Meimonews.com – Hal menggembirakan terlihat pada angka pelanggaran lalulintas dan kejahatan saat pelaksanaan Operasi Kepolisian Lilin Samrat 2020 dalam rangka pengamanan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.
Angka pelanggaran lalulintas/tilang dan kejahatan saat operasi yang digelar 21 Desember 2020 – 4 Januari 2021 mengalani penurunan yang cukup signifikan.
Mengutip data Satgas Ops, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol. Jules Abraham Abast mengungkapkan, jumlah angka tilang tahun 2020 mengalami penurunan secara drastis bila dibandingkan dengan tahun 2019.
Pada operasi kali ini (tahun 2020) tilang hanya sebanyak 15 kasus atau turun 782 kasus (98, 11 persen) dibanding tahun 2019 yang mencapai 797 kasus.
“Penurunan tilang tersebut karena Operasi Lilin Samrat merupakan operasi kemanusiaan, yang lebih mengedepankan teguran bersifat pembinaan secara humanis,” ujar Abast, usai rapat analisa dan evaluasi di Mapolda, Selasa (5/1/2021).
Untuk bidang keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mantan Kabid Humas Polda NTT ini menjelaskan, angka kejahatan juga mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan Operasi Lilin Samrat 2019.
Kalau tahun 2019 angkanya mencapai 257 maka pada tahun 2020 turun sebanyak 110 kasus (42,8 persen) menjadi 147 kasus.
Dalam hal upaya pencegahan penyebaran covid-19 selama Operasi Lilin Samrat 2020, Abast menjelaskan, petugas telah menegur 6.600 pelanggar protokol kesehatan (prokes) serta melakukan patroli pencegahan covid-19 di tempat-tempat keramaian.
“Patroli dilakukan sebanyak 1.500 kali, kemudian sosialisasi protokol kesehatan 2.730 kali, pembagian masker 7.200 kali, pemberian bantuan sosial 1.720 paket, serta pemasangan sticker Ayo Pakai Masker 2.500 kali,” rincinya.
Dikemukakan, pelaksanaan operasi 15 hari di wilayah Polda Sulut ini telah berjalan dengan baik. “Penjagaan ekstra ketat dilakukan petugas di seluruh gereja maupun lokasi-lokasi strategis lainnya saat perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) sehingga situasi kamtibmas di wilayah Sulut sampai saat ini tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Abast mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan Operasi Lilin Samrat 2020.
“Atas nama Kapolda Sulut, diucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI, Polri, Pemerintah Daerah dan seluruh instansi, masyarakat, serta pihak-pihak terkait lainnya yang sudah bersama-sama mendukung pelaksanaan Operasi Lilin Samrat 2020 sehingga operasi berjalan dengan maksimal, dan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujarnya. (lk)

Meimonws.com – Kapolda Sulut Irjen Pol. RZ Panca Putra memimpin Konferensi Pers Akhir Tahun 2020 yang digelar di Aula Catur Prasetya Polda Sulut, Selasa (29/12/2020).

Turut hadir pada kegiatan ini, Sekprov Sulut Edwin Silangen, Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Wirana Prasetya Budi, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Prince Meyer Putong, Wakapolda Sulut Brigjen Pol Rudi Darmoko, Kepala BPBD Sulut Joy Oroh, perwakilan Dinas Kesehatan Sulut, para PJU Polda dan para jurnalis.

Kapolda mengungkapkan, tindak pidana konvensioal yang terjadi di Sulut selama kurun waktu tahun 2020 menurun jika dibandingkan tahun 2019. “Jika dibandingkan tahun 2019, terdapat penurunan sebesar 15,9 persen di tahun 2020. Dimana pada tahun 2019 terdapat 5.070 kasus sedangkan pada tahun 2020 terdapat sebanyak 4.263 kasus,” ujar Irjen Panca.

