Meimonews.com – Berbagai hal terkait kerjasama Universitas Negeri Manado (Unima) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahaaa dibahas dalam rapat bersama di Kantor Bupati Minahasa, Selasa (27/1/2026).
Rapat ini dihadiri pimpinan Unima yakni Rektor Joseph Philip Kambey dan jajaran serta Pemkab seperti Bupat Robby Dondomneyi, Sekretaris Daerah Lynda Watania dan pejabat terkait.
Rapat ini dimaksudkan agar hal-hal terkait kerjasama Unima dan Pemkab Minahasa setelah adanya penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) Tridharma Perguruan Tinggi bisa berjalan baik dan lancar.
Apalagi, ada hal-hal kerjasama
yang secara apesifik seperti Unima akan bermitra dengan RSUD Tondano dan pembangunan RS Pendidikan yang memerlukan izin Pemkab Minahasa.
Unima akan bermitra dengan RSUD Tondano untuk mendukung pembukaan Program Studi (Prodi) Kedokteran. Untuk pembangunan RS Pendidikan memerlukan kerjasama untuk bisa mempermudah pengurusan perizinan.
“Selain itu, terkait dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) karena Unima menyiapkan RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau),” ujar Sekretaris Rektor Unima Marcia Watulingas kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Rabu (27/1/2026).
Setelah pembahasan tersebut, diadakan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor Unima Joseph Philip Kambey dan Bupati Minahasa Robby Dondokambey. Turut mendampingi, antara lain Wakil Rektor 3 Unima Lenny Leorina Evinita dan Sekda Minahasa Lynda Watania
Rektor Unima menjelaskan, kerjasama ini menjadi langkah strategis bagi Unima dan Pemkab Minahasa terutama dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Minahasa.
Bupati Minahasa mengatakan, kesepakatan ini sebagai momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. (FA)
Meimonews.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada para rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia sebagai bagian dari penguatan arah kebijakan dan transformasi pendidikan nasional.
Kegiatan yang dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026) ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Unima turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut melalui kehadiran Rektor Joseph Kambey di dampingi Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Grace Sherly Luntungan dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. (FISH) Theodorus Pangalila
Dalam taklimat tersebut, Presiden RI menyampaikan arahan strategis terkait peningkatan mutu pendidikan tinggi, penguatan tata kelola perguruan tinggi, serta pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam pengelolaan institusi pendidikan.
Arahan ini menegaskan posisi perguruan tinggi sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing.
Arahan Presiden RI menjadi penguatan bagi Unima untuk terus berkomitmen mendorong kemajuan pendidikan di Minahasa dan Sulawesi Utara.
Unima diarahkan secara langsung oleh Presiden Prabowo untuk semakin adaptif terhadap dinamika pembangunan, memperkuat kualitas akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, serta memastikan bahwa setiap program institusi memberikan dampak nyata bagi masyarakat khususnya di Minahasa. (*/FA)
Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Misa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Training Center Unima, Tondano, Kamis (8/1/2026)
Misa dipimpin Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi Pastor Dismas Saletia Pr, Pastor Sefry Topit Pr, Pastor Fecky Singal Pr, Pastor Hanny Mentang Pr, Pastor Marcel Lintong Pr dan Frater Diakon Michael Kewo Pr.
Hadir pada kegiatan yang berlangsung dengan khidmat dan penuh penghayatan sebagai wujud syukur serta refleksi iman keluarga besar Unima dalam menyambut Natal dan memasuki tahun yang baru ini Rektor Unima Joseph Kambey, para pimpinan dan sivitas akademika Unima dan undangan lainnya.
Tena yang diangkat dalan oerayaan ini adalah Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga dengan sub tema Dan di atas semuanya itu, kenakanlah kasih sebagai pengikat yang menyempurnakan dan mempersatukan.
Tema dan sub tema tersebut menjadi benang merah dalam seluruh rangkaian perayaan, mengajak umat untuk merefleksikan kehadiran Allah yang menyertai dan menguatkan keluarga dalam setiap situasi kehidupan.
Salah satu momen yang menyentuh hati seluruh umat yang hadir terjadi ketika Mgr. Rolly (sapaan akrab Uakup yang baru merayakan 69 tahun usianya itu) secara khusus memanjatkan doa bagi almarhumah Anthoineta Evia Maria Mangolo serta doa bagi orang tua dan keluarga yang turut hadir langsung dalam misa ini.
Doa tersebut menjadi perwujudan nyata dari tema perayaan, di mana kasih dan kepedulian diwujudkan melalui doa bersama sebagai pengikat yang mempersatukan seluruh keluarga besar Unima dalam duka dan pengharapan.
