Meimo News

Meimonews.com – Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng. IPU. ASEAN Eng menjadi salah satu pembicara dalam 4th International Conference Natural Resource Management and Sustainability.

Konferensi yang dilaksanakan Minggu-Kamis (26-30/11/2023) di Universitas Udayana Bali ini mempertemukan beragam perspektif untuk membahas strategi inovatif dan pendekatan kolaboratif.

Dalam upaya global untuk mengatasi tantangan mendesak dalam pengelolaan dan keberlanjutan sumber daya alam, para ahli, akademisi, dan pembuat kebijakan berkumpul di Konferensi Internasional tentang Pengelolaan dan Keberlanjutan Sumber Daya Alam.

Tema utamanya mencakup konservasi keanekaragaman hayati, pengelolaan sumber daya air yang bertanggung jawab, dan integrasi teknologi untuk meningkatkan praktik berkelanjutan.

Para pembicara ternama berbagi penelitian mutakhir dan wawasan praktis, mendorong pertukaran ide yang dinamis di antara para peserta. (FA)

Meimonews.com – Organisasi kemasyarakatan (Ormas) adat Minahasa dan organisasi keagamaan muslim di Kota Bitung menggelar deklarasi damai di Riverside Resto n Cafe, Girian, Kota Bitung, Selasa (28/11/2023) siang.

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Sulut dan Pejabat Utama Polda Sulut, Danrem 131/Santiago, Danlantamal VIII Manado, Dandim 1310/Bitung, Kapolres Bitung, Walikota Bitung beserta Forkopimda Kota Bitung, para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, ketua dan anggota ormas adat Minahasa serta ketua dan anggota organisasi keagamaan muslim di Kota Bitung.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan naskah deklarasi damai oleh Ketua Ormas Adat Minahasa dan Ketua Organisasi Keagamaan Muslim di Kota Bitung dan diikuti oleh seluruh yang hadir.

Setelah itu, penandatanganan bersama deklarasi damai oleh ketua dan perwakilan ormas adat Minahasa, ketua dan perwakilan  organisasi keagamaan muslim di Kota Bitung, Kapolda Sulut, Walikota Bitung serta para pejabat lainnya.

Adapun isi deklarasi tersebut adalah pertama, sepakat untuk mengakhiri setiap konflik yang terjadi secara damai; kedua, mendukung penegakan hukum terhadap pelaku yang terlibat, secara transparan, dan berkeadilan.

Ketiga, menolak segala bentuk provokasi, pergerakan massa dari luar Kota Bitung, maupun pemberitaan melalui media sosial yang sifatnya hoax yang berkaitan dengan permasalahan di Kota Bitung; keempat, bersama menjaga keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat Kota Bitung

Di penghujung kegiatan, dilakukan doa bersama lintas agama. Berturut-turut dipimpin oleh pemuka agama Islam, Kristen, Hindu, dan Konghucu. Kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

Kapolda Sulut Irjen Pol. Setyo Budiyanto mengatakan, tujuan deklarasi damai ini adalah untuk menghasilkan sebuah komitmen bersama-sama seluruh masyarakat yang ada di Kota Bitung untuk sepakat dengan beberapa hal yang sudah disampaikan atau dideklarasikan.

“Antara lain patuh hukum, menyesuaikan dan mengembalikan situasi di wilayah ini semaksimal mungkin, secepat mungkin, sehingga masyarakat bisa beraktivitas, bisa menjalankan kegiatannya dengan baik,” ujarnya.

Tentunya, sambung Kapolda, dengan pelaksanaan deklarasi damai ini, diharapkan semuanya sudah selesai, tidak ada lagi hal-hal kecil yang kemudian muncul di antara para pihak tersebut.

Kapolda berharap khususnya kepada seluruh masyarakat bukan hanya di Kota Bitung, umumnya yang ada di Sulawesi Utara kemudian seluruh masyarakat di kota-kota besar lainnya di NKRI, sudah melihat bahwa permasalahan yang ada di Kota Bitung sudah selesai.

“Mohon yang lain-lain tidak lagi kemudian memiliki kepentingan yang tidak baik, kontra produktif, mohon betul-betul dihentikan. Situasi sudah kembali damai, kembali bersahabat, kembali bersaudara, torang samua basudara,” pinta Irjen Pol. Setyo.

Selain itu, Kapolda berharap agar hasil pertemuan dan deklarasi damai di Kota Bitung ini bisa disampaikan kepada masyarakat luas.

