Meimonews.com – Pangakalan TNI Angkatan Udara Sam Ratulangi (Lanudsri) Manado terus menggelar Serbuan Vaksinasi dalam upaya pencegahan Covid-19.

Kali ini, Senin (12/7/2021), kegiatan yang dilaksanakan di halaman parkir Rumah Sakit TNI AU Samrat Manado, sasaran vaksinasi adalah anak-anak yang berusia 12-17 tahun. Kendati demikian, orang dewasa yang datang untuk divaksinasi tetap dilayani.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Lanud Sam Ratulangi Mayor Kes dr. Ahmad Fauzi menjelaskan, pelaksanaan kegiatan vaksinasi ini mengutamakan protokol kesehatan.

Dinas Kesehatan Provinsi, ungkapnya seperti dikutip Kepala Penerangan Lanudsri Mayor Sus Michiko kepada Meimonews.com, Senin (12/7/2021), telah menunjuk Rumah Sakit Angkatan Udara Sam Ratulangi untuk melaksanakan vaksinasi bersama dengan fasilitas kesehatan lainnya.

“Mulai hari ini, vaksinasi dilaksanakan bagi anak-anak usia dua belas tahun sampai tujuh belas tahun, dan juga bagi orang dewasa. Pelaksanaannya mengutamakan prokes,” ujar Fauzi.

Ditambahkan, masyarakat harus sudah mendaftar secara online pada https://www.vaksinhebat.idsolution.co.id/. Dan, anak-anak harus menunjukkan NIK pada Kartu Keluarga.

Vaksin yang disediakan adalah vaksin dari Biofarma atau Zinovac untuk anak-Anak sedang untuk yang dewasa vaksin Astra Zeneca. Hari ini kuota yang diberikan sejumlah seratus vaksin.

“Kegiatan ini akan terus berlanjut sesuai dengan kebijakan Pemerintah. Rumah Sakit TNI AU Sam Ratulangi akan terus mendukung program pemerintah dengan sepenuhnya,” sebut Fauzi.

Komandan Lanud Sam Ratulangi Manado Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo, SH, secara terpisah, mengingatkan kepada seluruh Perwira Lanud Sam Ratulangi dalam pesan tertulisnya bahwa pelaksanaan vaksinasi harus sesuai protokol kesehatan.

“Pelaksanaannya tolong sesuai prokes ya, walaupun dilaksanakan di Rumah Sakit dengan space (ruang) terbatas. Sediakan kursi-kursi saat menunggu giliran, berjarak, flow mengalir teratur dan baik, serta first come first serve,” tulis Utomo.

Dalam pelaksanaan vaksinasi ini, Satuan POMAU Lanud Sam Ratulangi senantiasa siap bagi pengamanan terbuka serta melaporkan situasi pengamanan lalulintas kegiatan vaksinasi di RS TNI AU, serta mendukung ketertiban pemberian vaksin bagi masyarakat sekitar Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi, Mapanget, Manado. (lk)

Meimonews.com – Gerai Vaksinasi Presisi Polresta Manado yang mulai digelar sejak 30 Juni untuk jangka waktu yang belum dipastikan berakhirnya mendapat apresiasi dari warga Kota Manado.

Sejumlah warga yang ditemui usai vaksinasi menilai apa yang dilakukan Polresta Manado di bawah kepemimpinan Kombes Pol. Elvisnus Laoly sangat baik dan patut dihargai/diapresiasi karena membantu warga dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Sebagai warga Manado saya berterima kasih dan mengapresiasi kegiatan vaksinasi gratis yang dilakukan Polresta Manado ini,” ujar Priskia Sadu kepada Meimonews.com saat ditemui usai vaksinasi, Senin (12/7/2021).

Warga Kombos Timur ini sangat senang karena sudah divaksinasi, yang disediakan Polresta Manado. Apalagi vaksinasi ini dalam upaya pencegahan Covid-19, yang belum diketahui kapan berakhirnya.

Senada disampaikan Fictorio Louis Morgan Fatamorgana ketika ditemui terpisah di lokasi kegiatan, usai divaksin. “Terima kasih Polresta Manado. Vaksinasi gratis ini saya apresiasi, saya harga karena membantu warga dalam upaya pencegahan Covid-19,” ujar warga kelahiran Bogor ini.

Ketika datanya, tahu dari mana Polresta Manado mengadakan vaksin, Priskia mengungkapkan bahwa dia mengetahuinya lewat medsos. “Lewat online,” ujarnya.

