Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar puncak peringatan Dies Natalis ke-64 dalam Sidang Terbuka Senat Unsrat di Auditorium Unsrat Manado, Jumat (5/12/2025).
Sidang yang dipimpin Ralf Kairupan (Ketua Senat) ini dihadiri Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie, Wakil-wakil Rektor dan Pimpinan Lembaga Unsrat, para Dekan di lingkungan Unsrat, Senat Unsrat, sejumlah dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa dan alumni UnsratUnsrat serta Dharma Wanita Persatuan Unsrat.
Selain itu, Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulut Audy RR Pangemanan (mewakili Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus), Ketua Tim Tenaga Ahli Jaksa Agung RI Barita Simanjuntak, Kapolda Sulut Irien Pol. Roycke Harry Langie dan sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Rektor mengungkap sejarah panjang perjalanan Unsrat yang berdiri pada tahun 1961, sekilas perkembangan Unsrat hingga saat ini serta harapan ke depannya.
“Sejak berdiri pada tahun 1961, Universitas Sam Ratulangi telah tumbuh dan berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi di kawasan Timur Indonesia ” ujarnya.
Usia 64 tahun, sebutnya, bukanlah perjalanan singkat. Selama enam dekade lebih Unsrat telah berkontribusi dalam mencetak SDM unggul, melahirkan pemikiran akademis, serta menjadi mitra pembangunan daerah dan bangsa.
Ketua Tim Tenaga Ahli Jaksa Agung RI Barita Simanjuntak saat menyampaikan orasi ilmiahnya
Unsrat, menurut Rektor, patut bersyukur bahwa berkat kerja keras para pendiri, pimpinan, sivitas akademika dan alumni Unsrat bisa eksis dan terus bertransformasi menghadapi dinamika zaman.
Tahun ini, Dies Natalis Unsrat mengangkat tema Unsrat berdampak bagi negeri. Tema ini, sebut Rektor, mengandung makna yang sangat mendalam yaitu bahwa keberadaan Unsrat bukan hanya untuk menghasilkan lulusan tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, daerah dan bangsa Indonesia yang kita cintai.
Rektor lantas mengurai dampak tersebut baik dari sisi pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat maupun kerjasama strategis.
Memasuki era transformasi digital, disrupsi global, dan tantangan pembangunan berkelanjutan, sebut Rektor, Unsrat harus terus berbenah menjadi kampus yang inklusif, berdaya saing dan berorientasi pada solusi.
“Saya mengajak seluruh sivitas akademika, melalui semangat Dies Natalis ke-64, mari kita terus memperkuat integritas, serta mengembangkan kolaborasi dan inovasi untuk menghadirkan karya-karya nyata yang berdampak bagi negeri,” ujar Rektor.
Gubernur Sulut yang diwakili Plt. Kepala BPSDM dalam sambutannya berharap, di isia ke – 64 ini, Unsrat terus bertransformasi menjadi universitas yang adaptif terhadap perubahan zaman, tanpa kehilangan jati diri sebagai lembaga pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai normal.
Kehadiran Unsrat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Sulawesi Utara. Gubernur berpesan untuk menjadi agen perubahan yang membawa semangat positif di tengah masyarakat.
Puncak peringatan Dies Natalis Unsrat tahun ini diwarnai pula dengan Orasi Ilmiah berjudul Membangun kepercayaan publik melalui pemidanaan humanis oleh Ketua Tim Tenaga Ahli Jaksa Agung RI Barita Simanjuntak. (FA)
Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat integritas dan kualitas sumber daya manusia dengan menjalin kerjasama strategis bersama lembaga penegak hukum tertinggi di Indonesia.
Itu terlihat ketika Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie berkunjung ke Kejaksaan Agung RI di Jakarta, Selasa (2/12/2025). Rektor diterima Jaksa Agung RI ST Burhanuddin di ruang kerjanya.
Kunjungan yang berlangsung hangat dan produktif ini bertujuan untuk membahas kerjasama antara kedua institusi.
Sinergi ini difokuskan pada tiga pilar utama yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi serta peningkatan kesadaran hukum.
Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan Unsrat dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional, khususnya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa di Indonesia. (FA)
Meimonews.com – Personil gabungan Polda Sulut dari Ditsamapta, Satbrimob dan Ditreskrimum telah diturunkan untuk membantu Polres Minahasa Tenggara (Mitra) dalam menangani perkelahian antarkelompok dua desa yang terjadi di wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara, Minggu (30/11/2025) sekitar pukul 01.35 Wita.
Berdasarkan informasi yang ada, diduga kejadian tersebut dipicu karena pengaruh minuman beralkohol.
Bermula ketika kelompok anak-anak muda membuat keributan di desa lain dengan cara berteriak-teriak hingga warga dan anak-anak muda desa setempat terpancing, kemudian melakukan pengejaran dan sempat terjadi aksi saling lempar batu.
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol. Alamsyah Parulian Hasibuan menjelaskan, Polda Sulut sudah menurunkan personil gabungan untuk meredam kejadian tersebut.
“Sudah diturunkan personil gabungan Ditsamapta, Satbrimob, dan Ditreskrimum Polda Sulut di lokasi kejadian untuk membantu Polres Minahasa Tenggara dan jajaran dalam meredam sekaligus menangani kejadian tersebut,” ujarnya, Minggu (30/11/2025) sore.
Situasi hingga Minggu sore, sebutnya, sudah kondusif namun pihak kepolisian tetap memonitor perkembangan situasi terkini di sekitar lokasi kejadian dan penyelidikan lebih lanjut.
Diungkapkan, sesuai perintah Kapolda Sulut Irjen Pol. Roycke Harry Langie, para pelaku pasti akan ditindak tegas dan diproses hukum. “Kejadian sudah ditangani oleh kepolisian dan pihak terkait. Sesuai perintah Kapolda Sulut, para pelaku pasti akan ditindak tegas dan diproses hukum,” ujarnya.
Oleh karenanya, warga masyarakat diimbau untuk dapat menahan diri, tidak mudah terprovokasi atau terpancing situasi. Jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi yang dapat memperkeruh suasana karena situasi saat ini sudah kondusif. “Mari kita jaga kerukunan, persaudaraan, dan kedamaian,” pintanya. (AF)
Meimonews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Johanis Victor Mailangkay tetap berkomitmen memberikan yang terbaik untuk masyarakat Sulut.
Itu terlihat pada program keringanan pajak dengan nama Keringanan Pajak Sukacita Natal 2025 yang sebelumnya berlangsung 1-30 November 2025, yang kini diperpajang.
Perpanjangan program Pemprov Sulut, dalam hal ini, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut tersebut berlangsung 20 hari yang dimulai Senin (1/12/2025) hingga Sabtu (20/12/2025).
“Ya, program keringanan pajak dengan nama Keringanan Sukacita Natal 2025 diperpanjang, dan berlangsung 20 hari, mulai tanggal 1 Desember hingga 20 Desember 2025),” ujar Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen kepada Meimonews.com, Senin (1/12/2025).
Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen
Perpanjangan ini, jelasnya, merupakan bentuk kepedulian Pemprov Sulut di bawah kepemmpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus) dan Wakil Gibernur Johanis Victor Mailangkany atas keinginan masyarakat agar program ini dperpanjang.
Masyarakt wajib pajak diajak memanfaatkan momen menggemborakan ini dengan mendatangi kantor-kantor Samsat atau gerai-gerai yang ada di daerah ini dengan membawa persyaratan berupa fotokopi (fc) KTP, fc STNK dan notice pajak, fc akte/dokumen pendirian bagi perusahaan, dan materi Rp. 10.000.
Adapun keringanan yang masuk dalam program ini, adalah Pertama, bebas 100 persen tunggakan PKB tahun-tahun sebelumnya (roda 2 200 cc ke bawah); kedua, pengurangan 50 persen tunggakan PKB tahun-tahun sebelumnya (roda 2 di atas 200 cc, roda 3 dan roda 4 ke atas); ketiga, keringanan ekuivalen (PKB dan opsen.PKB setara nilai PKB sebelum masa opsen).
