Meimonews.com – Wujud pelayanan cepat kepada masyarakat, Polsek Bunaken bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110/112 terkait adanya seorang pria tidak dikenal yang masuk ke rumah warga di Kelurahan Bailang Lingkungan VI, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Minggu (10/5/2026).

Laporan diterima sekitar pukul 11.09 Wita dengan lokasi kejadian berada di kompleks SDN 81 Bailang. Setelah menerima laporan, hanya dalam waktu kurang lebih 10 menit, personil Polsek Bunaken merespon dan bergerak cepat untuk langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan tiba di lokasi sekitar pukul 11.19 Wita.

Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pengamanan TKP berkoordinasi dengan pihak pelapor serta pemerintah setempat, dan melakukan pencarian terhadap terduga pelaku.

Dalam penanganan tersebut, turut hadir Kepala Lingkungan VI Bailang Ingriani Kakuhese untuk membantu proses penanganan di lokasi kejadian.

Berkat gerak cepat personil di lapangan, terduga pelaku berhasil diamankan tanpa adanya gangguan kamtibmas yang berarti.

Seluruh rangkaian penanganan di lokasi selesai pada pukul 11.30 Wita dalam keadaan aman dan terkendali.

Selanjutnya, pelaku langsung dibawa dan diamankan ke Polresta Manado guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek Bunaken Iptu Nurhanny Montolalu di dampingi Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono mengatakan, respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu kamtibmas melalui layanan Call Center 110/112 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian,” ujar Kapolsek Bunaken. (AF)

Meimonews.com – Sehubungan dengan informasi yang berkembang di masyarakat terkait adanya seorang pria yang diamankan di lingkungan Universitas Negeri Manado (Unima) pada Rabu (6/5/2026), Polres Minahasa memberikan penjelasan.

Kejadiannya, pada Rabu (6/5/2026), Satuan Pengamanan (Satpan) Kampus Unima mengamankan seorang pria karena menunjukkan gelagat yang mencurigakan di area kampus. Selanjutnya yang bersangkutan diserahkan kepada Tim Resmob Polres Minahasa untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan dan pendalaman yang dilakukan oleh pihak kepolisian, tidak ditemukan adanya indikasi maupun niat dari yang bersangkutan untuk melakukan tindak kejahatan di lingkungan kampus ataupun terhadap civitas akademika.

Adapun senjata tajam yang sempat didapati saat proses pengamanan diketahui bukan milik yang bersangkutan, melainkan milik rekannya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, klarifikasi, serta pembinaan oleh pihak kepolisian, yang bersangkutan kemudian dipulangkan dan dibebaskan pada Kamis (7/5/2026).

Polres Minahasa mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Kepolisian juga menyampaikan apresiasi kepada pihak keamanan kampus yang telah bertindak cepat dan kooperatif dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban (kamtib) di lingkungan kampus. (*)

Meimonews.com – Sidang gugatan terkait terbitnya surat keputusan (SK) penonaktifan ST sebagai tenaga medis mitra RSUP Kandou kembali digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Manado, Rabu (22/4/2026).

Sidang kasus penonaktifan ST karena adanya temuan Satgas Pencegahan dan Penanganan Perundungan Faked Unsrat dan RSUP Kandou yang berlangsung di Ruang Olden Bidara ini menghadirkan 2 (dua) orang saksi dari pihak tergugat.

“Agenda sidang adalah pemeriksaan tambahan bukti surat serta pemeriksaan saksi dari pihak tergugat. Keterangan 2 saksi tersebut memperkuat terbitnya SK penonaktifan tersebut.,” ujar Humas RSUP Kandou kepada Meimonews.com, Jumat (24/4/2026).

Ketua Majelis Hakim menerima dua saksi dari pihak tergugat yakni dr. Ronaldy Tumbel, SpTHT-KL (saksi pertama) dan dr. Michele (saksi kedua) ke dalam ruang sidang dan menyaksikan sumpah kedua saksi akan memberikan keterangan sebenar-benarnya.

Saksi pertama menjelaskan dirinya sebagai Ketua Tim Satgas Investigasi yang dibentuk bersama oleh Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat dan RSUP Kandou untuk menangani laporan dugaan perundungan.

Saksi, jelas Humas RSUP Kandou, menyebut proses diawali adanya laporan dugaan perundungan di program studi (Prodi) Anak, dan ditindaklanjuti bersama oleh institusi pendidikan dan RS melalui Tim Satgas Investigasi dengan pemeriksaan sejumlah pihak yang terlibat.

