Meimo News

Meimonews com – Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kota Manado Tahun 2023 terus bertugas dan merampungkan kerjanya terkait dengan penanganan pasca bencana banjir dan tanah longsor, Januari 2023, yang saat ini sudah memasuki masa Transisi Darurat Pemulihan Bencana.

” Kami, Satgas Penanggulangan Bencana Alam Kota Manado yang dipimpin Sekda Kota Manado pak Micler Lakat terus melakukan tugas di masa pemulihan ini, yang akan berakhir 27 April 2023,” ujar Sekretaris Satgas Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Selasa (11/4/2023).

Pelaksanaan kegiatan ini, sambung Sambuaga, terus dipantau dan diberikan arahan oleh Walikota Manado Andrei Angouw dan Wakil Walikota Manado Richard Sualang agar berjalan sebagaimana mestinya.

Dikemukakan, penanganan masa Transisi Darurat Pemulihan Bencana Alam melibatkan satuan kerja yang ada di Kota Manado. Ada koordinasi dan rapat-rapat sehingga bila masalah-masalah bisa secepatnya diselesaikan.

Demikian pun, sambung Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado ini, pelaporan dan progresnya senantiasa dibuat oleh Satgas sehingga segala kegiatan dapat terukur dan dipertanggungjawabkan.

Kegiatan penanganan pasca bencana yang kini sudah memasuki masa Transisi Tanggap Darurat kedua bukan saja hanya kepada warga yang sudah dipindahkan ke Pandu dan hal-hal terkait dengan itu tapi juga bagi warga yang fasilitas pemukimannya rusak serta perbaikan sarana/prasarana penyebab banjir dan longsor.

“Saat ini, antara lain sedang perbaikan dan rehab rumah-rumah warga yang rusak akibat terdampak bencana serta pelebaran sungai dan perbaikan tanggul-tanggul sungai yang rusak atau pengadaannya, dan lain-lain,” ujar Sambuaga.

Khusus untuk warga yang tinggal di bantaran sungai seperti di Bailang, Pemerintah Kota Manado telah menyiapkan pemukiman di Pandu. (lk)

Meimonews.com – Walikota dan Wakil Walikota Manado Andrei Angouw dan Richard Sualang (AARS) menghadiri Rapat Paripurna DPRD Manado yang diadakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Manado, Sario, Selasa (11/4/2023).

Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kota Manado Dra. Aaltje Dondokambey, M.Kes., Apt ini memiliki tiga agenda yakni Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Manado Tahun Anggaran 2022; Penandatanganan Persetujuan Bersama Penetapan Anggaran Peraturan Daerah Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Tahun 2023-2043; serta Penetapan Perubahan Alat Kelengkapan DPRD Kota Manado.

Dalam Penyampaian LKPJ, Walikota memaparkan berbagai program Pemerintah Kota Manado dan penganggarannya, serta realisasi APBD Tahun 2022 dengan pencapaian 1,55 triliun rupiah dan target pendapatan 1,66 triliun rupiah.

Dilaporkan pula pencapaian PAD sebesar 357 miliar rupiah, Pajak Daerah 318 miliar rupiah, Pendapatan Retribusi 18,7 miliar rupiah, Transfer 1,127 triliun rupiah, Belanja Pendapatan Lainnya yang Sah 53 miliar rupiah, Belanja Daerah 1,69 triliun rupiah, Belanja Operasional 1,208 triliun rupiah, Belanja Modal 884 miliar rupiah, Belanja Tidak Terduga 5,52 miliar rupiah, dan Pembiayaan Daerah 266,8 miliar rupiah.

Rapat dilanjutkan dengan Penandatanganan Persetujuan Bersama Penetapan Anggaran Peraturan Daerah Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Tahun 2023-2043 antara Walikota Manado dan Pimpinan DPRD Kota Manado.

Hadir dalam Rapat Paripurna ini, Sekretaris Daerah Kota Manado Dr. Micler Lakat, SH., MH, Forkopimda Kota Manado, Kepala SKPD, Staf Ahli Walikota, Staf Khusus Walikota, para Camat, serta undangan lainnya. (lk)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng IPU menghadiri Rapat Kerja dan Penandatangan Kontrak Kinerja Tahun 2023 yang dilaksanakan di Aula LP3 Unsrat Manado, Selasa (11/4/2023).

Dalam sambutannya, Prof. Sompie menegaskan, Unsrat perlu melakukan transformasi pendidikan tinggi, sehingga dapat sejalan dan harmonis mencapai target delapan IKU-PTN yang ditetapkan Kemenristekdikti.