“Apa yang sudah dilakukan di sini, nanti bisa secara personal, secara komunitas untuk bisa menyampaikan hasil kegiatan deklarasi damai di Bitung,” sebutnya.

Hasil pertemuan ini, Kapolda mempersilahkan dikemas dengan bahasanya masing-masing. Silahkan diteruskan kepada keluarga, sahabat, baik yang ada di Sulawesi Utara ataupun di kota-kota lainnya. Sehingga semakin meluas informasinya, semakin memahami, mengetahui, dan akhirnya tidak ada lagi yang bertanya-tanya bahkan melakukan tindakan-tindakan yang kontra produktif. (AF)

Meimonews.com – Dua tersangka baru kasus bentrokan dua kelompok yang terjadi di Bitung pada Sabtu (25/11/2023) berhasil ditangkap tim Ditresesium Polda Sulut dan Satreskrim Polda Sulut.

Keberhasilan penangkapan tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Iis Kristian melalui press conference di kantor Polres Bitung, Senin (27/11) malam.

“Kami akan meng-update penambahan jumlah tersangka. Dari tujuh tersangka sebelumnya yang sudah diamankan, sampai (Senin) malam ini bertambah lagi dua tersangka yaitu OK dan IG. Tersangka tersebut diduga sebagai pelaku di TKP 1 dengan korban atas nama Anto,” ujarnya.

Sehingga, lanjut Kombes Pol. Iis di dampingi Dirreskrimum Polda Sulut Kombes Pol. Gani Siahaan, tersangka yang diamankan hingga Senin malam berjumlah sembilan orang.

“Sehingga dari penambahan dua tersangka, sampai (Senin) malam ini keseluruhan tersangka yang sudah diamankan yang semula tujuh tersangka, menjadi sembilan tersangka,” jelasnya.

Kombes Pol  Siahaan mengatakan, penambahan dua tersangka ini dilakukan melalui penangkapan di lokasi berbeda. “Penangkapan pertama (tersangka OK), di Kota Tomohon. Untuk tersangka yang kedua (IG) ditangkap di Kabupaten Minahasa Utara,” ujarnya.

Dijelaskan, kedua tersangka tersebut selain menganiaya korban juga melakukan pengrusakan mobil ambulance. “Perlu diketahui juga, dua tersangka ini mereka melakukan penganiayaan termasuk merusak kendaraan ambulance di TKP 1,” sebut Kombes Pol. Siahaan.

Pihaknya mengimbau kepada para pelaku yang masih belum tertangkap agar menyerahkan diri.

“Kami mengimbau kepada para pelaku yang masih belum tertangkap, kami akan melakukan pengejaran terus sampai semua pelaku di dua TKP ini akan terungkap. Lebih baik menyerahkan diri, itu lebih baik,” ujarnya.

Di penghujung press conference, Kabid Humas turut mengimbau masyarakat agar mempercayakan penanganan kejadian kepada aparat keamanan.

“Kami mengimbau, percayakan penanganan peristiwa di Kota Bitung ini kepada aparat keamanan. Jangan melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Kombes Pol. Iis. (AF)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) telah mampu melaksanakan pendidikan dan latihan (diklat) bukan hanya di tingkat rumah sakit tetapi juga sampai ke Puskesmas.

Penegasan tersebut disampaikan Plt. Dirut RSUP Kandou Dr. dr. Ivonne E. Rotty, M.Kes ketika memberikan sambutan pada acara Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) terkait Entomologi Malaria bagi petugas Puskesmas di Hotel Gran Puri Manado, pekan lalu.

Mendampingi dokter Ivonne (sapaan akrab Plt. Dirut) pada kegiatan yang diikuti 25 peserta itu adalah Manager Tim Kerja Diklat, Ns Suwandi Luneto, S.Kep. M.Kes.

Turut hadir Manager SDM RSUP Kandou, Ns Abram Babakal, S.Kep, M.Kes, Manager Hukum dan Humas Ruslianto Urendeng, SH, Asmen Diklat dr. Reamur Moudy Rawung, M.Kes, M.Th.

“Kami sudah melakukan kerjasama di beberapa Kabupaten Kota di Sulut untuk kegiatan Diklat seperti ini,” ujarnya.

Disebutkan, tujuannya RSUP Kandou menggelar Diklat adalah untuk menunjang program dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan yang telah menetapkan 6 pilar tranformasi kesehatan.

“Mengacu dari program pemerintah secara bertahap, bahwa di tahun 2030 kita sudah bebas dari Malaria secara nasional. Tahapannya dimulai dari proses kegiatan Diklat seperti saat ini dengan melatih kader Entomologi Malaria,” jelasnya.

