Meimonews.com – 4 (empat) terduga pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di wilayah Kota Manado berhasil dibekuk Unit Reaksi Cepat (URC) Team Charlie dan Team Delta Satreskrim Polresta Manado.

Keempat terduga pelaku masing-masing berinisial YS (30), JW (30), BS (23), dan MW (24). Mereka diamankan setelah polisi melakukan penyelidikan dan pengembangan atas laporan kehilangan kendaraan di kawasan Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Wenang, serta Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken Darat.

Penangkapan dipimpin Kanit Resmob Ipda Nathaniel Farrell Sialagan bersama Kanit Resmob Ipda Kresna Aditya Bagus Perdana.

Kasus tersebut terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan berdasarkan rekaman CCTV dan informasi mengenai salah satu terduga pelaku. Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga ke Desa Kapitu, Kabupaten Minahasa Selatan, dan mengamankan YS bersama MW.

Dari hasil pemeriksaan awal dan pengembangan, polisi kemudian mengamankan dua terduga pelaku lainnya, yakni JW dan BS. Para terduga pelaku diduga terlibat dalam pencurian sejumlah sepeda motor di wilayah Manado.

Dari pengembangan tersebut, polisi juga berhasil menemukan dan mengamankan lima unit sepeda motor, masing-masing di wilayah Tondano, Kabupaten Minahasa, Girian, Kota Bitung, serta Mapanget Kota Manado.

Sementara itu, dua laporan yang menjadi dasar pengungkapan masing-masing dibuat oleh FWP (22) dan NR (34). Kedua korban melaporkan kehilangan sepeda motor yang sebelumnya diparkir di sekitar tempat tinggal mereka.

Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Elwin Kristanto menjelasksn, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil tindak lanjut cepat terhadap laporan masyarakat dan penyelidikan secara berkelanjutan.

“Kami terus melakukan pengembangan untuk mengungkap keterlibatan pihak lain maupun keberadaan barang bukti lainnya. Para terduga pelaku telah diserahkan kepada penyidik Satreskrim untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.

Dalam pengembangan kasus, polisi juga memperoleh informasi mengenai seorang terduga pelaku berinisial J, yang diduga berperan sebagai pihak yang mengoordinir dan menerima setoran dari setiap kendaraan hasil pencurian. Yang bersangkutan saat ini masih berstatus sebagai tahanan rutan.

Salah satu terduga pelaku, YS, diketahui merupakan residivis kasus serupa pada 2023 dan baru selesai menjalani masa hukuman pada 17 Agustus 2026.

Keempat terduga pelaku kini diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih melengkapi administrasi penyidikan serta mengembangkan kasus guna mengungkap kemungkinan adanya lokasi kejadian dan pihak lain yang terlibat. (AF)

Meimonews.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh jajaran menindaklanjuti setiap laporan pungutan liar, premanisme, dan tindak kejahatan yang mengganggu aktivitas perusahaan serta iklim investasi.

Perintah tersebut disampaikan Kapolri pada kegiatan Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026).

Kurang lebih 2.000 pekerja dari sekitar 1.200 perusahaan di Kawasan Industri MM2100 dan sekitarnya itu hadir pada kegiatan yang mengangkat tema Hubungan Industrial Berkeadilan dan Kondusivitas Investasi tersebut.

Di hadapan perwakilan pekerja, pengusaha, dan pemerintah, Kapolri meminta setiap bentuk gangguan keamanan di kawasan industri segera dilaporkan kepada kepolisian. Laporan tersebut harus direspons dengan cepat agar kegiatan produksi maupun operasional perusahaan tidak terganggu.

“Bagi pengusaha dan perusahaan yang masih menemukan aksi premanisme, pungli, maupun kejahatan lainnya, silakan dilaporkan. Saya minta kepolisian segera menindaklanjuti agar investor tidak ragu untuk masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Kapolri menegaskan, jaminan keamanan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan dunia usaha. Penanganan terhadap pungli dan premanisme diperlukan untuk memberikan kepastian kepada perusahaan sekaligus melindungi para pekerja dalam menjalankan aktivitasnya.

Kondisi tersebut semakin penting karena Indonesia tengah mendorong hilirisasi pada berbagai sektor strategis, mulai dari mineral, energi, pangan, hingga manufaktur. Program tersebut diharapkan menghasilkan nilai tambah serta membuka semakin banyak lapangan pekerjaan.