Rektor berharap, kontrak kinerja yang dilakukan menjadi panduan bagi setiap koordinator pusat untuk mencapai target kinerja sesuai tugas dan fungsinya.

Selain itu,, “mampu mewujudkan visi Rektor Unsrat yaitu Perguruan Tinggi Unggul Berbudaya menuju World Class University,” ujar Prof. Sompie.

Usai kegiatan, Prof. Sompie mewakili Unsrat melakukan penandatanganan MoU (memorandum of understanding) dengan Dirut PT. Bank SulutGo Revino D. Pepah yang dilakukan di Ruang Rapat Kantor Pusat Unsrat, Selasa (11/4/2023).

Mendampingi Prof. Sompie adalah Wakil Rektor 1 Prof. Dr. Ir. Grevo Gerung, M.Sc, Wakil Rektor 2 Dr. Ronny Maramis, SH, MH dan Wakil Rektor 4 Prof. Dr. Ir. Sangkertadi.

Dalam sambutannya, Prof. Sompie menjelaskan, penandatanganan MoU ini wajib dilanjutkan dengan Perjanjian Kerja Sama di tingkat fakultas atau lembaga dengan intensitas implementasi aktif untuk menunjang program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka.

Rektor mengapresiasi upaya yang dilakukan Direktur Utama PT Bank SulutGo yang telah menginisiasi terwujudnya kerja sama ini. Itulah sebabnya, Rektor berharap penandatanganan ini memberikan manfaat dalam hal pengelolaan keuangan dan menunjang Tridharma Perguruan Tinggi.

Secara khusus Rektor berterima kasih kepada PT Bank SulutGo yang telah memberi CSR berupa hibah sebuah sarana transportasi bagi mahasiswa dan dosen dalam bentuk bus untuk menunjang kegiatan pembelajaran di luar kampus.

Direktur Utama PT Bank SulutGo Revino M. Pepah dalam sambutannya mengatakan, dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman antara Unsrat dan PT Bank SulutGo akan mendorong kinerja pihaknya.

“Karena Bank SulutGo mempunyai komitmen memberikan layanan yang terbaik,” ujar Pepah. (FA)

Meimonews.com – Bupati Minahasa Dr. Ir. Royke Octavian Roring, M.Si, IPU Asean Eng menegaskan, apel kerja ini tidak hanya kegiatan rutin yang dilaksanakan tanpa makna tapi merupakan momentum yang tepat untuk mengevaluasi sejauhmana pelaksanaan tugas dan kinerja yang telah dilakukan sambil mempersiapkan pelaksanaan tugas dan kerja ke depan.

Hal tersebut ditegaskan Bupati dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Minahasa Dr. Lynda  Deasy Watania, SE, M.Si pada Apel Perdana Awal April di Gedung Wale Ne Tou Tondano, Selasa (11/4/2023).

Apel yang dipimpin Watania sebagai pembina apel ini diikuti seluruh ASN Eselon I, II, III, dan IV dan THL Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Bupati menambahkan, apel perdana dilaksanakan dalam rangka memperkuat motivasi serta membangun kebersamaan tim kerja Pemerintah Daerah dalam mensinergikan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

“Agar selaras dengan dinamika tuntutan perubahan yang berkembang dalam lingkup pemerintahan baik nasional maupun daerah, termasuk di dalamnya transformasi digitalisasi dalam pelayanan publik,” ujar Sekda Minahasa Dr. Lynda Watania mengutip sambutan Bupati.

Kepada semua ASN dan THL lingkup Pemkab Minahasa diminta untuk menciptakan sistem dan mekanisme kerja yang mengikuti aturan dan prosedur, dengan ramah dan santun, membangun koordinasi dan komunikasi yang efektif, serta meningkatkan performance dan kinerja individu maupun organisasi.

Terkait dengan cuaca saat ini yang cenderung berubah-ubah, diminta mencermatinya. Kepada ASN dan THL diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam, sambil memperhatikan kebersihan dan keindahan halaman dan lingkungan di sekitar.

Di momen ini, Bupati dan Wakil Bupati Dr. (Hc) Robby Dondokambey, S.Si, MAP menyampaikan terima kasih dan memberi apresiasi kepada semua yang telah berperan aktif sehingga Pemkab Minahasa meraih beberapa penghargaan di awal tahun 2023 berkaitan dengan kinerja yang telah dilaksanakan bersama.

