Meimonews.com – Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait dengan cuaca di daerah ini selang tiga hari ke depan.

Rilis yang dikeluarkan Rabu (25/1/2023) mengingatkan untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada 26-28/1/2023.

Untuk Kamis (26/1/2023), daerah-daerah yang perlu mewaspadainya adalah Manado, Bitung, Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolmong, Bolmong, Kepulauan Sitaro dan Kepulauan Sangihe.

Jumat (27/1/2023), Manado, Bitung, Minahasa, Minut, Minsel, Bolmong, Bolmut dan Kepulauan Sitaro. Sabtu (28/1/2023), Manado, Minahasa Utara, Minsel dan Kepulauan Sitaro. (Fer)

Meimonews.com – Kota Manado yang adalah Ibukota Provinsi Sulawesi Utara akan merayakan Pengucapan Syukur secara serentak pada Minggu (25/9/2022).

Menghadapi momen tersebut di era Pandemi Covid-19 belum berakhir, Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto P. Sirait, SH, SIK dan Walikota Manado mengeluarkan imbauan/harapan untuk warga Kota Manado.

Imbauan Kapolresta Manado tersebut, jelas Kasie Humas Polresta Manado Ipda Sumardi mengutip imbauan Kapolresta Manado, terdiri dari empat hal.

Pertama,  rayakan pengucapan syukur dengan hal-hal yang positif. Segenap warga kota Manado, diimbau untuk merayakan pengucapan syukur dengan beribadah mendekatkan diri kepada Tuhan dan kegiatan sosial yang berdampak positif bagi masyarakat.

Kedua, tunjukkan bahwa warga Manado tuan rumah yang baik. Berkaitan dengan poin ini, Kapolresta mengimbau bagi warga Manado untuk tunjukkan bahwa warga Manado adalah tuan rumah yang baik dengan membantu tugas kepolisian dalam menjaga keananan dan ketertiban masyarakat dan bagi para pendatang jadilah tamu yang baik agar terbangun suasana kekeluargaan dan silahturahmi yang rukun dan damai.

Ketiga, tidak pesta mabuk minuman keras. Selama pelaksanaan acara pengucapan syukur, diimbau untuk tidak mengkonsumi minuman keras yang dapat memicu terjadinya masalah sehingga mengurangi makna dari pada ucapan syukur .

Keempat, tidak menyelenggarakan disco tanah / memutar sound system. Dalam poin ini, Kapolresta memohon untuk tidak memutar musik / disco tanah melewati batas waktu yang ditentukan mengingat hal tersebut dapat menganggu ketertiban umum.

Hal senada disampaikan Walikota Manado Andrei Angouw. Warga Kota Manado, harap Walikota, seperti dikutip Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Manado Erwin Kountu kepada Meimonews.com di Manado, Sabtu (24/9/2022), hendaknya menjadi tuan rumah yang baik.

Dengan menjadi tuan rumah yang baik, jelas Kountu, berarti tidak menggelar acara pengucapan syukur dengan cara-cara yang dapat mengganggu kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) atau ketertiban umum.

“Mari torang berpengucapan syukur dengan beribadah, mendekatkan kepada Tuhan, tidak berpesta miras dan tidak sampai melanggar ketentuan batas waktu yang ditentukan,” sebut Kountu mengutip harapan/imbauan Walikota. (elka)

Meimonews.com – Suatu langkah dan upaya penting dibuat Dirut RSUP Prof. RD Kandou Manado Dr. dr. Jimmy Panelewen, Sp.B-KBD terkait dengan contact person hotline pengaduan di rumah sakit yang dipimpinnya.

Surat Edaran (SE) terkait dengan hal tersebut dikeluarkan tanggal 9 September 2022. Saat Apel pagi di halaman kantor RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado, dokter Jimmy (sapaan akrab Dirut) menegaskan hal itu termasuk mengapa dikeluarkan SE tersebut.

Dikeluarkannya surat edaran contact person hotline pengaduan di RSUP Prof. Dr. RD. Kandou Manado, menurut dokter Jimmy, adalah dalam rangka menuju informasi elektronik digital.

Untuk pelayanan medik, ada tiga person sebagai kontaknya yakni dr. Wijono dengan nomor 081356878911, Adeleida YA Kaawoan, S.Kep, NS, Sp.Kep, MB (082292785345), dan dr. Sherly Tandiling, Sp.B (K) KL (081340592295).

