Meimonews.com – Tahun 2024 telah menjadi tahun penuh berkah, di mana berbagai capaian dan prestasi telah diraih bersama. Ini adalah bukti nyata dari kerja keras dan sinergi seluruh elemen Unsrat (pimpinan, dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa).

Hal tersebut disampaikan Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie ketika memberikan sambutan pada acara Perayaan Natal Yesus Kristus Unsrat Manado yang dilaksanakan Panitia Pelaksana yang diketuai Dedie Tooy di Auditorium Unsrat Manado, Jumat (3/1/2024).

“Kiranya perayaan Natal hari ini menjadi momentum untuk melangkah lebih tinggi lagi,” ujar Rektor pada acara yang dihadiri antara lain perwakilan Forkopimda Sulut dan civitas akademika Unsrat Manado.

Kita, sebut Rektor, diajak meningkatkan tanggung jawab kitakita, baik sebagai pimpinan, dosen, mahasiswa maupun tenaga kependidikan dengan terus bersinergi dalam semangat bebersamaan.

“Sebagaimana para gembala mempersembahkan pujian dan penyembahan kepada Sang Bayi Yesus, demikian pula kita diajak untuk mempersembahkan karya, pelayanan dan pujian yang terbaik kepada Tuhan di tahun 2025,” ujar Rektor bernada ajakan.

Tugas kita, menurutnya, adalah mendidik dan membimbing mereka menjadi pribadi yang berharga dan siap sukses di masa depan, di bidang mereka.

Selain itu, kita diajak untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung visi besar menuju Indonesia yang semakin maju, adil, makmur, sehat dan sejahtera.

Perayaan Natal yang mengusung tema Marilah sekarang kita pergi ke Betlehem ini dipimpin Pdt Alfrets Daleno dengan pemimpin doa syafaat Pastor Dismas Saletia Pr dan pembawa firman Ketua Sinode GMIM Pdt. Hein Arina. (FA)

Meimonews,com – Rektor Unsrat Manado Oktovian Berty Alexander Sompie jadi Pelaksana Tugas (Plt) Dekan Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat Manado menggantikan Nova Helen Kapantow.

Pengangkatan tersebut mengacu pada Surat Rektor Unsrat Manado No. 2699/UN12/LL/2024 tertanggal 24 Desember 2024.

Keputusan Rektor 2699 tersebut berisi tentang Pencabutan Surat Keputusan Rektor Universitas Sam Ratulangi Manado No. 704/UN12/KP/2023 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Periode Tahun 2023-2027 tertanggal 18 April 2023.

“Mencabut keputusan Rektor Universitas Sam Ratulangi No. 704/UN12/KP/2023 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Periode Tahun 2023-2027 tertanggal 18 April 2023,” demikian bunyi penetapan kesatu keputusan Rektor Unsrat No. 2699 tersebut,

Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, yakni 24 Desember 2024.
Keputusan ini dikeluarkan Rektor Unsrat setelah membaca Surat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi No. 0153/M.A/HK.10/2024 tanggal 23 Desember 2024 Hal Tindak Lanjut Putusan M.A No. 258/TUN/2024.

“Benar sudah ada pergantian Dekan Fakultas Kedokteran berdasarkan putusan MA yang telah mempunyai kekuatan hukun tetap dan telah ditetapkan Plt. Dekan Fakultas Kedokteran yakni Prof. Dr. Ir. Oktovian Alexander Sompie,’ jelas Wakil Rektor 3 Unsrat Ralfie Pinasang kepada Meimonews.com via WA, Senin (30/12/2024).

Untuk selanjutnya, sambung Pinasang, Plt Dekan Faked melaksanakan tridharma perguruan tinggi dan mempersiapkan Panitia Penjaringan, Penyaringan dan Pemilihan Dekan Fakultas Kedokteran.

Ditambahkan, Keputusan Rektor No. 2699/UN12/LL/2024 sudah disampaikan kepada Prof. Dr. dr. Nova Helen Kapantow, DAN, MSc, SpGK tanggal 27 Desember 2024 lewat surat nomor 24092/UN12.II/KP/2024.