Pantauan Meimonews.com di Gerai Vaksinasi Presisi Polresta Manado beberapa hari terakhir ini, terlihat cukup banyak warga yang datang untuk mendapatkan vaksinasi gratis.

Walau demikian, protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 tetap terjaga. Pimpinan Polresta Manado (Kapolresta Elvisnus Laoly dan Wakapolresta Faisol Wahyudi) terus memantau dari hari ke hari tentang pelaksanaan vaksinasi agar berjalam dengan lancar dan baik serta sesuai prokes yang ada.

Pimpinan Polresta ini dan petugas terus-meneruskan mengingatkan warga yang ada di lokasi untuk tidak mengabaikan aturan atau prokes yang sudah ditetapkan. Dan, warga pun disiplin menerapkannya.

Kegiatan vaksinasi yang digelar Polresta Manado, jelas Humas Polresta Manado Iptu Yusak Parinding ketika ditemui terpisah di lokasi vaksinasi, Senin (12/7/2021), adalah perwujudan dari Perintah Pimpinan Polda Sulut dan Polri sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo tentang sejuta vaksinasi setiap hari.

“Polresta Manado setiap hari melayani warga untuk divaksin sebanyak seratus lebih sampe dua ratusan. Senin (12/7/2021) sebanyak 136 warga yang berhasil divaksin sehingga total dari 30 Juni hingga 12 Juli sudah mencapai 1.739 orang,” ujarnya. (lk)

(Oleh : Dr. Paulus Januar, drg, MS)

Meimonews.com – Peran tenaga kesehatan (nakes) dalam mengatasi keraguan terhadap vaksinasi Covid-19 sangat dibutuhkan. Masih terdapat cukup banyak masyarakat yang tidak menghendaki divaksin Covid-19.Meimonews.com

Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu cara pengendalian pandemi melalui  kekebalan komunitas atau herdiimmunity.

Survei oleh Kementerian Kesehatan RI bersama dengan UNICEF dan WHO di 34 provinsi di Indonesia pada September 2020 menunjukkan bahwa sekitar 64,8 responden setuju menjalani vaksinasi Covid-19, 27,6 persen ragu-ragu, bahkan 7,6 persen menolak.

Survei SMRC (Saiful Mujani Research and Consulting) pada Desember 2020 menunjukkan hanya 37 persen warga yang bersedia menjalani vaksinasi Covid-19, sedangkan 17 persen tidak akan mengikuti, dan 40 persen masih pikir-pikir.

Hasil ini merupakan penurunan dari survei SMRC sebelumnya dimana yang bersedia sebesar 54 persen. Kemudian, survei IPI (Indikator Politik Indonesia) pada Februari 2021 menunjukkan masyarakat yang bersedia di vaksin hanya 55 persen.

Vaccine hesitancy
Keraguan terhadap vaksinasi, yang dalam literatur disebut vaccine hesitancy, menurut SAGE (Strategic Advisory Group of Expert on immunization) dari WHO didefinisikan sebagai penundaan penerimaan ataupun penolakan terhadap vaksinasi, meski tersedia pelayanan untuk vaksinasi.

Menurut WHO, keraguan terhadap vaksinasi merupakan salah satu dari 10 ancaman kesehatan global.

Faktor utama timbulnya keraguan terhadap vaksinasi Covid-19 adalah marak beredarnya informasi yang tidak benar hingga menimbulkan ketidakpercayaan. Penelitian oleh Nuzhath et al menyimpulkan bahwa terdapat 7 tema informasi negatif yang menimbulkan keraguan terhadap vaksinasi Covid-19.

Pertama, meragukan keamanan dan efektivitas vaksin. Kedua, menerima informasi yang tidak benar mengenai vaksin. Ketiga, menganggap terdapat teori konspirasi, seperti wabah dan vaksin merupakan tipu muslihat dari industri farmasi. Keempat, memiliki ketidakpercayaan terhadap para ilmuwan dan pemerintah.

Kelima, merasa enggan untuk mendapatkan vaksinasi. Keenam, meyakini bahwa kewajiban vaksinasi merupakan pelanggaran terhadap kebebasan individu. Ketujuh, memiliki alasan keyakinan/religi.

Media sosial, seperti facebook, twitter, youtube, whats up, dan website,  paling sering menjadi sarana beredar informasi yang tidak benar.

