Meimo News

Meimonews.com – Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sulawesi Utara Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg yang diwakili  Lady D. Ante, S.Pd, MAP (Sekretaris) bersama Tim menghadiri Launching Sekolah Lansia SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif dan Bermanfaat) Pakalowiren di BKL (Bina Keluarga Lansia) Kasamaan Desa Munte, Kabupaten Minahasa Selatan,  Sabtu (9/9/2023).

Dalam sambutan Kaper yang dibawakan Sekertaris mengungkapkan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta dapat mendukung pengembangan Sekolah Lansia di kelompok BKL yang dapat membantu para pemangku kepentingan dalam merencanakan program Pembangunan Keluarga, dalam upaya meningkatkan pengembangan program kelanjutusiaan melalui pelaksanaan sekolah lansia di kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) di seluruh Indonesia dalam mewujudkan lansia tangguh yang SMART.

Launching sekolah lansia di Kampung KB Kalooranta Desa Munte saat ini, sebutnya, adalah pioner dan percontohan bagi pembentukan sekolah lansia yang lainnya, yang ada di Provinsi Sulawesi Utara.

Oleh sebab itu, diharapkan para anggota lansia yang ada di BKL Kasamaan Desa Munte yang akan menjadi peserta sekolah lansia dapat memanfaatkan momentum yang baik ini untuk mendapatkan berbagai ilmu sehingga dapat lulus dan mengikuti tahapan wisuda nantinya sehingga dapat  mewujudkan lansia yang SMART.

Pembukaan kegiatan ditandai pembukaan selubung papan nama sekolah oleh Bupati Minsel Frangky D. Wongkar, SH dan Sekretaris BKKBN Sulut di dampingi Kepala Dinas PPKB Kabupaten Minahasa Selatan Meity Tumbuan, S.Pd, M.Si.

Setelah itu, penyematan tanda peserta dan pemberian kelengkapan ATK serta buku bagi seluruh siswa peserta Sekolah Lansia dan Penyerahan Piagam Keluarga Harmonis. (Fer)

Meimonews.com – Minggu (10/9/2023) warga Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) di Sulawesi Utara merayakan secara serentak Pengucapan Syukur Tahun 2023.

Terkait dengan momen tersebut, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE memberikan sambutan yang dibacakan di gereja yang merayakan oleh pejabat yang ditugaskan.

Di awal sambutannya, Gubernur mengajak untuk merenungkan dan mempersembahkan terima kasih atas anugerah yang telah diberikan melalui ungkapan rasa syukur yang mendalam kepada Maha Besar Tuhan (Opo Empung Wailan Wangko) atas berkatNya yang melimpah-ruah pada tahun ini.

Tradisi pengucapan syukur, menurutnya, merupakan warisan budaya yang sangat berharga bagi masyarakat Sulawesi Utara. “Acara ini bukan hanya sekadar perayaan panen, tetapi juga simbol dari kesatuan dan persatuan yang telah ada sejak zaman dahulu,” sebut Gubernur.

Kepala Ďaerah yang terpilih dua periode ini menegaskan, meskipun kita hidup di Kabupaten dan Kota yang berbeda, budaya dan kekerabatan kita tetap melekat kuat, menjadi sarana yang mempererat tali persaudaraan di antara kita semua, tanpa memandang suku, agama, atau latar belakang.

Karenanya, pengucapan syukur tahun ini adalah momentum yang penting bagi kita semua untuk bersatu dan bersyukur atas segala berkat dan kesuksesan dalam kehidupan serta keberhasilan panen yang telah kita capai.

“Kita harus mengapresiasi para petani dan mereka yang bekerja di sektor pertanian yang telah berkontribusi besar dalam mencukupi kebutuhan pangan kita,” tegasnya.

Selain itu, kita juga harus bersyukur atas berbagai prestasi dan kemajuan yang telah kita capai dalam berbagai sektor pembangunan di Sulawesi Utara, sehingga di tengah kebahagiaan ini, kita juga tidak boleh melupakan tanggung jawab kita sebagai warga negara yang baik.

Mari, ajak Profesor HC ini, kita terus berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menjaga lingkungan kita, dan membangun Sulawesi Utara yang lebih baik.

“Ini adalah tugas bersama kita semua, dan dengan persatuan dan semangat gotong royong, kita pasti dapat meraih kemajuan yang lebih besar di masa depan,” sebutnya.

