Meimo News

Meimonews.com – Polda Sulut yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Mafia Tanah bersama Kejaksaan Tinggi dan Kantor Wilayah (Kanwil) Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulut menerima penghargaan berupa pin emas dari Kementerian ATR/BPN Republik Indonesia.

Penghargaan pin emas ini diterima Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budiyanto yang diserahkan langsung oleh Menteri ATR/BPN RI Hadi Tjahjanto  pada acara Rakor Pencegahan dan Penyelesaian Tindak pidana Pertanahan di Hotel Grand Mercure, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2023).

Provinsi Sulut merupakan salah satu dari 13 provinsi di Indonesia yang menerima penghargaan dari Kementerian ATR/BPN.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Iis Kristian menjelaskan, penghargaan tersebut diberikan karena Satgas Mafia Tanah Sulut telah berhasil menyelesaikan target penyelesaian tindak pidana di bidang pertanahan, yang diberikan oleh Kementerian ATR/BPN RI.

“Satgas Mafia Tanah di Sulawesi Utara berhasil menyelesaikan 3 kasus tindak pidana pertanahan, di mana 1 kasus merupakan target operasi, dan 2 kasus merupakan target tambahan,” ujarnya kepada wartawan di Polda Sulut, Rabu (8/11/2023) sore.

Dari 3 kasus tersebut, lanjutnya, Satgas Mafia Tanah Sulut menetapkan sebanyak 7 orang menjadi tersangka, dengan potensi nilai tanah yang diselamatkan sebesar Rp. 32.721.000.000. (AF)

Meimonews.com – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima pengurus baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/11/2023).

Dalam pertemuan di mana Presiden di dampingi Mensekneg Pratikno tersebut, PWI melaporkan kepada Presiden Jokowi atas terpilihnya Ketua Umum PWI Pusat serta upaya PWI dalam peningkatan kompetensi wartawan.

“Kami melaporkan bahwa telah terpilih Ketua Umum baru (dalam) Kongres PWI di Bandung pada 25-26 September yang lalu. Yang kedua, kami melaporkan bahwa kami ingin fokus kembali pada masalah pendidikan, peningkatan kompetensi wartawan, dan wawasan kebangsaan wartawan,” ujar Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch. Bangun di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, selepas diterima Presiden Jokowi.

Hendry mengatakan, PWI menyampaikan terkait dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam penyelenggaraan sekolah jurnalisme Indonesia dan uji kompetensi wartawan. Hendry menyebut, mendengar hal tersebut Presiden pun langsung menindaklanjutinya.

“Tadi Bapak Presiden langsung menelepon Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk membantu kembali PWI agar apa yang telah dilaksanakan dulu dapat berjalan kembali,” jelasnya.

PWI, sebutnya, membahas terkait sosialisasi pers kebangsaan sekaligus peluncuran Graha Pers Pancasila yang akan digelar di Yogyakarta pada November 2023 mendatang. Selain itu, PWI pun menyampaikan terkait acara Hari Pers Nasional yang direncanakan akan digelar di Ancol, Jakarta.

“Bapak Presiden mengatakan seandainya nanti memang ada kekurangan dari pemerintah Provinsi Yogyakarta, pemerintah pusat akan membantu,” ujar Hendry, seperti dikutip Setkab.go.id, Selasa (7/11/2023).

Di samping itu, Hendry menyebut, dalam pertemuan tersebut juga turut membahas terkait bagaimana pers menyikapi pemilihan umum (pemilu) mendatang. Hendry mengatakan, Presiden mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga pemilu tetap damai.

“Disampaikan, sebetulnya sekarang ini tidak ada persoalan, biasa-biasa saja, sejuk-sejuk saja, diimbau agar kita semua masyarakat ikut menjaga pemilu yang damai, yang menjaga keutuhan bangsa dan negara, tidak memecah belah,” ujar Hendry.

“Saya kira kami menerima itu dengan sama pikiran kami juga sebetulnya pers itu bukan pihak yang mengompor-ngomporin, membuat suasana jadi tegang, suasana jadi seolah-olah ini event permusuhan,” tambahnya.(*/Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou, Smile Train dan Yayasan Senyum Sulut berkolaborasi dalam Operasi Bibir Sumbing, Rabu (8/11/2923).

