Meimonews com – Menyusul dikeluarkannya pengumuman hasil seleksi adminstrasi Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwaslucam) Kota Manado oleh Bawaslu Kota Manado, Selasa (11/10/2022) maka untuk tahapan selanjutnya adalah Test Tertulis.

Test tertulis akan diadakan pada Sabtu (15/10/2022) mulai jam 08.00 sampai selesai. “Semua calon anggota Panwaslucam yang telah lolos seleksi administrasi diwajibkan hadir pada besok (Sabtu, 15/10/2022) untuk mengikuti tes tertulis,” ujar Ketua Pokja Pembentukan Panwaslucam Kota Manado Marwan Kawinda, SH, MH kepada Meimonews.com di sekretariat Bawaslu Manado, Jumat (14/10/2022).

Salah satu calon anggota Pamwaslucam saat pengambilan tanda peserta Test Tertulis di Sekretariat Bawaslu Manado, Jumat (14/10/2022)

Pelaksanaan test tertulis yang dilaksanakan secara online socrative di SMA Negeri 1 Manado ini, tambah Kawinda akan dibuat tiga sesi. Sesi pertama diikuti 60-an orang, sesi kedua 60-an orang dan sedang sisanya untuk sesi ketiga.

Setiap sesi, durasinya 90 menit. “Itulah sebabnya, kami meminta kepada calon anggota Panwaslucam tersebut datang satu jam sebelum jam 08.00 pagi untuk mengetahui jadual sesi testnya,” ujar Kawinda.

Ketua Bawaslu Kota Manado ini mengingatkan kepada calon anggota Panwaslucam untuk mengikuti persyaratan yang ada termasuk saat mengikuti test tertulis peserta harus memakai pakaian putih-hitam.

Seperti diketahui (Baca : Meimonews.com dengan judul Bawaslu Manado Umumkan Hasil Seleksi Administrasi Calon Anggota Panwaslucam Kota Manado), beberapa hari lalu Bawaslu Manado telah mengumumkan hasil seleksi calon unsur anggota Panwaslucam Kota Manado

Dalam pengumuman yang ditandatangani Ketua Pokja Marwan Kawinda, SH, MH dan Sekretaris Pokja Suharto Mokoginta, SH, terdapat 181 calon Panwaslucam di Kota Manado yang lulus seleksi berkas.

Perinciannya, Bunaken Kepulauan 6 orang, Bunaken 10 orang, Tuminting 18 orang, Singkil 26 orang, Mapanget 15 orang, Paal Dua 12 orang, Tikala 17 orang, Wenang 15 orang, Wanea 23 orang, Sario 16 orang dan Malalayang  23 orang. (Fer)

Oleh :

Dr. Paulus Januar, drg, MS, CMC

Meimonews.com – Dewasa ini informasi menjadi komoditas yang amat penting. Bahkan ada yang berpendapat, kini informasi telah menjadi salah satu kebutuhan pokok.

Disadari ataupun tidak, ternyata porsi terbesar informasi kita peroleh melalui indra penglihatan. Apalagi dengan semakin berkembang pesat teknologi informasi seperti smartphone, komputer, tablet, video, sosial media, dan pelbagai media komunikasi visual lainnya.

Diperkirakan lebih dari 80 % informasi kita peroleh melalui indra penglihatan. Dengan demikian penting sekali untuk menjaga agar organ mata tetap sehat hingga dapat berfungsi secara baik.

Indra penglihatan bukan hanya untuk mendapatkan informasi, namun lebih jauh lagi dengan penglihatan yang baik akan menentukan kualitas hidup serta banyak hal yang dapat dilakukan.

Dengan penglihatan yang baik akan membuka jenjang karir, sosialisasi diri, menumbuhkan rasa percaya diri, produktivitas, dan kesejahteraan hidup.

Mata juga merupakan organ yang diperlukan untuk menampilkan ekspresi seseorang sehingga dapat lebih dipahami oleh orang lain. Selain itu mata merupakan unsur yang sangat penting untuk estetika tubuh serta penampilan.

Namun kenyataan menunjukkan, kesehatan mata masyarakat tidaklah baik-baik amat. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di seluruh dunia sekitar 2,2 miliar orang mengalami gangguan penglihatan, dan di antaranya 1 miliar kasus sebenarnya bisa dicegah.

Pada tingkat global, gangguan penglihatan terbanyak dalam bentuk kelainan refraksi yang tidak terkoreksi (49 %), kemudian katarak (26 %) dan Age related Macular Degeneration (AMD, 4 %). Sedangkan penyebab kebutaan terbanyak adalah katarak (34,47 %), diikuti kelainan refraksi yang tidak terkoreksi (20,26 %), dan glaukoma (8,30 %).

Diperkirakan lebih dari 7 juta orang menjadi buta setiap tahunnya, dan setiap 5 detik bertambah 1 orang buta. Dari mereka yang mengalami kebutaan sekitar 80 % sebenarnya dapat dicegah hingga tidak perlu terjadi (avoidable blindness).

Kenyataan menunjukkan, walau sebagian besar dialami oleh mereka yang berumur di atas 50 tahun, namun gangguan penglihatan dapat mengenai siapa pun pada segala usia termasuk anak-anak. Dengan demikian gangguan penglihatan perlu menjadi perhatian hingga dapat dilakukan pencegahan sejak dini.

Program Kesehatan Mata
Dalam meningkatkan taraf kesehatan mata sangat penting terselenggaranya pelayanan kesehatan mata yang bermutu dan terjangkau serta tentu saja tidak membebani dari segi finansial.

Namun sayangnya, pelayanan kesehatan umumnya lebih difokuskan pada upaya kuratif untuk mengobati dan merawat mereka yang telah menderita penyakit mata. Sedangkan peningkatan taraf kesehatan serta pencegahan penyakit mata cenderung mendapatkan skala prioritasnya yang rendah. Padahal peningkatan taraf kesehatan serta pencegahan penyakit mata perlu menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan.

Menghadapi masalah gangguan penglihatan, World Health Assembly (WHA) dalam sidangnya pada mei 2021 telah menetapkan target global kesehatan mata untuk dicapai pada 2030.

Target WHA tersebut adalah peningkatan cakupan efektif koreksi kelainan refraksi sebesar 40%, dan peningkatan cakupan efektif operasi katarak sebesar 30 %. Memang beberapa pihak menganggap target tersebut terlalu ambisius, namun tetap akan sekuat tenaga diusahakan perwujudannya.

Kesehatan Mata di Indonesia
Hasil Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness  (RAAB) tahun 2014 – 2016 di lima belas provinsi di Indonesia menunjukkan tingkat kebutaan pada penduduk usia  di atas 50 tahun mencapai 3 %. Penyebab kebutaan terbanyak adalah katarak yang merupakan 77,7 % dari seluruh kasus kebutaan. Penyebab kebutaan lainnya meliputi glaukoma, kelainan refraksi, gangguan retina (terutama diabetik retinopati), dan abnormalitas kornea (terutama xerophthalmia).

Data tersebut menjadi acuan program penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan di Indonesia dengan melakukan penanggulangan katarak dan kelainan refraksi, serta juga gangguan penglihatan lainnya.

Dalam rangka mengatasi masalah kesehatan mata, kemudian Kementerian Kesehatan menetapkan Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan 2018-2030. Target yang hendak dicapai denan peta jalan tersebut adalah: Tahun 2030 setiap orang di Indonesia mempunyai penglihatan optimal dan dapat sepenuhnya mengembangkan potensi dirinya.

Peta jalan tersebut menjadi  acuan penanggulangan masalah kesehatan mata guna mewujudkan Indonesia Sehat Mata 2030. Dalam hal ini untuk menanggulangi masalah kesehatan mata perlu dilakukan edukasi, sosialisasi, dan pemberdayaan masyarakat agar menjaga kesehatan mata, serta juga tersedianya pelayanan kesehatan untuk pemeriksaan, deteksi dini, maupun perawatan gangguan penglihatan.

Sayangi Mata Anda
Setiap tahun sejak 1998, pada hari kamis minggu ke dua bulan oktober diperingati sebagai Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day). Tahun ini peringatan tersebut berlangsung pada 13 oktober 2022.

Tahun 2022 ini Hari Penglihatan Sedunia diselenggarakan dengan tema Sayangi Mata Anda (love your eyes). Tema ini merupakan kesinambungan keberhasilan peringatan tahun lalu dalam mendorong masyarakat menjaga kesehatan matanya, serta juga untuk menumbuhkan kesadaran mengenai permasalahan yang dihadapi lebih satu miliar orang di dunia yang mengalami gangguan penglihatan namun tidak dapat mengakses pelayanan kesehatan.

Pada Hari Penglihatan Sedunia, masyarakat diingatkan mengenai pentingnya indra penglihatan serta kemungkinan mengalami masalah kesehatan mata. Tahun ini secara khusus IAPB melancarkan kampanye untuk melakukan pemeriksaan mata yang sesuai dengan anjuran sebaiknya rutin dilakukan paling tidak 2 tahun sekali.

Dalam rangka Hari Penglihatan Sedunia tahun 2022, IAPB menggalang tekad bersama agar warga masyarakat melakukan pemeriksaan mata. Targetnya di seluruh dunia sebanyak 5 juta orang mendeklarasikan tekad untuk melakukan pemeriksaan mata.

Sebagaimana setiap tahun telah dilaksanakan, di Indonesia juga diselenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka Hari Penglihatan Sedunia 2022. Kegiatan yang dijalankan antara lain ceramah, seminar, siaran pers, perlombaan, serta bakti sosial kesehatan mata. Malah di Surabaya akan diadakan bakti sosial yang rencananya akan dicatatkan sebagai rekor nasional untuk peserta terbanyak pemeriksaan mata dan penyediaan kacamata.

Kiranya dengan Hari Penglihatan Sedunia 2022 akan memberikan dampak nyata semakin tumbuhnya kesadaran masyarakat mengenai permasalahan kesehatan mata, serta pentingnya keterlibatan untuk bersama-sama mengatasi gangguan penglihatan. Dengan demikian akan dapat menjadi titik tolak untuk meningkatkan pelaksanaan program menuju tercapainya Indonesia Sehat Mata. (Penulis adalah pengajar kesehatan masyarakat pada Akademi Refraksi Optisi Kartika Indra Persada – Jakarta)

Meimonews.com – Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si menghadiri peringatan 20 tahun Tragedi Bom Bali yang dilaksanakan Mabes Polri melalui Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88) di Monumen Bom Bali (Ground  Zero) Kuta Bali, Rabu (12/10/2022).

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini, jelas Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Stefanus Bayu Satake, SH, M.Si kepada Meimonews.com, adalah untuk mengenang kembali korban-korban yang gugur dalam kejadian ini dan mengingatkan kita agar kejadian ini tidak boleh terjadi lagi di muka bumi ini.

Peringatan Bom Bali dilaksanakan dengan mengheningkan cipta bagi seluruh undangan dan masyarakat yang berada di sekitar Tugu Peringatan Bom Bali (Ground Zero) Kuta, Bali.

Seluruh warga dan tamu undangan membaur dalam acara ini serta bersama-sama menyalakan lilin saat peringatan 20 tahun tragedi bom Bali di Monumen Bom Bali, Badung, Bali.

Peringatan tragedi terorisme yang menewaskan 202 orang tersebut dilakukan dengan doa bersama, tabur bunga dan penyalaan lilin oleh warga, keluarga serta kerabat korban. (Fer)

Meimonews com – Setelah melalui proses seleksi administrasi berkas pencalonan anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwaslucam) Kota Manado, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Manado mengumumkan hasil seleksinya.

Mellalui Kelompok Kerja (Pokja) Pembentukan Panwaslu Kecamatan Kota Manado dikeluarkan Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Anggota Panwaslu Kecamatan Kota Manado lewat keputusan nomor : 147/KP.01.00/K.SA-14/10/2022 tertanggal 11 Oktober 2022.

“Ya, Bawaslu Manado telah mengumumkan hasil seleksi administrasi Calon Anggota Panwaslucam Kota Manado yang ditandatangani Pokja Pembentukan Panwaslucam Kota Manado tanggal 11 November 2022,” ujar Ketua Bawaslu Kota Manado Marwan Kawinda, SH, MH kepada Meimonews.com via telefon, Kamis (13/10/2022) pagi.

Dalam pengumuman yang ditandatangani Ketua Pokja Marwan Kawinda, SH, MH dan Sekretaris Pokja Suharto Mokoginta, SH, terdapat 181 calon Panwaslucam di Kota Manado yang lulus seleksi berkas.