Keempat, pembebasan denda PKB 100 persen; kelima, pembebasan tarif PKB progresif; keenam, tambahan diskon PKB 5 persen -10 persen untuk kendaraan yang belum lewat s/d 9 bulan sebelum jatuh tempo (secara langsung, tanpa permohonan); ketujuh, pembebasan denda SWDKLLJ tahun lalu dan tahun-tahun lalu. (elka)
Meimonews.com – Mulai Minggu (30/11/2025), umat Katolik di seluruh dunia memulai lagi Tahun Liturgi baru dengan Masa Adven selama empat pekan sebagai persiapan menyambut peristiwa inkarnasi, Sang Sabda menjadi Manusia pada Hari Natal.
Selama Tahun Yubileum 2025, sebagai Peziarah Pengharapan umat Katolik sering menyanyikan salah satu bait lagu hymne Yubileum 2025 yakni “Angkat matamu gerak bersama angin. Bergegaslah saatnya Tuhan datang. Lihat putra jadi manusia. Beribu-ribu orang temukan jalan.
Demikian awal Surat Adven Uskup Keuskupan Manado 2025 yang ditandatangani Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC tertanggal 30 November 2025.
Surat Adven bertemakan Bersatu dan bersama dalam satu bahtera menjadi gereja sinodal dan misioner untuk perdamaian ini ditujukan kepada para pastor, freter, bruder, suster, dan umat Katolik di Keuskupan Manado yang tersebar di Provinsi Sulawesi Utara Gorontalo dan Sulawesi Tengah.
Surat Adven tersebut dibacakan di gereja-gereja saat misa Minggu Adven 1 oleh para imam/pastor dan diteruskan pula ke jejaring umat terasuk lewat group-group yang ada.
Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC
Berikut Surat Adven selengkapnya. Jalan seperti apa yang kita temukan untuk berjunpa Tuhan yang datang itu ? Sebagai masa persiapan,masa Adven adalah saatnya kita berefleksi, membuka mata, telinga dan hati kita, bergerak bergagas bersama mempersiapkan jalan yang lurus supaya dapat dengan jelas dan terang melihat arah dan cara yang tepat untuk berjumpa dengan Dia yang datang menjumpai kita.
Marilah dalam masa Adven kita betefleksi dan merealisasikan arah dan cara yang tepat sesuai dengan apa yang dihadapi dan dijalani oleh Gereja dan masyarakat sekarang ini.
Tahun-tahun terakhir ini, Gereja Katolik Universal dan Lokal telah memberikan kita arah dan cara yang realiatis dan konkrit sesuai dengan situasi masyarakat dan Gereja masa kini.
Sinode para Uskup dan perayaan tahun Yubileum 2025 melalui tema-temanya mengajak kita sebagai suatu persekutuan dengan pelbagai macam perbedaan dan kekhususannya, untuk berjalan bersama, berlayar bersama. Gereja sebagai unat Allah, sebagai peziarah-pezaiarah pengharapan dipanggil untuk menjadikan Gereja kita semakin bersatu, terlibat, berbelarasa dan bermisi.
Kita dipanggil melaksanakan semua itu dalam semangat sinodal sebagai Umat Allah yang “berada dalam satu bahtera/kapal yang sama,” sebagaimana diungkapkan oleh Paus Fransiskus.
Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) dan Sidang Sinodal Konferensi Gereja Indonesia tahun 2025 mengkonkritkan tema-tema para Uskup dan Tahun Yubileum itu dalam konteks Gereja dan masyarakat Indonesia.
Dalam spirit yang satu dan sama dengan Gereja Universal, Gereja Katolik Indonesia melalui Sidang Agungnya, sambil mengusung tema “Berjalan Bersama Sebagai Peziarah Pemgharapan : Menjadi Gereja Sinodal dan Misioner Untuk Perdamaian,” merasa terpanggil dan terutis serta berkomitmen untuk menjadikan Gereja Katolik Indonesia sebagai Gereja yang Sinidal dan Misioner untuk perdamaian.
Gereja Katolik di Indonesia dipanggil untuk menghidupi semangat sinodal sebagai umat Allah, saling mendengarkan dan berdialog dan terlibat aktif dalam perutusan Gereja di tengah- tengah masyarakat. Gereja juga mau berkomitmen untuk memembarui diri dan bertransformasi dalam imam, pengharapan dan kasih.
