Jelang Natal 2021, Uskup Manado Keluarkan Surat Adven

by -470 Views

Meimonews.com – Memasuki Masa Adven menyambut Kelahiran (Natal) Yesus Kristus Tahun 2021 yang akan dimulai 28 November, Uskup Keuskupan Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengeluarkan Surat Adven Uskup Keuskupan Manado.

Surat yang ditujukan kepada pastor, suster, frater,.bruder, bapak, ibu, saudara-saudari se-Keuskupan Manado yang disapa sahabat-sahabatku tertanggal 15 November 2021 itu mengangkat tema Bersahabat dalam Gereja yang Bersinode.

Berikut isi surat Adven tersebut yang diterima Meimonews.com dari Sekretaris Keuskupan Manado Pastor John Montolalu Pr, Sabtu (27/11/2021).

Sepanjang tahun 2021 ini, dalam banyak perayaan liturgi dan pemblcaraan-pembicaraan umum, tema yang cukup menarik perhatian adalah persahabatan. Bahkan, sepanjang bulan Kitab Suci Nasional tahun ini, kita merenungkan, menyukuri persahabatan itu dalam tuntunan tema Yesus Sahabat SeperjaIanan klta.

Reaksi iman kita terhadap tema itu adalah kita tergerak untuk membangun persahabatan yang manuslawi, yang inklusif dan yang promotif.

Sementara kita menjalani persahabatan itu, wawasan kita lebih terbuka Iagi pada waktu kita mendengar kabar baik dari Vatikan bahwa Paus akan mengadakan Sinode Para Uskup pada bulan Oktober 2023.

Proses Sinode itu sudah kita mulai di Keuskupan kita ini dengan menunjuk Pastor penghubung antara KWI dan Keuskupan, membentuk Tim Sinode Keuskupan Manado serta menyebarkan informasi dan dokumen terkait dengan pelaksanaan Sinode itu, terutama dokumen Vademecum.

Di tingkat Keuskupan Manado, perjalanan menuju Sinode para Uskup itu, sudah dimulai pada tgl. 17 Oktober di Paroki Hati Kudus Yesus Keroit.

Ada 3 tema dan sekaligus agenda utama yang perlu digali, didengarkan, disintesakan, dan dirumuskan untuk kemudian ditindaklanjuti dalam karya-karya pastoral Gereja, yaitu Persekutuan, Partisipasi, dan Misi.

Berangkat dari ide-ide cemerlang tersebut di atas, saya mengambil tema untuk Surat Adven tahun ini, yang akan dimulai tanggal 28 November, dengan rumusan ini: Bersahabat dalam Gereja yang Bersinode.

Gereja berslnode berarti Gereja berjalan bersama, berarti kita berjalan bersama. Tema ini kita renungkan dan dalami sebagai berikut:

Perrama, Yesus Sahabat Seperjalanan ma. Yesus sudah berjalan bersama Yosep dan Maria sebelum dan sesudah kelahiranNya.

Baca juga  Antisipasi Peningkatan Status Covid-19 Saat Nataru, Walikota Manado Keluarkan Surat Edaran

Dalam perjalanan bersama Yosep dan Maria menjelang kelahiranNya, sebagai bayi dalam kandungan, Yesus sudah tampil bersahabat: memberi ketenangan dan kedamaian kepada Maria dan Yosep untuk menyelesaikan perjalanan mereka untuk mendaftarkan diri sebagai penduduk (Luk. 2: 1-5).

Maria tetap tenang dalam perjalanan itu, biarpun usia kandungan sudah mendekati saat melahirkan. Kemudian Yesus mengangkat murid-muridNya menjadi sahabat-sahabatNya (Yoh. 15:14-15), dan kita sekalian, untuk berjalan bersama Dia mewartakan dan membangun Kerajaan Allah di dunia iní.

Pesan Yesus kepada sahabat-sahabatNya adalah “supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap” (Yoh. 15: 16). Yesus juga mengutus kita untuk membangun persahabatan dengan pesan yang sama, yaltu supaya persahabatan kita menghasilkan buah-buah kebaikan untuk para sahabat.

Kedua, Bersahabat dalam Gereja yang Berslnode sambll membangun persekutuan.