Apalagi, di bulan September ini pula, menjadi waktu yang spesial bagi kita semua masyarakat Sulawesi Utara, karena kita akan memperingati HUT ke-59 Provinsi Sulut.

Dalam memeriahkan HUT tahun ini, Pemerintah Provinsi sedang dan akan menggelar beberapa kegiatan besar yang diharapkan dapat menghibur masyarakat sekaligus menjadi wadah untuk mempromosikan daerah kita.

Kegiatan tersebut antara lain, Pameran Discover North Sulawesi di Jakarta; International Yacht Competition; International Fishing Tournament; Upacara Peringatan HUT Provinsi di Pohon Kasih Megamas, serta Aeroshow Pesawat Tempur dan Parasut Show pada tanggal 23 September; serta Pesta Rakyat dan Pameran Pembangunan di Pasar Tematik Tongkaina.

“Untuk itu, dalam semangat Kerja Hebat untuk Sulut Lebih Maju, Saya mengajak kepada segenap Jemaat sekalian untuk dapat melanjutkan informasi ini kepada keluarga dan kerabat, dan kiranya bisa datang dan memeriahkan setiap event yang akan diselenggarakan,” sebutnya.

Gubernur mengingatkan ketika kita bersatu dalam Pengucapan Syukur ini, kita juga harus mengingat pentingnya menjaga Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) di wilayah kita.

Ditekankan bahwa perayaan ini harus dijalani dengan penuh kedamaian dan penghormatan terhadap orang lain. Kita semua tahu bahwa minuman keras dan perilaku yang mengganggu ketertiban dapat merusak suasana perayaan dan bahkan mengancam keselamatan masyarakat.

Oleh karena itu, Gubernur mengimbau kepada semua warga GMIM, khususnya generasi muda, generasi emas pembangunan gereja dan bangsa untuk menjauhi perilaku mabuk-mabukkan dan menjaga ketertiban selama perayaan ini.

Di akhir sambutannya, Gubernur mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen GMIM, para pendeta, hamba-hamba Tuhan, pelayan khusus, perangkat pelayanan dan seluruh Jemaat, atas semangat persatuan dan kebersamaan yang selalu kita tunjukkan.

“Mari kita jaga tradisi pengucapan syukur ini sebagai warisan budaya yang sangat berharga dan terus memperkuat tali persaudaraan di antara kita,” harapnya. (elka)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado telah menerapkan bebas skripsi sejak tahun 2019. “Ya, kami (Unsrat) memang sudah melaksanakan hal itu sejak tahun 2019,” ujar Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Grevo Soleman Gerung.

Dalam percakapan via WhatsApp, Sabtu (9/9/2023), Gerung menjelaskan, Unsrat menerapkan hal itu sebagaimana tertulis dalam pasal-pasal pada Peraturan Akademik Unsrat Tahun 2019.

Dalam peraturan tersebut, sambungnya mewakili Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng. Asean IPU, mahasiswa dapat dinyatakan lulus dengan menyelesaikan tugas akhir/skripsi/tesis/disertasi.

“Sejak saat itu, Unsrat telah meluluskan mahasiswa program sarjana S-1 dengan bebas skripsi,” tegasnya.

Diungkapkan, mahasiswa yang memperoleh penghargaan juara nasional pekan ilmiah mahasiswa nasional dengan kategori penalaran tidak perlu membuat skripsi.

Kelompok mahasiswa yang hasil karya ilmiah mereka juara nasional sudah dianggap sebagai ‘tugas akhir’ atau skripsi dan biasanya satu kelompok terdiri dari tiga mahasiswa, maka seluruh mahasiswa dalam kelompok tersebut dikategorikan ‘bebas skripsi.’

Selanjutnya, menurut Gerung, Unsrat akan inovatif terhadap kebijakan Kemendikbudristek yang bisa menyetarakan  ‘tugas akhir’ sebagai syarat pengakuan akademik terhadap proses pembelajaran yang akan menjadi indikator kelulusan. (FA)

Meimonews.com – Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang RSUP Prof Dr. RD Kandou Manado dr. Yeheskiel Panjaitan, SH. MARS bersama Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya, SE melakukan penandatanganan kesepakatan bersama terkait Jejaring Pengampuh Pelayanan Prioritas dan optimalisasi layanan kesehatan berkualitas di Provinsi Gorontalo.