Tindak pidana tersebut, sebutnya, masih banyak didominasi oleh kasus penganiayaan biasa, disusul kasus pencurian, penganiayaan berat, penggelapan, pengancaman dan penipuan.

Meski terjadi penurunan pada tindak pidana konvensional, namun tidak dengan kejahatan transnasional, kejahatan kekayaan negara dan kejahatan berimplikasi kontijensi.

Kejahatan transnasional naik 20,6 persen di tahun 2020, dari 68 kasus di tahun 2019 menjadi 82 kasus di tahun 2020. Sedangkan kejahatan kekayaan negara naik 35 persen di tahun 2020, dari 8 kasus di tahun 2019 menjadi 12 kasus di tahun 2020. Dan untuk kejahatan berimplikasi kontijensi naik 250 persen di tahun 2020, dari 2 kasus di tahun 2019 menjadi 7 kasus di tahun 2020.

Namun demikian, tambahnya, Kepolisian sudah membuat strategi untuk mengantisipasi kejahatan, di antaranya dengan mengaktifkan kembali Kring Serse, meningkatkan patroli di jam-jam dan daerah rawan, melaksanakan sinergitas bersama Forkopimda dan semua pihak, membentuk Timsus percepatan penanganan tindak pidana, memperkuat deteksi dini dan pembinaan jaringan serta pemolisian proaktif dengan mengeliminir setiap gangguan yang ada sejak dini.

Mantan Direktur Penyidikan KPK-RI ini berterima kasih kepada seluruh masyarakat Sulut dan semua pihak yang sudah berpartisipasi terwujudnya Pilkada yang damai dan sehat di daerah ini.

Di tengah pandemi covid-19 saat ini, Kapolda berharap seluruh lapisan masyarakat dapat terus mematuhi semua imbauan Pemerintah untuk tetap patuh pada protokol kesehatan pencegahan covid-19, memakai masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan dengan sabun.

“Mudah-mudahan dukungan dan kerja sama yang sudah diberikan oleh Forkopimda, masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan teman-teman media dapat bermanfaat untuk kita semua dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif dan mewujudkan Sulut yang lebih baik lagi ke depan,” harapnya.

Kapolda juga menyampaikan permohonan maaf atas pelaksanan tugas yang belum sesuai dengan harapan masyarakat. “Saya mohon maaf kepada masyarakat apabila selama ini dalam pelaksanaan tugas Polda Sulut masih banyak kekuarangan, ada hal hal yang harus diperbaiki,” sebutnya.

Mudah-mudahan 2021 ke depan dengan semangat kebersaman, sambungnya, kita bisa mewujudkan dan memperbaiki segala kekurangan yang ada, terlebih khusus untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, dan menciptkan situasi kamtibmas yang kondusif di Sulut. (lk)

Meimonews.com – Guna membahas pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru (Pam Nataru) 2021 di Wilayah Sulut digelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor di Aula Catur Prasetya Polda Sulut, Rabu (16/12/2020).

Hadir pada rakor tersebut adalah Asisten 1 Pemprov Sulut, Kapolda Sulut Irjen Pol. RZ Panca Putra, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Santos G. Matondang, Danrem 131/Santiago Brigjen Pol Prince Meyer Putong, Danlantamal, Danlanudsri, Kabakamla, perwakilan Kejati, Wakapolda Sulut Brigjen Pol Rudi Darmoko dan para PJU Polda.

Hadir juga stakeholder terkait, antara lain Gugus Tugas Covid-19, Basarnas, BPBD, Dishub, Jasa Raharja, Pertamina, PLN, BMKG, Disperindag, Balai Jalan serta para tokoh agama yang tergabung dalam FKUB Sulut.

DI awal sambutannya, Kapolda Sulut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 yang berjalan lancar dan damai

“Puji Tuhan, Alhamdulilah semua berjalan sesuai dengan tahapannya. Terima kasih atas dukungan dari seluruh lapisan masyarakat dan seluruh Pemerintah Daerah,” kata Kapolda.