Perinciannya, Bunaken Kepulauan 6 orang, Bunaken 10 orang, Tuminting 18 orang, Singkil 26 orang, Mapanget 15 orang, Paal Dua 12 orang, Tikala 17 orang, Wenang 15 orang, Wanea 23 orang, Sario 16 orang dan Malalayang  23 orang. (Fer)

Meimonews.com – Cuaca ekstrim yang melanda Kota Manado mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Manado.

“Masyarakat Kota Manado kami imbau untuk waspada dengan cuaca ekstrim,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Manado Erwin Kountu kepada Meimonews.com via WashApp, Senin (10/10/2022).

Warga Kota Manado terutama yang tinggal di lereng dan bantaran sungai, sebut Kountu mengutip imbauan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang, diimbau untuk selalu waspada.

“Bila memerlukan bantuan, silahkan menghubungi nomor telefon darurat  Manado Siaga 112,,” ujar Kountu.(lk)

Meimonews com – Tim SAR Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Bali bersama Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Denpasar dan BPBD Gianyar melakukan pencarian warga negara asing (WNA) yang terseret arus saat melakukan rafting di Gianyar. Minggu (9/10/2022).

Tim SAR Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Bali yang dipimpin Aiptu Wayan Sumiasa bergabung dengan Tim SAR Gabungan untuk mencari WNA Amerika Clifford Neil (64 tahun) yang terseret arus saat rafting di Sungai Ayung Desa Kedewatan, Ubud-Gianyar.

Koordinator Basarnas Denpasar Wirajaya menjelaskan, pencarian dimulai sejak pagi pada pukul 08.00 dengan menyisir aliran sungai Ayung dan titik titik yang berpotensi korban berada ataupun tersangkut

“Kami bersama Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Polri, Basarnas dan BPBD menindak lanjuti laporan dari warga yang mengatakan WNA asal Amerika terseret arus pada saat melakukan rafting di Sungai Ayung, hingga saat ini proses masih terus dilakukan dengan berpedoman pada SOP pencarian korban,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Stefanus Bayu Satake, SIK, M.Si membenarkan adanya WNA asal Amerika yang terseret arus di Sungai Ayung, Gianyar. Hingga berita ini terbit, pelaksanaan pencarian korban masih berlanjut.

“Pencarian korban dilaksanakan dari pagi hingga sampai saat ini, Tim SAR baik dari Polri dan instansi terkait terus berusaha mencari dengan menyisir arus sungai hingga ke bendungan Kedewatan dan titik-titik yang dicurigai adanya keberadaan korban,” ujarnya.

Korban saat ini, sebut mantan Kapolres Bitung ini kepada Meimonews.com via WhassApp, Minggu (9/10/2022) malam, belum ditemukan karena arus sungai dan medan yang sulit mengingat sudah memasuki musim penghujan yang menyulitkan pencarian korban.(Fer)

Meimonews.com – Transformasi sektor pertanian berperan dalam kesejahteraan petani menjadi bahasan menarik pada Kuliah Umum dengan pembicara Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Teguh Dartanto, PhD, di lantai 3 Ruang Seminar Faperta Unsrat, Jumat (7/10/2022).

Kuliah umum yang diselenggarakan Jurusan Sosial Ekonomi dan Bisnis Fakultas Pertanian,(Faperta) Unsrat itu dihadiri sekitar 200 mahasiswa dan dosen termasuk Prodi Agribisnis.

Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy, PhD merespon positif untuk permulaan kolaborasi Faperta Unsrat dengan FEB UI melalui kuliah umum yang menambah knowledge dan wawasan baik bagi mahasiswa maupun akademisi.

“Kuliah umum ini disambut dengan baik oleh para mahasiswa dan dosen di lingkungan Fakultas Pertanian Unsrat,” ujar Ketua Jurusan Sosial Ekonomi dan Bisnis Faperta Unsrat
Dr. Maya Montolalu, SP, M.Com, MSc kepada Meimonews.com.

Doktor Maya, sebut Tooy, menginisiasi kegiatan ini dengan menghadirkan doktor Dartanto karena Dekan FEB UI tersebut adalah supervisor utama doktor Maya dalam pendidikan strata 3 (doktor) di UI.

