(Oleh : Bert Toar Polii)

Meimonews.com – Pada pertengahan November 2012, penulis mendapat panggilan untuk ikut Pelatnas Senior menghadapi The 41st World Team Championships yang akan berlangsung di Bali bulan September 2013.

Penulis tentu saja dengan senang hati menerima panggilan tersebut karena pada tahun 2013 sudah berhak untuk bertanding di kelompok senior 60 tahun ke atas. Walaupun baru berulang tahun ke 60 pada bulan Agustus tapi peraturan World Bridge Federation memperbolehkan karena pemain yang berhak adalah pemain yang akan berusia 60 tahun pada tahun 2013.

Pada awalnya penulis bersama alm. Memed Hendrawan dibebaskan bermain sistim apa saja karena bukan anggota Klub Djarum tapi bagi anggota diwajibkan untuk menggunakan sistim Djarum Precision.

Namun karena setiap pelatnas yang dibicarakan adalah sisitim Djarum Precision akhirnya kita berdua diminta juga mempelajari.

Penulis yang sudah terbiasa bermain sistim yang mirip dengan ini yaitu Medium Club Relay beberapa tahun yang lalu merasa tertarik dan tidak ada masalah untuk mempelajarinya. Partner penulis.(alm. Memed Hendrawan) juga terlihat antusias sehingga kami sepakat mempelajari sistim ini tapi secara bertahap.

Untuk tahap awal kami akan mematangkan pembukaan strong 1C yang cukup unik karena ada methode dua kali transfer.

Sayang sekali penulis menemukan problem untuk mempelajari sendiri karena buku Sistim Djarum Precision yang dibagikan tidak lengkap mengatur semua alur bidding. Bukan salah yang buat tapi memang kalau dibuat lengkat tentu saja akan semakin tebal. Hal lain, banyak alur bidding yang dianggap sudah diketahui oleh pemain Djarum sehingga tidak perlu ditulis.

Akibatnya, penulis.harus bertanya ke sana kemari dan sering juga ini menjadi hiburan tersendiri karena untuk satu pertanyaan yang sama mendapat jawaban yang berbeda-beda.

Dalam mempelajari sistim ini penulis berusaha menemukan pola dari setiap alur bidding dan ternyata cukup banyak yang mempunyai pola yang sama. Sayangnya, ada juga kasus yang tidak berpola yang sama atau ada pengecualian.

Berdasarkan pengalaman di atas, penulis ingin membuat petunjuk sederhana mempelajari sistim ini, semoga bermanfaat.

Transfer dan Transfer Dua Kali.

Salah satu yang menjadi “gacoan” dari sistim ini adalah “transfer dan transfer dua kali.” Ini salah satu hal yang paling sulit dipelajari terutama buat pemain yang belum pernah mengenal “relay syste.”

Terhadap pembukaan Strong 1C, jawaban responder semuanya transfer. Untuk tahap awal, penulis hanya akan berkonsentrasi pada jawaban posistif dimulai dengan jawaban balanced hand.

Kalau dalam sistim Precision jawaban balanced hand suka dibagi pada 3 penawaran yaitu 1NT, 2NT dan 3NT maka pada Djarum Precision hanya dibebankan pada 1 penawaran yaitu 1S. Ini yang menarik di tahap awal karena bisa dibayangin betapa beratnya beban 1S ini.
Jawaban 1S berarti pegangan balanced hand dan 8+ HCP.

Bagaimana rebid opener ?

Rebid opener dibagi dalam beberapa model pegangan yaitu pertama, Balanced hand, bisa 5332,5422, opener akan “accept” 1NT. Perhatikan kata “accept” karena selanjutnya akan banyak dipakai dalam pembahasan. Kedua, Unbalanced hand atau punya suit sendiri, opener akan bid suit tersebut. Di sini yang harus diperhatikan adalah bid 2C itu tidak harus 5 kartu karena pada situasi terpaksa bisa dilakukan dengan 4 kartu pada pegangan 3 suiter. Jadi 2C bisa saja dengan 4441 atau Singleton C.

Ketiga, Special Rebid yang harus selalu diingat, yaitu 2NT keatas sampai dengan 3H.
2NT = 6 card C + 4 card D atau 6 card D + 4 card C
3C = 5 card C + 5 card any
3D = 5 card D 5 card H
3H = 5 card H dan 5 card S
3S = 5 card S dan 5 card D
Semuannya ini pointnya terbatas 16-20.

Pegangan seperti ini dengan point di atas 21 anda harus bid suit dan selanjutnya melakukan relay atau set jika ada suit opener yang fit atau break relay dengan bid suit sendiri. Salah satu hal yang perlu diingat tapi dengan catatan dari penulis agar tidak terlalu kaku, jika break relay maka distribusinya harus 6-4 atau 5-5.

