Meimonews.com – Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) menerima penghargaan berupa piagam apresiasi dari Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia.

Piagam yang ditandatangani Menteri UMKM Maman Abdurrahman diserahkan dalam acara “Anugerah Mitra Usaha Mikro 2025” di Menara Peninsula Hotel, Jakarta, Rabu (17)12/2025).

Piagam tersebut diterima Group Head Pemasaran Bank SulutGo Iskandar Modjo mewakili Dirut Revino M. Pepah),.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan sinergi aktif Bank SulutGo dalam mendukung pemberdayaan, perlindungan, dan keberlanjutan Usaha Mikro di Indonesia, khususnya dalam wilayah operasional bank di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Acara Anugerah Mitra UMKM 2025 diselenggarakan oleh Kementerian UMKM untuk memberikan apresiasi dan eksposur atas capaian pemberdayaan Usaha Mikro sepanjang tahun 2025, sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban publik untuk mendorong sinergi yang lebih kuat ke depannya.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan kunci dari pemerintahan, lembaga keuangan, korporasi, asosiasi, hingga akademisi.

Dalam daftar undangan resmi acara yang mencakup lebih dari 200 entitas, Bank SulutGo tercatat sebagai salah satu lembaga keuangan daerah undangan (nomor 123), yang menegaskan posisi strategis bank dalam ekosistem pemberdayaan UMKM nasional.

“Penghargaan ini merupakan pengakuan nyata atas komitmen dan kerja keras seluruh jajaran Bank SulutGo dalam mendorong pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Ke depan, kami akan terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi untuk memberikan dampak yang lebih luas,” ujar Iskandar Modjo usai menerima penghargaan.

Agenda acara yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB tersebut diisi dengan laporan kegiatan oleh Deputi Bidang Usaha Mikro, sambutan dan arahan dari Menteri UMKM, serta prosesi inti penyerahan penghargaan kepada berbagai mitra usaha mikro.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Bank SulutGo semakin menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah, tidak hanya dalam menjalankan fungsi intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai katalisator penguatan ekosistem UMKM menuju ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (elka)

Meimonews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorpntalo dan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) jalin kerjasama dalam bentuk penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama (PKS) di Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Kerjasama strategis sebagai wujud komitmen dalam mendukung modernisasi pengelolaan keuangan daerah ini secara spesifik mengatur tentang pengelolaan keuangan dan pemanfaatan layanana jasa perbankan (Memorandum of Understanding/MoU) serta pemanfaatan Aplikasi Kasda Online yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPD) Republik Indonesia (MoU).

Integrasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, akuntabilitas dan transpatansi dalam pengeloalaan kas daerah.

Acara penandatanganan dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail di dampingi Sekdaprov Sofyan Ibrahim dan pejabat Pemprob lainnya, KomisarisKomisaris BSG Djafar Alkatiri, Direktur Utama Revino M. Pepah dan Direktur Pemasaran Pius Batara, dan Pimpiman Wilayah, serta tamu/undangan lainnya.

“Kerjasama dengan Bank SulutGo ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola keuangan daerah kamikami,” ujar Gubernur ketika memberikan sambutan.

Dengan aplikasi.Kasda Online yang terintegrasi SIPD, sambung Gubernur, proses mulai dari perencanaan, pembayaran, hingga pelaporan menjadi lebih cepat, terukur dan mengurangi resiko kesalahan.

Dalam sambutannya, Dirut Bank SulutGo menyatakan, kerjasama ini sejalan dengan visi bank untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah dalam mendukung percepatan pembangunan melalui solusi perbankan yang andal.

“Kami berkomitmen untuk memberiksn dukungan teknologi dan layanan perbankan yang terbaik guna mendukung optimaliasi pengelolaan keuangan Pemprov GorontaloGorontalo. Ini adalah bentuk kepercayaan yang sangat kami hargai,” ujarnya.

Kolaborasi ini mencakup penyediaan layanan perbankan korporasi yang komprehensif termasuk Cash Management, Payroll, dan berbagai fasilitas pembiayaan, yang didukung oleh platform digital Kasda Online.

