Meimonews.com – Tanggal 5 Oktober 2022 merupakan hari istimewa bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Betapa tidak, pada tanggal tersebut, TNI memasuki usia ke-77.

Di momen istimewa tersebut, Kasat Lantas Polresta Manado Kompol Benyamin Noldi Undap dan beberapa personil membuat kejutan dengan mendatangi Batalyon Infantri (Yonif) Raider 712.

Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk memberikan ucapan selamat HUT ke-77 TNI dan menyerahkan kue dan kembang hari jadi.

Kedatangan Kompol Undap dan rombongan disambut Wadanyon Mayor Inf. Alif Rahman.

Kunjungan tiba-tiba untuk memberikan ucapan selamat tersebut diapresiasi Mayor Rahman. “Terima kasih atas kunjungan dan ucapan selamatnya,” ujar Mayor Rahman seperti dikutip Kompol Undap kepada Meimonews.com, Rabu (5/10/2022).(Fer)

Meimonews.com – Personil  Satuan Lalulintas (Satlantas) Polresta Manado melaksanakan Operasi Zebra Samrat 2022, Selasa (4/10/2022) pagi. Bersamaan dengan itu, dilakukan pula pengawasan operasi oleh personil lain Polresta Manado.

Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto Parlindungan Sirait, SH, SIK menjelaskan pelaksanaan operasi kewilayahan yang berlangsung 3-16/10/2022 ini tidak semata-mata mengejar penilangan.

“Mindset kita ini harus diubah. Polisi ini bukan sosok yang menakutkan, bukan menilangnya yang mau kita kejar, tapi bagaimana masyarakat tertib. Tertib itu untuk kepentingan semua kita bersama,” ujarnya.

Ditambahkan, saat pelaksanaan Operasi Zebra 2022 pihak kepolisian bertugas lebih mengedepankan penilangan dengan sistem e-TLE. Namun demikian, bukan berarti tilang manual sepenuhnya dihilangkan. Selain itu, polisi juga masih memiliki diskresi untuk memberikan imbauan dan peringatan.

Pada prinsipnya seluruh jenis pelanggaran yang dilakukan pengguna jalan tentu bisa ditilang. Namun, Kombes Pol. Julianto menegaskan, dalam Operasi Zebra 2022, pihak kepolisian tak bertujuan untuk melakukan penilangan saja. Adapun Operasi Zebra ditujukan agar masyarakat lebih tertib dalam berlalu lintas.

Di waktu yang sama, Satgas IV Banops Zebra Samrat 2022 melaksanakan pengawasan operasi yang dilaksanakan di Jalan Siswomiharjo, Kompleks Shooping Center Pasar 45 Manado.

Razia operasi tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polresta Manado Kompol Benyamin Noldi Undap, S.Sos dan diikuti personil Polresta Manado yang terlibat dalam kegiatan operasi.

“Satgas IV Banops melaksanakan pengawasan selama pelaksanaan operasi agar kegiatan operasi berjalan dengan aman dan tertib.

Dalam razia ini, sejumlah petugas Satlantas Polresta Manado, diturunkan sejak pukul 09.00 Wita. Puluhan kendaraan, baik roda dua, roda empat dan angkutan umum terjaring oleh petugas.

“Delapan prioritas pelanggaran, di antaranya pengendara di bawah umur, kelengkapan surat kendaraan, knalpot bising, dan penggunaan alat keselamatan seperti helm dan sabuk pengaman,” ujar Kompol Undap.

Para pelanggar tersebut langsung diberi sanksi tilang di lokasi. “Temuan di lapangan, pelanggaran didominasi kelengkapan surat kendaraan, penggunaan knalpot bising dan sebagian besar para pengendara tidak menggunakan helm,” jelasnya. (AF)

Meimonews.com – Belasan murid Taman Kanak-kanak (TK) Bukit Sion Pakowa mendapat Sosialisasi Tertib Berlalulintas (Tiblantas) dan Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) yang diselenggarakan Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob di kompleks TK, Selasa (4/10/2022).

Dengan menggandeng Satuan Lalulintas (Satlantas) Polresta Manado pimpinan Kompol Benyamin Noldi Undap, dua narasumber/pembicara ditampilkan pada kegiatan sosialisasi tersebut yakni Ipda Noviandy Hiola dari Satlantas Polresta Manado dan Lexie Kalesaran (Ketua PPP Brimob).