Catatan lain yang perlu diingat bahwa ada perbedaan antara opener dan responder mengenai bid suit 5/5 yang berhubungan dengan transfer bid. Di sini opener bid 3C 5 card C dan 5 card suit lain. Kalau responder yang bid 3C maka artinya akan lain yaitu 5 card D dan 5 card major. Pola ini cukup konsisten dilakukan. Tapi ada juga anjuran, dengan pegangan “touching suit” lebih baik relay.

Selanjutnya mari kita lihat yang pertama, yaitu accept :
Setelah accept, tugas responder adalah memberitahukan pegangannya. Karena pegangannya hanya balanced hand maka menjadi tidak terlalu rumit.
1C 1S
1NT ?

Ada dua pegangan penting di sini yaitu HCP dan distribusi. Step pertama memberitahukan pegangan 8-10 HCP atau 1$+ HCP. Ini yang harus diingat pertama kali, yaitu 8-10 bergandengan tangan dengan 14+. Karena ini ada dua tipe pegangan maka jawaban akan berhenti disitu. Untuk mengetahui pegangan lebih lanjut, opener harus melakukan second relay.

Step kedua dan selanjutnya dipakai untuk pegangan 11-13 HCP.
2D = 44 major atau 4/4 minor
2H= 4 kartu S + 4 kartu minor (ingat transfer lagi karena responder)
2S = 4 kartu H + 4 kartu minor
2NT 4333 any, kalau mau Tanya 4 kartunya bid 1 step dan ingat transfer berlaku lagi.

Sebelum kita lanjutkan lebih dalam pembahasannya, mari kita kembali kepada jawaban 1 step.

Opener bid 1 step dalam hal ini 2D untuk menanyakan pegangan lanjutan. Tapi dalam hal, opener pegang balanced tapi ada suit 5 kartu dan hanya 19-19 HCP dianjurkan untuk “break relay” dengan bid suitnya, yaitu 2H/S/3C/3D. Ingat, kalau responder bid suit setelah itu maka itu berarti bid suit berarti doubleton dan 3 kartu support (asalkan hat-hati jangan sampai terlewat 3NT). Reponder bid NT berarti doubleton sedangkan support warna opener adalah 4 kartu support 4333.

Satu hal lagi yang perlu diingat, setelah responder bid 2D 44 major atau 44 minor, relay bukan 1 step seperti biasanya tapi 2NT karena 2H dan 2S adalah natural.

Lagi-lagi ini harus diingat karena berbeda dengan yang telah diuraikan di atas. Terhadap rebid 2H/2S responder menjawab doubleton dengan step.:
Kembali hati-hati untuk bid 3NT dengan pegangan 13+ HCP. Hal seperti ini menyangkut 3NT akan menjadi salah satu hal yang urgent dan harus diingat serta dipahami mengenai kapan itu menjadi to play, kapan itu waiting bid dan kapan itu Tanya distribusi dan lain-lain.

Salah satu contoh, setelah fit major maka 3NT tidak mungkin to play.
1C 1S
2S 3D
3NT Waiting ask cue bid.
Contoh lain 3NT auto SPL
1C 1S
2C 2D
3NT Auto Splinter SPL D 16-19 HCP

3NT 8-10 dan 11-13
1C 1H
1NT 2D
2NT 3NT 11-13
1C 1H
1NT 2D
2NT 3C
3D 3NT 8-10

3NT SPL HR
1C 1H
2C 2NT
3C 3NT SPL HR
Ini beberapa contoh di antaranya.

Terhadap bid 2D maka responder akan menjawab seperti ini :
2H = 4 kartu S + 4 kartu minor
2S = 4 kartu H + 4 kartu minor
2NT = 4333 any
3C =Doubleton lower ranking 44 major
3D = Doubleton higher ranking 44 major
3H = Doubleton lower ranking 44 minor
3S= doubleton lower ranking 44 minor.

Salah satu lagi keunikan sistim ini yang harus diperhatikan, karena jawaban dibawa 3NT maka persoalan dua type pegangan HC yaitu 8-10 dan 14 HCP tidak diperhatikan. Hal ini ada hubungannya dengan konvensi yang disebut “Grobogan”, yaitu ketika opener sign off 3NT maka responder akan mengejutkan dengan bid 4C dan seterusnya yang berarti 14 HCP dan seterusnya ditambah 1 HCP.

Setelah jawaban ini maka opener bisa break relay dengan bid suit sendiri apabila memungkinkan tapi sudah 20-21 HCP. Selainnya lakukan relay atau set trump atau sign off. Set trump dalam pengertian, opener bid 4 card suit dari responder. Setelah set trump follow upnya cue-bid.