Masuknya investasi dibutuhkan untuk mendukung upaya tersebut. Namun, investasi akan tumbuh apabila didukung kepastian hukum, stabilitas keamanan, dan lingkungan usaha yang terbebas dari berbagai bentuk gangguan.

“Polri ingin meyakinkan para pengusaha dan investor bahwa Indonesia merupakan tempat yang aman dan kondusif untuk berinvestasi,” jelasnya.

Komitmen itu diwujudkan melalui kesiapan jajaran kepolisian dalam menjaga kawasan industri dan memberikan perlindungan terhadap seluruh aktivitas usaha yang dijalankan sesuai ketentuan.

‘Polri akan terus memberikan jaminan keamanan agar kegiatan investasi dan dunia usaha dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” tegas Kapolri.

Kapolri juga mengingatkan perusahaan untuk menaati regulasi dan memenuhi hak-hak pekerja. Kepastian berusaha harus berjalan beriringan dengan terciptanya hubungan industrial yang adil.

Dengan keamanan yang terpelihara dan hak pekerja yang terlindungi, kegiatan industri diharapkan dapat terus berkembang serta memberikan manfaat bagi perusahaan, tenaga kerja, dan perekonomian nasional. (*/AF)

Meimonews.com – Brigjen Pol. Yudo Hermanto resmi memimpin Kepolisian Daerah (Polda) Sulut setelah Pataka Maesa’an Waya diserahkan Irjen Pol. Roycke Harry Langie pada Upacara Serah Terima Pataka Maesa’an Waya di Lapangan Presisi Mapolda Sulut Kamis (10/9/2026).

Upacara penyerahan pataka yang merupakan ramgkaian serah terima jabatan orang nomor satu di Polda Sulut ini diselenggarakan bersamaan dengan Farewell and Welcome Parade Kapolda Sulut.

Diketahui, bebeapa waktu lalu, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit telah melakukan pelantikan sejumlah pejabat Polri di Mabes Polri, yang salah satu di antaranya Kapolda Sulut.

Penyerahan pataka ini menjadi simbol estafet kepemimpinan sekaligus kesinambungan pengabdian Polri di wilayah Bumi Nyiur Melambai ini.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan secara adat kedatangan Kapolda Sulut Brigjen Hermanto dan istri di gerbang utama Mapolda Sulut.

Kapolda disambut Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono, para Pejabat Utama Polda Sulut, Kapolresta dan Kapolres jajaran, Bhayangkari serta seluruh personil.

Secara perseorangan, Kapolda menyalami satu persatu pejabat Polda Sulut, Polresta dan Polresta jajaran serta pimpinan Bhayangkari Polda dan Polres/ta jajaran.

Dalam sambutannya, Irjen Pol. Langie menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran, mulai dari Wakapolda, Pejabat Utama, para Kapolresta dan Kapolres, hingga seluruh anggota serta ASN Polda Sulut, atas dedikasi, loyalitas, dan dukungan yang telah diberikan.

“Berbagai pencapaian dan keberhasilan yang diraih selama ini merupakan hasil kerja keras, kekompakan, dan kerja sama seluruh personel. Mengabdi di Bumi Nyiur Melambai menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus pengalaman berharga dalam perjalanan tugas dan kehidupan,” ujar Langie yang telah diangkat menjadi Asisten Utama Operasional (Astamaops) Polri.

Putra Kawanua ini berpesan kepada seluruh personil kepolisian di daerah ini untuk melaksanakan tugas dengan patuh hukum, sepenuh hati, dan menjaga hal-hal baik yang telah terbangun.

“Berikan dedikasi dan loyalitas yang sama, bahkan lebih, kepada Kapolda Sulawesi Utara yang baru. Jangan pernah lelah berbuat baik dan terus berikan manfaat pelayanan kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar perwira tinggi (Pati) kelahiran 24 November 1970 ini,

Lulusan Akpol 1994 ini juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan maupun kekurangan selama bertugas dan mengabdi bersama di Polda Sulawesi Utara.

Dakam sambutannya, Brigjen Pol. Yudo Hermanto menegaskan, amanah ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat di Bumi Nyiur Melambai.

“Saya berharap dapat diterima sebagai bagian dari keluarga besar Polda Sulut dan masyarakat Sulawesi Utara, serta memohon dukungan dan sinergi dari seluruh jajaran demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas),” ujarnya.