Rakor Lintas Sektor ini, jelas Kapolda, dilaksanakan untuk menyiapkan dan meyakinkan seluruh masyarakat bahwa seluruh stake holder terkait di Sulut siap melaksanakan pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru.

Beberapa tantangan yang akan dihadapi dalam perayaan Natal dan Tahun Baru ini, menurut Irjen Pol. Putra Panca, adalah masih masalah pandemi covid-19 dan tantangan alam yang akhir-akhir ini cenderung ekstrim.

Pandemi covid ini masih menjadi momok menakutkan apalagi saat ini katanya di Sulut terdapat 4 daerah yang berada pada zona merah menurut data Gugus Tugas Provinsi, yaitu Manado, Tomohon, Minahasa Utara dan Minahasa Tenggara.

“Ini cukup memprihatinkan dan harus kita tangani bersama. Natal memang membawa kebahagiaan bagi masyatakat tetapi kebahagian ini harus kita kelola sehingga penyebaran covid bisa kita cegah,” ujarnya.

Kapolda mengingatkan, jangan sampai gara-gara euforia Natal dan Tahun Baru berlebihan, membuat covid-19 juga semakin meningkat di Sulut.

Jenderal bintang dua ini menegaskan, tidak akan memberikan ijin berbagai keramaian, termasuk pawai dan pesta kembang api. “Pawai dan pesta kembang api ini perlu diwaspadai dan secara tegas kita tidak mengijinkan adanya pesta kembang api. Tujuannya adalah guna mencegah penyebaran pandemi covid,” ujarnya.

Ia jjuga mengimbau pelaksanaan ibadah Natal dan Tahun Baru diatur jadwalnya sehingga tidak terdapat konsentrasi jemaat yang banyak

Hal lain yang menjadi atensi juga adalah terkait cuaca ekstrim dan ketersediaan pangan jelang Natal dan Tahun Baru.

“Saya mohon dukungan semuanya terkait kondisi situasi kamtibmas di Sulawesi Utara. Mari kita satu langkah untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru ini,” pinta Kapolda.

Dalam Rakor tersebut juga dipaparkan kesiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru oleh masing-masing instansi terkait.

Rakor ini juga diikuti secara virtual melalui aplikasi zoom meeting oleh Forkopimda di Kabupaten dan Kota di Sulut. (lk)

Meimonews.com – Pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Steven Kandou (ODSK) serta paslon Walikota dan Wakil Walikota Manado Andrei Angouw dan Richard Sualang (AARS) menang telak di TPS 1 Kelurahan Kleak Manado.

Saat perhitungam suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus pemilih disabilitas dan petugas medis di Rumah Sakit Ratumbuysang tersebut, ODSK meraih dukungan sebanyak 137 suara atau sekitar 56,8 persen.

Sementara Vonnie Anneke Panambunan dan Hendry Runtuwene (VAP HR) 64 suara (sekitar 26,5 persen) serta Paslon Christiany Eugenia Paruntu dan Sehan Salim Landjar (CEP SSL) 37 suara (sekitar 15,3 persen).

Pemilih yang menggunakan hak memilih pada Pilkada Serentak Tahun 2020 (baik untuk Pilgub Sulut maupun Pilwako Manado) pada Rabu (9/12/2020) di TPS khusus tersebut berjumlah 241 orang. Surat suara yang sah berjumlah 238 lembar sedang yang rusak (tidak sah) 3 lembar.

Untuk Pilwako, paslon ASRS menang dengan jumlah 101 suara (sekitar 41 persen). Urutan berikutnya, Paslon Julyeta Paulina Amelia Runtuwene dan Harley Mangindaan (Paham) yang meraih 72 suara (sekitar 29,8 persen), Paslon Mor Dominus Bastiaan dan Hanny Joost Pajow (MOR HJP) dengan 50 suara (sekitar 20,7 persen) serta Paslon Sonya S. Kembuan dan Syarifudin Saafa (SSK SS) dengan 15 suara (sekitar 6,2 persen). (lk)

Meimonews.com – Guna memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora yang diduga menjadi pelaku pembantaian satu keluarga di Sigi, Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis memerintahkan Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Pol. Abdul Rakhman Baso berkantor di Poso.

