Meimonews.com – Kantor Pusat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut telah membuka pelayanan keringanan pajak se-Sulut mulai 1 Agustus hingga 30 September 2022.

“Untuk kendaraan yang menunggak dari luar Manado dapat berproses di Kantor Bapenda Provinsi Sulut jalan 17 Agustus 2022. Kemudahan ini khusus pajak tahunan,” ujar Kepala Bapenda Sulut Olvie Atteng kepada Meimonews.com, Kamis (11/8/2022).

Untuk proses ganti STNK, BBNKB dan mutasi kendaraan, sambungnya, berproses di Samsat asal domisili STNK.

Baca juga : Peringati HUT Kemerdekaan dan Provinsi, ODSK Keluarkan Kebijakan Keringan Pajak Ranmor

Kebijakan tersebut merupakan upaya Bapenda Sulut untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya wajib pajak kendaraan bermotor (ranmor).

Bapenda Sulut dan jajarannya seperti Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) memang senàntiasa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat khususnya wajib pajak ranmor.

Peringati HUT Kemerdekaan RI, UTD RSUP Prof. Kandou Gelar Donor Darah di Beberapa Lokasi

Selain memberikan kemudahan seperti keringanan pajak kendaraan bermotor (ranmor), penghapusan denda dan lain-lain, satuan kerja Pemerintah Daerah ini membuat kemudahan dalam pelayanan termasuk pelayanan pengurusan pembayaran pajak lewat UPTD Samsat yang ada di Sulut dan pelayanan lewat online.

Untuk mengecek syarat dan ketentuan bisa di link https://bapendaprovsulut.blogspot.com/2022/07/keringanan-pajak-kendaraan-bermotor.html

Untuk Simulasi Keringanan bisa dicek di link
https://bit.ly/3keFET4 Pemprov Sulut.

Baca juga : Menjadi Saudara dengan Alam Ciptaan Tuhan Lewat Penanaman Pohon, Warnai Peringatan 2 Abad SJMJ

Dengan adanya kebijakan tersebut, wajib pajak diimbau memanfaatkan momen tersebut dengan sebaik-baiknya. (elka)

Meimonews.com – Simon Fraser University (SFU) Canada Unesco Chair on Bio-Cultural Diversity and Education Prof David Zandvliet mendatangi Unsrat dan bertemu dengan Rektor Prof. Dr. Ir. Joan Ellen Kumaat, M.Sc, DEA, Selasa (9/8/2022).

Kunjungan ini  merupakan tindak lanjut dari kerjasama SFU dengan Unsrat yang sudah berlangsung sejak tahun 1980-an. Kerjasama SFU, juga dilakukan dengan Pasca Sarjana dan Fakultas Pertanian.

Baca juga : Peringati HUT Kemerdekaan dan Provinsi, ODSK Keluarkan Kebijakann Keringanan Pajak Ranmor

Pada pertemuan ini dibicarakan pula implementasi Memorandum of Understanding (MoU) antara Unsrat dan SFU Canada periode 2018-2023, yang mencakup, antara lain Unsrat menjadi co-chair Unesco Biocultural Diversity and Education.

Dr. Wiske Rotinsulu bersama Prof. David Zandvliet dipercaya sebagai Chair 2020-2024. Proses aplikasi Unesco chair sangat disuport Rektor Unsrar Prof. Dr. Ir. Ellen Kumaat,M.Sc DEA.

Baca juga : Menjadi Saudara dengan Alam Ciptaan Tuhan Lewat Penanaman Pohon, Warnai Peringatam 2 Abad SJMJ

“Unsrat sangat mendukung kerjasama dengan SFU yang tentunya membawa kontribusi positif bagi kemajuan akademik mahasiswa,” ujar Prof. Kumaat.

Sejumlah poin penting yang menjadi kesepakatan adalah virtual field school SFU-Unsrat 2021 yang melibatkan pengajar dari Unsrat serta rencana implementasi field school Tropical Environment Studies Program for International Students (TESPIS).

