Meimonews.com – Rapat Pemerintah Desa (Pemdes) Lolah 3 bersama sejumlah pimpinan dan calon pimpinan organisasi tingkat desa diisi pula dengan penyampaian materi tentang Jaga Kamtibmas dan Upaya P4GN.

Pimpinan dan calon pimpinan organisasi tersebut di antaranya Ketua BPD Meyke Tamboto, Ketua Bumdes Pokce Keles, Ketua LPM Theodorus Rasuh, Ketua Karang Taruna Ziski Montolalu serta pendamping program IMD Berbasis DSGS Angky Waha. Semua perangkat desa termasuk Kepala Jaga dan Meweteng hadir pada rapat beberapa jam itu.

Rapat yang dipimpin Hukum Tua Desa Lolah 3 Markus Paulus Rasuh diselenggarakan di rumah Hukum Tua, Kamis (13/7//2023) malam.

Materi disampaikan Ketua Perhimpunan Putra Putri Brimob dan Ketua Komunitas Tolak Nasional Lexie Kalesaran.

Beberapa hal terkait dengan Jaga Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) dan upaya P4GN (pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba) disampaikan Kalesaran pada momen rapat tersebut.

Kamtibmas penting untuk dijaga karena dengan demikian desa akan aman, nyaman dan tentram sehingga pelbagai aktivitas untuk kemajuan desa bisa berjalan dengan baik dan sukses.

Itulah sebabnya, sebut Kalesaran, Kamtibmas perlu dijaga dan dipelihara dengan baik. Makanya, diperlukan pula upaya-upaya untuk hal tersebut.

Peran masyarakat dalam upaya tersebut dan  bersinergi dengan Pemerintah Desa sangat diperlukan.

Ada sejumlah saran/masukkan berupa program yang ditawarkan Kalesaran kepada Pemerintah Desa untuk bisa diwujudkan/dilaksanakan dalam kerangka menjaga agar Kamtibmas.

Dalam momen rapat tersebut, disampaikan pula materi seputar upaya P4GN. Sepintas dipaparkan soal bahaya narkoba dan bagaimana agar desa Lolah 3 tidak ada penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Kalesaran berharap agar desa ini jadi Desa Bersinar (bersih dari narkoba). Makanya diperlukan langkah antisipasi, upaya P4GN.

Konsep/saran untuk program jaga Kamtibmas dan upaya P4GN langsung direspon Hukum Tua dan perangkat desa untuk akan ditindaklanjuti dalam bentuk program Pemdes. (Fer)

Meimonews.com – Hukum Tua Lolah 3 Kabupaten Minahasa Markus Paulus Rasuh menggelar rapat di rumahnya, Kamis (13/7/2023) malam.

Puluhan perangkat desa termasuk Kepala Jaga, Meweteng, pimpiman dan calon pimpinan organisasi-organisasi desa di antaranya Ketua BPD Meyke Tamboto, Ketua Bumdes Pokce Keles, Ketua LPM Theodorus Rasuh, Ketua Karang Taruna Ziski Montolalu serta pendamping program IMD Berbasis DSGS Angky Waha diundang hadir.

Berbagai hal/program terkait dengan upaya untuk  memajukan desa dibahas dalam rapat yang sekaligus juga diadakannya launching  IST Pendata Desa Indeks Membangun Desa Berbasis DSGS , pelantikan pimpinan organisasi-organisasi tingkat desa serta Panitia Pelaksana HUT Kemerdekaan RI dan HUT Desa yang diketuai Windi Sumendap.

Di kesempatan itu pula, dihadirkan Ketua Perhimpunan Putra Putri Brimob dan Ketua Komunitas Tolak Narkoba Lexie Kalesaran untuk berbagi informasi seputar keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta upaya mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Dalam kata pengantarnya, Rasuh menyampaikan hal-hal yang hendak diterapkan semasa kepemimpinannya sebagai Hukumtua, yang membutuhkan kerjasama dan dukungan dari banyak pihak terutama masyarakat.