Integrasi dengan SIPD RI ini akan memastikan aliran data keuangan yang real time dan konsisten abtara Pemda dan sistem Puaat. (elka)

Meimonews.com – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorntalo (Bank SulutGo/BSG) melangkah strategis dalam mendukung transformasi digital Pemerintah Daerah.

Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo tentang pemanfaatan Kartu Kredit Pemerintah Daerah.

Penandatanganan kerjasama yang dilakukan di Jakarta, Rabu (17/12/2025) ini untuk meningkatkan efisiensi, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah khususnya untuk belanja operasional dan perjalanan dinas pegawai.

Acara penandatangan ini dihadiri Wakil Bupati H. Tonny S. Yunus (mewakili Bupati Sofyan Puhi) yang di dampingi Kepala Badan Keuangan Daerah Hariyanto Manan, Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Kesehatan.

Dari BSG hadir Dirut Revino M. Pepah, Komisaris Djafar Alkatiri di dampingi Pimpinan Kanwil Gorontalo Rudiyanto Katili dan Pimpinan Cabang Limboto Hasan Hamid.

Dalam sambutannya, Dirut BSG menjelaskan, kerjasama ini merupakan bentuk komitmen BSG untuk menjadi mitra strategis Pemda dalam mengakselerasi digitalisasi keuangan.

“Kartu Kredit Pemerintah Daerah ini diharapkan dapat menpernudah proses administrasi keuangan, memberikan kontrol anggaran yang lebih baik serta mendukung program Cashless Society di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo,” ujarnya.

Wabup Gorobtalo menyambut baik inisiatif ini. Penerapan Kartu Kredit Pemda ini, menurutnya, adalah langkah modern untuk menuju tata kelola keuangan yang lebih baik, cepat dan terukur.

“Ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten untuk meningkatkan pelayanan publik dan mendorong efieinsi anggaran. Kami berharap kerjasama dengan Bank SulutGo yang telah berpengalaman melayani Pemerintah Derah dapat membawa manfaat nyata,” ujarnya.

Kartu Kredit Pemerintah yang ditawarkan BSG dirancang khusus dengan fitur keamanan tinggi dan sistem pelaporan real time yang terintegrasi dengan sistem keuangan daerah. Hal ini memungkin pihak berwenang di Kabupaten Gorontalo memantau penggunaan anggaran secara efektif.

Dengan ditandatanganinya kerjasama ini Bank SulutGo/BSG semakin memperkuat posisinya sebagai Bank Pembangunan Daerah yang progresif dan berkomitmen mendukunng kemajuan daerah, tidak saja hanya di Sulut tapi juga di kawasan sekitarnya seperti Gorontalo. (elka)

Meimonews.com – Uskup Manado Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi belasan imam/pastor memimpin misa Yubeliun Orang Muda Keuskupan Manado di Emmanuel Amphiteater Lotta Kabupaten Minahasa, Sabtu (13/12/2025).

Sekitar 1.000 orang muda Katolik (OMK) perwakilan paroki-paroki di Keuskupan Manado (yang tersebar di provinsi Sulawesi Utara, provinsi Gorontalo dan provinsi Sulawesi Tengah) mengikuti misa tersebut.

Sebelum memberikan berkat pengutusan di akhir misa, Mgr. Rolly menyemangati para OMK yang adalah masa depan gereja.

Kehadiran OMK-OMK dari daerah-daerah yang cukup jauh seperti dari Stasi Beteleme (Sulawesi Tengah) yang jaraknya 170 kilometer dari Manado ini, menurut Mgr. Rolly, hendaknya menjadi penyemangat bagi OMK-OMK lainnya.

Mereka mulai melangkah dengan langkah-langkah kecil (tapi memiliki danpak besar untuk kemajuan). Mereka bercermin dari Sta. Theresa dari Kanak-kanak Yesus.