Baca juga : Peringati HUT Kemerdekaan RI, UTD RSUP Prof. Kandou Gelar Donor Darah di Beberapa Lokasi

Canada Asean Scholarship and Educational Exchange menjadi program yang diunggulkan, di mana mahasiswa S2 Gladys Runtukahu mendapatkan beasiswa, melalui kerjasama SFU dan Unsrat. (elka)

Meimonews.com -Kehadiran Tim Animator Laudato Si (LSi) di Keuskupan Manado disambut postif dan diapresiasi Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC.

Hal tersebut terungkap saat Tim yang diantar Ketua Komisi JPIC (Justice, Peace and Integrity of Creation = Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan) Keuskupan Manado Sr. Regina Fofid DSY bertemu Uskup di ruang tamu Keuskupan Manado, Jl. Samrat Manado, Senin (8/8/2022).

“Hari ini merupakan hari yang istimewa bagi Tim Animator LSi-KM karena bapa Uskup Mgr. Rolly menyambut dengan penuh senyum dan kehangatan sebagai seorang gembala akan domba-dombanya,” ujar Sr. Regina.

Kepada Meimonews.com via WhassApp, usai pertemuan itu, Sr. Regina menambahkan Mgr. Rolly menyambut gembira dan memberikan apresiasi terhadap apa yang sudah tim animator mulai, dengan harapan tim ini menjadi wadah untuk membangun satu kesadaran bersama untuk merawat bumi.

Badan Pengurus, sebut Uskup seperti dikutip suster Regina, tidak saja hanya pioner tetapi menjadi saksi untuk menjaga dan merawat ibu bumi sebagai suatu kesadaran dengan menghidupi tujuh goals dari Laudato Si Action Platform.

“Mungkin banyak orang sudah tahu tentang Ensiklik Laudato Si, namun mereka belum tentu mengerti dan sadar secara bersama-sama demi masa depan anak cucu kita !” ujar Mgr. Rolly, sapaan uskup yang barusan genap 5 tahun kegembalaannya di Keuskupan Manado.

Uskup mengajak untuk bersama Komisi JPIC Keuskupan Manado menyebarkan spiritualitas ekologis dan Laudato Si ke seluruh paroki yang ada di Keuskupan Manado.

Mantan Provinsial MSC ini mengingatkan, apapun gerakan dan karya baik yang kita lakukan semuanya beralaskan doa. “Jangan lupa berdoa,” tandasnya.

Di akhir pertemuan, Mgr. Rolly menyerahkan buku Ensiklik Laudato Si kepada Ketua Pengurus LSi-KM Fongky Ponomban.

Sesudah pertemuan tersebut, Tim Animator LSi-KM bersama Komisi JPIC Keuskupan Manado mengadakan rapat di ruang rapat Puspa Kusuma untuk menyusun program kerja akhir tahun 2022.

Tim Animator LSi-KM dibentuk pada April 2022 karena ketergerakan hati dari beberapa orang yang prihatin dengan “jeritan ibu bumi” dan kesediaan untuk merawat “bumi rumah kita bersama”  dengan mengikuti pelatihan animator secara online yang dilaksanakan Tim Animator LSi  Movement Indonesia.

“Dari pelatihan inilah melahirkan Tim Animator Laudato Si Keuskupan Manado,” ujar Sr. Regina. (elka)

Meimonews.com – Gema Dua Abad Menjadi Saudara telah berkumandang di daerah-daerah di mana Kongregasi Suster-suster Jesus Maria Joseph (SJMJ) berkarya. Termasuk di dalamnya adalah Provinsi Makassar dan Manado.

Di dua provinsi di Indonesia ini, panitia lokal peringatan mewujudnyatakan tema peringatan yakni Becoming Sisters (Menjadi Saudara) dengan alam ciptaan Tuhan lewat kegiatan menamam pohon.

“Di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masuk dalam wilayah karya SJMJ Provinsi Makassar, menjadi saudara dengan alam ciptaan Tuhan dikemas dalam kegiatan menanam mangrove,” ujar Ketua Panitia Puncak Peringatan 200 Tahun Kongregasi SJMJ Sr. Monika Kalangi kepada Meimonews.com via WashApp, Minggu (7/8/2022).

