Meimo News

Meimonews.com – Bupati Minahasa Dr. Ir. Royke Octavian Roring, M.Si, IPU, Asean. Eng (ROR) memimpin rapat  dalam rangka pemaparan dari Itinerari Swepdi dan China Guna Pembangunan dan Investasi Solar Powerplant Project at  Danau Tondano Lake North Sulawesi, Kamis (6/4/2023).

Rapat yang diadakan di rumah dinas Bupati Minahasa ini dihadiri Direktur China Zhang Yanggong bersama tim, Kepala Bappelitbangda, para Kepala Dinas dan Camat.

Saat rapat, Bupati menerima pemaparan rencana investasi Danau Tondano dari Cina dimana Itinerari Swepdi merupakan BUMN terbesar ke lima di dunia.

“Sebagai Bupati Minahasa saya sangat menyetujui dan mensuport investasi pembangkit tenaga surya di Danau Tondano bisa terwujud sesuai dengan peraturan dan perundang – undangan,” ujar ROR.

Dijelaskan, Danau Tondano yang memiliki luas sekitar 4719 hektar merupakan sumber air bukan hanya untuk rakyat Minahasa saja namun untuk Sulawesi Utara.

Danau Tondano juga, tambah ROR, termasuk lokasi wisata, sumber air irigasi persawahan, sumber air minum rakyat Sulut, sumber pembangkit listrik tenaga air 67,4 KPA megawatt. (Fer)

Oleh : Dr Paulus Januar, drg, MS, CMC

Meimonews.com – Maret 2023 sudah 3 tahun Covid-19 berkecamuk. Meski dikatakan telah mereda, namun patut dilakukan refleksi  apakah Covid-19 akan berakhir serta bagaimana selanjutnya.

Kasus Covid-19 pertama kali ditemukan pada Desember 2019 di Wuhan-Cina.  Selanjutnya, Covid-19 menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Pada 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Covid-19 sebagai pandemi, dan pada bulan yang sama Covid-19 pertama kali ditemukan di Indonesia.

Sejak itu, bergulir kisah derita panjang dan masif malapetaka pandemi Covid-19. Tidak ada satu negara pun yang siap menghadapinya, hingga tak pelak lagi jatuh banyak korban dan terancam runtuhnya sistem pelayanan kesehatan.

Suatu permasalahan utama dalam menghadapi Covid-19 adalah virusnya yang cepat bermutasi mengubah diri. Dimulai varian Alpha (B.1.1.7) yang muncul pada akhir 2019, kemudian pada akhir 2020 berkembang varian Delta (B.1.617.2) yang ganas dan memakan banyak korban di seluruh dunia.

Selanjutnya, pada akhir 2021 terdapat varian Omicron (B.11.529) yang meluas namun tak terlalu ganas. Terakhir terdapat varian Arcturus (XBB.1.16) yang ditemukan pada Maret 2023 serta kini mendapatkan perhatian serius karena telah melanda sejumlah negara.

Namun, pada saat yang sama dengan merebaknya pandemi Covid-19 juga berlangsung perjuangan heroik untuk mengatasinya, meski dengan keterbatasan sumber daya dan dalam suasana ketidaktahuan akan penyakit yang tiba-tiba mucul. Menghadapi pandemi Covid-19 menjadi tonggak sejarah perjalanan peradaban umat manusia dalam menjawab tantangan zaman.

Pencegahan penyebaran Covid-19 dijalankan secara massal terutama dalam bentuk memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak serta mencegah kerumunan dan membatasi mobilitas. Bersamaan dengan itu, walau penuh kesulitan dikembangkan metode penatalaksanaan pasien Covid-19, seraya secara tanggap darurat dilakukan mobilisasi pelayanan kesehatan.

Selain pengembangan pelayanan kesehatan, juga dilakukan penelitian genomik untuk menelusuri perihal virus SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19. Berkat penelitian yang secara meluas dilakukan di berbagai tempat, pada akhir 2020 berhasil ditemukan vaksin untuk mencegah Covid-19 dan segera dilakukan vaksinasi massal di seluruh dunia.

Menghadapi Petaka
Hingga akhir Maret 2023, di seluruh dunia jumlah kumulatif kasus Covid-19 sebanyak 761,4 juta dengan kematian 6,8 juta orang. Sedang di Indonesia tercatat 6,7 juta kasus Covid-19 dengan kematian 161 ribu orang meninggal.