Surat penyanpaian tersebut, jelas Humas Unsrat Philep Morse Regar yang dihubungi tetpisah, ditandatangani Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Royke Iwan Montolalu atas nama Rektor Unsrat. (FA)

Meimonews.com – Gubernur Sulut Prof. Dr. (Hc). Olly Dondokambey, SE berharap kepada Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Sulut untuk terus menjadi agen perubahan yang inspiratif dan berdampak positif bagi masyarakat.

“Teruslah berinovasi dan berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan. Semoga semangat dan dedikasi yang telah ditunjukkan selama 100 tahun ini dapat terus berlanjut dan semakin menguat di masa mendatang,” pinta Gubernur dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kadis Pertanian dan Peternakan Sulut Wilhelmina Jasinta Nova Pangemanan, S.Pt, M.Si pada acara puncak Peringatan 100 Tahun WKRI di Lapangan Pohon Kasih Kompleks Megamas Manado, Sabtu (29/6/2024).

Gubernur mengakui kontribusi WKRI termasuk WKRI Sulut bagi pembangunan bangsa tidaklah kecil. Di Sulut kontribusi itu terlihat pula dalam bentuk sinergitas dengan pemerintah dalam bidang pembangunan.

Sejumlah undangan di antaranya Kadis Pertaniam dan Peternakan Sulut Wilhelmina Jasinta Nova Pangemanan, S.Pt, M.Si mewakili Gubernur Sulut, Ketua WKI Sinode GMIM Pnt. Nining Lumanauw, Pembimaskat Kanwil Depag Sulut Joula Makarawung

Oleh karena itu, Gubernur mengajak seluruh anggota WKRI terus bersinergi dengan pemerintah dalam setiap lini pembangunan. Terutama dalam upaya meningkatkan kualitas manusia Sulut melalui pendidikan generasi muda.

Pendidikan, menurutnya, adalah fondasi utama dalam upaya membangun bangsa yang kuat dan bermartabat. Dengan kolaborasi yang erat, kita dapat menciptakan generasi penerus yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan global.

Atas nama Pemerintah Daerah Sulut dan pribadi, Gubernur menyampaikan selamat kepada seluruh anggota WKRI yang telah mencapai usia seabad. Usia yang penuh dengan dedikasi, komitmen dan perjuangan dalam membangun karakter bangsa yang beradab.

Pelepasan balon ke udara

Perayaan 100 tahun WKRI ini, menurut Gubernur, memiliki makna yang mendalam. Seabad bukanlah waktu yang singkat. Ini adalah bukti nyata dan keteguhan, kesetiaan dan dedikasi WKRI dalam mengembang visi dan misi organisasi.

Terkait tema yang diusung dalam peringatan 100 tahun ini yakni Geraknya budi, membangun pribadi, mewujudkan peradaban kasih, bagi Gubernur sangatlah relevan dan bermakna. “Esensi 100 tahun Wanita Katolik adalah perjalanan panjang dalam mengamalkan nilai-nilai moral dan etika yang luhur,” sebutnya.

Perarakan

Dalam konteks ini, jelas Gubernur, geraknya budi, mencerminkan dinamika kebijaksanaan yang selalu berkembang. Membangun pribadi berarti menciptakan individu yang berintegritas. Mewujudkan peradaban kasih adalah tujuan akhir dari segala upaya yaitu membangun masyarakat yang penuh kasih dan harmonis.

Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Manado RD Agus Sumarauw dalam sambutannya mewakili Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengatakan, ada rasa bangga bahwa 100 tahun yang lalu ada awam Katolik R. Ay Maria Suryadi Darmosaputro Sasradiningrat (RA Sulastri) telah melihat jauh ke depan tentang kiprah kaum wanita. Beliau ingin meningkatkan martabat wanita Indonesia atas dasar iman Katolik.

Peluncuran buku kenangan kenangan yang disusun Selvie Rumampuk.dkk. Buku kenangan diserahkan Selvie kepada Vikjen

RA Sulastri, menurut Pastor Agus, menginginkan supaya wanita Katolik Indonesia dapat menjadi anggota gereja yang beriman dan militan dan anggota masyarakat yang berkarakter dan penuh tanggung jawab seperti, antara lain terbaca pada mars WKRI. Maka dia mendirikan suatu organisasi wanita Indonesia yang Katolik (WKRI -red).