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC saat menerima Salib Suci yang diarak dari Taman Bunga Warembungan ke Emmanuel Amphiteater Lotta

Mgr juga memotivasi para OMK untuk bersemangat dalam berkarya untuk masa depan. Diberikan contoh bagaimana orang-orang tua (bapak-bapak dan ibu-ibu) tetap berkarya di usia mereka, walau sudah tua. Bahkan ada yang sudah lansia tapi tetap bersemangat, seperti syair lagu ‘sapa bilang lansia tidak berguna.’

Para OMK terus merespon kalimat-kalimat motivasi Uskup dengan bertepuk tangan yang cukup panjang sebagai bentuk apresiasi.

Uskup berharap dengan peziarahan pengharapan di tahun Yubileum ini para OMK termotivasi untuk melangkah, menatap masa depan dengan penuh semangat.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com usai memimpin misa, Mgr. Rolly menjelasksn, OMK Keuskupan Manado memgadakan Jubilee of Youth (JOY) Tahun 2025 yang mengangkat tema Bersukacitalah dalam Pengharapan ingin agar peziarahan harapan dalam perjalanan sebagai orang beriman bahwa Tuhan pasti menyertai kita.

Disebutkan, Dia (Tuhan) sudah menyertai kita sebelumnya, Dia (Tuhan) setia dalam mendampingi kita. Oleh karena itu, ditanamkan dalam pengharapan kita bahwa Tuhan senantiasa menyertai kita khususnya orang muda katolik sgar memberikan mereka pengharapan bahwa Tuhan tidak membiarkan.

Sebelum prosesi Salib Suci Yubileum di Taman Bunga Warembungan yang dipimpin Modertor OMK Kevikepan Tombulu/Koordinator Penasehat LC KM Pastor Windy Tangkuman Pr. belasan pengurus OMK Paroki mendapat pembekalan semangat dari Ketua PUKAT Keuskupan Manado /sponsor kegiatan Jimmy Asiku.

Jimmy ‘membakar’ semangat para OMK untuk menatap masa depan yang cerah lewat persiapan-persiapan diri, mengasah kemampuan dan kreatif dalam menghadapi perkembangan zaman.

Menurut pengusaha sukses yang aktif dalam kegiatan kerohanian ini, ada banyak hal yang bisa dibuat para OMK. Harus berusaha dengan penuh semangat. Harus pantang menyerah.

Ketua PUKAT Keuskupan Manado Jimmy Asiku saat ‘membakar’ semangat belasan OMK Paroki Keuskupan Manado di kompleks Taman Bunga Warembungan

Sebelum pelaksanaan misa, sekitar 600 OMK perwakilan paroki-paroki melakukan prosesi Salib Suci Yubelium dari Taman Bunga Warembungan menuju Amphiteater. Mereka, yang diantar petugas Legio Christi Keuskupan Manado (LC KM) berjalan kaki jalan di sebagian jalan Desa Warembungan dan Desa Pineleng menuju lokasi pelaksanaan misa.

Prosesi dan misa OMK Keuskupan Manado ini merupakan kegiatan Jubileum of Youth (JOY) Keuskupan Manado Tahun 2025 yang diselenggarakan Komisi Kateketik Keuskupan Manado dengan mengusung tema Bersukacitalah dalam Pengharapan.

Hadir pada pembukaan prosesi Salib Suci Yubileum yang dipimpin Pastor Windy adalah Jimmy Asiku, Sekretaris Camat Pineleng Aldi RJ Pungus, serta Vencentius Mamarodia, Jefifani Mawei dan Budiharto Prawira (Koordinator Umum, Wakil Koordinator Umum dan Bendahara Umum LC KM).

Dalam kata pengantarnya, Windy mengatakan, dengan perayaan yang meriah dan mulia ini, kita mengawali Perayaan Ekaristi Kudus dengan pemghormatan Salib Suci Tuhan kita Yesus Kristus dan akan diarak dengan meriah di perayaan ini.

“Perarakan meriah ini hendaknya mengingatkan akan Tuhan yang senatiasa hadir, menjaga, menolong dan melimpahkan berkat dan rahmatNya selama kita hidup,” ujarnya.

Kita juga, sambung Pastor Paroki Warembungan ini, diajak untuk mengingat bahwa Ia (Allah) adalah Raja atas semesta alam. Ia merajai hati kita dan seluruh hidup kita.