Operasi dimulai dengan proses konsultasi pasien di mana tim medis akan menilai kelayakan pasien untuk operasi.

Para ahli medis akan menilai persyaratan pasien, termasuk memiliki fotokopi KTP dan KK, serta bayi dengan celah bibir minimal usia 3 bulan dan berat 5 kg, atau celah lelangit minimal usia 1,5 tahun dan berat badan 10 kg.

Pasien yang memenuhi persyaratan akan dijadualkan untuk operasi pada 11 – 12 November 2023. Salah satu syarat penting adalah pasien harus dalam kondisi sehat saat menjalani operasi.

Plt Dirut RSUP Kandou Dr. dr. Ivonne Rotty, M.Kes menjelaskan, kegiatan merupakan program dari serangkaian acara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59, kerjasama dengan beberapa organisasi.

Organisasi tersebut adalah Yayasan Senyum Sulut, Smile Train Indonesia, Persatuan Ahli Bedah Mulut Indonesia (PABMI) Sulawesi, Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Manado, Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) Sulut, Ikatan Psikologi Klinis Indonesia Wilayah Sulut, serta Ikatan Terapis Wicara Indonesia (IKATWI).

“Ini merupakan kerjasama pertama yang dilakukan oleh RSUP Kandou bersama Smile Train dan Yayasan Senyum Sulawesi Utara,” ujar dokter Ivonne, sapaan Plt. Dirut RSUP Kandou seraya menyebutkan bahwa saat ini sudah terdaftar 36 pasien.

Kegiatan ini, menurut dokter Ivonne, sangat membantu masyarakat yang ada di Sulut terutama masyarakat yang kurang mampu, dan diharapakan kegiatan ini bisa berkelanjutan karena tujuan kita untuk kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara dan sekitarnya.

Penanggung jawab kegiatan drg. Victor Tengar Pamolango, MMRS, Sp.BM(K) memastikan penyelenggaraan operasi berlangsung lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi pasien yang membutuhkan.

“Ya, tentunya kami berharap operasi ini berjalan dengan lancar dan tidak ada komplikasi, sehingga anak anak yang akan di operasi dapat tersenyum kembali,” ujarnya.

Saat ini, menurut drg Victor, pasien yang mendaftar ada dari Bolaang Mongondouw, Daerah Kepulauan dan Kota Manado.

“Proses screening pasien akan segera dimulai, membawa harapan baru bagi mereka yang mengidap bibir sumbing untuk mendapatkan perawatan yang memadai dan mendukung mereka dalam mencapai kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.(Fer)

Meimonews.com – Plt. Dirut Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) Dr. dr. Ivone Elisabeth Rotty, M.Kes berterima kasih dan mengapresiasi atas kinerja civitas hospitalitas RSUP Kandou.

Kinerja civitas hospitalitas RSUP Kandou di masing-masing direktorat sudah melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Bahkan, sepanjang bulan Oktober sampai Minggu pertama November hasil kinerja terus meningkat.

Hal tersebut disampaikan dokter Ivonne (sapaan Plt. Dirut) saat memimpin apel di halaman kantor pusat administrasi RSUP Kandou,  Senin (6/11/2023). “Terima kasih atas kerjasamanya dari teman teman yang sudah melaksanakan tupoksi dengan maksimal,” ujarnya.

Menurutnya, masing-masing Direktorat telah menunjukan upaya upaya peningkatan kinerja, apalagi di akhir tahun banyak tugas yang harus diselesaikan. “Terima kasih Direktorat PMKP, SDM, Layanan Operasional, dan Keuangan yang tetap konsisten dalam tupoksinya masing masing,” ujarnya.

Terkait dengan parkiran, dokter Ivonne menegaskan, dengan ketersediaan lahan parkir yang baru, diharapkan para petugas terkait dapat mengaturnya serta menata parkiran di RSUP Kandau dengan baik.