“Sungguh amat membanggakan inisiatif dan lebih membahagiakan lagi bahwa sesudah 100 tahun, ormas ini telah tumbuh dan berkembang dengan pesat,” ujar mantan Prokur Keuskupan Manado dan Pastor Paroki Hati Tersuci Maria Katedral Manado ini.

Ormas WKRI ini, sebutnya,  adalah organisasi Katolik yang benar-benar hidup, berjalan lancar dan berkembang terus dan selalu eksis sepanjang tahun. Semboyan Pro ecclesia et patria amat mewarnai ormas ini yang hidup dan aktif terus di Keuskupan Manado.

Partisipasinya dalam karya pastoral gereja amat nyata. Mereka adalah mitra yang amat aktif bagi para pastor. Mereka bukan hanya aktif dalam karya-karya sosial kemasyarakatan tetapi juga ambil bagian banyak dalam perayaan liturgi gereja dan bentuk-bentuk karya pewartaan lain.

“Kita berharap, organisasi ini akan semakin solid, tumbuh dan berkembang lebih subur. Semoga para anggota semakin bersatu dan semakin mendalami cita-cita founding mothers (ibu pendiri),” ujar Pastor Paroki Raja Damai Tikala sekaligus Penasehat Rohani WKRI Cabang Raja Damai Tikala Manado ini.

Penampilan tari Selendang Biru, tarian khas WKRI

Semoga lewat WKRI, semua anggota dibentuk menjadi pribadi-pribadi yang matang sebagai anggota masyarakat, anggota gereja dan anggota inti keluarga. Hal ini perlu supaya dapat berjalan bersama semua orang lain untuk bisa membangun pribadi-pribadi dan bersama mewujudkan peradaban kasih di bumi Indonesia sebagaimana tema perayaan mulai ini.

Ketua Panitia Pelaksana Neltje Eman (Presidium 1 DPD WKRI Sulut) dalam laporannya menjelaskan kegiatan-kegiatan yang telah panitia laksanakan dalam rangka 1 abad WKRI, yang jatuh pada 26 Juni.

Di antaranya, Jalan salib di Bukit Doa Mahawu, Penghijauan di beberapa kabupaten/kota, Pembukaan Doa Rosario Mei 2022, misa dan Paskah bersama di Bukit Doa Kelong Kakaskasen, Doa Rosario bersama Oktober 2022 di Bukit Doa Mahawu, Paskah bersama 2023 dan lomba jalan sehat di Kawasan Megamas.

Lomba line dance, penanam pohon, gotong royong, pembuatan MCK umum dan bedah rumah, Memberikan bansos kepada korban erupsi Gunung Ruang, bansos tanah longsor dan banjir bandang, kunjungan sosial ke panti asuhan, seminari-seminari, panti tuna grahita, panti werda.

pelepasan lomba defile

Sambutan dari Gubernur Sulut dan Vikjen Keuskupan Manado itu merupakan bagian dari rangkai acara puncak peringatan 100 Tahun WKRI yang diselenggarakan WKRI Sulut pimpinan Meity Rampengan (Ketua Presidium DPD).

Momen acara puncak ini diawali perarakan perarakan, misa syukur, sambutan-sambutan, peluncuran buku kenangan 100 tahun WKRI, pelepasan balon ke udara, penampilan tampilan selendang biru, makan bersama dan defile.

Perarakan bendera merah putih dan vandel WKRI diawali pemain drum band, kemudian Ketua dan Wakil Ketua WKRI Cabang, DPD WKRI, Panitia Pelaksana, Putra Putri Altar dan para imam/pastor, yang berjumlah sekitar 180 orang.

Selanjutnya misa syukur yang dipimpin Vikjen Keuskupan Manado RD Agus Sumarauw dan di dampingi 20-an imam/pastor.

