Meimonews.com – Tawuran Antarkampung di Kota Manado menjadi sorotan serius sepanjang tahun 2024-2025. Sumber mengurai benang kusutnya mulai dari akar masalah, kasusnya dan memberikan solusinya,

Dari kacamata sosiologi hukum, fenomena ini tidak sekadar aksi kekerasan, melainkan cerminan dari kompleksitas masalah sosial dan penegakan hukum di masyarakat.

“Insiden-insiden berdarah yang terjadi, seperti di Wonasa, Banjer, dan Kampung Ternate Tanjung, menjadi alarm bagi semua pihak untuk segera mencari solusi yang komprehensif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com di Manado, Kamis (11/12/2025), sumber lantas menjelaskan faktor sosiologis mengapa pemuda Manado terlibat tawuran.

Analisis sosiolog hukum menunjukkan beberapa faktor utama yang mendasari meningkatnya aksi tawuran di Manado.

Pertama, lemahnya kontrol sosial. Kurangnya pengawasan dan pembinaan dari keluarga, sekolah, dan masyarakat membuat perilaku menyimpang, termasuk tawuran, lebih mudah muncul.

Kedua, ketidakpercayaan pada hukum. Adanya kecenderungan main hakim sendiri di masyarakat karena kurangnya kepercayaan terhadap aparat penegak hukum menjadi pemicu warga memilih kekerasan.

Ketiga, kondisi sosial ekonomi. Kesenjangan sosial ekonomi dan minimnya lapangan pekerjaan melahirkan frustrasi di kalangan pemuda. Kekerasan menjadi pelampiasan atas rasa putus asa ini.

Keempat, provokasi dan balas dendam. Banyak insiden tawuran dipicu oleh provokasi dari pihak luar atau motif balas dendam atas kejadian sebelumnya. Beberapa kasus seperti di Kampung Ternate Tanjung, secara eksplisit dilatarbelakangi dendam.

Kelima, pengaruh negatif nedia dan miras. Media sosial sering disalahgunakan untuk menyebarkan tantangan dan provokasi, mempercepat eskalasi konflik. Selain itu, pengaruh minuman keras (miras) juga terbukti menjadi faktor pemicu keributan, seperti di Kelurahan Banjer.

Beberapa insiden tawuran yang sempat menggegerkan Kota Manado selang tahun 2024-2025 terdiri dari kejadian di Wonasa dan Banjer (Kelurahan Banjer & Pasar Unyil Tuminting) pada 25 Desember 2024 di mana Polresta Manado menangkap setidaknya 10 orang.atas kasus yang iipicu oleh minuman keras dan ketersinggungan (saat pengambilan obat keras di apotek).

Kejadian di Kampung Ternate Tanjung (Lorong Argentina, Kecamatan Singkil) pada 12 Oktober 2024 yang mengakibatkan dua korban, salah satunya meninggal dunia akibat tusukan senjata tajam dengan motif balas dendam terkait insiden sebelumnya.

Kejadian di Ternate Baru dan Ternate Tanjung pada 13 Oktober 2024 di mana seorang pemuda (AR, 20) tewas karena tusukan pisau akibat tawuran antar kelompok di perbatasan kelurahan.

Terkait dengan tindakan hukum dan solusi komprehensif, sumber menekankan perlunya tindakan tegas dari kepolisian terhadap pelaku tawuran.

Pelaku dapat dijerat dengan pasal-pasal yakni pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan, pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan, UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam.

Namun, penegakan hukum saja tidak cukup. Dibutuhkan solusi komprehensif yang melibatkan tindakan preventif (pencegahan) dan pendekatan alternatif.

Ada dua solusi yang ditawarkan yakni pertama, solusi preventif dan oemberdayaan. Diperlukan edukasi dan sosialisasi. Mengintensifkan penyuluhan hukum tentang dampak tawuran di sekolah dan komunitas, termasuk kampanye anti-tawuran di media sosial.

Diperlukan pula penguatan karakter. Penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai sosial di lingkungan keluarga dan sekolah sangat penting; Pemberdayaan Masyarakat. Program seperti pelatihan keterampilan dan bantuan modal usaha dapat mengurangi pengangguran dan frustrasi pemuda.

Selain itu, fasilitas positif. Menyediakan fasilitas olahraga dan kegiatan positif lainnya untuk mengalihkan energi pemuda dari kekerasan.

