Meimonews.com – Pemerintah RI telah menyediakan tes antigen secara gratis melalui Puskesmas agar pengambilan spesimen tes usap (swab test) dan pemeriksaan dapat dilakukan dalam kondisi yang aman dari risiko dan hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih.

“Karena jika tes usap antigen (swab test antigen) dilakukan sendiri, hasilnya tidak akan akurat, karena orang yang tidak terlatih tidak memahami struktur anatomi hidung,” demikian rilis Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Jumat (23/7/2021).

Ditambahkan, risiko seperti ujung usap (swab) patah atau tertelan, dan terjadi pendarahan atau tersumbatnya jalan napas juga dapat terjadi.

“Jadi, sebaiknya jangan ambil risiko, Sobat Sehat. Ayo ke Puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk dites,” tulis salah satu direktorat Kemenkes RI tersebut. (lk)

Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Utara menggelar dua kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) di tempat yang sama di dua hari berbeda dengan peserta yang berbeda tapi tetap mengikuti protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

Rakor pertama (Kamis, 22 Juli 2021) adalah Rakor Pengembangan dan Pembinaan Kabupaten/Kota Tanggap Narkoba yang diikuti peserta utusan beberapa OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Sulut dan beberapa kabupaten/kota di Sulut.

Narasumber kegiatan adalah Ketua Komunitas Tolak Narkoba (KTN) Lexie Kalesaran dan Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jhonny Suak. Moderatornya Ketua PPAN Sulut Jefry Tulangow.

Rakor kedua (Jumat, 23 Juli 2021) adalah Rakor Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba yang diikuti peserta Kepala-Kepala atau perwakilan SMA/SMK beberapa Kabupaten/Kota di Sulut.

Narasumber kegiatan adalah Ketua KTN Lexie Kalesaran dan Kadis Diknas Sulut dr. Grace Punuh, M.Kes. Modetatornya Ketua PPAN Sulut Jeffry Tulangow.

Dalam sambutannya pada pembukaan kedua kegiatan tersebut, Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Victor Jefry Lasut mengungkapkqn, perhatian pemerintah terhadap masalah narkotika dewasa ini menunjukkan kinerja untuk tanggal datura narkoba nasional.

“Terbukti pemerintah telah menerbitkan Inpres No..2 tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN tahun 2020-2024,” ujarnya di dampingi Kabid P2M Sam G. Reppy dan Kasi Dayamas Terry Tikoalu.

Inpres ini, sebut mantan Dirreskrimum Polda Sulut ini, adalah tindak lanjut dari Inpres No..6 tahun 2018 sebagai perangkat hukum dalam menyatukan dan menggerakkan komponen bangsa untuk melakukan upaya nyata P4GN.

Lasut berharap, dalam upaya P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), dapat dimulai dengan mengoptimalkan pemggiat dan Relawan Anti narkoba yang telah ada di semua lingkungan. (af)

Meimonews.com – Penyiapan tempat-tempat isolasi terpusat untuk pasien Covid-19 bergejala ringan maupun tanpa gejala merupakan salah satu hal penting yang perlu dilakukan di daerah, terutama di wilayah padat penduduk.

Tanpa adanya tempat isolasi terpusat, kecepatan penularan Covid-19 di wilayah padat penduduk tersebut diyakini bisa terjadi semakin cepat dan masif.

Hal tersebut menjadi salah satu poin arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada kepala daerah se-Indonesia yang dilakukan melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (19/7/2021).

“Penyiapan rumah isolasi terutama untuk yang bergejala ringan. Kalau bisa, ini sampai di tingkat kelurahan atau desa, ini akan lebih baik. Kalau tidak, paling tidak, ada isolasi terpusat di tingkat kecamatan terutama ini untuk kawasan-kawasan yang padat, utamanya di kota-kota, ini harus ada,” ujar Jokowi seperti dikutip Humas Setkab, Senin (19/7/2021).

Karena cek lapangan yang dilakukan untuk kawasan-kawasan padat, rumah berukuran 3×3 meter dihuni oleh empat orang. “Saya kira ini kecepatan penularan akan sangat masif, kalau itu tidak disiapkan isolasi terpusat di kelurahan itu atau paling tidak di kecamatan,” hat Jokowi.