Usai misa, dilanjutkan sambutan-sambutan,  peluncuran buku kenangan 100 tahun WKRI, pelepasan balon ke udara, penampilan tampilan selendang biru, makan bersama dan defile yang akan diikuti 8.000-an anggota WKRI dari 55 Cabang.

Turut hadir pada acara puncak ini, di antaranya Kadis Pertanian dan Peternakan Sulut mewakili Gubernur Sulut, Pembimaskat Kanwil Depag Sulut Joula Makarawung, sejumlah pastor, suster, frater, bruder, Pimpinan ormas/organisasi kategorial gereja seperti PK, PMKRI, ISKA, KBK dan LC, sejumlah undangan lainnya seperti Ketua WKI Sinode GMIM Pnt Nining Lumanaw, Pimpinan Dharma Wanita Sulut.

Terselenggaranya kegiatan-kegiatan dalam rangka 100 Tahun WKRI ini, menurut Sekretaris Panitia Pelaksana Emy Maturbongs, dikarenakan adanya penyelenggaraan Tuhan dan dukungan dari banyak pihak termasuk pimpinan Keuskupan Manado dan jajarannya (Kevikepan dan paroki), Pemda, pihak sponsor, internal WKRI di daerah ini (DPD, DPC dan Pengurus Ranting) termasuk teman-teman panitia dan lainnya.

DPD yang dipimpin Panitia, sebut Emi, tak menyangka pada acara puncak dihadiri 10.000-an orang, bukan hanya anggota WKRI tapi juga keluarganya serta undangan lainnya dan umat Katolik.

“Puji syukur kepada Tuhan karena dengan penyelenggaraanNya dan didukung banyak pihak, acara dalam rangka 100 Tahun Wanita Katolik RI yang diselenggarakan DPD WKRI Sulut lewat panitia pelaksana dapat berjalan dengan baik, lancar dan sukses. Terima kasih untuk semuanya itu,” ujarnya di dampingi Wakil Ketua Panitia Telly Mathilda Kapoh (Presidium 2 DPD WKRI Sulut) kepada Meimomews.com, usai acara puncak. (lk)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menghadiri pertemuan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Manado dan Ecosystem Builder Satu Tampa bertempat di Ruang Rapat Walikota Manado, Jumat (22/3/2024).

Hadir dalam pertemuan ini, Sekretaris Daerah Kota Manado Dr. Micler Lakat, SH, MH, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Steven Tumiwa, S.Pd., M.Pd, serta perwakilan Ecosystem Builder Satu Tampa.

Pertemuan ini membahas tentang rencana pemanfaatan Museum Coelacanth Manado menjadi Creative Hub Coelacanth Manado.

Lokasi tersebut, rencananya akan dimanfaatkan sebagai creative hub, rumah UMKM, hingga fasilitas untuk e-sports.

Pemanfaatan lokasi ini melibatkan kolaborasi Pemerintah Kota Manado, Ecosystem Builder Satu Tampa dan Corporate Social Responsibility (CSR) dari BUMN.

Walikota berharap, lokasi yang strategis dari Creative Hub Coelacanth Manado akan bermanfaat untuk masyarakat dan menarik banyak wisatawan.

Selain itu, mantan Ketua DPRD Sulut ini menekankan, pemanfaatan Creative Hub Coelacanth Manado dapat dilaksanakan sebaik-baiknya sesuai dengan regulasi yang berlaku. (lk)

Meimonews.com – Danau Tondano dengan alam sekitarnya sangat terkait satu sama lainnya. Kelestarian danau Tondano juga memerlukan dukungan dari kelestarian alam sekitarnya.

Selain berkaitan dengan lingkungan hidup dan danau Tondano sebagai sumber air bagi seluruh Tanah Minahasa yang dilaluinya sampai ke Kota Manado, ada sudut pandang lain yang perlu juga dicermati dari manfaat danau Tondano bagi pariwisata di Tanah Minahasa (Minahasa, Tomohon, Minsel, Mitra, Minut, Manado dan Bitung).

“Untuk itu, perlu masterplan atau grandstrategy pembangunan pariwisata danau Tondano ke depan sampai tahun 2045, Indonesia Emas,” ujar Irjen Pol. (Purn) Dr. Ronny F. Sompie dalam percakapan dengan Meimonews.com via telefon, Selasa (15/2/2022).

Untuk mendukung visi tersebut, sambung mantan Dirjen Imigrasi tersebut, diperlukan juga Perda Tata Ruang bagi kepentingan pembangunan pariwisata danau Tondano. Tata Ruang yang baik, akan menjadi pedoman bagi Pemda dalam mengendalikan dan mengatur para investor dan masyarakat pemilik hak atas tanah di sekitar danau Tondano.

Dikemukakan, akses publik untuk menjangkau pinggiran danau Tondano untuk menikmati keindahan alam di pinggir danau tersebut perlu disediakan dan tidak ditutup oleh kepentingan para pemilik hotel, restoran, rumah makan dan semua kegiatan di sekeliling danau Tondano.

“Kita bisa belajar dari Pemda Kabupaten Sangihe, ketika membangun boulevard di sepanjang pantai Kota Tahuna. Bibir pantai di sepanjang jalan Boulevard di Kota Tahuna tidak ditempati toko, resto dan hotel, sehingga publik bisa bebas menikmati keindahan pantai di Kota Tahuna,” saran Analis Keimigrasian Ahli Utara Kemenkumhan RI ini.

Pengalaman itu juga bisa kita belajar dari Pemda Kabupaten Badung dalam membangun pariwisata di Kuta dan Seminyak yang memberikan akses bagi publik untuk mengitari pantai Bali tanpa harus dipagari kepentingan hotel dan seluruh bangunan privat yang menggunakan lahan ke arah pantai Bali. Hal itu juga terjadi di sepanjang pantai Sanur Bali di wilayah Kota Denpasar.

Dengan demikian, sebut mantan Kapolda Bali tersebut. kalau kita mau mengitari pantai dari Sanur sampai Seminyak sangat mudah, baik dengan jalan kaki maupun naik sepeda bahkan naik sepeda motor.

Kalau mau benchmarking di luar negeri, kita bisa belajar dari Pemerintah Singapore dalam menata ruang bagi publik di Pulau Sentosa. Akses publik untuk turun ke pantainya tidak tertutup oleh kepentingan investasi di sana yang membangun hotel, resto dan kegiatan usaha lainnya.

“Hal itu juga yang dibangun oleh Pemerintah Malaysia dan Philipina dalam membangun pariwisata di pinggiran sungai dan pantainya,” sebut Ketua KKK Indonesia kelahiran Surabaya, 17 September 1961 ini.

Kita bisa belajar banyak dari negara tetangga kita terdekat soal membangun pariwisata di pinggiran danau, laut dan sungai.

“Artinya, sungai mulai dari muara danau Tondano sampai ke Kota Manado juga perlu diatur dengan Tata Ruang Daerah yang bisa dijadikan pedoman bagi para investor dan setiap rakyat,” ujar Sompie yang menjadi Kepala Devisi Humas Mabes Polri tahun 2013 – 2015.

Ini, ungkapnya, sedikit pandangannya untuk ikut memberikan sumbangan pemikiran bagi Pemda setempat dan masyarakat di sekitar danau Tondano tentang bagaimana sebaiknya memperlakukan dan menggunakan danau Tondano untuk kepentingan (destinasi) pariwisata ke depan sampai tahun 2045, Indonesia Emas. (lk)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menjadi Inspektur Upacara (Irup) Hari Pahlawan di Lapangan Sparta Tikala Manado, Rabu (10/11/2021)

Walikota di dampingi Wakil Walikota Manado Richard Sualang, Forkopimda Manado, Sekot Manado Micler C.S. Lakat, Kepala SKPD Pemerintah Kota serta undangan.

Selesai upacara, Walikota bersama Wakil Walikota, Forkopimda serta para undangan dijamu sarapan pagi di Pendopo Kantor Walikota.

