Meimonews.com – Dua pelaku tindak kejahatan terpisah, yang terjadi Minggu (10/7/2022) berhasil diamankan Tim Polresta Manado hari itu juga.

Pelaku tindak kejahatan pertama adalah EH, lelaki berusia 30 tahun yang beralamatkan Kelurahan Tumumpa Lingkungan 2 Manado. Korbannya adalah Kun Pramuji, lelaki berumur 49 tahun yang beralamatkan Kelurahan Bailang Lingkungan 1 Manado.

Tim Opsnal 2 Polresta Manado yang dipimpin  Aipda Gazali Mulyono berhasil mengamankan pelaku EH yang berprofesi nelayan pada hari itu juga (Minggu, 10/7/2022).

Menurut Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto P. Sirait seperti dikutip  Kasie Humas Iptu Sumardi, kronologis kejadiannya adalah pada Minggu (10/7/2022) sekitar pukul 17.00 Wita di Kelurahan Bailang Lingkungan 2 Kecamatan Bunaken,Manado telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh terlapor atas nama EH.

Awalnya, pelapor dengan terlapor di suatu jalan yang berlawanan arah kemudian pelapor melihat ada sekumpulan orang yang sedang berkumpul dan sudah memakai badan jalan, kemudian pelapor mengatakan kepada terlapor pinggirkan dulu kendaraan milik terlapor agar tidak mengganggu aktivitas kendaran yang lain dan tidak terjadi kemacetan.

Selesai mengatakan hal itu pelapor melanjutkan perjalanan pulang. Tetapi, tiba-tiba pelapor tersadar kalau ternyata terlapor telah mengikuti pelapor, saat itu pelapor turun dan terjadi pemukulan kepada pelapor.

Setelah mendapat informasi dari SPKT, hari itu juga Tim Unit 2 Opsnal langsung bergerak, mencari baket tehadap terlapor,. Setelah mengetahui keberadaan pelaku berada di Kelurahan Tumumpa Kecamatan Tuminting, tim langsung menuju ke lokasi yang dimaksud.

Sesampainya di lokasi tim langsung mengamankan pelaku, yang sudah menjadi residivis dan dibawa ke Mako Polresta Manado untuk dipertanggungjawabkan perbuatan tersebut.

Pelaku kedua adalah UK, lelaki berumur 24 tahun, berprofesi indriver yang beralamatkan
Kelurahan Malalayang Satu Timur Lingkungan 4 Kecamatan Malalayang, Manado.

Korbannya adalah Frederik Nayoan, lelaki berumur 76 tahun yang beralamatkan Kelurahan Teling Atas Lingkungan 3 Kecamatan Wanea, Manado

“Minggu, 10 Juli 2022 sekitar pukul 19.30 Wita Tim Resmob dipimpin Kanit Resmob Ipda Heraldy Yudhantara, S.Tr.K telah mengamankan terduga pelaku penganiayaan yang viral di medsos di Jalan Pumorouw, Manado,” sebut Ipda Sumardi, mengutip Kombes Pol. Sirait

Kronologis kejadiannya, korban telah mengalami peristiwa penganiayaan dimana saat dia sedang membawa angkot mikrolet dihadang kendaraan warna putih dan pelaku yang belum diketahui identitas langsung melakukan pemukulan terhadap korban sehingga dari akibat kejadian tersebut dia mengalami luka di mulut korban dan di tangannya. Dia merasa keberatan atas perbuatan pelaku selanjutnya dibuatkan laporan polisi.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Tim Resmob telah mendapatkan informasi dan beberapa petunjuk dari video saat kejadian. Kemudian, tim yang telah mengenali identitas terlapor, langsung melakukan penjemputan terhadap terlapor  dan diamankan ke Sat Reskrim Polresta Manado untuk diproses hukum.

Kedua pelaku tindak kejahatan terpisah tersebut, saat ini sudah diamankan di Mako Polresta Manado dan sedang dalam proses interogasi. (af)

Meimonews.com – Tanggal 8 Juli 2017 menjadi tanggal bersejarah bagi Keuskupan Manado. Pada tanggal tersebut, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC ditahbiskan menjadi Uskup Manado menggantikan Mgr. Yos Suwatan MSC.

Dalam kaitannya dengan lima tahun kegembalaan/kepemimpinannya (2022), dipastikan telah ada hal mendasar dan penting yang dilakukan gembala kelahiran Lembean, 4 Januari 1957 itu.