Selain itu, Presiden juga meminta kepala daerah untuk merencanakan dan menyiapkan rumah sakit daerah, termasuk rumah sakit cadangan dan rumah sakit darurat. Hal tersebut perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan sehingga kapasitas rumah sakit penuh.

“Paling tidak, kita memiliki, di dalam perencanaan itu, bagaimana kalau rumah sakit itu penuh. Jangan (umah sakit) sudah penuh baru menyiapkan. Akan terlambat,” sebut mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Presiden juga meminta agar para kepala daerah rajin turun ke lapangan untuk mengontrol langsung kondisi di lapangan, terutama menyangkut ketersediaan obat hingga kecukupan pasokan oksigen.

Selain itu, para kepala daerah juga diminta untuk terus memantau kapasitas rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) di setiap rumah sakit sehingga bisa dioptimalkan untuk penanganan pasien Covid-19.

Presiden meihat beberapa daerah, rumah sakit masih memasang angka 20 atau 30 persen dari kemampuan bed yang ada. Ini bisa dinaikkan. Bisa 40 (persen) atau seperti di DKI Jakarta sampai ke 50 (persen) yang didedikasikan kepada (pasien) Covid-19.

“Ini kepala daerah harus tahu, jadi kapasitas berapa dan harus diberikan kepada (pasien) Covid-19 berapa. Kalau ndak, nanti kelihatan rumah sakitnya BOR-nya sudah tinggi banget padahal yang dipakai baru 20 persen. Banyak yang seperti itu,” paparnya.

Presiden juga menyoroti soal percepatan belanja daerah dan percepatan bantuan sosial, terutama yang berkaitan dengan bantuan UMKM, dana bantuan sosial, dan Dana Desa.

Berdasarkan data yang diterima Presiden, anggaran UMKM untuk seluruh daerah ada Rp13,3 triliun, sementara yang tersalurkan baru Rp 2,3 triliun.

“Padahal kita sekarang ini butuh sekali. Rakyat butuh sekali. Rakyat menunggu. Sehingga saya minta ini agar segera dikeluarkan. Perlindungan sosial ada anggaran (di catatan saya) Rp 12,1 triliun. Realisasi juga baru Rp 2,3 triliun. Belum ada 20 persen semuanya. Padahal rakyat menunggu ini,” tandasnya.

Demikian halnya dengan Dana Desa di mana jumlah totalnya mencapai Rp 72 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp 28 triliun dipergunakan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa. Tetapi realisasi yang sudah disalurkan baru mencapai Rp5,6 triliun atau kurang dari 25 persennya.

“Ini yang saya minta semuanya dipercepat. Sekali lagi, dengan kondisi seperti ini, percepatan anggaran sangat dinanti oleh masyarakat,” tegas Presiden. (lk)

Meimonews.com – Guna menekan bertambahnya angka kasus Covid-19 di Sulawesi Utara, Gubernur Sulut Olly Dondokambey kembali menerbitkan Surat Edaran (SE).

Kali ini, SE yang dikeluarkan bernomor 440/ 21.4377/Sekr-Dinkes tentang Antisipasi Peningkatan Kasus Cobid-19 di Provinsi Sulawesi Utara.

SE tertanggal 17 Juli 2021 tersebut ditujukan kepada Bupati/Walikota se-Sulut untuk diterapkan di wilayah masing-masing.

SE tersebut dikeluarkan mengacu pada Instruksi Mendagri No. 17 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Diseases 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Diseases 2019 sebagaimana telah diubah dengan lnstruksi Mendagri No. 20 Tahun 2021 tentang Perubahan lnstruksi Mendagri No. 17 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Diseases 2019,

SE ini berisi 15 poin penting yang harus diterapkan seluruh wilayah baik Kabupaten maupun Kota se-Sulut.

Poin-poin tersebut adalah pertama, bahwa sesuai kondisi epidemiologi di Provinsi Sulawesi Utara, wilayah Kabupahen/Kota masih dalam level kewaspadaan (risiko sedang) adalah : Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.