Untuk penunjang medik (obat/farmasi ada dua kontak person yakni Nurliah Arsam, S.Si.Apt, Mars (0895803717736) dan Agus Setiawan, S.Si.Apt (08114367784).

Untuk administrasi ada tiga kontak person yakni John Robert Tuwaidan, ST, M.Si (08124293105), Novita, SH (081245018286) dan Masraini, A.Md (081343718290).

Untuk layanan eksekutif dr. Karina Ansheila, M.Kes (082192442000). Untuk emergency call (call center) ada nomor HP Call Center 082196305119 dan nomor telepon call center 119.

SE bernomor : HK.02.03/XIX.3/3069/2022 tersebut ditujukan kepada Para Direktur, Kepala SPI dan Anggota, Para Ketua Komite dan Anggota, Koordinator dan Sub Koordinator, Para Ketua KSM/Bagian dan Staf, Para Kepala Instalasi, Kepala Ruangan/PJ dan Staf, Seluruh Karyawan/Karyawati, dan PPDS-1 (Residen) dan P3D (Co Asisten) RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado. (elka)

Meimonews.com – Menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI No. 003/2219/SJ tanggal  22 April 2022, Pemerintah Kota Manado mengeluarkan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Halal Bihalal pada Perayaan Idul Fitri Tahun 1443 H / 2022 dan untuk mencegah terjadinya peningkatan jumlah kasus Corona Virus Disease (Covid-19).

SE bernomor 044/B.06/BPBD/519/2022 yang dikeluarkan pada 25 April 2022 tersebut ditandatangani Sekretaris Daerah Kota Manado Micler CS Lakat, SH, MH atas nama Walikota Manado Andrei Angouw.

Baca juga : Tim Pembina Samsat Gelar Rakor, 3 Hal Penting Dibahas

Dalam SE tersebut disebutkan, dalam hal akan dilakukan halal bihalal oleh masyarakat, diminta  untuk memperhatikan empat hal.

Pertama, kegiatan halal bihalal disesuaikan dengan level Kota Manado yang ditetapkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 serta mengoptimalkan Posko Penanganan Coroma Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua yang masih berlaku.

Kedua, maksimal junlah tamu yang dapat hadir pada pada acara halal bihalal adalah 75 persen dari kapasitas tempat untuk daerah yang masuk kategori Level 2.

Baca juga : Torehkan Prestasi, RSUP Kandou Berhasil Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam Pertama Kalinya

Ketiga, untuk kegiatan halal bihalal dengan jumlah di atas 100 orqng, makanan/minuman disediakan dalam kemasan yang bisa dibawa pulang dan tidak diperbolehkan ada makanan/minuman yang disajikan di tempat (prasmanan). Harus dihindari acara makan-makan ramai yang membuat peserta membuka masker karena rawan penularan Covid-19.

Keempat, tetap melaksanakan protokol kesehatan secara lebih ketat yang pengaturannya diatur lebih lanjut oleh Pemerintah Daerah, dengan sekurang-kurangnya  memakai masker, mencuci tangan/menggunakan hand sanitizer secara berkala serta menjaga jarak.

Baca juga : Tindaklanjuti MoU Pemkab Talaud dan Unika De La Salle Manado, Kamagi dan Raco Tandatangani PKS

Surat Edaran tersebut ditujukan kepada Kepala Satpol PP,  Kepala Perangkat Daerah, Pimpinan BUMN/BUMN, Para Camat dan Lurah, Para Kepala Sekolah,  Pimpinan Rumah Ibadah, Para Pelaku Usaha, dan Warga Masyarakat Kota Manado. (lk)

Meimonews.com – Umat Katolik termasuk di Keuskupan Manado yang meliputi wilayah Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah akan memasuki Masa Prapaskah Tahun 2022, yang dimulai pada perayaan Rabu Abu, 2 Maret 2022.

Dan, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Uskup Keuskupan Manado mengeluarkan Surat Puasa sebagai pedoman memasuki masa tersebut di Masa Prapaskah bagi pastor, suster, frater, bruder dan umat se-Keuskupan Manado.

Untuk tahun ini, Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengeluarkan Surat Puasa Tahun 2022 pada 22 Februari 2022.

Surat Puasa kali ini (tahun 2022) diberi judul Mengelola harta benda gereja demi bumi yang sehat dan manusla yang sejahtera.