“Perintah Kapolri hari Selasa 1 Desember 2020, Kapolda Sulteng berkantor di Poso dan di-back up oleh tim terbaik Bareskrim Polri,” sebut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/12/2020).

Saat ini, tambah Irjen Argo, Satuan Tugas (Satgas) Tinombala yang merupakan gabungan aparat TNI-Polri masih
melakukan pengejaran terhadap kelompok MIT. Tim Densus 88, pasukan TNI, dukungan drone serta intel IT dikerahkan guna membantu proses pengejaran. “Pasukan satgas Operasi Tinombala ke wilayah Desa Lembahtongoa, Sausu, Salatanga,” ujarnya.

Selain memburu Kelompok MIT, aparat gabungan juga melakukan trauma healing kepada warga paska aksi teror yang dilakukan kelompok MIT. Penempatan personel Brimob di tiga lokasi di areal transmigrasi Desa Levonu Sigi juga guna memberikan rasa aman kepada warga.

Polda juga memberikan 400 paket bantuan sembako untuk masyarakat transmigrasi yang mengungsi di Dusun Levonu. Sudah dmulai perbaikan 6 buah rumah tinggal atau pos pelayanan umat inisiasi dari Polda untuk kecepatan serta bantuan proses pemakaman korban berupa 4 peti mati dan bantuan duka air mata.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan dialog dengan tokoh masyarakat, agama serta tokoh adat Sulteng agar masyarakat tak termakan isu hoaks. “Pertemuan dengan pihak MUI, FKUB, media termasuk Komnas HAM sudah dilakukan untuk meredam suasana agar tetap kondusif,” ujarnya. (lk)

Meimonews.com – Seluruh Kepala Satuan Kerja.(Kasatker) di Polda Sulut dan para Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) jajaran diingatkan Kapolda Sulut Irjen Pol. RZ Panca Putra agar mengelola anggaran secara transparan.

“Pengelolaan anggaran harus terbuka, kalau terbuka semua permasalahan pasti akan selesai. Ini harus benar-benar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujar Kapolda ketika memimpin acara penyerahan DIPA Tahun 2021 dan penandatanganan Pakta Integritas lingkup Jajaran Polda Sulut, di aula Catur Prasetya Polda Sulut, Rabu (2/12/2020).

DIPA Tahun 2021 wajib diketahui oleh semua personel Polri. “Ini adalah uang negara yang harus dipertanggungjawabkan dengan benar. Ini harus disosialisasikan dan disampaikan kepada semua anggota agar semua tahu,” tegas Irjen Panca

Mantan Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini menyampaikan terima kasih kepada seluruh personil Polda Sulut dan jajaran yang sudah melaksanakan tugas dengan baik.

“Saya minta tahun 2021 kita hadapi dengan semangat baru. Saya berharap ini menjadi spirit dan motivasi untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” pinta Kapolda.

Penyerahan DIPA Tahun 2021 dan Penandatanganan Pakta Integritas ini dihadiri oleh Wakapolda Sulut Brigjen Pol. Rudi Darmoko, Irwasda Kombes Pol Ahmad Alwi, para Pejabat Utama (PJU) Polda dan para Kapolres jajaran.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19, dan diikuti oleh 3 Polres Kepulauan melalui sarana zoom meeting.(lk)

Meimonews.com – Peristiwa tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa di Lewonu, Lembantongoa, Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah membuat Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengeluarkan ungkapan dukacita dan pernyataan sikap.

Ada enam poin dari isi ungkapan dukacita dan pernyataan sikap yang dikeluarkan KWI pada 30 November 2020 dan ditandatangi Kardinal Ignatius Suharyo tersebut.

