Meimonews.com – Mengawali tahun 2024, Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. DR Kandou yang akrab disebut RSUP Kandou mendapat dua penghargaan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Penghargaan tersebut diterima RSUP Kandou karena mencatat prestasi penting sebagai rumah sakit vertikal dengan sistem remunerasi terbaik ketiga dan peringkat kedua rumah sakit vertikal dengan standar klinis terbaik kedua.

Penghargaan ini merupakan bukti nyata dari komitmen RSUP Kandou dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi.

Dua penghargaan tersebut diterima Plt. RSUP Kandou Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes pada acara penganugerahan yang dilaksanakan di Aula Kemenkes RI, Jakarta, Sabtu (20/1/2024).

Dengan sistem tersebut penerapan sistem informasi remunerasi yang ada di RSUP Kandou telah berjalan dengan efektif dan efisien.

Sistem ini telah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kinerja dan motivasi pegawai, serta meningkatkan pelayanan kesehatan secara keseluruhan.

Menkes RI Budi Gunadi Sadikin

Dengan penerapan standar klinis di rumah sakit pemerintah ini menunjukkan komitmen RSUP Kandou dalam menjaga kualitas layanan kesehatan yang tinggi dan memenuhi standar klinis yang ketat.

Plt. Dirut RSUP Kandou  Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes menyampaikan rasa terima kasih kepada Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin atas penghargaan ini. “Kami sangat bangga dan berterima kasih atas penghargaan ini,” ujar dokter Ivonne (sapaan akrab Plt. Dirut RSUP Kandou ini).

Prestasi ini, menurut dokter Ivonne, adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi seluruh tim RSUP Kandou dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.

Penghargaan ini, sebutnya, menjadi motivasi bagi RSUP Kandou untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

“RSUP Kandou berkomitmen untuk terus menjaga standar klinis yang tinggi dan memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan data pasien,” tandasnya. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) kembali mendapat kunjungan dalam rangka studi banding dari rumah sakit (luar daerah Sulut).

Kalau sebelumnya (beberapa waktu lalu) RSUP Kandou mendapat kunjungan studi banding dari RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, kini rumah sakit kebanggaan bumi Nyiur Melambai ini mendapat kunjungan studi banding dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUP) dr. Ishak Tulungagung Jawa Timur.

Plt. Dirut RSUP Kandou Dr.dr Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes menerima tim studi banding rumah sakit terkait dengan penunjang medis dan non medis tersebut, Selasa (12/12/2023).

Turut mendampingi dokter Ivonne adalah Direktur PMKP dr Yeheskiel Panjaitan, SH, MARS, Direktur Layanan Operasional dr. Wega Sukanto, So BTKV, Direktur Direktur Perencanaan dan Keuangan Dr. Erwin Sondang Siagian, SSTP, MSi,

Tim studi banding dipimpin Kepala Bidang Pelayanan Penunjang RSUD dr. Iskak Tulungagung Ns Sujianto, S.Kep MMRS. RSUD ini merupakan RS tipe B.

Sujianto menyampaikan terima kasih kepada jajaran manajemen RSUP Kandou telah menerima timnya untuk melakukan studi banding.

“Tujuan ke sini kami membawa pasukan lengkap di bawah bidang pelayanan penunjang. Sebetulnya, sudah lama kita akan berkunjung ke sini belajar tentang bahan penunjang, namun karena Covid itu akhirnya berubah jadwal. Kami dari pelayanan penunjang ingin belajar banyak terhadap senior kami di RS ini,” ujarnya.

Dikatakan, RSUD Tulungagung sangat penting mendalami terkait dengan pelayanan penunjang yang ada di sini (RSUP Kandou) untuk dibawa pulang ke rumah sakit Tulungagung.

“Sekiranya perlu kami lakukan perubahan dengan melakukan modifikasi untuk pelayanan yang ada di RSUD Tulungagung,” jelasnya.