Berikut surat puasa tersebut :

Kita mengawali dan memasuki Masa Prapaskah tahun 2022 dengan perayaan Hari Rabu Abu tanggal 2 Maret, sambil dibayang-bayangi gelombang ketiga Covid-19, khususnya dengan varian Omicron.

Pandemi Covid-19, yang sudah berlangsung selama 2 tahun ini, sudah mengganggu stabilitas kehidupan manusia. Begitulah juga dengan kejadian-kejadian bencana Iainnya, baik bencana alam pun bencana kemanusiaan.

Menghadapi bencana-bencana tersebut, manusia terus menerus menggalang kekuatan sambil mengoptimalkan segala daya dan strategi untuk menanggulanginya.

Memasuki Masa Prapaskah tahun ini, Gereja Katolik, khususnya Iewat Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi, menawarkan tema permenungan, dan sekaligus aksi nyata sebagai bagian dari upaya bersama untuk menanggulangi dampak bencana dan pandemi, yaitu : Memulihkan Kehidupan (Bumi Sehat — Manusia Sejahtera).

Bencana dan pandemi berdampak pada hancumya keharmonisan alam dan juga tatanan kehidupan manusia. Di sana-sini kita melihat lingkungan yang rusak dan kita mendengar jeritan manusia yang menderita. Gereja mengajak kita untuk tidak menyerah melainkan bangkit dengan semangat iman Paulus (Rm. 8:18-39).

Sebagai orang beriman kita tetap yakin sambil membangun harapan bahwa : “dalam semuanya itu kita lebih daripada orangorang yang menang,” dan karena tidak ada satu jeritanpun yang “memisahkan kita dari kasih Allah” (ay. 37-39).

Di Masa Prapaskah ini, kita dalami dan perkuat iman kita, supaya pada waktunya kita tampil sebagai pemenang untuk merayakan hari kemenangan terhadap dosa dan maut.

Memasuki Masa Prapaskah ini, mari kita melanjutkan apa yang sudah kita mulaikan dengan penuh semangat pada awal pandemi Covid-19, yaitu : bapacol, batanam, supaya pada waktunya siap bapanen.

Kita melanjutkan gerakan itu sambil memegang spiritualitas ekologis sebagaimana yang sudah dimandatkan dalam Kitab Kejadian : “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi” (I : 28).

Kepada manusia diberi kewenangan untuk menaklukkan dan menguasai. Kewenangan ini tentu saja terbatas sesuai dengan wilayah kekuasaan dan batas kepemilikan kita: lahan milik keluarga, lahan milik Gereja (tanah misi, tanah sekolah).

Kita pulihkan kehidupan sambil menanami lahan kita untuk menanggulangi biaya-biaya operasional kehidupan dan karya pastoral kita, pada tingkat keluarga, wilayah rohani, stasi, paroki dan bahkan pada tingkat keuskupan.

Batasan penting dalam spiritualitas ekologis adalah menaklukkan dan menguasai bukan sambil merusak, melainkan sambil menjaga dan memelihara serta menjamin keberlanjutannya.

Dengan cara itu kita pulihkan kehidupan dengan menghadirkan bumi yang sehat dan manusia yang sejahtera untuk hari ini dan seterusnya.

Dalam rencana strategis Keuskupan Manado Tahun 2019 -2023, terkait pengelolaan harga benda gereja, dikatakan: “GereJa Katolik Keuskupan Manado mengelola harta bendanya secara tepat untuk mendukung karya-karyanya. Kitab Hukum Kanonik menyatakan bahwa Gereja memandang harta benda secara positif terutama karena dapat mendukung tujuan utama penciptaan manusia, yaitu untuk memuliakan Allah Penciptanya” (hlm. 40).

Terungkap rasa tanggungjawab terhadap harta benda gereja yang sudah diperoleh sebagai berkat dari Sang Pencipta; terungkap pula sikap iman yang dibutuhkan pada waktu mengelola harta benda gereja dengan baik, yaitu untuk memuliakan Allah Pencipta.

Sikap dasar yang perlu dibangun untuk itu adalah bersikap positif. Kita memulihkan kehidupan sambil menanami lahan secara bertanggungjawab sebagai orang beriman, yaitu menjamin masa depannya.

Lahan tetap tersedia, terus ditanami dengan rasa syukur, sehingga tetap subur secara berkelanjutan. Tata kelola lahan seperti itu menjadi salah satu jalan bagi ketahanan ekonomi umat Allah.