Dalam hal Covid-19, ternyata Indonesia jauh lebih baik dibanding Amerika Serikat yang pelayanan kesehatannya dapat dikatakan lebih baik. Di Amerika Serikat terdapat 106,2 juta kasus Covid-19 yang menyebabkan 1,15 juta kematian. Berdasarkan jumlah penduduk Amerika Serikat sebanyak 331 juta, berarti sekitar sepertiga penduduk terkena Covid-19.

Berdasarkan perbandingan dengan penduduk Indonesia yang 273,5 juta, bila tingkat penyakit Covid-19 seperti di Amerika Serikat, maka di Indonesia akan terdapat 87,8 juta kasus Covid-19 dengan kematian 954,4 ribu orang.

Kenyataan keadaan Indonesia yang jauh lebih baik, diperkirakan karena masyarakat Indonesia jauh lebih patuh menjalankan protokol pencegahan Covid-19.

Covid-19 bukan hanya penyakit yang menyerang tubuh namun juga menimbulkan dampak terhadap seluruh sendi kehidupan masyarakat.Demi mencegah penyebaran Covid-19 mengakibatkan kegiatan serta mobilitas mengalami pembatasan, dan dampak selanjutnya terjadi perlambatan ekonomi yang diikuti antara lain dengan banyak orang kehilangan pekerjaan dan peningkatan kemiskinan.

Terhadap permasalahan sosial yang timbul akibat pandemi Covid-19 segera mau tak mau harus dilakukan antisipasi untuk menghadapinya. Berbagai skema bantuan sosial dijalankan negara-negara di dunia. Serta juga secara signifikan muncul solidaritas sosial masyarakat untuk membantu warga di lingkungannya yang terdampak Covid-19.

Covid-19 tidak hanya permasalahan kesehatan semata, melainkan menjadi permasalahan seluruh sektor masyarakat. Dengan demikian penanggulangannya dijalankan dengan strategi dan upaya yang komprehensif serta melibatkan semua pihak.

Berkat kerja keras tanpa mengenal lelah untuk mencegah maupun mengatasinya, kini penularan Covid-19 telah menurun drastis. WHO memperkirakan saat ini sekitar 90% penduduk dunia telah memiliki imunitas terhadap Covid-19, terutama karena vaksinasi maupun juga karena pernah terkena.

Point of No Return
Memasuki tahun ke empat pada 2023, meski telah mereda namun Covid-19 tetap merupakan permasalahan kesehatan masyarakat. Diperkirakan keadaaan tidak akan kembali lagi seperti sebelum terjadinya pandemi, hingga dikenal istilah normal baru (new normal) untuk mendeskripsikan tatanan di masa mendatang.

WHO memperkirakan pada tahun 2023 akan terjadi transisi yang signifikan. Diharapkan tingkat penularan akan dapat ditekan serendah mungkin, dan pengembangan sistem pelayanan kesehatan dapat mengatasi Covid-19 secara terintegrasi dan berkesinambungan.

Tapi bagaimanapun Covid-19 tetap akan senantiasa berada di tengah kehidupan umat manusia. Meski sangat sedikit, namun di sana-sini penularan Covid-19 masih terjadi. Kemudian kalau tidak berhati-hati, tidak mustahil akan muncul varian baru virus SARS-CoV-2.

Kewaspadaan terhadap kemungkinan manifestasi Covid-19 di masa depan tidak dapat diabaikan. Dengan demikian upaya pencegahan penularan Covid-19 tetap harus selalu dijalankan. Surveilans serta vaksinasi harus pula tetap dilakukan.

Selain itu, pengembangan sistem pelayanan kesehatan untuk mitigasi maupun penatalaksanaan Covid-19 juga perlu dilakukan. Serta tetap perlu pula senantiasa melakukan tindakan mengatasi misinformasi bahkan hoaks mengenai Covid-19.

Pandemi lain tidak mustahil akan terjadi di masa mendatang, walau kini tidak diketahui bentuknya dan dari mana asalnya. Dengan demikian belajar dari pengalaman menghadapi Covid-19 perlu dikembangkan ketahanan kesehatan untuk mengatasi serangan permasalahan kesehatan yang di masa depan bisa saja terjadi.