Kehadiran di tempat ini, yang menandai Tahun Yubelium dengan kemeriahan dalam doa-doa dan puji-pujian kepada Allah yang sejak awal menuntun umat manusia hingga bangsa Israel padang gurun dan akhirnya masuk Tanah Terjanji dengan tuntunan tiang api bernyala dan kini kita berjalan bersama dengan dituntun oleh Dia sendiri melalui puteraNya, Yesus Kristus yang telah mengorbankan diriNya di atas kayu salib demi keselamatan setiap orang yang percaya kepadaNya dan seluruh alam ciptaanNya.

“Kita juga kelak akan dituntunNya masuk ke dalam rumahNya yang penuh sukacita abadi dalam kemuliaan Allah Bapa sebab Dia adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup,” ujarnya. (elka)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut terkait dengan Tridharma Perguruan Tinggi.

Penandatanganan dilakukan Rektor Unima Joseph Philip Kambey dengan Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus di Wisma Negara Bumi Beringin Manado, Jumat (12/12/2025).

Hadir mendampingi Rektor, antara lain Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru, Wakil Rektor 2 Donal Matheos Ratu dan Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita.

Dari Pemprov Sulut yang mendampingi Gubernur adalah Sekprov Tahlis Gallang, Kadis Pendidikan Femmy Suluh, Plt Kadis Kesehatan Rima Lolong, Plt. Kadis Sosial Andra Mawuntu dan Plh Kadis Kominfo Denny Mangala.

 

Di momen tersebut terungkap proses pembentukan dua program studi (Prodi) baru di Unima yakni Prodi Kedokteran dan Prodi Pertanian.

Kepada wartawan, baik Rektor maupun Gubernur mengungkap bagaimana proses pembentukan dua prodi baru tersebut terutama perhatian dari Presiden Prabowo Subianto.

Gubernur mengatakan, Presiden cepat menanggapi rencana pembentukan prodi baru di Unima. Beberapa waktu lalu sudah ada tim dari keprisidenan untuk mengecek kesiapan pembentukan prodi baru tersebut.

“Karena Unima memiliki lahan yang luas dan kita juga sangat membutuhkan dokter di daerah Sulut dan juga kepentingan di Indonesia,” ujar Gubernur.

Oleh karena itu, Gubernur bersurat kepada Presiden, dan Presiden langsing meresponsnya dengan cepat. Tim Kementerian Kesehatan dan Kemendiktisaintek sudah datang ke sini beberapa waktu yang lalu.

“Tentunya, atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kami berterima kepada Presiden Republik Indonesia yang begitu cepat menanggapi harapan-harapan kami di Sulawesi Utara,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rektor Unima. Gubernur Sulut, menurutnya, langsung memberikan rekomendasi ke Presiden tentang pembukaan dua prodi tersebut.

“Ini merupakan wujud nyata kepedulian pak gubernur yang ingin Sulawesi Utara begitu cepat maju dan kami (Unima) langsung merespons keinginan pak gubernur terutama untuk kepentingan kesehatan masyarakat Sulut, yang langsung direspons pak Presiden dan Menteri,” ujar Rektor.

Unima, sambung Rektor, langsung dihubungi untuk mempersiapkan segala sesuatu sehingga nanti pada tahun depan, kira-kira Mei 2026 izin operasionalnya bisa keluar dan Unima bisa melakukan penerimaan calon mahasiswa khususnya prodi kedokteran.

“Dan ini semua merupakan cita-cita kami semua yang sudah diwujudkan bapak Gubernur,” ujar mantan Wakil Rektor 2 Unima dan mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unima ini. (Lexie)

Meimonews.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Peraturan Perundang-undangan di Aston Hotel Manado, Kamis (11/12/2025).

Kegiatan yang sekaligua juga merupakan peningkatan kapasitas digitalisasi pendapatan ini dibuka pelaksanaannya ole Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen

Bimtek ini merupakan langkah strategis daerah dalam mendukung program Pemerintah Pusat mengenai percepatan dan perluasan digitalisasi daerah.