Mari kita pulihkan kehidupan sambil tak pernah berhenti menghadirkan bumi yang sehat dan manusia yang sejahtera baik lahir maupun batin.

Di akhir Surat Puasa ada dua catatan yakni pertama, Surat Puasa ini dibacakan pada hari Minggu sebelum hari Rabu Abu atau pada kesempatan Iain sesuai situasi setempat; dan kedua, Masa sambut paskah berlaku: Hari Minggu V Masa Prapaskah tanggal 3 Maret 2022 sampai Hari Minggu Tritunggal Mahakudus tanggal 12 Juni 2022. (lk)

Meimonews.com – Berkaitan dengan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di tahun 2022, Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut mengeluarkan Surat Edaran terbaru.

Kepala Dinas Dikda Sulut dr. Grace Punuh menjelaskan, Surat Edaran ini dikeluarkan sambil menunggu Instruksi Gubernur terkait Pelaksanaan PTMT sesuai Level PPKM daerah.

Beberapa hal yang termuat dalam SE tersebut adalah pertama, mulai Senin, 7 Februari 2022, seluruh cabdin dan sekolah  yang berada pada wilayah PPKM level 2  (Bolmong, Minahasa, Sangihe, Minut, Bolmut, Sitaro, Boltim, Manado, Bitung, Tomohon dan Kotamobagu) supaya memberlakukan PTM terbatas dengan jumlah peserta didik 50 persen dari kapasitas ruang kelas, dan sisanya melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kedua, seluruh sekolah menyampaikan kepada orangtua / wali peserta didik diberikan pilihan untuk mengizinkan mengikuti PTM Terbatas atau PJJ.

Ketiga, seluruh kepala unit kerja untuk memperhatikan dan meningkatkan kewaspadaan sebagai antisipasi pengendalian penyebaran Covid-19 di wilayah mmasing – masingdengan memberlakukan scanning peduli lindungi dan swab antigen bagi tamu yang datang;

Keempat, pola pengendalian minimal seperti 3 M (memakai masker, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan) wajib dilaksanakan kembali dan diawasi secara simultan.

Kelima, bagi wilayah dengan kriteria PPKM Level 1 (Talaud, Minsel, Mitra, dan Bolsel) mengikuti ketentuan sebagaimana Keputusan bersama 4 Menteri yang termaktub dalam Edaran Mendikbudristek No 2/2022 tanggal 2 Februari 2022. (lk)

Meimonews.com – Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengeluarkan Surat Edaran bernomor 550/21.7340/Sekr.Dishub tertanggal 21 Desember 2021 tentang Fungsional Jalan Tol Dalam Rangka Angkutan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Dalam surat edaran (SE) ini disebutkan maksud dikeluarkannya SE yakni untuk mengundang kelancaran angkutan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) dan demi kelancaran arus transportasi pada ruas jalan Manado – Bitung.

Ada tiga hal yang diatur dalam SE tersebut. Pertama, menghimbau masyarakat untuk menggunakan jalur tol Manado – Bitung. Kedua, gratis tol untuk segment Danowudu – Bitung terhitung sejak tanggal 23 Desember 2021 sampai 4 Januari 2022.

Ketiga, khusus kendaraan angkutan barang logistik wajib masuk tol Danowudu – Bitung.

SE yang ditujukan kepada masyarakat pemilik / pengguna kendaraan pribadi, umum dan barang ini ditembuskan kepada Kapolda Sulut, Bupati / Walikota se-Sulut dan Dirut Jasa Marga Manado Bitung. (lk)

Meimonews.com – Mengantisipasi peningkatan status Covid-19 di saat Natal Yesus Kristus Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022, Walikota Manado Andrei Angouw mengeluarkan Surat Edaran.

Surat Edaran No. : 440/D.02/KES/C041 /2021 tertanggal 7 Desember tersebut, sebut Kadis Infokom Manado Erwin Kountu kepada Meimonews.com di Manado, Rabu (8/12/2021) ditujukan kepada beberapa pihak.

Pihak-pihak tersebut adalah Kepala Satuan TNI/Polrii, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Perangkat Daerah, Pimpinan BUMN/BUMD, para Camat dan Lurah, para Kepala Sekolah, Pimpinan Rumah Ibadah, para Pelaku Usaha dan warga masyarakat Kota Manado.

Surat edaran tersebut, jelas Kountu mengacu pada Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 31 Yahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 Pada Saat Perayaan Natal Tahun 2021.

