Meimo News

Meimonews.com – Restorative Justice (RJ) lagi-lagi menjadi cara yang digunakan Polres Simalungun Polda Sumatera Utara  dalam menyelesaikan perkara. Penyelesaian perkara melalui RJ diberikan kepada 70 tersangka pencuri sawit.

RJ memang menjadi program prioritas Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo. Sebagaimana yang ditekankan Kapolri, penanganan kasus dengan pendekatan RJ merupakan langkah untuk mengikuti dinamika perkembangan dunia hukum yang mulai bergeser dari positivisme ke progresif untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat.

“Sebab itu, merupakan prinsip utama dalam keadilan restoratif, yakni penegakan hukum yang selalu mengedepankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan mengembalikan pola hubungan baik dalam masyarakat,” ujar Kapolres Simalungun AKBP Ronald F. C. Sipayung kepada wartawan, Selasa (5/9/2023).

Dalam kasus pencurian sawit ini, 70 tersangka melakukan aksinya pada kurun waktu 2021-2023. Delapan dari 70 tersangka merupakan ibu rumah tangga dan sisanya laki-laki berusia 15-56 tahun.

RJ diberikan kepada 70 tersangka tanpa cuma-cuma. Mereka tetap mendapatkan sanksi sosial yang harus dijalani berupa membersihkan rumah ibadah.

“Tentu, kegiatan sanksi sosial ini tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Kegiatan ini hanya dilaksanakan dua kali seminggu, Senin-Kamis dari jam 09.00 sampai jam 10.30 WIB,” jelasnya.

70 tersangka tersebut ada yang mendapat sanksi sosial selama satu sampai tiga bulan, yakni membersihkan rumah ibadah, kantor instansi pemerintah, dan kantor PTPN dua kali dalam seminggu setiap hari Senin dan Kamis.

“Putusan ini sesuai permintaan PTPN IV bahwa tersangka agar melakukan kegiatan sosial dengan membersihkan masjid, gereja, kantor desa, dan kantor PTPN,” ujar Kapolres.

Ditegaskan, pemberlakuan keadilan restoratif diterapkan oleh Polsek Tanah Jawa terhadap perkara yang memenuhi enam syarat sebagaimana diatur dalam Peraturan Polri (Perpol) Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Tindak Pidana berdasarkan Keadilan Restoratif. Syarat itu antara lain kasus tersebut bukan perbuatan pidana yang dilakukan secara berulang, tidak menimbulkan kerugian lebih dari Rp 1 juta, tidak menimbulkan ancaman bagi masyarakat, serta bukan merupakan tindak pidana terorisme dan narkoba.

“Sanksi sosial ini tentunya kami harapkan memberikan efek jera, dengan menggunakan rompi khusus tentu akan menimbulkan rasa malu dari para tersangka, karena disaksikan oleh masyarakat,” ujar Kapolres. (AF)

Meimonews.com – Jajaran Ditlantas Polda Jateng dipimpin Wadirlantas Polda Jateng AKBP Rahman Wijaya bersama pihak PT Jasa Raharja dan Bapenda Provinsi Jateng melaksanakan sosialisasi tertib berlalulintas dan tertib pajak dalam rangka Operasi Zebra Candi 2023 di sekitar Jalan Majapahit Semarang, Selasa (5/9/2023).

Kasatgas Gakkum Ops Zebra Candi Kompol Christopher Adhikara Lebang menjelaskan, kegiatan sosialisasi tertib berlalulintas serta program taat pajak dilakukan dengan membagikan brosur dan leaflet serta pemberian helm maupun bingkisan kepada pengendara yang tertib berlalulintas.

“Giat ini kita lakukan bersama  Bapenda Provinsi Jateng dan Jasa Raharja untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang  tertib berlalulintas dan tertib pajak kepada pengendara,”ujar Kompol Lebang.

Ditambahkan, dalam kegiatan kali ini sifatnya sosialisasi. Jadi tidak ada penindakan pelanggaran, masyarakat yang kedapatan STNK telat bayar maupun sudah waktunya bayar akan kita arahkan ke petugas Samsat yang disediakan di lokasi.

