Meimonews.com – Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Manado (Unima) dan kelompok masyarakat yang tergabung dalam organisasi Kelompok Cipayung menggelar Aksi Solidaritas Melawam Pelecehan Seksual di halaman kantor Pusat Unima, Tondano, Senin (5/1/2026).

Aksi ini diadakan terkait dengan meninggalnya Evia (mahasiswa Unina Jurusan PGSD) yang diduga mengalami pelecehan seksual oleh dosen Unima berinisial DM.

Aksi ini adalah bentuk protes terhadap segala bentuk pelecehan yang terjadi di lingkungan kampus yang seharusnya, menurut mereka, kampus menjadi ruang aman untuk belajar.

Kepala Bagian Fasilitasi Tindak Lanjut Pelaporan Itjen Kemdiktisaintek RI Julians Andarsa diminta untuk memberikan penjelasan

“Kami Solidaritas Melawan Pelecehan Seksual mengecam.keras segala bentuk kekerasan sekaual,” ujar salah satu orator saat membancakan tuntutan mereka.

Ada beberapa tuntutan yang paling utama (yang ditujukan.kepada) Kementerian (Kemendiktisaintek RI) dan pihak kampus Unima.

Pertama, pecat Danny Masinambouw, oknum dosen selaku pelaku kekerasan seksual. Kedua, mendesak Unima untuk mengusut kembali seluruh laporan/aduan terhadap kasus pelecehan seksual yang terjadi di lilingkungan kampus.

Ketiga,mendesak Polda Sulut untuk menindaklanjuti serta menyelesaikan kasus EM dengan sifat transparansi kepada publik. Keempat, pecat seluruh Tim Satgas PPKPT Unlma.

Kelima, copot pejabat terkait yang terbukti lalai dan membiarkan laporan. Keenam, stop intimidasi kepada jurnalis. Ketujuh, bubarkan BEM Unima dan BEM FIPP.

Ada juga tuntutan lain yang disampaikan yakni Evaluasi sistem penilaian dosen terhadap mahasiswa; Hapuskan kebiasaan pungli dan gratifikasi di lingkungan Unima; Pembatasan segala bentuk pelayanan dan administrasi, hanya di lingkungan kampus.

Transparansi anggaran kemahasiswaan; Upgrade fasilitas kampus; Peningkatan kesejahteraan pegawai kampus (Satpam dan ceanning service).

Setelah memberikan kesempatan kepada pemgunjuk rasa untuk berorasi dan menyampaikan tuntuan mereka, Pimpinan Unima langsung memberikan respons/tanggapan.

Rektor Unima Joseph Philip Kambey, menurut Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita telah mengeluarkan surat keputusan pemberhentian sementara kepada dosen tersebut sambil menunggu proses lanjutannya yang sedang berlangsung.

Pihaknya jelas Lenny (yang newakili Rektor menerima pengunjuk rasa) tidak berhak untuk menonaktifkan atau memecat. Kami hanya bisa memberikan rekomendasi. Berikan waktu kepada pimpinan Unima.

Saat ini, jelas Lenny, di Unima sedang berlangsung proses penanganan lanjut kasus tersebut yang mekibatkan sejumlah pihak terkait yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (DP3A) Sulut, Polda Sulut, Irjen Kemdiktisaintek RI dan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).

“Berikan kami waktu untuk menyelesaikan sesuai dengan aturan. Kami berjanji akan menyelesaikan maslah ini sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya yang di danoingi antara lain Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru, pimpinan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP), Satgas PPKPT, Humas Unima Titof Tulaka,

Kalaupun ada suara-suara lain di luar sana, sebutnya mari perpikir secara positif bahwa universitas/institusi akan menyelesaikan. Tidak ada pembiaran. Unima menolak aksi yang telah dilakukan dosen teraebut. Pihak universitas akan berusaha menyelesaikannya.

Pimpinan Unima, sebut Lenny, turut berdukacita atas meninggalnya salah satu mahasiswanya.

Setelah ada pernyataan dari BEM Unima dan BEM FIPP, aksi solidaritas melawan pelecehan seksual berakhir dengan aman dan damai.