Dokter Ivonne menyampaikan apresiasi kepada panitia, Bagian Diklat RSUP Kandou yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Manado menyelenggarakan Diklat yang sangat bermanfaat untuk menambah kompetensi dari tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas.

“Pelatihan Entomologi Malaria masuk dalam Sistim Informasi Akreditasi Pelatihan (SIAKPEL) bersama 470 kurikulum pelatihan lainnya. Dan semua rumah sakit yang sudah terakreditasi harus mampu melakukan pelatihan yang ada di sistim Informasi Akreditasi Pelatihan,” ujarnya.

Kepada peserta Diklat, dokter Ivonne berharap agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik, sehingga bisa mengimplementasikan bagaimana cara indentifikasi dan pencegahannya serta penanggulangan Malaria dengan tepat. (Fer)

Meimonews.com – Plt. Direktur Utama RSUP Prof Dr. RD Kandou Manado Dr. dr Ivonne E. Rotty, M.Kes memberikan apresiasi kepada Bagian Kelompok Staf Medik (KSM) Ilmu Penyakit Dalam FK Unsrat – RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado yang bekerjasama dengan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI – RSCM boleh menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu workshop, dengan tema Manado Respirology and Critical Care Annual Meeting (Morgam) 2023.

“Kegiatan ini sangat menunjang program dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan yang telah menetapkan 6 pilar tranformasi kesehatan,” ujar dokter Ivonne saat memberikan sambutan pada kegiatan yang diselenggarakan di Ruang KSM Penyakit Dalam RSUP Prof. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou), Jumat (24/11/2023).

Di mana salah satunya tranformasi kesehatan ke 5 itu, sambung dokter Ivonne adalah SDM (sumber daya manusia). Dengan dilaksanakan kuliah tamu bagi dokter residen yang ada di RSUP Kandou, dapat meningkatkan kompetensi bagi dokter Residen.

Dokter Ivonne juga menegaskan, managemen RSUP Kandou akan terus menyuport kegiatan seperti ini. “Terima kasih juga buat Institusi jejaring dari FK Universitas Indonesia dan RSCM atas kerja sama yang selama ini terus terjalin,” ujarnya.

Di dampingi Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang dr. Yeheskiel Panjaitan, SH.MARS, dokter Ivonne berharap, program ini terus berlanjut guna peningkatan kompetensi bagi dokter dokter spesialis sehingga terjadi pemerataan sampai di daerah Kabupaten Kota yang ada di Indonesia.

Kuliah tamu ini, menurutnya, bisa menambah ilmu dan wawasan serta ketrampilan kepada dokter residen penyakit dalam. Ke depan mereka akan semakin profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (Fer)

Meimonews.com – Kondisi Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara pasca bentrokan 2 kelompok yang terjadi Sabtu (25/11/2023) jam 16.30 wita sudah kondusif. Situasi kamtibmas sudah kembali kondusif.

Walau demikian, polisi masih tetap berjaga di beberapa titik di kota yang mendapat julukan Kota Cakalang itu.

Kondisi terkini tersebut disampaikan Kapolda Sulut Irjen Pol. Setyo Budiyanto
didampingi Kabid Humas Kombes Pol. Iis Kristian, Direskrimum Kombes Pol. Gani F. Siahaan dan Forkopimda Kota Bitung saat menggelar konferensi pers, yang dihadiri sejumlah wartawan baik, cetak, elektronik dan media online di Polres Bitung, Minggu (26/11/2023) malam.

“Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat khususnya yang ada di Kota Bitung dan umumnya masyarakat Sulawesi Utara serta seluruh masyarakat Indonesia, sampai dengan malam ini situasi dan kondisi di wilayah Kota Bitung aman dan terkendali,” ujar Kapolda.

Pihak Polda dan Polresta Bitung sudah melakukan banyak kegiatan dari mulai pagi sampai dengan malam hari, dan banyak melakukan pertemuan dengan para tokoh, masyarakat, dan komunitas, malam ini terlihat bahwa aktivitas masyarakat di beberapa tempat berjalan seperti biasa.

“Mereka melakukan banyak kegiatan perekonomian berjalan sebagaimana mestinya. Ini menunjukkan bahwa kegiatan atau aktivitas dan situasi kondisi di wilayah Kota Bitung ini aman dan terkendali,” tandasnya.