Kegiatan ini tidak dilakukan upaya represif/penegakan hukum dengan tilang,. Pihaknya lebih mengutamakan upaya preemtif dan preventif kepada masyarakat.

“Kami hanya membantu dan sekaligus memberikan sosialisasi kepada para pengendara, tidak ada upaya penindakan, hanya memberikan edukasi dan sosialisasi dalam kegiatan ini” jelasnya.

Untuk itu, diharapkan seluruh masyarakat yang telah mengetahui informasi tentang pentingnya keselamatan dalam berlalulintas termasuk tertib pajak bisa berperan serta dalam  menyebarluaskan.

“Alhamdulilah tadi surat surat saya lengkap dan dapat bingkisan dari petugas, ” kata Windi Putri, salah seorang pengendara motor yang diperiksa  petugas, seperti dikutip Kabid Humas Polda Jateng Kombespol Satake Bayu Setianto kepada Meimonews.com, Selasa (5/9/2023) sore.

Kombes Pol. Satake mengajak masyarakat khususnya pengendara untuk lebih tertib berlalulintas dengan memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan.

“Tujuan etika dalam berlalulintas adalah dapat mengatur individu dalam menggunakan jalan raya. Terciptanya keamanan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas. Selain itu juga dapat menekan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas maupun fatalitas,” ujar mantan Kabid Humas Polda Bali ini. (AF)

Meimonews.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Operasi Tribrata Jaya 2023 dalam rangka pengamanan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN yang digelar di Jakarta, Selasa-Kamis (5-7/9/2023). Dalam pengamanan ini, Polri membagi beberapa satgas, salah satunya Satgas Preventif.

Kasatgas Humas Operasi Tribrata Jaya 2023 Brigjen Ahmad Ramadhan menjelaskan, Satgas Preventif bertugas melakukan pengamanan dalam rangka pencegahan terhadap ancaman dan gangguan keamanan baik sebelum, sesaat maupun setelah kegiatan KTT ASEAN.

“Satgas Preventif terdiri dari beberapa Subsatgas. Salah satunya, Subsatgas pengamanan Bandara. Subsatgas ini mempunyai tugas mengamankan kedatangan delegasi atau tamu negara ke Indonesia,” ujar Ramadhan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/9/2023).

Ada juga Subsatgas pengamanan akomodasi atau hotel. Satgas ini mengamankan akomodasi atau hotel para delegasi dan tamu negara menginap. Satgas ini berkoordinasi dengan Paspampres yang berjaga di wilayah ring 1.

“Ada juga Subsatgas Pengamanan Objek ada di beberapa tempat yang akan didatangi delegasi dan tamu negara, termasuk di JCC,” tambahnya.

Selain itu, ada Subsatgas Sterilisasi yang melakukan pengamanan barang-barang yang dibawa delegasi dan tamu negara. Subsatgas ini melakukan sterilisasi dan memastikan tempat-tempat yang akan didatangi delegasi dan tamu negara steril, dengan menggunakan alat-alat yang ada, termasuk dengan K9 atau anjing pelacak.

“Jadi Subsatgas ini bekerjasama dengan Paspampres karena ada di ring 1,” tandasnya.

Selanjutnya, ada Subsatgas Kawasan yang terdiri dari Polres-Polres tempat penyelenggaraan KTT ASEAN dan venue yang akan dihadiri para delegasi dan tamu negara.

Subsatgas ini bertugas mengantisipasi ancaman dan gangguan kamtibmas termasuk kegiatan unjuk rasa atau masyarakat lainnya. Ada juga Subsatgas Pengamanan Wilayah. Selain di DKI Jakarta, ada dua wilayah lainnya dalam Subsatgas ini yaitu Polda Banten dan Polda Jawa Barat.

“Semua Subsatgas yang tergabung dalam Satgas Preventif ini melakukan secara terpadu melakukan pencegahan mulai dari mengatur, menjaga, melakukan pengawalan termasuk patroli-patroli baik patroli jalan kaki, pakai kendaraan dan patroli gabungan tiga pilar,” katanya.