“Tim investigasi menggali informasi kepada 9 peserta didik, 5 tenaga pendidik, Dr.dr. Suryadi Tatura, SpA(K) sebagai terlapor, hingga sopir terkait dugaan pembayaran jasa transportasi. Hasilnya, sopir mengaku menerima pembayaran dari mahasiswa, bukan dari dokter Suryadi saat pemeriksaan terakhir kepada sopir,” ujar Ronaldy, seperti dikutip Humas RSUP Kandou.

Ronaldy menambahkan, pihak tim kerja pendidikan dan pelatihan RS secara rutin melakukan proses monitoring mutu pendidikan dan pencegahan perundungan melalui berbagai upaya, yang salah satunya survei kuisioner rutin kepada peserta didik untuk mengidentifikasi dugaan perundungan.

Jadi, jelasnya, satgas hanya bertugas melaksanakan investigasi ada tidaknya perundungan dan menyampaikan rekomendasi hasil investigasi kepada Dekan Faked Unsrat dan Direktur Utama RSUP Kandou. Mengenai sanksi yang diberikan diserahkan kepada para pimpinan kedua institusi.

Saksi kedua mengaku pernah diminta oleh seniornya untuk memesankan dan membayar jasa rental mobil untuk penggugat bertugas sebanyak empat kali.

“Saya pernah mendapatkan sanksi hukuman dan dipersulit nilainya, Saya bersama rekan satu tim dalam pelatihan praktis di rumah sakit bagi mahasiswa kedokteran (Stase). Hanya karena kelalaian lupa memesankan kendaraan untuk dokter Suryadi bertugas ke Rumah Sakit Noongan,” ujar Michele.

Selain itu, saksi mengungkap adanya tekanan untuk menyewa kamar kos milik usaha penggugat.

Michele mengakui pernah sekali menerima total transfer Rp 2 juta yang berasal dari 3 dokter spesialis (salah satunya tergugat) yang dibantu saksi kedua pada Desember 2024 sebagai bentuk ucapan terima kasih atas pelaksanaan tugasnya di RS Wolter Mongisidi ketika ia ditugaskan di sana oleh Prodi Anak Faked Unsrat.

Sidang kasus ini akan dilanjutkan pada 29 April 2026 dengan agenda pemeriksaan bukti dan saksi dari pihak tergugat. (*)

Meimonews.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara, Polda Sulut menggelar Open Fishing Tournament Kapolda Sulut Cup I Tahun 2026, Sabtu – Minggu (11-12/4/2026).

Ada dua kategori yang dilombakan pada iven yang bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar komunitas pencinta olahraga memancing, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi di sektor kepariwisataan Sulawesi Utara, khususnya wisata bahari ini.

Dua kategori itu adalah pertama, Shore Fishing (Mancing Pinggiran) yang diikuti oleh 250 peserta dengan lokasi di sepanjang garis pantai Pasir Putih Boulevard hingga Youth Center Manado.

Kedua, Sport Fishing (Mancing di Laut), yang diikuti oleh 105 tim dengan total 516 pemancing. Kategori ini diikuti oleh tim asal Sulawesi Utara dan luar daerah, termasuk peserta mancanegara dari Timor Leste.

Iven ini memperebutkan total hadiah ratusan juta rupiah, dengan hadiah utama kategori Sport Fishing sebesar Rp.100 juta bagi juara pertama, Rp 75 juta untuk juara kedua dan Rp. 50 juta untuk juara ketiga.

Selain itu, pihak Kementerian Pariwisata RI juga telah memberikan dukungan penuh dan berencana menjadikan turnamen ini sebagai agenda nasional tahunan.

Ketika membuka kegiatan, Wakapolda Sulut Brigejn Pol. Awi Setiyono (mewakili Kqpolda Sulut Irjen Pol. Roycke Harry Langie) menekankan pentingnya peran sektor pariwisata dalam menggerakkan ekonomi daerah yang juga berdampak pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

“Masalah ekonomi ini sangat menentukan, khususnya dalam rangka maintenance of public order. Dengan ekonomi yang berjalan, hunian hotel menggeliat, kapal nelayan disewa, dan UMKM seperti toko pancing serta restoran turut merasakan dampaknya,” ujarnya.

Wakapolda juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga kelestarian lingkungan laut selama kompetisi berlangsung, terutama di kawasan konservasi Taman Nasional Bunaken.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu. Kami berharap melalui kegiatan ini, Polri semakin dicintai masyarakat dan sinergitas dengan berbagai elemen, termasuk komunitas angler, terus terjaga,” sebut Wakapolda.