Dikarenakan sasaran sosialisasi adalah murid TK, anak usia dini maka cara pembawaan materi diatur semenarik mungkin dan sesuai dengan kondisi murid agar mereka dapat menangkap materi yang diberikan.

Setelah dibuka oleh Kepala TK GMIM Bukit Sion Pakowa Mary ME Lumempow, Kalesaran dan Ipda Hiola menyampaikan materi mereka secara interaktif.

Pemberian materi diikuti dengan peragaan alat-alat peraga dan diakhiri simulasi menyeberang di zebra cross sehingga murid-murid merasa senang dan mudah menangkap/memahami materi yang diberikan.

Para murid senantiasa respons ketika ditanya para narasumber/pembicara menanyakan sesuatu. Para murid berebutan ingin menjawab pertanyaan narasumber/pembicara. Acungan tangan bahkan sambil berdiri, murid-murid ingin diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan narasumber.

Ketika simulasi menyeberang zebra cross, sejumlah orangtua murid yang memang ikut mendengar pemaparan materi dan guru memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengambil gambar dan membuat video.

Kepala TK GMIM Bukit Sion Pakowa Mary ME Lumempow di dampingi beberapa pengajar berterima kasih atas pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang dilakukan PPP Brimob yang melibatkan Satlantas Polresta Manado.

“Kegiatan ini akan bermanfaat bagi anak didik kami baik sekarang maupun di masa mendatang,” ujarnya. (*)

Meimonews.com – Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto Parlindungan Sirait, SH, SIK memimpin upacara gelar pasukan Operasi Kewilayahan Zebra Samrat 2022 di halaman Mapolresta Manado , Rabu (3/10/2022) pagi

Operasi Zebra Samrat 2022 dilaksanakan empat belas hari ke depannya, 3 – 16 Oktober 2022.

Dalam sambutannya, Kapolresta Manado membacakan sambutan Kapolda Sulut Irjen Pol. Mulyatno yang menyebutkan bahwa apel gelar pasukan ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauhmana kesiapan personil maupun sarana pendukung lainnya.

Dengan demikian,  kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.

Pada pelaksanaan Operasi Zebra Samrat tahun 2022, pelanggaran yang menjadi sasaran adalah pengemudi kendaraan bermotor yang menggunakan ponsel,  pengemudi kendaraan bermotor yang masih di bawah umur, pengendara roda dua berboncengan lebih dari satu orang, pengemudi yang tidak menggunakan helm dan safety belt, mengemudikan kendaraan bermotor dalam pengaruh alkohol.

Selain itu, pengemudi yang melawan arus lalu lintas, pengemudi kendaraan bermotor yang melebihi batas kecepatan, dan kelengkapan kendaraan dengan menggunakan knalpot brong/bising serta kendaraan yang tidak menggunakan pelat nomor /TNKB.

“Perlu kita pahami bersama bahwa dalam pelaksanaan Operasi Zebra Samrat tahun 2022 ini mengedepankan kegiatan preemtif, preeventif, edukatif serta persuasif dan humanis,” ujar Kombes Pol. Julianto mengutip Kapolda.

Tujuan dari Operasi Zebra Samrat 2022 antara lain meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalulintas di jalan raya, meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, menurunnya tingkat fatalitas korban lakalantas.

“Selain itu, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri, dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib berlalulintas serta terwujudnya situasi Kamseltibcar Lantas menjelang Perayaan Natal 2022 pada masa Pandemi Covid-19 dan Tahun Baru 1 Januari 2023,” ujarnya. (AF)

Meimonews.com – Tindakan cepat dan terukur dilakukan Satuan Samapta Polresta Manado sesaat setelah mendapat laporan warga lewat Call Centre 119.

Seorang bapak telah melaporkan, telah terjadi keributan di Kelurahan Tumumpa Dua Lingkungan 2 Kecamatan Tuminting dan memohon laporannya ditindaklanjuti.

‘Merespon cepat laporan warga melalui Call Centre 112 kami langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu (1/10/2022) malam,” ujar Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto Parlindungan Sirait, SH, SIK melalui  Kasat Samapta Polresta Manado Kompol Bartholomeus Dambe, Minggu (2/10/2022).