“Dukungan dan kerjasama itu perlu karena untuk kemajuan bersama, untuk kemajuan torang pe desa,” ujar tokoh masyarakat yang kini terpilih kedua kalinya sebagai Hukum Tua Desa Lolah 3.

Rencana-rencana program untuk kemajuan desa, sebut Rasuh, hendaknya dilaksanakan tanpa menunda-nunda dan dilaksanakan tepat sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan, apalagi bila itu menggunakan dana pemerintah/negara.

Kegiatan-kegiatan tersebut bersinergi dengan program Pemerintah Kabupaten Minahasa di bawah kepemimpinan Royke Octavian Roring (Bupati)  dan Robby Dondokambey (Wakil Bupati).

Diingatkan Rasuh agar dalam setiap aktivitas/pertemuan atau rapat-rapat hendaknya tepat jam supaya yang sudah datang duluan tidak menunggu terlalu lama. (Fer)

Meimonews.com – Memperingati HUT Kota Manado Tahun 2023, personil Polresta Manado, TNI, Pemkot Manado, aktivis dan masyarakat berkolaborasi bersih-bersih sampah di pesisir pantai dan sungai Sario dan Sindulang, Kamis (13/7/2023).

Kegiatan kolaborasi ini dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan ekosistem yang ada terutama wilayah pantai dan bantaran sungai yang ada di Kota Manado.

Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto Parlindungan Sirait melalui Kasi Humas Ipda Agus Haryono yang ikut melakukan kegiatan ini, menjelaskan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap lingkungan dan juga kesehatan masyarakat khususnya yang ada di sekitar lokasi pantai di wilayah hukum Polresta Manado.

“Pagi hari kami dari Polresta Manado bersama unsur TNI dengan dibantu dengan pemerintah Kota Manado yang ada di sini serta masyarakat sekitar, melakukan gotong royong untuk membersihkan sampah – sampah yang ada bantaran sungai dan  sepanjang pantai ini,” ujar Ipda Agus.

Kapolresta melalui  Kasi Humas juga mengimbau masyarakat yang ada di Kota Manado untuk tidak membuang sampah sembarangan, sediakan tempat sampah di rumah, tempat makan dan hotel  Dengan demikian, lingkungan akan terjaga dari sampah anorganik yang dapat merusak keindahan pantai.

Terpisah, Dandim 1309/Manado Letkol. Inf. Himawan Teddy Laksono melalui Danramil 1309-03 Wenang Sario Malalayang Mayor Inf. Paustinus Fransiskus Dahua mengimbau kepada masyarakat agar  membuang sampah  pada  tempatnya  dengan tujuan tidak terjadi banjir dan sanitasi kesehatan terjamin.

Hadir dalam kegiatan ini, Wakapolresta Manado AKBP Faisol Wahyudi, Kabag Ops Kompol Thommy Aruan beserta PJU Polresta Manado, unsur TNI seperti Danramil 1309-03 WSM Mayor Inf. Paustinus Fransiskus Dahua, Pemerintah Kota Manado, aktivis lingkungan dan masyarakat.

Meimonews.com – Rapat paripurna DPR RI akhirnya memutuskan mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Kesehatan menjadi undang-undang (UU) Kesehatan pada sidang paripurna DPR RI pada masa persidangan V Tahun Sidang 2022-2023, Selasa (11/7/2023).

Ada sejumlah aspek yang disempurnakan dalam Undang-undang Kesehatan, yaitu pertama, dari fokus mengobati menjadi mencegah. Pemerintah sepakat dengan DPR RI, pentingnya layanan primer yang mengedepankan layanan promotif dan preventif berdasarkan siklus hidup.

Untuk mendekatkan layanan kesehatan ke masyarakat, Pemerintah menekankan pentingnya standardisasi jejaring layanan primer dan laboratorium kesehatan masyarakat di seluruh pelosok indonesia

Kedua, dari akses layanan kesehatan yang susah menjadi mudah. Pemerintah sepakat dengan DPR RI bahwa diperlukan penguatan pelayanan kesehatan rujukan melalui pemenuhan infrastruktur SDM, sarana prasarana, pemanfaatan telemedisin, dan pengembangan jejaring pengampuan layanan prioritas, serta layanan unggulan nasional berstandar internasional.