Dokter Ivonne menyampaikan banyak terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada RSUP Kandou untuk menjadi tempat berbagi ilmu.

“Ini merupakan yang kedua kalinya. Puji syukur, alhamdulillah tentunya kita sama-sama berbagi pengetahuan. Saya tahu persis RSUD Tulungagung banyak prestasi yang telah dicapai, walaupun rumah sakit daerah tapi pencapaiannya sangat luar biasa sudah seperti rumah sakit pusat,” ujarnya.

Pada prinsipnya, sambung dokter Ivonne, sebagai RSUP patut berbangga didatangi oleh RSUD yang ingin melakukan studi banding. Pada kesempatan ini nantinya boleh dimanfaatkan saling berbagi ilmu. “Apa yang ada di RSUP Kandou akan kita berikan. Begitu juga sebaliknya,” ujar dokter Ivonne. (Fer)

Meimonews.com – Plt. Dirut RSUP. Prof. Dr. RD Kandou Manado Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes membuka Orientasi Pendidikan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Kesehatan dan Keselamatan Kerja RS (K3RS) dan Covid-19.

Kegiatan yang diikuti mahasiswa program DIII Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado dan Tenaga Pelatih Kesehatan (TPK) ini dilaksanakan di Auditorium lantai 2 RSUP Kandou Manado, Selasa (11/12/2023).

Turut hadir dan mendampingi dokter Ivonne pada kegiatan ini adalah Ns Suwandi Luneto, S.Kep, M.Kes, dr. Reamur Moddy Rawung, M.Kes, M.Theol

Dokter Ivonne menyampaikan terima kasih kepada mitra kerja Poltekkes Kemenkes yang sudah mengantar mahasiswanya untuk belajar di RSUP Kandou (sebut akrab Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou). “Selamat datang buat peserta Diklat, selamat mengikuti orientasi pendidikan dan pelatihan di rumah sakit Kandou,” ujarnya.

Dokter Ivonne menegaskan,  narasumber dalam pelatihan ini adalah mereka yang sudah berkompeten di bidangnya masing masing, sehingga apa yang diperoleh dalam kegiatan ini nantinya para peserta dapat mengimplementasikannya saat bertugas di lapangan.

Disebutkan, selama berpraktek sangat penting membangun komunikasi yang baik sesama tenaga kesehatan maupun terhadap pasien.

Ditegaskan pula, dalam pelatihan ini tidak diperkenankan ada istilah “bully” atau ada tindakan kekerasan prilaku senior terhadap junior. “Senior dan yunior dalam proses pendidikan memang ada, tetapi sikap bully dan kekerasan fisik terhadap junior itu tidak diperbolehkan. Ada sangsi bagi mereka yang melakukan bully saat melakukan pelatihan di RSUP Kandou,” ujarnya.

Dokter Ivonne berharap, bagi 63 peserta sudah mengikuti semua persyaratan untuk masuk dalam Diklat RSUP Kandou agar bisa mengikuti pelatihan ini dari awal sampai selesai. “Saya harap 63 yang masuk Diklat, 63 juga keluar dengan baik,” ujarnya

Ns. Rolly Rondonuwu, M.Kep SPK.MB, mengatakan bangga bisa mengikuti kegiatan Diklat di RSUP yang notabene institusi diklatnya sudah terakreditasi. “Saya yakin di rumah sakit yang sudah terakreditasi ini mahasiswa kami bisa mendapatkan kompetensinya,” ujarnya.

Ia menyampaikan terima kasih atas kerjasama dengan RSUP Kandou yang selama ini terus terjalin. Poltekkes Kemenkes Manado sebagai institusi pendidikan terus mengsuport diklat RSUP Kandou.

“Selaku pimpinan kami menitipkan adik adik mahasiswa, kiranya mereka dapat dibekali, ditempah sehingga menjadi calon tenaga kesehatan yang berguna bagi nusa dan bangsa,” ujarnya. (Fer)