Di penghujung kegiatan, Kepala Bagian Fasilitas Tindak Lanjut Pelaporan ItjenĀ  Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisantek RI) Julians Andarsa sempat menyanpaikan beberapa hal terkait keterlibatan Kemdiktisaintek RI dalam penanganan permasalahan ini. (FA)

Meimonews.com – Sebanyak 735 wisudawan/wisudawati Program Pascasarjana, Magiater dan Doktor Universitas Negeri Manado (Unima) Tahap II Semester Ganjil Tahun Akademik (TA) 2025/2026 dikukuhkan Rektor Unima Joseph Philep Kambey.

Pengukuhan ini dilakukan dalam Sidang Terbuka Unima yang dipimpin Herry Sumual (Ketua Senat) di Auditorium Maria Walanda Maramis Kampus Unima, Tondano. Kamis (18/12/2025).

Pengukuhan ini merupakan agenda akademik resmi universitas sebagai bentuk pengukuhan lulusan dari berbagai jenjang pendidikan.

Dalam sambutannya, Rektor Unima menjelaskan, wisuda menjadi penanda selesainya proses akademik sekaligus awal pengabdian lulusan kepada masyarakat.

Rektor menegaskan pentingnya peran lulusan Unima sebagai insan intelektual yang berintegritas, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan di berbagai sektor.

Rektor juga menegaskan komitmen Unima dalam melakukan transformasi kelembagaan dan peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan program studi strategis yang relevan dengan kebutuhan nasional dan daerah.

Melalui pelaksanaan Wisuda Tahap II Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 ini, Unima menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen menghasilkan lulusan berkualitas, berkarakter, dan siap berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.

Di momen penting ini, Rektor menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus atas dukungan nyata terhadap pengembangan Unima. (*/FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut terkait dengan Tridharma Perguruan Tinggi.

Penandatanganan dilakukan Rektor Unima Joseph Philip Kambey dengan Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus di Wisma Negara Bumi Beringin Manado, Jumat (12/12/2025).

Hadir mendampingi Rektor, antara lain Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru, Wakil Rektor 2 Donal Matheos Ratu dan Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita.

Dari Pemprov Sulut yang mendampingi Gubernur adalah Sekprov Tahlis Gallang, Kadis Pendidikan Femmy Suluh, Plt Kadis Kesehatan Rima Lolong, Plt. Kadis Sosial Andra Mawuntu dan Plh Kadis Kominfo Denny Mangala.

 

Di momen tersebut terungkap proses pembentukan dua program studi (Prodi) baru di Unima yakni Prodi Kedokteran dan Prodi Pertanian.

Kepada wartawan, baik Rektor maupun Gubernur mengungkap bagaimana proses pembentukan dua prodi baru tersebut terutama perhatian dari Presiden Prabowo Subianto.

Gubernur mengatakan, Presiden cepat menanggapi rencana pembentukan prodi baru di Unima. Beberapa waktu lalu sudah ada tim dari keprisidenan untuk mengecek kesiapan pembentukan prodi baru tersebut.

“Karena Unima memiliki lahan yang luas dan kita juga sangat membutuhkan dokter di daerah Sulut dan juga kepentingan di Indonesia,” ujar Gubernur.

Oleh karena itu, Gubernur bersurat kepada Presiden, dan Presiden langsing meresponsnya dengan cepat. Tim Kementerian Kesehatan dan Kemendiktisaintek sudah datang ke sini beberapa waktu yang lalu.

“Tentunya, atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kami berterima kepada Presiden Republik Indonesia yang begitu cepat menanggapi harapan-harapan kami di Sulawesi Utara,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rektor Unima. Gubernur Sulut, menurutnya, langsung memberikan rekomendasi ke Presiden tentang pembukaan dua prodi tersebut.

“Ini merupakan wujud nyata kepedulian pak gubernur yang ingin Sulawesi Utara begitu cepat maju dan kami (Unima) langsung merespons keinginan pak gubernur terutama untuk kepentingan kesehatan masyarakat Sulut, yang langsung direspons pak Presiden dan Menteri,” ujar Rektor.

Unima, sambung Rektor, langsung dihubungi untuk mempersiapkan segala sesuatu sehingga nanti pada tahun depan, kira-kira Mei 2026 izin operasionalnya bisa keluar dan Unima bisa melakukan penerimaan calon mahasiswa khususnya prodi kedokteran.

“Dan ini semua merupakan cita-cita kami semua yang sudah diwujudkan bapak Gubernur,” ujar mantan Wakil Rektor 2 Unima dan mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unima ini. (Lexie)

Meimonews.com – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Dirien Diktisaintek RI) Khairul Munadi dan tim melakukan pendampingan pembukaan 3 program studi (prodi) baru Unima.