Meningkatnya arus informasi mengenai kesehatan terutama melalui internet dan media sosial sebenarnya bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, tetapi dapat pula berakibat buruk bila yang beredar adalah informasi yang tidak benar.

Apalagi Covid-19 sebagai penyakit yang tiba-tiba muncul dan banyak hal yang tidak diketahui, sehingga mudah memunculkan dugaan spekulatif.
Covid-19 bukan hanya pandemi, tetapi juga menimbulkan infodemi atau lubernya informasi secara cepat dan meluas. Di era infodemi Covid-19, yang beredar dapat merupakan informasi yang faktual, tapi sayangnya banyak juga yang tidak benar.

Berdasarkan kenyataan ini, terutama dari kalangan profesi kesehatan dan otoritas kesehatan, perlu senantiasa memantau dan menangkal bila terdapat informasi yang tidak benar.

Peran Nakes
Berdasarkan berbagai survei mengenai Covid-19, termasuk yang dilakukan di Indonesia, ternyata tenaga kesehatan (nakes) dan medis merupakan sumber informasi yang paling diandalkan masyarakat.

Masyarakat memandang tenaga kesehatan terutama tenaga medis merupakan pihak yang paling dapat dipercaya dan paling memahami mengenai vaksinasi.

Tenaga kesehatan dapat berperan penting dalam mengatasi keraguan masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19 agar terbentuk herd immunity, yaitu dalam bentuk mengkomunikasikan informasi yang tepat, menumbuhkan motivasi dan perilaku, memberikan keteladanan, dan melakukan kolaborasi  dengan dokter sejawat atau dengan pihak lain.

Mengkomunikasikan Informasi
Penyampaian informasi yang benar dan jelas dibutuhkan untuk menepis keraguan maupun misinformasi.
Tenaga kesehatan seharusnya dapat menyampaikan informasi mengenai keamanan, efektivitas, proses pembuatan, serta cara pemberian vaksin Covid-19.

Termasuk akibat sampingan dan persiapan untuk mengatasinya, serta perlu juga disampaikan mengenai vaksinasi yang harus dilakukan secara luas untuk tercapainya kekebalan komunitas.

Agar menumbuhkan kepercayaan masyarakat, informasi perlu disampaikan secara transparan, akuntabel, konsisten, dan sesuai dengan konteks sosial masyarakat.

Informasi dapat dikomunikasikan dengan cara yang konvensional, seperti pada waktu konsultasi pasien atau melalui penyuluhan kesehatan.

Namun, saat ini berkembang pula metode yang sangat efektif untuk diseminasi informasi melalui media sosial.

Mengenai Covid-19 selama ini masyarakat telah dibanjiri informasi dari berbagai sumber serta seringkali satu sama lain saling bertentangan.

Tenaga kesehatan sebagai yang dipercaya masyarakat berperan penting untuk menyampaikan informasi yang benar, komprehensif, serta bermanfaat.

Selain itu Informasi mengenai Covid-19 sangat dinamis dan selalu berkembang, sehingga tenaga kesehatan perlu senantiasa memutakhirkan diri.

Menumbuhkan Motivasi dan Perilaku
Seringkali, hanya dengan mengetahui informasi saja tidak cukup untuk membuat seseorang melakukan sesuatu.

Kesalahan yang sering terjadi adalah bila seseorang sudah mengetahui maka dianggap sudah pasti akan mengerjakannya, tetapi sebenarnya masih dibutuhkan seperangkat modalitas untuk mewujudkan perilaku dari pengetahuan.

WHO mengembangkan kerangka teori model BeSD (Behavioral and Social Drivers of vaccination) untuk mengatasi keraguan terhadap vaksinasi, serta meningkatkan pelaksanaan vaksinasi.
Menurut Model BeSD tersebut, motivasi merupakan inti dari perilaku menjalani vaksinasi.

Motivasi merupakan sikap bersedia dan ingin menjalani vaksinasi. Motivasi terbentuk dari apa yang dipikirkan dan dirasakan seseorang, juga dari proses sosial yang terdapat di lingkungan seseorang. Terutama menyangkut pertimbangan manfaat dan risiko vaksinasi, serta kepercayaan pada tenaga kesehatan yang melakukan vaksinasi.

Dengan demikian, untuk menumbuhkan motivasi perlu dikembangkan pola pikir dan lingkungan sosial yang sesuai.