Penanaman di pesisir pantai Desa Bour Kecamatan Nubatukan Lembata, baru-baru dihadiri Uskup Larantuka Mgr. Frans Kopong Kung, Vikjen Pastor Gabriel Unto da Silva, beberapa pastor, Bupati Lembata Thomas Ola Langoday dan jajarannya, umat Riang Dua dan pendukung kegiatan PT Triwana yang Direkturnya Lidwina Anungan adalah Anggota Asosiasi Awam SJMJ.

Sekitar 250 pohon ditanam di lokasi tersebut. Kepada masyarakat setempat diharapkan dapat memeliharanya sehingga dapat menghindari pengikisan tanah pada daerah pesisir pantai akibat ombak dan arus laut. Selain itu, adanya pohon mangrove ini juga menjadi sumber oksigen bagi masyarakat.

“Semoga Lembata menjadi hijau dan karena itu dapat menghapus plesetan nama daerah ‘Lembakar’ menjadi sungguh Lembata (Lomlen),” harap Anggota Dewan Pimpinan Umum Kongregasi SJMJ Dunia ini.

Masih di Provinsi Makassar,.penanaman mangrove juga dilakukan di Kampung Nelayan Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya, Makassar (Sulawesi Selatan).

Sebanyak 500 pohon mangrove ditanam pada kegiatan yang melibatkan suster SJMJ serta guru, pegawai dan siswa persekolahan Yayasan Yoseph Yeemye, Yayasan Ratna Miriam, Stikes Stella Maris dan Asosiasi Awam SJMJ.

Selain itu, sebanyak 25 mahasiswa dan doeen bersama suster SJMJ di Loang dan umat bersatu menanam pohon di Bukit Doa Maria Bintang Laut, Bunda Segala Bangsa, Lembata.

Diharapkan, dengan adanya penanaman pohon di tanah kering ini tumbuh tanaman yang meredahkan panasnya alam Lembata dan menghijaukan Bukit Doa sehingga umat yang berziarah mendapat tempat berteduh.

Di Provinsi Manado, gerakan menanam pohon dilakukan di Lolah, Airmadidi, Tomohon dan Malendeng. Panitia lokal mewujudkan persaudaraan dengan alam ciptaan Tuhan di lokasi badan amal milik Keuskupan Manado.

Ribuan pohon buah dan kayu ditanam. Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, para pastor dan umat di lokasi sasaran terlihat antusias dan mendukung kegiatan penanaman ini.

Sr. Kalangi berharap, semoga bumi ini menjadi rumah kita bersama yang nyaman dihuni. “Laudato Si’ : terpujilah Tuhan !” tandasnya.

Dalam percakapan terpisah, Pemimpin Umum Komgregasi SJMJ Dunia Sr. Theresia Supriyati menjelaskan, Menjadi Saudara, bukan hanya dalam komunitas, provinsi dan seluruh kongregasi tapi juga bagi Gereja dan sesama serta alam ciptaan Tuhan.

Perwujudan dari Menjadi Saudara dengan alam ciptaan Tuhan, sebutnya, Kongregasi lewat panitia mengadakan penanaman pohon di beberapa lokasi. (elka)

Meimonews.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI Tahun 2022, Unit Transfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Kandou menggelar kegiatan donor darah di beberapa lokasi.

“Kegiatan kemanusiaan berupa donor darah ini digelar di beberapa lokasi di Kota Manado dan sekitarnya dalam rangka HUT ke-77 Kemerdekaan RI, yang dimulai pada Jumat (5/8/2022) di KSP Mapan Pineleng,” ujar Kepala UTD RSUP Kandou dr. Stephen Lapian kepada Meimonews.com di Manado, Minggu (7/8/2022).

Setelah itu, kegiatan donor darah dilakukan jalan Balai Kota Manado pada Sabtu (6/8/2022) dan Minggu (7/8/2022) dilaksanakan di RS Tuminting.

Selanjutnya, di tempat praktik dr. Maria Sambuaga di Kelurahan Koka Lingkungan 2 Kecamatan Mapanget Barat (Selasa, 9/8/2022),  Kantor Asuransi Bumi Putra Tikala (Rabu, 10/8/2022), Dealer Sepeda Motor DAW Maumbi (Kamis, 11/8/2022), Bethany City Walk Kompleks Transmart (Sabtu, 14/8/2022).