Dalam konteks ini, kita sebagai Gereja memberikan perhatian kepada kelompok yang terpinggirkan termasuk kaum muda, perempuan, lanjut usia dan difabel.
Dalam konteks Indonesia yang kaya akan budaya, agama dan alam, Gereja Katolik Indonesia berkomitmen pula untuk mengedepankan budaya saling mendengarkan dan berdialog lintas iman dan budaya serta berkomitmen untuk menjadi sarana dan suara kenabian untuk menjaga dan melestarikan alam. Gereja juga dipanggil untuk berjalan bersama dengan pemerintah tanpa kehilangan daya kritis dan indenpendensinya.
Sebagai Geteja di Keuskupan Manado, kita juga mau mengkongkritkan semangat sinodalitas dan misioner itu dalam konteks masyarakat dan Gereja Keuskupan Manado. Sebagai Keuskupan, kita menpunyai Arah dan Visi : “Dalam Terang Sabda Allah, Persekutuan Umat Allah Keuskupan Manado Mengembangkan Jati Diri dan Martabatnya untuk Menyinari Kehidupan Bersama di Dunia,” yang dikongkritkan dalam tahapan lima tahun melalui rencana strategis setiap tahun.
Bulan September 2025 kita telah mengadakan Musyawarah Pastoral yang telah menghasilkan Rencana Strategis untuk tahapan II dari Arah Dasar Keuskupan Manado dengan visinya : “Gereja Keuskupan Manado mengembangkan jati diri dan martabatnya dalan Komunitas yang berbasis Sabda, Iman, Persaudaraan, Kerasulan dan Masyarakat.”
Sebagai kelanjutan Muspas 2025 maka di tingkat psroki telah dibuat pertemuan untuk membuat evaluasi dan perencanaan program serta anggaran tahun 2026. Sekarang ini sedang berlangsung Rapat-rapat kerja di tingkat Kevikepan.
Proses yang telah dan sementara dilangsungkan mulai dari Muspas di tingkat Kruskupan, tingkat Kevikepan dan Paroki bahkan sampai tingkat Stasi, Wilayah Rohani, Yayasan, Badan, Lembaga dan Kelompok Kategorial, sesungguhnya mau mengungkapkan dan menjalankan semangat sinodal dan misioner Gereja kita.
Semuanya itu mau mengungkapkan bahwa sebagai Gereja Keuskupan Manado kita berada dalam satu bahtera/kapal yang sama. Kita tidak hidup dan berjuang sendiri-sendiri sebagai paroki, stasi, wilayah rohani, yayasan, badan, lembaga atau kelompok apapun, orang tua, orang muda, anak-anak, lansia, difabel, miskin atau kaya dan lain sebagainya.
Di tingkat manapun atau kelompok apapun serta status apa saja kita semua dipanggil dan terutus untuk berperan dan terlibat dalam misi Gereja. Kita berjalan, berlayar dalam kapal.yang sama. Kita sukses atau bergembira, kita gagal atau menderita bersama.
Seperti apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus ; “Bergembira dengan orang yang bergembira dan menangis dengan orang yang menangis (Roma 12 : 15).
Kita telah memprogramkan dan menganggarkan kegiatan atau tindakan yang akan dibuat menurut bidang-bidang rencana strategis kita. Semua itu bagus, tetapi kita bertanya, di manakah dalam bidang-bidang itu sesungguhnya nampak wajah Gereja yang Sinodal dan misioner itu ?
Wajah Gereja yang sesungguhnya, nampak bukan pada bangunan dengan bentuk.atau modelnya yang indah, melainkan pada hidup.dan karya kita sebagai batu-batu hidup melalui hidup dan karya-karya kerasulan Gereja.
Mari dala masa Adven dan seterusnya kita sebagai peziarah pengharapan.mwngambil langkah kongkrit yang benar-benar untuk berjalan bersama mewujudkan wajah Gereja kita yang sinodal dan misioner untuk perdamaian.
Dilampirkan pula beberapa petunjuk untuk perhatian. (elka)
Meimonees.com – Rektor Unsrat Manado Oktovian Berty Alexander Sompie mengungkapkan, di tengah perkembangan teknologi yang serba cepat, kita turut menyaksikan sejumlah dinamika moral pemuda zaman ini.