Di sini satu hal krusial yang harus diingat adalah setelah set trump di minor maka 4S adalah RKC dan jawabannya 0314 dan seterusnya, otomatis 4NT menjadi cue-bid S. Opener bid 4NT setelah relay adalah quantitative perlu diingat.

Salah satu pengecualian dari set trump ada pada sekuense ini, namun dalam pengalaman para pemain melupakannya tapi semua juga mengerti. Jadi pertanyaan saya apakah ini perlu tetap dipertahankan ?

1C 1S
1NT 2C
2D 2H
2S set trump sesuai pola
1C 1S
1NT 2C
2D 2S
3C set trump H melanggar pola.

Oleh sebab itu para pemain Djarum umumnya bid 3H sesuai pola. Hal ini juga akan berulang pada sekuense ini :
1C – 1S
1NT – 2H
3C
Di sini responder bid 4 step sama dengan kalau opener bid 2S bukan 3C. Pola ini juga berlaku setelah opener bid 2S 4 kartu H dan 4 kartu minor. Karena itu diteankan agar jangan break relay dengan 5 kartu C atau D sebaiknya relay terus.

Tadi sempat penulis menyebutkan set trump, follow-upnya cue bid dan ternyata itu tidak mutlak karena ada pengecualian terutama di level rendah.

Oleh sebab itu maka bid 3C sebagai set H muncul agar pola set trump dijawab distribusi bisa tetap berlaku karena jawaban masih dibawah 3NT. Ini juga pemikirannya karena responder belum memberitahu 4 kartu minornya.

Pertanyaannya, opener tidak ingin tahu minor responder dengan tidak relay tapi set trump kenapa responder harus memaksakan kasi tahu minornyo dengan melanggar pola set trump follow up cue bid.

Apakah bidding seperti ini tetap set trump ?
1C 1S
1NT 2C
2D 2H
2NT 3C 4 kartu D 8-10
3D 4 kartu C 8-10
3H 4 kartu C 14+
3S 4 kartu D 14 +
3H Set trump ? Setelah jawaban 3C dan 3D. Untuk 14+ rasanya tdk ada masalah. Ini hanya sekedar masukan.

Ini juga satu hafalan yang berpotensi untuk para pemain “lali” atau lupa.
1C 1S
1NT 2C
2D 2S
3D 5 kartu S 18+? Kenapa tidak bid 2S setelah 2D

Di sini tentu saja tidak bisa dijelaskan secara menyeluruh, untuk mengetahui lebih jelas perlu lebih rajin membaca buku Djarum Presicion.

Selanjutnya mari kita lihat kalau opener bid suit sendiri.
Di sini hal pertama yang harus diingat adalah konvensi No-OK OK, Yes-Yes. Konvensi ini hanya berlaku khusus untuk pegangan balanced hand.

Konvensi ini agak mirip dengan konvensi 5R pada sekuense 1C – response suit positive. Perbedaan utamanya kalau 5R bisa support dengan 3 kartu maka disini mutlak 4 kartu walaupun major.
Sama seperti sebelumnya pembagian point 6-10/14+ dan 11-13.
No itu berhubungan sama 4 kartu support dan HCP
No pertama 8-10/14+ tanpa support
No kedua 11-13 tanpa support
Hal yang sama berlaku untuk Yes.

Selanjutnya masalah relay. Ada yang menarik untuk dicermati. Setelah respondor bid no-no,yes-yes, opener bid natural.

Ada pengecualian khusus pada sekuense ini :
1C 1S
2C 2D/2H
2S Hati-hati ini bukan club plus spade tapi 3 suiter.

Selanjutnya responder relay 2NT dan opener memberitahukan pendeknya. Follow upnya set trump dilanjutkan dengan CAB tapi ingat 1 step 5 control.
Untuk memberitahukan 5 kartu club dan 4 kartu S berlaku prinsip “echo” dengan bid 2NT.

Beberapa sekuense yang perlu diingat :
1C 1S
2C 2D
3C 6+ club followupnya show stopper
3H/S Auto SPL
3NT Auto SPL D
4C Auto SPL D 20+ Karena yang 3NT 16-19.
Follow up cue-bid tapi ingat 4S adalah RKC. (Penulis adalah pemain bridge dan Hamas PB Gabsi)

Meimonews.com – Salah satu kelebihan daripada olahraga bridge adalah emansipasi wanita. Dalam Kejuaraan Dunia Bridge tidak dikenal istilah Man Team walaupun ada Women Team.

“Mengapa ini terjadi ? Karena di nomor open team ini siapapun bisa ikut, boleh Man dan bisa juga Women ikut,” ujar Humas PB Gabsi Bert Toar Polii kepada Meimonews.com, Selasa (29/6/2021).

Di beberapa negara tertentu ungkap Berce (sapaan akrabnya), ada pemain yang hampir tidak bersedia main di Women Team karena merasa kemampuannya setara dengan kaum pria.