Baik saat upacara maupun saat jamuan pagi, protokol kesehatan (prokes) tetap dilaksanakan dengan disiplin. (lk)

Meimonews.com – Dekan Fakultas Hukum Unsrat Manado Dr. Flora Pricilla Kalalo, SH, MH berharap tema Peringatan Dies Natalis ke-63 Fakultas Hukum Unsrat menjadi penyemangat bagi seluruh civitas akademica yang dipimpinya dalam menghadapi situasi di tengah pandemic Covid-19.

Harapan tersebut disampaikan Kalalo dalam laporannya pada Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-63 Fakultas Hukum Unsrat Manado yang diadakan di aula fakultas, Kamis (4/11/2021).

Diungkapkan, di tengah masa keprihatinan karena Pandemic Covid-19, Fakultas Hukum boleh bersyukur atas Dies Natalis ke-63 di tahun 2021 dan mengambil tema Fakultas Hukum Yang Responsive dan Inovatif Dengan Semangat Humanity.

“Diharapkan tema ini dapat menjadi penyemangat bagi seluruh civitas academica Fakultas Hukum Unsrat dalam menghadapi situasi di tengah Pandemic Covid-19,” ujar Kalalo.

Diharapkan pula untuk tetap semangat dalam berkarya sekaligus responsif terhadap keadaan sekitar dalam bersimpati dan berempati.

Dijelaskan, sistem pendidikan di seluruh dunia mengalami perubahan yang sangat besar, dengan terjadinya berbagai inovasi dan lompatan besar untuk mencapai tujuan pendidikan. Visi dan misi Fakultas Hukum yang telah ditetapkan, dapat mersinergi dengan hal tersebut.

Di masa Pandemic Covid-19 ini, debut Dekan, berbagai perubahan yang membangun telah dilaksanakan Fakultas Hukum Unsrat untuk mencapai perkuliahan yang efektif, efisien namun berkualitas. Perkuliahan yang dilaksanakan secara daring melalui berbagai media diusahakan untuk dapat menjangkau seluruh mahasiswa, dan menuntut dosen dan mahasiswa untuk kreatif dan berinovasi untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan.

Selain kegiatan perkuliahan yang dilaksanakan secara daring, demikian pula dengan pelaksanaan administrasi. Namun untuk kegiatan administrasi, ada beberapa hal penting yang masih dilaksanakan secara langsung dengan mengedepankan prosedur kesehatan yang ketat.

Mengutip pidato presiden dalam Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD 2020, bahwa kita harus mengubah pola pikir dan etos kerja; fleksibilitas, kecepatan, ketepatan sangat dibutuhkan; efisiensi, kolaborasi, dan penggunaan teknologi harus diprioritaskan; kedisiplinan nasional dan produktivitas nasional juga harus ditingkatkan.

“Karena itu, saya ingin mengajak seluruh civitas academica terlebih para tenaga pendidik dan kependidikan Fakultas Hukum Unsrat untuk menjadi warga Fakultas Hukum Unsrat yang memiliki etos kerja yang unggul sehingga mampu menghasilkan lulusan yang juga unggul dan berkualitas di era hybrid saat ini,” ujarnya.

Di samping itu, penguasaan teknologi menjadi hal wajib bagi setiap orang, dan tidak ada kata tidak mampu karena arus globalisasi bergerak sangat cepat dan menjadi tanda sebagai kemajuan termasuk dalam dunia pendidikan.

Fakultas Hukum Unsrat sampai dengan 26 Juli 2021 memiliki 3.063 Mahasiswa aktif. Di tahun 2021, mahasiswa baru berjumlah 840 yang diterima dari tiga jalur resmi, yaitu SNMPTN 168 mahasiswa, SBMPTN 465 mahasiswa, T2 207 Mahasiswa.

Beberapa kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka dies adalah Aksi Donor Darah (bekerjasama dengan PMI), Seminar dan Workshop Nasional ALSA Indonesia 2021 dengan judul “Border Security Enforcement; A Fulfillment of Indonesia’s National Security”, 30 Juli 2021.

Selain itu, melaksanakan vaksin masal untuk Vaksin Covid19 , Sam Ratulangi Law Fair Ke III 2021, kuliah umum, ziarah, dan anjangsana. (lk)