Dalam homilinya, Uskup menegaskan, kehadiran Allah yang menyelamatkan keluarga terwujud melalui kasih yang nyata, saling menguatkan, dan kepedulian terhadap sesama.
Kasih, sebagaimana disebutkan dalam sub tema perayaan, menjadi fondasi yang menyempurnakan relasi, mempererat persaudaraan, serta mempersatukan komunitas dalam keberagaman dan dinamika kehidupan.
Melalui pelaksanaan Misa Natal dan Tahun Baru ini, Unima menegaskan komitmennya sebagai komunitas akademik yang tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai spiritual, kemanusiaan, dan kasih sebagai dasar kebersamaan.
Perayaan ini menjadi pengingat bahwa Unima adalah satu keluarga yang berjalan bersama, saling menopang, dan saling menguatkan dalam terang iman dan kasih (*/FA)
Meimonews.com – Kasus pelecehan seksual terhadap mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIPP Unima Evia Mangolo (EM) yang telah meninggal dunia telah menjadi berita/informasi viral bukan hanya di lingkungan pendidikan tapi juga lingkungan umum.
Rektor Unima Joseph Philip Kambey dan jajaran berusaha keras agar permasalahan pelecehan seksual yang diduga dilakukan dosen FIPP (Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Unima berinisial DM bisa segera tuntas.
Pihak seperti Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) RI dan Polda Sulut dan jajaran sudah turun tangan.
Reaksi cepat dari pihak-pihak terkait tak terlepas dari atensi dan konsistensi dari pihak Rektorat Unima terhadap persoalan yang ada.
Saat pertemuan/konsultasi Rektor Unima di dampingi Wakil Rektor 2 Donal Matheos Ratu bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Brian Yuliarto dan Menteri Pemberdayaan Perlindungan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifah Fauzi di Jakarta, Senin (5/1/2026) terlihat jelas komitmen pihak terkait untuk menuntaskan permasalahan ini secepatnya dan berharap tidak terulang lagi bukan hanya di lingkungan pendidikan tinggi.
Kemdiktisaibtek mengungkapkan rasa turut berdukacita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. “Karena terjadinya pelanggaran itu, maka saat ini kami sangat berduka,” ujar Mendiksaintek kepada wartawan.
Kemdiktisaintek dan Kementerian PPPA serta Unima, menurutnya, telah melakukan koordinasi dan telah melakukan kunjungan kepada keluarga korban.
“Saat kami bersama, maka kami memiliki konsen dan dukungan yang sama agar penanganan kasus ini bisa berjalan segera dan cepat, setelah memenuhi ketentuan dan hukum-hukum yang ada,” jelasnya.
Mendiktisaintek mengapresiasi, langkah cepat dari pihak Unima dalam menonaktifkan dosen yang diduga kuat melakukan pelanggaran. “Rektor Unima bersama jajaran telah melakukan langkah dan gerakan cepat, sehingga telah menonaktifkan dosen yang diduga kuat melakukan pelanggaran tersebut,” sebutnya.
Mendiktisaintek berjanji akan memproses dengan cepat hal-hal yang dilanggar, dan nantinya akan dikeluarkan hukuman sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap ini menjadi gerakan bersama. Ini disampaikan juga kepada seluruh civitas akademika, dosen dan mahasiswa untuk tidak ragu-ragu, tidak malu-malu untuk melaporkan hal-hal yang tidak sesuai. Dan kami memastikan melindungi seluruh laporan-laporan yang masuk,” ujarnya.
Untuk itu, diminta kepada seluruh perguruan tinggi, kampus menjadikan ini sebagai bahan peringatan bersama bahwa kita harus terus menerus menjaga kondusifitas akademika. “Saya juga mengingatkan dan memberikan perlindungan kepada sivitas akademika, korban-korban terhadap hal-hal yang tidak diinginkan ini,” tandasnya.
Menteri PPPA menegaskan, pihaknya menguatkan kolaborasi antara Kemdiktisaintek dan KPPA soal bagaimana regulasi yang bisa berjalan dan berlaku nantinya.
“Kami turut berduka cita. Diharapkan ada penguatan sosialisasi secara massif. Makanya kolaborasi lebih lanjut, supaya ke depan bisa lebih cepat,” ujar Arifah.
Menteri PPPA berharap adanya upaya kolaboratif penguatan pencegahan dini melalui sosialisasi agar bila terjadi sesuati bisa bergersk cepat (FA)
Meimonews.com – Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Manado (Unima) dan kelompok masyarakat yang tergabung dalam organisasi Kelompok Cipayung menggelar Aksi Solidaritas Melawam Pelecehan Seksual di halaman kantor Pusat Unima, Tondano, Senin (5/1/2026).
Aksi ini diadakan terkait dengan meninggalnya Evia (mahasiswa Unina Jurusan PGSD) yang diduga mengalami pelecehan seksual oleh dosen Unima berinisial DM.
Aksi ini adalah bentuk protes terhadap segala bentuk pelecehan yang terjadi di lingkungan kampus yang seharusnya, menurut mereka, kampus menjadi ruang aman untuk belajar.
Kepala Bagian Fasilitasi Tindak Lanjut Pelaporan Itjen Kemdiktisaintek RI Julians Andarsa diminta untuk memberikan penjelasan
“Kami Solidaritas Melawan Pelecehan Seksual mengecam.keras segala bentuk kekerasan sekaual,” ujar salah satu orator saat membancakan tuntutan mereka.
Ada beberapa tuntutan yang paling utama (yang ditujukan.kepada) Kementerian (Kemendiktisaintek RI) dan pihak kampus Unima.
Pertama, pecat Danny Masinambouw, oknum dosen selaku pelaku kekerasan seksual. Kedua, mendesak Unima untuk mengusut kembali seluruh laporan/aduan terhadap kasus pelecehan seksual yang terjadi di lilingkungan kampus.
Ketiga,mendesak Polda Sulut untuk menindaklanjuti serta menyelesaikan kasus EM dengan sifat transparansi kepada publik. Keempat, pecat seluruh Tim Satgas PPKPT Unlma.
Kelima, copot pejabat terkait yang terbukti lalai dan membiarkan laporan. Keenam, stop intimidasi kepada jurnalis. Ketujuh, bubarkan BEM Unima dan BEM FIPP.
Ada juga tuntutan lain yang disampaikan yakni Evaluasi sistem penilaian dosen terhadap mahasiswa; Hapuskan kebiasaan pungli dan gratifikasi di lingkungan Unima; Pembatasan segala bentuk pelayanan dan administrasi, hanya di lingkungan kampus.
Transparansi anggaran kemahasiswaan; Upgrade fasilitas kampus; Peningkatan kesejahteraan pegawai kampus (Satpam dan ceanning service).
Setelah memberikan kesempatan kepada pemgunjuk rasa untuk berorasi dan menyampaikan tuntuan mereka, Pimpinan Unima langsung memberikan respons/tanggapan.
Rektor Unima Joseph Philip Kambey, menurut Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita telah mengeluarkan surat keputusan pemberhentian sementara kepada dosen tersebut sambil menunggu proses lanjutannya yang sedang berlangsung.
Pihaknya jelas Lenny (yang newakili Rektor menerima pengunjuk rasa) tidak berhak untuk menonaktifkan atau memecat. Kami hanya bisa memberikan rekomendasi. Berikan waktu kepada pimpinan Unima.
Saat ini, jelas Lenny, di Unima sedang berlangsung proses penanganan lanjut kasus tersebut yang mekibatkan sejumlah pihak terkait yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (DP3A) Sulut, Polda Sulut, Irjen Kemdiktisaintek RI dan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).
“Berikan kami waktu untuk menyelesaikan sesuai dengan aturan. Kami berjanji akan menyelesaikan maslah ini sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya yang di danoingi antara lain Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru, pimpinan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP), Satgas PPKPT, Humas Unima Titof Tulaka,
Kalaupun ada suara-suara lain di luar sana, sebutnya mari perpikir secara positif bahwa universitas/institusi akan menyelesaikan. Tidak ada pembiaran. Unima menolak aksi yang telah dilakukan dosen teraebut. Pihak universitas akan berusaha menyelesaikannya.
Pimpinan Unima, sebut Lenny, turut berdukacita atas meninggalnya salah satu mahasiswanya.
Setelah ada pernyataan dari BEM Unima dan BEM FIPP, aksi solidaritas melawan pelecehan seksual berakhir dengan aman dan damai.
Di penghujung kegiatan, Kepala Bagian Fasilitas Tindak Lanjut Pelaporan Itjen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisantek RI) Julians Andarsa sempat menyanpaikan beberapa hal terkait keterlibatan Kemdiktisaintek RI dalam penanganan permasalahan ini. (FA)
Meimonews.com – Sebanyak 735 wisudawan/wisudawati Program Pascasarjana, Magiater dan Doktor Universitas Negeri Manado (Unima) Tahap II Semester Ganjil Tahun Akademik (TA) 2025/2026 dikukuhkan Rektor Unima Joseph Philep Kambey.