Di awal kegembalaannya, Mgr. Rolly (sapaan akrabnya) telah melakukan beberapa hal dan melanjutkan apa yang sudah dibuat uskup-uskup sebelumnya yakni Mgr. Josef Suwatan MSC, Mgr. Theodorus Hubertia Antonius Jakobus Moors MSC,  Mgr. Verhoeven dan saat masih menjadi Prefek/Vikaris oleh Pastor Panis, Pastor Vester dan lain membentuk pelayanan lokal dari sebelumnya dari Surabaya, Batavia yang membangun center for excellent.

“Saya melanjutkan apa yang telah dibuat dengan membangun persekutuan terutama ketika menemukan dalam FGD (Forum Group Discustions) seperti kebutuhan umat akan katekese, kebutuhan akan pemahaman iman,”  ujarnya kepada Meimonews.com di Manado, baru-baru.

Hal tersebut dilakukan agar umat tahu dan paham apa itu ajaran iman dan perlu ditingkatkan lagi dengan perkembangan-perkembangan yang ada, umat semakin banyak, hidup dalam heterogenitas dengan masyarakat lainnya, kebutuhan akan pemahaman iman Katolik semakin perlu bukan untuk menjadi kelompok eksklusif tapi supaya menyadari imannya dan agar menjadi garam dan terang bagi orang lain.

Kemudian, bagaimana memberdayakan kekuatan umat dalam memberdayakan ‘harta benda gereja.’  Itu merupakan sarana membangun.

“Itu awal-awal yang dilakukan. Mengadakan Sinode, Jalan Bersama Umat untuk mengadakan refleksi apa yang sudah terjadi, lalu ke depan kita mengharapkan apa setelah ini. Lalu, input-input dari lapangan termasuk dari para ahli, diadakan Sinode Keuskupan Manado,” paparnya.

Baru satu tahun memegang ‘tongkat kegembalaan’, mantan Provinsial MSC Indonesia ini mendengar dan memulai dengan Sinode untuk melihat apa yang akan dilakukan ke depan. Di awal kegembalaannya, Mgr. Rolly membuat suatu sistem. Membangun gereja dengan suatu sistem.

Berkaiitan dengan tantangan ke depan, Mgr. Rolly menegaskan, dengan umat yang tersebar  di wilayah yang luas, ada yang di pulau-pulau, tantangannya adalah bagaimana membangun suatu persekutuan, termasuk yang ada di pulau-pulau kecil, seperti yang ada di Talaud, yang dianggap pinggiran/terluar (berbatasan dengan negara lain) di mana kita menanamkan rasa persatuan, sebagai sahabat dan bagaimana mengajak mereka berpikir besar walau kecil di sini, hanya satu keluarga di satu kampung atau dua-tiga keluarga di satu stasi tapi berbuat yang besar.

Tantangan karena daerah luas, Mgr. Rolly suka hadir di mana-mana. Semua paroki (74 paroki) sudah dikunjungi. Ia bercita-cita, lima tahun ini semua stasi sudah dikunjungi namun terkendala dengan Pandemi Covid-19 sekitar dua tahun, sehingga terhenti. Dari 470 stasi, sudah 351 yang dikunjungi.

Jadi itu tantangannya. Daerah yang luas tapi bagaimana menjaga kesatuan itu dengan kehadiran berupa kunjungan ke paroki-paroki atau stasi-stasi. Tapi yang mau ditekankan bahwa kehadiran itu bukan hanya uskup tapi, terutama, kehadiran para pastor/imam di tengah-tengah umat. “Laut dan medan yang sulit tidak boleh jadi alasan sehingga umat tidak dikunjungi,” tegasnya.

Menyinggung hal yang sudah dicapai dalam 5 tahun kegembalaan, Mgr. Rolly menjelaskan, hal pertamanya adalah lewat Sinode yang sudah dibuat, setelah satu tahun (menjadi Uskup) khan suatu langkah yakni Jalan Bersama Umat dan sudah disosialisasikan dan diimplementasikan.

Diagendakan turun ke lapangan lewat kegiatan yang disebut monitoring. Akan dilihat apa yang sudah dikerjakan. Ia menemukan, sebagian sudah jalan, dan karena ini hal baru sehingga masih dalam penyusunan-penyusunan.

