Berencana Donor Aferesis ? Catat Syarat dan Prosedurnya

by -499 Views

Meimonews.com – Donor aferesis adalah salah satu jenis dari kegiatan medis donor darah. Namun, dalam prosedurnya, donor aferesis ternyata berbeda dengan pengambilan darah lengkap (darah biasa).

Donor darah aferesis dilakukan dengan mengumpulkan sejumlah komponen yang diperlukan dalam kantong darah khusus, kemudian sel darah merah dan komponen lainnya dikembalikan ke dalam tubuh pendonor.

Jika Anda berencana ingin melakukannya dalam waktu dekat, simak ulasan mengenai donor aferesis itu.

Apa itu donor aferesis ? Donor darah aferesis adalah sebuah proses otomatik yang memungkinkan pendonor menyumbangkan darah dan kemudian memisahkan keseluruhan darah tersebut ke dalam beberapa komponen.

Seperti diketahui, terdapat empat komponen darah manusia, yakni sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma.Terkadang, untuk mengobati suatu penyakit, salah satu komponen tersebut mungkin perlu dihilangkan atau dipisahkan.

Nah, donor aferesis ini memiliki proses yang beda dan unik. Adapun gambaran prosesnya antara lain darah yang keluar melalui jarum masuk dalam mesin aferesis. Mesin akan memisahkan sel darah merah dan trombosit.

Sel darah merah akan dikembalikan ke dalam tubuh, sedangkan trombosit akan dimasukkan ke kantong darah khusus untuk diberikan kepada pasien.

Umumnya, lamanya waktu penyumbangan darah lengkap (darah biasa) berlangsung selama 15-20 menit. Sementara donor darah aferesis bisa membutuhkan waktu 1-1,5 jam.

Meski memakan waktu lebih lama, tapi prosedur pengambilan darah aferesis terbilang mudah, tidak menyakitkan, dan memiliki banyak manfaat.

Siapa saja yang perlu mendapat donor aferesis ? Donor aferesis kebanyakan digunakan kepada mereka yang membutuhkan trombosit dalam jumlah banyak untuk mempercepat proses pembekuan darah saat terjadi perdarahan.

Hasil dari pengambilan darah ini diperlukan bagi pasien dengan beberapa kondisi kesehatan seperti kelainan darah, dbd (demam berdarah dengue), kanker, transplantasi, pasien yang menjalani operasi, dan persiapan pasien terapi radiasi.

Syarat menjadi pendonor aferesis, hampir sama dengan pengambilan darah pada umumnya. Bagi Anda yang berencana melakukan donor darah aferesis harus memenuhi beberapa syarat yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan (Permenkes 91 2015), di antaranya berusia 17-60 tahun,m;  pernah melakukan donor darah sebelumnya; memiliki hemoglobin 12,5-17 mmHg;  jumlah trombositnya di atas 200 ribu/mm3.

Baca juga  Guna Kelancaran Arus Lalulintas, Satlantas Polresta Manado Laksanakan Pos Cakalang

Tekanan darah 90/60 mmHg  160/100 mmHg, selisih sistolik diastolik lebih 20 mmHg; denyut nadi 50-100 kali permenit, teratur; suhu tubuh 36,5 – 37,5 0C; berat badan minimum 55 kg, interval waktu  2 minggu setelah aferesis trombosit terakhir; 1 bulan  setelah donor darah lengkap.

Frekuensi 26 kali pertahun, interval 2 minggu; volume maksimum : maksimum 13 % volume darah total, 8,5 mL per kilogram berat badan; umlah minimal trombosit pendonor 150.000 per mikroliter, diutamakan yang 200.000; kondisi tubuh sehat; tidak minum obat aspirin atau produk yang mengandung aspirin 48 jam sebelum donor darah; wanita belum pernah hamil.

Berkaitan dengan prosedur donor aferesis, sebelum melakukan donor, Anda diwajibkan untuk melakukan serangkaian prosedur. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan dan keamanan tubuh.

Berikut ini prosedur yang harus Anda perhatikan dan lakukan. Pertama, skrining. Calon pendonor akan melakukan skrining infeksi menular lewat transfusi darah (IMLTD) dan dinyatakan layak untuk diambil darahnya.  Kedua, pengambilan sampel darah. Sebelum memulai proses donor, pihak medis akan mengambil sampel darah untuk pemeriksaan hematologi sebanyak 3-5 ml. Setelah hasil pemeriksaan keluar, calon pendonor mengisi formulir penjelasan dan persetujuan (informed consent).

Ketiga, pemeriksaan medis. Pendonor kemudian akan menjalani pemeriksaan medis dan mendapatkan penjelasan interpretasi hasil dari dokter untuk persiapan proses donor aferesis. Keempat, melakukan donor darah aferesis. Pendonor kemudian menuju ruangan khusus untuk dilakukan pengambilan darah yang berlangsung kurang lebih selama 1-1,5 jam.

Kelima, istirahat. Setelah selesai, pendonor akan beristirahat di tempat tidur selama 10 menit kemudian dipersilahkan untuk mengonsumsi beberapa menu makanan yang bergizi, seperti telur, susu, agar tubuh tetap fit. Keenam, penyerahan hasil donor. Darah hasil donor ini kemudian dikirim ke rumah sakit untuk ditransfusikan kepada pasien yang membutuhkan.

Semua prosedur aferesis melibatkan darah yang ada di pembuluh darah pendonor. Darah tersebut masuk ke dalam tabung mesin dan selanjutnya dipisahkan berdasarkan komponen darah.

Baca juga  Peringati HUT Kemerdekaan RI, UTD RSUP Prof Kandou Gelar Donor Darah di Beberapa Lokasi

Pemisahan dilakukan dengan proses sentrifus atau penyaringan darah di dalam mesin.
Setelah pemisahan, komponen darah yang diinginkan dihilangkan, sedangkan sisa komponen darah dimasukkan kembali ke tubuh pendonor.

Seluruh prosedur tidak menimbulkan rasa sakit dan tentunya aman. Pasalnya, hanya sebagian kecil dari trombosit Anda yang dikumpulkan, sehingga tidak akan terjadi risiko perdarahan.

Perlu diketahui, sekali saja Anda menjadi pendonor aferesis berarti telah menyelamatkan 1-2 orang pasien yang berbeda. Interval antar donor darah aferesis minimal 2 minggu sekali. Pengambilan tak melebihi 13 persen volume darah total, 8,5 mL per kg berat badan. (Permenkes 91 2015)

Adakah efek samping dari donor aferesis ? Dilansir dari North Estonia Medical Centre, ada beberapa kemungkinan efek samping yang akan dialami setelah melakukan pengambilan darah dengan metode aferesis.

Antara lain, perasaan dingin ketika sel darah merah dikembalikan ke tubuh, rasa gatal ringan pada bibir jika seseorang sensitif terhadap antikoagulan, mengalami hematoma atau memar di lokasi penusukan jarum, pusing dan mual.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena reaksi tersebut bersifat sementara dan dapat hilang dengan sendirinya. Kendati tidak membahayakan, dalam beberapa kasus, prosedur ini dapat menyebabkan komplikasi atau masalah kesehatan yang serius.

Terlebih lagi, jika Anda tengah mengalami beberapa kondisi seperti perdarahan, infeksi, tekanan darah rendah, dan kram otot.

Oleh karena itu, selalu konsultasikan dengan dokter terkait kondisi kesehatan Anda saat ini. Beritahu dokter atau tenaga medis sebelum melakukan prosedur pengambilan darah.

Di samping efek samping tersebut, dengan melakukan donor aferesis, maka secara tidak langsung Anda dapat mengetahui kondisi kesehatan secara berkala, meliputi tekanan darah, nadi, tinggi badan, berat badan, hasil laboratorium (hemoglobin, trombosit, lekosit, dan lain-lain).

Selain itu, Anda juga dapat mengetahui hasil laboratorium mengenai kemungkinan adanya infeksi menular lewat transfusi darah (IMLTD), seperti HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, Sifilis. (dikutip oleh dr. Stephen Lapian dari beberapa sumber)

About Author: Redaksi Meimo News

Gravatar Image
Meimonews.com Pengelola : PT Meimo Berjalan Bersama Badan Hukum : Keputusan Menkumham dan HAM RI No. : AHU-0057475-AH.01.01 Tahun 2022 Notaris : Budiharto Prawira, SH Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Lexie Kalesaran Alamat : Jl. Kampus Timur No. 84 Kleak Manado 95115 Telp. 082190565818 - WA 0895395534143

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *