Meimonews.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan soal pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di acara Asean Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) Leaders di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (20/6/2023).

“Alhamdulillah, hari ini kita baru saja melaksanakan pembukaan SOMTC dimana kebetulan Indonesia jadi keketuaan. Untuk dapatkan ini (keketuaan) cukup lama 10 tahun. Jadi, tentunya kegiatan ini menjadi kegiatan penting buat Polri, khususnya untuk bisa membicarakan secara lebih serius beberapa pembicaraan yang selama ini sudah kita laksanakan,” ujarnya.

Diungkapkan, pada pertemuan-pertemuan SOMTC sebelumnya dihadapkan dengan situasi Covid-19, sehingga dilaksanakan secara virtual.

Kapolripun berharap, dengan acara yang saat ini berlangsung secara offline akan ada pembicaraan khusus yang bisa kemudian diharapkan tidak hanya sekedar kerjasama formalitas biasa, namun kerja sama ini betul-betul bisa dioperasionalkan, khususnya dalam hal penegakan hukum terhadap transnational crime.

“Karena selama ini yang  menjadi masalah pada saat pelaku tindak pidana kemudian kabur keluar negeri, sementara kita dihadapkan dengan birokrasi-birokrasi yang sulit sehingga harapan dari para korban dan harapan kita bisa menangkap pelaku tindak pidana terhambat,” tandasnya.

Mantan Kabareskrim Polri ini menuturkan, pada pertemuan SOMTC salah satu yang akan dibahas yakni Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Menurutnya, pembahasan TPPO ini sejalan dengan kesepakatan antara Presiden Jokowi dengan beberapa pemimpin negara yang akan memberantas segala bentuk TPPO.

“Tentunya, TPPO menjadi perhatian internasional. Di dalam SOMTC ini menjadi salah satu hal serius yang tentunya kita harapkan ke depan betul-betul bisa melindungi WNI,” jelasnya.

Kerjasama lintas negara, menurut Kapolri, tidak hanya sekedar kerjasama tukar-menukar informasi. Akan tetapi bagaimana bisa meningkatkan untuk dilakukan penegakan hukum dengan menangkap pelaku di luar negeri.

“Dengan kerjasama yang lebih operasional dan tentunya juga akan  menyelamatkan para korban-korban yang ada di luar negeri untuk bisa kembali ke Indonesia,” ujarnya.

Mantan Kapolda Banten ini menegaskan, setelah Presiden Jokowi mengeluarkan kebijakan, Polri telah menangkap 457 tersangka TPPO selama dua pekan. Ia pun menegaskan akan menindaktegas siapapun yang melakukan TPPO.

“Kita harapkan dengan langkah-langkah yang kita lakukan membuat masyarakat yang akan kerja ke luar negeri melalui jalur resmi, sehingga kemudian mendapatkan perlindungan hukum dan hak-haknya serta tidak terjadi hal-hal yang merugikan WNI kita yang bekerja di luar negeri,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Kapolri pun mengimbau kepada masyarakat jangan mudah terpancing akan bujuk rayu gaji tinggi, namun masalah skill dan persyaratan diabaikan.

“Bagi para pelaku saya sudah perintahkan ke anggota siapapun yang terlibat baik dari instansi luar maupun polisi sendiri saya minta tindak tegas. Tanpa kompromi saya kira silahkan masyarakat melapor kalau memang ada informasi seperti itu akan kami tindaklanjuti karena kita sayang kepada masyarakat. Kita ingin melindungi masyarakat kita yang kerja di luar negeri. Mereka adalah pahlawan-pahlawan Indonesia yang harus kita lindungi,” tegas Sigit. (AF)

Meimonews.com – Polri menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) dalam rangka HUT Bhayangkara ke-77. Pelaksanaan kegiatan baksos ini serentak digelar di 34 Polda jajaran seluruh Indonesia.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pelaksanaan kegiatan baksos ini adalah bagian dari pelaksanaan tugas pokok Polri, baik di bidang Harkamtibmas, perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

Apalagi, tambah Kapolri dalam pelepasan kegiatan baksos di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Senin (19/6/2023), Indonesia akan menghadapi Pemilu 2024. Ia pun berharap agar Pemilu bisa berjalan dengan damai.