Kedua, Bupati/Walikota menetapkan level kewaspadaan dan mengatur pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro di wilayah Kecamatan, Desa/Kelurahan sesuai kaidah epidemiologi dan tingkat risiko penularan Covid-19;

Ketiga, melakukan monitoring dan rapat koordinai secara berkala dengan Satgas Covid-19 dan pemangku kepentingan terkait (stakeholders);

Keempat, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (Sekolah, Perguruan Tinggi, Akademi, Tempat Pendidikan dan Pelatihan) dilakukan secara daring;

Kelima, pelaksanaan kegiatan pada tempat kerja/perkantoran sektor non esensial diberlakukan 25 % (dua puluh Iima persen) Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat;

Keenam, pelaksanaan kegiatan pada tempat kerja/perkantoran sektor esensial seperti keuangan dan perbankan, sistem pembayaran, teknologi Informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, industri orientasi ekspor diberlakukan 50 % (lima puluh persen) maksimal staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat;

Ketujuh, pada sektor Pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya diberlakukan 50 % (lima puluh persen) maksimal staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara karat;

Kedelapan, sektor kritikal sepeti energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan dan minuman serta penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air) serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari diberlakukan 100 % (seratus persen) maksimal Staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat;

Kesembilan, kegiatan pertemuan seperti rapat dan sejenisnya yang dilakukan di dalam ruangan diberlakukan 25 % (dua puluh lima persen) kapasitas ruangan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat;

Kesepuluh, untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 Wita dengan kapasitas pengunjung 50 % (lima puluh persen);

Kesebelas, untuk apotik dan toko obat dapat dibuka selama 24 (dua puluh empat) jam;

Kesuabelas, pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat (restoran, warung makan, rumah makan, Kafe, pedagang kaki Iima, lapak jajanan) bank yang berada pada lokasi tersendiri, maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall dibatasi jam operasi sampai pukul 20.00 wita dengan kapasitas pengunjung 25 % (dua puluh lima persen);

Ketigabelas, resepsi pernikahan, acara duka dan acara syukur lainnya dihadiri maksimal 50 (lima puluh) orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan tidak menerapkan makan ditempat, penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang;

Keempatbelas, kegiatan Keagamaan dilakukan di dalam ruangan dengan kapasttas 25 % (dua puluh lima persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat;

Kelimabelas, Surat Edaran ini mulai berlaku sejak tanggal 19 Juli 2021 sampai dengan 1 Agustus 2021 dengan memperhatikan perkembangan epidemiologi Covid-19. (lk)

Meimonews.com – Serbuan Vaksinasi oleh “Tentara Langit” Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi Manado tetap gencar dilaksanakan selama dua hari (Jumat – Sabtu, 16-17/7/2021) di Gedung Balai Prajurit (belakang Kantor Satuan Polisi Militer TNI AU Lanud Sam Ratulangi).

“Sekitar empat ribu warga Sulut telah divakdinasi dalam program Serbuan Vaksinasi di Lanud Sam Ratulangi Manado,” ujar Kepala Dinas Personil Lanud Sam Ratulangi Kolonel Adm Darwis Akmal P seperti dikutip Kepala Penerangan Lanud Sam Ratulangi Mayor Sus Michiko Moningkey kepada Meimonews.com di Manado, Sabtu (17/7/2021).

Banyaknya warga yang ingin divaksin, menurut Darwis, karena antusiasme masyarakat Sulut terhadap program pemerintah sangatlah tinggi.

Komandan Lanud Sam Ratulangi Manado Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo S.H., menjelaskan dalam arahannya bahwa Serbuan Vaksinasi adalah bagian dari tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Serbuan vaksinasi ini mengacu pada Keputusan Presiden RI Joko Nomor 12 Tahun 2020 tanggal 13 April 2020 tentang penetapan bencana non-alam penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sebagai bencana nasional dan hasil rapat terbatas Presiden RI pada 31 Mei 2021 tentang percepatan vaksinasi di seluruh propinsi.

Sehingga Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto telah memerintahkan seluruh satuan TNI, berdasarkan Telegram Panglima TNI Nomor TR/599/2021 tertanggal 14 Juli 2021 untuk melaksanakan Serbuan Vaksinasi TNI di 34 provinsi secara serentak dan masif di wilayah masing-masing.

Secara berjenjang, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo telah pula memerintahkan satuan-satuan TNI AU untuk melaksanakan, menyiapkan tempat, maupun vaksinator, fasilitas serta sarana prasarana pendukung, sebagai tempat pelaksanaan serbuan vaksinasi Covid-19 di wilayahnya. Di bawah koordinasi Kepala Pusat Kesehatan TNI (Kapuskes TNI).

Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI Minggit Tribowo telah menginstruksikan seluruh Lanud di jajaran Koopsau II, salah satunya Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi, untuk menggelar Serbuan Vaksinasi setelah selesai pelaksanaan gelombang serbuan vaksinasi pada awal Juli lalu.

“Penekanan pemerintah agar kita pedomani dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Lanud Sam Ratulangi senantiasa berkoordinasi dengan instansi Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dalam kegiatan nasional ini,” sebut Danlanudsri.

Vaksinasi ini diarahkan untuk anak-anak usia dua belas tahun ke atas, dengan tetap memberikan suntikan vaksin kepada masyarakat usia dewasa dan lansia.

“Masyarakat diharapkan sudah mendaftar secara online pada https://www.vaksinhebat.idsolution.co.id/, untuk memudahkan registrasi, namun Lanud tetap melayani pendaftaran secara offline/manual,” ujar perwira kelahiran Tarakan (Kalimatan Utara) 47 tahun lalu itu.

Vaksin yang disediakan adalah vaksin dari Biofarma atau Zinovac untuk anak-anak. Untuk usia dewasa digunakan vaksin Astra Zeneca.

Serbuan Vaksinasi ini dipantau secara virtual oleh Panglima TNI dan pejabat-pejabat TNI serta pejabat TNI AU lainnya melalui video conference, termasuk Serbuan Vaksinasi TNI di 34 provinsi secara serentak dari tempat vaksinasi masing-masing. (lk)

Meimonews.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI secara resmi memulai program vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) bagi 1,4 juta tenaga kesehatan (Nakes) di Indonesia pada Jumat (16/7/2021).

Penyuntikan vaksinasi dimulai di RSCM dengan diikuti sebanyak 50 Guru Besar FKUI dan sejumlah dokter.

Pemberian vaksinasi booster kepada tenaga kesehatan ini merupakan upaya untuk memberikan perlindungan yang optimal terhadap kesehatan dan keselamatan nakes saat bertugas memberikan pelayanan kepada pasien.

“Karena sebagai garda terdepan dalam penanganan pandemi, mereka sangat rentan terpapar Covid-19,” sebut Kemenkes dalam rilisnya, Jumat (16/7/2021).

Vaksin yang digunakan adalah vaksin jenis Moderna. Vaksin Covid-19 Moderna secara resmi telah mendapatkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization) dari Badan POM pada Jumat, 2 Juli 2021. Dengan terbitnya EUA ini membuktikan bahwa vaksin tersebut aman, bermutu dan berkhasiat.

Sejauh pelaksanaan vaksinasi, dilaporkan tidak ada efek samping serius yang ditimbulkan. Para tenaga kesehatan vaksinasi mengaku tidak merasakan gejala maupun reaksi yang signifikan.

“Setelah resmi dimulai hari ini, diharapkan penyuntikan vakin dosis ketiga (booster) bagi tenaga kesehatan ini, bisa segera dilaksanakan di seluruh daerah di Indonesia agar cepat selesai,” tegas Kemenkes. (lk)

Meimonews.com – Vaksinasi massal yang digelar Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Cipayung Plus di Margasiswa 1 PP PMKRI, Menteng (Jakarta Pusat), Rabu (14/7/2021) dipantau Kapolri, Panglima TNI dan Menkes.

OKP Cipayung Plus tersebut terdiri dari PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia), GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), HMI (Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), IMM (Ikatan Mahasiswa Muhamadyah), LMND (Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi), KMHDI (Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia), HIKMAHBUDHI (Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia), dan KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia).

Kepada wartawan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marseka dan Menteri kesehatan Budi Gunadi, memberikan dukungan dan semangat kepada OKP Cipayung Plus agar terus bersama-sama melanjutkan upaya penanganan pandemi Covid 19 termasuk kegiatan vaksinasi.

Kapolri secara khusus mengapresiasi keterlibatan kelompok OKP Cipayung Plus dalam memutus mata rantai pandemi Covid 19. Kapolri juga memberikan dukungan 750 paket sembako kepada seluruh penerima vaksin.