Persekutuan yang paling kecil sudah dimulal dl Betlehem, dengan hadlrnya Keluarga Kudus “Yesus Maria dan Yosep” (Luk. 2:16). Inilah persekutuan yang menjadl bermakna, karena maslng-masing anggota hadir sebagai berkat untuk sesama dan dunia.

Di tengah-tengah perjalananNya bersama para murid, Yesus memilih 12 orang dari antara murld-murldNya untuk menjadi rasul (Mrk. 3: 13-19). Pembentukan 12 rasul adalah kabar gemblra yang menegaskan betapa penting dan bermaknanya persekutuan para rasul dalam perjalanan mereka sebagai sahabat-sahabat Yesus.

Mereka ditetapkan untuk menyertal Yesus dan memberitakan Injil. Kitapun memaknai persahabatan kita sambll membangun persekutuan.

Persekutuan yang sudah ada kita majukan menjadi leblh baik, dan sesuai situasl dan kebutuhan, kita membentuk persekutuan baru yang dibutuhkan untuk memajukan Gereja yang bersinode.

Ketiga, Bersahabat dalam Gereja yang Bersinode sambil berpartisipasi secara aktif. Yosep dan Maria sudah berperan secara akrif sesuai dengan tugas yang sudah dipercayakan oleh Allah kepada mereka, sebagaimana disampaikan oleh Malaikat.

Mereka sudah bekerjasama dengan Allah untuk menghadirkan Juru Selamat ke dunia ini. Yesus mengutus 70 murid (Luk. 10: 1-12) untuk secara aktif ambil bagian dalam karya-karyaNya, bahkan mengutus mereka berdua-dua, untuk mewartakan dan membangun Kerajaan Allah.

Baca juga  Memperingati 100 Tahun WKRI, DPD Sulut Lakukan Bersih-bersih Sampah Plastik

Yesus berkata: “tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya la mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” (Luk. 10:2).

Kita menjawab tantangan yang diberikan Yesus itu, sambil memberi diri menjadi pelayan-pelayan di kebun anggurNya. Kita berpartisipasi sambil merangkul dan melibatkan semua anggota (Total Quantity Management) serta .menggali, menghargai dan memberdayakan semua potensi (Total Quality Management) (bdk. I Kor. 12: 1-31).

Keempat, Bersahabat dalam Gereja yang Bersinode sambil ambil bagian dalam karya Misl Gereja.

Yesus mengutus murid-muridNya untuk melanjutkan karya Misi: -pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu” (Mat 28:19-20).

Karya misi itu sudah sampai di dunia kita, di negara kita, di keuskupan kita, di paroki kita, di stasi kita, di wilayah rohani kita. di kelompok kita. Saatnya sekarang kita lanjutkan karya misi Itu.

Kita menjalankan karya Misi Gereja sambil membangun rumah pemuridan; kita mengkondisikan lingkungan hidup dan karya kita, sebagai ruang pertemuan para murid Yesus, di mana terjadi pengajaran iman. perayaan Iman, dan perbuatan Iman.

Di dalam rumah pemuridan itu, kita memberi kesaksian tentang karya-karya penyelamatan Allah, sehingga semakin banyak yang percaya dan kembali ke Jalan keselamatan.

Kelima, Bersahabat datam Gereja sambil merngembangkan gerakan ekumene.

Digerakkan oleh semangat misioner, kita meluaskan persahabatan kita sambil menjadikan rumah pemuridan itu sebagai ruang dialog antar budaya dan dialog antar agama, sehingga “berkat dialog yang jujur dan sabar itu,” kita “makin mengetahui harta-kekayaan manakah yang oleh Allah dalam kemurahanNya telah dibagikan kepada para bangsa” (AG 11).

Dialog budaya dan agama menjadl nyata melalui karya-karya bersama untuk menciptakan kesejahteraan bersama, mewujudkan nilai-nilai keaditan dan kebenaran, mempromosikan kerukunan dan kerjasama, mengedepankan persaudaraan dan persatuan. (UR, 4). (lk)

About Author: Redaksi Meimo News

Gravatar Image
Meimonews.com Pengelola : PT Meimo Berjalan Bersama Badan Hukum : Keputusan Menkumham dan HAM RI No. : AHU-0057475-AH.01.01 Tahun 2022 Notaris : Budiharto Prawira, SH Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Lexie Kalesaran Alamat : Jl. Kampus Timur No. 84 Kleak Manado 95115 Telp. 082190565818 - WA 0895395534143

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *