Meimonews.com – Menyusul adanya ‘greenlight’ (lampu hijau)/persetujuan pembangunan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPT) dan pembukaan Fakultas Kedokteran (Faked) Universitas Negeri Manado (Unima), sejumlah langkah/upaya dilakukan pimpinan Unima.dan jajaran.

Langkah/upaya dimaksud dilakukan agar perencanaan dan pelaksanaan program tindak lanjutnya berjalan sebagaimana diharapkan. Kalau ada kendala atau hambatan, bisa sesegera mungkin dicarikan solusi/jalan keluarnya.

Terbaru, Rektor Unima Joseph Philip Kambey melakukan koordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI Doddy Hanggodo di ruang kerjanya, Rabu (4/3/2026).

Koordinasi ini terkait rencana pembangunan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) dan Faked Unima.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Unima dalam memperkuat pengembangan pendidikan kedokteran serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. (Lexie)

Meimonews.com – Rektor Unima Joseph Philip Kambey dan tim melakukan koordinasi dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Brian Yuliarto di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Pertemuan ini membahas rencana pendirian Rumah Sakit Pendidikan (RSP) dan pembukaan Fakultas Kedokteran (Faked) Unima sebagai bagian dari penguatan layanan pendidikan dan kesehatan di Sulawesi Utara.

Dalam pertemuan tersebut, Rektor Unima memaparkan kesiapan institusi, mulai dari aspek sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga dukungan akademik yang menjadi fondasi pembukaan program studi kedokteran.

Pendirian Rumah Sakit Pendidikan dirancang tidak hanya sebagai wahana praktik mahasiswa, tetapi juga sebagai pusat layanan kesehatan dan pengembangan riset medis yang terintegrasi.

Rektor Unima menyampaikan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Melalui koordinasi ini, diharapkan proses pendirian RSP dan pembukaan Faked Unima dapat segera terealisasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta dunia pendidikan.

Mendiktisaintek menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan pentingnya perencanaan yang matang, pemenuhan standar akademik, serta sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah agar proses pendirian dapat berjalan sesuai regulasi yang berlaku. (*/FA)

Meimonews.com – Pelbagai upaya dilakukan Rektor Unima Joseph Philip Kambey dan jajaran terkait dengan tindak lanjut pendirian Rumah Sakit Pendidikan Unima serta pembukaan Fakultas Kedokteran sebagai wujud konkrit memperkuat kontribusi perguruan tinggi (PT) terhadap pembangunan sektor kesehatan nasional.

Terbaru, Rektor Unima dan tim mengadakan pertemuan/audiensi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Rektor dan tim diterima Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus dalam suasana diskusi yang konstruktif dan penuh semangat kolaborasi.

Pertemuan ini menjadi langkah strategis Unima dalam melakukan koordinasi terkait rencana pendirian Rumah Sakit Pendidikan Unima serta pembukaan Fakultas Kedokteran.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unima menyampaikan komitmen institusi untuk turutserta menjawab kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Pendirian Rumah Sakit Pendidikan diharapkan tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga sebagai wahana praktik dan pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang kesehatan.

Rencana pembukaan Fakultas Kedokteran Unima menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing.

Audiensi ini juga membahas pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam memastikan mutu pendidikan kesehatan yang sesuai standar nasional.

Melalui audiensi ini, Unima menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan kesehatan serta penguatan sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. (*/FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) piminan Joeeph Philip Kambey (Rektor) berhasil meraih Predikat A (memuaskan) dengan nilai 84,85 pada penilaian SAKIP Tahun 2025.

Capaian ini merupakan hasil kolaborasi, dedikasi, serta komitmen seluruh civitas akademika dalam meningkatkan akuntabilitas dan kinerja institusi.

Diketahui, SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) merupakan rangkaian sistematis dari berbagai aktivitas, alat, dan prosedur yang dirancang untuk merencanakan, mengukur, melaporkan, dan mengevaluasi kinerja instansi pemerintah guna memastikan penggunaan anggaran yang efisien dan berorientasi pada hasil (akuntabel).

Komponen utama dalam SAKIP terdiri dari perencanaan kinerja, rencana strategi (renstra), rencana kinerja tahunan (RKT) dan perjanjian kinerja.