Pertama, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan umat Katolik menyampaikan perasaan duka cita mendalam terhadap korban yang meninggal dan keluarganya serta seluruh Jemaat yang ikut terdampak. Mendoakan semoga saudara-saudari yang meninggal berbahagia abadi bersama Allah Bapa di sorga dan keluarga yang ditinggalkan memperoleh penghiburan kasih dari Allah,” sebutnya.

Kedua, KWI dan umat Katolik mengecam keras aksi tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa dan pembakaran Pos Pelayanan Gereja Bala Keselamatan serta rumah warga di Lewonu tersebut. Tindakan penyerangan dan kekerasan tersebut sungguh-sungguh tidak beradab dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama dan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Ketiga, KWI mengapresiasi langkah cepat pimpinan dan jemaat Gereja Bala Keselamatan, aparat Kepolisian serta Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi dan Provinsi Sulawesi Tengah untuk menangani peristiwa tersebut dan memberi perlindungan bagi warga. Meminta Pemerintah dan Kepolisian menangkap pelakunya dan mengusut sefla membasmi tuntas jaringan teroris yang ada di wilayah timur maupun di seluruh tanah air Indonesia.

Keempat, KWI dan umat Katolik, mengajak seluruh lembaga keagamaan dan masyarakat di lokasi kejadian dan di seluruh Indonesia untuk tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada Pemerintah.

Kelima, KWI dan umat Katolik berharap agar peristiwa di Lewonu ini, tidak merusak atau melemahkan hubungan antar umat beragama dan kepercayaan yang selama ini terus-menerus kita bangun, kita rawat, dan kita kembangkan. Semoga Allah senantiasa memberikan berkat damai sejahtera dan perlindunganNya kepada kita semua. Amin. (lk)

Meimonews.com – Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis memimpin apel Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) seluruh Indonesia di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020). Kegiatan ini diikuti oleh 34 Kapolda dan 493 Kapolres.

Karena masih pandemi covid-19, beberapa Kapolda dan Kapolres mengikuti acara ini secara virtual. Hal itu dilakukan demi menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Argo Yuwono menjelaskan, dalam arahannya, Kapolri memberikan beberapa arahan tegas kepada seluruh jajarannya di Indonesia. Di antaranya, terkait dengan penanganan Covid-19.

Kapolri, sebut Irjen Pol Argo, seperti dikutip Tribratanewspoldasulawesiutara.com menginstruksikan untuk para Kasatwil tidak ragu-ragu untuk menegakan protokol kesehatan di masyarakat.

“Jadi kegiatan Apel Kasatwil ini berkaitan dengan beberapa hal. Penanganan Covid-19 bahwa penekanan pada undang-undang yaitu para Kapolda harus menegakkan protokol kesehatan, tidak ada keragu-raguan bersama dengan TNI, Satpol PP dan tokoh masyarakat,” kata Irjen Pol Argo.

Arahan tegas lainnya adalah para Kapolda dan Kapolres diminta untuk netralitas harga mati dalam pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020. Selain itu, jajaran juga diinstruksikan menjaga keamanan saat pesta demokrasi itu berlangsung.

Berkaitan dengan Pilkada Serentak 2020, tentunya dengan adanya Pilkada ini mulai dari para Kapolda, Kapolres yang ada Pilkadanya serentak di 270 provinsi, kabupaten/kota akan melakukan pengamanan TPS, mengamankan kotak surat suara, imbauan tentang perhitungan suara dan pentahapan-pentahapan lainnya. “Dalam Pilkada penekanannya adalah netralitas harga mati,” ujarnya.

Irjen Pol Argo menekankan, apabila Kasatwil melanggar hal tersebut, maka Kapolri tidak akan segan-segan memberikan sanksi disiplin kepada jajarannya.

“Kemudian apabila ada anggota kepolisian yang melakukan pelanggaran, ditekankan oleh Bapak Kapolri melalui STR, vidcon, atau arahan langsung akan ditindak tegas berdasarkan pelanggaran yang dilakukan di lapangan,” sebut Irjen Pol Argo.