Selain itu, Instruksi Menteri Dalam Negeri Indonesia Nomor 65 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, Dan Level 1 Serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 Di Tingkat Desa Dan Kclurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 Di Wilayah Sumatera, Nusa Tenaoara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Dan Papua.

Dalam Surat Edaran ini disebutkan hal-hal yang perlu menjadi perhatian.

Pertama, khusus dalam pelaksanakan ibadah dan peringatan Hari Raya Natal 2021, Gereja membentuk Satuan Tugas Protokol Kesehatan Penanganan COVID- 19 yang berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan COVID- 19 Daerah.

Pada pelaksanaan ibadah dan perayaan Natal, Hendaknya dilakukan secara sederhana dan tidnk berlebih-lebihan, serta lebih menekankan persekutuan di tengah-tengah keluarga; dan diselenggarakan secara hybrid, ynitu secarn berjamaah/kolektif di gereja dan secara daring dengan tatn ibadah yang telah disiapkan oleh para pengurus dan pengelola gereja;

Selain itu, jumlah umat yang dapat mengikuti kegiatnn Ibadah dan Pemyaan Natal secara berjamaah/kolektif tidak melebihi 75 % (tujuh puluh lima persen) dari kapasitns total gereja.

Pada penyelenggarann ibadah dan peraynan Natal, pengurus dan pengelola gereja berkewajiban untuk menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area gereja; Melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala di area gereja;

Menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk (entrance) dan keluar (exit) dari gereja serta hanya yang berkategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk; Mengatur arus mobilitas jemaat dan pintu masuk (entrance) dan pintu keluar (exit) gereja guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan;

Menyediakan fasilitas cuci tangan/ sabun/hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar gereja; Melakukan pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk bagi seluruh pengguna gereja; Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus di lantai/kursi, minimaljarak 1 (satu) meter;

Melakukan pengaturan jumlah jemaat/umat/pengguna gereja yang berkumpul dalam waktu bersamaan, untuk memudahkan pembatasan jaga jarak; Melarang jemaah dengan kondisi tidak sehat mengikuti pelaksanaan kegiatan peribadatan/keagamaan; Menyarankan kepada jemaah yang berusia 60 (enam puluh) tahun ke atas dan ibu hamil/menyusui untuk beribadah di rumah; dan Tidak mengadakan jamuan makan bersama.

Dilarang untuk melakukan pawai atau arak-arakan dalam rangka Perayaan Natal Tahun 2021 yang melibatkan jumlah peserta dalam skala besar.

Kedua, khusus untuk pelaksanaan Perayaan Tahun Baru 2022 dan tempat perbelanjaan/ mall/ tempat hiburan malam dan rekreasi : Perayaan Tahun Baru 2022 sedapat mungkin tinggal di rumah berkumpul bersama keluarga, menghindari kerumunan dan perjalanan, serta melakukan kegiatan di lingkungan masing-masing yang fidak berpotensi menimbulkan kerumunan, sambil melakukan anüsipasi menyuapkan diri dan lingkungan dalam menghadapi potensi bencana Hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG);

Selain itu, melarang adanya pawai dan arak-arakan tahun baru serta pelarangan acara Old and New Year baik terbuka maupun tertutup yang berpotensi men imbulkan kerumunan; Menggunakan aplikasi Pedu1iLindungi pada saat masuk (entrance) dan keluar (exit) dari mall/pusat perbelanjaan/tempat hiburan malam serta hanya pengunjung dengan kategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk;

Meniadakan event perayaan Nataru di Pusat Perbelanjaan dan Mall, serta menutup tempat hiburan malam pada tanggal 24, 25, 26, 31 Desember 2021 dan tanggal 1, 2 Januari 2022;

Pembatasan jam operasional sampai pukul 22.00 Wita dan melakukan pembatasan dengan jumlah pengunjung tidak melebihi 50 % (lima puluh persen) dari kapasitas total serta penerapan protokol kesehatan yang lenih ketat.

Bioskop dapat dibuka dengan pembatasan kapasitas maksimal 50 % (lima puluh persen) dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat; dan kegiatan makan dan minum di dalam pusat perbelanjaan/mall dapat dilakukan dengan pembatasan kapasitas maksimal 50 % (lima puluh persen) dengan penerapan protokol Kesehatan yang lebih ketat.