Satgas Preventif ini terdiri dari 3.784 personil gabungan baik dari Mabes Polri, Polda maupun Polres-Polres. Semua personil yang ditugaskan mengamankan para delegasi maupun tamu negara mulai dari kedatangan hingga kepulangan nanti.

Satgas Preventif ini juga, sebut Ramadhan, akan berkoordinasi dengan stakeholders lainnya seperti Paspampres, TNI, Pemda dan Kementerian/Instansi lainnya.

Ramadhan tak lupa meminta peranserta masyarakat guna mendukung pelaksanaan KTT ASEAN agar berjalan aman dan nyaman.

“Satgas Preventif terus berkolaborasi juga dengan stakeholders lainnya dan masyarakat agar semua berjalan dengan lancar kegiatan dan membawa nama baik bangsa negara. Masyarakat diharapkan ikut berperan serta menjaga situasi selama KTT ASEAN ini sehingga memberikan kesan negara ini betul aman, damai, dan nyaman,” katanya. (AF)

Meimonews.com – Plt Direktur Utama RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado Dr, dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes, membuka pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Kesehatan dan Keselamatan Kerja RS (K3RS) dan Covid-19 bagi Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis I Faked Unsrat Manado, di Auditorium lantai 2 RSUP Kandou, Senin (4/9/2023).

Turut hadir dalam kegiatan ini, Manajer Pendidikan dan Pelatihan Ns Suwandi Luneto, S.Kep, M.Kes, Ketua Komkordik dr Fandy Gosal, Sp.PD, dan dr Reamur Moudy Rawung, M.Kes.

Dalam sambutannya, Ivonne menjelaskan, kegiatan ini merupakan rutinitas atau mutlak untuk diikuti bagi semua peserta didik sebagai proses pendidikan menjadi seorang dokter spesialis.

“Sudah menjadi regulasi bagi peserta didik yang akan melakukan magang di RSUP Kandou harus mengikuti kegiatan ini. Dan, terima kasih kepada pimpinan Fakultas Kedokteran Unsrat Manado yang sudah mengantar dokter residennya untuk mengikuti pendidikan di RSUP Kandou,” ujar Ivonne.

Ivonne mengingatkan kepada peserta didik agar pergunakan kesempatan ini dengan sebaik baiknya. “Tidak semua bisa mencapai hal seperti ini. Banyak yang ikut tes, tapi sedikit yang terpilih untuk menjadi dokter spesialis,” tegasnya.

Dalam proses pendidikan, sambungnya, banyak tantangan yang akan dihadapi baik internal maupun eksternal. “Namun karena niat dan semangat untuk mencapai tujuan, kita harus optimis. Jangan sampai ada yang mundur, saya berharap ke 85 peserta didik harus lulus semua,” ujarnya.

Dengan demikian, Ivonne berharap, dengan adanya Diklat ini peserta mampu memahami dan mengerti konsep bantuan hidup dasar, sehingga bisa terwujudnya mutu pelayanan dan keselamatan pasien di RS sesuai dengan standar akreditasi, tetapi juga peserta mampu mengelola pasien secara mandiri sesuai dengan kompetensi dalam upaya pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi di RS, dan mengerti tentang kesehatan dan keselamatan kerja di rumah sakit.

“Dengan mengikuti kegiatan ini peserta nantinya dapat melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar dan aturan yang berlaku,” ujarnya. (Fer)

Meimonews.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengumumkan penunjukan Dr. dr. Ivonne E. Rotty, M.Kes sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUP Prof Dr. R.D Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) Manado

Dalam peran barunya, Ivonne akan berupaya untuk meningkatkan pelayanan dan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit. Memfokuskan upayanya untuk meningkatkan kualitas layanan, khususnya di Executive Class, serta memperbaiki berbagai aspek internal rumah sakit.