Dalam pemaparan kuliah umumnya, doktor Dartanto mengungkapkan, dalam memasuki dunia indutri 4.0 dan society 5.0, sepertinya sekor pertanian di Indonesia mulai terpinggirkan, sehingga terjadi mobilisasi tenaga kerja pertanian ke industri dan jasa. Namun ternyata tidak menjamin dengan berpindah ke sektor  lain lebih menjanjikan dalam meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan.

Oleh karena itu, sebutnya, sangat perlu untuk mempertahankan lahan pertanian bagi rumah tangga petani dan perlu kolaborasi pemerintah dan akademisi untuk menghasilkan solusi inovasi dan bersinergi dalam meningkatkan nilai tambah komoditi mentah dan menunjang peningkatan pengetahuan, ketrampilan melalui pendidikan serta modernisasi pertanian.

“Modernisasi atau transformasi ini baik dalam bentuk aset maupun tekonologi yang bisa meningkatkan produktivitas melalui peningkatan human capital dan physical capital,” ujarnya.

Diungkapkan, berdasarkan data sumbangan sector agriculture berjumlah 13.5 persen dari total GDP sedangkan tenaga kerjanya 34.03 persen

Dari hasil observasi, dengan adanya dukungan BUMDEs pertumbuhan desa yang tertinggal terlihat pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan dengan strata desa yang lain, sehingga perhatian pemerintah seperti pendampingan dari segi permodalan, pasar dan alat dan mesin sangat penting ke depan.

Subsidi saat ini, menurutnya, memang masih perlu untuk mendongkrak tingkat kemiskinan petani. Apalagi tidak dapat dipungkiri sektor pertanian sangat mendukung food security dan kemandirian pangan dan juga untuk mengantisipasi masalah krisis pangan global. (Fer)

Meimonews.com – Kehadiran orang asing di Indonesia memiliki dampak positif bagi ekonomi negara, namun di sisi lain terdapat dampak negatif yang harus diantisipasi. Apalagi menjelang pelaksanaan KTT G20.

“Sebagai contoh adalah WNA buron asal Jepang berinisial MT yang melarikan diri ke wilayah Republik Indonesia. Hal serupa dapat terjadi ke depannya, oleh karena itu diharapkan sinergitas antarinstansi dapat ditingkatkan,” ujar Analis Keimigrasian Ahli Utama Kemenkumham RI Irjen Pol  Purn. Ronny Franky Sompie kepada Meimonews.com via WhassApp, Minggu (9/10/2022).

Ini juga, sambungnya, merupakan salah satu upaya menyukseskan kegiatan KTT G20, di mana Indonesia menjadi tuan rumahnya.

Hal tersebut disampaikan pula mantan Dirjen Imigrasi ini dalam Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Tingkat Pusat, beberapa waktu lalu.

Pertemuan yang digawangi oleh Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Ditwasdakim) dilakukan guna memperkuat kerjasama antarinstansi dalam pemantauan kegiatan Orang Asing. Apalagi, Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan diselenggarakan pada November 2022.

Direktur Keamanan Diplomatik Kementerian Luar Negeri Agung Cahya Sumirat menjelaskan, pada tahun 2023, Indonesia akan menjadi Ketua Asean. Hal ini tidak terlepas dari kekuatan Sumber Daya Alam dan Demokrasi yang kuat.

Terkait Timpora, pihaknya bertugas melakukan pengamanan fisik, informasi dan personel, serta perizinan organisasi kemasyarakatan asing. Selain itu, Kemlu juga menjalin kerja sama pengamanan dalam dan luar negeri, serta evaluasi perwakilan rawan dan perwakilan berbahaya.

“Pada saat ini, pengamanan informasi adalah salah satu pengamanan yang sulit. Seperti kita ketahui, saat ini serangan siber ke Amerika dan Canada semakin marak terjadi,” ujar Sumirat.

Beberapa ancaman (threat) yang mungkin terjadi saat pelaksanaan KTT G20 antara lain unjuk rasa, kekerasan, perusakan, bencana alam, teror, sabotase, penyadapan, peretasan hingga potensi gangguan dari konflik yang sedang terjadi di beberapa negara. Potensi kerawanan lain yang menghinggapi pertemuan internasional itu yakni terorisme, maraknya pengungsi dan provokasi.