Mantan Karo Paminal Divpropam Polri ini menegaskan, pataka yang diserahterimakan bukan sekadar simbol organisasi, melainkan lambang kehormatan, kebanggaan, dan pengingat tanggung jawab moral. Nilai persatuan dan kebersamaan yang terkandung di dalamnya menjadi fondasi utama kekuatan Polda Sulut.

Terkait komitmen pelayanan publik dan penegakan hukum, Pati kelahiran Jakarta, 6 November 1974 ini mengingatkan kepada seluruh personil untuk bekerja secara profesional, akuntabel, dan humanis, serta pentingnya tindakan yang cermat, tepat, rukun, dan sesuai perundang-undangan.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar Polda Sulut, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Irjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie, SIK, MH atas dedikasi, kepemimpinan, serta pondasi positif yang telah dibangun selama memimpin Polda Sulut,” ujar lulusan Akpol 1997 ini. (lexie)

Meimonews.com – Brigjen Pol Yudo Hermanto, SIK, MM resmi menjadi Kapolda Sulut menyusul Upacara Serah Terima (Sertijab) yang dipimpin Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Sertijab ini dilakukan bersamaan dengan sertijab sejumlah pejabat utama Mabes Polri dan beberapa pejabat kewilayahan seperti Kapolda berdasarkan mutasi Polri yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026, ST/1878/VIII/KEP./2026, dan ST/1879/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026, yang salah satunya yaitu pergantian Kapolda Sulawesi Utara.

Jabatan Brigjen Pol. Hermanto sebelumnya adalah Karopaminal Divpropam Polri, sementara Irjen Pol. Langie dipromosikan menjadi Astamaops Kapolri, menggantikan Komjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si. yang dimutasi sebagai Pati Stamaops Polri dalam rangka purna tugas.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol. Alamsyah Parulian Hasibuan menjelaskan, pergantian jabatan Kapolda Sulut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang dilakukan dalam rangka pembinaan karier, penyegaran serta peningkatan kinerja organisasi.

“Pergantian jabatan ini merupakan bagian dari pembinaan karier, penyegaran, dan peningkatan kinerja organisasi di tubuh Polri secara berkala, serta dalam rangka tour of duty dan tour of area,” ujarnya.

Mutasi dan pergantian pejabat, sebutnya, merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri. Setiap pejabat yang mendapat amanah baru diharapkan dapat melanjutkan program-program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan tugas.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Irjen Pol Roycke Harry Langie atas dedikasi, pengabdian, dan kepemimpinannya selama menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Utara. Selanjutnya, kami menyambut dan mendukung Brigjen Pol Yudo Hermanto sebagai Kapolda Sulut yang baru,” ujarnya.

Seluruh jajaran Polda Sulut siap mendukung kepemimpinan Kapolda yang baru serta menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.

“Kami berharap kepemimpinan Kapolda yang baru dapat semakin memperkuat soliditas internal dan sinergitas dengan seluruh elemen masyarakat, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Sulawesi Utara tetap aman, kondusif dan terpelihara,” ujarnya. (AF)

Meimonews.com – Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid menegaskan, Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung program-program strategis pemerintah, termasuk di sektor ketahanan pangan.

“Melalui kegiatan panen jagung ini, kami ingin memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus memanfaatkan lahan yang ada secara optimal. Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi semua pihak,” ujar Kapolresta Manado terkait pelaksanaan Panen Jagung di Desa Sea Kecamatan Pineleng (Minahasa), Rabu (5/8/2026).

Panen jagung tersebut digelar Polresta Manado sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan nasional di lahan pertanian yang berada di desa Sea.

Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergi Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong pemanfaatan lahan produktif untuk meningkatkan hasil pertanian.

Panen jagung ini dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polresta Manado, unsur pemerintah setempat, kelompok tani, serta berbagai pihak terkait. Suasana kebersamaan tampak mewarnai kegiatan yang berlangsung dengan semangat gotong-royong.

Kapolresta Manado menambahkan, keterlibatan Polresta Manado dalam program ketahanan pangan diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan para petani.