Nilai gotong royong perlahan bergeser oleh perilaku individualistik. Media sosial yang sejatinya alat komunikasi berubah menjadi arena pertunjukkan popularitas.
Tantangan moral seperti intoleransi, ujaran kebencian, penyalahgunaan teknologi, hingga fenomena hedonisme mulai mengikis karakter luhur bangsa. Ini bukan gambaran menyeluruh, tetapi sebuah peringatan bahwa kita harus memperbaiki arah pembentukan jati diri pemuda.
Meski demikian Rektor percaya pemuda Indonesia khususnya para mahasiawa semester 1 Fakultas Pertanian Unsrat memiliki kemampuan untuk membalik keadaan.
Mahasiswa harus menunjukkan kematangan moral, menegakkan kejujuran, menumbuhkan empati, meningkatkan rasa kepedulian sosial, serta mengedepankan etika dalam setiap kesempatan.
“Jika karakter dan moral kokoh menjadi fondasi maka tidak ada tantangan yang tidak dapat dilakukan,” tegas Rektor dalam sambutan tertulis yang dibacakan Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat Manado pada pembukaan Seminar Pendidikan Karakter yang diselenggarakan Faperta) Unsrat di Auditorium Fakultas Kedokteran Unsrat Manado, Sabtu (29/11/2025).
Sebagai generasi penerus bangsa, sambung Rektor, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mewarisi dan menjaga nilai-nilai luhur warisan para pendiri bangsa : Pancasila sebagai pedoman etika dan cara hidup, kejujuran dalam sikap, integritas dalam perilaku serta dedikasi terhadap kepentingan masyarakat.
Para narasumber foto bersama Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy dan Panitia Seminar Ruland A. Rantung dan Adaleyda MV Lumingkewas (Ketua dan Sekretaris)
Nilai tersebut, menurut Rektor, bukan sekedar slogan, melainkan kekuatan identitas yang harus terus dijunjung tinggi. Tidak hanya sebagai penerus, mahasiswa juga adalah generasi pengganti yang kelak memegang peranan strategis dan kepemimpinan bangsa. Karena itu, perguruan tinggi harus menjadi tempat untuk mengembangkan kompetensi akademik sekaligus membangun karakter.
“Selain menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mahasiswa harus senantiasa memperkuat kecerdasan spiritual, sosial dan emosional. Pemimpin masa depan yang hebat tidak hanya cerdas berpikir tetapi juga bijaksana bertindak,” ujar Tooy mengutip sambutan Rektor.
Lebih jauh dari itu, tambah Rektor pada seminar yang mengusung tema Mahasiswa Unsrat berkarakter Pancasila yang semakin unggul, inovatif, bermakna dan berkelas internasional, mahasiswa adalah generasi pembaharu yang ditunggu kontribusinya. Dalam dunia yang terus berubah, mahasiswa harus menghadirkan gagasan-gagasan baru dan berani melakukan inovasi.
“Persoalan bangsa yang begitu kompleks membutuhkan solusi kreatif yang hanya dapat lahir dari keberanian intelktual pemuda Indonesia. Dan di atas semua itu, mahasiswa adalah semangat bangsa,” sebutnya.
Dikemukakan, energi yang mampu membangkitkan optimalisme nasional. Fisik yang prima, pemikiran yang progresif serta hasrat belajar yang tinggi adalah modal besar untuk membangun masa depan yang lebih baik.
“Mar kita bulatkan tekad, melangkah bersama sebagai mahasiswa yang semakin unggul, inovatif, bermakna dan berkelas internasional. Dengan ilmu di kepala, karakter di dada dan semangat di setiap langkah kita, mari kita wujudkan Indonesia yang maju, adil dan sejahtera,” ajak Rektor.
Seminar yang diikuti sekitar 300 mahasiswa Semester 1 Faperta Unsrat ini menghadirkan tiga narasumber yakni Kezia Theresia Mandagi (mantan Putri Tomohon) dan Marsda TNI Jorry S. Koloay (Komandan Sesko AU) di sesi yang membahas Pendidikan karakter bela negara, serta Maya Rumantir (Anggota DPD RI) di sesi yang membahas Pendidikan karakter untuk pengembangan diri.