Di sisi lain, dokter Ivonne mengingatkan bagi semua civitas hospitalitas RSUP Kandou tentang pentingnya sesama pegawai memiliki rasa kekeluargaan, guna mempererat tali persaudaraan dan saling menyayangi satu dengan yang lainnya.

“Dalam satu keluarga yang besar kita jaga kerukunan, kalau ada masalah selesaikan secara internal, karena kita keluarga RSUP Kandou yang berkomitmen untuk memajukan rumah sakit dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” sebutnya.(Fer)

Meimonews.com – Rangkaian kegiatan memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) di lingkungan RS Kandou dibuka pelaksanaannya oleh Plt. Direktur Utama RSUP Kandou Dr. dr Ivonne Elizabeth Rotty, M.Kes, yang ditandai pelepasan jalan sehat.

Pembukaan rangkaian kegiatan memperingati HKN Tahun 2023 dilaksanakan di depan Kantor Pusat, Jumat (3/11/2023).

Turut hadir dalam pembukaan HKN Direktur PMKP dr. Yeheskiel Panjaitan, SH, MARS, Direktur Layanan Operasional dr. Wega Sukanto, Sp.B-TKV dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Dr. Erwin Sondang Siagian, SSTP, MSi, Ketua Komite Medik Dr. dr, Erling David Kaunang, SpA (K), Ketua SPI dr. B. J. Waleleng, Sp.PD-KGEH, Konsultan Manajemen RSUP Kandou dr. Armenius Sondakh,Sp.THT-KL. MA, para Manager dan Asisten Manager.

Dalam sambutannya, dokter Ivonne (sapaan akrab Plt. Dirut RSUP Kandou), menyampaikan bahwa sesuai dengan tema HKN pada tahun ini adalah Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju

“Kita rumah sakit berada pada pilar kedua yaitu transformasi rujukan tetapi tidak bisa berdiri sendiri harus bergandengan tangan dengan transformasi pertama dan ke enam, termasuk pula pembiayaan kesehatan SDM dan digital, transformasi primer juga masuk di rumah sakit,” sebutnya.

Setiap rumah sakit, tambahnya, dimintakan mempunyai instalasi kesehatan dan permasaran, Ini merupakan wujud atau cita cita bangsa indonesia khususnya bidang kesehatan.

Disebutkan, Menteri Kesehatan memprioritaskan bagaimana rumah sakit vertikal memberikan pengampuhan terhadap penyakit yang dilihat kronologisnya berdampak kesehatan yang tidak baik kepada masyarakat yaitu kanker jantung stroke dan ulonevro.

Saat ini, menurut dokter Ivonne, pemerintah lagi konsen untuk seluruh rumah sakit vertikal agar dapat memberikan pengampuhan kepada rumah sakit yang ada di propinsi dan kabupaten kota.

Banyak sekali upaya dari pemerintah terkait bagaimana transformasi rujukan dan bagaimana kita dapat mencapai indikator program inisiatif yang diberikan pemerintah mulai dari inisiatif pertama sampai sembilan,Yang didalamnya ada indikator mutu dari masing-masing unit yang termasuk remonerasi

“Kami berharap program remonerasi yang diberikan oleh pemerintah akan mensejahterakan kita semua,” ujarnya saat acara pembukaan yang ditandai pelepasan peserta jalan sehat.

Ketua I Panitia HKN dr. Wega Sukanto, Sp.B.T.KV (K) dalam laporannya menyampaikan, terdapat 6 pilar transformasi kesehatan yang harus dijalankan yaitu layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan, serta teknologi kesehatan

Menurut Ketua 2 Panitia dr. Agnes Lucia Panda, Sp.PD, Sp.JP (K), rangakaian HKN ke 59, sesuai instruksi dari Menkes yang terdiri dari kegiatan upacara tabur bunga pahlawan kesehatan yang diadakan serentak tanggal 2 November 2023.

Di RSUP Kandou sendiri pembukaan HKN diawali dengan jalan sehat dan germas, selanjutnya ada bakti sosial berupa operasi bibir sumbing, seminar nasional dan internasional, rangkaian lomba olahraga badminton tenis meja dan fun run.