Selanjutnya, arahan soal UU Cipta Kerja Omnibus Law. Terkait UU Cipta Karya Omnibus Law, Kapolri memperbolehkan masyarakat menggelar aksi namun, para Kasatwil diinstruksikan untuk langsung menindak tegas apabila demonstrasi penolakan berujung anarkis.

“Berkaitan dengan Omnibus Law, tentunya akan dikeluarkan kebijakan, apabila memang dalam menyampaikan pendapat telah diatur dalam amanat undang-undang, apabila terjadi anarkis akan ditindak tegas,” kata Irjen Pol Argo.

Berkaitan dengan pengamanan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Polri melakukan pengamanan dengan operasi khusus Kepolisian terpusat dengan sandi Operasi Lilin yang diselenggarakan23 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.

“Pengamanan Operasi Lilin tersebut ada 191.534 personil yang dilibatkan. Kemudian membuat 4.216 pos pelayanan dan pos pengamanan. Untuk kegiatan tersebut kami mengedepankan kegiatan simpatik dan tidak ada represif,” ujar Irjen Pol Argo.

Kapolri, ungkap Irjen Pol. Argo, berkeinginan agar jajarannya melakukan aksi simpatik kepada masyarakat khususnya pengguna jalan apabila ada yang melanggar dengan cara memberikan bantuan sosial berupa sembako, masker serta hand sanitizer.

“Melalui Aslog, Kapolri menyampaikan telah menyediakan 5.000 ton beras yang saat ini berada di Bulog untuk diberikan kepada Polda dan Polres seluruh Indonesia agar dapat digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 terkait pendistribusiannya akan di rumuskan oleh Aslog,” jelasnya.

Dalam Rapim Apel Kasatwil tahun 2020, Kapolri menekankan bahwa, seluruh kegiatan difokuskan kepada giat kemanusiaan/bakti sosial, sinergitas TNI-Polri mengkristal di dalam hati seluruh anggota dan pembinaan personel kepolisian dengan reward and punishment.

Irjen Pol Argo menegaskan, sejak kepemimpinan Kapolri Idham Aziz dan telah dirumuskan oleh ASDM Kapolri bahwa sampai saat ini tidak ada anjak/seluruhnya memiliki jabatan dan sudah ditempatkan.

“Nantinya akan datang lulusan Lemhanas dan Sesko TNI dari kepolisian yang akan langsung ditempatkan sesuai dengan kompetensinya,” ujarnya seraya menyebut, Polri berharap Apel Kasatwil T.A 2020 untuk kemasyarakatan bangsa Indonesia dapat bermanfaat. (lk)

Meimonews.com –  Guna pengamanan Pilkada Serentak Tahun.2020 khususnya pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS), Polda Sulut mengerahkan sebanyak 1.489 personil.

Perincian nya, 795 personil di-BKO (bawah komandan operasi)-kan ke Polresta dan Polres jajaran sedang sisanya disiapkan sebagai Kompi Gabungan Staf Cadangan BKO.

Pengerahan personil untuk pengamanan TPS tersebut sesuai Surat Kapolda Sulut Nomor B/1986/XI/OPS.1.3/2020 tertanggal 11 November 2020.

Pengerahan personil tersebut merupakan bentuk optimalisasi pelaksanaaan Pilkada Serentak dari Polda Sulut.

Sehubungan dengan itu, diadakan apel pengecekan kesiapan personil Polda Sulut yang akan digeser dalam pengamanan TPS ke satuan kewilayahan.

Apel dilaksanakan di lapangan AKP Bryan Tatontos Mapolda Sulut yang dikoordinir Biro Ops Polda Sulut, Senin (16/11/2020).

