Meimonews.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Kodam XIII/Merdeka, Personil Kodim 1309/Manado melaksanakan kegiatan bersih-bersih Terminal Karombasan Manado, Selasa (6/6/2023).

Karya Bakti yang mengusung tema Kodam XIII/Merdeka patriot NKRI yang profesional, siap mendukung pembangunan nasional ini dipimpin Kasdim 1309/Manado Letkol Inf. Dedi Junaedi, SE.

Sekitar 100 personil yang terdiri dari para Danramil Jajaran Kodim 1309/Manado, Satuan Korem 131/Stg, Bintaldam XIII/Mdk, Minvetcaddam XIII/Mdk, Jasdam XIII/Mdk, Kesdam XIII/Mdk, Topdam XIII/Mdk, Zidam XIII/Mdk, Puskopad XIII/Mdk, Pendam XIII/Mdk, Polsek Wanea, PD Pasar dipimpin Direktur Umum Jefry Salilo, ASN Kecamatan Wanea dipimpin Camat Deisy Kalalo, Dishub Manado, FKPPI dan wartawan mengikuti kegiatan ini.

Dalam arahannya, Kasdim 1309/Manado mewakili Dandim 1309/Manado
Letkol Inf Himawan Teddy Laksono, S.I.Kom., M.Tr (Han) mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan pada saat ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka HUT Kodam XIII/Merdeka.

“Diharapkan, kegiatan ini menjadi contoh untuk kedepannya dan akan tetap dilanjutkan oleh warga karena ini adalah merupakan tanggung jawab bersama dan mendukung pembangunan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kasdim.

Usai apel, karya bakti dilanjutkan dengan pembagian sektor atau target untuk pembersihan dengan ini Danramil 1309-03/WSM Mayor Inf. Frans Dahua selaku koordinator di lapangan dengan sasaran pembersihan di sekitaran Terminal Karombasan.

Pelaksanaan Karya Bakti ini, jelas Danramil, bukan semata karena HUT Kodam XIII/Merdeka tetapi bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara prajurit TNI dengan Instansi lainnya, dan agar bisa lebih dekat dengan masyarakat serta meningkatkan jiwa saling bergotong-royong.

“Diharapkan dalam kegiatan karya bakti ini TNI-Polri dan masyarakat terus menjalin tali silaturrahmi yang kuat sehingga terjaganya ideologi yang sama yaitu ideologi Pancasila untuk bersama menjaga kedaulatan NKRI,” tandas Danramil.

Dijelaskan, kegiatan Karya Bakti ini melibatkan TNI-Polri, masyarakat serta para sopir bus yang berada di terminal, ini merupakan budaya gotong-royong dan tradisi turun-temurun yang positif yang harus tetap dipertahankan.

“Negara pasti aman damai manakala aparat dan masyarakat bersatu bersama, kita harus mempunyai kecintaan kepada Negara, kebersamaan seperti ini merupakan wujud dari kecintaan kita antar sesama,” tandas Mayor Dahua.

Direktur Umum PD Pasar Kota Manado Jefry Salilo mengatakan, kegiatan ini merupakan perwujudan kepedulian dan peran satuan jajaran TNI dan Pemerintah dalam menunjang pelaksanaan pembangunan infrastruktur, khususnya pembersihan Terminal Pinasungkulan Karombasan.

“Harapan besar dalam kegiatan karya bakti ini dapat terus dilaksanakan, tentu dengan semangat kebersamaan dan kegotong royongan yang dapat memberikan kemudahan untuk para pedagang merasa aman dan sehat dengan lingkungan yang bersih,” ujar Salilo. (AF).

Meimonews.com – Sejumlah personil Kodim 1309/Manado di bawah pimpinan Pasiter Mayor Vencentius Mamoradia dikerahkan dalam program Karya Bakti di kompleks SMP St. Mikael Wanea (Manado), Jumat-Sabtu (16-17/4/2021).

Untuk hari pertama (Jumat, 16/4/2021), sasaran kerjanya adalah pembuatan tanggul sekolah yang roboh akibat bencana alam tanah longsor. Panjang 14 meter, tinggi 5 meter.

Selain itu, pembuatan tanggul yang roboh akibat bencana alam tanah longsor yang menimpa 2 buah rumah penjaga sekolah SMP St. Mikael dan SD St. Kornelius Wanea dengan panjang 12 meter, tinggi 2 meter.

Personil yang terlibat adalah personil Kodim, perangkat kelurahan, guru SMP St. Mikael Wanea dan umat setempat. Total berjumlah 40 orang.

Untuk hari kedua (Sabtu, 17/4/2021), sasaran pekerjaannya adalah penggalian tanah pondasi pembuatan tanggul yang roboh akibat bencana tanah longsor dan pengangkutan material pasir batu, kerikil, semen dan bahan bangunan lainnya untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan program karya bakti.