Di Jepang, Kyoko Ohno hampir tidak pernah memperkuat tim putri tapi sering memperkuat tim putra.

Dikemukakan, beberapa tahun yang lalu ada beberapa pemain putri Perancis sering lebih suka berkompetisi di arena open team ketimbang woman team.
Konon, kabarnya, Jose Damiani mantan Presiden World Bridge Federation berhasil membujuk mereka ikut dan akhirnya juara Venice Cup.

“Bahkan, di salah satu kejuaraan dunia ketika mereka berhak memilih lawan, USA yang dipilihnya padahal yang lain pada takut,” ujar pemain andalan DKI Jakarta ini.

Ditambahkan,.di Bermuda Bowl tahun 2001 Roze Meltzer menjadi wanita pertama yang menjadi juara dunia Bermuda Bowl di Paris.

Tahun 2017 menarik karena ada dua wanita yang berkompetisi dengan para pria di Bermuda Bowl di Lyon Perancis.
Yang pertama adalah Diana Damianova dari Bulgaria dan yang kedua adalah salah satu pemain putri terbaik, Sabine Auken dari Jerman.

Sabine Auken sudah pernah meraih juara dunia di Venice Cup telah meraih dua gelar Grand Master baik putra dan putri karena ia juga Juara Open Pairs Kejuaraan Dunia 2016.

“Pada tahun 2016 di Wroclaw Polandia, ia bisa memilih main di mixed pair yang lebih ringan tapi ia tidak mau. Saya kebetulan waktu itu berpasangan dengan Hartono beberapa kali bertemu mereka. Memang partnershipnya bagus, hampir tanpa komentar tapi pengertian antar partnership dengan Roy Welland yang juga suaminya hampir sempurna,” sebut Berce. (lk)

(Oleh : Bert Toar Polii)

Meimonews.com – Salah satu pembukaan yang sangat sering muncul dalam permainan bridge adalah 1NT karena pegangan balanced memang paling tinggi persentasenya untuk muncul.

Mau pakai Weak NT atau Strong NT atau bahkan Mini NT tetap kita harus menangani proses bidding selanjutnya. Dua konvesi yang sudah menjadi bagian dari konvesi ini adalah Stayman dan Jacoby Transfer Bid. Konvensi lainnya sangat bergantung pada pilihan “partnership” karena ada cukup banyak pilihan konvensi atau “agreement” yang bisa digunakan.

Krzystov Martens pelatih Timnas Asian Games 2018 memilih menggunakan konvensi yang umum, tapi proses selanjutnya menjadi cukup rumit.

Response terhadap pembukaan 1NT :
2♣ Stayman
2♦/♥ Jacoby Transfer Tapi khusus 2♦ bisa 4+ Hearts
2♠ Transfer Club
2NT Invitational
3♣ Transfer Diamond
3♦ Natural 6+♦, Invitational
3♥ 5/4 minors pendek Spade
3♠ 5/4 minors pendek Herat
4♣ 6/5 major , Opener 4♦ minta responder bid yang 6 kartu.
4♦ Transfer Heart
4♥ Transfer Spade
4♠ 6/5 minor Ini tambahan penulis.

Ini bisa digunakan untuk semua pembukaan 1NT tentu saja dengan range point yang bisa berbeda.
2♦ transfer to 4+ Hearts.

Ini yang banyak ditanyakan, kenapa menyusahkan diri sendiri. Jawaban KM bahwa ini adalah bagian dari konsep bidding “Stayman + Transfer” terutama karena pembukaan 1NT bisa dengan distribusi 22(45) dan 6322 dengan 6 card minor malah mungkin 5m+4M+2+2.

Dengan metode ini, pembukaan 1NT bisa berbentuk tidak balanced karena yang nantinya menjadi penentu kontrak adalah opener. Ini berbeda dengan yang umum dipakai di Indonesia, dimana penentu kontrak terutama setelah Stayman adalah responder. Metode ini membuat pembukaan 1NT harus taat asas, harus balanced atau maksimum punya 5 card M atau 6 kartu minor namun tetap semi balanced.

Salah satu yang juga bisa menimbulkan pertanyaan terutama dari pemain yang kristis, mengenai mengapa ada 3♦ Invitational padahal sudah ada 3♣ transfer ♦. Ini terjadi karena untuk warna club ada dua step sesudah transfer 2♠, yaitu 2NT dan 3♣ untuk menunjukan pegangan opener sedangkan di Diamond itu tidak ada.

1NT – 2♣ Sekuense
1NT – 2♣
2♦ No 4 card major
2♥ 4 card hearts no 4 card spade
2♠ 4 card spade no 4 card heart
2NT 44 majors minimum
3♣ 44 majors maksimum

Stayman + Transfer salah satu inovasi yang bisa membantu memecahkan berbagai problem bid yang kita sering hadapi.