Di Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan (Minggu, 14/8/2022), Dealer Hasrat Boulevard (Jumat, 19/8/2022),  Balai Kota Manado (Sabtu, 20/8/2022), Aula Paroki St. Ignatius Manado (Minggu, 21/8/2022), Gereja Petra (Sabtu, 27/8/2022) dan terakhir di Paroki St. Mikhael Perkamil (Minggu, 28/8/2022).

Bila ada warga yang ingin menyumbangkan darahnya untuk kegiatan kemanusiaan ini, dokter yang gesit dan ramah ini mempersilahkan menghubunginya di nomor 081340781386 dan Paul Hendrata (seorang penggiat donor darah) di nomor 08124422014.

“Semoga banyak warga yang tergerak hatinya dan ikut mendonorkan darahnya. Setiap tetes darah, menolong sesama manusia,” ujar mantan pegawai tidak tetap di Gorontalo dan calon PNS di Kalimantan Barat sebelum menjadi PNS di RSUP Prof. Kandou pimpinan Dr. dr Jimmy Panelewen, SpB-KBD. (elka)

Meimonews.com – Momen peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Provinsi Sulawesi Utara menjadi hari berbahagia bagi Polresta Manado dan jajaran.

Betapa tidak, di acara puncak peringatan HAN yang digelar di Rumah Alam, jalan Ring Road I Manado, Sabtu (6/8/2022), Polresta Manado mendapat penghargaan dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang diserahkan Wakil Gubernur Steven OE Kandouw.

“Kami, Kepolisian Polresta Manado mendapat penghargaan dari Gubernur Sulut atas dedikasi serta keberhasilan dalam menyelenggarakan perlindungan terhadap perempuan dan anak yang responsif,” ujar Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto P. Sirait, SH, SIK kepada wartawan, Sabtu (6/8/2022).

Kombes Pol. Sirait menegaskan, Polresta Manado berserta jajaran akan terus meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak karena sudah menjadi tugas bersama sesuai undang-undang untuk memfasilitasi kepada anak-anak kita, baik mental maupun spritual mereka.

Kegiatan bertema Anak Terlindungi Indonesia Maju tersebut dihadiri para Kepala Dinas Provinsi Sulut, para Kapolres yang menerima penghargaan dan undangan lainnya. (elka)

Meimonews.com – Direktur Utama RSUP Prof. Kandou Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD melalui Direktur Medik Penunjang dan Keperawatan dr.Jehezkiel Panjaitan, SH, MARS memastikan tindakan transplantasi ginjal segera dilakukan di RSUP Prof. Kandou.

“Tindakan perdana itu rencananya pada bulan September mendatang,” sebut dr. Jehezkiel Panjaitan kepada wartawan di kompleks rumah sakit, Kamis (4/8/2022).

Penanggung Jawab Tim Transplantasi Ginjal RSUP Prof Kandou ini menjelaskan, tim medis untuk pelayanan transplantasi ginjal tersebut sudah siap. Nantinya ada pendampingan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta dan lainnya.

Terobosan baru ini untuk perkembangan RS agar pelayanan makin prima buat masyarakat. “Kebetulan kasus di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Maluku bahkan Maluku Utara khan banyak, sehingga kami berupaya menjamin keberlangsungan hidup penduduk melalui tindakan transplantasi ginjal ini,” ujar dokter Jehezkiel.

Ditambahkan, proses tindakan ini tidak mudah. Selain penerima ginjal harus disiapkan juga pendonor. “Jadi, kami harus berhati-hati dalam melakukan ini baik itu regulasi atau status hukum bahkan sistem pelayanannya,” tegasnya (elka)

Meimonews.com – Kolaborasi beberapa organisasi yakni Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM), Tim Penggerak PKK Sulut, Badan Narkotika Nasional, Kementerian Kominfo dan Pemprov Sulut menggelar Sosialisasi Anti Narkoba di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Kamis (4/8/2022).

Ratusan siswa, mahasiswa dan masyarakat hadir dalam kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Ketua Umum OASE KIM Tri Suswati Karnavian, yang ditandai pemukulan tetengkoren.