Menanggapi berbagai informasi yang dibagikan perwakilan kementerian dan lembaga dalam forum tersebut, Sompie mengingatkan, seluruh pihak yang terlibat dalam Timpora perlu memperkuat komunikasi serta responsif terhadap penyebaran informasi dan berita mengenai KTT G20.

“Kementerian dan lembaga juga harus dapat menyeleksi Orang Asing yang akan diberikan rekomendasi. Deteksi dini diperlukan sebelum menerbitkan rekomendasi bagi WNA tersebut,” ujarnya mengingatkan.

Ditekankan, data informasi Orang Asing yang akan masuk ke wilayah Indonesia perlu diperkuat. Dalam hal ini, Ditjen Imigrasi siap membantu kementerian dan lembaga terkait perlintasan Orang Asing. Selain itu, pengerahan intelijen hingga tingkat desa/kelurahan juga patut dipertimbangkan.

“Stakeholders di wilayah seperti RT/RW serta masyarakat kelak akan menjadi ujung tombak dalam hal keberadaan orang asing di wilayahnya,” tandas mantan Kapolda Bali ini.

Terpisah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Boy Rafli Amar menjelaskan, Pekerja Migran Indonesia (PMI) lebih rentan terpapar dan terlibat dalam pendanaan terorisme.

Pasalnya, keterlibatan PMI dalam terorisme sudah terjadi di Singapura dan Hong Kong. Selain terlibat dalam pendanaan, di antara mereka juga ada yang terlibat dalam perencanaan bom bunuh diri.

Diungkapkan, sampai dengan tahun 2022, masih terdapat Foreign Terrorist Fighters (FTF) Indonesia yang berada di zona konflik Irak dan Suriah.

Mereka merupakan korban propaganda ideologi terorisme yang anti-NKRI, pro ideologi transnasional, kerap menggunakan narasi agama sebagai landasan untuk bersikap intoleran, eksklusif, bahkan melakukan aksi kekerasan.

Diketahui, Indonesia sebagai salah satu anggota G20 turut menunjukkan perannya kepada dunia dengan menjadi Presidensi G20. Mandat tersebut mulai diemban Indonesia sejak 1 Desember 2021 sampai dengan 30 November 2022. (Fer)

Meimonews.com – Kolaborasi Direktorat (Dit) Samapta Polda Bali dan Tim SAR (Search and Resque) Gabungan berhasil mengevakuasi warga yang terjebak banjir akibat hujan deras mengguyur sebagian wilayah Kota Dempasar Bali, Sabtu (8/10/2022)

Ketika menerima permintaan bantuan untuk evakuasi korban banjir di antaranya di dua titik yakni Jalan Pura Demak Kota Dempasar dan Jalan Nakula Gang Baik-Baik Seminyak Badung, Tim Samapta Polda Bali pimpinan Kombes Pol. Radjo Alriadi Harahap, SIK langsung bergerak cepat dengan mendatangi lokasi.

“Setelah menerima laporan warga, tim dikerahkan menuju lokasi dan langsung melaksanakan proses evakuasi bersama unsur SAR lainnya,” ujar Harapan.

Tim SAR Gabungan itu, antara lain terdiri atas personil Basarnas Bali, BPBD Denpasar, Senkom mitra Polri, Potensi SAR Radio 115 dan masyarakat setempat.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Satake Bayu, SIK, MSi menjelaskan, pada pukul 06.50 Wita tim SAR Gabungan telah berhasil mengevakuasi 19 orang warga dari Jalan Pulau Demak Gang III Kota Denpasar. Selanjutnya, kurang lebih pukul 07.30 Wita, tim SAR mengevakuasi 10 warga dari Jalan Pura Demak Gang Detan Kota Denpasar

“Penanganan banjir di seputaran Seminyak di Jalan Nakula Gang Baik-Baik selesai dilaksanakan pada pukul 10.30 Wita, Berdasarkan data sementara, tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi 27 orang dewasa dengan rincian sembilan orang WNI dan 18 WNA serta enam balita (satu WNI dan lima WNA)” ujar Kombes Satake.

Di tempat lain, tepatnya di pinggiran Sungai Tukad Mati, Kabupaten Badung, puluhan petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga pukul 13.40 Wita terus memompa air dari beberapa titik rumah warga untuk dialirkan ke sungai.

