Oleh : Bert Toar Polii

Meimonews.com – Salah satu konvensi yang diperkenalkan oleh Marty Bergen seorang pakar bridge dari Amerika dikenal dengan sebutan Obar Bids yang sebenarnya merupakan singkatan dari  Opponents Bid and Raise, Balance In Direct Seat.

Ini untuk melengkapi penggunaan Law of Total Tricks yang diperkenalkan oleh Marty Bergen sendiri bersama pasangannya Larry Cohen.

Menggunakan konvensi ini memang sedikit agresif tapi dilindungi oleh dua teori dasar.
Pertama, ketika lawan ada fit hampir pasti kita punya fit juga serta tentu saja yang kedua adalah Law of Total Tricks.

Pada session pertama Kejurnas Bridge Antar Kabupaten/Kota (Jumat 25/11),  penulis langsung menemui kasus ini. Grobogan vs Mamuju di Kelas B

6/T/TB Utara
S J1086
H A9765
D KQ7
C 5
S AKQ72 S 543
H KQ2 H 10
D 852 D 1043
C 83 C AKJ1072
S 9
H J843
D AJ96
C Q964

Barat Utara Timur Selatan
Tanudjan S Bert T P
Pass Pass
1S Pass 2S Pass
Pass 3H Pass Pass
Dbl //

Keberanian Tanudjan Sugiarto untuk bid 3H memang agak nyerempet bahaya dan sedikit agresif. Namun, dia punya dasar di atas tadi lawan ada fit dan kita kemunginan ada fit apalagi dia tahu dari bidding partnernya paling banyak punya selembar spade.

Sebagai partner kita juga harus membantu dengan jangan bid 4H dengan pegangan kita karena itu akan membuat keberanian mengambil resiko dari utara akan mubazir.

Lawan lead CA lanjutkan C7 karena berharap partnernya singleon club yang membuat tugas declarer menjadi mudah. Declarer main C9 menang. Lanjutkan main spade dan kontrak bikin. Sebenarnya, declarer punya peluang plus satu jika main HJ menyeret H10.

Beberapa contoh penggunaan Obar Bids :

Barat Utara Timur Selatan
1D Pass 2D Pass
Pass ?

Utara dengan pegangan ini bisa bid 2H

S 87
H AQ1093
D 42
C J1092

Berapa point persyaratan untuk melakukan Obar Bids sangat tergantung posisi papan. Jelas dalam keadaan bahaya harus lebih berhati-hati. Minimal 6HCP buat pemain agresife masih bisa dipertanggungjawabkan.

Bukan hanya overcall tapi take-out double juga berlaku.
Barat Utara Timur Selatan
1D Pass 2D Pass
Pass ?
Utara bisa double dengan pegangan ini :
S J875
H Q1087
D 4
C A652

(Prnulis adalah pemain bridge dan Humas PB Gabsi)

Meimonews.com – Perkumpulan Alumni Smanto 170.1 (berdiri pada 13 Oktober 2022) yang dipimpin Irjen Pol. (Purn) Drs. Carlo Bric Tewu sukses menggelar Tondano Culinary Festival pada 5 November 2022 di Lapangan Sam Ratulangi Tondano.

“Tondano Culinary Festival ini diadakan sekaligus untuk memeriahkan HUT ke-594 Minahasa, HUT ke-63 SMA Negeri 1 Tondano dan HUT ke-3 Perkumpulan Alumni Smanto 170.1, yang ditandai dengan peniupan lilin bersama,” ujar Bert Toar Polii, salah satu Pengurus Perkumpulan Alumni Smanto (SMA Negeri 1 Tondano) 170.1 kepada Meimonews.com via WA, Jumat (11/11/2022).

Selain acara puncak, sebutnya,.pihaknya juga menggelar berbagai kegiatan tambahan, seperti Fun Run dengan partisipasi Minahasa Runner, siswa SMA Negeri 1 Tondano dan para alumni sekolah ini; Zumba dan lion dance dari alumni dan komunitas lion dance Tondano;  Ice carving demo dengan mengangkat suminsim, hewan endemik danau Tondano sebagai maskot TCF 2022; Fruits/vegetables carving demo dengan tema budaya Minahasa; dan Cooking demo dari Indonesian Chef Assosiation target audience 100 orang masyarakat pengunjung dengan tema makanan western grill dan canapé.

Acara utama diawali dengan Culinary workshop di mana  narasumber berasal dari para akademisi pemerhati kuliner dan praktisi kuliner dari para chef hotel berbintang di Sulut. Kemudian ada Audience UMKM dan pengelola usaha kuliner di Tondano dan sekitarnya.

Acara puncaknya adalah Kompetisi masak dengan 3 kategori yakni student dari sekolah SMK tata boga se-Sulut; Junior chef peserta dari perorangan, alumni dan resto/cafe se-Sulut; dan Professional class (black box) peserta dari hotel bintang 5 di Sulut.

Para pemenang pelajar (pemenang pertama hingga ketiga) adalah Aldeis Sagindole (SMKN 1 Airmadidi),  Intan Naderayan (SMKN 1 Airmadidi) dan Friedrich Saputra (Unima). Junior chef pemenangnya adalah Rachmat Mopangga (Sentra Medika Hospital), Gerianto Pangayang (Novotel Hotel) dan Alfrit Paramulia (Ibis Hotel). Black Box pemenang pertama hingga keempat  adalah Team A Team B, Team D, dan Team C.

Sesuatu yang patut dicontoh adalah kerja bakti dari para alumni Smanto 170 untuk pembersihan lapangan Sam Ratulangi sesudah iven terutama karena saat pelaksanaan event hujan turun.

Santo Presiden dari Indonesia Chef Association mengapresiasi acara ini dan berharap kuliner Minahasa semakin eksis dan mendunia.

