Meimonews.com – Bentuk komitmen terhadap program percepatan penurunan stunting (PPS), Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Gorontalo Diano Tino Tandaju menyerahkan bantuan sosial (bansos) kepada keluarga beresiko stunting.

Ada dua keluarga beresiko stunting di Kabupaten Bone Bolango (Bonbol) yang diberikan bansos pada Jumat (20/2/2026).

Kepada Meimonews.com, lewat WhatsApp, Sabtu (21/2/2026), Tandaju menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan efektivitas intervensi pencegahan stunting melalui dukungan langsung kepada keluarga yang membutuhkan.

Saat menyerahkan bansos, Tandaju menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pola asuh yang baik, serta pemantauan rutin tumbuh kembang anak guna memastikan anak terhindar dari risiko stunting.

Keluarga penerima bantuan menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah dan berkomitmen untuk memanfaatkan bantuan yang diberikan dengan sebaik-baiknya demi kesehatan dan masa depan anak-anak mereka. (lex)

Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut menggelar program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Stunting) di Kelurahan Kombos Timur, Manado.

Kunjungan ke Kelurahan Kombos Timur dilakukan dua tahap. Pertama, pada Selasa (7/1/2025) dan kedua pada Sabtu (28/12/2024). Sejumlah keluarga beresiko stunting diberikan bantuan nutrisi berupa telur dan beras.

Mendampingi Kepala BKKBN Sulut Diano Tino Tandaju selaku orang tua asuh saat kegiatan di antaranya Ketua Tim Satgas PPS Danny Lalamentik, dan Ketua Tim Kerja Umum dan Humas Advokasi KIE Ferouw Ratu.

Selain memberikan bantuan, Kaper dan tim melakukan pula pemantauan perkembangan status gizi dari dua ibu hamil dan ibu menyusui di keliurahan tersebut.

Keluarga yang mempunyai ibu hamil, perlu untuk didukung pemenuhan gizinya dalam rangka pencegahan kelahiran anak stunting.

Kaper berharap, dengan bantuan yang diberikan dapat membantu kebutuhan gizi keluarga terutama bagi ibu yang sedang hamil. (elka)

Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut menggelar Workshop Pengumpulan dan Pengelolaan Data Verifikasi dan Validasi Data Keluarga Beresiko Stunting di Hotel Best Western The Langoon, Rabu-Kamis (3-4/4/2024).

Peserta kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg adalah pengelola data, Satgas (satuan tugas) Stunting Sulut dan Ketua Pokja (kelompok kerja) Satgas Stunting.

Dalam sambutannya, Tandaju berharap, melalui workshop, verifikasi dan validasi data KRS ini dapat membangun sinergi bersama dalam menghasilkan kuantitas dan kualitas data keluarga berisiko stunting.

Pelaksanaan pengumpulan data verval keluarga resiko stunting  (KRS), sebutnya, dilakukan langsung oleh TPK  (Tim Pendamping Keluarga)  dengan supervisi/pengawasan PKB/PLKB dan pelaksanaannya agar dilakukan bersamaan dengan kegiatan pendampingan, begitu mendapati keluarga sasaran yang didata memiliki status beresiko.

TPK, menurutnya, harus memiliki data by name by address untuk setiap kelompok sasaran yang akurat, valid dan termutakhir/terbaru  dengan melalui kegiatan pemutakhiran, pemutakhiran verifikasi dan validasi data.

Dikemukakan, pelaksanaan kegiatan ini  bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi peserta workshop dalam pengelola data kabupaten/kota dan mekanisme pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data, serta persamaan persepsi dalam melaksanakan verifikasi dan validasi data keluarga berisiko stunting.

“Semoga kegiatan ini dapat mendukung terlaksananya kegiatan verifikasi dan validasi data di tingkat kabupaten/kota sehingga menghasilkan data yang akurat dan dapat digunakan sebagai bahan kajian dan intervensi bagi program percepatan penurunan stunting di Provinsi Sulawesi Utara,” ujarnya. (Fer)