Pandemi Covid-19 menumbuhkan kesadaran betapa pentingnya kesehatan sebagai unsur utama kehidupan masyarakat. Namun juga dengan jelas terlihat bahwa permasalahan kesehatan dapat berpengaruh terhadap seluruh sektor kehidupan masyarakat.

Dengan adanya Covid-19 pola interaksi berubah dengan lebih banyak menggunakan teknologi dari tempat yang terpisah dan berkurang kesempatan bertemu langsung. Kenyataan ini meningkatkan interkoneksi orang-orang dengan lokasi yang berbeda namun membawa konsekuensi perubahan dalam pola komunikasi sosial dan kebersamaan.

Pelaksanaan pendidikan dengan merebaknya Covid-19 mengalami perubahan drastis dengan dijalankan secara daring baik pada pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Hal ini diperkirakan akan mengubah model pendidikan serta perkembangan diri peserta didik di masa depan.

Meski Covid-19 kini telah mereda, namun kehidupan masyarakat telah mengalami perubahan dan tidak dapat kembali lagi seperti sebelum berlangsungnya pandemi. Bahkan peningkatan penggunan teknologi seperti internet, sosial media, bisnis online, dan juga telemedicine yang diperkirakan akan berkembang di masa mendatang, tapi dengan adanya Covid-19 semakin mengalami percepatan perwujudannya.

Selanjutnya, Covid-19 tampaknya tak akan berakhir, namun kini relatif lebih dapat dikendalikan. Kenyataan yang menumbuhkan optimisme, peradaban umat manusia selama ini senantiasa mampu mengatasi ancaman yang membahayakan dirinya, serta membangun tata kehidupan baru yang berbeda dengan sebelumnya.

Setelah bangkit dari serangan Covid-19, kehidupan masyarakat menjadi semakin inklusif, berdaya tahan, dan berkelanjutan (sustainable).  Semoga hari-hari depan yang cerah cemerlang segera menjelang ! (Penulis adalah Pakar Kesehatan Masyarakat)

Meimonews.com – Sebanyak 44 dari 45 siswa SMA Negeri 1 Manado ikut kompetisi Olimpiade Siswa Nasional (OSN) Tingkat Kota Manado yang berlangsung Selasa – Kamis (4-6/3/2023).

Acara pembukaan dilaksanakan Selasa (4/4/2023) sedang pelaksanaan test berlangsung Rabu-Kamis (5-6/4/2023).

Test secara serentak bersama siswa sekolah-sekolah lain yang ada di Kota Manado namun pelaksanaannya dilakukan di masing-masing sekolah tapi diawasi seperti di SMA Negeri 1 Manado oleh Tim yang ditentukan panitia yakni dari SMA Klabat.

Siswa SMA Negeri 1 Manado yang ikut program nasional ini terdiri dari siswa kelas 10  dan kelas  11. Untuk hari pertama test (Rabu, 5/4/2023) diikuti 19 siswa sedang hari kedua test (Kamis, 6/4/2023) diikuti 25 siswa.

“Sebenarnya, kami memiliki 45 siswa yang akan ikut dalam ONS kali ini, namun seorang siswa berhalangan sehingga hanya diikuti 44 siswa,” ujar Kepala SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jeremias kepada Meimonews.com di sela memantau test hari kedua (Kamis, 6/5/2023).

“Perwakilan dari SMA Negeri 1 Manado ini ikut seleksi di lima mata pelajaran. Tiap mata pelajaran diikuti lima siswa, kecuali ada satu mata pelajaran yang hanya diikuti empat siswa karena seorang siswa berhalangan hadir,” jelas Jeremias.

Mantan Kepala SMA Eben Haezar dan SMK Kalasey ini berharap, dalam kompetisi di tingkat Kota Manado banyak siswa sekolah yang dipimpinnya lolos ke tingkat selanjutnya. (Fer)

Meimonews.com – Guna menjaga agar stok pangan seperti beras aman dan dengan harga terjangkau, Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) Kanwil Sulutgo pimpinan Abd. Muis S. Ali terus melaksanakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Itulah sebabnya, masyarakat diimbau untuk tidak panik dalam berbelanja. “Stok beras Perum Bulog Kanwil Sulut dan Gorontalo (Bulog Sulutgo) cukup dengan harga terjangkau,” ujar Kabid Pengadaan Pangan Kanwil Perum Bulog Sulutgo M.Syaukani dalam percakapan dengan Meimonews.com di ruang kerjanya, Kamis (6/4/2023).