Ketiga,  dari industri kesehatan yang bergantung ke luar negeri menjadi mandiri di dalam negeri. Pemerintah sepakat dengan DPR RI bahwa diperlukan penguatan ketahanan kefarmasian dan alat kesehatan melalui penguatan rantai pasok dari hulu hingga hilir. Memprioritaskan penggunaan bahan baku dan produk dalam negeri, pemberian insentif kepada industri yang melakukan penelitian, pengembangan, dan produksi dalam negeri.

Dari sistem kesehatan yang rentan di masa wabah menjadi tangguh menghadapi bencana. Pemerintah sepakat dengan DPR RI bahwa diperlukan penguatan kesiapsiagaan pra bencana dan penanggulangan secara terkoordinasi dengan menyiapkan tenaga kesehatan yang sewaktu-waktu diperlukan dapat dimobilisasi saat terjadi bencana.

Keempat, dari pembiayaan yang tidak efisien menjadi transparan dan efektif. Pemerintah sepakat dengan DPR RI untuk menerapkan penganggaran berbasis kinerja. Ini mengacu pada program kesehatan nasional yang dituangkan dalam rencana induk bidang kesehatan yang menjadi pedoman yang jelas bagi pemerintah dan pemerintah daerah.

Kelima,  dari tenaga kesehatan yang kurang menjadi cukup dan merata. Pemerintah sepakat dengan DPR RI bahwa diperlukan percepatan produksi dan pemerataan jumlah dokter spesialis melalui penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit.

Dari perizinan yang rumit dan lama menjadi cepat, mudah dan sederhana. Pemerintah sepakat dengan DPR RI bahwa diperlukan penyederhanaan proses perizinan melalui penerbitan STR yang berlaku seumur hidup dengan kualitas yang terjaga

Dari tenaga kesehatan yang rentan dikriminalisasi menjadi dilindungi secara khusus. Pemerintah sepakat dengan DPR RI bahwa tenaga medis dan tenaga kesehatan memerlukan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugasnya, baik dari tindak kekerasan, pelecehan, maupun perundungan. Secara khusus bagi tenaga medis yang diduga melakukan tindakan pidana dan perdata dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan harus melalui pemeriksaan majelis terlebih dahulu.

Keenam,  dari sistem informasi yang terfragmentasi menjadi terintegrasi. Pemerintah sepakat dengan DPR RI bahwa diperlukan integrasi berbagai sistem informasi kesehatan ke sistem informasi kesehatan nasional yang akan memudahkan setiap orang untuk mengakses data kesehatan yang dimilikinya tanpa mengurangi jaminan perlindungan data individu.

Dari teknologi kesehatan yang tertinggal menjadi terdepan. Pemerintah sepakat dengan DPR RI perlunya akselerasi pemanfaatan teknologi biomedis untuk pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan kedokteran presisi.

“Pengesahan RUU Kesehatan ini merupakan salah satu langkah dari transformasi kesehatan. Langkah ini dibutuhkan untuk membangun arsitektur kesehatan Indonesia yang tangguh, mandiri dan inklusif,” sebut siaran pers Biro Humas dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Selasa (11/7/2023).

Disebutkan pula, ada 11 undang-undang terkait sektor kesehatan yang telah cukup lama berlaku sehingga perlu disesuaikan dengan dinamika perubahan zaman. Pemerintah sependapat dengan DPR terkait dengan ruang lingkup dan pokok-pokok hasil pembahasan yang telah mengerucut berbagai upaya peningkatan kesehatan Indonesia ke dalam 20 bab dan 458 pasal di RUU Kesehatan.