Penandatanganan kesepakatan yang berlangsung di Hotel Grand Q Kota Gorontalo, Kamis (7/9/2023) ini melibatkan pemerintah Kabupaten/Kota serta Rumah Sakit Pengampuh Nasional dan Regional.

Pakaya memberikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya kepada rumah sakit pengampuh yang sudah turut bekerjasama karena sesuai dengan tujuan dari kesepakatan ini adalah meningkatkan pelayanan kesehatan prioritas kepada masyarakat Gorontalo.

“Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan kualitas layanan kesehatan di wilayah Gorontalo akan semakin ditingkatkan, memberikan manfaat besar bagi penduduk Gorontalo dalam mendapatkan perawatan kesehatan yang berkualitas”, ujarnya.

Dokter Yeheskiel menggarisbawahi pentingnya Transformasi 6 Pilar dalam menghadirkan perubahan positif. Dirjen Yankes Kemenkes memberikan penekanan khusus pada Pilar Nomor 2, yang berkaitan dengan transformasi layanan rujukan.

Pilar Nomor 2 ini, yang berfokus pada peningkatan akses dan mutu layanan rujukan, menjadi prioritas utama dalam upaya Kemenkes untuk meningkatkan kualitas perawatan kesehatan di seluruh propinsi.

Salah satu contoh konkrit dari komitmen ini adalah kesepakatan bersama rumah sakit pengampuh nasional,rumah sakit regional dan Pemerintah Propinsi Gorontalo.

Dalam pertemuan tersebut, rumah sakit pengampuh nasional dan regional, serta gubernur dan bupati yang ada di Gorontalo, bergabung untuk menandatangani kesepakatan penting yang akan membawa perubahan besar dalam layanan kesehatan.

Kesepakatan ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan mutu layanan rujukan di wilayah tersebut.

Dokter Yeheskiel menyatakan, “Peningkatan akses dan mutu layanan rujukan adalah langkah penting dalam memastikan masyarakat Gorontalo mendapatkan perawatan kesehatan yang terbaik. Dengan kerja sama antara semua pihak terkait,”,ujarnya.

Transformasi Pilar Nomor 2 ini diharapkan akan membantu mengatasi masalah aksesibilitas dan mutu layanan kesehatan di seluruh Indonesia, dan kesepakatan di Gorontalo menjadi salah satu contoh terbaik dari komitmen ini.

Ia berharap, langkah serupa akan diambil di seluruh negara untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. (Fer)

Meimonews.com – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unsrat menggelar Puncak Acara Dies Natalis ke-58 di kompleks fakultas, Kamis (7/9/2023).

Dalam sambutannya mewakili Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie,Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Grevo Soleman Gerung, M.Sc mengatakan, momentum dies natalis ini merupakan bentuk evaluasi diri fakultas dan program studi terkait ketercapaian program kerja yang telah disusun oleh pimpinan FIB.

Rektor mengajak civitas FIB untuk saling merangkul, memberi motivasi dan semangat karena itu merupakan budaya cerdas dalam membangun kebersamaan mencapai tujuan yang diharapkan.

Dekan FIB Maya Pingkan Warouw, SS, M.Hum, M.Ed, Ph.D dalam laporannya mengatakan, Dies Natalis ke-58 ini, Fakultas Ilmu Budaya menyadari dengan tantangan eksistensi bahasa dan budaya yang menjadi salah satu kekayaan bangsa Indonesia perlu ada tindakan pelestarian sebagaimana diamanatkan UUD 1945.

Acara puncak peringatan dies diawali Sidang Senat Terbuka yang turut dihadiri sejumlah undangan termasuk Wakil Rektor 2 Bidang Umum dan Keuangan Dr. Ronny Maramis, SH, MH. (FA)

Meimonews.com – Bagi Pemerintah Provinsi Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandou, percepatan penurunan stunting memerlukan komitmen yang kuat dari semua pemangku kepentingan.

“Tidak hanya komitmen tingkat pusat maupun provinsi namun upaya advokasi serta komitmen pemerintah daerah juga harus optimal,” ujar Asisten 1 Setdaprov Sulut Denny Mangala ketika membawakan sambutan mewakili Sekprov Sulut  Steve Kepel pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Percepatan Penurunan Stunting (PPS) dan Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB).