“Dalam kesempatan rangkaian Hari Bhayangkara ke 77 ini, Polri tentunya melaksanakan kegiatan-kegiatan agar bisa terus berinteraksi dan hadir di tengah masyarakat, dalam berbagai bentuk kegiatan,” ujarnya.

Baksos ini meliputi kegiatan bedah rumah, perbaikan pembersihan tempat ibadah atau biasa disebut bakti religi, perbaikan rumah bagi anggota dan masyarakat, serta pembangunan sumber-sumber air, khususnya di wilayah yang membutuhkan.

Mantan Kabareskrim Polri ini pun berharap dengan terselenggaranya berbagai kegiatan baksos ini, semakin mendekatkan hubungan Polri dengan masyarakat. Sebab, menurutnya, dengan sinergisitas baik, antara Polri dengan masyarakat, tokoh agama, TNI, dan seluruh stakeholder bisa menguatkan kesiapan TNI-Polri untuk menghadapi tahun politik.

“Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjaga perdamaian, persatuan, kesatuan dan keberagaman yang kita miliki sebagai kekayaan NKRI yang harus terus kita kawal dan jaga. Siapapun pemimpinnya nanti,” ujar Sigit.

Selain itu, mantan Kapolda Banten ini menuturkan, kegiatan baksos ini digelar guna menghadapi situasi ketidakpastian global yang berdampak pada situasi ekonomi masyarakat.

Dengan begitu, ia pun ingin jajaran Polri bisa hadir untuk masyarakat yang membutuhkan, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan langsung.

“Harapan kita, dengan interaksi di masyarakat, anggota kami bisa merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat. Kemudian tentunya kita bisa lebih empati dan juga kerja lebih baik karena masyarakat dalam kondisi yang tentu sangat membutuhkan kehadiran aparat, pemerintah dan kepolisian. Ini yang saya selalu titipkan kepada seluruh anggota Polri,” sebutnya.

Sekedar informasi, dalam kegiatan baksos ini, Polri memperbaiki sebanyak 2.170 tempat ibadah dengan rincian 1.195 Masjid, 706 Gereja, 118 Pura, 77 Vihara, dan 74 Klenteng.

Selain itu, Polri juga melakukan bedah rumah untuk anggota dan masyarakat sebanyak 269 unit. Lalu pembangunan fasilitas air bersih di 70 lokasi.

Kemudian ada bantuan sosial sebanyak 322.085 paket sembako yang akan disalurkan mulai tanggal 20 hingga 30 Juni 2023, dengan sasaran PKL, buruh korban PHK, buruh harian, nelayan, panti asuhan, korban kebakaran, pengemudi ojol, purnawirawan Polri dan pemulung. (AF)

Meimonews.com -:Satuan Tugas (Satgas) Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Polri menerima 314 laporan polisi terkait TPPO dan kejahatan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Dari ratusan laporan polisi tersebut, Satgas TPPO Polri menangkap sebanyak 414 tersangka.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, laporan terkait TPPO sebanyak 237 dan kejahatan perlindungan PMI sebanyak 77.

“Angka tersebut berdasarkan data tanggal 5 hingga 15 Juni 2023,” kata Ramadhan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/6/2023).

Ramadhan menuturkan, dari ratusan laporan polisi tersebut, tercatat jumlah korban yakni sebanyak 1.314 orang. Para korban terdiri dari perempuan dewasa 507 orang, perempuan anak 76 orang, laki-laki dewasa 707 orang dan laki-laki anak sebanyak 24 orang.

Adapun berdasarkan data pengungkapan kasus, saat ini 64 kasus tahap penyelidikan dan 250 kasus tahap penyidikan.