Sebelumnya, pemerintah telah melaksanakan setidaknya 115 kali kegiatan dalam rangka meaningful participation, baik dalam bentuk forum diskusi maupun seminar yang dihadiri 1.200 pemangku kepentingan dan 72 ribu peserta. Pemerintah sudah menerima setidaknya 6.011 masukan secara lisan dan tulisan, maupun melalui portal partisipasi sehat.

Pimpinan Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, RUU tentang Kesehatan bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. RUU ini menjabarkan agenda transformasi kesehatan yang bersifat reformis untuk perbaikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan primer dan sekunder melalui penguatan upaya kesehatan dalam bentuk upaya promotif, preventif, kuratif rehabilitatif, dan atau paliatif.

“RUU kesehatan memberikan ruang ekosistem untuk pengembangan inovasi kesehatan, serta penguatan peran kesehatan,” ujar Melki, seperti dikutip Biro Humas dan Pelayanan Publik Kemenkes RI.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dengan disahkannya RUU Kesehatan kiranya menjadi awal yang baru untuk membangun kembali sistem kesehatan yang tangguh di seluruh Indonesia, tidak terkecuali di daerah terpencil, tertinggal, di perbatasan, maupun kepulauan.

“Saya ingin mengajak seluruh elemen pemerintah pusat, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, swasta, maupun organisasi non pemerintah, untuk ikut membangun kesehatan sampai ke pelosok negeri negeri,” ujar Menkes. (Fer)

Meimonews com – RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado, sebagai Hub Extension for Community Healthcare Outcomes (ECHO), yang bekerja sama dengan ECHO Instituti dan Rumah Sakit Pengampuh Nasional Layanan Kanker beserta dengan Direktorat Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menggelar kegiatan Prelaunching Telemonitoring.

Kegiatan yang dilakukan rumah sakit yang akrab disebut RSUP Kandou dalam rangka penguatan kegiatan jejaring layanan kanker di Indonesia, yang salah satu bentuk kegiatan adalah Telemonitoring itu dilakukan di Aula Lantai 2 Kantor Pusat Administrasi, Kamis (6/7/2023).

Dalam sambutannya ketika membuka kegiatan, Direktur Utama RSUP Kandou Manado Dr, dr Jimmy Panelewen, SpB-KBD menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada Rumah Sakit Kanker Darmais yang merupakan rumah sakit pengampuh nasional dalam memperluas akses layanan kanker melalui telemonitoring.

Dokter Jimny (sapaan akrabnya) berharap, dengan peluncuran telemonitoring ini, pasien kanker di seluruh Indonesia akan dapat mengakses perawatan yang lebih mudah dan efektif, serta meningkatkan tingkat kesembuhan dan kualitas hidup mereka.

Telemonitoring ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan dalam meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kanker di Indonesia,” ujarnya.

Diketahui, telemonitoring ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang diadakan dalam rangka penguatan jejaring layanan kanker di Indonesia. Melalui teknologi telemonitoring, para pasien kanker dapat memantau kondisi kesehatan mereka dari jarak jauh, sehingga memungkinkan mereka untuk mendapatkan perawatan yang tepat dan berkualitas.

Acara ini juga menjadi kesempatan bagi RSUP Kandou dan mitra kerja samanya untuk memperkenalkan dan menjelaskan secara detail tentang implementasi telemonitoring dalam praktik pelayanan kanker.

Turut hadir Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian Dr. dr. Ivonne E. Rotty, M.Kes, Direktur Layanan Operasional dr. Wega Sukanto, Sp, BTKV, serta Direktur Perencanaan Keuangan dan BMN Dr. Erwin Sondang.Siagian. SSTP, M.Si. (Fer)

Meimonews.com – Statistik PBB 2020 mencatat, lebih dari 149 juta (22 persen) balita di seluruh dunia mengalami stunting, dimana 6,3 juta balita stunting adalah balita Indonesia. Menurut UNICEF, stunting disebabkan anak kekurangan gizi dalam dua tahun usianya, ibu kekurangan nutrisi saat kehamilan, dan sanitasi yang buruk.