Contoh :
♠ A1064 ♠ 6 ♠ 87 ♠ KQ54
♥ 5 ♥ Q1096 ♥ K965 ♥ 32
♦ Q98543 ♦ 72 ♦ K86543 ♦ 9
♣ 62 ♣ A87432 ♣ 4 ♣ Q108432

Contoh no 1 ketika bidding berjalan 1NT – 2♣ – 2♦/♥ maka responder akan kesulitan. Begitu juga dengan contoh no 2 ketika opener bid 2♦/♠. Sama dengan Contoh no 3. Contoh no 4 juga sama problemnya dengan contoh no 1. Contoh no 1 dan 3 akan aman ketika opener bid 2♦ dan kita dengan senang hati pasa. Tapi kalau bidnya 2♠ pasti kesulitan yang akan dihadapi.

Konsep Stayman + Transfer
1NT – 2♣
2♦ 2♥ pass or correct minimal 44 major
2♠ Transfer to Club
2NT Invitational
3♣ Transfer to Diamond
3♦/♥ Transfer to Heart/Spade (Smolen versi baru)
3♠ 5/5 Majors

3♦/♥ itu menunjukan 5/4 major dan yang di transfer yang 5 lembar. Ini mengganti Smolen Transfer yang selama ini normal kita gunakan.
1NT – 2♣
2♦ 2♠
2NT No Trump oriented
3♣ Suit oriented

1NT – 2♣
2♦ 2♠
2NT 3♣ To play
3♦ 3 suiter short major
3♥ Pendek ♥ 4 kartu spade + 5 kartu club
3♠ Pendek ♠ 4 kartu heart + 5 kartu club
3NT 4414 pendek ♦ bisa di pass oleh opener
4♣ 4414 pendek ♦ slam interest
4♦ Void ♦
4♥ 2425 Quantitative, 4NT opener negative
4♠ 4225

1NT – 2♣
2♦ 2♠
2NT 3♦ 3 suiter short major
3♥ 3♠ Pendek spade
3NT Pendek heart bisa di pass
4♣ Pendek heart extra
4♥ Void hearts extra

1NT – 2♣
2♦ 2♠
3♣ Suit oriented. Lanjutannya sama dengan opener bid 2NT.

1NT – 2♣
2♦ 3♣
3♦ Anda bisa pass
3♥ Pendek heart , 4 card spade + 5+ Diamond
3♠ Pendek spade, 4 card heart + 5+ Diamond
3NT Pendek club 4441
4♣ Void club
4♦ Pendek club ekstra
4♥ 2452, Quantitative, 4NT Negative
4♠ 4252

1NT – 2♣
2♦ 3♦
3♥ Fit
3♠ 3 card spade doubleton heart
3NT Choice
4♥ Bad values

1NT – 2♣
2♦ 3♦
3♥ 3♠ (65)11
3NT 4522 Quantitative
4♣ Pendek club
4♦ Pendek diamond
4♥ To play

Bagi pemain yang menggunakan Smolen Convention jelas bisa melihat kelebihan dari Stayman + Transfer dibanding Smolen Convention.
1NT – 2♣
2♦ 3♦
3NT 4♣/♦ Pendek ♣/♦ 6 kartu heart + 4 kartu spade

1NT – 2♣
2♥ 2♠ Transfer club
2NT Invitational
3♣ Transfer diamond
3♦ Transfer heart. Slam interest tidak ada pendek
3♥ Invitational
3♠/4m Splinter

1NT – 2♣
2♥ 2♠ Transfer club
2NT/3♣ Sama dengan sebelumnya

1NT – 2♣
2♥ 2♠
2NT 3♣ Non forcing
3♦ Pendek diamond, 4 card spades + 5 card club
3♥ Pendek heart, 4 card spades + 5 card club
3♠ 4144 or 4405 extra
3NT 4225 Slightly Invitational
4NT 4225 Strong invitational

Selanjutnya prinsip sama dengan proses diatas.
1NT 2♣
2♠ 2NT Transfer club
3♣ Transfer diamond
3♦ 1444, slam interest
3♥ Transfer to spade, slam interest tidak ada pendek
3♠ Invitational
4♣/♦/♥Splinter

Pasti ada yang bertanya bagaimana kalau mau invite ke 2NT pegang 4 kartu heart. Inilah yang dikatakan dari awal transfer 2♦ bisa 4 kartu khusus untuk yang mau invite.

Sekuense lainnya, rasanya sudah bisa dibuat sendiri berdasarkan method diatas.
1NT – 2♦ Sekuense

1NT 2♦
2♥ 2 or 3 card ♥
2NT 3 card ♥ maksimum NT oriented
3♥ 4 card ♥ good hand
Penulis menyarankan cukup bid 2♠ bukan 3♥.