Tondano Culinary Festival ini digelar Perkumpulan Alumni Smanto 170.1 bekerjasama dengan Indonesia Chef Association (ICA) dan disponsori BRI, Pegadaian, BTN,  PLN Suluttenggo dan Pelindo Mandiri. (Fer)

              (Oleh : Bert Toar Polii)

Meimonews.com – Kota Tondano sebagai ibukota Kabupaten Minahasa termasuk salah satu kota yang langka di dunia ini tanpa disadari. Sebagai kota di tepi Danau terhitung sangat jarang ada di dunia ino, apalagi dikelilingi oleh pegunungan.

Memang ada beberapa di Amerika Serikat, sebut saja ada Michigan dan New Hampshire. Di China ada Danau Barat di Hangzhou, Danau Baikal di Kota Irkutsk Russia dan lain-lain. Tapi tidak banyak, paling sekitar 20-an.

Belum lagi danau yang ada pulau di tengahnya. Selain pulau Samosir di Danau Toba ada Pulau Bled di Danau Bled di Slovenia yang sudah menjadi daerah kunjungan wisata terkenal.
Kondisi Danau Bled hampir mirip dengan Danau Tondano. Danau ini terletak di antara Pegunungan Alpen dan juga Lautan Mediterania. Warna hijau zamrud dari danau ditambah adanya Pulau Bled di tengah-tengahnya akan jadi pemandangan utama ketika berada di sini.

Pemandangan danau Bled ini juga bisa dinikmati dari kastil yang dibangun di pegunungan sekitarnya.

Ini semua bisa dibuat di danau Tondano. Malah lebih keren lagi karena sudah tersedia jalan untuk mengelilingi Danau Tondano tanpa membosankan karena akan melewati banyak kampung yang juga sekalian bisa dijadikan kampung wisata.

Tentu saja yang pertama perlu konsentrasi adalah penanganan enceng gondok agar tuntas. Apa yang dibuat sekarang sepertinya tidak menyelesaikan masalah hanya menunda saja dan anggaran habis percuma.

Setelah enceng gondok terselesaikan maka pemanfaatan danau kemudian diatur sebaik mungkin. Jika memang karamba mau dipertahankan maka perlu diatur hanya daerah tertentu serta penerapan aspek lingkungan hidup yang ketat.

Lebih baik di atas karamba dibuat restoran terapung, pemancingan dan lain-lain tapi tertata rapih dan tidak merusak lingkungan danau.
Ikan-ikan khas Danau Tondano seperti nike, payangka, mujair dan lain-lain kembali disebar dan hanya nelayan dengan perahu bolotu dan menggunakan alat tangkap yang sudah diijinkan saja yang boleh menangkap ikan di Danau.
Namun agar nelayan dari Tondano bisa ikut maka sungai Tondano atau ‘teberan” perlu diperdalam lagi selain menghancurkan enceng gondok.

Ini juga nantinya akan menjadi alternatif transportasi di kota Tondano. Di tengah danau Tondano ada Pulau Likri yang mungkin perlu diperluas sedikit dengan cara reklamasi. Di pulau ini bisa dibangun Gereja Oikumene dan kegiatan terkait atau dibangun  replica bahtera Nabi Nuh.

Lingkungan di sekitar Danau Tondano bisa dibilang berhawa sejuk, karena berada di ketinggian 600 meter di atas permukaan laut, dan karena pasokan hawa dingin yang berasal dari pegunungan yang mengelilinginya, yaitu Gunung Masarang, Gunung Kaweng, pegunungan Lembean, dan Bukit Tampusu.
Di pegunungan ini telah banyak dibangun objek wisata, tempat menginap dengan view Danau Tondano.

Masih banyak yang bisa dibangun di sini seperti bukit doa, Kapel atau gereja yang unik. Apalagi kemudian di sampingnya ada kelenteng, masjid, pura , sinagoge. Bisa juga miniature Jerusalem dibuat disini.

Bisa juga  dikombinasikan dengan rumah jompo modern yang dilengkapi dengan rumah sakit berkelas untuk menarik para lansia dari Jepang dan Belanda yang mungkin saja ingin menghabiskan masa tuanya di daerah tropis yang tenang.

Selanjutnya, mari benahi Kota Tondano. Selama ini banyak yang menyebut Tondano itu kota mati dari dulu begitu-begitu saja.

Penulis justru melihat ini sebagai “Blessing in Disguise”. Kenapa? Justru keterbelakangan Tondano membuat kitab Isa menjadikan Tondano sebagai Kota Tua seperti Old Delhi yang kebetulan penulis sempat ke sana.

Tapi bisa juga tidak se ekstrim itu langsung menjadikan kota tua tapi bisa meniru cara China yang sempat penulis lihat di Wuyi. Pemerintah memilih satu kompleks dan menetapkan sebagai kampung wisata. Terpilihnya kompleks tersebut karena masih banyak rumah-rumah tua yang ada. Selanjutnya pemilik tidak bisa merubah tempatnya membiarkan seperti jaman dulu dan tentu saja pemerintah memberikan subsidi.

Ketika ke sana memang penulis melihat kehidupan jaman dulu seperti yang sering dilihat di film-film silat China.

Selanjutnya karena kondisi lalulintas belum sekusut di kota besar lainnya maka Tondano dengan jalan-jalan yang datar, udara yang sejuk bisa dijadikan kota sepeda.

Ini juga akan membuat masyarakat lebih sehat dan tidak malas. Jalan-jalan tertentu hanya boleh dilewati sepeda dan bendi ataupun kalau boleh motor hanya motor listrik.

Menjadikan kota sepeda bukan pekerjaan sulit karena rasanya ada pabrik sepeda yang bersedia menjadi sponsor. Dengan aplikasi maka peminjaman dan pengembalian sepeda menjadi mudah. Pemerintah tinggal menyediakan tempat peminjaman sepeda sekaligus tempat pengembalian.