Rangkaian acara kesenian yaitu bintang vokalia dan lomba dance dan acara puncak Hari Kesehatan Nasional 12 November mendatang.

Maksud dari rangkaian HKN adalah untuk kembali mengingat jasa dari para pahlawan kesehatan,menambah ilmu terkini dalam bidang kesehatan,
Menjadi berkat bagi masyarakat serta membangun satu dengan yang lain dalam mencapai transformasi kesehatan

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang telah bahu membahu berjuang tanpa mengenal lelah dalam melaksanakan pembangunan kesehatan indonesia perjuangan kita masih panjang.
Dan terima kasih untuk semua panitia yang telah bersama sama membantu mewujudkan rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke-59,” ujar Ketua 1 Panitia. (Fer)

Meimonews.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob melakukan kegiatan sosial berupa berbagi kasih.

Kalau tahun-tahun sebelumnya berbagi kasih dengan sasaran purnawirawan Brimob atau janda purnawirawan Brimob, kali ini sasarannya adalah Brimob yang mendapat masalah kesehatan.

Beberapa anggota Brimob yang mengalami masalah kesehatan fisik didatangi dari rumah oleh Pengurus PPP Brimob untuk menyerahkan bantuan berupa beras, telur dan gula.

Kegiatan penyerahan bantuan kepada beberapa nama yang merupakan rekomendasi dari Staf Brimob Aidin dan Ramli Ramba itu dilakukan Sabtu (4/11/2023).

Selain memberikan bantuan berupa beberapa bahan sembako, Ketua PPP Brimob Lexie Kalesaran memberikan dorongan semangat kepada beberapa anggota Brimob tersebut dalam menghadapi permasalahan kesehatannya, dan berharap bisa pulih/sehat kembali.

Para anggota Brimob dan keluarga yang dikunjungi sangat merasa senang karena adanya perhatian/kepedulian dari Pengurus PPP Brimob dan  berterima kasih atas kunjungan tersebut.

PPP Brimob didirikan di Manado pada 2 November 2012 yang awalnya bernama Perhimpunan Putra Putri Purnawirawan (PPPP) Brimob yang kemudian berubah menjadi PPP Brimob.

Berdirinya organisasi ini mendapat dukungan penuh dari beberapa pejabat waktu itu yakni Dirbinmas Polda Sulut Totok Kasmiarto, Dansat Brimob G. Masnembra dan Kapolda Dicky Atotoy. (*)

Meimonews.com – Kelompok Kerja (Pokja) Kependudukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut menggelar kegiatan fasilitasi penetapan data parameter kependudukan untuk rencana evaluasi (renev) pembangunan daerah (bangda).

Kegiatan yang diadakan di The Senta Hotel Manado, Kamis (3/10/2023) ini dihadiri Kaper BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg, Kepala Bappeda Sulut Elvira Katuuk, SE,ME, dosen dan peneliti kependudukan Universitas Airlangga Surabaya Dr. Lutfi Agus Salim, SKM, M.Si, Ketua IPADI Sulut Dr. Tri Oldi Rotinsulu, Ketua Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Sulut Drs. Jefry Paat, M.Si.

Selain itu, Bappeda Kabupaten/Kota, Kepala Bidang Dalduk OPD KB Kabupaten/Kota, Bappeda Sulut, Dinas Dukcapil dan KB Provinsi Sulut, IPADI Sulut dan Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Sulut.

Kegiatan ini bertujuan pertama, mengembangkan dan merencanakan pembangunan kependudukan yang berkelanjutan melalui GDPK sesuai dengan amanat Perpres Nomor 153 Tahun 2014; kedua, meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pemerintah daerah dalam menyusun dan memanfaatkan GDPK sebagai rujukan dalam pengembangan perencanaan serta kebijakan pembangunan kependudukan di daerah.

Ketiga, mengintegrasikan Program Bangga Kencana ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah jangka panjang, jangka menengah, serta rencana kerja tahunan; keempat, meningkatkan sinkronisasi indikator, target, dan data perencanaan program Bangga Kencana antara nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.