Kegiatan panen jagung tersebut menjadi bagian dari komitmen Polresta Manado dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan, sekaligus mempererat sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. (AF)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, seluruh instansi harus mengubah pola penanganan bencana dari yang bersifat reaktif menjadi preventif.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar dampak El Nino dapat diminimalkan sejak dini,” ujar Walikota ketika memberikan sambutan pada Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana di Lapangan Apel Mapolresta Manado, Selasa (4/8/2026).

Apel tersebut, menurut Walikota, menjadi langkah awal memperkuat koordinasi lintas instansi sekaligus memastikan kesiapan personil dan peralatan dalam menghadapi berbagai potensi bencana selama musim kemarau.

Apel ini juga digelar menyusul meningkatnya kewaspadaan terhadap dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memicu penurunan curah hujan dalam beberapa bulan ke depan.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kekeringan, berkurangnya pasokan air bersih, meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta terganggunya ketahanan pangan dan stabilitas harga kebutuhan pokok

Sejumlah langkah strategis pun disiapkan, mulai dari penegakan larangan pembakaran lahan (zero burning), peningkatan patroli dan pemantauan titik panas (hotspot), penguatan koordinasi Satgas Pangan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok, hingga pengawasan distribusi air bersih dan penyediaan sumber air di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.

Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid, menegaskan, Polresta Manado siap mendukung penuh upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya, seluruh personel telah diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui patroli, deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, serta koordinasi yang intensif dengan seluruh instansi terkait.

“Penanganan dampak El Nino membutuhkan kerja sama semua pihak. Kehadiran Polri bukan hanya saat terjadi bencana, tetapi juga dalam upaya pencegahan agar risiko yang muncul dapat ditekan semaksimal mungkin. Sinergi yang kuat akan menjadi modal utama dalam melindungi masyarakat,” ujar Kapolresta.

Melalui apel tersebut, sambung Kapolresta seluruh peserta juga melakukan pengecekan kesiapan personil dan perlengkapan sebagai bentuk komitmen menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama musim kemarau.

Kepada.masyarakat diimbau untuk ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana dengan menggunakan air secara bijaksana, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran di lingkungan sekitar.

Melalui sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan Kota Manado mampu menghadapi dampak El Nino secara lebih siap, sehingga keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan stabilitas keamanan tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung.

Hadir pada apel yang dipimpin Walikota Manado yang juga membacakan amanat Kapolda Sulut Irjen Pol. Roycke Harry Langie ini adalah Wakapolresta Manado AKBP Eko Sisbiantoro, Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado Jimmy Rotinsulu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Manado Donald Sambuaga, Kepala Satpol PP Kota Manado Novly Siwy, jajaran TNI-Polri, personil Dinas Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, Satpol PP, serta undangan lainnya. (FA)

Meimonews.com. – Perkuat wilayah perbatasan serta menunjukkan komitmen menjaga dan membangun wilayah beranda utara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terlihat ketika Kodam XIII/Merdeka membentuk Satuan Tugas (Satgas) Karya Bakti Skala Besar Tahun Anggaran 2026.

Program strategis TNI Angkatan Darat ini difokuskan di dua wilayah kepulauan paling utara Indonesia, yakni Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Aksi nyata pembangunan daerah perbatasan kali ini melibatkan kolaborasi lintas sektor yang kuat, salah satunya dengan menggandeng civitas akademika dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

Sejumlah mahasiswa dari Unsrat dilibatkan dalam program ini sebagai Satgas. Meteka yang sudah berangkat beradal dari FPIK, FPMIPA, FH, FEB, FISIP dan Fatek. Keterlibatan mahasiswa Unsrat dalam satgas ini disambut positif sebagai bentuk implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Para mahasiswa yang ikut bertolak dari Pelabuhan Bitung nantinya akan membaur bersama prajurit TNI untuk melaksanakan berbagai program.

Melalui sinergi Kodam XIII/Merdeka dan Unsrat pimpinan Rektor Oktavian Berty Alexamder Sompie ini, diharapkan akselerasi pembangunan di Kepulauan Sangihe dan Talaud dapat berjalan lebih masif, sekaligus memperkokoh sabuk pengaman di utara Nusantara.

Upacara Pemberangkatan Sathas Karya Bakti Skala Besar Tahun Anggaran 2026 ini dipusatkan di Pelabuhan Samudera Bitung, Sulut, Sabtu (11/7/2026).