Kapolda memaparkan, pada peristiwa bentrokan antara Ormas Adat dan Ormas Keagamaan, yang menyebabkan 3 korban yakni 2 luka-luka dan 1 meninggal dunia ini, polisi sudah menangkap sebanyak 7 terduga pelaku.

“Polisi sudah menangkap sebanyak 7 terduga pelaku, yaitu pria inisial RP dan HP yang diduga melakukan penganiayaan di TKP Kelurahan Sari Kelapa dan 5 terduga pelaku di TKP Jalan Sudirman, yaitu pria inisial GK, FL, BI, MP dan RA,” sebut Kapolda.

Selain menangkap para terduga pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 5 sajam jenis parang, pedang samurai, badik dan anak panah, serta 2 buah kayu totara.

Kapolda berpesan kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama ikut berpartisipasi menjaga keamanan. “Dukung pelaksanaan tugas baik dari TNI, Polri maupun Pemerintah Kota Bitung, untuk menjaga situasi ini,” imbau Irjen Pol. Setyo.

Ditambahkan, tidak hanya masyarakat termasuk juga para tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat, dibuktikan bahwa kemarin malam sudah dilakukan pertemuan dan sudah ada komitmen ada kesepakatan untuk tidak memperpanjang masalah ini dan kemudian mempercayakan proses penyelesaiannya dilakukan secara prosedur hukum.

Terkait isu-isu yang bertebaran, Kapolda minta agar tidak mudah terprovokasi. “Jangan mudah percaya dengan isu atau informasi yang sumbernya tidak bisa dipercaya, bahkan mungkin sumber-sumber yang berasal dari akun-akun yang anonim, akun-akun yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Kepada seluruh masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpengaruh, tidak terprovokasi dengan akun-akun atau isu-isu yang berkembang itu, kalau ada informasi sekecil apapun yang kira-kira itu berhubungan dengan situasi dan kondisi yang berkembang di wilayah Kota Bitung.

Kapolda juga mengimbau kepada para pelaku yang melakukan tindak pidana penganiayaan kekerasan secara bersama-sama terhadap para korban agar segera menyerahkan diri.

“Sebaiknya menyerahkan diri, secepatnya datang ke Polres untuk kemudian menyampaikan dengan baik dan akan ditangani secara baik. Saya jamin haknya untuk kemudian diperlakukan secara baik oleh para Penyidik. Kalau tidak nanti pasti akan dilakukan upaya penangkapan atau kalau misalkan melarikan diri pasti akan dilakukan upaya dan dimasukkan dalam daftar pencarian orang,” tegasnya.

Kapolda menyampaikan terima kasih kepada wartawan yang telah berpartisipasi untuk menyampaikan imbauan terutama membuat berita-berita secara positif yang tidak tendensius dan tidak terpengaruh dengan isu-isu yang beredar.

“Harapannya kalau rekan-rekan jurnalis menyampaikan secara proporsional, mudah-mudahan permasalahan ini bisa segera selesai. Kota Bitung bisa cepat normal kembali, sebagaimana biasa, sesuai falsafah torang samua basudara,” ujar Ir. Pol. Setyo. (AF)

Meimonews.com – Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Diskon PKB lewat Program Keringanan Tiga Hebat Tetap Lanjutkan Pemprov Sulut lewat Bapenda Sulut akan berakhir dalam beberapa hari ke depan.

Oleh karena itu, Sekretaris Bapenda Sulut Filma Kepel mengajak/mengimbau warga wajib pajak (WP) untuk memanfaatkan kesempatan berharga ini karena program tersebut akan segera berakhir.

“Karena program keringanan ini ada batas waktunya maka silahkan warga memanfaatkannya. Tinggal beberapa hari lagi,” ujar Filma dalam percakapan dengan Meimonews.com di Manado. Sabtu (25/11/2023).

Diketahui, program Pemprov Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandou lewat Bapenda Sulut pimpinan June E. Silangen (Kepala) tersebut berlangsung dari 1 hingga 30 November 2023.

Filma mengajak warga wajib pajak, mendatangi kantor-kantor Samsat (sistem administrasi satu atap), gerai-gerai pelayanan yang ada di kabupaten/kota di Sulut.

Selain di tempat-tempat tersebut, sambungnya, disediakan pula tempat pelayanan mengurus pajak ranmor di Depan Mantos dan Kantor Pusat Bapenda Sulut, jalan 17 Agustus Manado (samping kantor Gubernur Sulut).