Di dampingi Staf Pemasaran Ireneus Kevin, Syaukani menambahkan, Perum Bulog Kanwil Sulutgo menjangkau hingga ke pelosok negeri dan selalu hadir untuk masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara dan Provinsi Gorontalo.

Dikemukakan, menyambut Bulan Suci Ramadhan, Paskah, dan Idul Fitri, Perum Bulog Kanwil Sulut dan Gorontalo menggelar Operasi Pasar di dua provinsi tersebut.

Kegiatan ini bekerjasama dengan Pemda dan Dinas terkait, di mana Perum Bulog Kanwil Sulutgo sebagai bagian dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) turut berperan aktif dalam rangka mengendalikan inflasi di Provinsi Sulutgo melalui operasi pasar murah.
.
Diharapkan, Operasi Pasar dapat meredam kenaikan harga bahan pangan pokok serta untuk membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan bahan pangan pokok khususnya beras selama Bulan Suci Ramadhan, Paskah, dan Idul Fitri.


.
“Nantikan Operasi Pasar Perum Bulog Kanwil Sulut dan Gorontalo di lingkungan anda,” ujarnya.

Selain melakukan operasi pasar, Bulog juga membuka Gerai Pangan Manado di kompleks kantor (Jalan Diponegoro 7 No. 8 Kelurahan Mahakeret Barat Kecamatan Wenang Manado) dengan harga terjangkau.

Pantauan Meimonews.com, gerai ini terus didatangi warga untuk berbelanja bahan pangan, antara lain beras, gula, minyak goreng, tepung. Petugas dengan ramah dan gerak cepat melayani masyarakat pembeli. (Fer)

Meimonews.com – Langkah responsif dilakukan Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Walikota dan  Wakil Walikota Andrey Angouw dan Richard Sualang (AARS) terkait dengan kerusakan jalan di dekat jembatan Bailang – Molas.

Lewat Dinas PUPR Kota Manado telah diadakan supervisi terkait dengan perbaikan ruas jalan tersebut bersama instansi terkait/berwewenang pada Rabu (5/4/2023).

Berdasarkan kewenangan, ruas jalan ini merupakan jalan nasional sehingga untuk perbaikannya merupakan kewenangan Pemerintah Pusat dan telah dikoordinasikan Dinas PUPR Kota Manado dan Dinas PUPR Provinsi Sulut ke Balai Jalan sebagai pelaksana teknis pekerjaan pembangunan dan pemeliharaan jalan.

“Intensitas koordinasi ini merupakan wujud pelaksanaan tugas  Pemerintah Kota Manado menjamin keberlangsungan aktivitas dan mobilitas warga agar dapat berlangsung lancar melalui ketersediaan infrastruktur yang memadai,” ujar Kadis Kominfo Manado Erwin Kontu kepada Meimonews.com di Manado, Rabu (5/3/2023).

Diketahui, cuaca ekstrim yang melanda Kota Manado selang empat bulan terakhir pada periode Januari – April 2023 telah menyebabkan beberapa konstruksi jalan dan jembatan mengalami kerusakan. Sebut saja ruas jalan Mapanget – Molas dan Jembatan Bailang – Molas.

Terhadap kerusakan fasilitas ini, sebagian besar masyarakat berharap banyak Pemerintah Kota Manado dapat segera melakukan perbaikan. Benarkah seluruh jalan dan jembatan di Kota Manado menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Manado ?

Kontu menjelaskan, berdasarkan Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan sebagaimana diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2022, sesuai kewenangannya, jalan umum dikelompokkan dalam 5 klasifikasi yaitu jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten, jalan kota, dan jalan desa.

Untuk jembatan, menurut fungsinya dapat diklasifikasikan sebagai jembatan jalan raya, jembatan jalan rel, jembatan untuk talang air/aquaduk, dan jembatan untuk menyeberangkan pipa-pipa (air, minyak, gas). Sedangkan berdasarkan struktur atasnya jembatan dikategorikan sebagai  jembatan balok/gelagar, jembatan pelat, jembatan pelengkung, jembatan rangka, jembatan gantung, dan jembatan cable stayed.