Setelah adanya motivasi, baru akan terwujud perilaku menjalani vaksinasi bila vaksin tersedia dan dapat dijangkau.
Selain itu, juga dibutuhkan tersedianya pelayanan vaksinasi yang bermutu, aman, dan efektif.

Memberikan keteladanan
Mengingat tenaga kesehatan dipercaya oleh masyarakat, maka keteladannya akan menjadi penting dalam mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Selain itu, diperlukan pula keteladanan menjalani vaksinasi dari pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, pemimpin agama, serta para pesohor.

Masyarakat lazimnya akan mengikuti perilaku dari tokoh yang dipandangnya memberikan makna bagi dirinya. Keteladanan terutama dalam bentuk menjalani vaksinasi.

Lebih jauh lagi dapat pula dalam bentuk menceritakan alasan menjalani vaksinasi, pengalaman menjalani vaksinasi serta apa yang terjadi setelahnya.

Melakukan kolaborasi

Tenaga kesehatan dalam mendukung vaksinasi Covid-19 dapat secara individual, tetapi yang lebih baik bila dijalankan bersama dalam suatu kolaborasi.

Kolaborasi dapat dilakukan dengan para sejawat dalam kegiatan organisasi profesi.

Secara meluas kolaborasi dapat juga dilakukan dengan otoritas kesehatan, media massa, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dan kalangan usaha.

Kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat akan sangat menguntungkan. Selain akan memperluas jangkauan, juga mereka dapat menyampaikan pesan sesuai dengan konteks sosial yang dikuasainya.

Kerjasama luas yang mengikutsertakan para tokoh masyarakat akan semakin menambah kepercayaan masyarakat terhadap program vaksinasi Covid-19.

Meski mungkin tidak terlalu mudah dalam pelaksanaanya, tetapi kolaborasi diharapkan dapat mendukung vaksinasi Covid-19 terlaksana secara serasi, selaras, dan saling menunjang.

Kesimpulan
Vaksinasi massal merupakan suatu cara yang efektif untuk mengakhiri pandemi Covid-19, tetapi di tengah masyarakat masih terdapat keraguan terhadap vaksinasi Covid-19 tersebut.

Keraguan tersebut terutama karena ketidakpercayaan yang ditimbulkan dari informasi yang tidak benar.

Tenaga kesehatan terutama tenaga medis paling diandalkan masyarakat dalam rangka menyampaikan informasi dan pemahaman mengenai vaksinasi Covid-19.

Tenaga kesehatan mengemban peranan penting dalam mengatasi keraguan terhadap vaksinasi Covid-19 dalam bentuk mengkomunikasikan informasi, menumbuhkan motivasi dan perilaku, keteladanan.

Selain itu menyelenggarakan program kegiatan dalam kolaborasi dengan kalangan profesi kesehatan maupun juga bersama-sama dengan masyarakat luas. (Penulis adalah Pakar Kesehatan Masyarakat dan Purna Dosen Kesehatan Masyarakat FKG Universitas Moestopo)

Meimonews.com – Indonesia kembali mendapatkan tambahan vaksin Covid-19 sebanyak 14 juta dosis bulk vaksin Sinovac yang tiba pada Rabu (30/6/2021) dan 998.400 dosis vaksin AstraZeneca bantuan dari Pemerintah Jepang pada Kamis (1/7/2021).

Dengan tambahan vaksin ini maka ketersediaan vaksin COVID-19 produksi AstraZeneca bertambah jadi 9.226.800 dosis, vaksin jadi Sinovac 3 juta dosis, olahan bulk Biofarma 85 juta dosis, vaksin Sinopharm 2 juta dosis.

“Total vaksin dari semua merek yang telah diterima Indonesia sebanyak 99.226.800 dosis,” demikian rilis Kementerian Kesehatan RI, Kamis (8/7/2021).

Dalam waktu dekat, Indonesia akan kembali kedatangan vaksin Covid-19 dari COVAX-GAVI, AstraZeneca, dan Pfizer. Dengan tambahan vaksin yang semakin banyak, Menkes mendorong agar pelaksanaan vaksinasi bisa semakin dipercepat dan diperluas.