Mantan Kabid Pajak Bapenda Sulut ini menyebutkan, jam pelayanan mengikuti jam kerja perkantoran yakni di Kantor Samsat dan gerai-gerai untuk hari Senin-Jumat jam 09.00-15.00 wita sementara Sabtu jam 09.00-12.00 wita.

Pelayanan di Kantor Pusat Bapenda Sulut Senin-Jumat jam 09.00-14.00 wita sementara Sabtu jam 09.00-12.00 wita. Untuk pelayanan di Mantos Senin-Jumat jam 16.00-19.00 wita sementara Sabtu jam 09.00-12.00 wita.

Kantor Pusat Bapenda Sulut dibuka juga untuk pelayanan progam Keringanan Tiga Hebat Tetap Lanjutkan

Diketahui, keringanan dan diskon pajak ranmor tersebut adalah Keringanan pertama adalah keringanan pokok dan denda PKB (pajak kendaraan bermotor). Untuk pokok PKB (plat hitam/putih milik pribadi dan badan usaha) tahun berjalan dibayar seluruhnya, untuk tahun kedua diberikan keringanan 50 persen persen dari pajak pokok, untuk tahun ketiga diberikan keringanan 60 persen dari pokok pajak, untuk tahun keempat diberikan keringanan 70 persen dari pokok pajak, untuk tahun kelima diberikan keringanan 80 persen dan untuk tahun keenam diberikan keringanan 100 persen.

Untuk denda PKB (seluruh kendaraan) tahun berjalan dibayar seluruhnya sementara tahun yang telah lewat bebas denda 100 persen.

Keringanan kedua, pembebasan pokok dan denda BBNKB (bea balik nama kendaraan bermotor). Seluruh kendaraan kepemilikan kedua dan seterusnya diberikan pembebasan pokok dan denda BBNKB sebesar 100 persen.

Keringanan ketiga, diskon pokok PKB. Untuk kendaraan plat hitam/putih yang belum membayar 1-30 hari sebelum jatuh tempo diberikan diskon 5 persen, 31-60 hari sebelum jatuh tempo diberikan diskon 7,5 persen, 61-90 hari diberikan diskon 10 persen. (elka)

Meimonews.com – Tim Charlie ROTR Polresta Manado berhasil mengamankan YP (13), pelaku persetubuhan terhadap anak di kawasan Pandu, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Kamis (23/11/2023) sekitar pukul 17.00 wita.

Kejadian tersebut terjadi pada Jumat, 10 November 2023 sekitar pukul 22.00 wita, ketika pelapor, Melvie Manikome (34 tahun) melaporkan bahwa anaknya, VO (10), menjadi korban tindak pidana tersebut.

Pelapor menjelaskan, saat korban sedang tidur, pelaku masuk ke dalam kamar dan memaksa korban untuk berhubungan layaknya suami-istri. Meskipun korban menolak, pelaku tetap melanjutkan perbuatannya dengan cara menahan tangan korban, melucuti celana korban, dan melakukan hubungan badan.

Sang pelapor, sebagai orang tua korban, sangat keberatan dan segera melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian untuk pengusutan lebih lanjut.

Tim Charlie ROTR Polresta Manado melakukan penyelidikan dan berhasil mendapatkan informasi bahwa pelaku (YP) melarikan diri ke Tagulandang, Kabupaten Siau, pada Jumat (17/11/2023).

Dengan mendapat dukungan dari Polsek Tagulandang, tim berhasil mengamankan pelaku pada Rabu (22/11/ 2023). Pelaku kemudian dibawa kembali ke Manado untuk diproses lebih lanjut di Markas Kepolisian Resort Kota Manado (Mako Polresta Manado).

“Keberhasilan tim dalam mengejar pelaku ini menjadi langkah awal dalam menjaga keamanan dan keadilan di kota Manado,” jelas Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto Parlindungan Sirait melalui Kasi Humas Ipda Agus Haryono. (AF)

Meimonews.com – Plt Dirut RSUP Kandou Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty. M.Kes menegaskan, dengan mendeteksi secara dini Diabetes Melitus (DM) pada anak akan mencegah terjadinya komplikasi berat di kemudian hari.

Penegasan tersebut disampaikan dokter Ivonne saat membuka kegiatan World Diabetes Day di aula KSM Anak Irina E
Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou), Kamis (23/11/2023).

Dokter Ivonne (sapaan akrab Plt. Dirut RSUP Kandou) juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada CDiC bekerjasama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di bawah Kementerian Kesehatan RI, yang sudah memfasilitasi kegiatan yang bertemakan Know Your Risk, Know Your Respon.