1NT 2♦
2♥ 2♠ 4 card heart INV atau 5 kartu heart + 4 kartu diamond FG
2NT INV 5 kartu heart
3♣ 4+ club
3♦ 5 card diamond
3♥ Invitational
3♠ SPL
4♣/♦ SPL
4♥ Slam interest tidak ada pendek.

Versi penulis :
1NT 2♦
2♥ 2♠ 4 card heart INV atau 5 kartu heart + 4 kartu club FG
2NT INV 5 kartu heart
3♣ 5+ card Club
3♦ 4+ card Diamond
3♥ Invitational
3♠ SPL
4♣/♦ SPL
4♥ Slam interest tidak ada pendek.

1NT 2♦
2♥ 2♠
2NT Minimum
3♣ Extra Values
3♥ 4 kartu ♥ minimum

1NT 2♦
2♥ 2♠
2NT 3♣ 5 kartu club
3♦ 6+ kartu heart
3♥ Transfer to spade, 3514
3♠ Transfer to diamond 1534
3NT 2524

1NT 2♦
2♥ 3♣
3♦ Fit ♦
3♥ Fit ♥
3♠ Ada stopper ♠ takut di ♣, 3NT Tidak ada fit.

Contoh :
♠ A1064 ♠ 6 ♠ 87 ♠ KQ54
♥ 5 ♥ Q1096 ♥ K965 ♥ 32
♦ Q98543 ♦ 72 ♦ K86543 ♦ 9
♣ 62 ♣ A87432 ♣ 4 ♣ Q108432
Contoh : 1
1NT 2♣
2♦/♥ 3♣
3♦ Pass

Contoh : 2
1NT 2♣
2♦ 2♠
2NT/3♣ 3♣/Pass

Contoh : 3
1NT 2♣
2♦/♠ 3♣
3♦ Pass

Contoh : 4
1NT 2♣
2♦/♥ 2♠
2NT/3♣ 3♣/Pass

(Penulis adalah pemain bridge dan Humas PB Gabsi/lk)

Meimonews.com – PB Gabsi (Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia) akan menghadapi kalender kejuaraan besar yang sangat padat di tahun 2020. Dengan harapan pandemi covid-19 sudah mulai mereda, World Bridge Federation telah mengagendakan dua kejuaraan dunia pada tahun 2022 yang akan diikuti PB Gabsi.

“Walaupun ini melanggar aturannya sendiri, hanya ada satu kejuaraan dunia setiap tahun, tapi ini terpaksa diambil karena semua kejuaraan dunia di tahun 2020 dan 2021 dibatalkan,” ujar Humas PB Gabsi Bert Toar Polii kepada Meimonews.com via WhashApp, Sabtu.(19/6/2021).via

Kejuaran dunia pertama adalah World Teams Championship yang mempertandingkan Bermuda Bowl, Venice Cup, d’Orsi Senior Trophy and Wuhan Trophy. Kejuaraan ini direncanakan digelar di Salsomagiore, Italia pada akhir Februari 2022 atau awal Maret.

Kejuaraan dunia kedua adalah World Bridge Series yang mempertandingkan Rosenblum Cup, McConnell Cup, Rand Cup, Mixed Teams, Open / Women / Senior/  Mixed Pairs yang direncanakan digelar di Wroclaw, Polandia pada 2-17 September 2022.

“Akibat keputusan ini maka Kejuaraan Dunia Junior tidak diadakan pada tahun 2022,” sebut Berce, sapaan pengurus sekaligus pemain andal ini.

Sayangnya, sambung Berce, jika rencana ini berjalan sesuai jjadul maka akan bertabrakan dengan jadwal Asian Games 2022 di Hangzhou, China yang dijadualkan pada 10 – 25 September 2022.

Satu kejuaraan besar lagi adalah Asia Cup yang akan digelar di China. Namun, sampai saat ini belum ada pemberitahuan secara resmi mengenai kota penyelenggara dan tanggal penyelenggaraan.

Namun, sebut andalan DKI Jakarta ini, event yang direncanakan sebagai arena ‘pemanasan’ untuk Asian Games 2022 biasanya digelar pada periode April – Juni. Namun, umumnya diselenggarakan pada bulan Juni.

Dijelaskan, menghadapi event pertama tahun 2022 yaitu World Teams Championship maka Asia Pasifik Bridge Federation(APBF) telah menetapkan, dalam memilih 3 tim yang akan mewakili APBF di World Teams Championship maka akan diadakan seleksi online pada 14 – 21 Juli 2021.