Dalam Permendagri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah, tambahnya,  penanganan urusan jalan dan jembatan bagi pemerintah dilaksanakan melalui program Penyelenggaraan Jalan dengan kegiatan Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota/Provinsi.

“Berdasarkan regulasi tersebut, kerusakan jalan dan jembatan di ruas jalan Mapanget – Molas dan jembatan Bailang – Molas, telah ditindaklanjuti Pemkot Manado sesuai kewenangannya,” jelas Kadis Kominfo Manado.

Disebutkan, koordinasi ini kemudian ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait. Di ruas jalan Mapanget – Molas misalnya, sejak Senin (3/4/2023) lalu telah dilakukan tender pekerjaan perbaikan jembatan sebesar 2,75 miliar, yang diperkirakan pekerjaan sudah dapat dimulai pada 1 Mei 2023. Sementara itu untuk pekerjaan perbaikan jalan sebesar 1,35 akan dilakukan tender dalam waktu dekat. (lk)

Meimonews com – Sekda Minahasa Dr. Lynda D. Watania, SE, M.Si mengingatkan kepada seluruh Hukum Tua di Kabupaten Minahasa untuk menggunakan dana desa sesuai petunjuk teknis (juknis) yang ada.

“Saya minta kepada seluruh Hukum Tua dan perangkat desa ketika mengelola keuangan desa harus sesuai aturan. Jangan sampai nantinya malah terjerat hukum hingga dipenjara,” ujarnya, Selasa (4/4/2023).

Pemerintah Desa, tambahnya, harus mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Pasalnya, Dana desa itu dikucurkan Pemerintah Pusat demi memacu pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.

“Kelolalah dana desa itu sebaik-baiknya. Ikuti petunjuk teknis yang sudah diberikan ketentuannya dari pemerintah,”  tegas Sekda.

Sekda berpesan agar penggunaan dana desa harus dipublikasikan secara transparan, sehingga masyarakat bisa mengetahuinya.

“Penggunaan dana desa diawasi oleh Badan Pengawas Desa dan masyarakat. Untuk itu, jangan coba-coba main-main dengan anggaran tersebut,” katanya mengingatkan.

Sekda optimis Pemerintah Desa bisa lebih memahami penggunaan dan pelaporan keuangan sehingga dapat meminimalisir penyimpangan dana yang dipergunakan untuk kepentingan masyarakat.

Dikemukakan, nantinya, semua laporan keuangan yang bersumber dari dana desa termasuk pembangunan fisik akan diperiksa oleh instansi terkait, apakah itu sesuai aturan atau tidak. (Fer)

  1. Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw dan Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (‘PPKLH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Ir. Sigit Reliantoro, M.Sc menandatangani naskah kesepakatan bersama.

Acara penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan di Ruang Kalpataru, Gedung B Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Jakarta Timur, Selasa (4/4/2023).

Naskah kerjasama yang ditandatangani bersama tersebut terkait Sinergi Program dalam Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan.

Selain itu, dilaksanakan juga penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut Drs. Dasrul Chaniago, MM., ME., M.H dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado Franky Porawouw, S.H tentang Sinergi Program dalam Pelaksanaan Proyek Reduce, Reuse, Recycle to Protect The Marine Environment and Coral Reefs (3RPROMAR).

Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi dari perwakilan Konsultan dari Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) terkait penanganan sampah, pencemaran lingkungan, serta energi dan perubahan iklim. (lk)

Meimonews.com – Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng, IPU mendapat kepercayaan dari Universitas  Udayana Bali. Kepercayaan itu berbentuk penunjukkannya sebagai penguji tamu ujian tesis Strata 3 (doktor).

Penguji tamu dalam ujian disertasi pada universitas lainnya merupakan suatu kehormatan, kredibilitas dan kebanggaan bagi penguji.

“Saya respek dan berterima kasih karena dipercayakan oleh Universitas Udayana menjadi dosen penguji  promosi doktor. Ini merupakan kehormatan dan kebanggaan sebagai seorang guru besar,” ujar Prof. Sompie.

Kehadirannya di Bali untuk menjadi penguji tamu, terkait pula dengan kesempatan untuk melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan dua universitas di Bali.

“Ibarat pepatah Sekali mendayung, dua-tiga pulau terlewati, kehadiran di Bali untuk menjadi dosen penguji, dimanfaatkan pula dengan melakukan MoU dengan Universitas Mahasaraswati dan Universitas Warnadewa,”
ujar Rektor.