Jika ini bisa terlaksana maka menjadikan Tondano sebagai Kota Hijau jadi lebih mudah. Tahun lalu Alumni Smanto 170.1 Tondano dan WAG Tondano Kinatouanku telah merintisnya dengan menanam tanaman hias tabebuia dan lomba menghias pekarangan rumah.

Kalau ini semua sukses maka pasar bawah Tondano bisa dibangun “fishmart’ di mana para pembeli bisa membeli ikan segar dan sayur-sayuran.

Kemudian, ada rumah makan tempat sewa untuk makan sekaligus memasaknya. Pembeli tidak bilang mau dimasak apa, pedas atau tidak pedas dan seterusnya. Tidak harus hanya ikan dari danau tapi bisa ditambah dengan ikan laut dan lain-lain.

Selanjutnya, tinggal memilih jalan untuk dijadikan seperti “night market” di Taiwan yang terkenal termasuk di beberapa kota besar Asia dan dunia.

Meimonews.com – Tim Djarum Black sementara memimpin babak penyisihan Pesta Sukan Bridge Championship 2022 setelah menyelesaikan 8 sesi dari rencana 11 sesi babak penyisihan, yang berakhir Sabtu (6/8/2022).

Tim Djarum Black dengan para pemain Leslie Gontha/Stefanus Supeno, Agus Kustrijanto/ Anthony Soebroto, Santoso Sie/Sugeng Triworo berhasil meraih kemenangan sempurna  dan memperoleh 121.27 VP.

“Dengan hasil ini praktis mereka telah mengunci satu tiket ke semi final kecuali terjadi keajaiban,” ujar Humas PB Gabsi Bert Toar Polii kepada Meimonews.com via WhassApp, Minggu (7/8/2022).

Tempat kedua diduduki FOA dari Singapura yang dipimpin mantan Presiden Singapore Contract Bridge Association  Chua Gang. Tim FOA berhasil meraih 102.93  Tempat ketiga diduduki Tim Jane Street  dari Hongkong yang berhasil mengumpulkan 99.82 VP.

Tim Djarum Super dengan para pemain M. Bambang Hartono, M Apin Nurhalim, Tanudjan Sugiarto, Bert Toar Polii, Jemmy Bojoh dan Paulus Sugandi menempati tempat keempat dengan perolehan 90.75 VP.

Tim Djarum Super bersaing ketat dengan Tim Coup de Grace yang dimotori Wakil Presiden World Bridge Federation Patrick Choy yang berpasangan dengan Alan Sia dari Malaysia.

Pertandingan babak penyisihan masih menyisakan 3  sesi yang berlangsung Minggu (7/8/2022) di SCBA Club House Bishan Singapura.

Acara selanjutnya, peringkat 1-4 lolos ke semi final bertanding sistim Knock Out dan sisanya bertanding consolation. (elka)

Meimonews.com – Dulu, ketika penulis mulai aktif bermain bridge begitu banyak klub bridge yang berjalan dengan baik.

Penulis mulai menekuni olahraga bridge tahun 1970 dan masuk klub bridge pertama di Manado tahun 1971. Waktu itu penulis  bergabung dengan Wanea Aces Bridge Club. Saat itu di Manado ada cukup banyak klub bridge yang aktif.

Selanjutnya, tahun 1977 penulis  pindah ke Jakarta dan bergabung dengan Garuda Bridge Club kemudian Santay Bridge Club.

Saat itu juga klub bridge di Jakarta cukup banyak. Ada Pattimura, Buana, Palupi, RPA, Maesa, Kris, Bhinneka dan lain-lain. Bahkan kompetisi antar klub cukup marak.

Sayangnya hampir semua klub di atas sudah tidak tentu rimbanya. Memang ada Bhinneka dan Garuda yang bertahan tapi itupun tinggal namanya saja. Salah satu klub bridge yang bertahan justru adalah IBWI (Ikatan Bridge Wanita Indonesia).

Klub yang beranggotakan pemain bridge wanita tahun ini memasuki usia 57 tahun dan punya anggota yang terdaftar serta membayar iuran dan yang lebih penting lagi punya latihan rutin. Mereka punya jadwal latihan setiap hari Selasa pagi di Bridge Centre Bulungan dan sering dilanjutkan pada sore hari dimana peserta umum bisa ikut berlatih.

Saat pandemi Covid-19  tempat berlatih Bridge Centre Bulungan sedang direnovasi dan latihan pindah ke rumah ketuanya Ibu Caroline Hidayat Japadermawan. Namun saat PSBB latihan dihentikan untuk sementara.

Sekarang, tepatnya tanggal 5 Juli 2022 setelah Covid-19 melandai dan pemerintah mengijinkan kegiatan olahraga, latihan dimuali lagi di Bridge Centre Bulungan malah terbuka untuk umum.

Latihan rutin IBWI setiap Selasa jam 09.30
IBWI berdiri tahun 1965 atau 12 tahun setelah Gabsi berdiri tahun 1953 atas prakarsa almarhumah Ibu Soebandrio yaitu Isteri Menlu RI pada waktu itu bersama Ibu Tilly Koeshardjono, Ibu Rose Rambitan dan Ibu Netty Karnadi. Ibu Soebandrio pernah menjadi Ketum PB Gabsi. Jadi, PB Gabsi pernah dipimpin dua orang wanita, satu lagi Ibu Miranda S Goeltom.

Para Ketua IBWI dari tahun ke tahun adalah ibu Rose Rambitan, ibu Yo Muthalieb, ibu Indah Sutatio, ibu Eus Gontha, ibu Dora Soemitro, ibu Doly Soeryosoemrno, ibu Supeni, ibu Suko Sabandi, ibu Nani Wisnu Djadjengminardo (Ketua terlama beberapa periode), ibu Endang Sri Redjeki Wardijas, ibu Henny Tamala, ibu Caroline Hidayat Japadermawan.