”Semoga dengan keberhasilan atas kerja jajaran Pemerintah Daerah, DPRD, Forkopimda serta partisipasi masyarakat akan meningkatkan pembangunan yang bermuara kepada kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Minahasa,” ujar Sekda mengutip Bupati.

Di awal sambutannya, Bupati menyampaikan selamat Paskah kepada umat kristiani dengan harapan semoga makna kebangkitan Tuhan Yesus akan meningkatkan iman dalam kehidupan orang percaya yang memiliki hidup berkemenangan dan pengharapan akan kehidupan yang kekal. (*)

Meimonews.com – Setidaknya, ada tujuh keuntungan bagi wajib pajak (WP) bila telah mengurus balik nama kendaraan bermotor (BNKB) menjadi atas nama sendiri.

“Ada beberapa keuntungan jika wajib pajak (WP) sudah mengurus balik nama kendaraan bermotor menjadi atas nama sendiri,” ujar Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut June Silangen kepada Meimonews.com di Manado, Senin (10/4/2023).

Ketujuh keuntungan tersebut adalah pertama, terjamin legalitas kendaraan bermotor; kedua, mempermudah persyaratan administrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB); ketiga, bisa memanfaatkan banyak kemudahan/inovasi layanan Samsat Bapenda Sulut.

Keempat, mempermudah penemuan kembali apabila dokumen STNK/BPKB terjadi kehilangan; kelima, mempermudah klaim asuransi kecelakaan; keenam, menghindari dampak penyalahgunaan kendaraan oleh pihak lain; ketujuh, berkontribusi positif dalam program pembangunan di Sulawesi Utara.

Itulah sebabnya, June mengajak masyarakat wajib pajak untuk memanfaatkan Program Tiga Hebat Bebas BNKB dari Pemprov Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw yang telah dimulai pada 28 Maret dan akan berakhir pada 26 Mei mendatang.

“Marijo torang bayar pajak kendaraan bermotor karena sekarang ada Keringanan Ramadhan 3 Hebat yakni bebas denda administrasi, diskon PKB 5 – 10 persen, serta bebas bea balik nama kendaraan bermotor,” ajak June.

Disebutkan, untuk poin pertama dan dua, bisa cek di Apk. TIM SALUT (potong otomatis) dan dibayarkan secara online atau di Samsat dan atau apabila jatuh tempo pajak tahunan. Untuk poin tiga, berproses di Samsat asal domisili STNK. Dan untuk ganti STNK / pajak 5 tahunan proses di Samsat asal STNK. (elka)

Meimonews.com – Hari-hari belakangan ini, wilayah Kabupaten Minahasa dilanda hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang, yang mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan tanah longsor.

Menyikapi hal itu, Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Minahasa mengimbau kepada warganya agar selalu waspada terhadap segala kemungkinan yang bisa terjadi.

“Waspadai terhadap kemungkinan resiko bencana yang dapat terjadi,” sebut Kadis Kominfo Maya Marina Kainde, SH, MAP dalam siaran persnya mengutip imbauan Bupati Dr. Ir. Royke Octavian Roring, M.Si, IPU Asean Eng dan Wakil Bupati Dr. (Hc) Robby Dondokambey, S.Si, MAP, Sabtu (8/4/2023).

Warga yang berada di lokssi ketinggian atau lereng gunung yang rawan terjadinya bencana banjir dan longsor diharap berhati-hati. Hindari pohon-pohon yang rawan tumbang.

“Berhati-hatilah bila melakukan aktivitas di luar rumah baik menggunakan kendaraan bermotor maupun berjalan kaki,” imbaunya.

Diimbau pula untuk selalu mengikuti informasi  BMKG (Badan Meteorologi dan Geofisika) dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) serta menjaga kebersihan lingkungan. (Fer)

Meimonews.com -:Umat Stasi St. Fransiskus Xaverius Maumbi Paroki Sta. Ursula Watutumou pimpinan Decky Dumanau melakukan Perarakan Jalan Salib di Perayaan Jumat Agung, Jumat (7/4/2023).

Perarakan dilakukan dengan mengitari Desa Maumbi Kecamatan Kalawat mulai jam 07.00 sampai 09.30 Wita.  Start dan finish di Gereja Stasi.

Peragaan Kisah Sengsara Yesus Kristus dilakoni Orang Muda Katolik pimpinan Stovel Kalengkongan.

Ada 14 perhentian kisah sengsara, di mana 10 tempat-tempat tersebut berada di depan rumah umat stasi, 3 di depan gereja dan 1 di dalam gereja.