Lebih lanjut, Ramadhan mengatakan, tiga tempat terjadinya kejadian TPPO terbanyak di perumahan atau pemukiman yakni 129 kasus. Kedua di hotel 33 kasus dan di pelabuhan 16 kasus.

Sementara tempat kejadian perkara kejahatan perlindungan migran terbanyak di perumahan atau pemukiman yakni 41 kasus, jalan umum 10 kasus dan perkantoran 9 kasus. “Adapun 3 modus tertinggi TPPO yakni membujuk sebanyak 92 kasus, mengangkut/membawa 27 kasus dan merayu 23 kasus,” katanya.

Sementara 3 modus tertinggi kejahatan perlindungan migran yakni membujuk 36 kasus, mengangkut atau membawa 12 kasus dan penipuan 9 kasus.

Terkait motif, untuk kejahatan TPPO terbanyak yakni ekonomi ada 123 kasus. Selanjutnya karena sengaja ada 69 kasus dan permasalahan sosial 21 kasus.

Untuk kejahatan perlindungan migran, tertinggi motifnya karena sengaja sebanyak 32 kasus, ekonomi 30 kasus dan permasalahan sosial 6 kasus. (AF)

Meimonews.com – Memperingati Hari Bhayangkara ke-77 Tahun, Polresta Manado menggelar Bakti Kesehatan Donor Darah di Manado Town Square, Jumat (16/6/2023).

Kegiatan yang bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) RSUP Prof. Dr. RD Kandou  ini dibuka pelaksanaannya oleh Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto Parlindungan Sirait.

Sebanyak lima tenaga medis dari Klinik Polresta Manado yang dipimpin dr. I Wayan Arya dan enam tenaga medis UTD RSUP Kandou pimpinan dr. Sumilat BSX Lapian bertugas melayani 120 calon pendonor darah (yang memenuhi syarat 95 orang).

Sejumlah pejabat utama termasuk Kapolresta, Kabagops, Kasat Samapta, Kasat Reskrim, Kasatpolair, Kasat Bimas, beberapa Kapolsek serta personil Polresta dan jajaran menjadi pendonor darah.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com, usai mendonorkan daràhnya, Kapolresta mengungkapkan rasa senangnya karena bisa ikut menyumbangkan darahnya yang akan digunakan untuk kegiatan kemanusiaan.

“Saya bersyukur, di tengah kesibukan dan lain-lain, bisa mendonorkan darah saya untuk kegiatan kemanusiaan. Dan, ini menyehatkan,” ujar Kapolresta.

Dijelaskan, ia melakukan donor darah untuk tahun ini, baru yang pertama dan ingin agar tiga bulan ke depan bisa mendonorkan lagi.

Kombes Pol. Sirait menjanjikan bahwa kegiatan donor darah seperti ini akan dilakukan Polresta Manado setiap tiga bulan sekali. “Pertiga bulan, anggota-anggota Polresta Manado kami rekomendasikan untuk ikut kegiatan donor darah karena ini juga bagus untuk kesehatan mereka masing-masing,” ujarnya.

Kapolresta mereka yang sudah tahu tentang manfaat donor darah agar mengajak kepada masyarakat agar mau terlibat dalam kegiatan donor darah.

“Ayo kita beritahu yang lain-lain bahwa donor darah itu baik dan menyehatkan. Tidak salahnya kita mengajak mereka mendonorkan darahnya untuk kegiatan kemanusiaan,” imbau Kapolresta.

Kasat Samapta Polresta Manado Kompol Bartolomeus Dambe ketika dimintai komentarnya atas keterlibatannya dalam kegiatan donor darah ini menyatakan rasa senangnya karena bisa lagi menyumbangkan darahnya untuk kemanusiaan.