Masyarakat kembali diimbau bahwa vaksinasi tidak menjamin seseorang kebal 100 persen terhadap paparan Covid-19. Vaksinasi merupakan ikhtiar untuk mengurangi tingkat kesakitan dan mencegah kematian, untuk itu kewaspadaan tetap harus kita lakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Jangan segan mengingatkan orang sekitar untuk segera vaksinasi Covid-19 dan disiplin menjalankan protokol kesehatan..Karena melindungi sesama adalah kewajiban kita semua,” imbau Kemenkes. (lk)

Meimonews.com – Sampai dengan Jumat (9/7/2021) sudah 1.470 warga Kota Manado memdapat vaksinasii massal secara gratis yang diadakan Polresta Manado dengan tetap memperhatikan prokes (protokol kesehatan) pencegahan Covid-19.

Vaksinasi yang digelar bekerjasama dengan RS Bhayangkara Manado dengan nama Gerai Vaksin Presisi Polresta Manado ini dimulai sejak 30 Juni 2021, sehari sebelum Hari Bhayangkara ke-75 (1 Juli).

“Vaksinasi ini merupakan tindak lanjut dari program sejuta vaksin perhari Presiden Joko Widodo,”.ujar Kapolres Manado Kombes Pol. Elvisnus Laoly, SIK, MH, seperti dikutip Humas Polres Manado Iptu Yusak Parinding kepada Meimonews.com di Polresta Manado, Jumat (9/7/2021).

Kapolresta memberikan kesempatan kepada warga yang belum divaksin untuk mendatangi Gerai Vaksin Presisi Polresta Manado agar bisa mendapat vaksin secara gratis.

Kapolres dan Wakapolresta AKBP Faisol Wahyudi, SIIK terus memantau pelaksanaan kegiatan vaksinasi dari hari ke hari. Bahkan, tak jarang, seperti terlihat Jumat (9/7/2021), Wakapolres mengingatkan warga yang ada di lokasi vaksin untuk memperhatikan prokes Covid-19.

Demikianpun, ada petugas yang tak henti-hentinya mengatur agar warga tetap mengikuti antrian secara tertib dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

Sasaran vaksinasi adalah masyarakat umum, lansia, BUMN, pelajar dan pegawai pemerintah.

Khusus untuk Kamis (8/7/2021), ada 122 orang yang divaksin. (lk)

Meimonews.com – Setelah dua tahun sejak 2020 World Bridge Federation (WBF) telah membatalkan semua Kejuaraan Dunia Bridge akibat pandemi covid-19, akhirnya memutuskan untuk memulai Kembali pada 27 Maret – 9 April 2022.

Kejuaraan Dunia pertama digelar setelah berhenti dua tahun adalah 45th World 2021 Bridge Team Championship yang mempertandingkan Bermuda Bowl, Venice Cup, d’Orsi Senior Trophy, Wuhan Cup dan World National Teams Trophy
Event ini akan digelar di Palazzo Dei Congressi Salsomaggiore Terme, Italia

“Meniru Euro 2020 dan Olympiade Tokyo 2020, walaupun event ini diselenggarakan tahun 2022 tetap mencantumkan tahun seharusnya diselenggarakan yaitu 2021. Akibatnya, pada tahun 2022, WBF akan menyelenggarakan dua Kejuaraan Dunia,” ujar Humas PB Gabsi Bert Toar Polii kepada Meimonews.com, Kamis (8/7/2021).

Satu lagi, sambung Berce (sapaan.akrabnya), adalah 2022 World Bridge Series (Rosenblum Cup, McConnell Cup, Rand Cup, Mixed Teams, Open/Women/Senior/Mixed Pairs) yang akan diselenggarakan di Wroclaw, Polandia pada tanggal 19 Agustus – 3 September 2022.

Perubahan tanggal penyelenggaraan ini, menurutnya, membuat tidak tabrakan dengan Asian Games 2022 di Hangzhou yang berlangsung 10-25 September 2022.

Dikemukakan, event 45th World 2021 Bridge Team Championship, pesertanya terbatas hanya diikuti juara-juara zone yang kuotanya telah ditetapkan yakni zone 1 Eropa (8 tim), zone 2 Amerika Utara (3 tim), zone 3 Amerika Selatan (2 tim), zone 4 Asia dan Timur Tengah (2 tim), zone 5 Sentral Amerika dan Karibia (1 tim), zone 6 Asia Pasifik (3 tim), zone 7 Pasifik Selatan (2 tim) dan zone 8 Afrika (2 tim).