Mandagi membawakan materi Generasi muda yang berkarakter sebagai fondasi untuk keutuhan bangsa, Marsda Koloay tentang Menanam semangat bela negara dan cinta Tanah Air di kalangan generasi muda pertanian sementara Rumantir tentang Mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila bagi kaum generasi muda untuk mencapai kesuksesan yang berkelanjutan. (FA)
Meimonews.com – Permasalahan Danau Tondano yang berada di Kabupaten Minahasa terus jadi pembicaraan bukan hanya di daerah ini tapi (bahkan) secara internasional.
Bentuk kepedulian terhadap permasalahan Danau Tondano, yang sebenarnya memiliki potensi penting bagi daerah ini, membuat Unima dan Jepang melakukan kolaborasi.
Kolaborasi tersebut diawali penandatangan kerjasama antara Unima dan DEA Consultants, Inc Japan di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Pusat Unima, Kamis (27/11/2025).
Penandatangan telah dilakukan Rektor Unima Joseph Philip Kambey dan Head of Survey and Measurement Department Fukasawa Takeshi (IDEA Consultants, Inc Japan).
Kolaborasi dengan Tim IDEA Jepang ini untuk melakukan penelitian di Danau Tondano seperti mengontrol perkembangan eceng gondok dan penanggulangan bencana.
Mendampingi Takashi adalah Researcher of Survey and Measurement David Erick Angmalisang dan tim dari IDEA Consultants, Inc. Japan. Dari Unima, hadir Wakil Rektor 3 Unima Lenny Leorina Evinita (mewakili Rektor) dan perwakilan fakultas-fakultas. (FA)
Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menjadi inspektur upacara memperingati Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 di lapangan Sparta Tikala Manado, Selasa (25/11/2025.
Peringatan HGN kali ini yang mengangkat tema Guru hebat, Indonesia kuat tersebut dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Hadir dalam kegiatan ini, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado/Bunda PAUD Kota Manado Ny. Irene Angouw-Pinontoan, Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, para Asisten, jajaran Forkopimda Kota Manado, Kepala SKPD, para Camat, guru PAUD, TK, SD, dan SMP se-Kota Manado, serta undangan lainnya.
Di momen istimewa bagi para ‘Pahlawan Tanoa Jasa’ tersebut, dilaksanakan penyerahan Piagam Penghargaan dari Presiden Republik Indonesia kepada para guru yang telah mengabdikan diri selama 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun, serta penyerahan SK Pensiun bagi guru yang telah menyelesaikan masa bakti.
Dalam amanat upacara, Walikota membacakan Pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. (elka)
Meimonews.com – Umat Katolik sedunia, Minggu (23/11/2025) waktu Indonesia memperingati Hari Raya (HR) Yesus Kristus Raja Semesta Alam (akrab disingkat Kristus Raja), yang tahun ini dalam rangka Tahun Yubileum yang juga dirayakan sebagai Yubileum Paduan Suara.
Dalam kotbahnya saat memimpin misa di Lapangan Santu Petrus Vatikan, Paus Leo XIV menyampaikan lima pokok permenungan, yang diharapkan kita (paduan suara) turut perhatikan demi liturgi gereja yang bermakna, meriah dan menyelamatkan.
Pertama, Paduan Suara punya peran dalam menghadirkan “musik liturgi sebagai instrumen yang berharga,” yang melaluinya kita melaksanakan pelayanan pujian kepada Allah dan mengungkapkan sukacita kehidupan baru dalam Kristus.
Lapangan Santu Petrus Vatikan saat misa yang dipimpin Paus Leo XIV
Kedua, Bernyanyi mengingatkan kita bahwa kita adalah Gereja dalam sebuah perjalanan, “sebuah realitas sinode yang autentik,” yang mampu berbagi dengan semua panggilan untuk memuji dan bersukacita, dalam ziarah kasih dan harapan.
Ketiga, Pelayanan (melalui Paduan Suara) yang menuntut disiplin dan semangat melayani, terutama ketika kamu “harus mempersiapkan” liturgi khidmat atau beberapa acara penting bagi komunitasmu.