“Saya sudah sering mendonorkan darah untuk kegiatan kemanusiaan. Bukan baru pertama kalinya saya mendonorkan darah tapi sudah beberapa kali sehingga telah punya kartu donor darah,” ujar Kompol Barto, sapaan akrabnya seraya tersenyum senang karena bisa ikut lagi mendonorkan darahnya di momen Hari Bhayangkara tahun ini. (AF)

Meimonews.com – Perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang (AARS) terhadap penanganan masalah penyakit malaria terbilang. serius.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengapresiasi upaya yang dilakukan Pemkot Manado tersebut dengan memberikan penghargaan berupa sertifikat eliminasi malaria.

Penyerahan piagam tersebut dilakukan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Dr. dr. Max R. Rondonuwu, DHSM, Mars kepada Wakil Walikota Manado Richard Sualang di Ibukota Nusantara IKN, Kalimantan Timur, Kamis (15/6/2023).

Penghargaan ini diterima Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan AARS yang dinilai telah berhasil memberantas penularan lokal dari penyakit malaria. Setelah diperjuangkan lebih dari 5 tahun, status eliminasi ini bisa dicapai.

Diketahui, sebanyak 8 Kabupaten/Kota di Indonesia hadir menerima Sertifikat Penghargaan di IKN. (elka)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar wisuda periode V tahun akademik 2022/2023 di Auditorium Unsrat, Kamis (15/6/2023).

Dalam sambutannya, Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng. IPU menegaskan, wisuda adalah tonggak penting dalam perjalanan pendidikan mereka yang diwisuda.

Selain itu, wisuda bukan juga akhir dari proses pencapaian masa depan mereka yang diwisuda melainkan tonggak awal dalam menapaki tangga kesuksesan hidup.

Rektor berharap kepada mereka yang diwisuda untuk terus belajar menuju masa depan yang lebih baik, dan tetap semangat dalam mengejar impian serta jadilah agen perubahan yang berkontribusi positif bagi masyarakat.

Gubernur Sulut yang diwakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Daniel A. Mewengkang, ST, M.Si dalam sambutannya mengatakan, Universitas Sam Ratulangi memiliki peran penting sebagai tonggak pembangunan di daerah melalui pendidikan tinggi berkualitas, dan dengan sinergitas kita yang terus terjaga akan mendukung arah pembangunan pemerintah.

Gubernur berharap, ke depan akan terus berpacu untuk mengembangkan kapasitas dan kualitas diri guna menjadi SDM yang unggul yang dapat memberikan sumbangsih dan turutserta dalam membangun daerah. (FA)

Meimonews.com -Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng melantik Senat Unsrat periode 2023 – 2027 di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Pusat Unsrat, Rabu (14/6/2023).

Pelantikan Senat baru ini menyusul telah selesainya pemilihan Anggota Senat dari masing – masing fakultas yang ada di lingkungan Unsrat Manado, beberapa waktu lalu.

Anggota Senat tersebut terdiri dari perwaklan dosen profesor, perwakilan dosen bukan profesor, perwakilan tiga lembaga (LPPM, LP3 dan LPM), Dekan-dekan se-Unsrat dan Direktur Program Pasca Sarjana.

Berikut nama – nama Anggota Senat Unsrat periode 2023 – 2027 perutusan fakultas (belum termasuk Dekan). Fakultas Peternakan (melakukan pemilihan pada 25 Mei 2023), mewakili dosen profesor.Prof. Dr. Ir. Rinny J. Leke, MP, Prof. Dr. drh. Meis J. Nangoy, MS dan Prof. Dr. Umar Paputungan, M.Sc sementara mewakili dosen bukan profesor adalah Dr. Stanly O.B. Lombogia Spt. M.Si dan Dr. Ir. Jane S.I.T Onibala, M.Sc, Agr

Fakultas Kedokteran (yang nelakukan pemilihan pada 25 Mei 2023), mewakili dosen profesor adalah Prof. dr. Vennetia R. Danes M.Sc, Ph.D
2.Prof. Dr. dr. Bernabas H. R. Kairupan M.Sc, Sp.KJ dan.Prof. Dr. dr. Adrian Umboh Sp.A(K) sementara mewakili dosen yabg bukan profesor adalah.Dr. dr. Harsali F. Lampus, MHSM, Sp.BA
dan dr. Olivia A. Waworuntu, MPH

Fakultas Teknik (yang melakukan pemilihan pada 26 Mei 2023), mewakili dosen profesor adalah.Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc DEA
dan Prof. Dr. Ir. Marthin D. J. Sumajouw, M.Eng sementara yang mewakili dosen yang bukan profesor adalah.Dr. Lucia Ingrid Regina Lefrandt ST, MT dan Yaulie Deo Y. Rindengan, ST, M.Sc, MM.