Saat ini, prevalensi stunting di Indonesia adalah 21,6 persen, sementara target yang ingin dicapai adalah 14 persen pada 2024. Untuk itu, diperlukan upaya bersama untuk mencapai target yang telah ditetapkan, salah satunya dimulai dari unit terkecil dalam masyarakat, yakni keluarga.

“Keluarga menjadi aktor kunci dalam mengatasi sebab-sebab stunting tersebut. Keluarga mesti memiliki kesadaran untuk memprioritaskan pemenuhan  asupan gizi dan pengasuhan anak secara layak, termasuk menjaga kebersihan tempat tinggal dan lingkungan,” ujar Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin pada acara puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 di Halaman Kantor Bupati Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (6/7/2023).

Wapres mengingatkan, masalah stunting bukan semata persoalan tinggi badan, namun yang lebih buruk adalah dampaknya terhadap kualitas hidup individu akibat munculnya penyakit kronis, ketertinggalan dalam kecerdasan, dan kalah dalam persaingan.

“Anak stunting memiliki badan dan otak yang stunting. Anak stunting memiliki kehidupan yang stunting pula,” ujar Wapres mengutip UNICEF seraya menambahkan, dampak penuh dari stunting di masa kecil kemungkinan baru terjadi pada tahun-tahun yang akan datang, dan dikuatirkan sudah terlambat untuk diatasi. Oleh sebab itu, kita mesti serius melakukan upaya menurunkan angka stunting di negara kita.

Terkait makanan bergizi untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Wapres menekankan, Indonesia sangat kaya akan potensi pangan lokal. Untuk itu, diminta potensi tersebut harus dioptimalkan pemanfaatannya mulai dari tingkat keluarga. “Bagi keluarga yang memiliki anak remaja agar dipastikan remaja kita mempunyai perilaku hidup dan pergaulan yang sehat,” imbaunya.

Di sisi lain, Wapres mengingatkan, saat ini  pernikahan anak masih relatif tinggi. Untuk itu, ditegaskan agar pernikahan anak harus dihindari karena lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya, termasuk berisiko lebih tinggi menghasilkan anak stunting. “Saya juga meminta keluarga untuk memanfaatkan layanan di posyandu dan puskesmas untuk memantau kesehatan ibu hamil, serta pertumbuhan dan perkembangan anak,” pinta Wapres.

Selain itu, Wapres berharap keluarga Indonesia terus memperkaya pengetahuan tentang pemenuhan gizi dan pengasuhan anak agar optimal. “Saya minta petugas kesehatan untuk menyediakan informasi yang mudah dipahami dan lengkap terkait hal tersebut, baik secara langsung maupun melalui portal-portal digital,” ujarnya seraya berpesan agar seluruh keluarga Indonesia terus meningkatkan peran untuk mewujudkan Indonesia bebas dari stunting.

“Maka pada peringatan Hari Keluarga Nasional ke-30 ini, saya titip kepada seluruh keluarga Indonesia untuk terus memperkokoh peranan keluarga dalam mencetak generasi penerus yang bebas stunting, fisiknya, mentalnya maupun kehidupannya. Kelak mereka menjadi generasi yang mampu mengguncang dunia, seperti yang diucapkan Presiden Soekarno,” tandasnya.

Kepala Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat Hasto Wardoyo mengungkapkan,  tantangan yang dihadapi keluarga Indonesia saat ini bukanlah ledakan penduduk, melainkan masih terjadinya kesenjangan dan bagaimana meningkatkan kualitas, khususnya percepatan penurunan stunting.

Di momen Harganas tahun 2023 yang turut dihadiri Hj. Wuri Ma’ruf Amin (istri Wapres), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Sumsel Herman Deru dan undangan lainnya termasuk Kepala BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju. M.Erg, yang mengusung tema Menuju Keluarga Bebas Stunting untuk Indonesia Maju ini diwarnai pula dengan pencanangan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) Provinsi Sumsel dan Kabupaten Banyuasin oleh Kepala BKKBN Pusat.