Dijelaskan, setibanya di TKP personil Satuan Samapta melakukan pemeriksaan dan mengamankan tempat kejadian perkara tersebut.

Kapolresta Manado memberikan apresiasi kepada warga masyarakat yang telah tanggap dan cepat melapor kepada melalui Call Center 112.

“Kepada seluruh masyarakat kota Manado kami imbau apabila mengetahui dan melihat hal yang mencurigakan yang dapat memicu tindakan kriminalitas di wilayah masing – masing segera menghubungi kami di Polresta Manado melalui Call Centre 112 atau langsung mendatangi kantor Polresta Manado,” sebut Dambe mengutip Kapolresta.

Personil Polresta Manado, menurutnya, selalu siap dalam memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat yang ada di wilayah hukum Polresta Manado. (AF)

Meimonews.com – Peningkatan kapasitas dan aksesibilitas layanan rehabilitasi menjadi salah satu amanah BNN RI yang tertuang dalam pasal 70 (d) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sesuai amanah undang-undang tersebut BNN RI melalui Direktorat Pascarehabilitasi melaksanakan survei pengukuran indeks kapabilitas rehabilitasi tahun 2022, pekan lalu.

Berbeda dengan survei 2020 dan 2021, pada survei pengukuran indeks kapabilitas tahun 2022 ini survei tidak hanya dilakukan kepada layanan rehabilitasi yang berada di bawah BNN saja, tetapi juga layanan rehabilitasi yang berada di bawah Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan Ham, serta komponen masyarakat.

Survei dilakukan secara daring dan luring dari hotel Harris, Bekasi, Jawa Barat, ke seluruh wilayah Indonesia dengan melibatkan 215 BNNP/BNNK, 47 rumah sakit jiwa di bawah Kemenkes, dan 9 lembaga pemasyarakatan (Lapas) di bawah Kemenkumham.

“Melalui survei ini diharapkan kita mampu mendapatkan informasi yang utuh dan komprehensif dari lembaga yang memberikan layanan rehabilitasi baik pemerintah maupun swasta, sehingga ke depan layanan rehabilitasi dapat ditingkatkan,” ujar Direktur Pascarehabilitasi BNN RI Brigjen Pol. dr. Farid Amansyah, Sp.PD, seperti dikutip Humas dan Protokol BNN RI.

Disebutkan, dengan dilakukannya survei ini maka akan didapatkan input dalam rangka peningkatan kualitas layanan dan kapabilitas lembaga rehabilitasi. Selain itu, melalui survei ini dapat dilakukan pemetaan terhadap informasi untuk melihat dimana kelemahan atau kekurangan dari para penyelenggara layanan rehabilitasi tersebut dan bagian mana yang membutuhkan dukungan perbaikan.

Pengukuran indeks kapabilitas lembaga rehabilitasi tahun 2022 ini akan dilakukan terhadap lima aspek yaitu ketersediaan, aksesibilitas, akseptabilitas, kualitas, dan kontinuitas. Pengukuran lima aspek ini didasarkan pada standar UNODC tentang keperawatan orang dengan gangguan penggunaan zat.

Hasil survei ini diperkirakan akan selesai pada November mendatang untuk selanjutnya dapat dijadikan sebagai bahan rujukan dalam pengambilan kebijakan, khususnya dalam peningkatan kapabilitas rehabilitasi. (Fer)

Meimonews.com – Satuan Lalulintas (Satlantas) Polresta Manado melakukan kegiatan Turjawali Presisi di beberapa titik rawan terjadinya kemacetan lalulintas, Jumat (30/9/2922).

Kegiatan turjawali merupakan wujud kehadiran Polisi di tengah – tengah masyarakat yang selalu siap dan mengimbau masyarakat agar tertib berlalulintas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Manado.

 Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto P. Sirait, SH, SIK melalui Kasat Lantas Polresta Manado Kompol Benyamin Noldi Undap menjelaskan, pengaturan dan penjagaan arus lalulintas yang dilakukan oleh anggota Lantas Polresta Manado untuk mengantisipasi kelancaran arus lalulintas mengingat siang hari banyak kendaraan yang lalu-lalang.