Fakultas Perikanan dan Ilmu  Kelautan (26 Mei 2033), mewakili dosen profesor adalah Prof. Dr. Ir. Rene Ch. Kepel, DEA, Prof. Dr. Ir. Carolus P. Paruntu, M.Sc dan .Prof. Ir. K.W.A Masengi, M.Sc, Ph.D sementara yang mewakili dosen bukan profesor adalah Dr. Ir. Okstan J. Kalesaran, M.Sc dan Stenly Wulur S.IK, M.Sc, Ph.D.

Fakultas Hukum (29 Mei 2023), mewakili dosen profesor adal Prof. Dr. Donald A. Rumokoy, SH, MH, .Prof. Dr. Telly Sumbu, SH, MH dan Prof. Dr. Jacobus Ronald SH, M.Hum sementara mewakili dosen bukan.profesor adalah Decky Janeman Paseki, SH, MH dan Dr. Mercy Maria Magdalena Setlight, SH, MH.

Fakultas Pertanian (29 Mei 2023), mewakili dosen profesor adalah Prof. Dr. Ir. Robert Molenaar, MS, Prof. Dr. Ir. Zetly Estefanus Tamod SP, M.Si dan Prof. Dr. Ir. Johanes E. X. Rogi, M.Si senentara mewakili dosen bukan profesor adalah Ir. David Paul Rumambi, M.Si
dan Dr. Ir. Marthen Theogives Lasut M.Si

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (30 Mei 2023), mewakili dosen profesor adalah Prof. Dr. S.L.H.V. Joyce Lapian, SE, M.Ec, Prof. Dr. Silvya Mandey SE,M.Si dan.Prof. Dr. David P.E. Saerang, SE, M.Com(Hons) sementara mewakili dosen bukan profesor adalah Fredrik G. Worang, SE, BSBA, M.Com, Ph.D dan Dr. Jenny Morasa SE, M.Si, Ak, CA.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (30 Mei 2023), mewakili dosen profesor adalah Prof. Dr. Riane J. Pio M.Si semebtara mewakili doeen bukan profesor adalah Dr. Very Londa, S.Sos, M.Si dan Herman Nayoan, SH, MHum

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (31 Mei 2023), mewakili dosen profesor Prof. Dr. Benny Pinontoan, M.Sc, Prof. Dr. Ir. John S. Kekenusa, MS dan Prof. Dr. Drs. Dewa G. Katja M.Si sementara mewakili dosen bukan profesor adalah Ir. Feky R. Mantiri, M.Sc, Ph.D dan Drs. Deidy Y. Katili, M.Si

Fakultas Ilmu Budaya (31 Mei 2023), mewakili dosen ptofesor adalah Prof.Golda J. Tulung, SS, MA, Ph.D sementara dosen bukan profesor adalah Dr. dra. Djeinnie Imbang, M.Hum dan Dra. Donna Retty Mylene Timboeleng, M.Hum

Fakultas Kesehatan Masyarakat (31 Mei 2023), mewakili dosen profesor adalah Prof. Dr. Ir. Ody R. Pinontoan, MS dan Prof. Dr. dr. Grace D. Kandou M.Kes sementara dosen bukan profesor adalah dr. Woodford B.S. Joseph, M.Sc
dan dr. Angela F.C. Kalesaran, M.Sc, MHSC. (FA)

Meimonews.com – Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai Polda Bali berhasil mengungkap dan menangkap pelaku kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO)

Kronologis kejadiannya, pada Jumat (9/6/2023) sekitar pukul: 11.00 Wita, Polres mendapat laporan/informasi bahwa ada orang yang hendak bekerja ke luar negeri dengan tujuan negara Kamboja, tanpa dokumen yang lengkap dan tidak sesuai persyaratan untuk bekerja di luar negeri.

Atas informasi tersebut dilakukan, jelas Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Satake Bayu, SIK, M.Si, penyelidikan di Keberangkatan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai dan benar ditemukan korban dan pelaku ditolak keberangkatannya menuju luar negeri (Kamboja), karena dokumennya tidak lengkap dan tidak sesuai persyaratan.

“Selanjutnya Tim Garuda Bhuana Satreskrim Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai dipimpin Kasat Reskrim Polres Kawasan Bandara Iptu Rioson Ritonga, SH, MH langsung mengamankan saksi dan barang bukti, serta menangkap kedua pelaku Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO),” ujarnya kepada Meimonews.com, Senin (12/6/2023).

Adapun identitas para pelaku, mantan Kapolres Bitung ini adalah pertama, Heriyanto, laki-laki 33 tahun, wiraswasta, alamat Tanggerang Banten; dan kedua, Sugito, laki-laki 32 tahun, wiraswasta, alamat Tanggerang Banten.

Hasil interogasi, kedua pelaku mengakui perbuatannya bahwa ada empat orang korban yang akan dipekerjakan keluar negeri (sebagai karyawan restoran di Kamboja) dengan cara ilegal.

“Saat ini kedua pelaku sudah ditahan di Rutan Polres Kawasan Bandara untuk kepentingan pengembangan kasus dan penyidikan lebih lanjut,” ujar Kabid Humas. (AF)

Meimonews.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulut melalui Subdit Renakta mengungkap tindak pidana perdagangan orang (TPPO) melalui aplikasi michat, yang terjadi di Kota Manado.

Pengungkapan tersebut dijelaskan Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Setyo Budiyanto di dampingi Kabid Humas Kombes Pol Iis Kristian dan Dirreskrimum Kombes Pol Gani F. Siahaan, saat konferensi pers di Aula Tribrata Polda Sulut, Jumat (9/6/2023).

“Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Sulut berhasil mengamankan 5 orang pria pelaku yang diduga telah melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) melalui aplikasi michat, yaitu AF (19), RA (21), JS (22), OR (21) dan MA (20). Kelima pria ini diamankan di 2 rumah kos yang berada di Kelurahan Ranotana  Kecamatan Sario, pada hari Kamis (8/6/2023),” ujar Kapolda.

Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang mengetahui praktik prostitusi online yang terjadi di Kelurahan Ranotana tersebut.

“Merespon informasi tersebut, Tim melakukan penyelidikan dan menemukan ternyata informasi tersebut benar. Modusnya, para pelaku menawarkan teman wanitanya melalui aplikasi michat untuk dieksploitasi seksual. Hasil dari menjajakan teman wanita mereka tersebut, dinikmati mereka sendiri,” jelas Kapolda.

Saat ini, keenam wanita yang menjadi korban perdagangan orang ini sudah dititipkan di rumah penitipan pemulihan trauma DP3A Kota Manado, sedangkan kelima pelaku sudah dilakukan penahanan di Polda Sulut bersama barang bukti 6 buah handphone yang berisikan aplikasi michat.

Irjen Pol Setyo Budiyanto mengungkapkan, sejak awal tahun 2023 hingga saat ini, jajarannya juga melakukan pengungkapan kasus serupa di beberapa daerah.

“Yaitu kasus perdagangan orang di Minsel dengan modus sebagai pekerja TKI, tersangkanya 1 orang. Kemudian, 2 kasus di Bolsel dengan modus menjadikan korban sebagai PSK, tersangkanya adalah suami isteri. Dan 1 kasus di Bitung yaitu tersangka seorang perempuan mempekerjakan 4 korban sebagai ladies,” ujarnya.

Para tersangka dijerat dengan UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang..

“Ancaman pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas tahun) dan pidana denda paling sedikit Rp 120.000.000 (seratus dua puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 600.000.000 (enam ratus juta rupiah),” katanya.

Terkait kasus perdagangan orang ini, Kapolda mengingatkan kepada warga agar tidak gampang tergiur dengan penawaran-penawaran pekerjaan dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Jangan mudah tergiur dengan penawaran kerja baik tenaga kerja di dalam negeri atau pun di luar negeri melalui sosial media yang tidak ada penjelasan secara detail, kemudian agen atau perusahaan juga tidak jelas. Ini sangat mencurigakan dan mengkhawatirkan, jangan sampai masyarakat menjadi korban,” pesannya.

Kapolda berharap semua pihak untuk saling mengingatkan untuk melakukan pencegahan terkait masalah perdagangan orang.

“Polda Sulut tentu akan menindaklanjuti segala permasalahan terkait tindak pidana perdagangan orang. Ini tidak akan terwujud dengan baik kalau tidak ada kerja sama dari semua pihak, baik dari Pemerintah Daerah maupun dari seluruh masyarakat,” ujar Kapolda. (AF)

Meimonews.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pembina Samsat dan Rekonsiliasi Data Kendaraan Bermotor Samsat Sulut dalam rangka penelitian dan verifikasi data pelaporan pajak daerah, di NDC Molas,  Kamis (8/6/2023).

Sejumlah hal dibahas dalam kegiatan yang diikuti perwakilan instansi/lembaga terkait dan jajarannya yakni Bapenda, Kepolisan dan Jasa Raharja. Sekdaprov Steve AH Kepel di dampingi Plt. Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen membuka pelaksanaan kegiatannya.

Sekdaprov mengungkapkan, pelaksanaan kegiatan ini sangatlah strategis, sebab mampu meningkatkan sinergitas kita semua dalam memberikan pelayanan publik yang terbaik dan prima. ” Untuk itu, mari kita optimalkan bersama pelaksanaan kegiatan ini sehingga apa yang menjadi output dan outcomenya dapat kita raih demi pelayanan kesamsatan di seluruh wilayah Sulawesi Utara, yang lebih baik,” ujarnya.

Saat ini, sebut Sekdaprov, kita berada pada zaman yang serba digital dan berbasis teknologi. Hal ini, menuntut kita untuk terus beradaptasi dan menggunakan teknologi dengan bijak terlebih dalam penyelenggaraan pelayanan Samsat.

Diungkapkan juga, rekonsiliasi data kendaraan bermotor di Sulawesi Utara juga perlu didukung oleh penggunaan teknologi yang memadai sehingga prosesnya dapat berjalan dengan lebih efisien dan akurat.

Kita harus selalu terpacu melakukan perbaikan, meningkatkan kualitas untuk bisa menunjukkan standar pelayanan yang lebih tinggi. Apalagi kita sadari bersama, penyelenggaraan administrasi dan pelayanan publik terus dituntut untuk mampu menuju ke arah yang semakin efektif dan efisien.

Dalam artian, sistem dan mekanisme dari administrasi dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, semakin tertib serta berjalan sesuai dengan kondisi sebenarnya yang tidak berbelit-belit.

Sekdaprov berharap, rapat ini dapat dimanfaatkan untuk menciptakan gagasan, masukan, dan solusi yang konstruktif serta untuk melakukan evaluasi dan pemantapan pelayanan kesamsatan Tahun 2023.

”Mari kita bangun sinergitas dan kolaborasi untuk meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat dan terlebih untuk peningkatan penerimaan PAD khususnya pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor serta untuk mengatasi berbagai permasalahan terkait data kendaraan bermotor di Sulawesi Utara,” ujarnya berharap.

Hadir pada kegiatan ini, Ditlantas Polda Sulut, Pimpinan Jasa Rahardja, Kabid Pajak Bapenda Sulut Filma Kepel. (elka)