Diketahui, Harganas dicanangkan Presiden Soeharto 29 Juni 1993 di Provinsi Lampung. Pada 15 September 2014, diterbitkan Keputusan Presiden RI Nomor 39 tahun 2014 yang menetapkan tanggal 29 Juni sebagai Harganas. (Fer)

Meimonews.com – Torehan prestasi membanggakan dibuat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut yang berbuah penghargaan dari BKKBN Pusat.

Penghargaan tersebut diterima Kepala BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju. M.Erg saat acara Hari Keluarga Nasional ke-30 yang dipusatkan di Wyndham Hotel Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (4/7/2923).

Kedua penghargaan tersebut adalah juara pertama Ajang Kespro Kawula Muda (AkuKamu) dan Provinsi Terbaik Tingkat Nasional Indeks Pelayanan KB pada kegiatan Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor Tahun 2023.

Diketahui, dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2023 Direktorat Bina Kesehatan Reproduksi BKKBN Pusat menyelenggarakan Lomba Ajang Kreativitas di komunitas remaja.

Youth Rangers Provinsi Sulut mengikuti lomba tersebut dengan memberikan informasi tentang pentingnya Kesehatan Reproduksi Remaja dalam Pencegahan Stunting.

Tim dari BKKBN Sulut ini memberikan informasi kesehatan reproduksi yang benar dan mudah serta diharapkan dapat memberikan pendidikan kesehatan reproduksi yang kreatif dan efektif serta mendorong percepatan penurunan stunting.

Tidak dipungkiri bahwa potensi kreativitas anak muda dalam hal ini tidak hanya sebatas digunakan sebagai hiburan melainkan juga menjadi media yang edukatif, informatif, serta inspiratif jika dimanfaatkan dengan baik.

Dalam rangkaian peringatan Harganas yang dipusatkan di Sumsel diadakan pula Acara Apresiasi Penghargaan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di mana Sulut mendapat penghargaan sebagai juara pertama (Provinsi Terbaik Tingkat Nasional). (Fer)

Meimonews.com – Berbagai langkah dan upaya dilakukan Bapenda Sulut yang kini dipimpin June E. Silangen sebagai Pelaksana Tugas dan jajarannya agar masyarakat wajib pajak semakin dimudahkan dalam membayar kewajibannya.

Salah satunya adalah dengan membuka Gerai Pelayanan Keringanan Pajak di Kompleks Kantor Bapenda Sulut yang terletak di Jln. 17 Agustus No. 69 Manado (samping Kantor Gubernur Sulut).

Dibukanya gerai tersebut terkait dengan adanya program Pemprov Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven O. Kandouw yakni Keringanan Tiga Hebat Lanjutkan yang berlaku mulai 3 Juli hingga 29 September 2023.

“Ya, kami sejak 3Juli hingga 29 September 2023 membuka gerai di kompleks kantor Bapenda Sulut. Silahkan wajib pajak yang akan mengurus pajaknya di gerai ini,” ujar Kasubid PKB dan BBNKB Bapenda Sulut Steve Sampelan kepada Meimonews.com di lokasi kegiatan (gerai), Selasa (4/7/2023).

Pelayanan di gerai ini dimulai jam 09.00 – 14.00 Wita (shift pertama) dan jam 16.00 – 19.00 Wita (shift kedua). Silahkan wajib pajak datang, petugas kami siap melayani,” ujar Sampelan.

Pantauan di lokasi, wajib pajak yang mengurus pajaknya dilayani dengan ramah dan cepat pelaksanaannya. (elka)

Meimonews.com – Mulai 3 Juli hingga 29 September 2023, Bapenda Sulut memberlakukan program Pemprov Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandou (ODSK) berupa Tiga Keringanan Hebat Lanjutkan.

Program keringanan pajak tersebut dikeluarkan Pemprov Sulut dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia dan HUT Provinsi Sulawesi Utara.