Personil yang terlibat terdiri dari personal Kodim, Pemerintah Kelurahan, guru dan staf sekolah serta umat paroki YGYB Wanea. Keseluruhan personal berjumlah 50 orang. (af)

Meimonews.com – Memperingati Hari Infanteri Tahun 2020, Kodim 1309/Manado menggelar Karya Bakti dengan tena Infanteri Profesional Kuat Bersama Rakyat.

Karya bakti yang dipimpin Pasiterdim Mayor Inf. Vencentius Mamoradia itu dilakukan di kompleks Gereja Paroki Hati Kudus Karombasan, Manado, Rabu (16/12/2020).

Adapun kegiatan yang diadakan adalah pembuatan pagar gereja, pengecoran dan plesteran pos pintu gerbang gereja, pemasangan paving blok halaman gereja dan meratakan tanah, serta pengecoran atap pos.

Hadir dalam kegiatan ini, Pastor Paroki Teodorus Rumondor MSC, Danramil 1309-03/WSM Mayor Inf. Gabriel Sale, Anggota Dewan Pastoral Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan, 25 orang anggota Kodim, 4 orang aparat Pemerintah Kelurahan Karombasan Utara, serta 30 orang umat setempat.

Dandim 1309/Manado Kolonel Inf Y.R Raja Sulung Purba,
seperti diungkapkan Mamoradia menjelaskan, karya bakti tersebut dilaksanakan dalam rangka Hari Infanteri yang tahun ini adalah peringatan yang ke-72.

“Peringatan Hari Infanteri yang jatuh pada 19 Desember diperingati setiap tahunnya sebagai wujud keterpaduan TNI dan rakyat,” sebutnya.

Dukungan rakyat seperti terhadap keluarnya perintah kilat No. 1/PB/D/48 tanggal 19 Desember 1948 oleh Panglima Besar Jenderal Sudirman inilah, tambahnya, nilai -nilai perjuangan yang ingin dilestarikan oleh TNI AD kepada generasi saat ini untuk selalu bersama dan manunggal dengan rakyat sebagai kekuatan pendukung dalam sisitim pertahanan negara kita.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com, Mamoradia menjelaskan tentang sejarah singkat Hari Infantri atau Hari Juang Kartika.
Pada 19 Desember 1948 pukul 06.00 WIB, Tentara Belanda dipimpin Jenderal Spoor terdiri dari Divisi A, B dan C yang modern di Jawa yang berupa gabungan 2 Divisi KNIL dan Divisi KL serta 3 Brigade di Sumatra melancarkan Agresi Militer II dengan mengebom Maguwo dan menerjunkan ‘Paratroppen’nya, selanjutnya dengan cepat menyerbu Kota Yogyakarta dan mengepung gedung Agung Yogya di mana sebagian besar pejabat negara ada di dalamnya.

Menghadapi situasi demikian, berdasarkan pertimbangan politik anggota Kabinet memutuskan untuk menyerahkan diri dan memberi mandat kepada Mr. Syarifudin Prawiranegara untuk membentuk Pemerintah Darurat Sementara (PDRI) di Sumatra guna melanjutkan perjuangan diplomasi.

Mengetahu Belanda melancarkan Agresi Militer II maka Panglima Besar Jenderal Soedirman pada pukul 08.00 WIB segera mengeluarkan perintah kilat No. 1/PB/D/48 tanggal 19 Desember 1948 (oleh Soepardjo Rustam teks Perintah Kilat tersebut diberikan kepada Utoyo Kolopaking agar disiarkan secara luas melalui RRI Yogya) yang ditunjukan kepada Angkatan Perang RI untuk melawan musuh dengan melaksanakan gerilya.

Saat melaporkan kepada Presiden Soekarno tentang situasi yang sedang dihadapi, Panglima Besar Jenderal Soedirman menyatakan akan tetap meneruskan perjuangan “met of zonder pemerintah, tentara akan berjuang terus”.

Kemudian, setelah mengamankan keluarganya di suatu tempat beliau segera berangkat keluar kota untuk memimpin gerilya melawan Belanda.
Aktifnya satuan-satuan TNI melaksanakan perang gerilya sangat merepotkan operasi Polisionil yang dilakukan oleh Militer Belanda. Hal ini tidak luput dari Komando Pengendalian yang kosisten oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Serangan-serangan sukses yang dilakukan satuan-satuan TNI saat itu, antara lain Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogya, Serangan Offensif 4 hari 4 malam di Solo 7-10 Agustus 1949 dan lain-lain di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan Keputusan Panglima Besar Jenderal Soedirman mengeluarkan Perintah Kilat No. 1/PB/D/48 tanggal 19 Desember 1978 maka satuan-satuan Angkatan Perang yang didukung masyarakat melaksanakan Perang Gerilya di seluruh daerah, karena persenjataan dan perlengkapan yang sangat terbatas dan seadanya tidak ada jalan lain kecuali menggunakan cara-cara Infanteri dalam menghadapi Tentara Belanda sehingga setiap Pertempuran dapat dimenangkan.

Tidak berlebihan bila tanggal 19 Desember 1948 tersebut merupakan Hari Kebanggaan “Infanteri”.