“Apel tersebut untuk mengecek kesiapan personil. Tentunya, personil Polda Sulut siap membantu melaksanakan pengamanan dalam tahapan pemungutan suara, yang akan digelar di Kewilayahan,” jelas Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast. (lk)

Meimonews.com – Sembilan Anggota Polda Sulut yang berasal dari berbagai fungsi/Satuan Kerja Polda dan jajaran yang baru menyelesaikan tugas sebagai Pasukan Perdanaian Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di Benua Afrika mendapat apresiasi berupa penghargaan.

Penghargaan tersebut berdasarkan Keputusan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara Nomor Kep/674/X/Tahun 2020 tanggal 27 Oktober 2020.

Penghargaan diberikan atas prestasi pengabdian dan loyalitas menjadi kontingen Satuan Tugas Garuda Bhayangkara II FPU 11 Tahun 2019-2020 pada misi perdamaian PBB Unamid di Darfur Sudan, dan kontingen Garuda Bhayangkara FPU 1 Tahun 2019-2020 pada misi perdamaian PBB Minusca di Afrika Tengah.

Penyerahan penghargaan oleh Kapolda Sulut Irjen Pol. RZ Putra Panca diadakan di lobi lantai 2 Mapolda Sulut, Rabu (4/11/2020) yang dihadiri Wakapolda Sulut Brigjen Pol Rudi Darmoko dan seluruh Pejabat Utama Polda Sulut.

Dalam sambutannya, Kapolda Sulut memberikan apresiasi atas prestasi dan pengabdian sembilan anggota Polri yang telah selesai melaksanakan misi perdamaian PBB dengan baik.

“Terima kasih sudah membawa nama harum bangsa, institusi Polri dan kesatuan Polda Sulut. Pengalaman yang diperoleh di sana merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi anda,” ujar Irjen Pol. Panca Putra. seraya berharap pengalaman tugas di luar negeri tersebut bisa menjadi bekal untuk menatap tugas-tugas di Kepolisian kedepan.

“Selamat datang, selamat bergabung kembali dengan rekan-rekan di Polda Sulut, tetap semangat, tetap memberikan pengabdian yang terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara,” sebut mantan Direktur Penyidikan KPK ini.

Di antara sembilan anggota tersebut ada personil polisi wanita (polwan). Dia adalah Bripka Rhini Anggerini, SE, yang bertugas di Polresta Manado, satu dari 15 Polwan di seluruh Indonesia yang dikirim ke misi perdamaian PBB itu.

Rhini masuk dalam Kontingen FPU 11 Unamid UN yang beranggotakan 140 personel, di mana Kontingen Indonesia tersebut pertama kali yang mengirimkan pasukan yang ada Polwannya.

“Alhamdulillah, kami bersyukur bisa menyelesaikan tugas ini dengan baik dan bisa kembali ke tanah air,” ujar Rhini, seusai menerima penghargaan yang diserahkan Kapolda Sulut.

Diceritakan oleh Rhini, di Darfur Sudan, ia bersama  personil  polwan lainnya melaksanakan tugas-tugas seperti layaknya pasukan pria lainnya. “Kami di sini melakukan patroli, melindungi warga sipil, membantu warga sipil di tengah konflik bersenjata yang terjadi di Sudan,” ujarnya.

Polwan angkatan tahun 2003 ini dan rekan-rekan berangkat ke Sudan pada tanggal 9 Maret 2019 dan kembali ke Indonesia 5 September 2020.

“Tentunya ada perasaan jenuh, kangen dengan keluarga, namun itu semua bisa disiasati dengan berbagai kegiatan seperti olahraga dan latihan-latihan ringan lainnya,” ungkap polwan yang sudah memiliki 2 putra ini.

Iapun menyampaikan terima kasih kepada Polri yang sudah memberikan kesempatan mengemban tugas sebagai Pasukan Perdamaian PBB di Darfur, Sudan.

“Pengalaman bertugas di Sudan merupakan sesuatu yang luar biasa, semoga ini menjadi penyemangat khususnya bagi saya dalam melaksanakan tugas ke depan,” sebutnya. (lk)