Saat ini, anggota IBWI rata-rata sudah lansia dan tempat berlatih di Bridge Centre Bulungan ada di lantai 2 sehingga menyulitkan Ibu-ibu ini karena mereka harus naik turun tangga untuk mencapai tempat latihan.

Tahun 2014, tepatnya bulan Maret, Ibu Caroline, IBWI sebagai Ketua mengambil inisiatif untuk menulis surat kepada Gubernur Jokowi dan Wagub Ahok agar di Bridge Centre Bulungan diberikan tangga landai untuk memudahkan para ibu-ibu anggota IBWI yang umumya sudah lansia dipermudah.

Ternyata gayung bersambut hanya selang beberapa minggu kemudian sudah ada petugas yang datang survei dan melakukan pengukuran dan pada bulan Desember 2014 tangga sudah bisa digunakan.

Menurut Ibu Caroline, peristiwa yang menurutnya hampir tidak masuk akal ini sangat membekas dihatinya. Secara jujur ia mengatakan, walaupun sudah menulis surat ia masih tidak percaya akan berhasil. Kata hatinya, paling dibuang ke kotak sampah. Ternyata yang terjadi sangat berlawanan. “Terima kasih Jokowi dan Ahok” katanya.

Semoga tangga yang landai ini tetap dipertahankan sehingga setelah renovasi, IBWI bisa berlatih kembali di Bridge Centre Bulungan seperti biasanya. Harapannya terkabul karena setelah renovasi tangga tersebut tetap dipertahankan malah dipercantik.

Selamat ulang tahun ke 57 buat satu-satunya klub bridge wanita di Indonesia dan mampu bertahan sampai 57 tahun. (Bert Toar Polii/Pengurus PB Gabsi dan Pemain Bridge)

Meimonews.com – Pemain bridge Indonesia Tracy Awuy Polii kembali meraih prestasi pada The 2021 WBF Women’s Online Autumn Festival yang digelar World Bridge Federation (WBF) selama seminggu (8-14/2021) melalui platform Bridge Base Online (BBO).

Tracy dengan nick bbo tresi berhasil keluar sebagai juara setelah pada sesi ke 48 meraih juara di nomor individual robot sementara saingannya Luminita Lupu dengan nick lilu64 dari Rumania tidak mendapat point.

Di pertandingan terakhir, walaupun Tracy tidak berhasil meraih poin, angkanya tidak terkejar karena Luminita hanya meraih 0.26 poin. Tracy keluar sebagai juara dengan perolehan 6.53 poin disusul Luminita yang berhasil mengumpulkan 6.28 poin.

Namun hasil ini, sebut Bert Toar Polii (Humas PB Gabsi) kapadia Meimonews.com, Senin (15/11/2021) belum resmi karena mungkin saja ada perubahan skor.

“Biasanya hasil resmi akan diumumkan oleh WBF seminggu kemudian. Namun hasil ini diperoleh dari https://www.bridgebase.com/v3,” ujar Berce, sapaan akrabnya.

Angka ini, menurut Berce, didapat dari 10 skor terbaik yang mereka mainkan dari 49 turnamen yang tersedia. Skor itu didapat ketika pemain mengikuti pertandingan dan berhasil keluar sebagai peringkat yang berhak mendapat BBO poin.

Biasanya, tambah pemain andalan DKI Jakarta ini, juara diganjar 0.75 poin atau 0.70 poin jika pesertanya lebih sedikit dan biasanya sampai peringkat 16 mendapat 0.06 poin.

“Jadi memang untuk mengumpulkan 6.53 poin ini bukan pekerjaan mudah apalagi event ini diikuti ratusan pemain putri dari berbagai penjuru dunia. Dari ratusan pemain yang ikut tercatat hanya 171 pemain yang berhasil meraih BBO poin,” tandasnya.

Di tempat ketiga bertengger Connie Marfell dengan nick pwqn dari Amerika Serikat yang menggeser Rubina Agha nick tagha dari Pakistan. Connie meraih 5.59 point disusul Rubina dengan 5.38 poin.

Pada The 2021 WBF Women’s Online Spring Festival yang lalu Tracy meraih medali perunggu di nomor overall ini dengan demikian ia naik dua peringkat menggantikan Amy Mitura dengan nick arielsp yang pada event ini hanya menempati peringkat 7.

Event ini sudah rutin digelar sejak tahun 2008 setahun ada dua event yaitu Spring dan Autumn. Spring biasanya digelar pada April sedangkan Autumn pada November.

Untuk diketahui event ini memperebutkan 4 gelar juara yaitu overall winner, individual human, individual robot dan pasangan.

“Yang di atas tadi itu untuk overall winner. Sementara untuk nomor individual robot Tracy keluar sebagai juara dengan meraih 5.70 poin,” debut Berce.

Peringkat kedua diraih oleh Louise Nilsen nick wiskey04 dari Norwegia yang mengumpulkan 3.49 poin. Tempat ketiga diduduki Julienne nick dropke dari Belgia yang meraih 3.02 poin.

Untuk nomor individual human juaranya diraih Rubina Agha nick tagha dari Pakistan 3.33 poin, disusul Connie Marfell dengan nick pwqn dari Amerika Serikat 3.18 poin dan peringkat 3 Luminita Lupu dengan nick lilu64 dari Rumania 2.42 poin.

Terakhir,untuk nomor pasangan juaranya adalah Luminita Lupu dengan nick lilu64 dari Rumania 4.14 poin. Juara kedua L. Nilsen nick wiskey04 dari Norwegia yang mengumpulkan 2.95 poin. Sementara untuk juara ketiga diraih juara event yang lalu Amy Mitura nick arielsp dari Amerika Serikat dengan 2.47 poin.