Indonesia sendiri masuk zone VI yang direncanakan akan mengadakan seleksi online pada November untuk menentukan 3 tim open yakni 3 tim ladies, 3 tim senior dan 3 tim mixed yang akan mewakili zone VI di event ini.
Indonesia sedang mempersiapkan 4 tim untuk mengikuti seleksi online zone VI. Even terakhir tahun 2019 di Wuhan, China, Indonesia mengirimkan Open, Senior dan Mixed Team.

“Mengingat pandemi covid-19, mungkin saja ada zone yang tidak bisa mengirim wakilnya. Sebagai pengganti pertama diambil dari zone 1 kemudian zone vi dan kalua masih ada lagi Kembali diberikan kepada zone 1,” kata Berce.

Biasanya pada event dua tahunan ini, WBF menggelar World Open Transnational Teams yang terbuka untuk umum. Namun mengingat situasi pandemi covid-19 belum jelas maka diputuskan event tersebut diganti World National Teams Trophy.

Pesertanya hanya terbatas pada tim yang tidak lolos ke babak 8 besar dari semua kategori dan nantinya juga tim yang tidak lolos ke semi final.

Peserta World National Teams Trophy adalah gabungan dari peserta 4 kategori yang tidak lolos ke babak 8 besar. Karena peserta yang ikut setiap kategori ada 24 tim maka peserta World National Teams Trophy diperkirakan maksimum 54 tim di awal. (lk)

Meimonews.com – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan road show ke sejumlah daerah untuk memantau langsung sejumlah kegiatan terkait PPKM Darurat.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menjelaskan, Panglima TNI dan Kapolri mengunjungi sejumlah daerah di Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Kegiatan dilakukan hari ini sampai besok. Tujuannya meninjau langsung kegiatan vaksinasi massal, posko PPKM termasuk penyekatan jalan,” ujar Argo kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/7/2021).

Disebutkan, di Bandung, Jawa Barat Panglima dan Kapolri akan meninjau vaksinasi di GOR Arcamanik dilanjutkan ke Posko PPKM Taman Sari.

Kemudian di Yogyakarta, keduanya meninjau vaksinasi di GSA Lanud Adi Sutjipto diteruskan ke Pos Penyekatan di Prambanan.

“Di Jawa Timur selain meninjau vaksinasi dan pos penyekatan, Panglima dan Kapolri juga melakukan kegiatan internal,” ujar Argo. (lk)

Meimonews.com – Serbuan Vaksinasi yang gencar dilakukan Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi (Lanudsri) Manado berakhir Rabu (7/7/2021). Namun, warga merangsek masuk ke area terlarang tepatnya di jalan akses masuk ke Shelter Base Ops Lanud Sam Ratulangi, Manado, Kamis (8/7/2021).

Masyarakat bersahut-sahutan mendesak untuk masuk ke lingkungan militer Shelter Base Ops Lanud Sam Ratulangi yang baru selesai dibangun. Banyak di antara warga yang mengayun-ayunkan spanduk protes dengan suara keras penuh amarah.

“Dari tanah kembali kepada tanah. Jadi jangan permainkan tanah!,” ujar salah seorang warga yang tidak puas dengan pembebasan lahan mereka yang merupakan tanah garapan, seperti dikutip Penerangan Lanudsri Manado, Kamis (8/7/2021).

Peristiwa ini merupakan bagian dari skenario pendudukan area bandara oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Akan menghambat operasi penerbangan militer maupun sipil serta dapat mengakibatkan kerugian jiwa dan harta benda yang tidak sedikit.

Komandan Lanud Sam Ratulangi Manado Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo menjelaskan, latihan Pasukan Huru Hara (PHH) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota Lanud Sam Ratulangi dalam menjaga aset negara yang dipercayakan kepada TNI AU dalam hal ini Shelter Base Ops Lanud Sam Ratulangi.

“Kegiatan hari ini adalah untuk meyakinkan bahwa Lanud tetap secure dari kegiatan-kegiatan yang dapat merugikan. Hal ini juga harus tetap dilatihkan agar personil kita tetap siap menjaga pangkalan TNI Angkatan Udara,” ujarnya.

Lulusan AAU 1995 ini mengungkapkan, setelahnya berhasil melaksanakan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) berupa Serbuan Vaksinasi berdasarkan Telegram dari Panglima TNI Nomor TR/578/2021 maka, mengasah kemampuan prajurit dalam pengamanan Pangkalan TNI Angkatan Udara tetap dilakukan secara rutin. (lk)

Meimonews.com – Kabar baik datang dari dunia penerbangan di saat pandemi Covid-19, bahwa masyarakat Sulawesi Utara memperoleh vaksinasi gratis apabila terdesak untuk melakukan perjalanan penting dan belum divaksin.