Mewakili Pimpinan OKP Cipayung Plus, Ketua Presidium PP PMKRI Benidiktus ‘Beni’ Papa menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolri, Panglima TNI dan Menkes dalam agenda pembukaan vaksinasi Gelombang I Cipayung Plus.

“Kami mengapresiasi kehadiran Kapolri, Panglima TNI dan Menkes, ini memberikan semangat bagi kami untuk terus melibatkan diri dalam penanggulangan pandemi yang sedang dialami bangsa Indonesia,” ujar Beni.

Dijelaskan, vaksinasi massal yang menyasar mahasiswa dan masyarakat umum tersebut rencananya diikuti 1.000 orang dengan dengan dibantu vaksinator dari Polri, dan TNI.

Vaksinasi massal ini, sebut sumber PP PMKRI kepada Meimonews.com, diagendakan dilaksanakan pada tiga titik yang dimulai Rabu (14/7/2021) di sekretariat Margasiswa I PMKRI Jln. Samratulangi No. 1, titik kedua dijadualkan Kamis (15/7/2021) di Gedung Student Center PP GMKI Jln. Salemba Raya No. 10 Jakarta Pusat, dan titik ketiga dijadualkan pada Sabtu (17/7/2021) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Jln. R Mangun Muka Raya No. 11 Jakarta Timur. (lk)

Meimonews.com – Sekitar 1.000 pelajar dan masyarakat berhasil divaksinasi pada kegiatan Serbuan Vaksinasi Korem 131/Stg yang digelar di Markas Kodim 1309 Manado, Rabu (14/7/2021).

Vaksinasi Covid-19 jenis Biofarma tersebut dilakukan Tim Kesehatan Gabungan yang terdiri dari Kesdam XIII/Mdk, Rumkit Tkt II R.W Mongisidi Manado dan Denkesyah 13.04.01 Manado.

Hadir dalam kegiatan tersebut
Pangdam XIII/Mdk Mayjen TNI Wanti Waraney F Mamahit, M.Si, Kasrem 131/Stg Kolonel Arm Frangky J.H Watuseke, Kerua Persit KCK PD XIII)/Mdk Ny. Yulianti Mamahit, Ketua PCK Cabang XVII Dim 1309/Mdo Ny. Dewi.S. Sipayung Purba, Asintel Kassam XIII/Mdk Kolonel Inf Ignatius Wiwoho, Asop Kasdam XIII/Mdk Kolonel Inf Sutrisno Pujiono, S.E., M.M.

Selain itu, Aster Kasdam XIII/Mdk Kolonel Inf Idris Soemantry Roni, Dandim 1309/Mdo Kolonel Inf Y.R. Raja Sulung Purba, SH, M.Tr(Han), Kasdim 1309/Mdo,. Letkol Inf Lucky S Maramis, M.Pd, Dandenkesyah 13.04.01 Mdo Letkol Ckm Alfrit Sengka, S.KM. MM, para Kasrem 131/Stg serta para Danramil dan Pa Staf Kodim 1309/Mdo.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com di sela kegiatan vaksinasi di Makodim 1309/Mdo, Rabu (14/7/2021) sore, Dandim 1309/Mdo Kolonel Inf Y.R. Raja Sulung Purba, SH, M.Tr (Han), awalnya, ada masyarakat yang takut dan ragu-ragu untuk divaksin.

“Namun, dengan adanya berbagai upaya yang kami lakukan maka semakin banyak masyarakat yang mau dan bersedia untuk divaksin,” ujarnya.

Dengan bertambahnya sekitar 1.000 orang yang divaksin tersebut, ungkap Pasiter Kodim 1309/Mdo Mayor Inf. Vencentius Mamarodia ketika ditemui terpisah, maka telah sekitar 5.000 orang yang telah berhasil divaksin Kodim 1309/Mdo dalam 12 kegiatan vaksinasi.

Dandim menjelaskan, kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan Kodim 1309 / Mdo tidak hanya terhenti pada saat itu, namun akan terus berlanjut dengan tempatnya akan ditentukan kemudian.

Kegiatan vaksinasi tersebut, menurutnya, adalah dalam upaya memutuskan mata rantai penyebaran covid-19. (lk)

Meimonews.com – Takut jarum suntik menjadi pemandangan yang umum di Rumah Sakit Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi Manado saat Serbuan Vaksinasi khusus bagi Anak di halaman parkir Rumah Sakit Lanud Sam Ratulangi Manado, Rabu (14/7/2021).