Kedua, peran tokoh masyarakat dan hukum.
Tokoh masyarakat memiliki peran krusial sebagai agen perdamaian dan perubahan; Mediasi dan Ddalog. Memfasilitasi dialog damai dan bertindak sebagai mediator untuk menyelesaikan konflik antar kelompok.

Perlu pula pembinaan. Memberikan pembinaan khusus kepada pemuda pelaku tawuran untuk mengubah perilaku mereka; kolaborasi. Bekerjasama dengan pemerintah, tokoh agama, dan pihak terkait untuk menciptakan lingkungan kondusif.

Selain itu, tidak melindungi pelaku. Tokoh masyarakat harus mendukung penegakan hukum dengan tidak melindungi warga yang terlibat tawuran; Pendekatan restoratif justice. Selain sanksi pidana, pendekatan restoratif justice yang fokus pada mediasi dan pemulihan hubungan antar kelompok juga dapat menjadi solusi jangka panjang.

“Dengan mengkombinasikan penegakan hukum yang tegas dengan upaya pencegahan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat, diharapkan tawuran antar kampung di Manado dapat diatasi secara efektif dan berkelanjutan,” tandasnya. (AF)

Meimonews.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Tuminting bekerjasama dengan Perum Badan Logistik (Perusahaan Umum Bulog) Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) Polri di Kelurahan Sumpompo Kecamatan Tuminting Kota Manado, Selasa (9/12/2025).

GPM ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menjaga stabilitas harga dan membantu kebutuhan masyarakat khususnya keterkaitannya dengan pangan.

Kegiatan yang dilaksanakan pagi hingga siang hari ini dihadiri Kapolsek Tuminting Iptu Victorrico A. Hartono, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tumumpa Dua Aiptu D. Sukoroharjo, dari Bulog SulutGo Amir Goni dan Clief Sambeka serta Lurah Sumompo Sufiane Wongkar dan staf kelurahan.

Sebanyak 285 masyarakat kelurahan setempat menghadiri dan berbelanja dalam program ini.

Mekanisme penjualan bahan pangan beras dimulai dengan registrasi terhadap warga masyarakat yang akan membeli beras. Warga masyarakat yang sudah terregistrasi dipanggil sesuai antrian. Untuk penjualan beras dibagi untuk warga Kecamatan Tumminting

Bahan pangan yang dipasarkan dan hasil penjualan adalah beras jenis SPHP 5 Kg/sak. Harga beras per 5 Kg/sak Rp. 58.000. Dari stok yang disediakan sebanyak 800 sak, habis terjual.

Seluruh rangkaian kegiatan GPM Polri ini berjalan lancar dan situasi kondusif. Masyarakat berterima kasih kepada Polri dan Bulog yang telah membantu masyarakat dalam rangka stabilitasi pasokan dan harga pangan beras.

GPM Polri ini memberikan solusi bagi masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan karena harga yang tinggi di pasar, dan sangat membantu masyarakat khususnya yang berada di Kecamatan Tuminting. (Lexie)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat integritas dan kualitas sumber daya manusia dengan menjalin kerjasama strategis bersama lembaga penegak hukum tertinggi di Indonesia.

Itu terlihat ketika Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie berkunjung ke Kejaksaan Agung RI di Jakarta, Selasa (2/12/2025). Rektor diterima Jaksa Agung RI ST Burhanuddin di ruang kerjanya.

Kunjungan yang berlangsung hangat dan produktif ini bertujuan untuk membahas kerjasama antara kedua institusi.

Sinergi ini difokuskan pada tiga pilar utama yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi serta peningkatan kesadaran hukum.

Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan Unsrat dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional, khususnya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa di Indonesia. (FA)

Meimonews.com – Personil gabungan Polda Sulut dari Ditsamapta, Satbrimob dan Ditreskrimum telah diturunkan untuk membantu Polres Minahasa Tenggara (Mitra) dalam menangani perkelahian antarkelompok dua desa yang terjadi di wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara, Minggu (30/11/2025) sekitar pukul 01.35 Wita.

Berdasarkan informasi yang ada, diduga kejadian tersebut dipicu karena pengaruh minuman beralkohol.

Bermula ketika kelompok anak-anak muda membuat keributan di desa lain dengan cara berteriak-teriak hingga warga dan anak-anak muda desa setempat terpancing, kemudian melakukan pengejaran dan sempat terjadi aksi saling lempar batu.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol. Alamsyah Parulian Hasibuan menjelaskan, Polda Sulut sudah menurunkan personil gabungan untuk meredam kejadian tersebut.