Pembukaan kegiatan yang dipusatkan di Dermaga Youth Center Manado, Sabtu (11/4/2026) ini dihadiri oleh perwakilan Forkopimda Sulawesi Utara, perwakilan Kementerian Pariwisata, para Pejabat Utama Polda Sulut, Kapolresta Manado dan Kapolres jajaran serta undangan lainnya seperti Dirut Bank SulutGo Revino Maydi Pepah. (AF)

Meimonews.com – Guna menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh jemaat serta tamu undangan yang akan hadir dalam perayaan Paskah Nasional di Kawasan Megamas Manado, Rabu (8/4/2026), personil Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Sulawesi Utara melaksanakan prosedur sterilisasi di lokasi pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan sterilisasi ini dipimpin Ipda M. Sidik. Tim menyisir seluruh sudut area pelaksanaan ibadah, mulai dari panggung utama, deretan kursi jemaat, hingga area parkir dan akses masuk kawasan.

Dengan menggunakan peralatan deteksi khusus, petugas memastikan tidak ada benda mencurigakan yang dapat mengganggu jalannya kegiatan.

Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulut Kombes Pol. Robby M. Samban menegaskan, kegiatan ini merupakan standar operasional prosedur (SOP) dalam pengamanan kegiatan hari besar keagamaan berskala nasional.

“Kami mengerahkan tim untuk memastikan lokasi benar-benar steril sebelum rangkaian ibadah dimulai. Fokus utama kami adalah memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan beribadah,” ujarnya,

Ditambahkan, berdasarkan hasil penyisiran di lapangan, situasi terpantau kondusif. “Situasi aman, tidak ditemukan barang-barang yang dicurigai maupun potensi ancaman lainnya di sekitar lokasi,” jelasnya.

Pengamanan di Kawasan Megamas terus diperketat dengan koordinasi lintas satuan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran Ibadah Paskah Nasional ini. (AF)

Meimonews.com – Pasca gempa bumi yang berkekiatan 7,6 Skala Richter yang dirasakan di wilayah Sulawesi Utara, khususnya Kota Manado, Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid menyampailan imbauan penuh empati kepada masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga.

Kapolresta menekankan bahwa situasi seperti ini membutuhkan ketenangan dan kewaspadaan bersama sertq diingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya atau hoaks yang dapat memicu keresahan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi seperti BMKG dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Kapolresta juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Warga diminta untuk menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau berpotensi roboh, serta segera menuju tempat terbuka apabila kembali terjadi guncangan.

Perhatian terhadap keselamatan keluarga, sebutnya, menjadi hal utama. Masyarakat diimbau memastikan anak-anak, orang tua, dan anggota keluarga lainnya berada dalam kondisi aman, serta menyiapkan perlengkapan darurat sebagai langkah antisipasi.

Bagi masyarakat yang berada di wilayah pesisir atau berencana menuju kawasan tersebut, diingatkan untuk terus memantau perkembangan informasi resmi terkait potensi tsunami dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan dan komitmen pelayanan, Polresta Manado mengoptimalkan layanan kepolisian 110 yang aktif selama 24 jam. Layanan ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan kejadian darurat, kerusakan, korban, maupun situasi yang membutuhkan kehadiran aparat secara cepat.

“Kami siap hadir untuk masyarakat. Jangan ragu untuk menghubungi layanan 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian,” jelasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan nilai kearifan lokal, Kapolresta Manado mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling peduli, saling membantu, serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Mari kita hadapi situasi ini dengan tenang, saling menguatkan, dan tetap waspada. Bersama kita jaga Manado tetap aman — Mapalus Torang Jaga Manado Aman,” imbaunya. (AF).

Meimonews.com – Sejumlah Pos Pengamanan Operasi (Pospamops) Ketupat Samrat 2026 yang tersebar di wilayah hukum Polresta Manado ditinjau Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, Selasa (17/3/2026).

Peninjauan dilakukan guna memastiikan kesiapsiagaan personil dalam pelaksanaan operasi Ketupat Samrat 2026.

Kegiatan peninjauan ini turut melibatkan para pejabat utama Polresta Manado yang telah ditunjuk dan ditempatkan di masing-masing pos, antara lain Kabag Ops AKP Budy Datau di Pos Terpadu, Kasat Intelkam AKP Andri Permadi di Pos Pam Paving, Kasat Reskrim AKP Elwin Kristanto di Pos Pam TKB, serta Kasat Lantas AKP Angelico Timotius Sulu di Pos Yan Pelabuhan.

Selain itu, personil lainnya seperti Kasi TIK AKP Frangky Janis, Kasi Humas Iptu Agus Haryono, dan Kanit Provos Ipda Oudy Amuseng turut mendukung pelaksanaan pengamanan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polresta Manado dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama perayaan Hari Raya Idul Fitri, dengan mengedepankan pendekatan preventif, humanis, serta responsif terhadap setiap potensi gangguan kamtibmas.