“Dalam rangka Hari Diabetes Sedunia ada beberapa kegiatan sudah dilaksanakan yang berkaitan dengan program tranformasi kesehatan dari Kementerian Kesehatan salah satunya melakukan pengampuan, di dalamnya kita bisa mendeteksi secara dini penyakit, kanker, jantung, uronefro, stroke dan diabetes melitus,” ujarnya.

Kegiatan ini juga, tambahnya, ada skrining komplikasi microvaskuler berupa pemeriksaan mata dan urin atau skrining komplikasi anak anak dengan Diabetes Melitus tipe-1.

Disebutkan, kita patut bersyukur dengan adanya kegiatan ini, ada banyak manfaat yang positif bagi anak anak Indonesia karena mereka memiliki masa depan yang bisa diandalkan untuk bangsa dan negara.

“Bahkan anak dengan diabetes melitus masih bisa tumbuh dengan baik dan punya pertumbuhan yang normal dan bisa berprestasi di bidang akademik,” tandasnya.

Ia berharap agar kegiatan ini akan terus berlanjut dan RSUP Kandou selalu menyuport serta membantu demi masa depan anak anak Indonesia sehat. (Fer)

Meimonews.com – Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budiyanto mengungkapkan bagi personil Polri baik Polki (polisi laki-laki) maupun Polwan (polisi perempuan) yang memenuhi syarat-syarat tertentu, bisa mengikuti tes seleksi misi pemeliharaan perdamaian PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa).

Hal tersebut diungkapkan Kapolda saat membuka kegiatan Peacekeeper Campaign Tahun 2023 di Aula Catur Prasetya Mapolda Sulut, Kamis (23/11/2023).

“Personil Polda Sulut yang berpangkat Bripda sampai dengan AKBP, dengan masa dinas minimal 2 tahun dan rentang usia 22 hingga 50 tahun, dapat mengikuti tes seleksi misi pemeliharaan perdamaian PBB,” ujar Irjen Pol Setyo.

Peacekeeper Campaign adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada personil Polri di kewilayahan mengenai kesempatan berkarir yang lebih luas berskala internasional dalam koridor Perserikatan Bangsa-Bangsa pada misi pemeliharaan perdamaian dunia di negara-negara yang sedang berkonflik di seluruh dunia dalam ikatan kontingen maupun individu.

Formed Police Unit (FPU) merupakan Kontingen Garuda Bhayangkara Satuan Tugas yang dimiliki oleh Polri dalam ikatan 140 sampai dengan 175 personil dengan formasi tertentu sesuai yang dibutuhkan oleh misi PBB seperti SWAT, Taktis, Mekanik, Water Treatment, TIK, Support, Manase dan lain sebagainya.

Sedangkan Individual Police Officer (IPO) adalah personil Polri yang secara individu telah memiliki kemampuan dan keahlian (skill set) yang akan menjadi modal dasar dalam menghadapi serangkaian tes (Assesment for Mission Service) dari tim PBB (United Nations Selection Assesment and Advisory Team).

Pada kegiatan Peacekeeper Campaign di Polda Sulut ini, Divhubinter Polri mengirimkan Tim ke Polda Sulut yang dipimpin oleh Brigjen Pol Drs. Yaya Ahmudiarto dan beberapa panitia, di antaranyaKombes Pol Leo Andi Gunawan, SIK, MPP, Kombes Pol FX Arendra Wahyudi, SIK, Kompol Andhika Satriya Oetama, SIP, SIK.

Selain itu, Kompol Omizon Eka Putra, SH, SIK, Kompol Taufik Hidayat Afriansyah, SH, Kompol Panji Gedhe Prabawa, SH, SIK, MAP, Kompol Noval Nanusa Gegoh Desky, SH, SIK, Kompol Tony Priyanto, SH, SIK, AKP Louis Stefanus Gregory Kaunang, SIK, M.Si, Ipda Komang Sudiarna, Ipda Marina Olivia Wilhemina Rindengan, SH, Ipda Harris Prayogo, SH, MH dan Ipda Puteri Cantikka Permata, S.Hum.

Diharapkan dengan dilaksanakannya kegiatan Peacekeeper Campaign di Polda Sulut ini dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan akan misi pemeliharaan perdamaian yang ditawarkan oleh PBB, dan Divhubinter Polri siap mengajak rekan-rekan Polri di seluruh wilayah Indonesia untuk bergabung dalam pemeliharaan perdamaian internasional. (AF)