Sebanyak 10 Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pelayanan Pendapatan Daerah (UPTD PPD) Bapenda beserta jajaran mengikuti sesi pelatihan ini.

​Dalam sambutannya, June menyampaikan bahwa adopsi digitalisasi dalam sistem pendapatan daerah memiliki peran krusial. “Digitalisasi pendapatan tidak hanya akan mempermudah dan meningkatkan efisiensi di dalam pelayanan publik kepada masyarakat, namun yang lebih penting, ini adalah kunci untuk secara signifikan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita,” ujarnya.

​Pejabat karier yang kreatif ini menambahkan, melalui sistem digital, proses transaksi dan pelaporan pendapatan menjadi lebih transparan, akuntabel, dan meminimalisir potensi kebocoran.

Para peserta diharapkan dapat menyerap materi yang diberikan agar implementasi digitalisasi di unit kerja masing-masing dapat berjalan optimal, demi terwujudnya tata kelola pendapatan daerah yang modern dan efektif. (elka)

Meimonews.com – Tawuran Antarkampung di Kota Manado menjadi sorotan serius sepanjang tahun 2024-2025. Sumber mengurai benang kusutnya mulai dari akar masalah, kasusnya dan memberikan solusinya,

Dari kacamata sosiologi hukum, fenomena ini tidak sekadar aksi kekerasan, melainkan cerminan dari kompleksitas masalah sosial dan penegakan hukum di masyarakat.

“Insiden-insiden berdarah yang terjadi, seperti di Wonasa, Banjer, dan Kampung Ternate Tanjung, menjadi alarm bagi semua pihak untuk segera mencari solusi yang komprehensif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com di Manado, Kamis (11/12/2025), sumber lantas menjelaskan faktor sosiologis mengapa pemuda Manado terlibat tawuran.

Analisis sosiolog hukum menunjukkan beberapa faktor utama yang mendasari meningkatnya aksi tawuran di Manado.

Pertama, lemahnya kontrol sosial. Kurangnya pengawasan dan pembinaan dari keluarga, sekolah, dan masyarakat membuat perilaku menyimpang, termasuk tawuran, lebih mudah muncul.

Kedua, ketidakpercayaan pada hukum. Adanya kecenderungan main hakim sendiri di masyarakat karena kurangnya kepercayaan terhadap aparat penegak hukum menjadi pemicu warga memilih kekerasan.

Ketiga, kondisi sosial ekonomi. Kesenjangan sosial ekonomi dan minimnya lapangan pekerjaan melahirkan frustrasi di kalangan pemuda. Kekerasan menjadi pelampiasan atas rasa putus asa ini.

Keempat, provokasi dan balas dendam. Banyak insiden tawuran dipicu oleh provokasi dari pihak luar atau motif balas dendam atas kejadian sebelumnya. Beberapa kasus seperti di Kampung Ternate Tanjung, secara eksplisit dilatarbelakangi dendam.

Kelima, pengaruh negatif nedia dan miras. Media sosial sering disalahgunakan untuk menyebarkan tantangan dan provokasi, mempercepat eskalasi konflik. Selain itu, pengaruh minuman keras (miras) juga terbukti menjadi faktor pemicu keributan, seperti di Kelurahan Banjer.

Beberapa insiden tawuran yang sempat menggegerkan Kota Manado selang tahun 2024-2025 terdiri dari kejadian di Wonasa dan Banjer (Kelurahan Banjer & Pasar Unyil Tuminting) pada 25 Desember 2024 di mana Polresta Manado menangkap setidaknya 10 orang.atas kasus yang iipicu oleh minuman keras dan ketersinggungan (saat pengambilan obat keras di apotek).

Kejadian di Kampung Ternate Tanjung (Lorong Argentina, Kecamatan Singkil) pada 12 Oktober 2024 yang mengakibatkan dua korban, salah satunya meninggal dunia akibat tusukan senjata tajam dengan motif balas dendam terkait insiden sebelumnya.