Laporan kegiatan disampaikan Ketua Panitia Penyelenggara dr. Kartika Devi Kandouw Tanos (Sekretaris TP PKK Sulut dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulut, sementara sambutan oleh Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw dan Ketua Umum  OASE KIM Tri Suswati Karnavian.

Di momen pembukaan, ada penampilan choir yang membawakan mars BNN serta fragmen peserta Ketahanan Keluarga 2022 bersama dengan BNNP Sulut (Dian Yuni Seria, S.I.Kom) dan TP PKK Prov. Sulut (Dr. Preysi Siby, M.Psi).

Setelah itu, pembahasan mengenai Program Ketahanan Keluarga oleh Penyuluh Narkoba Ahli Madya Rotua Sihotang dari Direktorat Advokasi BNN RI dan diskusi panel Anti Narkoba oleh Direktur Advokasi BNN RI  Drs. Jafriedi M.M, dan Deputi Rehabilitasi BNN RI Dra. Riza Sarasvita, MHS., M.Si., Ph.D.

Diangkatnya tema sosialisasi anti narkoba dan literasi digital, menurut Tri Suswati Karnavian adalah karena narkoba saat ini sudah menjadi bencana nasional dan sudah mencapai level yang paling menguatirkan pada tingkat anak-anak muda. Bahkan juga didapati pada anak-anak di tingkat Sekolah Dasar.

“Kita juga di sini membuat literasi digital di mana ini penting karena kita juga tahu bersama bahwa teknologi informasi sudah menjadi kebutuhan kita sebagai manusia. Di mana setiap orang umumnya sudah mempunyai gadget atau alat informasi. Ini menjadi sasaran yang paling sering dicari oleh para pengedar narkoba dikarenakan mereka sangat rentan dan mudah untuk diajak menggunakan,” ujar.

Ketum OASE KIM ini mengingatkan seluruh generasi muda agar menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba. “Kepada anak-anak semua, ingat kalian harus mengetahui bahwa kalian adalah sasaran utama dari penyalahgunaan narkoba ini,” tandasnya.

Jadi, sambungnya, kalian harus betul-betul sadar dan melindungi diri kalian untuk terhindar dari penyalahgunaan narkoba ini. Mudah-mudahan dengan sosialisasi anti narkoba ini kalian lebih paham lagi bagaimana efek negatifnya.

Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw dalam sambutannya menegaskan, penyalahgunaan narkoba harus diberantas dengan penanganan holistik atau berhubungan dengan sistem keseluruhan yang mampu melibatkan semua komponen masyarakat sehingga tak parsial atau hanya menjangkau penggunaannya saja tapi mampu memberantas narkoba hingga ke bandarnya.

“Saya percaya untuk penanganan dan antisipasi terhadap narkoba ini perlu tindakan-tindakan yang holistik tidak hanya parsial, termasuk ada keterlibatan dan kerja sama seluruh komponen masyarakat,” ujarnya. (elka)

Meimonews.com – Memperingati Hari Ulang Tahun ke-74 Polisi Wanita (Polwan) 1 September 2022, Polwan Polresta Manado mengadakan kegiatan bakti sosial (baksos), Selasa (2/8/2022).

Sasaran kegiatan baksos berupa penyerahan bantuan berupa paket sembako adalah anak-anak sekolah di Kecamatan Bunaken, Manado.

Tema peringatan tahun ini adalah Polri yang Presisi, Polwan Siap Mendukung Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural Mewujudkan Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh.

Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto P. Sirait, SH, SIK menjelaskan, kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dalam rangka HUT ke-74 Polwan.

Kegiatan bakti sosial HUT ke-74 ini, sebut Kapolresta, adalah bentuk kepedulian Polwan Polresta Manado terhadap masyarakat yang kurang mampu.

“Kami berharap kegiatan sosial seperti ini bisa terus berlanjut, baik oleh lembaga Polri maupun lembaga lainnya guna membantu masyarakat yang hidupnya masih kekurangan, sehingga uluran tangan kita dapat meringankan saudara kita yang sangat membutuhkan,” ujar Kapolresta.