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang CJ Rantung Lantai 2 Kantor Gubernur, Kamis (7/9/2023) ini diselenggarakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut bekerjasama dengan Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana (Disdukcapil KB) Sulut.

Komitmen ini, sambung Mangala pada kegiatan yang turut dihadiri Kadis Dukcapil KB Sulut Christodharma Sondakh dan Plh.Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Lady Ante, S.Pd, MAP mewakili Kaper Ir. Diano Tino Tandaju M.Erg, harus tetap dijaga dan betul-betul dibuktikan pelaksanaan maupun pelaporannya di daerah.

Mangala lantas memaparkan perkembangan stunting di daerah ini dan target penurunan stunting tahun 2024.

Disebutkan, data stunting di Sulut pada tahun 2022 berada di 20,5 persen, hanya turun 1,1 persen dari tahun 2021 pada angka 21,6 persen. “Terget nasional stunting 2024 berada di bawah 14 persen. Artinya, di dua tahun berjalan ini kita harus mampu turunkan 6,1 persen,” ujar Mangala.

Dilihat progres prevalensi stunting di Sulut yang melambat, olehnya rapat ini diharapkan ada komitmen yang sama antara provinsi dan kabupaten/kota untuk mempercepat penurunan stunting yang menjadi program prioritas Presiden Joko Widodo.

“Progresnya agak lambat sehingga tahun ini dipush lagi untuk mencapai target (turun) 3,01 persen di tahun 2023. Lebih bagus lagi kalau progresnya lebih dari itu. Agar tahun 2024 tantangan kita tidak terlalu berat,” tandasnya.

Mangala berharap, pada rapat ini para peserta perwakilan dari 15 kabupaten/kota di Sulut menyamakan persepsi serta membagikan informasi terkait penurunan stunting.

Sharing informasi supaya di forum seperti ini kita bisa saling menukar informasi dalam percepatan penurunan stunting,” imbau mantan Asisten 1 Setdakab Minahasa ini.

Terkait penerapan pola, Mangala ingatkan agar harus dipikirkan lebih jauh. Sebab, ada laporan masuk seperti contoh pemberian bantuan untuk anak stunting atau keluarga yang ibunya bisa melahirkan anak stunting, tidak tepat sasaran.

“Ada sentuhan yang salah dalam artian, ada yang kasih susu dan telur. Tapi, susu dan telur yang keluar ini bukan dikonsumsi anak tapi orang tua. Lebih parah lagi, ada bantuan susu dengan biskuit untuk anak tapi setiap ada tamu, biskuit ini diberikan ke tamu,” paparnya seraya menambahkan, bantuan yang tidak tepat sasaran itulah yang membuat angka stunting progresnya berjalan lambat.

Mangala juga menyoroti terkait penyerapan anggaran untuk penanganan stunting masih sangat rendah. “Kami juga dapatkan data dari BKKBN BOKB distribusi teralokasi di 15 kabupaten/kota dengan nilai 54,97 miliar, dimana 45,13 % untuk stunting tapi apa yang kita lihat didata yang masuk ke kita sampai hari ini yang terealisasi baru 16 % lebih sedikit.

Ini, menurutnya, masih jauh, padahal ini sudah bulan September. Hitungannya September, Oktober, November, Desember 4 bulan. Artinya 7 bulan yang sudah lewat penyerapannya sangat-sangat kecil, sangat-sangat minim,” ujar Mangala.

“Penanganan stunting ini menjadi tugas kita bersama di samping program pemerintah. Ini adalah misi kemanusiaan tolong kita care sama-sama untuk misi kemanusiaan di mana kita harus memberikan perhatian dan kepedulian untuk kemudian mengangkat anak-anak stunting ini dengan kepedulian kita

Mangala yakin melalui kegiatan  ini pemerintah kabupaten/kota akan solid dan dapat bekerjasama dan memberikan manfaat dan kontribusi demi menciptakan SDM di Provinsi Sulawesi Utara yang hebat, unggul dan dapat bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional.

Dalam kegiatan ini ditampilkan dua pemateri yakni Kepala Bappeda Sulut Elvira M. Katuuk, ST ME dan Plh. Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Lady Ante, Spd, MAP sebagai narasumber, yang dipandu Ketua Satgas PPS Sulut Muphy Kuhu, STP.