Kelima, meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pengelola program Bangga Kencana serta pihak-pihak terkait dalam perencanaan program Bangga Kencana pada pemerintah daerah.

Ada tiga hasil yang diharapkan dalam kegiatan ini. Pertama, tersedianya data dan indikator Program Bangga Kencana tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang akan diintegrasikan kedalam dokumen kebijakan perencanaan Pembangunan daerah.

Kedua, tersedianya hasil telaah data, indikator, dan Need Assesment Program Bangga Kencana pada dokumen perencanaan daerah; dan ketiga, termanfaatkannya dokumen GDPK melalui Dokumen Legalitas (Peraturan Bupati/Walikota), Roadmap, Rencana Kerja Pemerintah, dan Rencana Aksi Daerah.

Dalam sambutannya, Tandaju mengatakan, sebagai bagian dari pelaksanaan pembangunan kependudukan di daerah, maka dilakukan penguatan program Bangga Kencana yang meliputi empat poin.

Poin pertama, penguatan implementasi Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) oleh Pemerintah Daerah sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 153 tahun 2014 tentang GDPK. GDPK merupakan salah satu dokumen perencanaan Pembangunan 25 tahunan yang seharusnya dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan program dan anggaran secara terpadu.

Untuk itu, diperlukan peningkatan kerjasama dengan perguruan tinggi untuk mendukung penyusunan kebijakan kependudukan dan penanganan masalah kependudukan.

“Sampai dengan bulan Oktober 2023, 14 Kabupaten/Kota telah Menyusun GDPK, dimana 7 Kabupaten/Kota telah 5 pilar,” ujarnya.

Poin.kedua, penanganan masalah kependudukan dan peningkatan kualitas keluarga berbasis desa/kelurahan dalam rangka pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas.

Kampung keluarga berkualitas merupakan salah satu inovasi strategis untuk dapat mengimplementasikan kegiatan prioritas program Bangga Kencana.

Pembentukan kampung KB bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat Desa/Kelurahan melalui program Bangga Kencana serta pembangunan sektor lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

“Sampai dengan bulan Oktober 2023, telah terbentuk 1.083 atau 58,89 persen dari 1.839 desa/kelurahan di Sulawesi Utara,” papar Tandayu.

Poin ketiga, peningkatan literasi kependudukan bagi Pemerintah Daerah dalam rangka menghidupkan data kependudukan untuk perencanaan kependudukan di daerah terutama di tingkat Desa/Kelurahan melalui pembentukan Rumah Data Kependudukan dan Informasi Keluarga.

” Sampai dengan bulan Oktober 2023, sudah terbentuk 441 RDK (40,72 persen dari Kampung KB),” sebutnya.

Poin keempat, pada kesempatan ini juga akan disosialisasikan hasil proyeksi target Indikator Bangga Kencana dalam perencanaan daerah untuk provinsi dan kabupaten/kota di Sulawesi Utara. Hasil proyeksi tersebut kiranya dapat diintegrasikan dalam dokumen RPJMD periode tahun 2025-2029.

Diharapkan indikator Bangga Kencana dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah dapat lebih baik dan mendorong peningkatan kualitas pelaksanaan pembangunan bidang pengendalian penduduk dan keluarga berencana di daerah. (Fer)

Meimonews.com – Satuan Lalulintas (Sat Lantas) Polresta Manado terus melakukan program turjawali untuk menunjukkan dedikasi Polri Lalulintas (Polantas) dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, seperti terlihat Kamis (2/11/2023) pagi.

Dengan melaksanakan kegiatan rutin pengaturan arus lalulintas, petugas Satlantas pimpinan Kompol Yulva Irawati ingin agar tercipta kelancaran dan ketertiban di jalan raya dan memberikan kontribusi positif bagi pengendara.

Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto Parlindungan Sirait mengatakan, pengaturan lalulintas melibatkan penempatan personil Satlantas di beberapa titik strategis di kota Manado. Tujuannya adalah membantu pengguna jalan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih lancar.