Setidaknya, dari pantauan di lokasi terdapat enam pompa berukuran besar yang terus beroperasi di sekitar wilayah Legian Kuta, Kabupaten Badung, seperti di lingkungan Dewi Sri Krisna, Dewi Sri 1, Jalan Eka Waloya, dan Dewi Sri Cambuhan.

Menurut penuturan warga dan petugas yang bekerja di lapangan, pemompaan air tersebut dimulai pukul 08.00 Wita.

Hingga berita ini diturunkan, pompa terus beroperasi dan genangan air yang tersisa di jalan sudah mulai menurun sekitar lutut orang dewasa. (Fer)

Meimonews.com – Wujud kepedulian terhadap mahasiswa Unsrat, Yayasan Bangun Minahasa (YBM) membantu pembiayaan mahasiswa Unsrat khusudnya Fakultas Hukum dan Fakultas Pertanian.

Implementasi kepedulian itu berwujud penandatanganan MOU (memorandum of understanding) antara Ketua YBM Pdt. Dr. Michael Hendri Lumanau, SH, MTh dengan Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, MSi, DEA di aula Rektorat Unsrat, Kamis (7/10/2022).

Setelah penandatanganan tersebut dilanjutkan dengan PKS (Penandatanganan Kerjasama) antara pihak yayasan dengan Dekan Fakultas Hukum Dr. Emma Theresa Valentina Senewe, SH, MH dan Dekan Fakultas Pertanian Ir. Dedie Tooy, MSi, PhD yang diwakili Wadek 1 Dr. Ir. Gene Kapantouw.

Turut hadir pada acara tersebut, Wakil Rektor 1 Prof. Dr. Ir. Grevo Soleman Gerung dan Wakil Rektor 2 Ronny Maramis, SH, MH,Ada Wwwkil Rektor 3 Prof. Dr. Berty Sompiee, beberapa Wakil Dekan di antaranya Toar Palilingan, SH (Wadek Fakultas Hukum) dan sejumlah mahasiswa penerima bantuan.

Sebanyak 15 mahasiswa Fakultas Hukum dan 10 mahasiswa Fakultas Pertanian mendapat bantuan beasiswa dari YBM tersebut.

Dengan bantuan beasiswa ini tentunya dengan semangat yang tinggi dan mahasiswa yang dipilih berprestasi sehingga program akademik empat tahun bisa selesai tepat waktu.

Prof. Kumaat mengungkapkan, Unsrat sangat mengapresiasi kerjasama dari Yayasan Bangun Minahasa, karena baru pertama kali menerima beasiswa secara pribadi.

“Ini adalah niat yang tulus dari Keluarga Lumanau dari Yayasan Bangun Minahasa memberikan beasiswa kepada mahasiswa dari Fakultas Hukum 15 orang dan mahasiswa Fakultas Pertanian 10 orang,” ujarnya.

Diharapkan, melalui bantuan beasiswa ini tentunya dengan semangat yang tinggi dan mahasiswa yang di pilih berprestasi, sehingga program akademik empat tahun bisa selesai tepat waktu.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Bangun Minahasa Pendeta Lumanau mengatakan, ini sangat penting membantu mahasiswa, karena semua tidak sama kemampuan ekonomi para mahasiswa.

“Sebagai orang Kristen, kita harus setia pada perkara-perkara yang kecil,  setia juga pada perkara-perkara yang besar. Tdak seberapa apa yang kami kerjakan, tapi kami mengerjakannya dengan ketulusan hati,” ujarnya.

Pdt Lumanau berharap, program ini berkesinambungan dan bisa diperluas.

Wakil Dekan III Fakultas Hukum Unsrat Toar Palilingan, SH, MH menjelaskan, bantuan meliputi beasiswa, uang buku serta penyelesaian penulisan peneletian. “Tahap pertama satu tahun berjalan ini dimulai pada dua fakultas yakni 15 mahasiswa Fakultas Hukum dan 10 dari Fakultas Pertanian,” ujarnya.

Menurut Toar, total bantuan sebesar Rp 150 juta dengan rincian tiap mahasiswa Rp 6 juta untuk dua semester. Bantuan ini sangat membantu mahasiswa, apalagi mereka yang kondisi ekonominya terdampak pandemi.

“Dan semoga mahasiswa penerima memanfaatkan dengan baik, bisa menyelesaikan studi tepat waktu,” tandasnya.(Fer)