MoU dengan Universitas Mahasaraswati Bali, khususnya beberapa laboratorium Fakultas Pertanian seperti Laboratorium Tanaman dan Lingkungan, Laboratorium Agroteknologi dan Laboratorium Teknik Pangan dan Gizi. (FA)

Meimonews.com – Tim Ahli Pertahanan dan Keamanan (Hankam) Badan Intelejen Negara (BIN) Pusat dipimpin Staf Ahli Bidang Hankam Laksamana Muda Prof.(H.C) Dr. Ivan Yulivan, S.E, CHMP,M.Tr (Han) berkunjung ke Unsrat Manado, Selasa (4/4/2023).

Tim BIN-RI tersebut diterima Wakil Rektor 1 Prof. Dr. Ir. Grevo Soleman Gerung, MSc dan Wakil Rektor 4 Prof. Dr. Ir. Sangkertadi, MSc, DEA di Kantor Pusat.

Pertemuan ini bertujuan untuk menjajaki adanya kerjasama BIN dan Unsrat membangun Asrama Mahasiswa Nusantara sebagai upaya menumbuhkembangkan nilai dan sikap mahasiswa yang berwawasan nusantara.

Maksud dan tujuan ini direspon positif dan suportif oleh pihak Unsrat yang diwakili Prof. Gerung dan Prof. Sangkertadi atas nama Rektor Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng IPU, yang berhalangan hadir karena ada kegiatan di Bali yakni sebagai dosen penguji disertasi S3 (doktor) dan menandatangani MoU dengan dua universitas.

Turut hadir Tim Hankam BIN Pusat yaitu Drs. Idham Malik, MSi (Staf Ahli SDA dan Lingkungan Hidup BIN) dan Prof. Dr. Imron Cotan (Staf ahli Wakil Kepala BIN) serta Kabinda Sulut Brigjen TNI Raymond Marojahan, SE. (FA)

Meimonews.com – Di awal kepemimpinan Andrei Angouw dan Richard Sualang (AARS) sebagai Walikota dan Wakil Walikota pada 8 Mei 2021, Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi masalah pelik karena masih terbatas jumlahnya.

Menurut data, hingga tahun 2020, penyediaan taman lingkungan, kelurahan, kecamatan, dan taman kota belum memenuhi target. Baru mencapai 6,13 hektar, sementara dalam Peraturan Daerah Kota Manado tentang RTRW 2014-2034, ditetapkan 237 hektar.

“Awalnya kondisi eksisting 54 taman kelurahan/kecamatan/kota dan 13 titik taman gantung, sebatas taman biasa yang kurang terawat,” ujar Kadis Kominfo Manado Erwin Kontu kepada Meimonews.com, Senin (3/4/2023).

Berkat kecintaan terhadap keindahan kota, sebutnya, Walikota dan Wakil Walikota Manado (AARS) mulai membenahi dan memprioritaskan perawatan dan memperindah 67 taman eksisting secara kontinyu.

Tak berhenti di situ, AARS kemudian membangun 7 taman baru yang representatif yakni 3 taman pada tahun 2022 (Median Taman Patung Piere Tendean,  RTP bapenda, dan RTP Tikala TVRI), dan membangun 4 taman pada tahun 2023 (Median Taman Sario, RTP Ranomut, Taman Median Ringroad, dan Taman Median KONI.

Di penghujung tahun 2022 dan awal 2023, AARS kemudian secara sporadis menyulap pedestrian jalan Piere Tendean sepanjang 2,4 km dan  memperlebar pedestrian dari 2 meter hingga 8 meter sehingga menjadi ruang terbuka hijau dan taman ke – 7 bagi warga Manado.

“Kini, jalan Piere Tendean bukan lagi sekadar pusat kawasan bisnis (Boulevard on Bussines) tetapi menjelma menjadi taman dan tempat bercengkerama warga sambil menikmati keramahan dan keindahan tepian teluk Manado atau sekadar melepas kepenatan sehabis beraktivitas,” tandasnya.

Hadirnya 74 taman dengan 67 taman dirawat instensif dan 7 taman baru di tahun 2022-2023, sambungnya, menjadi karya konkrit AARS menata lingkungan kota yang lebih baik sehingga lebih asri, indah, dan menyenangkan menuju Manado Maju dan Sejahtera. (lk)