Walaupun berarak, namun umat khusuk dan tertib mengikuti jalannya acara, di mana sebagian besar mengikuti jalan Kabupaten khususnya Desa Maumbi.

Pengaturan perarakan telah disiapkan dengan baik oleh KBK dan LC Stasi serta didukung masyarakat setempat sehingga tidak mengganggu arus lalulintas/pengguna jalan, padahal jalur tersebut sangat padat arus lalulintasnya karena merupakan jalan poros Manado – Bitung.

“Perarakan ini sungguh meñggugah hati umat sehingga banyak umat terlihat berlinang airmatanya saat proses jalan salib,” ujar Johan Wewengkang, tokoh umat setempat kepada Meimonews.com. (Fer)

Meimonews.com – Umat Katolik di seluruh dunia merayakan Jumat Agung pada Jumat (7/3/2023), yang merupakan rangkaian perayaan Tri Hari Suci (Kamis Putih, Jumat Agung, dan Minggu Paskah)

Di dalam tata perayaanJumat Agung tersebut, ada bagian pentingnya. Salah satunya adalah Passio (Kisah Sengsara Yesus Kristus).

Di Paroki St. Josep Pelindung Pekerja Manado, Passio dalam Perayaan Jumat Agung ini dibawakan oleh empat orang (dua perempuan dan dua laki-laki) yang tergabung dalam Orang Muda Katolik (OMK) Paroki.

Melalui pewartaan keselamatan, terjadilah keselamatan bagi umat manusia. Maka, sejak dahulu pewartaan ini terjadi melalui nyanyian. Lagu tradisional berdasarkan sebuah lagu gregorian resitatif yang sudah cukup terkenal.

Dalam kisah Sengsara Yesus Kristus (menurut Yohanis) tersebut ada poin-poin penting yang ditampilkan yakni Mereka menangkap Yesus dan membelenggunya; Yesus dibawa dulu ke Istana Nanas;  Bukankah engkau juga seorang murid Yesus ? Bukan  !.

KerajaanKu bukan dari dunia ini; Salam, ya Raja Bangsa Yahudi; Enyahkan Dia ! Enyahkan Dia ! Salibkan Dia !; Yesus disalibkan bersama dua orang lain; Mereka membagi-bagikan pakaianKu; Itulah anakmu. Itulah ibumu; Selesailah sudah; Segera darah dan air mengalir keluar; Jenazah Yesus dibungkus dengan kain kafan dan dibubuhi dengan wangi-wangian.

Karena passio ini dinyanyikan dan membutuhkan waktu yang cukup (sekitar 45 menit) maka dibutuhkan persiapan. Dan, itu sudah dilakukan sehingga pelaksanaannya berjalan dengan baik dan lancar. (Fer)

Meimonews.com – Bupati Minahasa Dr. Ir. Royke Octavian Roring, M.Si, IPU, Asean. Eng (ROR) memimpin rapat  dalam rangka pemaparan dari Itinerari Swepdi dan China Guna Pembangunan dan Investasi Solar Powerplant Project at  Danau Tondano Lake North Sulawesi, Kamis (6/4/2023).

Rapat yang diadakan di rumah dinas Bupati Minahasa ini dihadiri Direktur China Zhang Yanggong bersama tim, Kepala Bappelitbangda, para Kepala Dinas dan Camat.

Saat rapat, Bupati menerima pemaparan rencana investasi Danau Tondano dari Cina dimana Itinerari Swepdi merupakan BUMN terbesar ke lima di dunia.

“Sebagai Bupati Minahasa saya sangat menyetujui dan mensuport investasi pembangkit tenaga surya di Danau Tondano bisa terwujud sesuai dengan peraturan dan perundang – undangan,” ujar ROR.

Dijelaskan, Danau Tondano yang memiliki luas sekitar 4719 hektar merupakan sumber air bukan hanya untuk rakyat Minahasa saja namun untuk Sulawesi Utara.

Danau Tondano juga, tambah ROR, termasuk lokasi wisata, sumber air irigasi persawahan, sumber air minum rakyat Sulut, sumber pembangkit listrik tenaga air 67,4 KPA megawatt. (Fer)

Oleh : Dr Paulus Januar, drg, MS, CMC

Meimonews.com – Maret 2023 sudah 3 tahun Covid-19 berkecamuk. Meski dikatakan telah mereda, namun patut dilakukan refleksi  apakah Covid-19 akan berakhir serta bagaimana selanjutnya.