Upacara pelepasan dipimpin Pangdam XIII/Merdeka dan turut dihadiri antara lain Wakil Rektor 1 Unsrat Arthur Gehart Pinaria (mewakili Rektor Unsrat), Dekan FH, Dekan FEB, Dekan FPMIPA, Dekan FISIP dan Dekan Fatek. Beberapa Dekan juga terlibat sebagai panitia.

Dalam amanatnya, Pangdam menegaskan, Karya Bakti Skala Besar ini bukan sekadar program rutin, melainkan wujud kehadiran negara dalam mempercepat pembangunan infrastruktur.

“Kolaborasi kemanunggalan TNI dengan rakyat dan akademisi akan menjadi motor penggerak pembangunan di Sangihe dan Talaud,” ujar Pangdam. (FA)

Meimonews.com – Melalui program bantuan sarana air bersih memperingati Hari Bhayangkara 2026, Polresta Manado meresmikan sumur bor dan pompa air yang diperuntukkan bagi warga Kelurahan Bailang Lingkungan II, Kecamatan Bunaken, Manado, Selasa (30/6/2026).

Peresmian dilakukan oleh Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid dan dihadiri Camat Bunaken Heri Anwar, Lurah Bailang Aldo KE Sumerah, Imam Masjid Baitul Muslimin Tana Ramo, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga sekitar yang turut menyaksikan momen penuh kebersamaan tersebut.

Bantuan sumur bor dan pompa air yang dibangun di atas lahan milik Fahli Gobel ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial Polresta Manado dalam menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Bhayangkara.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat dalam memperoleh akses air bersih yang lebih mudah, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga di lingkungan sekitar.

Dalam sambutannya, Kapolresta Manado menegaskan, Polri tidak hanya hadir sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu menjawab kebutuhan dan permasalahan warga.

“Hari Bhayangkara adalah momentum untuk memperkuat makna pengabdian. Kami ingin kehadiran Polri tidak hanya dirasakan ketika masyarakat membutuhkan perlindungan dan pelayanan keamanan, tetapi juga melalui program-program yang menyentuh langsung kebutuhan hidup masyarakat,” ujarnya.

Bantuan sumur bor dan pompa air ini, jelasnya, merupakan bentuk kepedulian Polresta Manado agar masyarakat dapat menikmati akses air bersih yang layak dan berkelanjutan.

Kapolresta Manado menyampaikan, kedekatan Polri dengan masyarakat merupakan modal penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.

“Polri yang kuat adalah Polri yang dekat dengan masyarakat. Ketika kita saling peduli, saling mendukung, dan bergandengan tangan membangun lingkungan yang lebih baik, maka keamanan dan kesejahteraan akan tumbuh bersama. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang dan menjadi simbol kebersamaan antara Polri dan masyarakat,” tambahnya.

Suasana haru dan penuh syukur mewarnai kegiatan tersebut. Warga yang hadir mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas air bersih tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Polresta Manado atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Kelurahan Bailang.

Melalui kegiatan ini, Polresta Manado kembali menunjukkan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai mitra yang peduli terhadap kebutuhan dan kesejahteraan warga.

Semangat Hari Bhayangkara tahun ini pun diwujudkan melalui aksi nyata yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat. (AF)

Meimonews.com – Memperongati Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Manado telah dan akan menyelenggarakan sejumlah kegiatan. Salah satu kegiatan dalam rangkaian peringatan tersebut, Polresta Manado menggelar Bakti Sosial, Rabu (24/6/2026).

Dengan semangat pengabdian dan kepedulian kepada sesama terus jajaran Polresta Manado bersama Bhayangkari Cabang Kota Manado turun langsung mengunjungi dan menyalurkan bantuan kepada anak-anak di sejumlah panti asuhan yang berada di wilayah hukum Polresta Manado.

Kegiatan yang sarat makna kemanusiaan ini dipimpin langsung Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid dan Wakapolresta Manado AKBP Eko Sisbiantoro dengan melibatkan para Pejabat Utama Polresta Manado, para Kapolsek jajaran, serta Bhayangkari Cabang Kota Manado.

Bakti sosial dilaksanakan secara serentak di empat panti asuhan yakni Panti Asuhan Putri Bukit Harapan, Panti Asuhan AN-NUR Kota Manado, Panti Asuhan Terang Titipan Tuhan di Kelurahan Malendeng, Kecamatan Tikala, serta Panti Asuhan Al Ikhwan Manado.