Kejadian di Ternate Baru dan Ternate Tanjung pada 13 Oktober 2024 di mana seorang pemuda (AR, 20) tewas karena tusukan pisau akibat tawuran antar kelompok di perbatasan kelurahan.

Terkait dengan tindakan hukum dan solusi komprehensif, sumber menekankan perlunya tindakan tegas dari kepolisian terhadap pelaku tawuran.

Pelaku dapat dijerat dengan pasal-pasal yakni pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan, pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan, UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam.

Namun, penegakan hukum saja tidak cukup. Dibutuhkan solusi komprehensif yang melibatkan tindakan preventif (pencegahan) dan pendekatan alternatif.

Ada dua solusi yang ditawarkan yakni pertama, solusi preventif dan oemberdayaan. Diperlukan edukasi dan sosialisasi. Mengintensifkan penyuluhan hukum tentang dampak tawuran di sekolah dan komunitas, termasuk kampanye anti-tawuran di media sosial.

Diperlukan pula penguatan karakter. Penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai sosial di lingkungan keluarga dan sekolah sangat penting; Pemberdayaan Masyarakat. Program seperti pelatihan keterampilan dan bantuan modal usaha dapat mengurangi pengangguran dan frustrasi pemuda.

Selain itu, fasilitas positif. Menyediakan fasilitas olahraga dan kegiatan positif lainnya untuk mengalihkan energi pemuda dari kekerasan.

Kedua, peran tokoh masyarakat dan hukum.
Tokoh masyarakat memiliki peran krusial sebagai agen perdamaian dan perubahan; Mediasi dan Ddalog. Memfasilitasi dialog damai dan bertindak sebagai mediator untuk menyelesaikan konflik antar kelompok.

Perlu pula pembinaan. Memberikan pembinaan khusus kepada pemuda pelaku tawuran untuk mengubah perilaku mereka; kolaborasi. Bekerjasama dengan pemerintah, tokoh agama, dan pihak terkait untuk menciptakan lingkungan kondusif.

Selain itu, tidak melindungi pelaku. Tokoh masyarakat harus mendukung penegakan hukum dengan tidak melindungi warga yang terlibat tawuran; Pendekatan restoratif justice. Selain sanksi pidana, pendekatan restoratif justice yang fokus pada mediasi dan pemulihan hubungan antar kelompok juga dapat menjadi solusi jangka panjang.

“Dengan mengkombinasikan penegakan hukum yang tegas dengan upaya pencegahan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat, diharapkan tawuran antar kampung di Manado dapat diatasi secara efektif dan berkelanjutan,” tandasnya. (AF)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda Gelombang III Tahun Akademik 2025/2026.

Kegiatan yang dibuka pelakaanaannya oleh Barnabas Harold Ralph Kairupan ((Ketua Senat) ini diadakan di Auditorium Unsrat Manado, Kamis (11/12/2025).

Hadir dalam kegiatan ini, antara lain Rektor Unsrat Oktovian Bertu Alexander Sompie,
para Wakil Rektor dan pimpinan lembaga Unarat, para Dekan, Inspektur Daerah Sulut Jemmy Stani Kumendong (mewakili Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus), wisudawan dan keluarga serta para anggota Senat Unsrat.

Kepada para wisudawan, Rektor Unsrat berpesan agar melangkah dengan pasti dan meyakini bahwa masa depan akan semakin cerah ketika bekerja dengan hati, integritas dan semangat pelayanan.

Rektor juga menegaakan, Unsrat sebagai almamater menaruh harapan agar para wisudawan menjadi terang dan duta kebaikan yang berdampak nyata bagi daerah Sulawesi Utara, bangsa Indonesia dan bagi dunia yang lebih luas.

Di momen membahagiakan ini, Rektor mengungkapkan bahwa di penghujung tahun 2025 ini, Dirjen Dikti Kemediktisaintek RI secara resmi memberikan persetujuan pembukaan Fakultas Kedokteean Gigi Unsrat.

“Ini merupakan tonggak sejarah bagi Unsrat,” ujar Rektor.