Tapi, minimal orang mulai melihat bahwa ini yang harus dikoreksi/diperbaiki. Ini kita punya ideal ke depan, yang disesuaikan dengan visi, misi dan renstra, pola bersama yang mau dilaksanakan di paroki, stasi, wilayah rohani, kelompok kategorial , dan lain-lain. Itu sudah jalan, tinggal melihat. Tahun depan, ada evaluasi untuk lima tahun berikut.

Disebutkan, karena masih hal baru, tentu ada tantangan-tantangannya, membutuhkan waktu. Tantangannya, itu torang harus turun ke daerah-daerah atau wilayah-wilayah yang cukuo luas.

Terkait dengan hubungan dengan umat beragama lain, diungkapkan, sudah berjalan dengan baik. Sudah terjadi di mana-mana. Selain lewat center-center (pusat-pusat) pendidikan di mana persekolahan-persekolahan Katolik menerima murid-murid bukan hanya Katolik tapi beragama lain maka hubungan itu sudah terjalin dengan baik.

Selain itu, saat berkunjung ke paroki-paroki atau stasi terlihat hubungan antarumat beragama terjalin dengan baik. “Saya melihat umat Katolik dekat dengan umat beragama lain. Saya bahkan terharu, terperangah, ada di suatu stasi yang hanya ada beberapa umat Katolik sudah ada gereja, yang pembangunannya ada keterlibatan umat beragama lain,” sebut Mgr. Rolly.

Begitu pun, kalau ada kegiatan-kegiatan gereja, terlihat ada umat beragama lain yang ikut membantu. Begitu sebaliknya, umat Katolik membantu, ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan umat beragama lain.

Kalau ada iven-iven keagamaan, umat beragama lain berpartisipasi seperti menjaga gereja/tempat-tempat ibadah.Begitu juga sebaliknya umat Katolik seperti yang tergabung dalam LC (Legio Christi) turut berpartisipasi menjaga gereja/tempat-tenpat ibadah saat umat beragama lain merayakan iven keagamaan mereka. (af)

Meimonews.com – Guna membahas kinerja pendapatan daerah (Patda) triwulan dua semester satu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut menggelar rapat koordinasi dan evaluasi (Rakorev).

Rapat yang dipimpin Kepala Bapenda Sulut Olvie Atteng di dampingi Conny Kuhon (Sekretaris Badan sekaligus pemandu rapat) dilaksanakan di ruang rapat Bapenda Sulut, Senin (4/7/2022).

Rakorev yang diikuti pejabat struktural Bapenda Sulut serta pimpinan dan staf UPTD se-Sulut diadakan secara paralel dengan rekonsolidasi penerimaan bulan Juni oleh Bendahara Penerima, rekonsolidasi Belanja, dan rekonsolidasi Barang Milik Daerah di ruang masing-masing.

Dalam sambutan dan arahannya, Atteng menyampaikan beberapa hal di antaranya soal evaluasi indikator kinerja utama (IKU), evaluasi penerimaan PAD posisi Juni, evaluasi pelaksanaan PKB dan penetapan strategi pencapaian  PAD.

Ada sejumlah yang disampaikan Kaban (Atteng-Red), sebut Kuhon kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Rabu (6/7/2022). yang hendaknya menjadi perhatian dan ditindaklanjuti peserta Rakorev. (af)

Meimonews.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut melakukan kegiatan turun ke bawah (turba) untuk maksud pengecekan kendaraan-kendaraan dinas (kendis) milik kantor.

Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sistem Administrasi Satu Atap (Samsat) Bapenda yang ada di Sulut dilakukan turba dengan melakukan apel kendis oleh Tim Bapenda Sulut. Pimpinan Bapenda Sulut Olvie Atteng (Kepala), Conny Kuhon (Sekretaris) dan para Kepala Seksi/Sub Bagian terlihat di lokasi.

Kegiatan ini dilakukan.pekan lalu di UPTD-UPTD, sedang di UPTD Samsat Manado dilakukan Jumat (1/7/2022) pagi yang dipimpin Conny Kuhon di dampingi antara lain Kasubag Umum Richard Sumaraiw dan Kepala UPTD Samsat Manado Herlina Karepu.

Langkah yang dilakukan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Sulut yakni Bapenda Sulut tersebut sungguh bijak dan patut dicontohi serta perlu diapresiasi.

Kepada Meimonews.com via telefon, Jumat (1/7/2022), Kepala Bapenda Olvie Atteng menjelaskan, pemeriksaan kendaraan dinas telah dilakukan di seluruh UPTD yang ada di Sulut.