Dalam event online ini akan mempertandingkan 4 kategori, yaitu Open, Ladies, Mixed dan Senior Team. Indonesia sendiri sedang menggodok pemain yang akan mewakili Indonesia di empat kategori ini.online

“Karena pendatran baru akan ditutup pada 26 Juni 2021 maka para pemain yang terpilih belum bisa diumumkan saat ini,” ujarnya seraya berharap, pandemi covid-19 bisa teratasi di tahun 2021 sehingga kalender pertandingan tersebut bisa terlaksana. (lk)

(Oleh : Bert Toar Polii)

Meimonews.com – Dalam permainan bridge, reverse bid adalah salah satu tipe bid dari opener yang menunjukan pegangan kuat. Biasanya, pegangan opener itu tidak balanced dan pegang 16+ High Card Point yang selanjutnya disingkat HCP.

Dalam praktek, terutama untuk pemain yang bermain standart, hal ini mempunyai kerumitan tersendiri.
Kerumitan muncul terutama menyangkut hal, dengan reverse bid, forcing bid sampai kemana ?

Ada dua aliran yang bisa dipilih, reverse bid merupakan forcing to game atau hanya menjamin bid ketiga yang berarti hanya forcing untuk satu putaran.
Apapun aliran yang dipilih, ini berarti setiap pemain yang melakukan reverse bid harus mempunyai bid ketiga yang bisa menggambarkan pegangannya.

Mari kita lihat contoh di bawah ini :
S 6
H AK52
D KJ2
C AK643

Anda
1C
2H Partner
1 S

Pada contoh ini, anda 2H sebagai natural (4+ cards) dan forcing untuk satu putaran. Bid 2H inilah yang disebut reverse bid karena kita melewati rebid suit pertama dari opener. Dengan demikian bid reverse itu bisa diartikan rebid dari opener dimana suitnya lebih tinggi dari bid pertama opener.

Dalam situasi ini rebid 2D dan 2H adalah reverse bid. Rebid 2C tidak masuk dalam kategori reverse bid.

Reverse bid menunjukan dua arti, pertama suit yang di bid kedua maksimum 4 kartu sedangkan suit yang dibid pertama minimal 5 kartu dan bisa lebih. Kedua, menunjukan jumlah HCP yang lebih kuat antara 16+ HCP jika kita memilih forcing untuk satu putaran. Tapi menjadi 18+ HCP jika kita memilih versi game force.

Dengan distribusi 5-5, jangan reverse. Bukalah warna yang lebih tinggi kemudian rebid warna berikutnya jika pegang distribusi 5-5.

Kalau diperinci, situasi reverse terjadi apabila :
1. Anda opening bid di level satu dan partner response di level yang sama`
2. Pegangan anda tidak balanced sehingga tidak bisa rebid NT`
3. Anda tidak ada 4 kartu dari warna partner sehingga tidak bisa raise.
4. Anda punya 4 kartu yang warnanya lebih tinggi dari opening bid anda.
5. Suit kedua lebih pendek daripada suit pertama.

Contoh lain :
S 4
H AK52
D KQJ83
C A87

Anda
1D
2H Partner
1NT

2H adalah reverse
S KJ3
H 5
D AKJ4
C AJT98

Anda
1C
2D Partner
1H

2D juga adalah reverse
Jawaban setelah Reverse
Karena reverse bid adalah forcing maka tidak boleh di pass.
Ada banyak variasi yang berbeda dalam hal response terhadap reverse bid.
Penulis coba memilih salah satu yang diambil dari buku Bill Root’s “Commonsense Bidding” seperti ini :.
Pertama kita mulai dengan pegangan lemah`

Pegangan lemah dalam hal ini sekitar 6-8 points` Dengan pegangan ini ada beberapa pilihan yang bisa diambil :
1. Bid 3 dari warna pertama opener
Jika anda pegang 3+ kartu di warna pertama dan pegangan weak maka anda bisa sign-off di warna tersebut.:
S 43
H K986
D 532
C KJ92
Partner
1C
2D Anda
1H
3C

Bid 3C menunjukan 3+ card support di warna partner dan a non-forcing.

2. Bidding 2NT
Dengan pegangan lemah tapi ada stopper di warna keempat bid 2NT dan ini juga non forcing`.
S K73
H Q984
D JT
C J62

Partner
1C
2D Anda
1H
2NT

Mirip dengan distribusi sebelumnya tapi disini ada stopper di suit keempat S

Rebidding Suit Anda
Dengan pegangan 5 kartu di suit yang dibid, responder bisa rebid dan ini menjadi forcing bid walaupun bisa hanya 5 HCP,
SAK753
H83
DT76
C943

Partner
1C
2H Anda
1S
2S

Walaupun pegang 3 kartu Club tapi rebid 2S menjadi pilihan terbaik..
Selanjutnya, kita bicarakan jika pegangan anda sudah 9+HCP yang berarti sudah game force.
Jump-Raising Partner’s First Suit.