Pengukuhan ini dilakukan dalam Sidang Terbuka Unima yang dipimpin Herry Sumual (Ketua Senat) di Auditorium Maria Walanda Maramis Kampus Unima, Tondano. Kamis (18/12/2025).
Pengukuhan ini merupakan agenda akademik resmi universitas sebagai bentuk pengukuhan lulusan dari berbagai jenjang pendidikan.
Dalam sambutannya, Rektor Unima menjelaskan, wisuda menjadi penanda selesainya proses akademik sekaligus awal pengabdian lulusan kepada masyarakat.
Rektor menegaskan pentingnya peran lulusan Unima sebagai insan intelektual yang berintegritas, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan di berbagai sektor.
Rektor juga menegaskan komitmen Unima dalam melakukan transformasi kelembagaan dan peningkatan mutu pendidikan tinggi.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan program studi strategis yang relevan dengan kebutuhan nasional dan daerah.
Melalui pelaksanaan Wisuda Tahap II Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 ini, Unima menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen menghasilkan lulusan berkualitas, berkarakter, dan siap berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.
Di momen penting ini, Rektor menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus atas dukungan nyata terhadap pengembangan Unima. (*/FA)
Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut terkait dengan Tridharma Perguruan Tinggi.
Penandatanganan dilakukan Rektor Unima Joseph Philip Kambey dengan Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus di Wisma Negara Bumi Beringin Manado, Jumat (12/12/2025).
Hadir mendampingi Rektor, antara lain Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru, Wakil Rektor 2 Donal Matheos Ratu dan Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita.
Dari Pemprov Sulut yang mendampingi Gubernur adalah Sekprov Tahlis Gallang, Kadis Pendidikan Femmy Suluh, Plt Kadis Kesehatan Rima Lolong, Plt. Kadis Sosial Andra Mawuntu dan Plh Kadis Kominfo Denny Mangala.
Di momen tersebut terungkap proses pembentukan dua program studi (Prodi) baru di Unima yakni Prodi Kedokteran dan Prodi Pertanian.
Kepada wartawan, baik Rektor maupun Gubernur mengungkap bagaimana proses pembentukan dua prodi baru tersebut terutama perhatian dari Presiden Prabowo Subianto.
Gubernur mengatakan, Presiden cepat menanggapi rencana pembentukan prodi baru di Unima. Beberapa waktu lalu sudah ada tim dari keprisidenan untuk mengecek kesiapan pembentukan prodi baru tersebut.
“Karena Unima memiliki lahan yang luas dan kita juga sangat membutuhkan dokter di daerah Sulut dan juga kepentingan di Indonesia,” ujar Gubernur.
Oleh karena itu, Gubernur bersurat kepada Presiden, dan Presiden langsing meresponsnya dengan cepat. Tim Kementerian Kesehatan dan Kemendiktisaintek sudah datang ke sini beberapa waktu yang lalu.
“Tentunya, atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kami berterima kepada Presiden Republik Indonesia yang begitu cepat menanggapi harapan-harapan kami di Sulawesi Utara,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Rektor Unima. Gubernur Sulut, menurutnya, langsung memberikan rekomendasi ke Presiden tentang pembukaan dua prodi tersebut.
“Ini merupakan wujud nyata kepedulian pak gubernur yang ingin Sulawesi Utara begitu cepat maju dan kami (Unima) langsung merespons keinginan pak gubernur terutama untuk kepentingan kesehatan masyarakat Sulut, yang langsung direspons pak Presiden dan Menteri,” ujar Rektor.
Unima, sambung Rektor, langsung dihubungi untuk mempersiapkan segala sesuatu sehingga nanti pada tahun depan, kira-kira Mei 2026 izin operasionalnya bisa keluar dan Unima bisa melakukan penerimaan calon mahasiswa khususnya prodi kedokteran.
“Dan ini semua merupakan cita-cita kami semua yang sudah diwujudkan bapak Gubernur,” ujar mantan Wakil Rektor 2 Unima dan mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unima ini. (Lexie)
Meimonews.com – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Dirien Diktisaintek RI) Khairul Munadi dan tim melakukan pendampingan pembukaan 3 program studi (prodi) baru Unima.
Dirjen dan tim melakukan kegiatan pendampingan yang merupakan bagian dari upaya penguatan kelembagaan dan pengembangan akademik Unima menuju universitas berdaya saing nasional dan regional ini dilakukan di ruang rapat lantai 3 Unima, Selasa (9/12/2025).