Dari peristiwa bersejarah dikeluarkannya Perintah Kilat No 1/PB/D/48 tanggal 19 Desember yang secara nyata telah memberikan bukti kepada dunia akan keberadaan Tentara Nasional Indonesia masih tetap Eksi serta memaksa Belanda untuk mengakui kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka tanggal 19 Desember ditetapkan sebagai Hari Infanteri dan diperingati setiap tahun. (af)

Meimonews.com –  Kodim 1309/Manado menggelar karya bakti dengan motto “Bersatu pasti kita kuat dan bersatu pasti kita bisa” di Desa Kalasey Dua Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa, Jumat (13/11/2020).

Menjadi sasaran kegiatan adalah lokasi pembangunan gereja Katolik St. Blasius Wilayah Rohani St. Donbosco Stasi St. Yohanes Maria Vianney Tateli Kalasey Paroki St. Fransiskus Xaverius Mokupa dan pastori gereja GMIM Agape Kalasey.

Puluhan personil TNI dari Kodim 1309 Manado dan umat/jemaat dari kedua gereja tersebut bahu-membahu dalam kegiatan tersebut.

Di lokasi pembangunan gereja dan pastori tersebut personil TNI dan umat/jemaat membuat talud dan fondasi gereja/pastori.

Sebelum karya bakti dimulai, Kepala Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 1309/Manado Mayor Inf. Vencetius Mamarodia memimpin apel. Kemudian dilanjutkan dengan karya bakti dan kegiatan komunikasi sosial dan makan siang bersama.

Turut hadir pada kesempatan itu, Plh. Danramil 1309-04/PTM Mayor Inf. Fransiskus Dahua, Danramil 1309-01/Molas Lettu Inf. Hariwiyono, Hukum Tua Kalasey Dua Marten Tamamekeng, Sekdes Kalaswy Dua Yeri Lukas, Ketua Jemaat GMIM Agape Pdt. Tresia Parede, S.Th, Pastor Paroki St. Fransiskus Xaverius Mokupa Pastor Berti Rumondor Pr, Ketua Panitia Pembangunan Gereja Katolik Ruben .Kalalo dan Ketua Stasi Wianeke Wallah.

Kegiatan yang diadakan Kodim 1309/Manado ini, jelas Mamoradia kepada Meimonews.com, mengusung tema Karya bakti TNI sebagai wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat.

Kegiatan karya bakti ini, tambahnya, adalah untuk kemanunggalan TNI rakyat dalam rangka kepentingan pertahanan negara dan sekaligus memotivasi umat/jemaat dalam memperkuat persekutuan umat/jemaat dalam iman dan taqwa serta bersatu dalam satu semangat dan tekad untuk penyelesaian pembangunan geraja yang baru dan pastori.

Mengutip arahan Dandim 1309/Manado Kol. Inf. YR Raja Sulung Purba, Mamoradoa menjelaskan,  sistim pertahanan negara kita Sishankamrata di mana
kekuatan pertahanan NKRI tidak semata-mata bertumpu pada kehebatan alutsista tetapi kekuatan pertahanan kita yang sesungguhnya ada pada kemanunggalan TNI dan rakyat.

“Makanya, Kodim 1309/Manado menggelar secara berkala menggelar karya bakti seperti di Desa Kalasey Dua itu,” ujar Pasiter 1309/Manado ini. (lk)

Meimonews.com – Puluhan orang mengikuti Karya Bakti di Makam Pahlawan Nasional Imam Bonjol yqng berada di Desa Lotta Kecamatan Pineleng (Minahasa), Rabu (2/9/2020).

Peserta karya bakti terdiri Danramil 1309-04/PTM Kapten Inf. Frans Dahua, Kapolsek Pineleng Iptu Gian, Camat Pineleng Jonly Wua, Hukum Tua Lotta Jony Sumanti, Imam Masjid Imam Bonjol Murat Sanudin, Babinsa 9 orang, Bhabinkamtibmas 5 orang perangkat Desa Lotta 7 orang dan mahasiswa KKN 16 org.

Mengawali kegiatan dilakukan apel di depan gedung makam dengan pembina apel Danramil Pineleng Kapten Inf. Frans Dahua.

Saat apel, Danramil mengingatkan dan mengimbau tentang upaya pencegahan penyebaran covid-19. “Mari pakai masker, mari rajin cuci tangan, mari jaga jarak,” ujar Dahua.

Memberikan arahan pada apel tersebut Camat dan Kapolsek terkait dengan menjaga keamanan dan kebersihan Makam Pahlawan Nasional Imam Bonjol.

Setelah apel, dilanjutkan dengan kerja bakti, membersihkan kompleks makam.

Di saat rehat menyantap makanan ringan (snack) yang disediakan Koramil, diadakan kegiatan komunikasi sosial (komsos).

Kegiatan ini mengusung tema “Karya bakti TNI wujud nyata pengabdian untuk masyarakat.” (AF)