Kasi Humas Ipda Agus Haryono menyampaikan harapannya agar pejalan kaki dan pengendara kendaraan bermotor dapat merasakan kelancaran dan kenyamanan selama perjalanan.

Ipsa Haryono menekankan, pengaturan lalulintas yang dilaksanakan merupakan bentuk pelayanan prima Kepolisian kepada masyarakat pengguna jalan.

“Upaya ini tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menciptakan iklim yang kondusif untuk mobilitas masyarakat dalam berbagai kegiatan sehari-hari,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semua aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar.

Turjawali Satlantas Polresta Manado terus berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat demi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua. (AF)

Meimonews.com – Politik hukum perkawinan di Indonesia saat ini berkembang dengan sangat dinamis dan melibatkan banyak pihak. Namun negara dalam hal ini pemerintah perlu untuk melakukan  penataan ulang terkait hukum perkawinan di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. Ronny Adrie Maramis, SH, MH dalam orasi ilmiah saat Sidang Terbuka Senat Unsrat Manado pengukuhan 11 Guru Besar yang dilaksanakan di Auditorium Unsrat Manado, Selasa (31/10/2023).

Judul orasi ilmiah Prof. Maramis yang saat itu dikukuhkan bersama dengan 10 guru besar (profesor) oleh Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng ASEAN IPU Eng adalah Problematika politik hukum perkawinan beda agama dan realitas praktek perkawinan beda agama dalam sistem hukum Indonesia.

Prof. Dr. Ronny Adrie Maramis, SH, MH (paling kanan) saat pengukuhan bersama 10 guru besar lainnya

“Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan pengaturan pasal-pasal a quo yang lebih humanis di mana pasal 8 huruf f UU Perkawinan sebaiknya menjadi open legql policy atau kebijakan hukun terbuka,” ujar Wakil Rektor 2 Unsrat Manado ini.

Selain itu, tambah penerima 3 penghargaan dari Presiden RI ini. mengakomodir berbagai kepentingan masyarakat yang pluralis, dan lebih bisa memberikan perlindungan kepada semua warga negara, yang juga merupakan pengakuan terhadap kebebasan beragama di Indonesia.

Prof. Maramis menilai perlunya penataan hukum Perkawinan berdasarkan beberapa pertimbangan seperti yang disampaikan di awal orasi.

Prof. Dr. Ronny Adrie Maramis, SH? MH (ketiga dari kiri) foto bersama Rektor Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng ASEAN IPU Eng (tengah), istri (ketiga dari kanan), Wakil-wakil Rektor dan Pimpinan Senat Unsrat

Perkawinan, menurutnya, dapat diartikan sebagai hidup bersama antara seorang pria dan seorang wanita di dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Indonesia sebagai negara hukum, mendefinisikan perkawinan berdasarkan pasal 1 UU Nomor 1 Tahun 1974 yang menyebutkan perkawinan adalah ikatan lahir dan batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Anak kedua pasangan Berens Sompie Maramis (alm) dan Wilhelmina Makalew ini menambahkan, UU perkawinan juga mengatur bahwa perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut masing-masing hukum agama dan kepercayaannya dan kemudian tiap-tiap perkawinan akan dicatat menurut peraturan perundang-undang yang berlaku.

“Ketentuan yang telah diatur dalam UU Perkawinan tersebut dengan tegas telah memposisikan negara hanya bertindak sebagai pencatat peristiwa perkawinan yang telah disahkan oleh agama yang dianut masing-masing pihak yang akan melangsungkan perkawinan,” ujarnya.

Posisi negara yang mengambil sikap sebagai pencatat sebuah perkawinan ini, menurut suami Dr. Emmy Valentina Teresha Senewe, SH, MH (Dekan Fakultas Hukum Unsrat Manado) ini, tidak dapat dipungkiri menjadi sebuah celah hukum terhadap keberadaaan perkawinan beda agama yang ada dalam masyarakat Indonesia.