“Sudah menjadi kewajiban kami sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat agar merasa nyaman dan aman dalam berlalulintas guna mewujudkan situasi kamtibmas tetap kondusif, ” ujar Kompol Undap (sapaan akrab Satlantas Polresta Manado). (AF)

Meimonews.com – Donor aferesis adalah salah satu jenis dari kegiatan medis donor darah. Namun, dalam prosedurnya, donor aferesis ternyata berbeda dengan pengambilan darah lengkap (darah biasa).

Donor darah aferesis dilakukan dengan mengumpulkan sejumlah komponen yang diperlukan dalam kantong darah khusus, kemudian sel darah merah dan komponen lainnya dikembalikan ke dalam tubuh pendonor.

Jika Anda berencana ingin melakukannya dalam waktu dekat, simak ulasan mengenai donor aferesis itu.

Apa itu donor aferesis ? Donor darah aferesis adalah sebuah proses otomatik yang memungkinkan pendonor menyumbangkan darah dan kemudian memisahkan keseluruhan darah tersebut ke dalam beberapa komponen.

Seperti diketahui, terdapat empat komponen darah manusia, yakni sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma.Terkadang, untuk mengobati suatu penyakit, salah satu komponen tersebut mungkin perlu dihilangkan atau dipisahkan.

Nah, donor aferesis ini memiliki proses yang beda dan unik. Adapun gambaran prosesnya antara lain darah yang keluar melalui jarum masuk dalam mesin aferesis. Mesin akan memisahkan sel darah merah dan trombosit.

Sel darah merah akan dikembalikan ke dalam tubuh, sedangkan trombosit akan dimasukkan ke kantong darah khusus untuk diberikan kepada pasien.

Umumnya, lamanya waktu penyumbangan darah lengkap (darah biasa) berlangsung selama 15-20 menit. Sementara donor darah aferesis bisa membutuhkan waktu 1-1,5 jam.

Meski memakan waktu lebih lama, tapi prosedur pengambilan darah aferesis terbilang mudah, tidak menyakitkan, dan memiliki banyak manfaat.

Siapa saja yang perlu mendapat donor aferesis ? Donor aferesis kebanyakan digunakan kepada mereka yang membutuhkan trombosit dalam jumlah banyak untuk mempercepat proses pembekuan darah saat terjadi perdarahan.

Hasil dari pengambilan darah ini diperlukan bagi pasien dengan beberapa kondisi kesehatan seperti kelainan darah, dbd (demam berdarah dengue), kanker, transplantasi, pasien yang menjalani operasi, dan persiapan pasien terapi radiasi.

Syarat menjadi pendonor aferesis, hampir sama dengan pengambilan darah pada umumnya. Bagi Anda yang berencana melakukan donor darah aferesis harus memenuhi beberapa syarat yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan (Permenkes 91 2015), di antaranya berusia 17-60 tahun,m;  pernah melakukan donor darah sebelumnya; memiliki hemoglobin 12,5-17 mmHg;  jumlah trombositnya di atas 200 ribu/mm3.

Tekanan darah 90/60 mmHg  160/100 mmHg, selisih sistolik diastolik lebih 20 mmHg; denyut nadi 50-100 kali permenit, teratur; suhu tubuh 36,5 – 37,5 0C; berat badan minimum 55 kg, interval waktu  2 minggu setelah aferesis trombosit terakhir; 1 bulan  setelah donor darah lengkap.

Frekuensi 26 kali pertahun, interval 2 minggu; volume maksimum : maksimum 13 % volume darah total, 8,5 mL per kilogram berat badan; umlah minimal trombosit pendonor 150.000 per mikroliter, diutamakan yang 200.000; kondisi tubuh sehat; tidak minum obat aspirin atau produk yang mengandung aspirin 48 jam sebelum donor darah; wanita belum pernah hamil.

Berkaitan dengan prosedur donor aferesis, sebelum melakukan donor, Anda diwajibkan untuk melakukan serangkaian prosedur. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan dan keamanan tubuh.

Berikut ini prosedur yang harus Anda perhatikan dan lakukan. Pertama, skrining. Calon pendonor akan melakukan skrining infeksi menular lewat transfusi darah (IMLTD) dan dinyatakan layak untuk diambil darahnya.  Kedua, pengambilan sampel darah. Sebelum memulai proses donor, pihak medis akan mengambil sampel darah untuk pemeriksaan hematologi sebanyak 3-5 ml. Setelah hasil pemeriksaan keluar, calon pendonor mengisi formulir penjelasan dan persetujuan (informed consent).

