Meimonews.com – Jalan sehat dan senam bersama mengawali pembukaan rangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia RI bagi seluruh civitas, staf medis, tenaga keperawatan, serta karyawan RSUP Kandou.

Kegiatan yang berlangsung di kompleks rumah sakit ini dibuka pelaksanaannya oleh Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian Yune Laukati mewakili Dirut Starry Rampengan, Jumat (8/8/2025).

Dalam sambutannya, Yune menyampaikan pentingnya semangat persatuan dan kesatuan dalam memajukan Indonesia “Dengan semangat kemerdekaan, mari kita tingkatkan pelayanan kepada masyarakat dan terus berkontribusi untuk Indonesia Maju,” ujarnya.

‎Yune mengajak kepada civitas RS Kandou lewat momen ini agar terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta berkontribusi dalam membangun bangsa yang sehat dan sejahtera.

“Mari kita ciptakan lingkungan rumah sakit Kandou yang merdeka, merdeka dari korupsi, merdeka dari bullying dan perundungan,” ajaknya.

‎”Dengan semarak merah putih, mari kita semarakan rumah sakit Kandou dengan 5 ‘S’ yaitu Senyum, Salam, Sapa, dan Sopan Santun,” tambahnya.

‎Yune berharap ke depan RSUP Kandou makin maju dengan bergandengan tangan menjadi patner, bukan lagi tentang atasan dan bawahan. Tetapi bagaimana kita saling menghormati satu dan lainnya untuk rumah sakit kandou kedepan yang semakin maju dan diberkati Tuhan.(Fer)

Meimonews.com – Pelepasan balon simbol perubahan dan transformasi pelayanan ruma sakit mengawali perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Rumah Sakit Umum Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou.

Pelepasan balon ke udara yang dilaksanakan di halaman kantor admnistrasi rumah sakit yang akrab disebut RS Kandou atau RSUP Kandou, Jumat (9/2/2024) ini dilakukan Dirut RS Kandou Dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes.

Selain pelepasan balon, peringatan HUT kali ini ditandai pula dengan, antara lain pemasangan lilin dan pemotongan kue ulang tahun dan pelepasan jalan sehat dan senam bersama.

Saat memberikan sambutan, dokter Ivonne yang di dampingi Direktur Layanan Operasional dr. Wega Sukanto, SpB TKV (K) dan Plt Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian Ns Suwandi I Luneto, S.Kep, M.Kes membagikan kabar gembira tentang berbagai penghargaan yang telah diterima RS Kandou.

Menurut dokter Ivonne, RS Kandou telah mencatat prestasi penting sebagai rumah sakit vertikal dengan sistem remunerasi.

“RS Kandou meraih penghargaan dari Kementerian Kesehatan sebagai Rumah Sakit Vertikal dengan Sistem Informasi Remunerasi Terbaik ke-3 dan Peringkat 2 Rumah Sakit Vertikal dengan Standar Klinis Terbaik. Selain itu, RS Kandou juga berhasil mendapat dua predikat penghargaan pada Pameran Inovasi Dan Teknologi Transformasi Kesehatan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) Tahun 2023,” ujarnya.

Ada juga penghargaan terbaik menulis narasi poster yang diprakarsai oleh Dirut Ivonne Rotty dan tim komite mutu RS Kandou. RS Kandou juga meraih penghargaan dalam acara nasional tahunan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Award tahun 2023. Penghargaan ini menunjukkan keunggulan RS Kandou dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Pada Pameran HKN di Jakarta, RS Kandou meraih penghargaan stand terbaik kategori Rumah Sakit, dan penghargaan juara 3 “Satu Sehat” Award 2023 kategori Most Integrated RS Vertikal.

“Pencapaian ini bukan hanya karena kerja keras dari pimpinan tetapi semua civitas RS Kandou, Ini adalah hasil dari dedikasi dan komitmen kita semua untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” ujar Dirut.

Ketua Panitia HUT RS Kandou dr. Wega Sukanto menyampaikan apresiasi kepada semua panitia yang sudah memberi yang terbaik, para sumbangsih donatur yang sudah berpartisipasi sehingga kegiatan boleh terlaksana.

“Perayaan HUT akan diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk Lomba Duta Mutu, Lomba Lari, dan E-sport,” ujarnya. (Fer)

Meimonews.com – Jalan Sehat yang mengitari kompleks Unsrat Manado mengawali Peringatan Dies Natalis ke-64 Fakultas Kedokteran Universitas San Ratulangi (Faked Unsrat) Manado, Sabtu (11/3/2023).

Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng melepas jalan sehat yang dihadiri Ketua DPRD Sulut/Ketua Umum Panitia Dies dr. Fransiskus Andi Silangen, Sp.B-KBD, Direktur SDM, Pendidikan dan Umum RSUP Prof. Dr. dr. RD Kandou Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes, Wakil Rektor 2 Dr. Ronny Maramis, SH, MH, Wakil Rektor 4 Prof. Dr. Ir. Sangkertadi, DEA,  sejumlah Dekan dan undangan lainnya.

Sekitar 1.000 mahasiswa dan dosen dari Faked Unsrat mengikuti jalan sehat dan dilanjutkan dengan beberapa kegiatan/lomba yang diadakan setelah jalan sehat seperti lomba lari dan lomba yel-yel.

Dekan Faked Unsrat Manado Dr. dr. Bily J. Keppel, M.Med.Sc, Sp.KKLP dalam sambutannya berterima kasih atas perhatian Rektor dan jajarannya, para Dekan, Direksi RSUP Prof. Dr. dr. RD Kandou, mitra kerja  serta civitas akademika  Faked Unsrat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini termasuk panitia dengan Ketua Umum dr. Andi Silangen, Sp.B-KBD dan Ketua Pelaksana Dies Dr. dr. Diana Lalenoh, Sp.An-KNA, KAO.

Dikemukakan, 64 tahun adalah waktu yang panjang. Tidak mudah untuk masuk dalam usai yang ke-64. Banyak tantangan dan pergumulan yang dialami dan dihadapi tetapi kita (Faked) tetap eksis menghadapi tantangan dan pergumulan tersebut sehingga fakultas ini bisa seperti sekarang ini.

Tahun ini, tema yang diangkat adalah Kesehatan pariwisata dalam bingkai akreditasi unggul untuk kemajuan bersama. Tema tersebut, menurut Keppel, bukanlah hanya slogan tapi akan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, dalan kehidupan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam lingkungan Unsrat.

Rektor Unsrat dalam sambutannya menyebutkan bahwa tidak mudah sampai berusia 64 tahun. Dan, Fakultas ini telah menghasilan banyak dokter-dokter dan dokter spesialis, dokter gigi dan ners yang terampil dan berkualitas. Itu semua dimulai dari para pendahulunya.

Diakui,  Fakultas Kedokteran dalam Diesnya kali ini telah menghasilkan berbagai prestasi. Berbagai predikat akreditasi telah diraih. ” Dan, itu semua harus ditingkatkan dan bersinergi dengan pemerintah daerah,” pinta Rektor.

Prof. Sompie menyentil pula soal pembangunan gedung RSGM Faked Unsrat, yang akan berproses lanjut pada April in. RS ini, ungkap Rektor telah mendapat akreditasi paripurna (bintang 5) baru-baru ini.

“Unsrat University Hospital ini yang ada di depan kita ini (berada di muka lokasi kegiatan-red) akan segera kita bangun,” tandas Prof. Sompie. (FA)

Meimonews.com – Memperingati 60 Tahun Hidup Membiara Mgr. Josephus ‘Yos’ Suwatan MSC, Komunitas MSC Wilayah Sulawesi dan Kalimantan Timur (Sulkaltim) menggelar Misa Syukur di Kapel Biara MSC Paal 3 Karombasan Manado, Selasa (31/5/2022).

Mgr.Yos memimpin misa di dampingi Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dan Superior Daerah (Supda) MSC Sulkaltim Pastor Herry Purasa MSC.

Usai misa, acara syukuran dilanjutkan dengan pemasangan lilin, pemotongan kue dan penyerahan kue dari Mgr. Yos kepada Mgr. Rolly, Pastor Tinggogoy MSC dan Pastor Agus Sumaraw Pr,  penyuapan kue dari Supda MSC Sulkaltim Pastor Herry Purasa kepada Mgr. Yos dan makan bersama di samping biara (didirikan tenda). Di sela acara, Mgr. Rolly didaulat Pastor Igo MSC untuk meminta menyanyikan lagu Ave Maria guna menghibur dan menyemarakkan acara.

Sejumlah pastor, frater, bruder, suster dan undangan terbatas menghadiri acara syukuran Mgr. Yos, Uskup Emeritus Manado tersebut dengan tetap mengikuti prokes yang ada.

Walaupun sudah berunur lansia (82 tahun),  namun biarawan kelahiran Tegal, 10 April ini masih kuat berdiri dan memimpin langsung misa termasuk memberikan kotbah.

Baik Mgr. Rolly, Pastor Herry, sejumah pastor lain, frater, bruder, suster maupun umat yang menghadiri perayaan syukur ini terlihat dan bersyukur karena Mgr. Yos masih diberi kekuatan dan memimpin langsung misa syukur 60 tahun mantan Uskup Manado dan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) ini.

Mgr. Yos berterima kasih karena bisa merayakan ulang tahun hidup membiaranya yang ke-60 tahun. Banyak sukaduka dialaminya mulai dari ketertarikannya untuk masuk seminari dan komunitas MSC.

Mantan Mahasiswa Fakultas Kedokteran ini tak menyangka bisa menjadi seorang imam, biarawan bahkan bisa menduduki jabatan pelayanan seperti Provinsial MSC Indonesia, Uskup Manado dan bahkan Ketua KWI tersebut.

Mgr. Rolly mengapresiasi perjalanan pengabdian, panggilan Mgr. Yos mulai dari saat menjadi seorang biarawan, seorang imam, bahkan sampai menduduki jabatan penting seperti Uskup Manado bahkan Ketua KWI.

“Mgr. Yos telah mengabdikan diri lewat komunitas (MSC), hidup bersama, lewat hidup doa, sebagai lansia dan sedang menerjemahkan sebuah buku dari bahasa Belanda ke bahasa Indonesia, untuk menunjukkan aktivitasnya  sebagai anak (Bunda) Maria. Ini menunjukkan semangatnya tetap ada,” ujar Mgr. Rolly.

Provinsial MSC Indonesia Pastor Samuel Maranresy dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asistem 3 Bruder Yanny Wati mengakui peran cukup beaar dari Mgr. Yos dalam karya pelayanannya termasuk untuk komunitas MSC.

Satu hal yang istimewa dalam diri Mgr. Yos Suwatan adalah kesetiaan beliau dalam komunitas.  Bukan hanya komunitas dunia nyata tapi juga dunia maya. Di era teknologi internet, beliau  juga tetap eksis dalam WA Group MSC Indonesia.

“Mgr. Yos selalu hadir dengan sapaan-sapaan beliau dan postingan-postingan yang memancing diskusi para konfrater. Misal yang terakhir adalah mengingatkan Hari Lanjut Usia Nasional (29 Mei),” sebut Pastor Samuel. (lk)

Meimonews.com – Mengawali kerja hari ini (Jumat/14/1/2022), Walikota Manado Andrei Angouw meninjau kerja bakti warga masyarakat di Kompleks SMA Negeri I Manado.

Tinjauan Walikota ini dilakukan saat menuju ke tempat kerja dan memanfaatkan waktu untuk mampir dalam kerja bakti ini.

Walikota juga ikut melihat kondisi drainase dan parit-parit termasuk melibat kondisi pohon-pohon yang berada di pinggiran jalan terutama pohon-pohon yang sudah besar, yang kemungkinan mengancam warga pejalan kaki ataupun kendaraan.

Kerja bakti yang dilakukan lingkungan dan kecamatan ini dihadiri Camat Sario, Lurah dan beberapa Ketua Lingkungan. (lk)

Meimonews.com – Misa syukur mengawali Pesta Emas Hidup Membiara tiga konfrater MSC (Misionarii Sacratissimi Cordi Jesu / Misionaris Hati Kudus Yesus) yang dipusatkan di Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Karombasan, Selasa (11/1/2022)

Ketiga konfrater tersebut adalah Mgr. Petrus Canisius Mandagi (yang akrab disapa Mgr. Canis) serta dua kakak-beradik keluarga Santie yakni Pastor Christian Santie dan Pastor Andre Santie.

Misa Pesta Emas Hidup Membiara tersebut dipersembahkan Mgr. Canis sebagai selebran utama di dampingi Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, Uskup Emeritus Yos Suwatan MSC, Asisten General MSC Pastor Laurens Poltje Pitoy, Wakil Provinsial MSC Indonesia Pastor Hubertus Pareira, Supda MSC Sulkaltim Pastor Herry Purasa.

Turut mendampingi pula, Sekretaris Keuskupan Agung (KA) Merauke Pastor Hengky Kariwot MSC, Vikjen KA Merauke Pastor John Kandam Pr, Wakil Uskup (wilayah Makuku Utara) Keuskupan Amboina Pastor Titus Rahael MSC, Ketua UNIO Keuskupan Manado Pastor Revi Rafael Tanos Pr serta Frater Diakon Antonius Obe MSC dan Frater Diakon Firovani Adikila Pr.

Ratusan imam baik tarekat MSC, tarekat religius lain, frater, bruder, suster, perwakilan keluarga, sejumlah undangan dan umat paroki setempat hadir pada misa yang tetap menerapkan protokol kesehatan pandemi Covid-19.

Saat memberikan kesaksian (penggantI kotbah) di gereja, tiga konfrater diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman kehidupan membiara mereka, walau dengan durasi waktu terbatas.

Para yubilaris, satu persatu mengungkapkan kisah perjalanan hidup membiara mereka selama 50 tahun termasuk bagaimana awal – awal menjadi calon imam hingga ketika mereka menjadi imam dan ditempatkan di wilayah-wilayah pelayanan baik di Keuskupan Manado maupun di luar Keuskupan Manado atau tempat tugas / pelayanan lainnya.

Mgr. Canis mengungkapkan rasa terima kalinya kepada Tarekat MSC karena telah mendukung untuk hidup melaksanalan penyerahan diri secara total sebagai misionaris MSC. “Ada banyak hambatan, ada banyak halangan dalam perjalanan hidup membiara,” ujarnya.

Gembala kelahiran 27 April 1945 ini lantas menyebut beberapa contoh seperti saat ditunjuk menjadi Uskup Amboina dan merangkap tugas sebagai Uskup Keuskupan Agung Merauke (walau hanya administrator) dan kemudian ditetapkan sebagai Uskup Keuskupan Agung Merauke.

Bagi Mgr. Canis, menjadi Uskup di Ambon dan Merauke (Papua), tidak gampang. Apalagi harus bolak-balik Ambon-Merauke dan Merauke-Ambon. Cape. Lelah. Tapi, cinta mengatasi segalanya. Cinta mengatasi kelelahan. Cinta mengatasi kekurangan-kekurangan.

Dikemukakan, Allah adalah kasih. Inti hidup membiara adalah penyerahan diri kepada Tuhan secara total melalui kaul. Itulah sebabnya ia menyampaikan terima kasih kepada komunitas Tarekat MSC yang telah mendukung perjalanan penyerahan diri secara total.

Pastor Andre yang mendapat kesempatan pertama mengungkapkan kebahagiaannya karena Pemimpin MSC di Roma selalu mendukung dan mendoakannya supaya tetap setia sebagai MSC. Diceritakan pula masa-masa indahnya saat berada dalam pembinaan di novisiat.

Pastor Christian Santie yang adalah kakak Pastor Andre mengungkapkan kebahagiaannya yang luar biasa karena perayaan 50 tahun hidup membiara di dampingi oleh tiga uskup yakni Mgr. Canis, Mgr. Rolly dan Mgr. Yos.

Saat memberikan sambutan di acara syukuran di aula paroki, usai misa, Mgr. Rolly menyampaikan terima kasih kepada konfrater MSC yang merayakan Pesta Emas Hidup Membiara atas pemberian diri mereka karena kasih yang berasal dari Tuhan, yang telah tertanam dan mengalir dalam seluruh perjalanan hidup mereka.

Bersama dengan para imam, frater, bruder, suster dan umat, Mgr. Rolly menyampaikan selamat kepada yubilaris yang merayakan 50 tahun hidup membiara. “Selamat berbahagia,” ujar Mgr. Rolly.

Tentu, sambung mantan Provinsial MSC Indonesia itu, kasih itu menjadi konkrit / nyata mulai dari keluarga. Kehadiran keluarga yakni adik-adik, keponakan di sini (perayaan 50 tahun hidup membiara) mengingatkan kita sekalian khususnya para yubilaris bahwa apa yang terjadi saat ini punya kisah atau cerita yang sangat panjang mulai dari keluarga masing-masing hingga menjadi seperti sekarang.

Dijelaskan, tadi (di gereja – Red), kita sudah mendengarkan sukacita ketiga yubilaris serta sumber kekuatan dari ketiganya seperti disampaikan Mgr. Canis bahwa semua itu bisa terjadi atau bersumber dari kasih.

Dan kasih itu, menurut gembala kelahiran 5 Januari 1957 ini, bersumber dari Allah, seperti disebutkan dalam bacaan Injil (Yoh. 15 : 9-17 – Red). Allah adalah kasih sebagai pemrakarsa kehidupan ketiga yubilaris.

“Karena kekuatan kasih itu, kita boleh menyaksikan, bukan hanya mendengarkan sebagian dari sharing ketiga yubilaris pada saat misa, yang terlalu singkat (karena diibatasi – Red) tapi kita semua tahu ketiga yubilaris ini, yang memberikan diri karena kasih, dan bisa hadir di mana-mana, melayani di mana-mana dengan buah-buah yang luar biasa terutama buah kasih, buah iman, dan buah harapan,” ujar Mgr. Rolly.

Mengutip bacaan misa, Mgr. Rolly. menjelaskan, tiada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan diri dan nyawa untuk sahabat-sahabatnya. “Mgr Canis, Pastor Christian, dan Pastor Andre, terima kasih atas pemberian diri,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Asiano Gemmy Kawatu (yang hadir mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat syukuran) dan Wakil Walikota Wenny Lumentut ketika memberikan sambutan pada acara syukuran menyampaikan selamat atas 50 tahun hidup membiara konfrater MSC tersebut. (lk)