Ketiga, khusus untuk pengaturan tempat wisata : Tetap menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat dengan pendekatan SM (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/ hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan);

Menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk (entrance) dan keluar (exit) dari tempat wisata serta hanya pengunjung dengan kategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk; Memastikan tidak ada kerumunan yang menyebabkan tidak bisa jaga jarak;

Membatasi jumlah wisatawan sampai dengan 50 % (lima puluh persen) dari kapasitas total; Melarang pesta perayaan dengan kerumunan di tempat terbuka/ tertutup;

Mengurangi penggunaan pengeras suara yang menyebabkan orang berkumpul secara masif; dan Membatasi kegiatan seni budaya dan tradisi baik keagamaan maupun nonkeagamaan yang biasa dilakukan sebelum pandemi Covid- 19.

“Surat Edaran ini mulai berlaku sejak tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan 02 Januari 2022 dengan memperhaükan perkembangan epidemiologi Covid-19,” ujar Kadis Infokom. (lk)

Meimonews.com – Memasuki Masa Adven menyambut Kelahiran (Natal) Yesus Kristus Tahun 2021 yang akan dimulai 28 November, Uskup Keuskupan Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengeluarkan Surat Adven Uskup Keuskupan Manado.

Surat yang ditujukan kepada pastor, suster, frater,.bruder, bapak, ibu, saudara-saudari se-Keuskupan Manado yang disapa sahabat-sahabatku tertanggal 15 November 2021 itu mengangkat tema Bersahabat dalam Gereja yang Bersinode.

Berikut isi surat Adven tersebut yang diterima Meimonews.com dari Sekretaris Keuskupan Manado Pastor John Montolalu Pr, Sabtu (27/11/2021).

Sepanjang tahun 2021 ini, dalam banyak perayaan liturgi dan pemblcaraan-pembicaraan umum, tema yang cukup menarik perhatian adalah persahabatan. Bahkan, sepanjang bulan Kitab Suci Nasional tahun ini, kita merenungkan, menyukuri persahabatan itu dalam tuntunan tema Yesus Sahabat SeperjaIanan klta.

Reaksi iman kita terhadap tema itu adalah kita tergerak untuk membangun persahabatan yang manuslawi, yang inklusif dan yang promotif.

Sementara kita menjalani persahabatan itu, wawasan kita lebih terbuka Iagi pada waktu kita mendengar kabar baik dari Vatikan bahwa Paus akan mengadakan Sinode Para Uskup pada bulan Oktober 2023.

Proses Sinode itu sudah kita mulai di Keuskupan kita ini dengan menunjuk Pastor penghubung antara KWI dan Keuskupan, membentuk Tim Sinode Keuskupan Manado serta menyebarkan informasi dan dokumen terkait dengan pelaksanaan Sinode itu, terutama dokumen Vademecum.

Di tingkat Keuskupan Manado, perjalanan menuju Sinode para Uskup itu, sudah dimulai pada tgl. 17 Oktober di Paroki Hati Kudus Yesus Keroit.

Ada 3 tema dan sekaligus agenda utama yang perlu digali, didengarkan, disintesakan, dan dirumuskan untuk kemudian ditindaklanjuti dalam karya-karya pastoral Gereja, yaitu Persekutuan, Partisipasi, dan Misi.

Berangkat dari ide-ide cemerlang tersebut di atas, saya mengambil tema untuk Surat Adven tahun ini, yang akan dimulai tanggal 28 November, dengan rumusan ini: Bersahabat dalam Gereja yang Bersinode.

Gereja berslnode berarti Gereja berjalan bersama, berarti kita berjalan bersama. Tema ini kita renungkan dan dalami sebagai berikut:

Perrama, Yesus Sahabat Seperjalanan ma. Yesus sudah berjalan bersama Yosep dan Maria sebelum dan sesudah kelahiranNya.

Dalam perjalanan bersama Yosep dan Maria menjelang kelahiranNya, sebagai bayi dalam kandungan, Yesus sudah tampil bersahabat: memberi ketenangan dan kedamaian kepada Maria dan Yosep untuk menyelesaikan perjalanan mereka untuk mendaftarkan diri sebagai penduduk (Luk. 2: 1-5).

Maria tetap tenang dalam perjalanan itu, biarpun usia kandungan sudah mendekati saat melahirkan. Kemudian Yesus mengangkat murid-muridNya menjadi sahabat-sahabatNya (Yoh. 15:14-15), dan kita sekalian, untuk berjalan bersama Dia mewartakan dan membangun Kerajaan Allah di dunia iní.