Turut hadir dalam kegiatan bakti sosial Perwira Kordinator Polwan AKBP Noni Sengkey beserta rombongan, Kabag SDM Polresta Manado Kompol Agnes Timbuleng bersama anggota polwan Polresta Manado, Kapolsek Bunaken Iptu Erwin Mantiri, SH., Anggota Polsek Bunaken, Camat Bunaken dan masyarakat kecanatan Bunaken. (elka)

Meimonews.com – Sementara pandemi Covid-19 belum ju^a usai, kini dunia dicemaskan dengan merebaknya penyakit cacar monyet (monkey pox). Perihal penyakit cacar monyet patut untuk diwaspadai agar dapat dilakukan antisipasi secara tepat.

Hingga kini, di Indonesia belum ada kasus cacar monyet yang ditemukan. Namun, sampai minggu terakhir Juli 2022, di seluruh dunia cacar monyet sudah ditemukan di 75 negara dengan kasus lebih dari 18 ribu penderita.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 23 Juli 2022 menetapkan cacar monyet sebagai kedaruratan kesehatan internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC). Penetapan sebagai darurat kesehatan internasional mengandung makna bahwa WHO menyerukan untuk memobliisasi upaya dalam rangka menghentikan penyebaran cacar monyet.

Dalam hal ini kedaruratan internasional (PHEIC) belum tentu akan berkembang menjadi pandemi yang menyebar secara cepat ke seluruh dunia. Beberapa penyakit lain seperti zika, polio, dan ebola yang pernah dinyatakan sebagai kedaruratan internasional ternyata tidak berkembang menjadi pandemi.

Meski demikian, cacar monyet tetap perlu diwaspadai penularan maupun penyebarannya. Kewaspadaan perlu dilakukan terutama melalui pencegahan dan deteksi dini serta pelaporan. Selain itu juga perlu dilakukan karantina untuk memantau di pintu masuk Indonesia.

Cacar Monyet
Penyakit ini disebut cacar monyet karena pertama kali ditemukan di tahun 1958 pada monyet yang dipelihara untuk tujuan penelitian. Awalnya penyakit ini hanya terdapat pada binatang monyet, tupai, dan tikus tapi kemudian pada 1970 mulai ditemukan pada manusia.

Selama ini, cacar monyet merupakan penyakit endemis yang tingkatnya konstan rendah di beberapa negara Afrika.  Namun sejak Mei 2022 dilaporkan terjadi pada beberapa negara non-endemis di Eropa, Amerika, dan Pasifik Barat. Berdasarkan kenyataan tersebut maka WHO selanjutnya menetapkan cacar monyet menjadi penyakit yang patut menjadi perhatian masyarakat global.

Penyebab penyakit ini adalah virus cacar monyet (monkeypox virus) yang merupakan virus genus Orthopoxvirus yang termasuk dalam famili Poxviridae. Cacar monyet semula merupakan penyakit zoonosis, yakni penyakit yang penularannya ke manusia berasal dari hewan. Namun karena virusnya mengalami mutasi genetik maka kini penularannya bukan hanya terjadi dari hewan ke manusia namun juga dari manusia ke manusia.

Cacar Monyet merupakan penyakit infeksi yang menular melalui kontak langsung dengan penderita, ataupun binatang yang terinfeksi, serta dapat pula melalui benda yang terkontaminasi. Penularan melalui kontak langsung dengan penderita dapat terjadi lewat darah, cairan tubuh, lesi pada kulit, termasuk kontak seksual.

Sebenarnya, cacar monyet tidak mudah menular secara cepat dan meluas, karena penularannya memerlukan kontak erat. Namun pencegahan dan kewaspadaan tetap perlu dilakukan agar tidak semakin merebak.

Masa inkubasi yaitu jangka waktu antara terinfeksi virus hingga mulai timbulnya gejala cacar monyet umumnya antara 6 hingga 13 hari. Penderita cacar monyet menunjukkan gejala yang mirip dengan penyakit cacar (small pox) namun jauh lebih ringan.