Kasus Covid-19 pertama kali ditemukan pada Desember 2019 di Wuhan-Cina.  Selanjutnya, Covid-19 menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Pada 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Covid-19 sebagai pandemi, dan pada bulan yang sama Covid-19 pertama kali ditemukan di Indonesia.

Sejak itu, bergulir kisah derita panjang dan masif malapetaka pandemi Covid-19. Tidak ada satu negara pun yang siap menghadapinya, hingga tak pelak lagi jatuh banyak korban dan terancam runtuhnya sistem pelayanan kesehatan.

Suatu permasalahan utama dalam menghadapi Covid-19 adalah virusnya yang cepat bermutasi mengubah diri. Dimulai varian Alpha (B.1.1.7) yang muncul pada akhir 2019, kemudian pada akhir 2020 berkembang varian Delta (B.1.617.2) yang ganas dan memakan banyak korban di seluruh dunia.

Selanjutnya, pada akhir 2021 terdapat varian Omicron (B.11.529) yang meluas namun tak terlalu ganas. Terakhir terdapat varian Arcturus (XBB.1.16) yang ditemukan pada Maret 2023 serta kini mendapatkan perhatian serius karena telah melanda sejumlah negara.

Namun, pada saat yang sama dengan merebaknya pandemi Covid-19 juga berlangsung perjuangan heroik untuk mengatasinya, meski dengan keterbatasan sumber daya dan dalam suasana ketidaktahuan akan penyakit yang tiba-tiba mucul. Menghadapi pandemi Covid-19 menjadi tonggak sejarah perjalanan peradaban umat manusia dalam menjawab tantangan zaman.

Pencegahan penyebaran Covid-19 dijalankan secara massal terutama dalam bentuk memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak serta mencegah kerumunan dan membatasi mobilitas. Bersamaan dengan itu, walau penuh kesulitan dikembangkan metode penatalaksanaan pasien Covid-19, seraya secara tanggap darurat dilakukan mobilisasi pelayanan kesehatan.

Selain pengembangan pelayanan kesehatan, juga dilakukan penelitian genomik untuk menelusuri perihal virus SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19. Berkat penelitian yang secara meluas dilakukan di berbagai tempat, pada akhir 2020 berhasil ditemukan vaksin untuk mencegah Covid-19 dan segera dilakukan vaksinasi massal di seluruh dunia.

Menghadapi Petaka
Hingga akhir Maret 2023, di seluruh dunia jumlah kumulatif kasus Covid-19 sebanyak 761,4 juta dengan kematian 6,8 juta orang. Sedang di Indonesia tercatat 6,7 juta kasus Covid-19 dengan kematian 161 ribu orang meninggal.

Dalam hal Covid-19, ternyata Indonesia jauh lebih baik dibanding Amerika Serikat yang pelayanan kesehatannya dapat dikatakan lebih baik. Di Amerika Serikat terdapat 106,2 juta kasus Covid-19 yang menyebabkan 1,15 juta kematian. Berdasarkan jumlah penduduk Amerika Serikat sebanyak 331 juta, berarti sekitar sepertiga penduduk terkena Covid-19.

Berdasarkan perbandingan dengan penduduk Indonesia yang 273,5 juta, bila tingkat penyakit Covid-19 seperti di Amerika Serikat, maka di Indonesia akan terdapat 87,8 juta kasus Covid-19 dengan kematian 954,4 ribu orang.

Kenyataan keadaan Indonesia yang jauh lebih baik, diperkirakan karena masyarakat Indonesia jauh lebih patuh menjalankan protokol pencegahan Covid-19.

Covid-19 bukan hanya penyakit yang menyerang tubuh namun juga menimbulkan dampak terhadap seluruh sendi kehidupan masyarakat.Demi mencegah penyebaran Covid-19 mengakibatkan kegiatan serta mobilitas mengalami pembatasan, dan dampak selanjutnya terjadi perlambatan ekonomi yang diikuti antara lain dengan banyak orang kehilangan pekerjaan dan peningkatan kemiskinan.

Terhadap permasalahan sosial yang timbul akibat pandemi Covid-19 segera mau tak mau harus dilakukan antisipasi untuk menghadapinya. Berbagai skema bantuan sosial dijalankan negara-negara di dunia. Serta juga secara signifikan muncul solidaritas sosial masyarakat untuk membantu warga di lingkungannya yang terdampak Covid-19.