Ketiga, pemeriksaan medis. Pendonor kemudian akan menjalani pemeriksaan medis dan mendapatkan penjelasan interpretasi hasil dari dokter untuk persiapan proses donor aferesis. Keempat, melakukan donor darah aferesis. Pendonor kemudian menuju ruangan khusus untuk dilakukan pengambilan darah yang berlangsung kurang lebih selama 1-1,5 jam.

Kelima, istirahat. Setelah selesai, pendonor akan beristirahat di tempat tidur selama 10 menit kemudian dipersilahkan untuk mengonsumsi beberapa menu makanan yang bergizi, seperti telur, susu, agar tubuh tetap fit. Keenam, penyerahan hasil donor. Darah hasil donor ini kemudian dikirim ke rumah sakit untuk ditransfusikan kepada pasien yang membutuhkan.

Semua prosedur aferesis melibatkan darah yang ada di pembuluh darah pendonor. Darah tersebut masuk ke dalam tabung mesin dan selanjutnya dipisahkan berdasarkan komponen darah.

Pemisahan dilakukan dengan proses sentrifus atau penyaringan darah di dalam mesin.
Setelah pemisahan, komponen darah yang diinginkan dihilangkan, sedangkan sisa komponen darah dimasukkan kembali ke tubuh pendonor.

Seluruh prosedur tidak menimbulkan rasa sakit dan tentunya aman. Pasalnya, hanya sebagian kecil dari trombosit Anda yang dikumpulkan, sehingga tidak akan terjadi risiko perdarahan.

Perlu diketahui, sekali saja Anda menjadi pendonor aferesis berarti telah menyelamatkan 1-2 orang pasien yang berbeda. Interval antar donor darah aferesis minimal 2 minggu sekali. Pengambilan tak melebihi 13 persen volume darah total, 8,5 mL per kg berat badan. (Permenkes 91 2015)

Adakah efek samping dari donor aferesis ? Dilansir dari North Estonia Medical Centre, ada beberapa kemungkinan efek samping yang akan dialami setelah melakukan pengambilan darah dengan metode aferesis.

Antara lain, perasaan dingin ketika sel darah merah dikembalikan ke tubuh, rasa gatal ringan pada bibir jika seseorang sensitif terhadap antikoagulan, mengalami hematoma atau memar di lokasi penusukan jarum, pusing dan mual.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena reaksi tersebut bersifat sementara dan dapat hilang dengan sendirinya. Kendati tidak membahayakan, dalam beberapa kasus, prosedur ini dapat menyebabkan komplikasi atau masalah kesehatan yang serius.

Terlebih lagi, jika Anda tengah mengalami beberapa kondisi seperti perdarahan, infeksi, tekanan darah rendah, dan kram otot.

Oleh karena itu, selalu konsultasikan dengan dokter terkait kondisi kesehatan Anda saat ini. Beritahu dokter atau tenaga medis sebelum melakukan prosedur pengambilan darah.

Di samping efek samping tersebut, dengan melakukan donor aferesis, maka secara tidak langsung Anda dapat mengetahui kondisi kesehatan secara berkala, meliputi tekanan darah, nadi, tinggi badan, berat badan, hasil laboratorium (hemoglobin, trombosit, lekosit, dan lain-lain).

Selain itu, Anda juga dapat mengetahui hasil laboratorium mengenai kemungkinan adanya infeksi menular lewat transfusi darah (IMLTD), seperti HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, Sifilis. (dikutip oleh dr. Stephen Lapian dari beberapa sumber)

Meimonews.com – Desa Darunu Kabupaten Minahasa Utara yang masuk dalam wilayah hukum Polresta Manado telah melakukan Pemilihan Hukumtua.

Guna mengantisipasi gangguan kamtibmas, personil Polresta Manado melakukan pengawalan dan pengamanan kotak suara hasil pemilihan tersebut, Rabu (28/9/2022).