Program vaksinasi gratis di Bandara Internasional Sam Ratulangi dinisiasi oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Manado (KKP) dan difasilitasi oleh Angkasa Pura Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi serta dijamin pengamanannya oleh ‘Tentara Langit’ Lanud Sam Ratulangi.

Vaksinasi gratis ini digelar di Lantai I Lobby Keberangkatan Gedung Bandara Internasional Sam Ratulangi Mapanget, Manado, Selasa (6/7/2021).

Menurut dr. Priska Y.M.C Tolala, M.Kes selaku penanggungjawab kegiatan vaksinasi bahwa vaksin ini hanya bagi pelaku perjalanan yang mendesak untuk terbang dan belum mendapatkan vaksin tahap pertama.

“Saat ini, tersedia layanan vaksinasi di lantai satu lobby keberangkatan Bandara Sam Ratulangi Manado. Vaksinasi ini hanya bisa dilakukan oleh calon penumpang untuk vaksinasi tahap pertama dan bukan peserta vaksinasi gotong royong,” jelas Priska seperti dikutip Penerangan Lanidsri Manado, Selasa (6/7/2021).

Ditambahkan, program vaksinasi ini khusus untuk calon penumpang pesawat udara yang akan berangkat dari Bandara Sam Ratulangi Manado dengan menunjukkan KTP asli dan tiket atau e-ticket penerbangansesuai dengan jadwal penerbangan.

“Vaksinasi ini direkomendasikan dilakukan di bandara satu hari sebelum jadwal keberangkatan atau maksimal empat jam sebelum keberangkatan. Jangan lupa tunjukkan hasil negatif Test Swab PCR/Antigen yang masih berlaku untuk menjadi persyaratan perjalanan ” ujar Priska.

Hal senada dikatakan Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo, S.H., bahwa perkembangan kasus Covid-19 dalam dua minggu terakhir di Provinsi Sulawesi Utara, telah menggerakkan berbagai pihak secara kolaborasi meningkatkan kewaspadaan serta melakukan tindakan pencegahan penularan.

Danlanudsri Manado ini menegaskan kembali pentingnya penerapan protokol kesehatan saat Serbuan Vaksinasi lagi digalakkan Pemerintah RI.

Program Vaksinasi Covid-19 ini bagi usia di atas 12 tahun, bagi ibu hamil usia kehamilan lebih dari 14 minggu. Tidak memiliki riwayat penyakit yang menjadi kontra indikasi untuk vaksin. Vaksin yang diberikan untuk dosis pertama. Program ini dikhususkan bagi warga negara Indonesia.

Masyarakat wajib mengikuti proses vaksinasi sesuai prosedur dan melaksanakan protokol kesehatan. Rencananya program vaksin gratis ini digelar dari 6 Juli 2021 sampai dengan waktu yang belum ditentukan. (lk)

Meimonews.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Manado menggelar sosialisasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil di Hotel Grand Puri, Selasa (6/7/2021).

Dalam sambutannya ketika membuka acara, Walikota Manado Andrei Angouw
mengingatkan tentang pentingnya penguasaan data-data, termasuk di dalamnya data penduduk supaya dapat meningkatkan kualitas layanan Administrasi Kependudukan (Adminduk).

“Data adalah bagian penting dalam menganalisis segala hal. Data salah, hasil analisisnya pasti salah. Makanya soal pendataan harus diseriusi,” ujar walikota.

Disebutkan, pengelolaan data yang baik penting untuk merancang program-program pembangunan yang berguna untuk masyarakat.

Walikota berharap agar pungutan liar (pungli) yang kerap terjadi bisa dihindari di dalam melaksanakan tupoksi di Disdukcapil agar tidak menyulitkan masyarakat. “Kalau hal yang mudah dan sederhana jangan dipersulit bagi masyarakat yang kurang mampu,” tegasnya.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini terus mendorong agar semua pihak dapat sama-sama mendukung pelaksanaan vaksinasi. “Ini harus disosialisasikan secara meluas kepada masyarakat,” ujarnya.

Hadir.pada kegiatan tersebut para pejabat eselon termasuk Kadis Dukcapil JD Ohlers, serta Camat dan Lurah se-kota Manado. (lk)