Para pemenang event ini selain mendapat hadiah BBO$ juga mendapat master point resmi dari World Bridge Federation, sertifikat dari World Bridge Federation serta master point dari BBO.

Menurut daftar peraih master point online dari World Bridge Federation para pemenang event ini berada di peringkat atas. Tracy Awuy Polii tercatat berada di peringkat 22.

Atas prestasi meraih juara kali ini, Tracy diganjar 200 WBF On-Line Bridge Points (WOBP). Dengan demikian Tracy telah mengumpulkan 300 WBF On-Line Bridge Points (WOBP) dan naik 13 peringkat menjadi peringkat 9.

Sementara itu 3 pemain yang berprestasi di event ini akan meraih gelar “WBF Online Tournament Player (WOTP)” yaitu Connie Marfell dengan nick pwqn dari Amerika Serikat, Amy Mitura nick arielsp dari Amerika Serikat dan Luminita Lupu dengan nick lilu64 dari Rumania karena sdh mengumpulkan minimal 500 WOBP.

Sebelumnya Louise Nilsen nick wiskey04 dari Norwegia dan Rubina Agha nick tagha dari Pakistan sudah meraih gelar WOTP lebih dulu.

Event ini khusus disediakan untuk pemain putri yang sudah terdaftar sebagai pemain di Bridge Base Online atau BBO.

Tracy adalah atlet asal Sulut yang tahun 2020 jadi juara Kejurnas Bridge Patkawan Campuran Antar Kota mewakili Kota Manado. (lk)

(oleh : Bert Toar Polii)

Meimonews.com – Declarer yang andal sebelum memainkan trik pertama akan menganalisis jalannya penawaran, juga kemungkinan lead dari lawan. Kemudian menghitung trik serta mengatur strategi bagaimana cara terbaik untuk memenuhi kontrak.

Keberhasilan declarer untuk memenuhi kontrak sangat ditentukan oleh bagaimana cara ia mengolah kartu untuk mendapat trik sesuai kontrak yang dicapai.

Salah satu hal yang menjadi pertimbangan adalah bermain seaman mungkin, asal kontrak bisa terpenuhi. Sering sekali jumlah trik yang dibutuhkan akan sangat memengaruhi cara bermain declarer.

Sayang sekali, walaupun declarer telah melakukan perhitungan yang sangat cermat, kadang-kadang distribusi yang ekstrem serta lead yang imajinatif sulit diperhitungkan. Salah satu contoh mengenai hal ini dapat dilihat pada papan di bawah ini:

95. H Q J 6
S/TB S 8 5 3
D Q 2
C K 8 6 5 3
H 7 5 4 3 H A K 8
S J 10 S A Q 9 4 2
D 8 7 6 5 4 D 9 3
C 10 9 C Q 7 4
H 10 9 2
S K 7 6
D A K J 10
C A J 2

Barat Utara Timur Selatan
Shao Perron Rong Chemla
1NT Pass 2NT
//

Closed Room
Barat Utara Timur Selatan
Cronier Xu Lebel Hu
1NT Pass 3NT
//

Papan ini muncul di Kejuaraan Dunia Bermuda Bowl 1995 pada babak perempat final antara Prancis dan China. Sampai menjelang board terakhir, China selalu unggul dalam pengumpulan angka.

Malapetaka muncul dari papan ini. Di Closed Room,. pasangan Prancis yang bermain 16-18 NT tanpa kesulitan bid game. Menerima lead D5 declarer dengan mudah meraih 10 trik karena kedudukan CQ yang menguntungkan.

Di Open Room pasangan China bermain 15-17 NT dan ketika Utara melakukan tawaran invitational, Selatan dengan pegangan 4-3-3-3 memilih pass.

Seandainya pemain Barat memilih lead D5 seperti di Closed Room maka declarer dengan mudah akan meraih 10 trik seperti di Closed Room. Kalau ini terjadi, China hanya kalah 6 Imp dan lolos ke babak semifinal.

Namun, kejelian Perron memilih lead HJ suatu pilihan lead yang mengagumkan karena berdasar perhitungan yang matang. Dengan pegangan hanya 1 HCP, Perron mencoba mencari warna panjang dari partnernya yang jelas memegang lebih banyak HCP.

Menerima lead HJ declarer ambil HK dan mulai berhitung. Ia sudah punya 1 trik Heart, 4 trik Diamond dan 2 trik Club. Asalkan Heart tidak terbagi 5-2 adalah sangat aman untuk mencari tambahan 1 trik di Spade. Sebab, kalau ia memilih potong Club dan ternyata kalah, lawan sudah mendapat 6 trik kalau Heart terbagi 4-2.

Pilihan yang ditempuh declarer ternyata salah dan kontrak berakhir mati 1 dan China harus tersingkir secara menyakitkan. Lead yang hebat, declarer play yang cermat telah dipertontonkan secara gemilang oleh kedua pemain. Tapi, dewi fortuna lebih berpihak kepada Prancis. (Penulis adalah pemain bridge dan Humas PB Gabsi)

Meimonews.com – World Bridge Federation (WBF) kembali menggelar WBF Women’s Online Autumn Festival yang akan diadakan pada 8-14 Nopember 2021 melalui platform Bridge Base Online (BBO).

Event ini, jelas Humas PB Gabsi Bert Toar Polii kepada Meimonews.com, Jumat (5/11/2021), sudah rutin digelar sejak tahun 2008 setahun ada dua event yaitu Spring dan Autumn. Spring biasanya digelar pada bulan April sedangkan Autumn pada bulan Nopember.

Pada pelaksanaan The 2021 WBF Women’s Online Spring lalu, pemain Indonesia Tracy Awuy Polii meraih 3 gelar yakni The Winners of the 2021 Women’s Spring Online World Bridge Festival.