Menurut dr. Ivonne, pelayanan yang berkualitas adalah prioritas utama. “Kami akan terus berupaya meningkatkan pelayanan, terutama di Executive Class untuk memenuhi harapan pasien dan keluarga mereka,” ujar Ivonne, usai memimpin apel pagi RSUP Kandou, Senin (4/9/2023).

Selain itu, pihaknya juga akan memperbaiki sarana dan prasarana rumah sakit untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi semua pengunjung.

Salah satu perubahan yang akan segera terjadi, sebutnya, adalah perbaikan sistem parkir di RSUP Kandou. “Kami akan mengatur ulang parkiran agar pengunjung merasa nyaman dan tidak mengalami kesulitan saat mencari tempat parkir. Keamanan juga akan ditingkatkan dengan peningkatan pengawasan dan pengendalian akses,” ujarnya.

Selain itu, antrian pasien akan diatur lebih efisien untuk mengurangi waktu tunggu dan memastikan proses pendaftaran dan pemeriksaan berjalan lancar.

Ia  juga menekankan pentingnya komunikasi internal yang baik di antara staf rumah sakit untuk memastikan pelayanan yang konsisten dan berkualitas.

“Kami menghargai kepercayaan masyarakat kepada RSUP Kandou, dan kami berkomitmen untuk terus meningkatkan standar pelayanan kami. Dengan perubahan ini, kami berharap RSUP Kandou akan menjadi rumah sakit pilihan utama bagi masyarakat,” ujarnya.

Perubahan-perubahan ini mencerminkan upaya RSUP Kandou untuk terus menjadi lembaga perawatan kesehatan yang dapat diandalkan dan mendekati visi mereka untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Fer)

Meimonews.com – Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi Zebra Samrat 2023 resmi dilaksanakan di Polda Sulut dan jajaran, mulai 4 hingga 17 September mendatang.

Dimulainya operasi yang difokuskan pada bidang lalulintas ini diawali dengan apel gelar pasukan, di Kawasan Megamas Manado, Senin (4/9) sore.

Pembukaan apel yang dipimpin Kapolda Sulut Irjen. Pol. Setyo Budiyanto ditandai penyematan pita tanda operasi sekaligus penyerahan bekal kesehatan kepada perwakilan personel TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Sat Pol PP serta Jasa Raharja.

“Tujuan utama Operasi Zebra ini adalah menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalulintas,” ujar Kapolda, usai memimpin apel.

Dikemukakan, operasi ini sudah beberapa kali dilakukan secara reguler atau rutin, dan tema operasi kali ini adalah, Cipta Kondisi Kamseltibcar Lantas yang Kondusif Menuju Pemilu Damai 2024 di Wilayah Sulawesi Utara.

“Harapannya dengan pelaksanaan operasi yang dilakukan secara reguler atau rutin, disiplin masyarakat dalam berkendara, disiplin dalam menggunakan jalan raya, itu semuanya bisa berjalan dengan baik. Sehingga berkurang angka pelanggaran, terlebih berkurang angka kecelakaan lalu lintas,” ujar Kapolda.

Kapolda mengajak para pengguna jalan untuk memperhatikan keselamatan bersama. “Ingat bahwa, pada saat kita berada di jalan raya, bukan hanya pribadi saja tetapi ada hak orang lain, ada kepentingan orang lain yang harus diperhatikan, sama-sama memiliki hak untuk memanfaatkan jalan raya,” imbaunya.

Kapolda mengapresiasi dukungan unsur pemerintah, TNI, dan beberapa instansi terkait lainnya dalam pelaksanaan Operasi Zebra Samrat 2023.

“Ini sebagai bentuk sinergitas demi suksesnya Operasi Zebra. Jadi pelaksanaannya nanti di lapangan tentu akan memudahkan segala penertiban atau mungkin ada kekurangan-kekurangan fasilitas jalan yang perlu perbaikan demi mendukung kelancaran lalulintas,” ujar Irjen Pol. Setyo.

Usai apel gelar pasukan, dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan lain yakni, tarian keselamatan berlalulintas oleh Polwan Ditlantas Polda Sulut dan simulasi pengawalan VVIP oleh personil Satuan PJR.