Dengan adanya peninjauan ini, diharapkan seluruh pos pengamanan dapat berfungsi optimal dalam mendukung keberhasilan Operasi Ketupat Samrat 2026 di wilayah Kota Manado.

Kapolresta Manado meninjau langsung kondisi Pos Terpadu serta Pos Pam Jembatan Merah, Pos Pam Paving, Pos Pam TKB, dan Pos Yan Pelabuhan guna memastikan kesiapan sarana prasarana, kelengkapan administrasi, serta kesiapsiagaan personil dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Kapolresta Manado menekankan pentingnya sinergitas antar instansi serta kehadiran Polri yang humanis di tengah masyarakat, khususnya selama arus mudik dan balik Lebaran.

“Seluruh personil harus melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas selama pelaksanaan Ops Ketupat Samrat 2026,” ujarnya. (AF)

Meimonews.com – Sebanyak 92 anak yatim piatu diajak Tim Polresta Manado untuk berbelanja kebutuhan lebaran dan buka puasa bersama di salah satu pusat perbelanjaan di Manado, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan sosial/berbagi kasih di bulan suci Ramadhan 1447 H ini dipimpin Kapollresta Manado Kombes Pol. Irham Halid dan di dampingi pejabat utama, para Kapolsek, perwira dan personil Polresta Manado, serta Ketua dan pengurus lain Bhayangkari Cabang Manado.

Anak-anak tampak antusias dan bahagia saat memilih pakaian baru yang akan mereka kenakan di hari kemenangan nanti.

Setelah berbelanja, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan kepada anak-anak yatim oleh Kapolresta Manado bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kota Manado sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang kepada mereka.

Kapolresta Manado menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.

“Di bulan suci Ramadhan ini kami ingin berbagi kebahagiaan bersama adik-adik kita. Semoga kegiatan ini dapat memberikan kebahagiaan dan semangat bagi mereka dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri,” ujar Kapolresta.

Dijelaslan, melalui kegiatan seperti ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, serta menumbuhkan semangat kepedulian dan kebersamaan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama di pelataran Megamall Manado, yang turut dihadiri pihak pengelolanya.

Momen kebersamaan tersebut berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan antara jajaran Polresta Manado, Bhayangkari, dan anak-anak yatim.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 15.00 Wita tersebut berakhir pada 18.30 Wita ininberlangsung dengan tertib, aman, dan lancar, serta meninggalkan kesan kebahagiaan bagi seluruh peserta yang hadir. (FA)

Meimonews.com – Suatu prestasi membanggakan diukir seorang generasi muda asal Sulawesi Utara di dunia kemiliteran, khususnya TNI (Tentara Nasional Indonesia) Angkatan Darat (AD).

Generasi muda itu adalah dr. Astikahilda Maria Pangemanan. Putri pasangan MSE Pangemanan, SH (almarhum) dan Dr. Flora Pricilla Kalalo, SH, MH yang adalah mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) yang lulus sarjana kedokteran ini dilantik menjadi perwira berpangkat Lettu (Letnan Satu) Ckm.

Pelantikan wanita kelahiran Manado, 4 Maret 2003 ini dilakukan Panglima TNi Jenderal Agus Subiyanto pada Prasetya Perwira Sekolah Perwira Prajurit Karier TNI Reguler dan Program Khusus Tahun 2026 di Markas Besar TNI, Cilangkap Jakarta Timur, Kamis (12/3/2026).

Lettu Ckm dr. Astikahida Maria Pangemanan bersama Dr. Flora Pricilla Kalalo, SH, MH (ibunya)

Pelantikan ini mengacu pada Surat Keputusan Presiden RI No. 16, 17 dan 18/TNI Tahun 2026 tentanng tentang Pengangkatan Siswa Lulusan Pendidikan Pertama, Perwira Prajurit Karier TNI Reguler dan Program Khusus Tahun 2026.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com via telefon, Flora mengungkapkan rasa senang dan bangganya karena dari tiga anaknya (dua laki-laki dan seorang perempuan), Astika (sapaan anak bungsunya ini) dengan kemauannya sendiri kuliah di Fakultas Kedokteran Unhan dan ikut pendidikan kemiliteran.

“Saya senang dan bangga karena keinginan/kemauan sendiri dari Astika bisa tercapai. Lulus jadi dokter dan lulus sekolah kemiliteran, dan jadi perwira TNI,” ujar mantan Dekan Fakultas Hukum Unsrat dan mantan Wakil Rektor Unsrat ini. (lex)