Sebelum kegiatan dibuka Asisten 1 mewakili Sekdaprov Sulut, Ketua Panitia Alfira Dilapanga memberikan laporan terkait pelaksanaan kegiatan yang diikuti 60 peserta baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Sulut. (Fer)

Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut dan Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana (Disdukcapil KB) Sulut menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Percepatan Penurunan Stunting (PPS) dan Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB).

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang CJ Rantung Lantai 2 Kantor Gubernur, Kamis (7/9/2023) ini dibuka pelaksanaannya oleh Asisten 1 Setdaprov Sulut Denny Mangala mewakili Sekdaprov Sulut Steve Kepel di dampingi Kadis Dukcapil-KB Sulut Christodharma Sondakh dan Plh.Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Lady Ante, S.Pd, MAP mewakili Kaper Ir. Diano Tino Tandaju M.Erg.

Tampil sebagai pemateri kegiatan adalah Kepala Bappeda Sulut Elvira M. Katuuk, ST, ME dan Plh. Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Lady Ante, S.Pd, MAP dengan moderator Ketua Satgas PPS Sulut Muphy Kuhu, STP.

Katuuk membawakan materi Strategi Konvergensi Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota dalam Percepatan Penurunan Stunting sementara Ante membawakan materi Akselerasi Penyerapan Dana DAK Fisik Subbidang KB dan  BOKB Tahun Anggaran 2023.

Ketua Panitia Alfira Dilapanga, SKM dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan ini diikuti 60 peserta yang terdiri dari Sekda Kabupaten/Kota se-Sulut, Kadiskes Sulut, Kadiskes Kabupaten/Kota se-Sulut, Kadis PPKB Kabupaten/Kota se-Sulut, Bappeda Sulut, Dinas Dukcapil Sulut dan BKKBN Sulut.

Tujuan dari kegiatan ini, sebutnya, pertama, mengevaluasi strategi konvergensi dalam percepatan penurunan stunting; kedua, menguatkan sinergitas Tim Percepatan Penurunan Stunting; dan ketiga, meningkatkan realisasi pelaksanaan anggaran dan kegiatan DAK fisik Subbidang KB dan BOKB Tahun Anggaran 2023.

Terkait dengan penyerapan dana untuk mendukung program percepatan penurunan stunting di daerah Sulut, Mangala salam.sambutannya menegaskan, dalam rangka memaksimalkan penyerapan anggaran untuk mendukung semua program pemerintah tersebut diharapkan semua pemerintah kabupaten/kota untuk melaksanakan fungsi konsultasi, fasilitasi koordinasi dan penguatan penyediaan satu data secara maksimal sesuai arahan dan instruksi Ketua Pelaksana PPS.

“Pemerintah Kabupaten dan Kota memiliki akses  koordinasi dan kapasitas untuk memberikan pemantauan, penguatan dan dukungan teknis kepada berbagai pemangku kepentingan terkait penyerapan dana BOKB dan PPS di tingkat daerah,” ujar Mangala.

Pemerintah Provinsi Sulut yakin melalui kegiatan   ini pemerintah kabupaten/kota akan solid dan dapat bekerjasama dan memberikan manfaat dan kontribusi demi menciptakan SDM di Provinsi Sulawesi Utara yang hebat, unggul dan dapat bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional. (Fer)

Meimonews.com – Polsek Bunaken berhasil menyelesaikan perbedaan pendapat yang terjadi antara Selvi Daud, seorang ibu berusia 54 tahun dengan anaknya, Valen Daud yang berusia 35 tahun. Perbedaan pendapat ini terjadi di Kelurahan Tongkaina Lingkungan II, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Kamis (7/9/2023).

Selvi, yang bekerja sebagai petugas MRT, dan Valen Daud, yang berprofesi sebagai sekuriti, awalnya terlibat dalam sebuah kesalahpahaman yang mempengaruhi hubungan keluarga mereka. Namun, berkat tindakan bijaksana dari Polsek Bunaken, masalah tersebut akhirnya dapat diselesaikan dengan baik.