“Pengamanan yang dilakukan personil Polresta Manado tersebut adalah guna mengantisipasi adanya gangguan-gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Ditambahkan, pengamanan dan pengawalan ini juga sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. “Seluruh pelaksanaan pengawalan dan pengamanan kotak suara berakhir dalam keadaan aman dan kondusif,” sebut Kombes Pol. Sirait. (AF)

Meimonews.com – Guna memasyarakatkan olahraga bridge di seluruh Indonesia lewat media online, Komunitas Alumni Angkatan 1986 SMA Negeri 7 Manado bekerjasama dengan Bidang Teknik Pengprov Gabsi Sulut akan menggelar Turnamen Bridge Terbuka Piala Tuama Pakuweru.

Pelaksana Turnamen Ananta I. Dapu, S.T., M.T. di dampingi Pemimpin Pertandingan John Tumewu, S.T serta IT and Big Data Manager: James Walangitan menjelaskan, turnamen terbuka ini akan dilaksanakan pada 29 September sampai 10 Oktober 2022.

” Kami sudah siap melaksanakan kegiatan ini, yang dijadualkan dimulai besok (29/9/2022) hingga 10 Oktober mendatang,” ujar Dapu kepada Meimonews.com via WA, Rabu (28/9/2022) malam.

Turnamen berskala nasional dengan target peserta berjumlah 500 orang ini, hingga Rabu (28/9/2022) jam 16:00 WITA) sudah terdaftar 531 peserta dari 32 Provinsi. Jenis Pertandingan adalah Individual/Perorangan dan akan dilakukan secara online (daring).

Media yang akan dipakai dalam pertandingan
Menggunakan Platform Bridge Base Online versi 3.0 (BBO – bridgebase.com). Setiap peserta memerlukan kuota internet yang cukup dan jaringan internet yang baik.

Tumewu menambahkan, pendaftaran sudah dibuka tanggal 22 September 2022 dan ditutup tanggal 28 September 2022. Calon peserta mendaftarkan diri secara online pada Google Sheet Panpel.Seluruh peserta akan dikumpul pada Grup Whatsapp untuk kelancaran komunikasi.

Pertandingan akan berlangsung selama 12 (duabelas) hari, di mana mulai hari ke-4 peserta mulai ada yang gugur hingga tertinggal 32 orang pada hari yang terakhir. Setiap hari peserta diwajibkan menyelesaikan pertandingan yang harus dimainkannya selama maksimal 2 (dua) jam dan bisa dilakukan kapan saja sepanjang hari hingga batas waktu yang sudah ditentukan, tidak harus dimainkan tanpa putus.

Pada Babak Penyisihan, peserta akan memainkan 15 (limabelas) papan; metode perpindahan SWISS; penilaian IMP Plus dikonversi ke VP-WBF13. Dilanjutkan dengan Babak Gugur 32-besar dengan jumlah papan bervariasi.

“Hasil pertandingan setiap hari dapat dilihat melalui tautan Google Spreadsheet yang akan diberikan oleh Pemimpin Pertandingan,” ujarnya seraya menambahkan, pemenang akan memperoleh bonus dana pembinaan (ditransfer pada rekeningnya). Total Bonus Pemenang adalah Rp 14 juta Juara pertama juga akan mendapat Piala Tetap Tuama Pakuweru

Mengenai jadual pertandingan, hari pertama, Babak Kualifikasi Ronde-1 diikuti oleh seluruh peserta. Hari kedua, Babak Kualifikasi Ronde-2 diikuti oleh seluruh peserta. Hari ketiga, Babak Kualifikasi Ronde-3 diikuti oleh seluruh peserta. Hari keempat, Babak Kualifikasi Ronde-4 diikuti oleh 240 peserta (yang lain tereliminasi).

Harii kelima, Nabak Kualifikasi Ronde-5 diikuti oleh 160 peserta (yang lain tereliminasi). Jari keenam, Babak Kualifikasi Ronde-6 diikuti oleh 100 peserta (yang lain tereliminasi). Hari ketijuh, Babak Kualifikasi Ronde-7 diikuti oleh 60 peserta (yang lain tereliminasi). Hari kedelapan, Babak 32-besar; Sistem Gugur diikuti oleh 32 peserta.

Harri kesembilan, Babak 16 besar; Sistem Gugur peserta lain akan melakukan play-off. Hari kesepuluh, Babak 8-besar; Sistem Gugur peserta lain akan melakukan play-off. Hari kesebelas, Babak Semifinal; Sistem Gugur peserta lain akan melakukan play-off. Hari keduabelas, Babak Final; Sistem Gugur; peserta lain akan melakukan play-off. (Fer)