Tiga Keringanan Hebat Lanjutkan itu adalah pertama, keringanan pokok pajak. Untuk pokok pajak kendaraan bermotor tahun berjalan dibayar seluruhnya. Untuk tahun kedua diberi keringanan dan pengurangan sebesar 50 persen dari pokok pajak. Untuk tahun ketiga diberi keringanan dan pengurangan sebesar 60 persen dari pokok pajak.

Untuk tahun keempat diberi keringanan dan pengurangan sebesar 70 persen dari pokok pajak. Untuk tahun kelima diberi keringanan dan pengurangan sebesar 80 persen dari pokok pajak. Untuk tahun keenam diberi keringanan dan pengurangan sebesar 100 persen dari pokok pajak.

Kedua adalah bebas benda pajak kendaraan bermotor (PKB). Denda keterlambatan atas kendaraan bermotor yang telah lewat jatuh tempo dan belum membayar pajak kendaraan bermotor diberikan pembebasan 100 persen.

Ketiga, keringanan dan bebas denda BBNKB II (bea balik nama kendaraan bermotor kedua). Wajib pajak kendaraan bermotor yang akan mengurus BBNKB II dan seterusnya diberikan pembebasan pokok dan denda BBNKB sebesar 100 persen.

Dengan adanya program Keringanan Tiga Hebat Lanjutkan dari Pemprov Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandou ini, Plt. Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen berharap masyarakat wajib pajak untuk memanfaatkan program ini.

Kepada wajib pajak kendaraan bermotor yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, disilahkan mendatangi langsung ke kantor Samsat terdekat yang ada di Kabupaten/Kota se-Sulut. (elka)

Meimonews.com – Sulawesi Utara dipercayakan Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan (PKKGTK) Indonesia sebagai salah satu dari tiga provinsi yang ditunjuk menjadi tempat pelaksanaan wawancara mendalam dan Fokus Grup Diskusi (FGD) metode pengumpulan data dan informasi.

Diketahui, PKKGTK Indonesia sebagai sebuah lembaga yang berfokus pada pengembangan kebijakan dan teknologi kesehatan, telah menyampaikan alasan mereka dalam memilih Sulawesi Utara khususnya Kota Manado sebagai lokasi utama untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurut perwakilan lembaga tersebut, salah satu faktor penentu pemilihan tersebut adalah adanya pemimpin pembuat kebijakan yang berdedikasi di Kota Manado.

Dalam penjelasannya, perwakilan PKKGTK Indonesia menyebutkan bahwa para pemimpin pembuat kebijakan di Sulawesi Utara, terutama di Kota Manado, telah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pengembangan sektor kesehatan.

Keputusan mereka untuk memilih Kota Manado sebagai lokasi pelaksanaan wawancara mendalam dan FGD juga didasarkan pada infrastruktur kesehatan yang memadai dan dukungan yang kuat dari RSUP Kandou Manado.

Kepercayaan yang diberikan tersebut diapresiasi Dirut RSUP Kandou Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB – KBD. “Terima kasih atas kepercayaan ini dan kami mengapresiasinya,” sebut dokter Jimmy (sapaan akrabnya) seperti dikutip Hukormas RSUP Kandou dalam rilisnya, Rabu (28/6/2023).

Dokter Jimmy mengungkapkan kebanggaannya atas pemilihan Sulawesi Utara sebagai tempat pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyatakan bahwa hal ini akan memberikan peluang besar bagi pengembangan sektor kesehatan di Sulut serta meningkatkan peran RSUP Kandou  sebagai pusat unggulan dalam penyediaan layanan kesehatan dan penelitian.

Ditambahkan, RSUP Kandou Manado siap memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan wawancara mendalam dan FGD tersebut. RSUP Kandou Manado memiliki tenaga medis dan infrastruktur yang handal untuk mendukung kegiatan tersebut, serta berkomitmen untuk berkolaborasi dengan PKKGTK Indonesia dalam upaya meningkatkan pemahaman dan pengembangan kebijakan kesehatan di tingkat nasional maupun global.

Diharapkan, kehadiran PKKGTK Indonesia di Sulawesi Utara, khususnya di Kota Manado, akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan sektor kesehatan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. (Fer)