Kapolresta Manado bersama Tim I mengunjungi Panti Asuhan Putri Bukit Harapan dan Panti Asuhan AN-NUR Kota Manado. Sementara Tim II yang dipimpin Wakapolresta Manado melaksanakan kegiatan serupa di Panti Asuhan Terang Titipan Tuhan dan Panti Asuhan Al Ikhwan Manado.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyerahkan bantuan sosial berupa paket kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari sebagai bentuk perhatian dan kepedulian Polri kepada anak-anak panti asuhan. Tidak hanya menyerahkan bantuan, jajaran Polresta Manado juga berbaur dan berbincang langsung dengan para pengurus serta anak-anak panti, menciptakan suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan.

Kapolresta Manado menjelaskan, kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 , Wujud Bhayangkari Peduli dan Polwan Peduli yang tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Hari Bhayangkara adalah momentum refleksi pengabdian Polri kepada masyarakat. Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin berbagi kebahagiaan, mempererat tali silaturahmi, serta menunjukkan bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat, termasuk bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama,” ujar Kapolresta,

Ditegaskan, nilai utama yang ingin dibangun dalam peringatan Hari Bhayangkara tahun ini adalah semangat kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong sebagai fondasi dalam menjaga keamanan dan keharmonisan masyarakat.

Kehadiran Kapolresta Manado, Wakapolresta, para pejabat utama, para Kapolsek, serta Bhayangkari Cabang Kota Manado mendapat sambutan hangat dari pengurus dan anak-anak panti asuhan. Senyum dan rasa bahagia tampak menghiasi wajah para penghuni panti saat menerima bantuan dan perhatian dari jajaran Polresta Manado.

Melalui kegiatan ini, Polresta Manado kembali menegaskan komitmennya bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai sahabat yang peduli terhadap berbagai aspek kehidupan sosial masyarakat. Semangat berbagi yang ditunjukkan dalam bakti sosial tersebut menjadi wujud nyata pengabdian Polri yang Presisi dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. (AF)

Meimonews.com – Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polda lewat Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) menggelar Lomba Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Mako Bidlabfor, Karombasan, Manado, Rabu (24/6/2026).

Lomba yang diikuti 90 personil dari Polresta dan Polres jajaran di lingkungan Polda Sulut ini dibuka pelaksanaannya oleh Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono.

Lomba Olah TKP ini menjadi salah satu upaya Polda Sulut untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme personel dalam penanganan tempat kejadian perkara, yang merupakan tahapan awal dan sangat menentukan dalam proses penegakan hukum.

Dalam sambutannya, Wakapolda menjelaskan makna dari tema yang diangkat tahun ini yakni Polri untuk masyarakat dengan semangat 80 tahun mengabdi untuk masyarakat.

“Tema tersebut menjadi pengingat bahwa seluruh pengabdian dan kerja keras Polri harus diarahkan untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Profesionalisme dalam olah TKP, sebut Wakapolda, sangat penting karena keberhasilan pengungkapan suatu tindak pidana sangat bergantung pada kemampuan petugas dalam mengamankan, mengolah, mendokumentasikan, serta mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian.

“Kesalahan pada tahap awal dapat berdampak pada keseluruhan proses penyidikan dan pembuktian di pengadilan,” jelasnya.

Wakapolda mengapresiasi Bidang Laboratorium Forensik Polda Sulut sebagai penyelenggara kegiatan serta seluruh Polresta dan Polres jajaran yang telah mengirimkan personil terbaiknya untuk mengikuti lomba.

Wakapolea berharap, melalui lomba ini dapat terbangun budaya kerja yang semakin profesional, Presisi, objektif dan akuntabel dalam penanganan TKP.

“Kegiatan ini bukan semata-mata ajang kompetisi untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran, evaluasi dan peningkatan kemampuan personel di bidang olah TKP,” ujarnya.

Dikemukakan momentum Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi sarana refleksi dan motivasi bagi seluruh personel Polri untuk terus meningkatkan kompetensi, integritas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat di tengah tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks.

Dengan kegiatan ini, diharapkan kemampuan personil dalam penanganan TKP semakin meningkat sehingga dapat mendukung terwujudnya proses penegakan hukum yang profesional, modern, dan terpercaya, sejalan dengan semangat Polri Presisi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (AF)