Tujuan Apel kendis ini, sebut Atteng, adalah untuk menginventarisir sekaligus mengecek kendaraan berdasarkan kelengkapan kondisi serta kelengkapan administrasi kendaraan, yang merupakan aset-aset pemerintah daerah.

“Aset pemerintah termasuk kendaraan dinas terutama di lingkup Bapenda harus dicek agar dapat diketahui mana yang harus diperbaiki dan layak dipakai,” ujar Atteng.

Menurutnya, sebagai operasional kantor, kendaraan dinas sangat penting dalam mendukung aktivitas guna merealisasikan target yang diberikan dalam peningkatan PAD sehingga Sulut semakin hebat dan sejahtera. (af)

Meimonews.com – Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB, KBD yang saat ini menjadi Dirut RSUP Prof. Kandouw resmi menjadi Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Sulut masa bakti tahun 2022-2025.

Pelantikan Panelewen sebagai Ketua Persi Sulut dan pengurus lainnya dilakukan Ketua Umum Pengurus Pusat dr. Bambang Wibowo SpOG(K) Mars, FISQua, Kamis (30/6/2022). Turut dilantik pula, Ketua Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit (Makersi) Sulut Dr. dr. Erling David Kaunang, WpA (K).

Pelantikan yang dilaksanakan di Grand Kawanua Convention Center tersebut  ditandai pembacaan surat keputusan oleh Sekretaris Umum Persi, penyematan Pin, dan penyerahan Pataka Persi.

Dalam kepengurusan inti Persi Sulut,  Panelewen di dampingi oleh Wakil Ketua dr. Abraham Talumewo, Sekretaris Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty, MKes, Wakil Sekretaris dr. Erwin Kristanto, SpF SH, Bendahara Frets Melope, SE MM dan Wakil Bendahara Ahnec L Sepang, SE.

Pelantikan turut disaksikan Ketua Umum Makersi Pusat Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, SH, MSi, SpFM(K), Kadis Pendidikan dan Kebudayaan dr. Grace Punuh, MKes (mewakili Gubernur Sulut), Ketua IDI Wilayah Sulut dr. Frankie Maramis, dan sejumlah undangan.

Acara ini juga dirangkaikan dengan seminar nasional dan workshop akreditasi rumah sakit, dan pameran kesehatan yang berlangsung selama dua hari. (af)

Meimonews.com – Tahapan konsolidasi berupa Musyawarah Cabang (Muscab) Serentak Partai Demokrat se-Sulut dengan agenda utama Pemilihan Calon Ketua DPC telah digelar.

Pelaksanaan Muscab-muscab di Hotel Peninsula yang dijadualkan dua hari (Sabtu-Minggu, 25-26/6/2022) telah berhasil dirampungkan dalam sehari.

Dalam forum Muscab yang dibuka secara virtual oleh Wakil Sekjen DPP Renada Bachtar dan pemukulan tetengkoren oleh Sekretaris Majelis Tinggi Andi Alfian Malarangeng di dampingi (antara lain) Ketua DPP Partai Demokrat Sulut Dr. dr. Elly Engelbert Lasut dan Ketua-ketua DPC Partai Demokrat se-Sulut, telah terpilih calon-calon Ketua DPC.

Sesuai mekanisme organisasi di partai ini, dan sebagaimana disampaikan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang disampaikan pada pembukaan Muscab, para calon Ketua tersebut harus mengikuti fit and proper test.

“Masih ada tahapan yang akan dilewati para calon ketua DPC yg terpilih, yakni Tahapan Fit and Proper Test,” ujar Ruben Fredrik Kalalo (Bidang Publikasi dan Dokumentasi Panitia Muscab Serentak) kepada Meimonews.com via telefon Minggu (26/6/2022).

Muscab, tambahnya,  sudah rampung. Tapi sesuai PO (Peraturan Organisasi), para bakal calon ketua DPC akan mengikuti tahapan berikutnya yakni fit dan proper test yang dilakukan oleh tim 5 yakni Ketum DPP, Sekjen DPP, Kaban BPOKK, Ketua DPD dan Sekretaris DPD. Bila tahapan ini lancar maka menjadi Ketua DPC terpilih kemudian persiapan dilantik.