Penderita cacar monyet umumnya mengalami gejala awal demam tinggi >38,5 derajat Celcius, sakit kepala hebat, pembengkakan getah bening (limfadenopati) di leher, ketiak, ataupun selangkangan, mengalami nyeri otot (myalgia), sakit punggung, dan badan lemas (astenia). Pembengkakan kelenjar getah bening merupakan gejala yang khas pada cacar monyet dan tidak terdapat pada jenis cacar lainnya.

Setelah gejala awal tersebut pada penderita cacar monyet akan muncul ruam (bintil bintil kemerahan). Ruam terutama terdapat pada wajah, telapak tangan dan kaki, mukosa, alat kelamin, dan selaput lendir mata. Seiring waktu, ruam akan berubah menjadi koreng lalu akhirnya rontok.

Penyakit cacar monyet umumnya bersifat ringan yang berlangsung 2 – 4 minggu lalu sembuh. Namun pada beberapa kasus dapat menyebabkan komplikasi medis, yang bila tidak bisa diatasi dapat menimbulkan dampak serius. Komplikasi dari cacar monyet antara lain infeksi kulit sekunder, radang paru dan saluran pernapasan, gangguan kesadaran, dan masalah pengelihatan.

Sebagaimana penyakit virus pada umumnya, cacar monyet merupakan penyakit yang bersifat self-limited yaitu pada tahap tertentu virus penyebabnya akan terhenti sendiri perkembangannya dan penderita akan sembuh. Meskipun demikian terhadap penderita yang menunjukkan gejala perlu segera mendapatkan pelayanan medis terutama untuk mengatasi komplikasi yang mungkin ditimbulkannya.

Pengobatan terhadap cacar monyet bersifat menghilangkan gejala dan suportif. Tingkat kematian karena cacar monyet relatif rendah (3-6 %), dan kematian terutama karena fasilitas kesehatan yang kurang memadai.

Orang yang pernah mendapatkan vaksinasi cacar (smallpox) menunjukkan imunitas terhadap infeksi cacar monyet. Namun bila pernah terkena cacar air (chiken pox) ternyata tidak memberikan perlindungan terhadap cacar monyet. Hal ini karena cacar air disebabkan virus varicella yang berbeda dengan virus cacar monyet.

Vaksinasi cacar dapat memberikan efektivitas proteksi sebesar 85% dalam mencegah infeksi cacar monyet. Namun persoalannya, cukup banyak orang mungkin belum mendapat vaksinasi cacar, karena vaksinasi tersebut dihentikan setelah penyakit cacar pada 1980 berhasil dieradikasi (dimusnahkan total) di seluruh dunia.

Cacar Monyet di Indonesia
Meski di Indonesia belum terdapat kasus cacar monyet, namun Kementerian Kesehatan RI telah melakukan serangkaian langkah mitigasi untuk mencegahnya serta juga persiapan untuk menghadapinya. Dalam rangka mencegah penyebaran cacar monyet dilakukan pemantauan dan segera melaporkan bila ditemukan kasus cacar monyet. Selain itu telah disediakan alat dan bahan untuk deteksi dini bagi kasus terduga terkena cacar monyet. Lebih jauh lagi telah pula disiapkan obat, sarana serta tenaga kesehatan bila terdapat penderita cacar monyet.

Di kalangan masyarakat luas dilakukan dengan menyebarluaskan informasi mengenai cacar monyet serta upaya pencegahan maupun mengatasinya. Hal penting yang perlu dijalankan adalah melakukan pencegahan penularan dengan menghindari kontak langsung dengan penderita cacar monyet. Di samping itu perlu pula secara teratur membersihkan dan melakukan disinfeksi terhadap permukaan benda-benda yang sering disentuh yang bisa saja terkontaminasi.

Kalau mengalami kontak langsung dengan penderita cacar monyet sebaiknya dilakukan observasi dan isolasi mandiri. Sedangkan bila timbul gejala cacar monyet, segera menghubungi fasilitas pelayanan kesehatan.

Memang menghadapi cacar monyet perlu kewaspadaan agar dapat dilakukan langkah yang tepat untuk mengantisipasinya, karena kita tidak boleh kecolongan apalagi sampai kebobolan. (Dr. drg. Paulus Januar/Pakar Kesehatan Masyarakat)