Pesan Yesus kepada sahabat-sahabatNya adalah “supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap” (Yoh. 15: 16). Yesus juga mengutus kita untuk membangun persahabatan dengan pesan yang sama, yaltu supaya persahabatan kita menghasilkan buah-buah kebaikan untuk para sahabat.

Kedua, Bersahabat dalam Gereja yang Berslnode sambll membangun persekutuan.

Persekutuan yang paling kecil sudah dimulal dl Betlehem, dengan hadlrnya Keluarga Kudus “Yesus Maria dan Yosep” (Luk. 2:16). Inilah persekutuan yang menjadl bermakna, karena maslng-masing anggota hadir sebagai berkat untuk sesama dan dunia.

Di tengah-tengah perjalananNya bersama para murid, Yesus memilih 12 orang dari antara murld-murldNya untuk menjadi rasul (Mrk. 3: 13-19). Pembentukan 12 rasul adalah kabar gemblra yang menegaskan betapa penting dan bermaknanya persekutuan para rasul dalam perjalanan mereka sebagai sahabat-sahabat Yesus.

Mereka ditetapkan untuk menyertal Yesus dan memberitakan Injil. Kitapun memaknai persahabatan kita sambll membangun persekutuan.

Persekutuan yang sudah ada kita majukan menjadi leblh baik, dan sesuai situasl dan kebutuhan, kita membentuk persekutuan baru yang dibutuhkan untuk memajukan Gereja yang bersinode.

Ketiga, Bersahabat dalam Gereja yang Bersinode sambil berpartisipasi secara aktif. Yosep dan Maria sudah berperan secara akrif sesuai dengan tugas yang sudah dipercayakan oleh Allah kepada mereka, sebagaimana disampaikan oleh Malaikat.

Mereka sudah bekerjasama dengan Allah untuk menghadirkan Juru Selamat ke dunia ini. Yesus mengutus 70 murid (Luk. 10: 1-12) untuk secara aktif ambil bagian dalam karya-karyaNya, bahkan mengutus mereka berdua-dua, untuk mewartakan dan membangun Kerajaan Allah.

Yesus berkata: “tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya la mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” (Luk. 10:2).

Kita menjawab tantangan yang diberikan Yesus itu, sambil memberi diri menjadi pelayan-pelayan di kebun anggurNya. Kita berpartisipasi sambil merangkul dan melibatkan semua anggota (Total Quantity Management) serta .menggali, menghargai dan memberdayakan semua potensi (Total Quality Management) (bdk. I Kor. 12: 1-31).

Keempat, Bersahabat dalam Gereja yang Bersinode sambil ambil bagian dalam karya Misl Gereja.

Yesus mengutus murid-muridNya untuk melanjutkan karya Misi: -pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu” (Mat 28:19-20).

Karya misi itu sudah sampai di dunia kita, di negara kita, di keuskupan kita, di paroki kita, di stasi kita, di wilayah rohani kita. di kelompok kita. Saatnya sekarang kita lanjutkan karya misi Itu.

Kita menjalankan karya Misi Gereja sambil membangun rumah pemuridan; kita mengkondisikan lingkungan hidup dan karya kita, sebagai ruang pertemuan para murid Yesus, di mana terjadi pengajaran iman. perayaan Iman, dan perbuatan Iman.

Di dalam rumah pemuridan itu, kita memberi kesaksian tentang karya-karya penyelamatan Allah, sehingga semakin banyak yang percaya dan kembali ke Jalan keselamatan.

Kelima, Bersahabat datam Gereja sambil merngembangkan gerakan ekumene.

Digerakkan oleh semangat misioner, kita meluaskan persahabatan kita sambil menjadikan rumah pemuridan itu sebagai ruang dialog antar budaya dan dialog antar agama, sehingga “berkat dialog yang jujur dan sabar itu,” kita “makin mengetahui harta-kekayaan manakah yang oleh Allah dalam kemurahanNya telah dibagikan kepada para bangsa” (AG 11).

Dialog budaya dan agama menjadl nyata melalui karya-karya bersama untuk menciptakan kesejahteraan bersama, mewujudkan nilai-nilai keaditan dan kebenaran, mempromosikan kerukunan dan kerjasama, mengedepankan persaudaraan dan persatuan. (UR, 4). (lk)