Ketiga prodi baru itu adalah Prodi Kedokteran, Prodi Bioteknologi dan Prodi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian.
Dalam sesi pendampingan, Dirjen memberikan arahan komprehensif terkait pemenuhan standar pembukaan program studi, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, pemutakhiran kurikulum, analisis kebutuhan masyarakat, hingga kelengkapan sarana dan prasarana yang harus dipenuhi oleh institusi.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh proses pengajuan prodi baru berjalan sesuai regulasi dan ketentuan Ditjen Dikti.
Pendampingan juga dihadiri oleh Tim Direktorat Kelembagaan yaitu Henriette Minerva Wenno dan Sefryan Daru S bersama Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Munawir S. Rasak, yang memberikan penjelasan teknis terkait regulasi, standar mutu, dan tahapan proses usulan pembukaan prodi.
Turut hadir Staf Ahli Menteri yakni Tri Hanggono Achmad dan T. Basarudin, yang memberikan penguatan perspektif akademik dan kebijakan dalam pengembangan prodi strategis di lingkungan Unima.
Rektor Unima.Joseph Philip Kambey menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan dari kementerian.
Kehadiran Dirjen dan tim, menurut Rektor memberikan motivasi besar bagi Unima dalam mempercepat langkah menuju pembukaan prodi strategis yang sangat dibutuhkan masyarakat dan dunia kerja, khususnya di wilayah Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur.
Rektor bersama seluruh jajaran pimpinan universitas turut mengikuti kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dalam mendorong transformasi institusi melalui pembukaan program studi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional dan daerah.
Melalui pendampingan ini, Unima semakin optimis dalam mematangkan seluruh persyaratan pembukaan prodi, termasuk penyusunan dokumen akademik, rencana laboratorium, serta strategi implementasi kurikulum berbasis kebutuhan masa depan. (*/FA)
Meimonews.com – Ajudan Presiden RI Prabowo Subianto Hercelino Fraya Wowor dan Staf Khusus (Stafsus) Mendiktisaintek Muhammad Fajar Shiddieq melakukan kunjungan ke Universitas Negeri Manado (Unima), Jumat (5/12/2025).
Wowor dan Shiddieq diterima Rektor Unima Joseph Philip Kambey di dampingi antara lain Wakil-wakil Rektor Unima, beberapa Dekan dan Biro di ruang rapat Lantai 2 Unima, Tondano.
Dalam pertemuan tersebut dibahas arah dan strategi penguatan pendidikan tinggi di Sulaweai Utara.
Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi Unima dalam upaya pengembangan institusi, khususnya terkait rencana pendirian program studi baru.
Fokus utama pembahasan adalah pendirian Program Studi (Prodi) Kedokteran dan prodi Teknologi Pertanian sebagai bagian dari pengembangan akademik yang sejalan dengan kebutuhan nasional dan regional.
Pendirian kedua program studi ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi Unima dalam menyediakan sumber daya manusia yang kompeten di bidang kesehatan dan teknologi pertanian, serta memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.
Kunjungan kerja ini juga menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan kapasitas institusi pendidikan tinggi di daerah, sekaligus memperkuat kolaborasi antara Unima dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktiaaintek) RI. (*/FA)
Meimonews.com – Permasalahan Danau Tondano yang berada di Kabupaten Minahasa terus jadi pembicaraan bukan hanya di daerah ini tapi (bahkan) secara internasional.
Bentuk kepedulian terhadap permasalahan Danau Tondano, yang sebenarnya memiliki potensi penting bagi daerah ini, membuat Unima dan Jepang melakukan kolaborasi.
Kolaborasi tersebut diawali penandatangan kerjasama antara Unima dan DEA Consultants, Inc Japan di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Pusat Unima, Kamis (27/11/2025).
Penandatangan telah dilakukan Rektor Unima Joseph Philip Kambey dan Head of Survey and Measurement Department Fukasawa Takeshi (IDEA Consultants, Inc Japan).
Kolaborasi dengan Tim IDEA Jepang ini untuk melakukan penelitian di Danau Tondano seperti mengontrol perkembangan eceng gondok dan penanggulangan bencana.
Mendampingi Takashi adalah Researcher of Survey and Measurement David Erick Angmalisang dan tim dari IDEA Consultants, Inc. Japan. Dari Unima, hadir Wakil Rektor 3 Unima Lenny Leorina Evinita (mewakili Rektor) dan perwakilan fakultas-fakultas. (FA)