Para pemenang event ini biasanya selain mendapat hadiah BBO$ juga mendapat master point resmi dari World Bridge Federation, sertifikat dari World Bridge Federation dan mendapat undangan untuk mengikuti salah satu event tingkat Eropa atau dunia dimana WBF menanggung akomodasi di tempat pertandingan.

Sayangnya untuk tahun ini undangan itu tidak bisa dikeluarkan karena Pandemic Covid-19 di mana event yang dituju masih belum jelas.

Event ini khusus disediakan untuk pemain putri yang sudah terdaftar sebagai pemain di Bridge Base Online atau BBO.

“Bagi pemain putri yang berminat silahkan daftar disini : tps://www.bridgebase.com/v3/,” sebut Berce, sapaan akrabnya.

Untuk para pemenang disediakan hadiah berupa Prizes (Signed certificates from the WBF for top 3 players in each event, BB$ prizes for the top 15 overall leaders, WBF Online Master Points for the top 20 players of the Festival, dan BBO Points will be awarded based on the size of the field).

Namun, untuk bisa mendapatkan hadiah ini pemain arus memainkan minimal 10 seri dari 49 seri yang disediakan. Pemain bisa memainkan lebih dari itu dan skor yang diambil hanya 10 terbaik. (lk)

.

(Oleh : Bert Toar Polii)

Meimonews.com – Pada pertengahan November 2012, penulis mendapat panggilan untuk ikut Pelatnas Senior menghadapi The 41st World Team Championships yang akan berlangsung di Bali bulan September 2013.

Penulis tentu saja dengan senang hati menerima panggilan tersebut karena pada tahun 2013 sudah berhak untuk bertanding di kelompok senior 60 tahun ke atas. Walaupun baru berulang tahun ke 60 pada bulan Agustus tapi peraturan World Bridge Federation memperbolehkan karena pemain yang berhak adalah pemain yang akan berusia 60 tahun pada tahun 2013.

Pada awalnya penulis bersama alm. Memed Hendrawan dibebaskan bermain sistim apa saja karena bukan anggota Klub Djarum tapi bagi anggota diwajibkan untuk menggunakan sistim Djarum Precision.

Namun karena setiap pelatnas yang dibicarakan adalah sisitim Djarum Precision akhirnya kita berdua diminta juga mempelajari.

Penulis yang sudah terbiasa bermain sistim yang mirip dengan ini yaitu Medium Club Relay beberapa tahun yang lalu merasa tertarik dan tidak ada masalah untuk mempelajarinya. Partner penulis.(alm. Memed Hendrawan) juga terlihat antusias sehingga kami sepakat mempelajari sistim ini tapi secara bertahap.

Untuk tahap awal kami akan mematangkan pembukaan strong 1C yang cukup unik karena ada methode dua kali transfer.

Sayang sekali penulis menemukan problem untuk mempelajari sendiri karena buku Sistim Djarum Precision yang dibagikan tidak lengkap mengatur semua alur bidding. Bukan salah yang buat tapi memang kalau dibuat lengkat tentu saja akan semakin tebal. Hal lain, banyak alur bidding yang dianggap sudah diketahui oleh pemain Djarum sehingga tidak perlu ditulis.

Akibatnya, penulis.harus bertanya ke sana kemari dan sering juga ini menjadi hiburan tersendiri karena untuk satu pertanyaan yang sama mendapat jawaban yang berbeda-beda.

Dalam mempelajari sistim ini penulis berusaha menemukan pola dari setiap alur bidding dan ternyata cukup banyak yang mempunyai pola yang sama. Sayangnya, ada juga kasus yang tidak berpola yang sama atau ada pengecualian.

Berdasarkan pengalaman di atas, penulis ingin membuat petunjuk sederhana mempelajari sistim ini, semoga bermanfaat.

Transfer dan Transfer Dua Kali.

Salah satu yang menjadi “gacoan” dari sistim ini adalah “transfer dan transfer dua kali.” Ini salah satu hal yang paling sulit dipelajari terutama buat pemain yang belum pernah mengenal “relay syste.”

Terhadap pembukaan Strong 1C, jawaban responder semuanya transfer. Untuk tahap awal, penulis hanya akan berkonsentrasi pada jawaban posistif dimulai dengan jawaban balanced hand.

Kalau dalam sistim Precision jawaban balanced hand suka dibagi pada 3 penawaran yaitu 1NT, 2NT dan 3NT maka pada Djarum Precision hanya dibebankan pada 1 penawaran yaitu 1S. Ini yang menarik di tahap awal karena bisa dibayangin betapa beratnya beban 1S ini.
Jawaban 1S berarti pegangan balanced hand dan 8+ HCP.

Bagaimana rebid opener ?

Rebid opener dibagi dalam beberapa model pegangan yaitu pertama, Balanced hand, bisa 5332,5422, opener akan “accept” 1NT. Perhatikan kata “accept” karena selanjutnya akan banyak dipakai dalam pembahasan. Kedua, Unbalanced hand atau punya suit sendiri, opener akan bid suit tersebut. Di sini yang harus diperhatikan adalah bid 2C itu tidak harus 5 kartu karena pada situasi terpaksa bisa dilakukan dengan 4 kartu pada pegangan 3 suiter. Jadi 2C bisa saja dengan 4441 atau Singleton C.

Ketiga, Special Rebid yang harus selalu diingat, yaitu 2NT keatas sampai dengan 3H.
2NT = 6 card C + 4 card D atau 6 card D + 4 card C
3C = 5 card C + 5 card any
3D = 5 card D 5 card H
3H = 5 card H dan 5 card S
3S = 5 card S dan 5 card D
Semuannya ini pointnya terbatas 16-20.