Covid-19 tidak hanya permasalahan kesehatan semata, melainkan menjadi permasalahan seluruh sektor masyarakat. Dengan demikian penanggulangannya dijalankan dengan strategi dan upaya yang komprehensif serta melibatkan semua pihak.

Berkat kerja keras tanpa mengenal lelah untuk mencegah maupun mengatasinya, kini penularan Covid-19 telah menurun drastis. WHO memperkirakan saat ini sekitar 90% penduduk dunia telah memiliki imunitas terhadap Covid-19, terutama karena vaksinasi maupun juga karena pernah terkena.

Point of No Return
Memasuki tahun ke empat pada 2023, meski telah mereda namun Covid-19 tetap merupakan permasalahan kesehatan masyarakat. Diperkirakan keadaaan tidak akan kembali lagi seperti sebelum terjadinya pandemi, hingga dikenal istilah normal baru (new normal) untuk mendeskripsikan tatanan di masa mendatang.

WHO memperkirakan pada tahun 2023 akan terjadi transisi yang signifikan. Diharapkan tingkat penularan akan dapat ditekan serendah mungkin, dan pengembangan sistem pelayanan kesehatan dapat mengatasi Covid-19 secara terintegrasi dan berkesinambungan.

Tapi bagaimanapun Covid-19 tetap akan senantiasa berada di tengah kehidupan umat manusia. Meski sangat sedikit, namun di sana-sini penularan Covid-19 masih terjadi. Kemudian kalau tidak berhati-hati, tidak mustahil akan muncul varian baru virus SARS-CoV-2.

Kewaspadaan terhadap kemungkinan manifestasi Covid-19 di masa depan tidak dapat diabaikan. Dengan demikian upaya pencegahan penularan Covid-19 tetap harus selalu dijalankan. Surveilans serta vaksinasi harus pula tetap dilakukan.

Selain itu, pengembangan sistem pelayanan kesehatan untuk mitigasi maupun penatalaksanaan Covid-19 juga perlu dilakukan. Serta tetap perlu pula senantiasa melakukan tindakan mengatasi misinformasi bahkan hoaks mengenai Covid-19.

Pandemi lain tidak mustahil akan terjadi di masa mendatang, walau kini tidak diketahui bentuknya dan dari mana asalnya. Dengan demikian belajar dari pengalaman menghadapi Covid-19 perlu dikembangkan ketahanan kesehatan untuk mengatasi serangan permasalahan kesehatan yang di masa depan bisa saja terjadi.

Pandemi Covid-19 menumbuhkan kesadaran betapa pentingnya kesehatan sebagai unsur utama kehidupan masyarakat. Namun juga dengan jelas terlihat bahwa permasalahan kesehatan dapat berpengaruh terhadap seluruh sektor kehidupan masyarakat.

Dengan adanya Covid-19 pola interaksi berubah dengan lebih banyak menggunakan teknologi dari tempat yang terpisah dan berkurang kesempatan bertemu langsung. Kenyataan ini meningkatkan interkoneksi orang-orang dengan lokasi yang berbeda namun membawa konsekuensi perubahan dalam pola komunikasi sosial dan kebersamaan.

Pelaksanaan pendidikan dengan merebaknya Covid-19 mengalami perubahan drastis dengan dijalankan secara daring baik pada pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Hal ini diperkirakan akan mengubah model pendidikan serta perkembangan diri peserta didik di masa depan.

Meski Covid-19 kini telah mereda, namun kehidupan masyarakat telah mengalami perubahan dan tidak dapat kembali lagi seperti sebelum berlangsungnya pandemi. Bahkan peningkatan penggunan teknologi seperti internet, sosial media, bisnis online, dan juga telemedicine yang diperkirakan akan berkembang di masa mendatang, tapi dengan adanya Covid-19 semakin mengalami percepatan perwujudannya.

Selanjutnya, Covid-19 tampaknya tak akan berakhir, namun kini relatif lebih dapat dikendalikan. Kenyataan yang menumbuhkan optimisme, peradaban umat manusia selama ini senantiasa mampu mengatasi ancaman yang membahayakan dirinya, serta membangun tata kehidupan baru yang berbeda dengan sebelumnya.

Setelah bangkit dari serangan Covid-19, kehidupan masyarakat menjadi semakin inklusif, berdaya tahan, dan berkelanjutan (sustainable).  Semoga hari-hari depan yang cerah cemerlang segera menjelang ! (Penulis adalah Pakar Kesehatan Masyarakat)