“Sudah diturunkan personil gabungan Ditsamapta, Satbrimob, dan Ditreskrimum Polda Sulut di lokasi kejadian untuk membantu Polres Minahasa Tenggara dan jajaran dalam meredam sekaligus menangani kejadian tersebut,” ujarnya, Minggu (30/11/2025) sore.

Situasi hingga Minggu sore, sebutnya, sudah kondusif namun pihak kepolisian tetap memonitor perkembangan situasi terkini di sekitar lokasi kejadian dan penyelidikan lebih lanjut.

Diungkapkan, sesuai perintah Kapolda Sulut Irjen Pol. Roycke Harry Langie, para pelaku pasti akan ditindak tegas dan diproses hukum. “Kejadian sudah ditangani oleh kepolisian dan pihak terkait. Sesuai perintah Kapolda Sulut, para pelaku pasti akan ditindak tegas dan diproses hukum,” ujarnya.

Oleh karenanya, warga masyarakat diimbau untuk dapat menahan diri, tidak mudah terprovokasi atau terpancing situasi. Jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi yang dapat memperkeruh suasana karena situasi saat ini sudah kondusif. “Mari kita jaga kerukunan, persaudaraan, dan kedamaian,” pintanya. (AF)

Meimonews.com – Guna meningkatkan pengamanan dan pemanfaatan layanan perbankan, Polda Sulut menjalin kemitraan strategis dengan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG).

Kerjasama ini secara resmi dituangkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding/MoU (Nota Kesepahaman) yang berlangsung di Aula Polda Sulut, Kamis (20/11/2025).

MoU ini ditandatangani oleh Wakapolda Sulut Brigadir Jenderal Polisi Awi Setiyono dan Direktur Umum Bank SulutGo Joubert Dondokambey.

Penandatanganan ini menjadi bukti komitmen kedua institusi dalam menciptakan ekosistem perbankan yang aman, andal, dan terpercaya bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakapolda menegaskan, kerjasama ini merupakan langkah proaktif untuk mengantisipasi dan menangkal potensi kejahatan di sektor perbankan. “Dengan adanya MoU ini, sinergi antara Polda Sulut dan Bank SulutGo akan semakin terstruktur,” Brigjen Pol. Setiyono.

Polda Sulut, tambahnya, berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh, baik dalam aspek pencegahan maupun penindakan, untuk memastikan layanan perbankan dapat dimanfaatkan masyarakat dengan nyaman dan aman.

Direktur Umum Bank SulutGo menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Polda Sulut. Dijelaskan, kolaborasi ini sangat krusial seiring dengan transformasi digital dan peningkatan layanan perbankan.

“Keamanan adalah fondasi utama kepercayaan nasabah. Dengan adanya payung hukum kerja sama ini, kami optimis dapat terus berinovasi memberikan pelayanan terbaik, dengan dukungan sistem keamanan yang dijaga langsung oleh aparat kepolisian,” ujar Joubert.

Mendampingi Joubert Dondokambey pada acara tersebut adalah jajaran pimpinan Bank SulutGo yaitu Pemimpin Divisi Corporate Secretary Heince J. Rumende dan Pemimpin Divisi Umum Noldy Dandel.

Di hari yang sama, Polda Sulut melakukan pula kerjasama dengan lima perusahaan lainnya dengan melakukan penandatangan perjanjian kerjasama serupa.

Perusahaan-perusahaan tersebut adalah PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Sumber Energi Jaya, PT Bulawan Daya Lestari, PT Brinks Manado, dan PT Swadharma Sarana Informatika Manado.

Kemitraan strategis antara Polda Sulut dengan berbagai perusahaan, termasuk Bank SulutGo, ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang lebih kuat antara sektor swasta dan aparat penegak hukum, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan keamanan dan kenyamanan berinvestasi serta bertransaksi bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara. (Afer)

Meimonews.com – Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid menegaskan pentingnya sinergi seluruh personil dan instansi terkait.

Hal tersebut disampaikan Kapolresta Manado ketika memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Zebra Samrat 2025 di halaman Mapolresta Manado, Senin (17/11/2025).

Sejalan dengan itu, Kapolresta meminta petugas menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan tetap mengutamakan edukasi kepada masyarakat.

“Operasi Zebra bukan sekadar penindakan. Ini adalah upaya menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib, sekaligus persiapan menuju Operasi Lilin Samrat 2025,” ujarnya.

Polresta Manado berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara masyarakat, terutama menghadapi masa libur akhir tahun.

Apel ini diikuti Wakapolresta Manado AKBP Eko Sisbiantoro, para PJU Polresta Manado, personil Polresta, unsur TNI, serta Dinas Perhubungan Manado.