Paduan suara yang menyemarakan Misa Yubileum Paduan Suara Memeringati HR Kristus Raja
Keempat, Dalam pelayanan itu, hendaklah kamu semua senantiasa “mampu melibatkan umat Allah,” tanpa menyerah pada “godaan pertunjukan” yang menghalangi partisipasi aktif seluruh umat liturgi dalam nyanyian.
Kelima, Pastikanlah “kehidupan rohanimu” senantiasa hidup sesuai dengan standar pelayanan yang kamu laksanakan, sehingga dapat secara autentik mengungkapkan rahmat Liturgi. (
Meimonews.com – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Manado Donald Sambuaga mengikuti Pelatihan SDMT (Senior Disaster Management Training) yang diselenggarakan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB RI.
Pelatihan 21 hari (10-20/11/2025) yang diikuti Kalak BPBD seluruh Indonesia ini diadakan di Pusdiklat Penanggulangan Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI.
Ada 27 materi tentang manajemen penanggulangan bencana beserta praktek termasuk TTX (Table Top Exercise) yakni latihan simulasi yang dilakukan dalam ruangan (seperti di atas meja) menggunakan peta, skenario, dan studi kasus untuk melatih proses pengambilan keputusan; serta gladi posko diterima dan dilakukan peserta pelatihan.
Pelatihan ini memfokuskan tiga fase utama penanggulangan bencana yakni Pra-bencana (mitigasi, perencanaan, analisis risiko, edukasi publik); Saat bencana (sistem komando tanggap darurat, koordinasi lintas sektor, manajemen logistik dan evakuasi); dan Pasca bencana (pemulihan cepat, rehabilitasi dan rekonstruksi yang adil dan merata).
Dari pelatihan tersebut, ada beberapa hal penting yang didapat dan akan ditindaklanjuti untuk kepentingan Kota Manado:
Pertama, Penguatan perencanaan sebelum bencana terdiri dari Penyusunan dokumen kebencanaan mulai dari KRB, rencana penanggulangan bencana, rencana kedaruratan penanggulangan bencana, rencana kontinjensi dan rencana operasi yang semua berbasis risiko banjir, longsor, dan gempa; dan Keterlibatan penuh OPD, dunia usaha, akademisi, komunitas dan media.
Kalak BPBD Kota Manado Donald Ssmbuaga
Kedua, Sistem komando saat tanggap darurat yang terdiri dari SOP yang memastikan Pos Komando memiliki kewenangan penuh, jalur komando jelas, dan pembagian tugas terukur, dan Penguatan jalur komunikasi dan manajemen logistik untuk memastikan bantuan tepat waktu dan tepat sasaran.
Ketiga, Peningkatan kesiapsiagaan masyarakat yang terdiri dari Program edukasi berkelanjutan di sekolah, kelurahan, dan komunitas; dan Pembentukan dan pelatihan relawan lokal sebagai first responder.
Keempat, Penguatan pusat data dan early warning system yang meliputi Integrasi sistem informasi kebencanaan untuk mempercepat pengambilan keputusan berbasis data dan peringatan dini.
Kelima, Pemulihan pasca-bencana yang cepat yang terdiri dari Perencanaan pemulihan disiapkan sejak masa tanggap darurat; dan Pelaksanaannya dipastikan adil, transparan, dan akuntabel.
Menariknya, Donald Sambuaga mengharunkan institusi Pemerintah Kota Manado karena ditetapkan sebagai terbaik 1 kelas B dengan nilai memuaskan.
Penyerahan piagam penghargaan tersebut dilakukan Sestama (Sekretaris Utama) BNPB RI Rustian pada acara penutupan, Jumat (20/11/2025).
Kepada Meimonews,com, Minggu (23/11/2025), Sambuaga mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa mengikuti kegiatan tersebut dengan baik dan mendapat apresiasi sebagai peserta terbaik 1 di kelas dengan nilai memuaskan.
Untuk tindaklanjut hasil pelatihan, sambungnya, ia akan melaporkan dan meminta petunjuk kepada Sekot Manado selaku Kepala BPBD Manado dan Walikota Manado. (elka)