Adapun beberapa nama yang telah terpilih sebagai calon Ketua DPC adalah Nortje Van Bone (Manado), Stendy Rondonuwu (Minut), Royke Kaloh (Minsel), Deilly Watulingas (Minahasa), Marthen Manoppo (Tomohon), Lady Lumantow (Bitung), Katrien Mokodaser (Mitra), Poppie Pandeiroth (Bolmong), Karel Bangko (Bolmut), Argo Sumayku (Boltim). (af)

Meimonews.com – Pernyataan bernada optimis disampaikan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Malarangeng dan Ketua DPD Partai Demokrat Sulut Dr. dr. Elly Engelbert Lasut ketika berbicara pada para wartawan, usai acara pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Demokrat se-Sulut di Hotel Peninsula Manado, Sabtu (25/6/2022).

“Partai Demokrat siap memenangkan Pilpres (Pemilihan Presiden) Tahun 2024 dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon presiden dan Pilkada di Sulut,” ujar Malarangeng, di dampingi Ketua DPD Partai Demokrat Sulut Elly Lasut, Sekretaris Billy Lombok dan Bendahara Roger Mamesah.

Dijelaskan, untuk memenangkan kontestasi Pilpres, Partai Demokrat telah melakukan sejumlah pertemuan dengan pimpinan-pimpinan partai politik nasional dan akan terus melakukan pertemuan agar bisa terjadi koalisi.

Partai Demokrat, ungkapnya, telah pula melakukan silahturahmi kepada semua tokoh-tokoh bangsa, semua komponen-komponen kekuatan bangsa untuk mengajak bersama-sama bisa membangun bangsa ini.

Dengan Nasdem sudah, dengan PKS juga sudah. Semakin intensif dampaknya tapi sebenarnya juga dengan partai-partai lain seperti Golkar PPP, PKB, dan dengan Gerindra.

“Bagi Partai Demokrat, bangsa ini bangsa yang besar dan harus dibangun bersama-sama dengan segenap komponen bangsa tapi kalau ada partai lain yang tidak mau kerjasama, mau jalan sendiri tidak masalah,” ujarnya.

Malarangeng mengungkapkan rasa bangganya terhadap kinerja kepemimpinan Dr. dr. Elly Lasut yang sanggup memberikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk menjadi bagian dari Partai Demokrat.

“Semoga apa yang sudah dilakukan itu dapat diteruskan saat melakukan konsolidasi hingga ke tingkatan akar rumput, sehingga akan semakin menambah daya tarik terhadap Demokrat. Dengan demikian, hal itu bukan tidak mungkin akan menjadi salah satu upaya memenangkan pesta demokrasi tahun 2024 mendatang,” tandasnya.

Ketua DPD Partai Demokrat Sulut Dr. dr. Elly Engelbert Lasut (E2L) menjelaskan, hingga pertengahan atau sampai pada akhir tahun 2023, Partai Demokrat akan melakukan konsolidasi hingga ke kelurahan dan desa.

“Tentu dalam kurun waktu tersisa ini, kami akan memaksimalkan agenda partai yang sudah ditetapkan dengan menggelar konsolidasi hingga ke kelurahan dan desa bahkan lingkunngan,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan berupaya bekerja keras untuk melakukan tugas-tugas yang sudah menjadi sasaran yang hendak dicapai.

E2L menyebutkan, 179 Kecamatan sudah selesai dikonsolidasi setelah ini kita akan melakukan konsolidasi untuk kelurahan dan desa yang jumlahnya kurang lebih 1.900 dan kemudian sampai di akhir tahun depan atau pertengahan tahun depan akan mengisi 11.000 lingkungan di Sulut.

Setelah itu, akan deklarasikan Partai Demokrat untuk menghadapi kompetisi pilpres dan pemilihan kepala daerah ini. “Partai Demokrat siap memenangkan Pilpres dan Pilkada baik Pemilihan Gubernur maupun Pemilihan Bupati dan Walikota.,” ujar E2L.

Optimisme tersebut berkaitan dengan konsolidasi yang telah dan akan terus dilakukan sampai pada momen kontestasi tersebut pada 2024.

Berhubungan  dengan namanya telah mencuat sebagai calon Gubernur Sulut, dengan rendah hati, E2L menegaskan, kepercayaan itu telah diapresiasi. “Tapi keputusannya ada di Dewan Pimpinan Pusat (DPP),” ujarnya. (af)

Meimonews.com – Komponen dan mesin Partai Demokrat Sulawesi Utara diminta fokus mempersiapkan diri menyongsong Pemilihan Unum (Pemilu) tahun 2024.