Menurutnya, berdasarkan data dari Conference of Religion and Peace sejak tahun 2005 hingga tahun 2022 terdapat 1425 pasangan beda agama yang melakukan perkawinan beda agama di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa masih ada masyarakat di Indonesia yang melakukan perkawinan beda agama.

Tidak terakomodirnya pelaksanaan perkawinan beda agama dalam UU Perkawinan di Indonesia, tanpa disadari membawa berbagai masalah hukum seperti perkawinan dengan pilihan hukum semu (chioce of law), dan penundukan diri (onderwerping),” tandasnya.

Bahkan, tambah penulis buku Hukum Persaingan Usaha dan Hukum Perlindungan Konsumen (2023) ini, model penyeludupan hukum (westonducking) sebagai upaya para pihak agar hubungan keperdataan perkawinan tetap dapat diakui dalam hukum positif di Indonesia.

Dikemukakan, pilihan lainnya yang selama ini sering dipraktekkan oleh pasangan beda agama adalah dengan melakukan perkawinan dengan hanya melakukan pencatatan dan kedua belah pihak tetap memeluk agama masing-masing atau melakukan perkawinan di luar negeri yang menganut sistem hukum sekuler dan kemudian mencatatkan perkawinan itu di kantor catatan sipil.

“Praktek perkawinan beda agama yang masih dapat kita temui dalam masyarakat saat ini, tentunya menjadi kontroversi tersendiri. Kontroversi terjadi karena masih ada perbedaaan pendapat dalam masyarakat soal sah dan tidaknya perkawinan beda agama tersebut,” ujarnya.

Hal ini ditambah dengan adanya pasal 35 huruf a UU No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan yang menyatakan bahwa pencatatan perkawinan sebagaimana dimaksud dalam pasal 34 berlaku pula bagi a. Perkawinan yang ditetapkan oleh Pengadilan.

Dalam penjelasan pasal 35 huruf a dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan  “Perkawinan yang ditetapkan oleh Pengadilan” adalah perkawinan yang dilakukan antar-umat yang beda agama.

Hal ini kemudian menjadi sebuah perkembangan hukum yang menarik dan revolusioner mengingat perkawinan beda agama merupakan suatu hal yang dianggap tabu dalan hukum perkawinan di Indonesia melalui UU No. 1 Tahun 1974.

“Walaupun hal ini tetap menjadi sebuah kontroversi dalam kehidupan masyarakat karena banyak dilaksanakan di masyarakat,” ujar ayah dua anak kelahiran Manado,13 April 1960 ini. (FA)

Meimonews.com – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pembelajaran (LP3) Unsrat Manado menggelar workshop pelatihan peningkatan keterampilan dasar teknik instruksional di aula LP3 Unsrat Manado, Rabu (1/11/2023).

Ketua LP3 Unsrat  Dr. Ir. Max Runtuwene M.Si dalam sambutannya mengungkapkan, Unsrat menjadi salah satu perguruan tinggi penyelenggara pelatihan peningkatan keterampilan dasar teknik instruksional dan Appleid Approach yang sertifikatnya diakui sebagai syarat pengajuan Serdos.

Runtuwene berharap, kegiatan ini menghasilkan lulusan yang Unggul dan Berbudaya yang kompetitif di pasar kerja dapat diwujudkan bersama-sama.

Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng ASEAN IPU Eng

Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie M.Eng. IPU. ASEAN Eng dalam sambutannya mengatakan, workshop ini untuk meningkatkan kompetensi pedagogik bagi para dosen, terutama bagi dosen baru yang tidak memiliki dasar kompetensi pengetahuan dan keterampilan dalam merancang, melaksanakan serta mengevaluasi proses pembelajaran di kelas maupun di luar kelas, juga untuk dapat menerapkan norma dan etika akademik dalam proses pembelajaran.

Rektor berharap, para dosen dapat melaksanakan proses pembelajaran standar nasional pendidikan tinggi, peraturan akademik Unsrat sehingga dapat meningkatkan mutu lulusan yang adaptif dan kompetitif, dan dapat diterima di pasar kerja yang memiliki persyaratan kerja yang semakin tinggi serta persaingan kerja yang semakin ketat. (FA)