Pegangan seperti ini dengan point di atas 21 anda harus bid suit dan selanjutnya melakukan relay atau set jika ada suit opener yang fit atau break relay dengan bid suit sendiri. Salah satu hal yang perlu diingat tapi dengan catatan dari penulis agar tidak terlalu kaku, jika break relay maka distribusinya harus 6-4 atau 5-5.

Catatan lain yang perlu diingat bahwa ada perbedaan antara opener dan responder mengenai bid suit 5/5 yang berhubungan dengan transfer bid. Di sini opener bid 3C 5 card C dan 5 card suit lain. Kalau responder yang bid 3C maka artinya akan lain yaitu 5 card D dan 5 card major. Pola ini cukup konsisten dilakukan. Tapi ada juga anjuran, dengan pegangan “touching suit” lebih baik relay.

Selanjutnya mari kita lihat yang pertama, yaitu accept :
Setelah accept, tugas responder adalah memberitahukan pegangannya. Karena pegangannya hanya balanced hand maka menjadi tidak terlalu rumit.
1C 1S
1NT ?

Ada dua pegangan penting di sini yaitu HCP dan distribusi. Step pertama memberitahukan pegangan 8-10 HCP atau 1$+ HCP. Ini yang harus diingat pertama kali, yaitu 8-10 bergandengan tangan dengan 14+. Karena ini ada dua tipe pegangan maka jawaban akan berhenti disitu. Untuk mengetahui pegangan lebih lanjut, opener harus melakukan second relay.

Step kedua dan selanjutnya dipakai untuk pegangan 11-13 HCP.
2D = 44 major atau 4/4 minor
2H= 4 kartu S + 4 kartu minor (ingat transfer lagi karena responder)
2S = 4 kartu H + 4 kartu minor
2NT 4333 any, kalau mau Tanya 4 kartunya bid 1 step dan ingat transfer berlaku lagi.

Sebelum kita lanjutkan lebih dalam pembahasannya, mari kita kembali kepada jawaban 1 step.

Opener bid 1 step dalam hal ini 2D untuk menanyakan pegangan lanjutan. Tapi dalam hal, opener pegang balanced tapi ada suit 5 kartu dan hanya 19-19 HCP dianjurkan untuk “break relay” dengan bid suitnya, yaitu 2H/S/3C/3D. Ingat, kalau responder bid suit setelah itu maka itu berarti bid suit berarti doubleton dan 3 kartu support (asalkan hat-hati jangan sampai terlewat 3NT). Reponder bid NT berarti doubleton sedangkan support warna opener adalah 4 kartu support 4333.

Satu hal lagi yang perlu diingat, setelah responder bid 2D 44 major atau 44 minor, relay bukan 1 step seperti biasanya tapi 2NT karena 2H dan 2S adalah natural.

Lagi-lagi ini harus diingat karena berbeda dengan yang telah diuraikan di atas. Terhadap rebid 2H/2S responder menjawab doubleton dengan step.:
Kembali hati-hati untuk bid 3NT dengan pegangan 13+ HCP. Hal seperti ini menyangkut 3NT akan menjadi salah satu hal yang urgent dan harus diingat serta dipahami mengenai kapan itu menjadi to play, kapan itu waiting bid dan kapan itu Tanya distribusi dan lain-lain.

Salah satu contoh, setelah fit major maka 3NT tidak mungkin to play.
1C 1S
2S 3D
3NT Waiting ask cue bid.
Contoh lain 3NT auto SPL
1C 1S
2C 2D
3NT Auto Splinter SPL D 16-19 HCP

3NT 8-10 dan 11-13
1C 1H
1NT 2D
2NT 3NT 11-13
1C 1H
1NT 2D
2NT 3C
3D 3NT 8-10

3NT SPL HR
1C 1H
2C 2NT
3C 3NT SPL HR
Ini beberapa contoh di antaranya.

Terhadap bid 2D maka responder akan menjawab seperti ini :
2H = 4 kartu S + 4 kartu minor
2S = 4 kartu H + 4 kartu minor
2NT = 4333 any
3C =Doubleton lower ranking 44 major
3D = Doubleton higher ranking 44 major
3H = Doubleton lower ranking 44 minor
3S= doubleton lower ranking 44 minor.

Salah satu lagi keunikan sistim ini yang harus diperhatikan, karena jawaban dibawa 3NT maka persoalan dua type pegangan HC yaitu 8-10 dan 14 HCP tidak diperhatikan. Hal ini ada hubungannya dengan konvensi yang disebut “Grobogan”, yaitu ketika opener sign off 3NT maka responder akan mengejutkan dengan bid 4C dan seterusnya yang berarti 14 HCP dan seterusnya ditambah 1 HCP.

Setelah jawaban ini maka opener bisa break relay dengan bid suit sendiri apabila memungkinkan tapi sudah 20-21 HCP. Selainnya lakukan relay atau set trump atau sign off. Set trump dalam pengertian, opener bid 4 card suit dari responder. Setelah set trump follow upnya cue-bid.

Di sini satu hal krusial yang harus diingat adalah setelah set trump di minor maka 4S adalah RKC dan jawabannya 0314 dan seterusnya, otomatis 4NT menjadi cue-bid S. Opener bid 4NT setelah relay adalah quantitative perlu diingat.

Salah satu pengecualian dari set trump ada pada sekuense ini, namun dalam pengalaman para pemain melupakannya tapi semua juga mengerti. Jadi pertanyaan saya apakah ini perlu tetap dipertahankan ?

1C 1S
1NT 2C
2D 2H
2S set trump sesuai pola
1C 1S
1NT 2C
2D 2S
3C set trump H melanggar pola.