Kendati demikian, setelah adanya penjelasan dan pendampingan dari orangtua, anak tersebut mau divaksin dan senang-senang seperti biasa. Warga cerdas dan mau divaksin.

“Kami berharap kegiatan rutin vaksinasi ini dapat meng-cover seluruh lapisan masyarakat. Khususnya usia 12 – 17 tahun yang bertempat tinggal di sekitar lingkungan Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi, ujar Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Lanud Sam Ratulangi Mayor Kes dr. Ahmad Fauzi seperti dikutip Kapentak Lanud Sam Ratulangi Mayor Sus Michiko Moningkey kepada Meimonews.com di Markas Lanudsri, Rabu (14/7/2021).

Dijelaskan, manfaat kebaikan yang didapatkan dari vaksin adalah peningkatan kekebalan tubuh terhadap virus Corona. Sehingga, dengan sendirinya, akan memotong jalur penularan Covid-19.

“Selama pelaksanaan vaksinasi ini tidak ada lagi kendala yang berarti, sebab masyarakat sudah cukup cerdas bahkan telah menyadari pentingnya vaksinasi bagi ketahanan tubuh menangkal Covid-19,,” ujar Mayor Kes dr. Ahmad Fauzi.

Kristi (13 tahun), peserta Serbuan Vaksinasi, mengungkapkan, awalnya ada perasaan gugup dan takut untuk menerima vaksin, namun pendampingan orangtua sangat membantu mental anak untuk menerima injeksi vaksin di lengan atas penerima vaksin.

“Saya sangat senang. Terimakasih kepada Pemerintah dan Rumah Sakit TNI Angkatan Udara Sam Ratulangi Manado yang telah menginisiasi vaksinasi bagi kami. Saya berharap agar semua masyarakat mendukung apa yang sudah diprogramkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Serangkaian dengan Serbuan Vaksinasi, kegiatan vaksinasi anak ini dilaksanakan rutin dua kali dalam seminggu yakni Senin dan Rabu di Rumah Sakit Lanud Sam Ratulangi.

Masyarakat yang ingin divaksinasi, Mayor Michiko mengingatkan untuk mendaftar secara online pada https://www.vaksinhebat.idsolution.co.id.

Di samping itu, tambah Wara (Wanita Angkatan Udara) ini, membawa pengenal diri serta mengisi formulir isian yang telah disediakan demi kelancaran penerimaan vaksin.

“Setiap pelaksanaan kegiatan vaksinasi,
protokol kesehatan ditegakkan sesuai perintah Komandan Lanud Sam Ratulangi Manado Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo S.H,” tandasnya. (lk)

Meimonews.com -Dua tersangka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial RT (30 tahun) dan FN (33 tahun) yang adalah warga Minahasa Selatan berhasil diamankan Tim Paniki Rimbas 2 dan Tim Macan Polresta Manado, Jumat (9/7/2021).

Proses penangkapan kolabirasi tim Polresta Manado tersebut berawal dari adanya laporan kasus curanmor di salah satu rumah kost di Kelurahan Malalayang Dua .Manado yang terjadi pada Senin (28/6/2021) malam.

Laporan direspons oleh tim gabungan dengan melakukan penyelidikan mendalam hingga akhirnya menangkap kedua tersangka di lokasi berbeda.

Tim kemudian melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti (babuk). Namun, saat itu tersangka RT berusaha melawan dan melarikan diri. Tersangka pun diberikan tindakan tegas dan terukur oleh petugas, di bagian kaki kanan.

Kasubbag Humas Iptu Yusak Parinding mewakili Kapolresta Manado Kombes Pol. Elvisnus Laoly membenarkan adanya kejadian tersebut. “Kedua tersangka beserta barang bukti 2 unit sepeda motor sudah diamankan di Mapolresta Manado untuk diperiksa lebih lanjut,” ujarnya.

Tersangka, menurut Parinding, merupakan residivis kasus serupa. “Kasus ini masih dalam pengembangan, untuk mengungkap kemungkinan adanya TKP, barang bukti, bahkan tersangka lain,” sebutnya kepada Meimonews.com di Manado, Senin (12/7/2021). (lk)