Kemudian, penyerahan piagam penghargaan kepada beberapa komunitas otomotif, penyerahan helm SNI dan diakhiri dengan show of force kampanye tertib lalu lintas. (AF)

Meimonews.com – Operasi Zebra Samrat 2023 dimulai Senin (4/9/2023) dan akan berakhir Minggu (17/9/2023).

Apel gelar pasukan dilaksanakan Senin (4/9/2023) di kawasan Megamas Manado yang dipimpin Kapolda Sulut Irjen Pol. Setyo Budiyanto ini turut dihadiri pejabat utama (PJU) Polda dan Polresta Manado.

Operasi ini digelar dalam rangka menjaga dan memelihara kondusifitas kamtibmas menjelang Pesta Demokrasi Pemilu Tahun 2024.

Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto Parlindungan Sirait menjelaskan, Operasi Zebra Samrat 2023 juga bertujuan untuk mengurangi angka pelanggaran lalulintas di wilayah Polresta Manado.

Ditambahkan, pelanggaran lalulintas seperti pengguna kendaraan roda dua harus menggunakan helm standar SNI; tidak diperbolehkan berboncengan lebih dari satu orang; menghindari pelanggaran jalur,; tidak mengizinkan pengemudi di bawah umur untuk mengemudikan kendaraan,

Selain itu, tidak boleh menggunakan knalpot bronk (knalpot bising) dan pengemudi kendaraan roda empat harus menggunakan sabuk pengaman (seat belt).

Operasi ini juga, sambung Kapolresta Manado, bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan lalulintas. Kecelakaan lalulintas dapat menyebabkan kerugian material dan korban jiwa, dan operasi ini berusaha mencegahnya.

Menurutnya, keselamatan berlalulintas menjadi fokus utama operasi ini. Upaya seperti penegakan hukum yang edukatif dan persuasif, serta teguran yang simpatik, dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.

Operasi bertemakan Mewujudkan kamseltibcarlantas yang kondusif menuju Pemilu Damai 2024 menekankan pentingnya keamanan dan ketertiban lalulintas dalam rangka mendukung pemilihan umum yang damai pada tahun 2024. Dengan pemilihan umum yang akan datang, operasi ini berusaha untuk menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman dan tertib.

Dengan pelaksanaan operasi ini, sebut Kombes.Pol. Sirait, diharapkan, kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalulintas di wilayah hukum Polresta Manado akan meningkat, dan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas dapat berkurang, sehingga dapat mengurangi kerugian material dan korban jiwa. (AF)

Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut mengadakan Touring Jumat Berkah dalam rangka percepatan penurunan stunting dengan menyalurkan bantuan untuk beberapa keluarga yang memiliki anak stunting, Jumat (1/9/2023).

Kegiatan yang dipimpin Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Eng ini di dampingi Satgas PPS (Satuan Tugas Percepatan Penurunan Stunting), Kepala Dinas PPKB Kota Manado Drs. Sammy Kaawoan, MAP,  PLKB Kota Manado dan staf BKKBN Sulut.

Touring ini dimaksudkan untuk menyukseskan program PPS  ASN Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut  dengan memberikan bantuan bagi anak anak stunting dari rumah ke rumah.

Bantuan yang diberikan merupakan kumpulan sukarela dari komunitas BKKBN Sulut.

Bantuan diberikan kepada Miguel Batutoneng (lahir pada 13 Oktober 2018 dengan berat badan 3,2 kg), Minho KS Sanger (lahir pada 31 Maret 2021 dengan berat badan 3,2 kg), Kamelia Mokoagouw (lahir pada 31 Mei 2022 dengan berat badan 2,6 kg), dan Syakila Tangkilisan (lahir pada 30 Maret 2021dengan berat badan 2,7 kg) yang diterima orangtua mereka. (Fer)

Meimonews.com – SMA Negeri 8 Manado pimpinan Dra. Mediatrix Maryani Ngantung, M.Pd melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Kemendikbudristek RI yang diadakan Senin – Kamis (28-31/8/2023).