Oleh sebab itu para pemain Djarum umumnya bid 3H sesuai pola. Hal ini juga akan berulang pada sekuense ini :
1C – 1S
1NT – 2H
3C
Di sini responder bid 4 step sama dengan kalau opener bid 2S bukan 3C. Pola ini juga berlaku setelah opener bid 2S 4 kartu H dan 4 kartu minor. Karena itu diteankan agar jangan break relay dengan 5 kartu C atau D sebaiknya relay terus.

Tadi sempat penulis menyebutkan set trump, follow-upnya cue bid dan ternyata itu tidak mutlak karena ada pengecualian terutama di level rendah.

Oleh sebab itu maka bid 3C sebagai set H muncul agar pola set trump dijawab distribusi bisa tetap berlaku karena jawaban masih dibawah 3NT. Ini juga pemikirannya karena responder belum memberitahu 4 kartu minornya.

Pertanyaannya, opener tidak ingin tahu minor responder dengan tidak relay tapi set trump kenapa responder harus memaksakan kasi tahu minornyo dengan melanggar pola set trump follow up cue bid.

Apakah bidding seperti ini tetap set trump ?
1C 1S
1NT 2C
2D 2H
2NT 3C 4 kartu D 8-10
3D 4 kartu C 8-10
3H 4 kartu C 14+
3S 4 kartu D 14 +
3H Set trump ? Setelah jawaban 3C dan 3D. Untuk 14+ rasanya tdk ada masalah. Ini hanya sekedar masukan.

Ini juga satu hafalan yang berpotensi untuk para pemain “lali” atau lupa.
1C 1S
1NT 2C
2D 2S
3D 5 kartu S 18+? Kenapa tidak bid 2S setelah 2D

Di sini tentu saja tidak bisa dijelaskan secara menyeluruh, untuk mengetahui lebih jelas perlu lebih rajin membaca buku Djarum Presicion.

Selanjutnya mari kita lihat kalau opener bid suit sendiri.
Di sini hal pertama yang harus diingat adalah konvensi No-OK OK, Yes-Yes. Konvensi ini hanya berlaku khusus untuk pegangan balanced hand.

Konvensi ini agak mirip dengan konvensi 5R pada sekuense 1C – response suit positive. Perbedaan utamanya kalau 5R bisa support dengan 3 kartu maka disini mutlak 4 kartu walaupun major.
Sama seperti sebelumnya pembagian point 6-10/14+ dan 11-13.
No itu berhubungan sama 4 kartu support dan HCP
No pertama 8-10/14+ tanpa support
No kedua 11-13 tanpa support
Hal yang sama berlaku untuk Yes.

Selanjutnya masalah relay. Ada yang menarik untuk dicermati. Setelah respondor bid no-no,yes-yes, opener bid natural.

Ada pengecualian khusus pada sekuense ini :
1C 1S
2C 2D/2H
2S Hati-hati ini bukan club plus spade tapi 3 suiter.

Selanjutnya responder relay 2NT dan opener memberitahukan pendeknya. Follow upnya set trump dilanjutkan dengan CAB tapi ingat 1 step 5 control.
Untuk memberitahukan 5 kartu club dan 4 kartu S berlaku prinsip “echo” dengan bid 2NT.

Beberapa sekuense yang perlu diingat :
1C 1S
2C 2D
3C 6+ club followupnya show stopper
3H/S Auto SPL
3NT Auto SPL D
4C Auto SPL D 20+ Karena yang 3NT 16-19.
Follow up cue-bid tapi ingat 4S adalah RKC. (Penulis adalah pemain bridge dan Hamas PB Gabsi)

Meimonews.com – Salah satu kelebihan daripada olahraga bridge adalah emansipasi wanita. Dalam Kejuaraan Dunia Bridge tidak dikenal istilah Man Team walaupun ada Women Team.

“Mengapa ini terjadi ? Karena di nomor open team ini siapapun bisa ikut, boleh Man dan bisa juga Women ikut,” ujar Humas PB Gabsi Bert Toar Polii kepada Meimonews.com, Selasa (29/6/2021).

Di beberapa negara tertentu ungkap Berce (sapaan akrabnya), ada pemain yang hampir tidak bersedia main di Women Team karena merasa kemampuannya setara dengan kaum pria.

Di Jepang, Kyoko Ohno hampir tidak pernah memperkuat tim putri tapi sering memperkuat tim putra.

Dikemukakan, beberapa tahun yang lalu ada beberapa pemain putri Perancis sering lebih suka berkompetisi di arena open team ketimbang woman team.
Konon, kabarnya, Jose Damiani mantan Presiden World Bridge Federation berhasil membujuk mereka ikut dan akhirnya juara Venice Cup.

“Bahkan, di salah satu kejuaraan dunia ketika mereka berhak memilih lawan, USA yang dipilihnya padahal yang lain pada takut,” ujar pemain andalan DKI Jakarta ini.

Ditambahkan,.di Bermuda Bowl tahun 2001 Roze Meltzer menjadi wanita pertama yang menjadi juara dunia Bermuda Bowl di Paris.

Tahun 2017 menarik karena ada dua wanita yang berkompetisi dengan para pria di Bermuda Bowl di Lyon Perancis.
Yang pertama adalah Diana Damianova dari Bulgaria dan yang kedua adalah salah satu pemain putri terbaik, Sabine Auken dari Jerman.

Sabine Auken sudah pernah meraih juara dunia di Venice Cup telah meraih dua gelar Grand Master baik putra dan putri karena ia juga Juara Open Pairs Kejuaraan Dunia 2016.

“Pada tahun 2016 di Wroclaw Polandia, ia bisa memilih main di mixed pair yang lebih ringan tapi ia tidak mau. Saya kebetulan waktu itu berpasangan dengan Hartono beberapa kali bertemu mereka. Memang partnershipnya bagus, hampir tanpa komentar tapi pengertian antar partnership dengan Roy Welland yang juga suaminya hampir sempurna,” sebut Berce. (lk)