Kronologis kejadian bermula pada  Kamis, (7/9/2023) di Kelurahan Tongkaina Lingkungan II, Kecamatan Bunaken. Perbedaan pendapat antara ibu dan anak ini mengganggu kedamaian keluarga mereka. Untuk mengatasi masalah ini, Polsek Bunaken mengambil tindakan yang bijak.

Pertama-tama, kedua belah pihak yaitu Selvi dan Valen diundang ke kantor Polsek Bunaken untuk melakukan mediasi. Mediasi tersebut dipimpin oleh Kanit Binmas Polsek Bunaken Aiptu Suharto Baba dan anggota Bhabinkamtibmas Aiptu Jefrison Manuas.

Melalui mediasi ini, kedua belah pihak berhasil mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Mereka bersedia mengakhiri kesalahpahaman yang terjadi selama ini dan bahkan menandatangani surat pernyataan bersama sebagai bukti komitmen untuk memperbaiki hubungan mereka.

Tindakan yang diambil oleh Polsek Bunaken dalam mengundang kedua belah pihak dan memfasilitasi mediasi membantu mengakhiri pertikaian ini dengan damai. Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan keluarga mereka tanpa adanya tekanan atau paksaan dari pihak manapun.

Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto Parlindungan Sirait mengapresiasi kedua belah pihak atas sikap bijak dan kematangan dalam menyelesaikan perbedaan pendapat ini secara damai.

Keberhasilan mediasi ini, sebutnya, merupakan contoh positif bagaimana penyelesaian masalah dapat dicapai melalui dialog dan kerjasama yang baik antara pihak berkonflik.

Polsek Bunaken berharap bahwa kejadian ini akan menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk menyelesaikan perbedaan mereka dengan cara yang sama, yaitu melalui dialog dan kekeluargaan. (AF)

Meimonews.com – Sebanyak 2277 mahasiswa Unsrat mengikuti program Kuliah Kerja Terpadu (KKT) Angkatan 136. Setelah mendapat pembekalan, mereka dilepas untuk ditempatkan di lokasi yang telah ditentukan.

Penutupan dan pelepasan mahasiswa program KKT ini dilakukan Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng. Asean IPU di Auditorium Unsrat, Senin (4/9/2023).

Para mahasiswa program KKT ini akan ditempatkan di Kabupaten Minahasa Tenggara dengan tujuan 9 kelurahan dan 135 desa yang tersebar di 12 kecamatan.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsrat mengimplementasikan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kemendikbudristek lewat program KKT Merdeka

Diketahui, KKT adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu.

Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi di Indonesia telah mewajibkan setiap perguruan untuk melaksanakan KKT sebagai kegiatan intrakurikuler yang memadukan tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Diakhir kegiatan, mahasiswa diwajibkan membuat laporan yang isinya adalah kegiatan, informasi atau gambaran serta program dari sejak perencanaan, pelaksanaan serta hasil yang dicapai. (FA)

Meimonews.com – Plt.  Direktur Utama RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado Dr. dr. Ivonne E  Rotty, M.Kes dengan tegas menyampaikan Instruksi Menteri Kesehatan No KH.02.01/Menkes/1512/2023 terkait dengan pencegahan dan penanganan perundungan terhadap peserta didik pada rumah sakit pendidikan di lingkungan Kementerian Kesehatan.

Instruksi tersebut ditekankan dokter Ivonne (sapaan akrabnya) saat membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Kesehatan dan Keselamatan Kerja RS (K3RS), serta penanganan Covid-19 di Aula Komkordik RSUP Kandou Manado, Selasa (5/9/2023).

Pada kegiatan yang dihadiri mahasiswa profesi ners dari Fakultas Keperawatan Universitas Klabat Airmadidi (Unklab) Minahasa Utara ini, dokter menjelaskan pentingnya perilaku baik dalam pelayanan kesehatan, terutama kepada peserta didik yang memasuki lingkungan rumah sakit pendidikan.

Dokter Ivonne menekankan bahwa sikap baik dan penuh empati harus dijunjung tinggi di setiap lapisan masyarakat, terutama dalam konteks pelayanan kesehatan.

Dalam RS Pendidikan, sebutnya, peserta didik harus menjadi contoh yang baik, memastikan lingkungan yang aman, dan menghindari segala bentuk perundungan terhadap sesama. Instruksi ini mengingatkan semua pihak tentang tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan aman bagi semua peserta didik. (Fer)