“Mulai saat ini, kita harus fokus mempersiapkan diri kita masing-masing juga mesin partai menyongsong Pemilu 2024,” ujar Ketua DPP Partai Demokrat Agus Hari Murti (AHY) ketika memberikan sambutan secara virtual pada acara Pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Demokrat se-Sulut Serentak, Sabtu (25/6/2022).

Sejalan dengan itu, AHY meminta seluruh komponen Partai Demokrat di Sulut untuk menjadikan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Demokrat se-Sulut sebagai momentum yang baik untuk melakukan konsolidasi organisasi, harmonisasi sekaligus rekonsiliasi.

Fokus tujuan tersebut, ungkapnya, adalah memenangkan kontestasi pemilihan presiden dan pemilihan anggota legislatif baik DPR RI, DPRD provinsi maupun DPRD kabupaten/kota yang waktunya tidak lama lagi.

Oleh karena itu, “kita ingin Partai Demokrat menjadi partai yang semakin cerdas, modern dan adaptif juga semakin kuat dan terhormat serta makin mengakar, semakin mencintai dan dicintai oleh rakyat. Itu semua hanya bisa diwujudkan dengan kerja keras, ikhtiar dan doa yang tiada henti,” papar AHY.

Berkaitan dengan itu, menurutnya, dibutuhkan kepemimpinan dan kepengurusan yang visioner, solid dan efektif serta memiliki kapasitas dan integritas untuk bisa melipatgandakan segala sumber daya dan potensi yang kita miliki.

Putra mantan Presideñ Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menambahkan, kita harus senantiasa optimistis. Insyaallah terbuka jalan dan peluang sukses bagi Partai Demokrat pada Pemilu 2024.

Muscab itu sendiri, sebut Calon Presiden RI dari Partai Demokrat ini mengingatkan agar para peserta menunjukkan kedewasaan dan kesantunan dalam berpolitik dan berdemokrasi.

Dikemukakan, adanya perbedaan merupakan sesuatu yang wajar dan sehat. Yang penting, tetap dalam koridor dan semangat yang sama yaitu kita ingin tetap solid dan maju bersama, juara bersama, menang bersama sehingga siapapun yang terpilih akhirnya mari kita berikan dukungan yang penuh agar sukses. Siapapun yang terpilih, juga harus merangkul semua.

Menurut AHY, Demokrat adalah rumah besar. Untuk kita semua selalu ada ruang dan peran. “Bagi siapapun yang ingin berjuang dan mengabdi bersama Partai Demokrat. Bersama kita kuat, bersatu kita bangkit,” tanďasnya.

Dalam sambutannya, Ketua DPD Partai Demokrat Sulut Dr. dr. Elly Engelbert Lasut (E2L)  menyebutkan, kehadiran kader-kader Partai Demokrat untuk mengikuti Muscab adalah dengan satu kehendak.

“Kita bersama-sama memiliki semangat yang sama untuk kemudian membangun Partai Demokrat di Sulut menjadi Partai Demokrat yang sehat, Partai Demokrat yang kuat, yang sanggup memikul aspirasi dan harapan rakyat yang akan direalisasikan di dalam upaya membangun Sulut yang lebih baik,” ujarnya.

Untuk itu, Bupati Talaud ini mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pimpinan dan kader-kader Partai Demokrat yang telah hadir dalam pelaksanaan musyawarah cabang kali ini.

“Saya berharap, semoga kemudian para peserta dapat menyelesaikan Muscab ini, dan akan memberikan kontribusi pikiran-pikiran yang baik bagi pembangunan Partai Demokrat di Sulut,” ujar Calon Gubernur Sulut andalan Partai Demokrat ini.

E2L juga mengucapkan banyak terima kasih kepada DPP yang telah hadir baik secara offline, meninggalkan kesibukan mengorbankan waktu demi untuk bergabung bersama-sama dengan seluruh kadar Partai Demokrat Sulut untuk menyehatkan dan memperkuat organisasi Partai Demokrat ini dalam upaya menjemput kompetisi demokrasi yang akan dihadapi pada tahun 2024.

“Target kita jika kita kemudian bisa membangun struktur Partai Demokrat ini dengan sehat maka kita akan melihat rakyat akan memberikan kepercayaan kepada Partai Demokrat Sulut untuk memenangkan kompetisi pada tahun 2024,” tandasnya.

Kader Partai Demokrat, sebutnya, memiliki tugas untuk memenangkan Pilpres di mana Ketua Umum kita menjadi salah satu konsep yang akan hadir di dalam kompetisi tersebut. Kita akan memberikan dukungan baik secara mobile dan memberikan dukungan lainnya.

Kita akan berupaya untuk merealisasikan harapan Partai Demokrat Sulut untuk memenangkan Pilpres pada 2024 serta untuk membangun kesinambungan aspirasi warga Sulut dalam pembangunan nasional. Kita juga membutuhkan wakil-wakil rakyat dari Sulut untuk bisa duduk sebagai anggota DPR-RI.

Turut memberikan sambutan/arahan pada acara pembukaan yang juga dihadiri sejumlah DPD Partai Demokrat Sulut seperti Billy Lombok (Sekretaris), Brian Charles dan Ruben Kalalo (Ketua dan Anggota Badan OKK) dan Ketua-ketua DPC Partai Demokrat se-Sulut.
Wasekjen DPP Partai Demokrat Renada Bachtar dan Sekretaris Majelis Tinggi Andi Malarangeng.

Muscab yang berlangsung hingga 26 Juni ini dibuka secara virtual oleh  Bachtar dan pemukulan tetengkoren oleh Malarangeng di dampingi (antara lain) E2L dan Ketua-ketua DPC Partai Demokrat se-Sulut. (af)

Meimonews.com – Analis Keimigrasian Utama Kemenkumham RI Irjen Pol (Purn) Dr. Ronny F. Sompie, SH, MH mewakili Plt. Dirjen Imigrasi Widodo Ekatjahjana memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Tingkat Pusat di Kemenkumham RI, Jakarta, Rabu (22/6/2022).

Dalam kegiatan itu, Sompie  mengungkapkan, kehadiran orang asing di Indonesia memiliki dampak positif bagi ekonomi negara. “Namun, di sisi lain juga terdapat dampak negatif yang harus diantisipasi,” ujarnya.

Pertemuan yang dilaksanakan Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Ditwasdakim) dilakukan guna memperkuat kerjasama antarinstansi dalam pemantauan kegiatan orang asing.

Apalagi, Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan diselenggarakan pada November 2022.

Contoh terbaru adalah WNA buron asal Jepang berinisial MT yang melarikan diri ke wilayah Republik Indonesia. Hal serupa dapat terjadi ke depannya.

Oleh karena itu diharapkan sinergitas antarinstansi dapat ditingkatkan. “Ini juga merupakan salah satu upaya menyukseskan kegiatan KTT G20, di mana tahun ini Indonesia menjadi tuan rumahnya,” sebut mantan Dirjen Imigrasi itu.

Mendukung pernyataan tersebut, Direktur Keamanan Diplomatik Kementerian Luar Negeri Agung Cahya Sumirat menjelaskan, pada tahun 2023, Indonesia akan menjadi Ketua Asean.

Hal ini, tidak terlepas dari kekuatan sumber daya alam dan demokrasi yang kuat. Dikatakan, terkait Timpora, pihaknya bertugas melakukan pengamanan fisik, informasi dan personel, serta perizinan organisasi kemasyarakatan asing.

Selain itu, Kemlu juga menjalin kerjasama pengamanan dalam dan luar negeri, serta evaluasi Perwakilan Rawan dan Perwakilan Berbahaya.

“Pada saat ini, pengamanan Informasi adalah salah satu pengamanan yang sulit. Seperti kita ketahui, saat ini serangan siber ke Amerika dan Canada semakin marak terjadi,” ujarnya.

Beberapa ancaman (threat) yang mungkin terjadi saat pelaksanaan KTT G20, ungkap Sompie,  antara lain unjuk rasa, kekerasan, perusakan, bencana alam. Ancaman lainnya teror, sabotase, penyadapan, peretasan hingga potensi gangguan dari konflik yang sedang terjadi di beberapa negara.

Potensi kerawanan lain yang menghinggapi pertemuan internasional itu yakni terorisme, maraknya pengungsi dan provokasi.

Menanggapi berbagai informasi yang dibagikan perwakilan kementerian dan lembaga dalam forum tersebut, Sompie menyampaikan, seluruh pihak yang terlibat dalam Timpora perlu memperkuat komunikasi, serta responsif terhadap penyebaran informasi dan berita mengenai KTT G20.