Dengan pegangan 3 kartu support di warna pertama maka jump suit adalah pilihan terbaik.
Contoh :
AQJ3
Q
AJ87
6543
Partner
1D
2H Anda
1S
4D
4D adalah forcing game.
Jump-Raising Partner’s Second Suit.
Hal yang sama juga berlaku untuk suit kedua opener, seperti contoh ini :
K9432
AQ86
87
92

Partner
1C
2H Anda
1S
4H

4H adalah to play menunjukan pegang 9-12 point dan dukungan 4 kartu.

Bidding 3NT
Dengan balanced 9-12 points da nada sopper di suit keempat sign off di 3NT.
K732
A73
JT2
K98

Partner
1D
2H Anda
1S
3NT

Bidding the Fourth Suit
Bid suit keempat dalam situasi reverse adalah natural, tidak ada fourth suit forcing.
KQ872
A732
842
Q

Partner
1C
2D Anda
1S
2H

2H disini natural mencari 3 kartu support spade atau bermain game di NT. (Penulis adalah Humas PB Gabsi dan Pemain Bridge Internasional/lk)

Oleh : Bert Toar Polii

Meimonews.com – Penulis yang kebetulan telah berkecimpung di olahraga bridge sejak tahun 1971 beruntung telah mengalami bagaimana perkembangan kompetitive bidding.

Jaman dulu jarang sekali lawan ikut bid kecuali memang pantas melakukannya, seperti free bid dengan 9 HCP atau free single raise dengan kurang dari limit raise. Weak jump suit atau Preemptive juga harus taat pada aturan seperti “rule of two and three”.

Jaman now semuanya telah berubah, sangat sulit kita menemukan bid tanpa diganggu apalagi jika menggunakan pembukaan 1C Strong seperti Precision.

Nah, sekarang menjadi tugas utama, bagaimana kita memanfaatkan kompetitive bidding secara efektif untuk keuntungan kita. Di sisi lain, kita juga harus memikirkan cara terbaik untuk mengurangi keuntngan yang diambil oleh lawan dari kompetitive bidding yang mereka lakukan.

Marshall Miles dalam bukunya Competitive Bidding in The 21st Century memberikan petunjuk sebagai berikut :
Pertama, anda harus ikut bid secara agresive untuk level partscore.Adalah suatu kerugian ketika kita membiarkan lawan main partscore, sementara kita sendiri punya partscore.

Kebanyakan pemain memang tidak berani untuk ikut bersaing bidding apalagi dalam posisi papan bahaya dan pertandingan tim. Akan berbeda dalam pertandingan pasangan yang penilaiannya Match Point atau lebih dikenal sebagai Top Bottom.

Pengalaman penulis bertanding pasangan dengan penilaian top bottom di China merasakan sekali betapa mereka sangat memahami teori ini. Sulit sekali kita untuk berhenti di level part score. Mereka akan berusaha untuk bid walaupun kadang-kadang hanya dengan 4 kartu sehingga sangat beresiko. Tapi disisi lain kitapun kesulitan melakukan penalty double. Sering terjerumus utk bid satu level lebih tinggi atau pas dan rugi. Memang kadang juga bid mereka mati dan kita diuntungkan.

Kedua, Bid secepatnya lebih aman daripada menunda. Sebagai contoh : Lawan buka 1D dan anda overcall 1H
Sebelah kiri anda pegang : S AJ954 H A1087 D 8 C J75.

Bisa dibayangkan kesulitannya , ia tidak bisa double untuk penalty karena double disini berarti negative double. Kalau ia ingin coba penalty maka ia harus pass dengan harapan partner akan reopening double. Namun untuk penalty dengan kemungkinan partner bisa pegang singleton heart tentu saja terlalu berbahaya. Dengan demikian pilihan terbaik adalah bid normal 1S.

Mari kita lihat dengan kartu yang sama dimana anda memilih pass dulu kemudian setelah bidding berjalan 1D Pass 1S Pass 2D baru overcall 2H. Disini responder tidak perlu memilih menunjukan Spade dulu karena sudah bid 1S sehingga dengan mudah bisa melakukan penalty double.

Ketika, karena kontrak 4 H/S itu yang termudah untuk bid dan bikin maka utamakan tunjukan Major.

Semua kita tahu bahwa bid game di warna major dalam pertandingan itu sering muncul. Menurut catatan sekitar 2/3 dalam permainan game di warna major.

Hal ini terutama ketika partner buka 1 minor dan kita harus response. Dalam posisi ini kita harus mengutamakan major.

Contoh : Partner buka 1C dan anda harus response dengan pegangan ini :
S 65 H KJ97 D Q10876 C K7. Jangan response 1D tapi bid 1H,