Ada sebanyak 99 siswa sekolah yang berlokasi di Kelurahan Kairagi Dua Kecamatan Mapanget Kota Manado ini yang ikut dalam kegiatan ini. Jumlah ini merupakan terbanyak di antara sekolah-sekolah di daerah ini yang ikut dalam program ini.

Selain itu, “kalau ada sekolah yang hanya mengikutsertakan siswanya kelas 12 maka sekolah ini mengikutsertakan siswa kelas.11 dan kelas 12,” ujar Ngantung kepada Meimonews.com di sela pelaksanaan ANBK hari terakhir, Kamis (31/8/2023).

Ditemui terpisah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Dalvian M. Taroreh, S.Pd, M.Si menambahkan, dari 99 siswa sekolahnya yang ikut ANBK, 9 di antaranya adalah cadangan.

Perinciannya adalah kelas 11 sebanyak 50 siswa dengan cadangan 5 siswa sedang kelas 12 siswa sebanyak 40 siswa dengan cadangan 4 siswa.

Mereka ikut ANBK bergelombang. Gelombang pertama waktu pelaksanaannya Senin-Selasa (28-29/8/2023) sementara gelombang kedua Rabu-Kamis (30-31/8/2023)

Mengenai materi ANBK, Dalvian yang adalah Proktor kegiatan ini yang di dampingi Darnina (guru matematika) yang adalah teknisi menjelaskan ada empat materi yakni materi hari pertama literasi dan survei karakter sementara hari kedua, numerqsi dan survei lingkungan belajar. (Fer)

Meimonews.com – SMA Negeri 8 Manado menggelar Project Management Office (PMO) di salah satu ruangan sekolah, yang diikuti belasan guru termasuk beberapa Wakil Kepala Sekolah yakni Dra Lany Sualang (Bidang Kurikulum), Dalvian M. Taroreh, S.Pd, M.Si (Bidang Kehumasan) dan Eduward Widodo, ST (Bidang Sarana dan Prasarana), Kamis (31/8/2023).

Tampil sebagai fasilitator Sekolah Penggerak yang adalah Pengawas SMA Kacabdin Sangihe  Dra. Elvi Barahama dan Kepala SMA Negeri 8 Manado Dra. Mediatrix Maryani Ngantung, M.Pd yang adalah Kepala Sekolah Penggerak sebagai pemandu.

Materi yang dibahas terkait Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan pembayaran gaji guru honor di sekolah ini.

Dua hal tersebut dibicarakan secara rinci dan bisa terimplementasi untuk peningkatan kemajuan sekolah yang tertelak di Kelurahan Kairagi Dua Kecamatan Mapanget ini ke depan.

Kedua pembicara memfasilitasi agar peserta bisa mengesplore potensi yang dimiliki dan didukung sarana dan prasarana yang ada.

Kepada  Meimonews.com, usai kegiatan, Ngantung menjelaskan, MPO yang merupakan Program Kemendikbudristek RI dilaksanakan dua bulan sekali dengan tema-tema berbeda, yang disesuaikan dengan keadaan.

“Kali ini, kami membahas dua topik tersebut. Dan, hasilnya sudah tercatat dalam dokumen dan siap dilaksanakan,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Barahama menjelaskan dalam PMO dibahas beberapa topik terkait dengan penerapan kurikulum yang diterapkan di sekolah baik dari guru dalam proses pembelajaran, bagaimana guru membelajarkan anak didik sesuai kebutuhannya kemudian membicarakan permasalahan yang dihadapi anak didik terkait pembelajaran itu sendiri kemudian terkait permasalahan guru dalam proses pembelajaran dan menentukan perangkat ajarannya .

“Kemudian, membahas rapor pendidikan, literasi, renumerasi dan lain-lain,” ujar fasilitator sekolah penggerak angkatan kedua yang ditugaskan Balai Guru Penggerak (BGP) Sulut untuk mendampingi beberapa sekolah penggerak termasuk SMA Negeri 8 Manado ini. (Fer)