“Kementerian dan lembaga juga harus dapat menyeleksi orang asing yang akan diberikan rekomendasi. Deteksi dini diperlukan sebelum menerbitkan rekomendasi bagi WNA tersebut,” ujarnya.

Ditekankan bahwa data informasi orang asing yang akan masuk ke wilayah Indonesia perlu diperkuat. Dalam hal ini, Ditjen Imigrasi siap membantu kementerian dan lembaga terkait perlintasan orang asing. Selain itu, pengerahan intelijen hingga tingkat desa/kelurahan juga patut dipertimbangkan.

“Stakeholders di wilayah seperti RT/RW serta masyarakat kelak akan menjadi ujung tombak dalam hal keberadaan orang asing di wilayahnya,” jelas Sompie. (af)

Meimonews.com -Sebanyak 20 orang mengikuti Bimbingan Teknik (Bimtek) Pendamping dalam Rencana Aksi Pemberdayaan Alternatif pada Kawasan Rawan Narkoba yang diadakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut di Desa Warembungan, Minahasa, Selasa (21/6/2022).

Keduapuluh orang tersebut  adalah tokoh masyarakat, tokoh agama, BPMD, perangkat desa,  Babinkamtibmas dan Babinsa setempat serta perwakilan Polsek Pineleng.

Sejumlah narasumber ditampilkan pada kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. VJ Lasut di dampingi Korbid P2M Sam G. Reppy serta Terry Tikoalu (Staf Pemberdayaan) dan Dian Yuni Seria (Staf Pencegahan). Bertindak sebagai moderator/pemandu adalah Terry Tikoalu dan Andi Aprilia Wulandari (staf BNN Sulut).

Narasumber tersebut adalah Koordinator Bidang P2M BNN Sulut Sam G. Reppy yang membawakan materi Pendamping Masyarakat Binaan, Ketua KTN Lexie Kalesaran yang membawakan materi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Peredaran Gelap Narkoba), Kaban Kesbangpol Minahasa Jani Moniung tentang Peran Pemerintah dalam mewujudkan Desa Bersinar dan Camat Pineleng Jonly Wua tentang Optimalisasi Pendamping Masyarakat Binaan.

Ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan, Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. VJ Lasut memaparkan bagaimana proses sehingga Warembungan dicanangkan sebagai Desa Bersinar (bersih dari narkoba).

Ada sejumlah tahapan yang dilalui dan dilakukan tindakan/upaya sehingga prosesnya pencanangan bisa terjadi beberapa waktu lalu.

“Ada sejumlah penilaian yang dilakukan dan rangkaian kegiatan yang kemudian Desa Warembungan ditetapkan dan dicanangkan sebagai Desa Bersinar,” ujar Lasut.

Pendamping, menurut Brigjen Pol. Lasut, memiliki peran dan fungsi penting dalam menjamin keberlanjutan program dan kegiatan kewirausahaan sehingga perlu dilakukan pembinaan bagi Pendamping.

“Hal ini juga dalam rangka menciptakan Desa Warembungan Bersih Narkoba menuju Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar,” ujar Lasut.

Ketua Komunitas Tolak Narkoba (KTN) Lexie Kalesaran dalam pemaparan materinya menjelaskan hal-hal seputar bahaya narkoba dan dampaknya serta soal pemberdayaan masyarakat termasuk tujuan pemberdayaan masyarakat (dayamas), konsep dayamas, prinsip dayamas, strategi dayamas, sasaran program, tahapan dayamas.

Disebutkan, dalam upaya P4GN,  sangat diperlukan sinergitas dan keterlibatan atau peranserta masyarakat. “Tidak boleh ada lagi pikiran bahwa P4GN hanya urusan BNN atau Kepolisian. Semua pihak harus memiliki semangat dan sinergi yang sama untuk kemajuan bersama,” ujarnya.

Dalam kaitannya dengan pemberdayaan masyarakat maka perlu ada lembaga/organisasi  termasuk satuan tugas (satgas), adanya penggiat/relawan, pelatihan, kegiatan/program, dukungan/sinergitas, komitmen serta pengembangan potensi masyarakat di kawasan yang rawan/rentan terhadap penyalahgunaan narkoba.

Komitmen, sangat diperlukan. “Untuk upaya pemberdayaan/pelaksanaan kegiatan diperlukan adanya komitmen. Komitmen merupakan modal dasar dan penting untuk setiap gerak atau usaha. Beri dori menjadi acuan,” tandas Kalesaran yang adalah juga Ketua Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob. (af)