Operasi Zebra Samrat 2025 bertemakan Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Lilin Samrat 2025.

Operasi Zebra berlangsung 14 hari (17-30/11/2025). Kegiatan ini difokuskan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan. (AF)

Meimonews.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sulut menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan Zebra Zamrat 2025 yang berlangsung 14 hari dimulai Senin (17/11/2025) hingga Minggu (30/11/2025).

Tanda dimulainya kegiatan ini, diadakan Apel Gelar Pasukan di Lapangan Upacara Mapolda Sulut, yang dipimpin Kapolda Sulut Irjen Pol. Roycke Harry Langie.

Apel diikuti personil Polri, TNI, Dinas Perhubungan Sulut, Sat Pol PP Sulut, Bapenda Sulut, dan Jasa Raharja Sulut, BPTD Wilayah Sulut, serta Pejabat Utama Polda Sulut,

Apel ditandai dengan penyematan pita tanda operasi dan penyerahan bekal kesehatan secara simbolis oleh Kapolda Sulut kepada perwakilan personel TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan.

Apel gelar pasukan ini diselenggarakan oleh seluruh satuan tingkat wilayah mulai dari tingkat Polda sampai dengan tingkat Polres di seluruh Indonesia.

Operasi Kepolisian Kewilayahan ini mengusung tema: Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Lilin Samrat 2025.

Kapolda Sulut usai apel mengatakan, inti dari Operasi Zebra ini adalah keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).

“Kita masih perlu melakukan mitigasi, dan ini adalah operasi humanis, salah satunya memberikan imbauan kepada masyarakat,” ujarnya.

Karena ada filosofi, jelas Kapolda, terjadinya kecelakaan itu diawali dengan pelanggaran. Ketika pengendara sudah tidak mau tahu dengan peraturan maka dia akan melanggar yang bisa mengakibatkan kecelakaan.

Menurut Kapolda, dalam berlalulintas terdapat tiga hal pokok yaitu siap diri, siap peralatan atau kendaraan, dan siap administrasi seperti SIM, STNK.

“Sehingga dalam momentum Operasi Zebra ini, mengedepankan tindakan humanis. Kita mengajak masyarakat untuk selalu melakukan mitigasi secara bersama dan memberikan imbauan,” sebut Kapolda.

Dijelaskan, di dalam penegakan hukum seperti sanksi tilang (bukti pelanggaran), itu hanya 5 persen dari keseluruhan kegiatan operasi. Dan 80 persen adalah imbauan.

Operasi Zebra Samrat 2025 ini melibatkan 475 personil Polri dan stakeholder terkait, yang tergabung dalam Satgasops Polda dan Satgasops Polres/ta.

Operasi bersifat terbuka dengan mengedepankan fungsi lalulintas untuk meningkatkan keselamatan dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan perundang-undangan lalu lintas secara profesional, bermoral, dan humanis.

Adapun sasaran operasi meliputi segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan, dan gangguan nyata yang berpotensi menyebabkan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, baik pada saat maupun pasca Operasi Zebra Samrat 2025.

Target operasi tersebut meliputi, pengemudi yang menggunakan handphone saat mengemudi, melawan arus lalu lintas, pengemudi di bawah umur, berkendara melebihi batas kecepatan serta pengemudi yang mengonsumsi narkoba dan minuman keras. (AF)

Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado mengadakan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Aparatur (SDA) Polisi Pamong Praja Manado 2025 di Gran Puri Hotel Manado, Senin (10/11/2025).

Turut hadir dalam kegiatan ini, Asisten I Setdakot Manado Julises Oehlers, Kepala Satpol PP Kota Manado Novly Siwy, perwakilan instansi terkait serta para peserta pelatihan.

Kegiatan yang bertujuan meningkatkan profesionalitas, disiplin, dan kemampuan teknis aparatur Satpol PP dalam menjalankan tugas di lapangan ini dibuka pelaksanaannya oleh Walikota Manado Andrei Angouw dan menampilkan Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid sebagai narasumber (narsum).

Walikota Manado Andrei Angouw saat memberikan sambutan

Dalam sambutannya, Walikota menyampaikan harapan agar pelatihan ini dapat semakin meningkatkan kapasitas dan profesionalisme Aparatur Polisi Pamong Praja Kota Manado dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

“Semua harus jelas dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Tupoksi harus benar-benar dipahami agar pekerjaan dapat dijalankan dengan baik,” tandas Walikota.

Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid saat membawakan materi

Mantan Ketua DPRD Sulut ini mengemukakan, jika ada kasus atau kendala di lapangan, bisa dibahas bersama untuk mencari solusi terbaik. Semua ini pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kita kepada masyarakat Kota Manado.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolresta Manado membawakan materi tentang sinergitas dan kolaborasi antara Polri dan Satpol PP dalam menjaga ketertiban umum serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kota Manado.

“Sinergi antara Polri dan Satpol PP sangat penting, terutama dalam pelayanan publik dan penegakan peraturan daerah agar tercipta keamanan dan ketertiban yang berkelanjutan,” ujar Kapolresta Manado. (elka)

Meimonews.com – Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Barisan Solidaritas Muslim Indonesia (BSMI) menegaskan dukungan mereka terhadap kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) khususnya Polda Sulut dalam penegakkan hukum.

Selain itu, dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Penegasan tersebut diungkapkan pengurus dan anggota ormas BSMI saat mengadakan Doa Bersama di Markas BSMI Kota Bitung, baru-baru.

Doa bersama ini dipimpin Ustadz Rio Efendi Suripno selaku Sekretaris Barisan Solidaritas Muslim Indonesia (BSMI).

Hadir pada kegiatan ini, Ketua BSMI Sapiin Palkua, Wakil Ketia Jerry Sangka dan anggota Ormas BSMI yang berada di Kota Bitung.

Tujuan dari kegiatan Doa bersama ini adalah untuk mendoakan Sulawesi Utara agar tetap aman dan tetap menjadi percontohan daerah yang menjadi simbol kerukunan antar umat beragama.

Dukungan ini sejalan dengan tugas utama Polri sebagaimana diatur dalam UU Kepolisian No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Dalam Undang-undang ini ditetapkan tugas utama Polri adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. (AF)

Meimonews.com – Polresta Manado bekerjasama Pemkot Manado mengadakanA pel Tanggap Bencana di Lapangan Sparta Tikala Manado, Selasa (21/10/2025).

Apel yang dipimpin Walikota Manado Andrei Angouw ini diadakan berupa gladi kesiapan terhadap bencana dan simulasi penanganan korban bencana gempa bumi dalam rangka Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tahun 2025 di Kota Manado.

Hadir dalam kegiatan ini, Forkopimda Manado, Kapolres Kota Manado Kombes Pol. Ilham Halid, Asisten I Julises Ohlers bersama Pejabat Eselon 2, Para Camat dan Lurah di tiga Kecamatan Wenang, Paal 2 dan Tikala serta unsur-unsur terkait Penanggulangan Bencana seperti Tim Basarnas, TRC BPBD, tim Damkar, beberapa dinas, Tagana, Kodim 1309, anggota Polri, KSOP, PLN, dan Anggota Pramuka.

Sejumlah peralatan yaitu kendaran-kendaraan operasional roda 2 dan roda 4, ambulance, mobil rescue serta alat berat seperti koader dihadirkan pada kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Walikota Manado menyampaikan pesan mendalam. Walikota mengingatkan, bencana bisa datang tanpa aba-aba, dan kesiapan adalah satu-satunya senjata untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkannya.

“Terima kasih atas dedikasi dan kesiapsiagaan seluruh unsur yang hadir hari ini. Kita tidak bisa menghindari bencana, tapi kita bisa belajar, berlatih, dan bersinergi untuk mengurangi risikonya,” ujarnya.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini menekankan pentingnya simulasi, pelatihan teknis, dan kerjasama lintas sektor sebagai pilar utama dalam membangun ketangguhan kota.

“Kita semua memiliki peran. Jangan tunggu bencana datang baru kita panik. Hari ini kita bersiap, agar kita bisa menyelamatkan sesama,” ujarnya.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan korban bencana gempa bumi yang menggambarkan situasi darurat sesungguhnya.

Dalam hitungan menit, tim evakuasi gabungan bergerak cepat mengevakuasi korban, melakukan penyelamatan, hingga menangani gangguan infrastruktur.

Tim gabungan dari Basarnas, Polresta Manado, BPBD, Damkar, Dinas Kesehatan, PLN, Tagana, Rapi, dan berbagai unsur lainnya melakukan koordinasi yang solid dan terlatih.

Simulasi ini, sebut Kepala Pelaksana BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com, usai kegiatan, bukan sekadar latihan.

“Ini adalah pesan kuat bahwa Kota Manado adalah kota yang tangguh dan siap melindungi warganya, dari segala resiko bencana,” ujarnya. (elka)