Pengukuran kinerja adalah ndikator Kinerja Utama (IKU). Pelaporan kinerja adalah Laporan Kinerja Instansi Pemerintah atau LAKIP. Evaluasi kinerja adalah penilaian internal dan eksternal.

Tujuan utamanya adalah menciptakan birokrasi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. (FA)

Meimonews.com – Unima (Universitas Negeri Manado) mengadakan pengukuhan dan pengambilan sumpah guru profesional program guru tertentu Piloting Tahun 2024 dan Tahap 1 Tahun 2025 di The Sentra Hotel Manado, Maumbi (Minahasa Utara), Selasa (27/1/2026).

Pengukuhan dan pengambilan sumpah dilakukan Rektor Unima Joseph Philip Kambey di dampingi antara lain Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Mister Gideon Maru.

Ada sebanyak 6.225 peserta dinyatakan lulus dan resmi menyandang predikat guru profesional.

Dari jumlah yang lulus tersebut, hanya 4.193 guru yang mengikuti prosesi pengukuhan, dengan rincian 769 peserta mengikuti secara luring (tatap muka) dan 3.424 peserta mengikuti secara daring.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara terintegrasi untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para peserta dari berbagai daerah agar tetap dapat mengikuti prosesi penting dan membahagiakan tersebut. (*/(FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) dipercayakan untuk menggelar Sosialisasi Instrumen Akreditasi Program Studi (Prodi) Kependidikan 3.0 di Ruang Rapat EA Worang Lantai 3 Kantor Pusat Unima, Tondano, Rabu (28/1/2026).

Sosialisasi ini menghadirkan 3 narasumber/pembicara dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (Lamdik) yakni Anggota Majelis Akreditasi Lukman Nadjamudin, Sekretaris Divisi Akreditasi Asmusin, dan Asesor Wahono Widodo.

Bertindak sebagai moderator/pemandu kegiatan yang dilaksanakan secara luring dan daring (zoom) ini adalah Ketua Tim kelembagaan LLDIKTI XVI Fatra Dano Putri.

Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat (PKHM) Unima Vivi Winny Saroinsong menjelaskan, peserta kegiatan adalah perutusan dari 8 perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) yang ada di Sulawesi Utara.

“Total peserta yang hadir secara luring berjumlah sekitar 120 orang termasuk pimpinan Unima seperti Wakil Rektor 1 (Mister Gideon Maru) Wakil Rektor 3 (Lenny Leorina Evinita), beberapa dekan dan jajaran terkait,” ujarnya kepada Meimonews.com di sela kegiatan.

Rektor Unima Joseph Philip Kambey dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Rektor (Warek) 1 mengungkapkan rasa syukur dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk menggelar kegiatan ini di Unima.

“Sungguh merupakan suatu kehormatan bagi Unima telah dipercaya menjadi tuan rumah pelaksana kegiatan ini,” ujar Warek 1 mengutip Rektor.

Kegiatan ini, menurut Rektor, memiliki makna sangat strategis bagi perguruan tinggi, khususnys bagi program studi kependidikan yang berada dalam cakupan Lamdik.

Dijelaskan, ditetapkannya Peraturan Lamdik Nom 5 Tahun 2025 tentang Instrumen Akresitasi Mandiri Kependidikan merupakan langkah penting dalam upaya penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan tinggi yang selaras dengan kebijakan nasional, sebagaimana diamanatkan dalam Permendiktisantek No. 39 Tahun 2025.

Instrumen akreditasi, menurutnya, bukan semata-mata alat penilaian administratif, melainkan cerminan komitmen bersama dalam membangun budaya mutu, memperkuat tata kelola prodi, serta memastikan lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi.

“Oleh karena itu, sosialisasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman teknis terhadap instrumen akresitasi terbaru, tetapi juga mendorong kesiapan seluruh unsur PT baik pimpinan, dosen maupun tenaga kependidikan untuk melakukan evaluasi diri secara berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kualitas,” ujar Warek Bidang Akademk mengutip Rektor. (Lexie)

Meimonews.com – Berbagai hal terkait kerjasama Universitas Negeri Manado (Unima) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahaaa dibahas dalam rapat bersama di Kantor Bupati Minahasa, Selasa (27/1/2026).

Rapat ini dihadiri pimpinan Unima yakni Rektor Joseph Philip Kambey dan jajaran serta Pemkab seperti Bupat Robby Dondomneyi, Sekretaris Daerah Lynda Watania dan pejabat terkait.

Rapat ini dimaksudkan agar hal-hal terkait kerjasama Unima dan Pemkab Minahasa setelah adanya penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) Tridharma Perguruan Tinggi bisa berjalan baik dan lancar.

Apalagi, ada hal-hal kerjasama
yang secara apesifik seperti Unima akan bermitra dengan RSUD Tondano dan pembangunan RS Pendidikan yang memerlukan izin Pemkab Minahasa.

Unima akan bermitra dengan RSUD Tondano untuk mendukung pembukaan Program Studi (Prodi) Kedokteran. Untuk pembangunan RS Pendidikan memerlukan kerjasama untuk bisa mempermudah pengurusan perizinan.

“Selain itu, terkait dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) karena Unima menyiapkan RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau),” ujar Sekretaris Rektor Unima Marcia Watulingas kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Rabu (27/1/2026).

Setelah pembahasan tersebut, diadakan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor Unima Joseph Philip Kambey dan Bupati Minahasa Robby Dondokambey. Turut mendampingi, antara lain Wakil Rektor 3 Unima Lenny Leorina Evinita dan Sekda Minahasa Lynda Watania

Rektor Unima menjelaskan, kerjasama ini menjadi langkah strategis bagi Unima dan Pemkab Minahasa terutama dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Minahasa.

Bupati Minahasa mengatakan, kesepakatan ini sebagai momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. (FA)

Meimonews.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada para rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia sebagai bagian dari penguatan arah kebijakan dan transformasi pendidikan nasional.

Kegiatan yang dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026) ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Unima turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut melalui kehadiran Rektor Joseph Kambey di dampingi Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Grace Sherly Luntungan dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. (FISH) Theodorus Pangalila

Dalam taklimat tersebut, Presiden RI menyampaikan arahan strategis terkait peningkatan mutu pendidikan tinggi, penguatan tata kelola perguruan tinggi, serta pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam pengelolaan institusi pendidikan.

Arahan ini menegaskan posisi perguruan tinggi sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing.

Arahan Presiden RI menjadi penguatan bagi Unima untuk terus berkomitmen mendorong kemajuan pendidikan di Minahasa dan Sulawesi Utara.

Unima diarahkan secara langsung oleh Presiden Prabowo untuk semakin adaptif terhadap dinamika pembangunan, memperkuat kualitas akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, serta memastikan bahwa setiap program institusi memberikan dampak nyata bagi masyarakat khususnya di Minahasa. (*/FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Misa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Training Center Unima, Tondano, Kamis (8/1/2026)

Misa dipimpin Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi Pastor Dismas Saletia Pr, Pastor Sefry Topit Pr, Pastor Fecky Singal Pr, Pastor Hanny Mentang Pr, Pastor Marcel Lintong Pr dan Frater Diakon Michael Kewo Pr.

Hadir pada kegiatan yang berlangsung dengan khidmat dan penuh penghayatan sebagai wujud syukur serta refleksi iman keluarga besar Unima dalam menyambut Natal dan memasuki tahun yang baru ini Rektor Unima Joseph Kambey, para pimpinan dan sivitas akademika Unima dan undangan lainnya.

Tena yang diangkat dalan oerayaan ini adalah Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga dengan sub tema Dan di atas semuanya itu, kenakanlah kasih sebagai pengikat yang menyempurnakan dan mempersatukan.

Tema dan sub tema tersebut menjadi benang merah dalam seluruh rangkaian perayaan, mengajak umat untuk merefleksikan kehadiran Allah yang menyertai dan menguatkan keluarga dalam setiap situasi kehidupan.

Salah satu momen yang menyentuh hati seluruh umat yang hadir terjadi ketika Mgr. Rolly (sapaan akrab Uakup yang baru merayakan 69 tahun usianya itu) secara khusus memanjatkan doa bagi almarhumah Anthoineta Evia Maria Mangolo serta doa bagi orang tua dan keluarga yang turut hadir langsung dalam misa ini.

Doa tersebut menjadi perwujudan nyata dari tema perayaan, di mana kasih dan kepedulian diwujudkan melalui doa bersama sebagai pengikat yang mempersatukan seluruh keluarga besar Unima dalam duka dan pengharapan.

Dalam homilinya, Uskup menegaskan, kehadiran Allah yang menyelamatkan keluarga terwujud melalui kasih yang nyata, saling menguatkan, dan kepedulian terhadap sesama.

Kasih, sebagaimana disebutkan dalam sub tema perayaan, menjadi fondasi yang menyempurnakan relasi, mempererat persaudaraan, serta mempersatukan komunitas dalam keberagaman dan dinamika kehidupan.

Melalui pelaksanaan Misa Natal dan Tahun Baru ini, Unima menegaskan komitmennya sebagai komunitas akademik yang tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai spiritual, kemanusiaan, dan kasih sebagai dasar kebersamaan.

Perayaan ini menjadi pengingat bahwa Unima adalah satu keluarga yang berjalan bersama, saling menopang, dan saling menguatkan dalam terang iman dan kasih (*/FA)

Meimonews.com – Kasus pelecehan seksual terhadap mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIPP Unima Evia Mangolo (EM) yang telah meninggal dunia telah menjadi berita/informasi viral bukan hanya di lingkungan pendidikan tapi juga lingkungan umum.

Rektor Unima Joseph Philip Kambey dan jajaran berusaha keras agar permasalahan pelecehan seksual yang diduga dilakukan dosen FIPP (Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Unima berinisial DM bisa segera tuntas.

Pihak seperti Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) RI dan Polda Sulut dan jajaran sudah turun tangan.

Reaksi cepat dari pihak-pihak terkait tak terlepas dari atensi dan konsistensi dari pihak Rektorat Unima terhadap persoalan yang ada.

Saat pertemuan/konsultasi Rektor Unima di dampingi Wakil Rektor 2 Donal Matheos Ratu bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Brian Yuliarto dan Menteri Pemberdayaan Perlindungan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifah Fauzi di Jakarta, Senin (5/1/2026) terlihat jelas komitmen pihak terkait untuk menuntaskan permasalahan ini secepatnya dan berharap tidak terulang lagi bukan hanya di lingkungan pendidikan tinggi.

Kemdiktisaibtek mengungkapkan rasa turut berdukacita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. “Karena terjadinya pelanggaran itu, maka saat ini kami sangat berduka,” ujar Mendiksaintek kepada wartawan.

Kemdiktisaintek dan Kementerian PPPA serta Unima, menurutnya, telah melakukan koordinasi dan telah melakukan kunjungan kepada keluarga korban.

“Saat kami bersama, maka kami memiliki konsen dan dukungan yang sama agar penanganan kasus ini bisa berjalan segera dan cepat, setelah memenuhi ketentuan dan hukum-hukum yang ada,” jelasnya.

Mendiktisaintek mengapresiasi, langkah cepat dari pihak Unima dalam menonaktifkan dosen yang diduga kuat melakukan pelanggaran. “Rektor Unima bersama jajaran telah melakukan langkah dan gerakan cepat, sehingga telah menonaktifkan dosen yang diduga kuat melakukan pelanggaran tersebut,” sebutnya.

Mendiktisaintek berjanji akan memproses dengan cepat hal-hal yang dilanggar, dan nantinya akan dikeluarkan hukuman sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap ini menjadi gerakan bersama. Ini disampaikan juga kepada seluruh civitas akademika, dosen dan mahasiswa untuk tidak ragu-ragu, tidak malu-malu untuk melaporkan hal-hal yang tidak sesuai. Dan kami memastikan melindungi seluruh laporan-laporan yang masuk,” ujarnya.

Untuk itu, diminta kepada seluruh perguruan tinggi, kampus menjadikan ini sebagai bahan peringatan bersama bahwa kita harus terus menerus menjaga kondusifitas akademika. “Saya juga mengingatkan dan memberikan perlindungan kepada sivitas akademika, korban-korban terhadap hal-hal yang tidak diinginkan ini,” tandasnya.

Menteri PPPA menegaskan, pihaknya menguatkan kolaborasi antara Kemdiktisaintek dan KPPA soal bagaimana regulasi yang bisa berjalan dan berlaku nantinya.

“Kami turut berduka cita. Diharapkan ada penguatan sosialisasi secara massif. Makanya kolaborasi lebih lanjut, supaya ke depan bisa lebih cepat,” ujar Arifah.

Menteri PPPA berharap adanya upaya kolaboratif penguatan pencegahan dini melalui sosialisasi agar bila terjadi sesuati bisa bergersk cepat (FA)