Dirjen dan tim melakukan kegiatan pendampingan yang merupakan bagian dari upaya penguatan kelembagaan dan pengembangan akademik Unima menuju universitas berdaya saing nasional dan regional ini dilakukan di ruang rapat lantai 3 Unima, Selasa (9/12/2025).

Ketiga prodi baru itu adalah Prodi Kedokteran, Prodi Bioteknologi dan Prodi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian.

Dalam sesi pendampingan, Dirjen memberikan arahan komprehensif terkait pemenuhan standar pembukaan program studi, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, pemutakhiran kurikulum, analisis kebutuhan masyarakat, hingga kelengkapan sarana dan prasarana yang harus dipenuhi oleh institusi.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh proses pengajuan prodi baru berjalan sesuai regulasi dan ketentuan Ditjen Dikti.

Pendampingan juga dihadiri oleh Tim Direktorat Kelembagaan yaitu Henriette Minerva Wenno dan Sefryan Daru S bersama Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Munawir S. Rasak, yang memberikan penjelasan teknis terkait regulasi, standar mutu, dan tahapan proses usulan pembukaan prodi.

Turut hadir Staf Ahli Menteri yakni Tri Hanggono Achmad dan T. Basarudin, yang memberikan penguatan perspektif akademik dan kebijakan dalam pengembangan prodi strategis di lingkungan Unima.

Rektor Unima.Joseph Philip Kambey menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan dari kementerian.

Kehadiran Dirjen dan tim, menurut Rektor memberikan motivasi besar bagi Unima dalam mempercepat langkah menuju pembukaan prodi strategis yang sangat dibutuhkan masyarakat dan dunia kerja, khususnya di wilayah Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur.

Rektor bersama seluruh jajaran pimpinan universitas turut mengikuti kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dalam mendorong transformasi institusi melalui pembukaan program studi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional dan daerah.

Melalui pendampingan ini, Unima semakin optimis dalam mematangkan seluruh persyaratan pembukaan prodi, termasuk penyusunan dokumen akademik, rencana laboratorium, serta strategi implementasi kurikulum berbasis kebutuhan masa depan. (*/FA)

Meimonews.com – Ajudan Presiden RI Prabowo Subianto Hercelino Fraya Wowor dan Staf Khusus (Stafsus) Mendiktisaintek Muhammad Fajar Shiddieq melakukan kunjungan ke Universitas Negeri Manado (Unima), Jumat (5/12/2025).

Wowor dan Shiddieq diterima Rektor Unima Joseph Philip Kambey di dampingi antara lain Wakil-wakil Rektor Unima, beberapa Dekan dan Biro di ruang rapat Lantai 2 Unima, Tondano.

Dalam pertemuan tersebut dibahas arah dan strategi penguatan pendidikan tinggi di Sulaweai Utara.

Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi Unima dalam upaya pengembangan institusi, khususnya terkait rencana pendirian program studi baru.

Fokus utama pembahasan adalah pendirian Program Studi (Prodi) Kedokteran dan prodi Teknologi Pertanian sebagai bagian dari pengembangan akademik yang sejalan dengan kebutuhan nasional dan regional.

Pendirian kedua program studi ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi Unima dalam menyediakan sumber daya manusia yang kompeten di bidang kesehatan dan teknologi pertanian, serta memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.

Kunjungan kerja ini juga menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan kapasitas institusi pendidikan tinggi di daerah, sekaligus memperkuat kolaborasi antara Unima dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktiaaintek) RI. (*/FA)

Meimonews.com – Permasalahan Danau Tondano yang berada di Kabupaten Minahasa terus jadi pembicaraan bukan hanya di daerah ini tapi (bahkan) secara internasional.

Bentuk kepedulian terhadap permasalahan Danau Tondano, yang sebenarnya memiliki potensi penting bagi daerah ini, membuat Unima dan Jepang melakukan kolaborasi.

Kolaborasi tersebut diawali penandatangan kerjasama antara Unima dan DEA Consultants, Inc Japan di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Pusat Unima, Kamis (27/11/2025).

Penandatangan telah dilakukan Rektor Unima Joseph Philip Kambey dan Head of Survey and Measurement Department Fukasawa Takeshi (IDEA Consultants, Inc Japan).

Kolaborasi dengan Tim IDEA Jepang ini untuk melakukan penelitian di Danau Tondano seperti mengontrol perkembangan eceng gondok dan penanggulangan bencana.

Mendampingi Takashi adalah Researcher of Survey and Measurement David Erick Angmalisang dan tim dari IDEA Consultants, Inc. Japan. Dari Unima, hadir Wakil Rektor 3 Unima Lenny Leorina Evinita (mewakili Rektor) dan perwakilan fakultas-fakultas. (FA)

Meimonews.com – Beberapa Kepala Jurusan (Kajur), Kepala Program Studi (Kaprodi) dan Koordinator Pusat (Kapus) pada Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) di Lingkungan Unima dilantik dan diambil sumpah/janji jabatan.

Acara tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Pusat Unima Tondano, Selasa (18/11/2025).

Pelantikan dilakukan Rektor Unima Joseph Philip Kambey di dampingi Wakil Rektor 2 Donal Matheos Ratu, Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita, Kepala LP3M Patricia M. Silangen dan Karo Kepegawaian, Keuangan dan Umum Joudia Meyke Rangkang.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan pesan dan ajakan penting untuk mereka yang dilantik dan diambil sumpah/janji jabatan tersebut.

Rektor berpesan untuk bekerjasama dengan baik, berkinerja dengan baik, menjaga integritas kita dalam bekerja seperti yang sudah dibacakan tadi yakni menjauhkan diri dari perbuatan tercela, menjaga etika jabaran, menghindari diri dari suap dan gratifikasi terutama juga pungli.

“Sehingga kita boleh sama-sama Universitas Negeri Manado lebih baik lagi ke depannya,” ujar Rektor.

Untuk Kaprodi, diminta untuk menjadi garda terdepan, bileh jadi berkat bagi mahasiswa yang akan berkuliah di prodi masing-nasing karena mereka adalah customers kita.

“Jadi, sebagai customers kita harus melayani mereka dengan sebaik-baiknya, jangan jadikan mereka obyek untuk meminta-minta uang,” ujarnya.

Jika ini terlaksana dengan baik, menurutnya, maka mahasiswa-mahasiswa akan menjadi alumni dan mereka-mereka ini akan menjadi marketer kita. (FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) mendapat kepercayaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI) untuk mengadakan Sosialisasi Program Ekosistim Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari).

Dari sekian banyak universitas yang ada, Unima salah satunya yang mendapat kepercayaan tersebut. Olehnya, Rektor Unima Joseph Philip Kambey menyampaikan terima kasih kepada Kemdiktisaintek karena mendapat kesempatan untuk mensosialisasikan kegiatan ini.

Sosialisasi ini, menurut Rektor sangat penting bagi Unima sebagai universitas dengan akreditasi Unggul dan ingin berprestasi lebih baik lagi. Oleh karenya, Rektor berharap semua pimpinan untuk mengikuti dengan cermat karena kegiatan ini juga akan membantu kita semua secara institusi.

 

Aris Winarna saat memaparkan materi yang dimoderatori Kepala LPPM Unima Armstrong F. Sompotan

“Mari kita ikut sosialisasi ini dengan baik sehingga kita boleh mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya,” ujarnya ketika memberikan sambutan pada pembukaan Sosialisasi dan Penandatangan Komitmen Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Usaha Mikro dan Kecil (UMK), Selasa (18/11/2025).

Kegiatan yang diikuti pimpinan dan staf di lingkungan Unima ini diadakan di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Pusat Unima Tondano.

Kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan upaya Unima dalam mendukung program pemerintah yang mendorong optimalisasi penggunaan produk dalam negeri di lingkungan instansi pendidikan tinggi.

Penandatanganan komitmen bersama oleh pimpinan Unima menjadi salah satu bagian penting dalam program ini dan menegaskan keseriusan institusi dalam mengimplementasikan kebijakan P3DN secara terstruktur, terukur dan berkelanjutan.

Aris Winarna (Kemdiktisaintek) dalam pemaparan materinya yang berjudul Semesta Bestari Saintek (Laboratorium hidup, menyamai tradisi memanen inovasi) mengawali dengan menjelaskan tentang transformasi saintek untuk menuju masyakat ilmu pengetahuan.

Dijelaskan input dari program ini yang terkait dengan Kebijakan dan anggaran, SDM saintek (dosen, peneliti), Rekasi, jejaring kemitraan, infrastruktur saintek; Aktivitas yang terdiri dari diseminasi dan publikasi pemanfaatan saintek, Diplomasi saintek melalui pemberdayaan asosiasi keilmuan; Penguatan ekosistem dan budaya saintek; Pembangunan repositori; Prakondisi : Dukungan dari sisi angaran dan Adanya sinergi lintas sektor.

Untuk output terdiri dari Produk saintek yang termanfaatkan oleh masyarakat, Exposure saintek ke publik, Kemitraan dan kolaborasi bidang saintek, Dokumen depositori dampak saintek.

Untuk Short Term Outcomers meliputi saintek menjadi agenda publik, perguruan tinggi menjadi katalisator untuk membumikan saintek di masyarakat, serta meningkatnya nilai tambah potensi lokal.

Untuk Medium Term Outcomers meliputi Membuminya saintek pada kehidupan masyarakat sehari-hari, meningkatnya produktivitas pendapatan masyarakat/komunitas, terbangunnya masyarakat yang rasional.

Winarna lantas menguraikan tentang bagimana membentuk masyarakat yang rasional, yang membutuhkan sinergi kreasi masyarakat dan akademisi untuk sains dan teknologi nusantara (Semesta) yakni science literacy, public understanding, public engagement.

Diuraikan pula tentang Mengapa laboratorium hidup, Apa yang dilakukan di laboratorium hidup, Posisi riset ekosistim hidup dan perbandingan model laboratorium dalam proses inovasi.

Setelah memberikan penjelasan awal, Winarna di dampingi Kepala LPPM Unima Armstrong F. Sompotan sebagai moderator, lalu memaparkan Pengenalan program bestari saintek.

Aris Winarna saat tiba di kampus Unima Tondano, yang dijemput Karo PKSHM Unima Vivi Saroinsong

Secara umum, Bestari Saintek merupakan pemanfaatan saintek berbasis potensi daerah yang menghimpun komomitas, talenta dan jejaring lokal untuk menghasilkan solusi yang tepat guna dan terukur.

Siklus kerjanya mencakup penjaringan kebutuhan pemangku kepentingan, perancangan bersama, pengujian di lingkungan nyata, penyempurnaan berbasis umpan balik, hingga adopsi.

“Arah program bertumpu pada nilai tambah,” ujarnya seraya menyebut rinciannya yakni mutu produk dan jasa, efisiensi rantai pasok, pembukaan akses pasar, serta peningkatan ekonomi warga dan daerah melalui praktik usaha yang tangguh, adaptif dan berkelanjutan.

Dijelaskan pula tujuan umum dan khusus program inii, siapa sasaran dan targetnya, siapa mitranya, berapa besaran pendanaannya, bagaimana ruang lingkup program ini, bagaimana mekanisme literasilinya, apa luaran akhir program ini, seperti apa alur seleksi program ini, apa yang dinilai pada usulan program ini, kapan mulai mendaftarnya.

Panduan perumusan Semesta Bestari Saintek dipaparkan oleh Winarna yakni agenda dan living labs serta merincikannya satu persatu. (FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Sosialisasi dan Penandatanganan Komitmen Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

Kegiatan yang diikuti oleh, antara lain, Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru, Wakil Rektor 2 Donal Matheos Ratu, Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita, pimpinan Senat Unima, pimpinan Senat, pimpinan dan staf tingkat univeritas lainnya serta para Dekan, Wakil Dekan, dan Kaprodi ini diadakan di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Pusat Unima, Tondano, Selasa (18/11/2025) ini.

Ada empat poin penting disampaikan Rektor untuk menjadi perhatian dan ditindaklanjuti terkait nama baik Unima yang kini mendapat predikat Unggul. Empat poin itu adalah soal IKU (indeks kinerja utama), soal surat izin dan soal Plh (Pelaksana Harian) Dekan.

Soal pungli (pungutan liar) terus menjadi perhatian karena hal itu masih terjadi di Unima, sebagaimana data yang dimiliki Rektor baik dari internal maupun eksternal Unima.

Rektor mengingatkan kepada seluruh pimpinan dan staf di lingkungan Unima untuk tidak melakukan punggutan liar (pungli) karena ada sanksinya,

Rektor menegaskan, berulang kali ia sampaikan soal hentikan pungli dan gratifikasi. Ia mendapat laporan dari mahasiswa masih terjadi pungutan liar. ‘Saya ulangi lagi, masih terkadi pungutan kiar di program studi dengan berbagai bentuk modus. Saya tahu prodi mana itu. Jadi, saya ingkatkan kembali, tolong, tolong hentikan pungutan liar di program studi,” ujarnya.

Mantan Plt.Wakil Rektor 2 Unima ini mengungkapkan bahwa ia mendapat laporan bukan hanya dari internal Unima tapi dari eksternal Unima juga. Ada laporan dari luar masuk kepadanya. Rektor lantas memaparkan kromologis terjadinya proses pungli. Nama orang tersebut dan dari fakultas/prodi mana, ada padanya.

Pembacaan Pakta Integritas oleh Sekretaris Rektor Unima Imelda Marcia Watulingas yang diikuti seluruh peserta yang menandatangani pakta integritas

“Sampai saat ini masih terjadi (pungli). Tadi malam saya mendapat laporan dari BEM Unima. Mereka akan mengadakan demo lagi di salah satu fakultas oleh karena ada pungli. “Jadi, sekali lagi, tolong hentikan pungutan liar,” tandas Rektor.

Menurutnya, sebagai pimpinan yang sudah mendapat tunjangan, tukin (tunjangan kinerja) dan gaji, itu sudah cukup. Jadi, diingatkan untuk jangan lagi melakukan pungli.

Diungkapkan, akan ada satu pejabat yang akan mendapat/diberikan sanksi. Rektor berharap, semoga ini (pemberian sanksi) menjadi pembelajaran buat yang lain.

Mantan Dekan FEB Unima ini menyebutkan, ketika dilantik sebagai Rektor, soal pungli ini adalah pesan utama dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek). Ia merasa malu waktu itu.

Pada waktu 70 pejabat yang dilantik (termasuk dia red), ungkapnya, Menteri hanya memberikan pesan kepadanya, “Pak Rektor, hentikan pungli di Unima.”

Dan, itu merupakan tugas yang diberikan kementerian. Oleh karenanya, Rektor berharap kepada pimpinan dan staf di lingkungan Unima yang diangkatnya untuk memberantas pungli di Unima.

“Sampai saat ini masih ada laporan pungli di Unima. “Anda diangkat, dilantik dan anda menandatangani pakta integritas. Jangan lupakan itu,” ujarnya, mengingatkan.

Soal IKU, Rektor mengungkapkan, pada waktu upacara hari Pahlawan tanggal 10 November 2025, ia telah menyampaikan bahwa kalau ada prodi (program studi) yang IKUnya belum tercapai sampai akhir tahun 2025 maka akan diganti.

Semoga ini diperhatikan betul-betul oleh setiap pimpinan jurusan dan Kaprodi. Hal itu selalu ia state berulang dan sudah kedua kali karena ini akan menentukan kinerja dekan dan rektor. Ia tidak main-main untuk ini. Untuk prodi yang tercapai kinerjanya, akan ada konsekuensi.

Ada dua fakultas (Rektor menyebut dua fakultas tersebut red) yang sudah diberi perhatian khusus. Kepada Kajur dan Kapordi diminta untuk memperhatikannya. Karena hal ini terkait dengan kinerja mereka.

Soal izin, Rektor mengungkapkan bahwa kemarin, ia mendapat surat izin yang diteruskan dari dekan karena eebagai dosen akan tugas di luar daerah. Ketika dilihat dan baca, surat itu dikeluarkan oleh satu Dinas (disebutkan dinas tersebut Ā red) untuk menghadiri salah satu kegiatan.

Rektor menyampaikan kepada dekan-dekan bahwa untuk mendapat izin Rektor, maka dinas terkait itu harus bersurat dalam bentuk surat permohonan. Karena kemarin yang diterima adalah surat perintah. Surat perintah kepada dosen Unima untuk menghadiri. Ia sempat Kabag untuk menanyakan dosen ini kerja di Unima atau dinas tersebut ?

Jadi, kalau ada surat izin, izin dari Rektor. Kepada orang yang diberikan izin, tolong beritahukan kepada intstansi luar Unima yang akan menggunakan keahlian anda atau apalah bermohonlah kepada Rektor untuk diberikan izin.

“Jangan surat perintah. Kalau tidak ada surat permohonan, saya tidak akan memberikan surat izin. Tapi kalau ada saya akan memberiksn surat izin. Karena ini bisa menjadi masalah buat anda ke depan,” ujarnya,

Poin terakhir adalah soal Pelaksana Harian (Plh) Dekan. Rektor mempersilahkan Dekan mengusulkan. Tapi biasanya WD 1 karena berkaitan dengan kegiatan-kegiatan akademik, kecuali WD 1 berhalangan maka WD 2. Kalau WD 2 berhalangan, WD 3. “Tapi permohonannya kepada Rektor, jangan main tunjung sendiri karena aturannya seperti itu,” tandasnya.

Di akhir sambutannya/arahannya, Rektor menegaskan, lebih baik bicara pahit di muka supaya menjadi pembelajaran bersama dan supaya manis di belakang. “Jangan manis-manis di muka kong pait (lalu pahit red) di belakang,” tandasnya.

Di momen tersebut, para Wakil Rektor memberikan pemaparan/penjelasan terkait beberapa program/kegiatan yang telah dilaksanakan/dicapai oleh masing-masing bidang dan rencana ke depan, termasuk menanggapi pertanyaan dan masukkan/saran dari peserta.

Terkait seringnya Rektor mengingatkan soal hentikan pungli, Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Unima Vivi W. Saroinsong kepada Meimonews.com di sela kegiatan, menjelaskan hal itu merupakan komitmen untuk mewujudkan Unima WBK (wilayah bebas korupsi). (FA)

Meimonews.com – Humas Universitas Negeri Manado (Unima) Titof Tulaka menegaskan, proses perkara dugaan plagiasi tulisan ilmiah yang dituduhkan kepada Rektor Unima Joseph Philip Kambey dalan perkara Nomor 207/G/2025/PTUN Jakarta belum memiliki kekuatsn hukum tetap.

“Masih berproses secara hukum. Belum terbukti secara sah dan meyakinkan bahwa Rektor Unima telah melakukan plagiasi,” ujarnya kepada Meimonews.comĀ  via telefon, Kamis (30/10/2025).

Itu sebabnya, bila ada pernyataan bahwa Rektor Unima terbukti melakukan plagiasi tulisan ilmiah, maka pernyataan itu dinilai terlalu subjektif dan tidak selaras dengan fakta hukum yang sementara berlangsung/berjalan,

“Kami menghargai pandangan semua pihak, termasuk kuasa hukum penggugat. Namun perlu digarisbawahi bahwa proses hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta masih berlangsung dan belum ada putusan hukum yang berkekuatan tetap. Karena itu, tidak tepat apabila ada pihak yang secara prematur menyatakan seseorang terbukti bersalah,ā€ ujarnya.

Rektor Unima Joseph Philip Kambey, menurutnya, sejak awal persidangan telah bersikap kooperatif dan menghormati setiap tahapan proses hukum yang digelar secara terbuka.

Ditegaskan, Unima berkomitmen untuk tidak melakukan intervensi apa pun, namun memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga marwah institusi dari pemberitaan yang tidak berimbang.

“Unima adalah lembaga pendidikan tinggi negeri yang menjunjung tinggi kejujuran akademik sekaligus menghormati supremasi hukum. Karena itu, kami menyerukan agar semua pihak bersikap objektif, proporsional, dan menahan diri dalam memberikan penilaian sebelum adanya keputusan resmi majelis hakim,ā€ ujarnya.

Dijelaskan, fakta persidangan tidak bisa ditarik secara parsial atau ditafsirkan sepihak oleh salah satu pihak berperkara. Kebenaran hukum hanya dapat ditegaskan melalui putusan pengadilan yang sah dan berkekuatan hukum tetap.

Terkait dengam proses pemilihan dan penetapan Rektor Unima di mana Joseph Philip Kambey terpilih dan telah dilantik sebagai Rektor Unima, Titof menegaskan, seluruh proses pemilihan dan penetapan Rektor Unima telah dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan dan diawasi langsung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

“Proses pemilihan Rektor Unima berjalan transparan, objektif, dan sesuai regulasi. Karena itu, pernyataan yang mendahului putusan pengadilan bukan hanya tidak etis, tetapi juga berpotensi membentuk opini publik yang keliru,ā€ sebutnya.

Humas Unima mengimbau seluruh civitas akademika, alumni, serta masyarakat luas untuk tetap tenang, tidak terprovokasi oleh pemberitaan yang belum terverifikasi, dan menyerahkan seluruh proses kepada lembaga peradilan yang berwenang.

“Mari kita hormati proses hukum dan jaga nama baik Universitas Negeri Manado sebagai rumah besar akademik yang berintegritas. Setelah pengadilan memutuskan, barulah publik dapat menilai secara objektif dan adil,ā€ ajak Titof, (FA)