado maupun keuskupan lain di mana ada pelayanan dari suster-suster DSY ikut dalam misa serta tak kurang dari 50-an suster DSY perwakilan komunitas.

Sejumlah undangan turut hadir dalam misa yang dirangkaikan dengan penerimaan busana biara 3 postulan dan kaul pertama 2 novis serta 25 tahun dan 40 tahun hidup membiara 4 suster dan  3 suster, di antaranya Kepala Bapenda Sulut Olvie Atteng mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey, frater, bruder, suster dari beberapa kongregasi yang ada.

Tiga suster yang menerima busana adalah Sr. Patrisia Koke, Sr. Hendrieta Ngilamela dan Sr. Alberta Abaulu. Dua suster kaul pertama adalah Sr. Inviolata Batmanlusi dan Sr. Mikaela Tiwi. Empat suster yang 25 tahun hidup membiara adalah Sr. Alfonsa Batfin, Sr. Alwina Larinti, Sr. Juliva Motulo dan Sr. Petronela Korompis sedang yang 40 tahun membiara adalah Sr. Bertilla Bille, Sr. Christina Tandayu dan Sr. Mathilda Lamongi.

Usai misa, acara dilanjutkan dengan Perayaan Syukur di Aula Rumah Retret Sta. Clara Lotta (samping gereja paroki) yang ditandai seremoni acara syukur, pemotongan kue ulang tahun oleh suster-suster yang merayakan 25 tahun dan 40 tahun hidup membiara di dampingi Dewan Pimpinan Umum DSY Manado, dan penyerahan kue dari beberapa suster kepada antara lain ketiga uskup dan Kepala Bapenda Sulut, serta makan bersama. (af)