Gubernur Sulut dalam sambutannya yang disanpaikan Kumendong menyebutkan kontribusi nyata Unsrat sangat sangat nyata bagi pembangunan daerah mulai dari pengembangan riset, inovasi teknologi, pemberdayaan masyarakat hingga mencetak tenaga profesional yang tersebar diberbagai sektor.

Wisuda, menurut Gubernur, bukanlah garis akhir, melainkan garis start menuju babak baru kehidupan. Oleh kareannya, jangan berhenti belajar, bangun keberanian untuk mencoba hal baru, jaga integritas, dan bekerjalah dengan hati.

Selain itu, kembangkan relasi, karena kolaborasi adalah kunci pertumbuhan di era modern, dan anda harus mampu memberi kontribusi nyata. (FA)

Meimonews.com – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Dirien Diktisaintek RI) Khairul Munadi dan tim melakukan pendampingan pembukaan 3 program studi (prodi) baru Unima.

Dirjen dan tim melakukan kegiatan pendampingan yang merupakan bagian dari upaya penguatan kelembagaan dan pengembangan akademik Unima menuju universitas berdaya saing nasional dan regional ini dilakukan di ruang rapat lantai 3 Unima, Selasa (9/12/2025).

Ketiga prodi baru itu adalah Prodi Kedokteran, Prodi Bioteknologi dan Prodi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian.

Dalam sesi pendampingan, Dirjen memberikan arahan komprehensif terkait pemenuhan standar pembukaan program studi, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, pemutakhiran kurikulum, analisis kebutuhan masyarakat, hingga kelengkapan sarana dan prasarana yang harus dipenuhi oleh institusi.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh proses pengajuan prodi baru berjalan sesuai regulasi dan ketentuan Ditjen Dikti.

Pendampingan juga dihadiri oleh Tim Direktorat Kelembagaan yaitu Henriette Minerva Wenno dan Sefryan Daru S bersama Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Munawir S. Rasak, yang memberikan penjelasan teknis terkait regulasi, standar mutu, dan tahapan proses usulan pembukaan prodi.

Turut hadir Staf Ahli Menteri yakni Tri Hanggono Achmad dan T. Basarudin, yang memberikan penguatan perspektif akademik dan kebijakan dalam pengembangan prodi strategis di lingkungan Unima.

Rektor Unima.Joseph Philip Kambey menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan dari kementerian.

Kehadiran Dirjen dan tim, menurut Rektor memberikan motivasi besar bagi Unima dalam mempercepat langkah menuju pembukaan prodi strategis yang sangat dibutuhkan masyarakat dan dunia kerja, khususnya di wilayah Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur.

Rektor bersama seluruh jajaran pimpinan universitas turut mengikuti kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dalam mendorong transformasi institusi melalui pembukaan program studi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional dan daerah.

Melalui pendampingan ini, Unima semakin optimis dalam mematangkan seluruh persyaratan pembukaan prodi, termasuk penyusunan dokumen akademik, rencana laboratorium, serta strategi implementasi kurikulum berbasis kebutuhan masa depan. (*/FA)

Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang ada di kota Manado.

Hal itu ditegaskan Wakil Walikota (Wawali) Manado Richard Sualang ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Perkoperasian bagi Pengurus KKMP di Hotel Gran Puri Manado, Selasa (9/12/2025).

“Kami (Pemerintah) memberikan full support lewat anggaran APBD untuk akta pendirian, Diklat, dan mengikutsertakan seluruh 87 pengurus dalam BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Manado ini berharap, setelah Diklat ini, roda usaha KKMP segera berputar untuk mengelola dana, demi meningkatkan ekonomi berbasis komunitas.

Diketahui, KKMP merupakan program Presiden Prabowo Subianto untuk menggerakkan perekonomian di tingkat desa dan kelurahan.

Manado menjadi kota/kabupaten pertama yang berhasil mendirikan KKMP di seluruh 87 kelurahan, menjadikannya tonggak bersejarah.

Hadir pada acara pembukaan yang dilakukan Wawali Manado itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tony Novie Mamahit dan Sekretaris Dinas Yunita Makalangi serta narasumber dan seluruh pengurus KKMP se-Kota Manado. (elka)